Tittle : Lie!

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin (GS), Hangeng, Kim Heechul (GS), Lee Donghae, Lee Eunhyuk (GS).

Main pair : KyuMin, HanChul (Kyuhyun's parents), HaeHyuk (Kyuhyun's brother).

Genre : Hurt/Comfort/Romance

Length : Chapter's

Summary : Kyuhyun menyembunyikan sesuatu dari istrinya, Cho Sungmin. Bagaimana Kyuhyun bisa tahu tentang asal usul keluarganya sedangkan Sungmin sendiri tinggal dipanti asuhan sejak bayi?

.

.

Oh Pheonix present

.

.

.

.

.

.

Previous...

"Kami pulang!" suara Donghae dan juga Hangeng yang baru saja pulang dari kantor. Heechul dan Eunhyuk serempak menoleh dan menyambut para suami seperti biasa. Lain dengan Sungmin yang masih terfokus dengan tontonannya dan Kyuhyun yang sepertinya jatuh tertidur.

"Astaga!" mata sipit lelaki sulung dikeluarga Cho itu melotot lebar kala melihat bagaimana Sungmin dikelilingi oleh makanan-makanan manis disana, ia menoleh dan meminta penjelasan pada sang istri yang hanya dibalas dengan gedikan bahu dan menunjuk Kyuhyun.

"Min? Kau memakan semua ini? Astaga, baga-"

"Diam dan biarkan dia menonton. Kyuhyun bisa marah besar padamu!" Heechul mendelik galak pada sang putera, desisan berbahaya yang dilakukannya sontak membuat lelaki itu terdiam. Ia dan ayahnya segera duduk disofa yang kosong dan meminta penjelasan tentang apa yang mereka lihat sekarang pada Heechul.

Heechul menghela nafasnya, sekilas melirik Kyuhyun yang tertidur dan Sungmin yang masih asyik dengan tontonannya. Mungkin mereka tidak akan mendengar, batin Heechul.

"Sungmin tadi mengidam, dan Kyuhyun tidak bisa mengabulkannya. Maka dari itu Kyuhyun membelikan semua makanan manis itu supaya Sungmin lupa dengan keinginan aslinya." Terang Heechul. Bukannya mendesah lega, ketiga orang itu malah mengernyitkan dahi mereka.

"Memang apa yang Sungmin inginkan?" tanya Hangeng penasaran.

"Lolipop Kyuhyun."

"Hah?!"

.

.

.

.

.

Menjalani kehidupan sebagai calon ayah memang bukanlah hal yang mudah, Kyuhyun mengakui itu. Beberapa bulan di trisemester pertama kehamilan Sungmin ia jalani dengan bolak-balik ke supermarket untuk membeli kebutuhan mengidam Sungmin yang tak jauh-jauh dari makanan manis, begitu juga dengan kesabarannya yang diuji.

Namun sepertinya Kyuhyun boleh bernafas lega sedikit kala pertumbuhan janinnya menginjak usia ke lima bulan, Sungmin sudah bisa ia tinggal pergi ke kantor, tak lagi merajuk ataupun meminta aneh-aneh, meski terkadang keinginannya makan sesuatu kambuh.

Saat ini, sang direktur muda itu kembali mencumbu berkas-berkas penting yang akan menghasilkan uang. Namun ketukan pintu menginterupsinya.

"Masuk."

"Kyuhyun-ah," Kyuhyun menoleh begitu mendengar namanya dipanggil, dilihatnya Donghae berdiri gelisah. Kyuhyun mengernyit heran.

"Ada apa, hyung?"

Lelaki sulung keluarga Cho itu menutup pintu utama ruang kerja Kyuhyun dengan hati-hati, sesekali melirik keluar dengan pandangan waspada.

"Ini gawat."

Kyuhyun makin menyatukan kedua dahinya, "Apa yang gawat?" tanyanya. Donghae berjalan tergesa dan duduk dikursi yang disediakan dengan raut wajah panik.

"Vi-"

Drrrtt drrrttt

"Sebentar, hyung." Kyuhyun menginterupsi kala getar ponselnya terdengar, dengan segera lelaki itu melihat id call dan tersenyum tipis melihat nama istrinya di id caller.

"Ya, sayang?"

"Kyu appa, boleh tidak jika aku dan Eunhyuk unnie pergi ke swalayan? Aku ingin beli eskrim."

"Tidak bisa menunggu aku pulang saja?"

"Aniya," diseberang sana Sungmin menjawab dengan nada merajuk. "Aku mau eskrim-nya saat ini juga."

"Baiklah, kau boleh pergi. Bilang pada Eunhyuk nuna hati-"

"Min!"

"Hyung!"

