~oOo~ { READ MY BIO FIRST BEFORE YOU READ MY OWN FANFICT } ~oOo~
"Baekhyun beruntung menjadi orang yang kau cintai sekarang, aku benar-benar iri dibuatnya."
Kali ini Chanyeol memilih diam tanpa ekspresi. Nama Baekhyun seolah menjadi aliran listrik yang menyakitkan bagi hati Chanyeol, Baekhyun adalah segalanya bagi Chanyeol tapi Baekhyun juga seorang yang selalu membuatnya ketakutan setiap saat. Takut jika dirinya pergi tanpa Baekhyun disisinya, takut jika ia pergi membuat Baekhyun kehilangan masa depannya, takut jika Baekhyun memilih ikut dengannya dan meninggalkan semuanya.
Pikiran Chanyeol memang terlalu dangkal, tapi itu adalah suatu yang akan terjadi jika ia benar-benar pergi meninggalkan pria mungil itu. Seperti perkataan Baekhyun dulu 'aku akan selalu berada disisimu, kemanapun kau pergi aku akan ikut, dimanapun kau melangkah disitu juga akan terdapat jejakku'
"Apa kau merindukan Baekhyun saat ini?" Tanya Kyungsoo.
Chanyeol hanya diam tanpa peduli akan pertanyaan Kyungsoo padanya. Ia sedang tidak ingin membahas nama Baekhyun untuk sekatang ini, ia ingin mencoba membuang jauh-jauh nama itu sekarang.
"Aku selesai" Chanyeol meletakan sendok diatas piring berisi Lasagna yang baru berkurang sedikit.
"Ini belum habis Chan, jangan seperti anak kecil. Cepat habiskan dulu" Kyungsoo mencekal tangan Chanyeol yang ingin kembali masuk kekamarnya tapi Chanyeol langsung menepis tangan itu.
"Ku harap kau berhenti berbicara tentang Baekhyun didepanku Kyung." Chanyeol berlalu dari hadapan Kyungsoo dengan raut wajah Kesal.
'Aku tidak ingin perasaan cintaku semakin besar untuknya..'
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
Author:
Yuta CBKSHH ( dan Byun ChanZha)
Tittle:
PRETENDING OF LOVE (CHANBAEK)
Main Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Support cast:
Oh Sehun a.k.a Sehun
Xi Luhan a.k.a Luhan
Kim Jong In a.k.a Kai
Do Kyungsoo a.k.a Kyungsoo
Others cast (EXO's members)
Rating:
M
Genre:
Angst, Romance, Drama, Hurt/Comfort
Length:
Chaptered
Disclaimer:
Sudah Yuta jelaskan di atas yaa. Cerita ini adalah pemikiran murni tanpa plagiat dari cerita manapun. Terinspirasi dari beberapa pengalaman si penulis. PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka dan bisa menerima cerita ini dengan baik ^^
Warning:
BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!
Summary:
[YAOI/ANGST] "Maafkan aku karena telah berpura-pura mencintaimu selama ini, Byun Baekhyun. Aku memiliki sebuah alasan. Ku harap kau mengerti, karena pada akhirnya kita tidak akan pernah bisa bersama" - Chanyeol. (CHANBAEK) Slight Official Pairing! RnR!
Backsong:
Jin - Gone
~~ HAPPY READING ~~
.
.
.
[ New York 17.30 ]
Baekhyun hanya menganga melihat Jongin yang tampak tidak familiar dengan kota ini. Jika boleh jujur, awalnya Baekhyun ragu mendengar cerita Jongin yang pernah tinggal beberapa tahun di New York tapi sekarang Baekhyun percaya jika pria disampingnya ini memang tidak membual.
"Kita akan pergi ke Mansion Chanyeol disini." ujar Baekhyun, ia ingat dulu Chanyeol pernah memberikan alamat tempat tinggalnya di New York karena berpikir Baekhyun akan mengunjunginya sesekali.
"Apa kau yakin?" Tanya Jongin yang agak ragu dengan perkataan Baekhyun.
"Tentu saja, tidak perlu ada yang dicemaskan. Aku yakin Chanyeol masih mencintaiku dan pria yang kata Sehun adalah masa lalu Chanyeol tidak akan mempunyai arti sedalam diriku."
Baekhyun tersenyum, walaupun dalam hatinya masih terasa akan keraguan yang terus menghantui pikirannya. Sejujurnya Baekhyun takut jika ternyata Chanyeol memang telah melupakannya dan kembali pada cinta pertamanya, tapi ia yakin bahwa Chanyeol hanya mencintai dirinya, Bukan yang lain meskipun itu adalah cinta pertamanya.
"Hahh..semoga saja"
Jongin memilih menyenderkan kepalanya pada jendela taksi yang mereka tumpangi dari pada harus mendengarkan perkataan Baekhyun tentang Chanyeol sejak kaki mereka menapak di New York.
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
Chanyeol sedang menghabiskan sorenya dengan menonton acara NBA antara tim East melawan West siapa yang Chanyeol jago? Chanyeol adalah fans dari Kobe Bryant tapi baru-baru ini ia sedang kagum dengan permainan LeBron James, jadi untuk kali ini ia memilih mengikuti jalannya pertandingan tanpa tahu siapa yang ia pihak. Tangan besarnya masih setia mencomot kripik kentang rasa BBQ kesukaanya. Sesekali ia sedikit memekik melihat aksi Three Shoot yang hampir membuat bulatan seperti kue coklat gulung itu masuk kedalam keranjang tanpa alas disamping selatan maupun samping utara.
"Chanyeol aku membuat susu coklat, apa kau mau?" Kyungsoo berdiri disamping sofa tempat Chanyeol duduk dengan membawa secangkir susu coklat dalam mug berwarna senada dengan isinya.
"Kenapa kau belum pulang? Ini sudah sore, harusnya kau ada diapartemenmu sekarang." bukannya menjawab pertanyaan Kyungsoo, Chanyeol justru balik bertanya pada pria mungil itu.
"Hahh.. kau mengusirku ya? Rencananya aku ingin menginap, tapi mengingat dirimu yang masih sensitif padaku, jadi kuputuskan pulang setelah pukul tujuh nanti."