Kyuhyun tersentak kaget saat Donghae menyambar ponselnya begitu saja, sementara lelaki itu terlihat tak perduli dan malah berbicara begitu cepat dengan istri mungilnya diseberang telepon.

"Min, jangan keluar rumah!"

"Uh? Oppa?"

"Pokoknya jangan keluar rumah!" sambar Donghae tak sabaran.

"Memangnya kenapa?" Donghae mendengar kalimat itu datang dari dua arah secara bersamaan, satu dari Sungmin dan Kyuhyun didepannya.

Donghae dengan segera merubah mode speaker diponsel Kyuhyun menjadi on. Lelaki itu segera menjelaskan duduk permasalahan yang terjadi.

"Tadi pagi saat aku berangkat ke kantor, aku melihat sebuah mobil silver diseberang rumah kita, seorang laki-laki, memakai topi dan masker. Aku sudah curiga dia memata-matai rumah kita." Kyuhyun mengernyit mendengar penuturan kakaknya itu, begitu juga dengan Sungmin yang terdiam disana, samar-samar terdengar suara Eunhyuk yang bertanya, "Ada apa?"

"Dan sekarang, Victoria ada di lobby bawah, memaksa masuk keruangan Kyuhyun dan mengancam akan menyakiti kita semua. Aku langsung berpikir laki-laki yang kulihat tadi ada hubungannya dengan Victoria."

Baik Kyuhyun, Sungmin maupun Donghae sama-sama terdiam setelah mendengar penjelasan tentang Victoria, ini sekaligus menjelaskan alasan Donghae datang keruangannya.

"Sayang," panggil Kyuhyun setelah beberapa saat terdiam. Sungmin mungkin masih mengalami disorientasi sehingga suara Eunhyuk-lah yang terdengar. Sepertinya disana Sungmin juga mengaktifkan mode speakernya.

"Kyuhyun-ah, ini nuna."

"Ah, nuna.. apa mobil silver yang dimaksud Donghae hyung masih ada diseberang rumah kita?" tanya Kyuhyun.

"Sebentar, aku akan melihatnya."

Terdengar hening beberapa saat, sebelum akhirnya suara kakak iparnya itu kembali mengudara, "Ya, mobil itu masih disana."

Secara naluriah Kyuhyun dan Donghae saling berpandangan penuh waspada, "Baiklah, untuk sekarang bisakah kalian tetap dirumah? Dan bilang pada penjaga untuk memantau mobil itu. Jangan sampai ketahuan. Aku akan segera pulang."

"Ya, hati-hati dijalan."

"Aku akan membelikanmu eskrim, sayang. Jadi tetap dirumah, oke?"

"Ya." Suara Sungmin terdengar lirih.

Kyuhyun segera menutup telepon dan beralih menatap kakak laki-lakinya dengan raut wajah serius.

"Apa rencana mu sekarang?" tanya Kyuhyun, Donghae mengerutkan dahinya dan menatap Kyuhyun dengan heran.

"Kenapa kau bertanya padaku?"

"Kau yang memberitahu Victoria ada dibawah, kau juga yang memberitahu perihal mobil itu."

"Lebih baik kau temui Victoria dulu, kita juga harus memastikan apa mobil itu ada hubungannya dengan Victoria atau tidak."

Lelaki bungsu keluarga Cho itu menyandarkan beban tubuhnya pada sandaran kursi kebesarannya sembari menghela nafas lelah, jemari kanannya bekerja untuk memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.

Kyuhyun sendiri tak habis fikir dengan jalan pikiran wanita China itu, apa yang sebenarnya ia cari dari Kyuhyun? Jelas-jelas Kyuhyun sudah beristri.

Donghae sendiri tak bisa menebak mengapa Victoria gencar mencari Kyuhyun, apa semua ini karena harta? Batinnya.

Lama berpikir membuatnya tak sadar jika Hangeng sudah masuk kedalam ruangannya dan mengernyit heran dengan tingkah laku kedua anaknya itu.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Hangeng heran. Kedua saudara itu menoleh.

"Appa," panggil Kyuhyun, "Aku akan pulang kerumah sekarang."

"Sungmin mengidam lagi?"

"Tidak, ada sesuatu yang harus aku urus dibawah. Meeting nanti biarkan sekretarisku yang mewakili."

Hangeng mengangguk meski kerutan didahi nya tak kunjung hilang. Ia membiarkan Kyuhyun mengambil dompet, ponsel dan kunci mobilnya setelah membungkuk pamit pada ayah dan kakaknya.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Cho Donghae?"

Donghae memperlihatkan senyum pasrahnya dan menggeleng pelan, "Doakan saja tidak terjadi apa-apa, appa."

Sementara itu, dikediaman keluarga Cho, keadaan berubah tegang. Setelah sesi telpon-menelpon Sungmin dan Eunhyuk enggan beranjak dari sofa dan hanya duduk diam menunggu Kyuhyun.

Heechul, yang saat itu baru saja keluar dari kamar tidurnya mengernyit saat melihat kedua menantunya masih duduk didalam rumah.

"Loh? Tidak jadi beli eskrim?" tanya Heechul begitu ia ikut bergabung bersama dua perempuan itu.

Eunhyuk terlihat menggeleng pelan, sedangkan Sungmin masih memandang kosong kedepan dengan kedua jemari meremas gelisah ujung dress-nya.

"Kyuhyun meminta kami untuk jangan keluar rumah sampai dia pulang, umma." Jawab Eunhyuk begitu Heechul bertanya alasan mereka tidak jadi pergi, "Sepertinya ada seseorang yang mencurigakan sedang mengawasi kita diseberang rumah."

"Mencurigakan? Seperti apa?"

"Entahlah, tapi Donghae yakin itu ada hubungannya dengan Victoria."

Heechul berdesis samar, "Wanita jalang itu lagi?"

Eunhyuk dengan segera memberi kode pada ibu mertuanya untuk bisa meredam amarahnya dan menggedikkan dagu kearah Sungmin, memberitahu jika Sungmin membutuhkan Heechul.

"Omo! Sayang..." Heechul dengan segera memeluk Sungmin yang terdiam, tangannya bergerak halus untuk membelai pucuk kepala wanita hamil itu, "Sudah tidak perlu dipikirkan. Kyuhyun sebentar lagi akan pulang. Ya?"

Atensi perempuan hamil itu beralih pada sang ibu mertua yang telah lebih dulu memberikan senyum padanya, Sungmin sendiri mencoba untuk membalas senyuman sang ibu walaupun yang keluar hanyalah sebuah ringisan.

Lama menunggu dalam hening, baik Eunhyuk, Sungmin maupun Heechul sepertinya tak ingin membangun sebuah percakapan ringan disaat hati mereka tak tenang. Sampai akhirnya keheningan mereka terpecahkan oleh suara mesin mobil yang Sungmin hapal sebagai mobil Kyuhyun. Langsung saja perempuan itu bangkit dan sedikit berlari menuju pintu untuk menyambut sang suami.

"Min, jangan berlari!"

"Kyu!"

"Astaga!"

Eunhyuk, Sungmin dan Kyuhyun berseru hampir bersamaan. Dimana Eunhyuk memperingati Sungmin tentang bahaya berlari karena kehamilannya dan Kyuhyun yang terkejut sebab Sungmin menubruknya dalam sebuah pelukan erat.

Sungmin masih saja memeluk erat pinggang Kyuhyun yang terdiam, terkena disorientasi sementara.

"Sa-sayang.. sesak."

"Uh?" Sungmin mendongak dan menatap Kyuhyun dengan polos, detik selanjutnya ia tersenyum lebar saat Kyuhyun mengkodenya untuk melepas pelukan mereka karena laki-laki itu terlihat kesusahan.

"Maaf.."

Kyuhyun tersenyum manis dan mengusak pelan helaian surai Sungmin, "Tidak apa-apa. Ini eskrim-nya."

Senyuman Sungmin bertambah lebar saat melihat kresek yang dipamerkan Kyuhyun, segera saja ia mengambil kresek itu dan kembali duduk ditempat semula. Membuka bungkusan eskrim-nya.

Kyuhyun memperhatikan sejenak tingkah Sungmin yang mulai menjilati eskrim-nya. Setelah dirasa aman, lelaki itu kembali lagi keluar diikuti tatapan heran ibu dan kakak iparnya.

Lelaki itu berjalan menghampiri beberapa penjaga yang memang sengaja disewanya.

"Bagaimana?" tanyanya, salah satu pengawal bernama Sangwoo membungkuk hormat.

"Mobil itu memang mengawasi rumah anda, Tuan. Kami juga sempat melihatnya dua hari lalu." Lapor Sangwoo, "Tapi anda tidak perlu khawatir, karena pengemudi mobil itu sudah kami amankan."

"Sudah?"

"Ya, Tuan. Dia ada disini."

Sangwoo menggeser tubuh kekarnya dan memperlihatkan dua pengawal lain yang sedang memegangi seorang pemuda tinggi berjaket hitam. Sudut bibirnya terlihat berdarah, mungkin pengawal Kyuhyun memukulnya.

Kyuhyun mengamati pemuda itu dari atas sampai bawah, dahinya mengernyit saat ia sadar bahwa pemuda didepannya ini begitu familiar.

Dan saat pemuda itu mengangkat kepalanya, Kyuhyun sadar siapa yang ia hadapi.