Kyungsoo hanya menggerlingkan matanya malas menanggapi sifat Chanyeol yang menurutnya semakin mengesalkan, pria tinggi itu sungguh sensitif akan banyak hal apalagi itu tentang Baekhyun.
"Baiklah, aku ingin susu vanilla. Jadi bisakah kau membuatkannya untukku?"
"Ayaya Captain!"
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
Baekhyun melangkahkan kakinya keluar dari taksi, disusul Jongin yang berada dibelakangnya dengan koper yang dia tarik disisi kanan dan kiri tubuhnya-itu miliknya juga Baekhyun-.
"Kenapa bisa keluarga Chanyeol punya Mansion sebesar ini?"
Baekhyun bermonolog entah pada siapa, dilihatnya beberapa pelayan yang hilir mudik didepan teras mansion, juga seorang yang tiba-tiba datang menghampirinya.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya orang itu.
"Aku ingin bertemu Chanyeol, apa benar ini rumahnya?"
Pria didepan Baekhyun menatapnya dari atas sampai bawah, seperti seorang mertua yang bertemu dengan calon menantunya. Seketika pria didepannya itu menjerit keras, membuat Baekhyun maupun Jongin terkejut.
"Wah! Kau pasti Baekhyun kan?"
Lay -pria itu- memeluk Baekhyun erat. Tidak memperhatikan Baekhyun yang nampak sedikit terbatuk dengan kegiatannya.
"Ekhem, jadi bisakah kita diizinkan masuk?" Jongin yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.
"Eh? JONGIN!"
Lay terkejut tidak percaya menatap Jongin yang berada dibelakang Baekhyun. Sesekali pria berdimpel itu mengerjapkan matanya, pasalnya ia masih kaget melihat sahabat sewaktu kecilnya itu sekarang berdiri didepannya. Tanpa pikir panjang Lay langsung melepas pelukannya dengan Baekhyun lalu balik memeluk Jongin dengan tak kalah erat.
"Kenapa kau ada di New York? Kabar terakhir kudengar kau pindah ke Alaska." Lay melepas pelukannya lalu membantu Jongin menyeret koper yang ia bawa.
"Aku hanya beberapa bulan di Alaska, seterusnya aku tinggal di sini." Lay terkejut mengetahui fakta bahwa selama ini Jongin tinggal di kota yang sama dengannya.
"Kenapa kau tidak memberiku kabar selama ini? Kufikir kau benar-benar melupakanku dan Chanyeol."
Jongin terkekeh melihat reaksi sahabat kecilnya dulu ini. Jongin memang bersahabat dengan Lay dan Chanyeol sejak kecil, hanya saja mereka berpisah karena kepindahan Lay ke New York saat masuk Junior High School.
"Kau mengenal Chanyeol?" Baekhyun menatap Jongin dengan penuh selidik, selama ini Jongin tidak pernah berkata bahwa ia adalah sahabat Chanyeol sejak kecil.
"Ya begitulah, kita memang emm.. sahabat." Jongin agak ragu mengucapkan kalimat terakhirnya pada Baekhyun.
"Tapi kenapa kau baru bilang sekarang?" Baekhyun mengerucutkan bibirnya lalu mendengus kesal.
"Kau tidak bertanya, jadi aku tidak memberi tahumu."
Para pelayan membantu Lay dan Jongin membawa koper mereka masuk kedalam rumah, Baekhyun tersenyum manis saat pelayan tersebut membukakan pintu rumah bercat putih gading itu dengan pelan.
Deg
"C-Chanyeol.."
Tubuh Baekhyun tegang seketika melihat Chanyeol sedang dalam keadaan topless dengan tangan seorang pria mungil di dadanya. Fikiran Baekhyun melayang melihat kejadian didepannya, tubuhnya sedikit limbung dan kepalanya pening seakan baru dihantam oleh ribuan batu.
"Baekhyun?"
Dengan segera Chanyeol melepaskan tangan Kyungsoo yang sedari tadi mencoba membersihkan tubuhnya dari sisa cairan Susu Vanilla yang lengket karena gula. Tadi saat Kyungsoo mengantarkan pesanan Chanyeol, tidak sengaja kakinya tersandung karpet hingga membuat susu yang ia bawa tumpah di baju Chanyeol.
"Apa benar kau sudah melupakanku? Aku kemari untuk memberi kejutan untukmu, Chan. Tapi apa yang kulihat? Kau benar mengkhianatiku."
Baekhyun meneteskan air matanya, membuat Chanyeol ingin segera berlari lalu memeluk pria yang masih berstatus kekasihnya itu tapi urung karena seorang datang dari arah pintu lalu memeluk Baekhyun erat. Chanyeol maupun Kyungsoo kaget melihat orang itu adalah Jongin, yang datang bersama Lay dari arah pintu utama. Hati Chanyeol dan Kyungsoo terasa nyeri melihat pemandangan dihadapan mereka, orang yang mereka cintai sedang berpelukan dengan erat tanpa memperdulikan mereka yang menonton.
"Jangan mengumbar kemesraan didepan Baekhyun, kumohon untuk beberapa waktu kedepan kalian tidak menunjukan kemesraan didepannya sampai ini benar-benar selesai." Ujar Jongin lalu menatap Chanyeol dan Kyungsoo bergantian.
"Kufikir Baekhyun dan Jongin lelah, aku sudah meminta pelayan membersihkan kamar tamu. Jadi lebih baik kalian istirahat sampai waktu makan malam tiba."
Lay yang merasa atmosphire kurang baik langsung mencairkan suasana tegang ini dan langsung disetujui anggukan Chanyeol.
Lay mengantar Baekhyun menuju kamar yang sudah disiapkannya, menyisakan Jongin, Chanyeol, dan Kyungsoo di ruang tamu.
"Ada yang ingin aku katakan padamu."
Jongin bermonolog pada Chanyeol, sesekali matanya melirik seseorang disamping Chanyeol yang tampak menggigit bibir bawahnya. Sejujurnya Jongin merindukan Kyungsoo, begitupun sebaliknya. Tapi sayang mereka lebih memilih mengedepankan ego mereka masing-masing.
"Sebaiknya kita berbicara di taman belakang. dan Kyungsoo kuharap kau tetap menginap disini sampai besok." Chanyeol berjalan menuju taman belakan dengan diikuti Jongin dibelakangnya. Tapi Kyungsoo mencekal tangan Jongin hingga pria Tan itu menghadapnya.
"Jongin, ku-"
"Kita bicara ini nanti saja Kyung." Jongin melepas tangan Kyungsoo yang bertengger di tangannya lalu berjalan meninggalkan Kyungsoo sendiri di tempat itu.
"Ku harap kau akan menjelaskan semua ini." Ujar Kyungsoo
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
"Mwo? Kenapa kau baru mengatakannya padaku sekarang? Luhan, jika Baekhyun pergi ke New York masalah bukannya selesai tapi justru semakin rumit."
Sehun terlihat emosi mendengar penuturan Luhan tentang Baekhyun yang pergi ke New York dengan sengaja tanpa memberinya kabar. Sehun takut jika Baekhyun semakin sakit hati melihat Chanyeol yang kembali pada Cinta pertamanya seperti yang dikatakan Lay beberapa hari yang lalu. Sehun juga tidak habis fikir kenapa Baekhyun begitu nekat pergi menemui Hyungnya itu.
"Maaf Sehun, tapi aku hanya menuruti permintaan Baekhyun tadi pagi."
Luhan menunduk takut jika Sehun kembali memarahinya. Sehun menarik nafasnya panjang, mencoba menenangkan pikirannya tentang hal buruk yang bisa saja menimpa Baekhyun selama di New York.
"Sudah, lupakan saja. Lagi pula Baekhyun juga sudah terlanjur pergi dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Maaf Lu sudah memarahimu tadi." Sehun memegang tangan Luhan erat lalu mengusapnya perlahan.
"Aku juga minta maaf tidak bisa mencegah Baekhyun pergi." Luhan menatap minuman di depannya sendu. Luhan juga menjadi merasa bersalah pada semua orang apalagi Sehun.
"Hei, tidak apa Lu. Sudahlah jangan dipikirkan lagi" Sehun tersenyum menghadap Luhan dan dibalas oleh senyuman yang tak kalah manis dari kekasihnya itu.
"Semoga Baekhyun tidak mengalami hal buruk disana." Sehun mengangguk sebagai tanda 'iya' atas perkataan Luhan.
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
Baekhyun duduk di tepi ranjangnya dengan tatapan kosong. Pikirannya kembali menerawang tentang kejadian saat ia pertama kali manginjakan kaki di mansion mewah ini. Pikirannya benar-benar kacau, ia berpikir Chanyeol akan menyambutnya dengan pelukan hangat seraya berkata 'aku sangat merindukanmu' atau 'kau membuatku hampir terkena serangan jantung juga diabetes tiba-tiba karena melihat dirimu yang semakin manis' atau bahkan kata-kata Cheesy lainnya yang sering Chanyeol ucapkan dulu padanya.
Nyatanya semua tidak seindah yang Baekhyun pikirkan.
Hatinya seakan mencelos keluar mengingat ucapan Sehun tentang Chanyeol yang ingin mengakhiri hubungan ini, Baekhyun kira itu hanyalah lelucon yang mereka buat agar Baekhyun datang menemui Chanyeol walaupun dalam hati Baekhyun sedikit percaya akan perkataan Sehun yang tidak mungkin membohonginya apalagi hubungan Baekhyun dan Chanyeol memang sudah diujung tanduk. Dan kini Baekhyun percaya bahwa apa yang disampaikan Sehun memang benar adanya.
"Apa kau benar-benar telah melupakanku sekarang Chan? Seharusnya aku tidak mengambil keputusan untuk menemuimu jika kenyataanya benar-benar menyakitkan."
Baekhyun adalah tipe orang yang lebih memilih bermonolog sendiri daripada ikut larut dalam pembicaraan bersama banyak orang. Menurutnya berbicara sendiri tidak akan menambah masalah, walaupun juga tidak akan menyelesaikan masalah.
"Kau hanya perlu percaya." Baekhyun sadar sekarang ini dia sedang dalam keadaan waras sehingga tidak berhalusinasi berbicara dengan seorang, tapi indra pendengarannya menangkap hal lain.
"Hai, kupikir kita belum berkenalan secara resmi."
Baekhyun tersentak melihat seorang yang sama ketika ia lihat pertama kali dirumah ini; Kyungsoo.
"Aku Kyungsoo, kau pasti Baekhyun kan?"
Apa-apaan pria ini, tiba-tiba masuk kedalam kamarnya dan juga kenapa harus berkenalan dengannya disaat ia sendiri tahu bahwa hubungan diantara mereka seharusnya tidak seperti ini. Baekhyun sedikit menampilkan senyum manisnya, berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa menjabat tangan orang yang telah merebut kekasihnya bukanlah hal yang buruk.
"Y-ya aku Baekhyun, Byun Baekhyun. Dan aku adalah Kekasih Chanyeol."
Baekhyun sedikit ragu mengatakan statusnya yang sebenarnya masih 'gantung' mengingat Chanyeol pernah meminta hubungan mereka berakhir walaupun belum benar-benar ada kata Berakhir disini.
"Aku Do Kyungsoo, kuharap kau akan lama disini. Karena aku akan sibuk dengan tugas kuliah yang menumpuk akhir-akhir ini."
Apa seperti ini cara orang Korea yang lama tinggal di New York mengajak berbicara? Apa baru saja dia meminta Baekhyun tentang hal yang bahkan tidak terlalu penting didengar oleh seorang yang datang menemui kekasihnya untuk meminta penjelasan soal hubungan sekaligus status dalam hubungan mereka.
"Aku pelajar tingkat akhir, jadi aku tidak akan lama. Lagipula walaupun liburan musim ini masih dua minggu lagi tapi pelajar tingkat tiga memiliki kegiatan lain untuk mempersiapkan ujian kelulusan di tahun terakhir, kupikir kau tahu itu."
Baekhyun mencoba berujar sedingin mungkin, tidak ingin terlihat seperti Baekhyun yang hangat dan ramah. Ingat orang yang berdiri didepannya ini adalah orang yang sama dengan orang yang merebut kekasihnya dan Baekhyun tidak menyukai fakta itu.
"Ah, Baiklah. Kufikir kau adalah orang yang hangat nyatanya tidak, hanya saja wajahmu menunjukan hal yang lain. Kehangatan dan kelembutan, Chanyeol harusnya bisa bertahan denganmu lebih lama."
Byurr
Baekhyun mengambil air diatas meja yang terletak disamping ranjang lalu menyiramkannya kewajah Kyungsoo dengan cepat. Emosinya sudah ada dipuncak kepalanya sekarang.
"Diam! Aku akan baik-baik saja dengan Chanyeol jika kau tidak datang pada hubungan kami! Dasar Jalang! Enyahlah kau dari hadapanku!"
Kyungsoo mengusap wajahnya yang basah dengan pelan, lalu menampilkan senyum tipisnya. Ia maklum jika Baekhyun bersikap seperti ini padanya, karena ia memang sudah salah sejak awal ingin merebut Chanyeol. Tapi sekarang keadaannya berbeda, Kyungsoo tidak lagi mengharapkan rasa cinta dari Chanyeol. Ia hanya ingin yang terbaik untuk seorang yang sekarang ini ia anggap sahabat itu.
"Aku hanya ingin berkata jujur disini, percayalah walaupun aku tidak datang pada Chanyeol, semua akan tetap dalam keadaan yang sama." Baekhyun mengepalkan tangannya erat.
"Apa maksudmu hah? Kau pikir aku akan percaya dengan omongan murahanmu? Aku tahu kau adalah orang yang sama dengan yang ada difoto Chanyeol saat dia mengirimiku sebuah foto layaknya sepasang kekasih yang habis bercinta, tapi tidak seharusnya kau ikut campur dalam hubunganku dengan Chanyeol."
Baekhyun merasakan matanya memanas, keringat kecil mulai menguar dipelipisnya. Saat ini ia ingin semuanya diperjelas, tapi kedatangan Kyungsoo dihadapannya kini membuatnya muak dan entah kenapa ia merasa bahwa Kyungsoo sedang berusaha memanipulasi keadaan ini.
"Aku tidak terlalu peduli kau memanggilku apa, Baek aku hanya memberi tahumu bahwa keadaan sekarang tidak seperti keadaan sebelum Chanyeol datang disini. Semua sudah berubah seperti keinginan yang dibuat Chanyeol."
Kyungsoo beranjak pergi dari kamar itu, tapi sebelum tangannya meraih knop pintu, ia menoleh pada Baekhyun yang masih menatapnya tajam.
"Aku minta maaf atas kejadian tadi, apa yang kau lihat bukan seperti apa yang kau fikirkan, begitupun seterusnya."
Baekhyun menatap punggung sempit yang semakin menjauhinya itu dengan pandangan heran. Ia masih tidak tahu maksud kyungsoo mengatakan hal itu padanya.
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
Chanyeol memegang pagar besi itu dengan keras, matanya menerawang tentang kehadiran Baekhyun dan Jongin disini. Sejujurnya ia ingin segera memeluk Baekhyun saat ia melihat wajah manis yang menjadi candu untuknya itu dihadapannya, tapi sayangnya Chanyeol terlalu pengecut untuk melakukannya.
"Aku benar-benar menyesal"
Jongin berdiri disamping Chanyeol, saat ini mereka memang sedang berada di Balkon mansion milik Chanyeol itu, Jongin yang sedari tadi tahu bahwa Chanyeol sedang berpikir mengenai kedatangannya dengan Baekhyun yang mendadak mencoba mengalihkan pikiran itu dari Chanyeol sekarang.
"Penyesalan memang selalu datang pada akhir cerita, itu lebih baik daripada tidak sama sekali." Chanyeol berucap datar, pikirannya melayang pada Baekhyun yang kini ada disekitarnya lagi.
"Aku benar-benar terlihat jahat menghancurkan sahabatku sendiri disaat seharusnya aku melindunginya." Jongin tersenyum kecut, ia menerawang langit diatas yang nampak ikut menertawakannya.
"Apa aku tidak bersalah juga karena telah merebut orang paling dicintai oleh sahabatku, seorang yang harusnya aku lindungi?" Jongin menatap Chanyeol yang kini ikut menatapnya.
"Aku senang kau mengatakannya." Ujar Jongin seraya tersenyum lembut.
"Kita adalah sahabat yang saling melindungi dan membutuhkan, ada kalanya kita menjadi seorang musuh karena suatu hal. Karena pertengkaran bukanlah akhir segalanya, justru itu yang membuat kita semakin kuat dan erat dalam menggenggam tangan satu sama lain."
"Aku baru tahu Chanyeol sekarang bukanlah Chanyeol yang dulu suka merengek padaku hanya karena sebuah permen, Chanyeol yang sekarang ternyata adalah seorang yang dewasa dalam segala hal." Chanyeol terkekeh mendengar penuturan Jongin, rasanya sudah sangat lama mereka tidak berbicara sehangat ini.
"Waktu dapat merubah semuanya, tapi aku pikir persahabatan kita tidak akan berubah" Jongin memeluk Chanyeol, menumpahkan keluh kesah tentang betapa kosong hidupnya tanpa sahabat masa kecilnya ini.
'Tuhan kembali memberikan orang-orang yang kucintai disampingku, hanya untuk melihatku dalam waktu yang singkat' ujar Chanyeol bermonolog dalam hatinya.
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
Semua yang berada di ruang makan memilih diam tanpa suara. Ya, mansion mewah Chanyeol yang biasanya cukup sepi kini mulai terlihat ramai dengan beberapa tambahan orang yang duduk disana. Baekhyun masih setia mengaduk makanannya pelan, sungguh seleranya sudah jauh hilang entah kemana karena menatap Chanyeol yang bahkan tidak berujar sepatah katapun padanya sejak tiba disini tadi sore, Jongin maupun Kyungsoo pun enggan mengeluarkan suara mereka dan membiarkan dentingan piring yang beradu dengan sendok dan garpu menjadi satu-satunya suara disana.
"Well, bibirku sudah gatal dari tadi karena tidak ada yang memulai percakapan disini. Jadi kuputuskan aku saja yang memulai memperbaiki suasana canggung dan tegang saat ini." Lay bersuara sembari menyambar air putih di depannya lalu meminumnya pelan.
"Baekhyun, bagaimana dengan sekolahmu? Kudengar kau salah satu siswa yang unggul diakademik."
Baekhyun menoleh, menatap Lay dengan pandangan 'apa Chanyeol yang bercerita padamu?' Baekhyun meletakan garpunya lalu tersenyum manis.
"Tidak juga Hyung, aku hanya siswa biasa disekolah. Aku sekarang sedikit sibuk dengan soal-soal yang disiapkan untuk persiapan Ujian Sekolah." Lay menganggukan kepalanya beberapa kali.
"Ngomong-ngomong kau datang kesini karena merindukan Chanyeol ya?"
"Uhuk.." Baekhyun dan Chanyeol tersedak secara bersamaan, membuat semua yang berada disana menatap kedua orang itu.
"Ah? Tentu aku merindukan kekasihku, hanya saja aku tidak tahu apakah dia juga merasakan hal yang sama." Baekhyun melirik kearah Chanyeol yang menghentikan acara makannya secara mendadak.
"Ahh, Kyungsoo apa kau mau tambah lagi makanannya? Bukankah macaroni adalah makanan kesukaanmu?" Kyungsoo reflek menatap Baekhyun yang berdecih pelan saat Chanyeol tiba-tiba bersikap perhatian padanya dan mengabaikan Baekhyun.
"Aku selesai. Baekhyun bisa kita bicara sebentar?" Jongin meletakan alat makannya, ia lalu menarik tangan Baekhyun. Membawanya ke taman belakang mansion.
"Jangan bersikap seperti tadi, Chan." Kyungsoo berujar pelan.
"Apa? Aku hanya mencoba perhatian padamu, kupikir kau akan senang dengan hal ini."
"Tapi tidak dengan cara mengacuhkan Baekhyun seperti tadi, dia pasti sangat sakit hati melihatmu seperti ini padanya, dan aku yakin Baekhyun juga akan semakin membenciku." Kyungsoo meraih serbetnya, mengusap ujung bibirnya yang sedikit kotor oleh saus dari kuah kerang yang ia makan.
"Temui dia Chan, bicaralah untuk memperjelas hubungan kalian. Aku yakin dirimu juga tidak akan suka bila digantung layaknya Baekhyun." Lay ikut ambil dalam pembicaraan Kyungsoo dan Chanyeol. Sebenarnya Lay khawatir pada Baekhyun yang terlihat sangat tidak baik, apalagi ini adalah ulah sepupunya sendiri.
"Arghh..." Chanyeol melempar sendoknya asal, kakinya melangkah random entah kemana.
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
Jongin sedang duduk disamping Baekhyun yang nampak menyembunyikan isakannya tapi belum mampu menyembunyikan bahunya yang bergetar hebat.
"Maafkan sikap Chanyeol Baek, dia sepertinya masih dalam keadaan kurang baik." Jongin mencoba menepuk bahu bergetar Baekhyun pelan, mencoba menenangkan perasaannya.
"Kenapa kau minta maaf untuknya? Jika sampai saat ini Chanyeol masih dalam keadaan kurang baik, jadi sampai kapan aku akan terus bertahan dengan menunggunya kembali dalam keadaan baik? Aku..hiks."
Baekhyun memeluk Jongin erat, meluapkan segalanya didada bidang milik Jongin. Tangisan Baekhyun membuncah mengingat apa yang dilakukan Chanyeol saat ini, Baekhyun benar-benar terlihat tidak dianggap disini.
"Aku berpikir hiks Chanyeol masih mencintaiku, nyatanya hiks bahkan dia menunjukan perhatian pada orang lain dihadapanku, aku hiks s-sakit melihatnya."
Jongin dapat merasakan bajunya basah karena air mata Baekhyun, getaran akibat Baekhyun menangis juga membuatnya ikut bergetar, Jongin merasa sangat iba pada Baekhyun saat ini karena bagaimanapun juga Baekhyun benar-benar sudah ia anggap sebagai sahabat, apalagi karena Baekhyun juga lah ia sadar bahwa Chanyeol masih menganggapnya sahabat sampai sekarang.
"Baekhyun, kumohon jadilah kuat untuk saat ini. Jika kau mencintai Chanyeol maka perjuangkanlah dia, jangan sampai dia pergi meninggalkanmu sendiri dengan banyak luka dihatimu." Baekhyun mendongak, menatap wajah Jongin yang kini tersenyum hangat padanya.
"Aku berjanji akan memperjuangkan cintaku pada Chanyeol."
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
Chanyeol menutup pintu balkonnya dengan gusar. Hatinya seperti teremas melihat Baekhyun menangis dipelukan pria lain, walaupun tidak mendengar percakapan antara Jongin dan Baekhyun tetap saja Chanyeol merasakan hatinya memanas. Niat awal Chanyeol ingin mendinginkan pikirannya yang kacau dengan berdiam diri di balkon kamar miliknya justru berakhir dengan pemandangan yang semakin membuat ia memanas melihat pria mungil yang masih berstatus sebagai kekasihnya dalam dekapan erat pria lain.
"Maafkan aku, Baek." Biarkan Chanyeol merutuki sifatnya pada pertemuan pertama dirinya dengan Baekhyun. Semua salahnya, kenapa ia harus menghindar jika kenyataannya ia tidak ingin.
"Arrghh!"
Chanyeol memegang ulu hatinya yang terasa nyeri, penglihatannya berkunang-kunang. Lagi-lagi ia merutuki kebodohannya yang sampai lupa untuk minum obat tepat pada waktunya. Dengan tertatih Chanyeol mencoba mengambil obat yang ia taruh dalam laci namun belum sempat ia meraih gagang laci, Chanyeol merasakan kepalanya semakin berat dan ia ambruk begitu saja.
"Baek.. hyun.."
Brukk!
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
"Ada apa denganmu? Wajahmu kusut sekali Lu." Sehun menatap Luhan yang kini duduk dipangkuannya.
"Aku merindukan Baekhyun, entah kenapa aku sangat khawatir padanya." Sehun meraih dagu Luhan, meminta pria mungil itu untuk menatap dua obsidian miliknya.
"Aku juga merasakan hal yang sama, aku sangat khawatir pada keadaan Baekhyun. Tapi semua kembali lagi seperti semula, Baekhyun yang menginginkan hal ini terjadi. Lagipula Chanyeol hyung tidak akan menyakiti Baekhyun, walaupun dia bilang sudah kembali dengan cinta pertamanya tapi aku yakin Chanyeol hyung tidak akan menyakiti perasaan Baekhyun." Luhan menatap Sehun tajam, matanya seolah menyiratkan kemarahan dan kecewa disana.
"Kenapa kau tidak melakukan sesuatu? Sehun, kenapa kau membiarkan hyungmu itu kembali pada cinta pertamanya! Harusnya kau tidak membiarkan hal itu terjadi, karena Baekhyun pasti merasakan sakit yang luar biasa sekarang. Bukannya kau sangat melindungi Baekhyun? Tapi kenapa kau membiarkannya sakit hati karena kelakuan hyungmu itu!" Luhan baru sadar sekarang, ia baru sadar bahwa Chanyeol ternyata berengsek. Hatinya kembali terenyum mengingat keadaan Baekhyun sekarang yang jauh dari kata bahagia.
"Lu, aku sudah mengatakan hal ini padamu kemarin. Aku sudah bilang padamu harusnya saat itu kau mencegah Baekhyun pergi, karena aku tahu semua tidak akan baik-baik saja." Sehun memeluk erat Luhan dalam dekapannya, tubuh Luhan sedikit bergetar sekarang.
"Tapi kenapa? Kenapa kau tega membiarkan Hyungmu menyakiti Baekhyun hiks." Sehun termenung, sebenarnya saat Lay mengatakan bahwa Chanyeol kembali menjalin hubungan dengan Kyungsoo, Sehun sangat marah bahkan ia memaki Chanyeol saat ditelepon. Tapi ia sadar bahwa ia tidak berhak ikut campur dalam masalah ini, ia takut hubungannya dengan Chanyeol semakin renggang karena hal ini.
"Maaf Lu, aku memang tidak dapat berbuat banyak saat ini untuk Baekhyun. Tapi aku berjanji aku akan melindungi Baekhyun dari siapapun, termasuk Chanyeol hyung jika ia berusaha untuk menyakiti Baekhyun."
Sehun terus bergumam seraya menepuk pelan bahu Luhan yang bergetar, jika melihat Luhan menangis seperti ini membuatnya teringat pada Baekhyun yang menangis karena ulah Hyungnya. Sehun takut jika Baekhyun sekarang sedang menangis, tapi Sehun selalu berpikir bahwa semua akan baik-baik saja.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama pada Baekhyun. Sehun, bisakah kita pergi menyusul Baekhyun sekarang?" Luhan menatap sendu wajah Sehun yang kini sedang membulatkan matanya lebar-lebar.
"Ahh, tidak-tidak! Itu bukan ide yang bagus Lu." Tolak Sehun.
"Tapi aku khawatir Sehun." Sehun tetap menggeleng, jika sampai ia pergi ke New York bisa-bisa dia dicincang oleh kedua orang tuanya.
"Tidak Lu, Baekhyun dan Chanyeol hyung itu sudah dewasa dan aku yakin mereka dapat menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa kita perlu ikut campur tangan. Aku percaya jika mereka memang saling mencintai satu sama lain, maka mereka akan tetap bertahan untuk saling percaya dan menjaga cinta mereka." Tangan besar Sehun mulai menyisir kepala Luhan, mencoba memberi pengertian pada pria yang berstatus sebagai kekasihnya itu sekarang.
"Baiklah, tapi bisakah kau meneleponkan Baekhyun untukku sekarang? Kumohon Sehun."
"Hahhh...tentu saja aku akan melakukannya untukmu, tunggu sebentar, oke." Sehun menurunkan Luhan dari pangkuannya lalu beranjak mengambil ponselnya. Butuh beberapa detik bagi Sehun untuk mendial nomor ponsel Baekhyun. Sehun mencoba kembali mendial nomor ponsel baekhyun saat panggilannya tidak direspon oleh siempunya ponsel.
"Ada apa?" Luhan menatap Sehun yang tengah mengeryitkan dahinya.
"Baekhyun tidak mengangkat panggilanku." Luhan semakin cemas sekarang, takut-takut terjadi hal buruk pada Baekhyun.
"Sehun, apa Baekhyun akan baik-baik saja?" Sehun tersenyum manis, lalu mengusak rambut Luhan pelan.
"Hey, disana ada Jongin dan Lay juga jadi tidak perlu khawatir."
"Argh! Sial, aku benar-benar ingin memukul pria yang merebut Chanyeol dari Baekhyun. Kenapa dia berani sekali merusak hubungan sahabatku!" Luhan mengepalkan kedua tangannya; menunjukan ekspresi kesalnya yang terlihat lucu. Tapi Sehun terdiam sesaat, ia ingat bahwa Luhan belum mengetahui bahwa orang yang merebut Chanyeol dari Baekhyun adalah sepupunya sendiri; Do Kyungsoo.
"Jangan membencinya Lu, dia tetap saudaramu." Kini giliran Luhan yang mengeryit mendengar penuturan Sehun, tadi dia bilang saudara? Saudara Luhan?.
"M-maksudmu?"
"Kyungsoo. Do Kyungsoo sepupumu itu adalah cinta pertama Chanyeol, orang ketiga dihubungan Chanyeol dan Baekhyun." Luhan menjatuhkan rahangnya mendengar penuturan Sehun. Dirinya masih belum percaya bahwa sepupunya yang ia kenal sangat baik bisa melakukan hal yang merugikan orang lain.
"Jadi ini alasan Jongin kembali ke korea.." Luhan bergeming pelan namun masih didengar oleh Sehun.
"Apa maksudmu? Memang apa hubungannya dengan Jongin?"
"Jongin itu adalah kekasih Kyungsoo, aku jadi takut Jongin datang kemari karena ingin balas dendam. Bagaimana ini Hunnie, aku takut Jongin melakukan hal buruk pada Baekhyun." Sehun menggeram mendengar perkataan Luhan. sejak awal pertemuannya dengan Jongin, Sehun memang menaruh curiga padanya yang dapat dengan mudah akrab dengan Baekhyun.
"Tenang Lu, aku pastikan Jongin tidak akan menyentuh Baekhyun barang sejengkal pun." Sehun meraih ponselnya, lalu menghubungi seseorang.
"Aku ingin kau mengawasinya, Kumohon."
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
Chanyeol mengerjapkan matanya perlahan. Ia merasakan sebuah tangan menggenggamnya lembut dan ia tahu tangan siapa ini, tangan seorang yang paling ia rindukan, seorang yang selalu memenuhi setiap rongga pikirannya; Baekhyun. Chanyeol tersenyum manis mengetahui Baekhyun ada disampingnya, tidur dalam satu ranjang bersamanya.
"Aku sangat merindukanmu Baek, maaf aku harus bersikap egois padamu, karena ini demi kebaikan masa depanmu juga." Chanyeol mencuri satu kecupan dibibir Baekhyun, hanya kecupan singkat sepersekian detik tidak lebih.
"Eungh.." Baekhyun terlihat tidak nyaman karena merasa ada sebuah pergerakan disampingnya, ia mencoba membuka matanya perlahan lalu menengok kearah Chanyeol yang kini sedang menatap langit-langit kamarnya.
"Kau sudah sadar? Syukurlah aku-"
"Kenapa kau tidur disini?" Chanyeol berujar dingin tanpa menatap Baekhyun barang sedikitpun.
"K-kenapa? Aku hanya ingin menemanimu Chan, aku khawatir padamu."
"Tapi Kyungsoo akan sedih melihat apa yang kau lakukan saat ini."
Deg
Baekhyun merasa hatinya teremas keras, sungguh ucapan Chanyeol barusan membuat kesabarannya yang sudah ia tata kembali runtuh seperti puzzel yang dirusak. Chanyeol bahkan lebih memilih mementingkan perasaan pria itu daripada perasaannya.
"Ah, maaf jika aku lancang. Aku akan segera kembali kekamarku, tapi jangan lupa minum vitamin dan makan yang benar agar tidak pingsan seperti tadi. Aku pergi."
Chanyeol mengerjapkan matanya beberapa kali, memastikan bahwa pendengarannya dalam keadaan yang baik karena Chanyeol tidak akan mengira reaksi Baekhyun akan sikapnya yang dingin seperti tadi nampak biasa saja, ia pikir Baekhyun akan marah-marah lalu mengatakan hal yang sebenarnya tidak ingin ia dengar kata putus. Tapi kenyataan menamparnya, Baekhyun telah berubah menjadi seorang yang lapang dada dan berpikir dewasa.
"Maaf.."
Baekhyun menutup pelan pintu kamar Chanyeol, ia membekap bibirnya agar tidak ada orang yang mendengar isakannya. Kyungsoo yang baru datang dari arah dapur menatap heran dengan bahu Baekhyun yang bergetar.
"Apa yang kau lakukan? Kau membuatnya menangis lagi Bodoh." Kyungsoo masuk kedalam kamar Chanyeol membawa segelas air putih dan sepiring buah Apel.
"Aku tidak melakukan apapun padanya." Chanyeol masih berujar dingin pada Kyungsoo.
"Tapi kenapa dia sampai menangis? Kau mengusirnya ya?"
"Sudah aku bilang, aku tidak melakukan apapun padanya! Dia saja yang terlalu lemah dan cengeng." Chanyeol bersumpah ia tidak bermaksud mencela Baekhyun, salahkan mulutnya yang dengan mudahnya mengucapkan hal yang buruk.
"Terserah kau saja, aku kemari membawakanmu buah juga air putih, jangan lupa meminum obatmu dan ingat jangan sampai telat lagi meminumnya, Baekhyun dan Jongin akan curiga jika kau tiba-tiba mengerang kesakitan atau pingsan seperti tadi." Ujar Kyungsoo panjang lebar.
"Iya."
'Sebenarnya apa yang terjadi pada Chanyeol?'
Jongin yang ternyata berdiri di balik pintu kamar Chanyeol. Jongin melangkahkan kakinya menjauh dari pintu kamar Chanyeol, niat awalnya adalah untuk melihat keadaan sahabatnya itu namun saat ia ingin meraih knop pintu ia tidak sengaja mendengar percakapan antara Kyungsoo dan Chanyeol yang membuatnya penasaran dengan maksud percakapan mereka berdua.
"Kau bilang ingin kekamar Chanyeol, tapi kenapa cepat sekali? Apa dia sudah sadar?" Lay yang baru saja keluar kamar menatap heran Jongin yang terlihat aneh.
"Ah? Ya, Chanyeol sudah sadar dan sekarang dia ada dikamar bersama Kyungsoo." Lay hanya membulatka bibirnya membentuk huruf 'O' mendengar jawaban Jongin.
"Apa kau sudah berkenalan dengan Kyungsoo? Sejak kemarin aku lihat kalian belum saling berbicara, cobalah berkenalan, dia sangat ramah." Jongin hanya tersenyum kecut mendengar penuturan Lay.
"Oke, mungkin nanti jika dia sudah keluar dari kamar Chanyeol aku akan mengajaknya bicara."
"Itu bagus, jika saja Kyungsoo tidak kembali bersama Chanyeol, kupikir kau adalah orang yang cocok untuknya."
"Uhukk!"
Jongin tersedak ludahnya sendiri mendengar Lay mengatakan dirinya cocok dengan Kyungsoo? Dan apa tadi, Kyungsoo sudah kembali pada Chanyeol?
'Jadi mereka benar-benar sudah kembali bersama..'
Jongin merasakan hatinya sedikit berdenyut mengetahui fakta bahwa Kyungsoo sudah berhasik merebut kembali Chanyeol, mungkin ini juga yang membuat Baekhyun bersi keras untuk datang menemui Chanyeol langsung.
"Sepertinya aku harus kembali kekamar, aku pergi dulu." Jongin bergegas meninggalkan Lay yang masih berdiri didepan pintu kamarnya.
"Ada apa dengannya?" Monolog Lay, sampai ia merasakan ponselnya bergetar menandakan ada telepon masuk.
"E-Yo! Lay here, whattsup!"
"..."
"Mwo? Benarkah? Baiklah aku usahakan." Lay menutup panggilannya lalu mendengus pelan, Seakan ikut bingung dengan situasi yang ada saat ini.
.
.
.
-oOo- PRETENDING OF LOVE -oOo-
.
.
.
Baekhyun masih menangis dalam diam. Air matanya seolah tidak pernah kering untuk menangisi seorang yang sangat ia cintai. Baekhyun berpikir dirinya adalah orang paling bodoh didunia ini karena tetap memperjuangkan cinta semunya yang jelas-jelas tidak ada harapan untuk kembali seperti dulu lagi. Tangan mungilnya meraih sebuah buku harian kecil dalam kopernya, ia sedikit mengeryit tatkala membuka lembaran buku yang terlihat kotor oleh tanah karena seingatnya ia tidak pernah membawa buku itu keluar kamar kecuali saat ini. Tapi sesaat kemudian ia menggeleng lalu mengambil pulpen dalam sakunya dan mulai menulis sesuatu.
[30 Januari 2016]
Hari ini adalah untuk pertama kalinya kau bersikap dingin padaku, aku tidak tahu kau yang sekarang sedikit berubah. Aku tahu saat ini aku bukanlah prioritasmu lagi karena ada orang lain yang berhasil mengambil celah dalam hubungan ini.
Tapi aku hanya perlu bersabar untuk menutup kembali celah itu, agar nantinya kita dapat kembali memeluk seperti dulu. Aku berjanji akan berjuang Untukmu, tidak peduli aku yang terus sakit karenamu, aku akan tetap berjuang.
Aku akan mencintaimu Park Chanyeol..
Baekhyun tersenyum seraya menghapus air matanya, mencoba untuk menenangkan hatinya sendiri. Baekhyun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan bersiap akan tidur.
"Semoga esok datang dengan lebih baik."
Tokk
Tokk
Sebuah suara mengintrupsi Baekhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi. Kakinya melangkah untuk membuka knop pintu mahoni tersebut.
"Selamat malam Baek, aku boleh masuk?"
Baekhyun membulatkan matannya, degup jantungnya tidak dapat ia kontrol. Seorang yang tadi berujar dingin padanya kini tengah tersenyum manis.
"Chan.. Chanyeol?"
Chanyeol hanya mengangguk manis, tangannya membawa segelas susu putih yang Baekhyun yakin akan diberikan untuknya. Untuk sesaat Baekhyun masih memandangi wajah orang yang sangat ia rindukan selama ini, perasaan senang sekaligus haru melihat Chanyeol kini menemuinya kembali seakan menyeruak keluar.
"Apa kau tidak mengizinkanku masuk? Baiklah~" belum sempat Chanyeol melangkahkan kakinya, Baekhyun terlebih dahulu mencekal lengan pria tinggi itu.
"Masuklah, inikan rumahmu." Baekhyun tersenyum lalu memasuki kamarnya diikuti Chanyeol dibelakangnya.
"Ada apa datang kemari?" Baekhyun mendudukan tubuhnya pada pinggir ranjang yang diikuti oleh Chanyeol.
"Apa kau masih menyimpan buku yang kuberikan padamu dulu?" Tanya Chanyeol. Baekhyun tersenyum mendengar Chanyeol masih mengingat buku yang sangat penting bagi mereka itu.
"Tentu, aku menyimpannya dengan baik. Aku bahkan membawa buku itu sekarang." Baekhyun masih tersenyum, menunggu perkataan lain yang keluar dari mulut lawan bicaranya ini. Mata Baekhyun melirik segelas susu yang masih Chanyeol pegang dari tadi, Baekhyun berpikir saat ini Chanyeol sedang gugup sama seperti dirinya.
"Bisakah kau memberikan buku itu padaku?" Baekhyun mengeryit menanggapi perkataan yang keluar dari bibir Chanyeol.
"Memangnya kenapa kau meminta buku itu?"
"Kau tidak mau memberikan buku itu padaku lagi ya?" Baekhyun sontak menggeleng pelan.
"B-bukan begitu, baiklah aku ambilkan dulu." Baekhyun melangkah menuju laci tempatnya menaruh buku yang dimaksud Chanyeol tadi, lalu menyerahkan buku bersampul buruk itu pada Chanyeol.
"Ini.." ujar Baekhyun sembari mengulurkan buku itu pada Chanyeol.
"Terima kasih, aku harus kekamar Kyungsoo untuk mengantarkan susu favoritnya juga buku ini, Kyungsoo sangat suka membaca buku novel klasik seperti ini, sekali lagi terima kasih."
Tubuh Baekhyun lemas seketika mendengar ucapan Chanyeol yang menyakitkan bagi dirinya. Baekhyun pikir Chanyeol ingin memperbaiki semuanya, Baekhyun pikir Chanyeol membawakan Susu untuknya, Baekhyun pikir..
..Chanyeol akan kembali peduli padanya.
"Baek? Kau kenapa melamun? Aku harus keluar agar Kyungsoo tidak berpikir yang macam-macam, selamat malam."
Chanyeol keluar kamar Baekhyun dengan perasaan yang berkecamuk, hatinya sakit melihat Baekhyun yang terlihat kecewa padanya.
'Maafkan aku Baekhyun'
Chanyeol yang melangkahkan kakinya kembali ke kamarnya. Dia memang bohong pada Baekhyun soal dirinya akan menemui Kyungsoo, dia hanya ingin pertemuan dengan Baekhyun segera Berakhir sebelum dirinya mengakhiri semuanya secara sepihak.
Didalam kamar Baekhyun masih bersimpuh memegang dadanya yang berdenyut sakit, Chanyeol memang sudah berubah dan ia semakin pesimis akan mendapatkan kembali cinta Chanyeol.
"Aku akan bertahan untuk hubungan ini, Chan. Aku berjanji."
.
.
.
.
.
.
To Be Continued..
.
.
.
.
.
.
Itulah alasan kenapa FF ini dikasih judul "PRETENDING OF LOVE". Yaitu karena mereka semua berpura-pura demi orang yang mereka cintai. Gimana tanggapan kalian tentang sikap Chanyeol yg selalu membohongi perasaannya sendiri terhadap Baekhyun? Apakah Chanyeol sudah melakukan hal yang tepat?
Atau justru sebaliknya?
Apakah kebahagian akan menjemput Chanyeol dan Baekhyun sebelum waktu hidup Chanyeol berakhir?
Are you ready for the next chap?
Review di bawah 50, FF ini bakalan Yuta gantungin. I'm serious.
OK, LEAVE YOUR REVIEW.
TERIMA KASIH.
SARANGHAE BBUING~!