"Nickhun sunbae?"

Nickhun, laki-laki kewarganegaraan Thailand, kakak tingkat Kyuhyun sewaktu di Univertas, sekaligus laki-laki yang membuat Victoria berpaling darinya.

"Kyuhyun."

"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau memata-matai rumahku?"

Kyuhyun tak habis pikir mengapa Nickhun mengawasi rumahnya, apa ini berhubungan dengan Victoria?

"Aku hanya ingin memastikan kedatangan Victoria."

"Victoria?"

"Ya, anak buahku mengatakan bahwa beberapa bulan lalu Victoria datang kerumahmu."

"Tunggu, sunbae. Apa maksudnya semua ini?"

Nickhun menghembuskan nafasnya dengan berat, "Sebelum itu, bisakah kau lepaskan tanganku dan biarkan aku bicara dengan pose yang normal?" dengusnya.

.

.

.

.

.

Suasana rumah kediaman Kyuhyun masih belum bisa dikatakan tenang karena kedatangan Nickhun secara tiba-tiba. Belum lagi Kyuhyun menebak-nebak apa maksud seniornya itu memata-matai rumahnya dan membawa berita tentang Victoria.

"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Kyuhyun tak habis pikir, Sungmin yang duduk disebelahnya menatap Nickhun dengan bingung. Sementara Heechul dan Eunhyuk mengernyit.

Nickhun terlihat menghela nafasnya, "Sebelumnya aku minta maaf jika kedatanganku dan mengawasi rumahmu membuat keluargamu ketakutan. Aku datang untuk membalas dendam pada Victoria karena dia telah menipuku."

"Menipu?"

"Ya," laki-laki Thailand itu mengusap wajahnya, "Dia mencuri dan menjual beberapa saham perusahaanku untuk kepentingan pribadinya. Selama ini dia mendekatiku karena uang, dan aku dengan bodohnya percaya begitu saja saat dia bilang dia mencintaiku."

Kyuhyun tidak begitu terkejut mendengar penuturan Nickhun, dia sudah tahu tentang kegilaan Victoria pada uang semenjak dulu, itulah mengapa dulu wanita itu meninggalkan Kyuhyun demi Nickhun, karena Victoria berfikir jika Nickhun mempunyai segalanya dibandingkan Kyuhyun.

"Lalu apa yang membuatmu memata-matai rumahku? Karena Victoria datang kesini?"

"Salah satunya," ungkap Nickhun jujur, "Sebenarnya aku hanya ingin tahu sejauh mana Victoria menggodamu. Aku sudah menyelidikinya, dan yang kutahu saat ini dia sedang merencanakan sesuatu bersama adik angkatnya, kau tahu Lay kan?"

"Lay?" Kyuhyun mengerutkan keningnya, disisi lain Sungmin mendongak dan menatap Nickhun dengan tatapan heran.

"Lay? Maksudmu Zhang Yixing?" tanya Sungmin.

Nickhun mengangguk yakin, "Ya. Kau mengenalnya?"

"Dia teman sekolahku," aku Sungmin. "Aku tidak tahu jika dia adalah adik angkat wanita itu.."

Mereka semua terdiam, merenung dalam pikiran masing-masing. Kyuhyun melirik istrinya sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk membawa Sungmin kekamar dengan Eunhyuk dan Heechul, memintanya untuk tidak memikirkan masalah ini.

"Tapi, Kyu..."

"Jangan dipikirkan sayang, ini biar menjadi masalahku dan Nickhun, cukup jaga kandunganmu. Ingat kau sedang mengandung. Oke?" bujuk Kyuhyun. Sungmin mau tak mau mengangguk setengah tak rela.

Nickhun tersenyum tipis melihat Kyuhyun yang begitu menyayangi Sungmin, sedikit merasa bersalah karena pernah merebut wanita yang dicintai Kyuhyun, mungkinkah ini karma untuknya?

"Kau terlihat begitu mencintai istrimu." Celetuk Nickhun, Kyuhyun menoleh dan tersenyum tipis.

"Aku memang sangat mencintainya, dia seluruh hidupku.."

"Ya," Nickhun mengangguk setuju, "Ngomong-ngomong, aku minta maaf karena dulu pernah merebut Victoria darimu, tak kusangka dia wanita yang sangat jahat."

Kyuhyun tersenyum, "Tak masalah, aku justru bersyukur karena akhirnya aku dipertemukan dengan Sungmin." Balasnya tulus, "Sekarang, kita harus mencari cara untuk menjauhkan Sungmin dari kedua orang itu, entah mengapa aku mempunyai firasat jika Victoria dan adiknya mengincar Sungmin."

"Ya, kau benar."

.

.

.

.

.

Sungmin terlihat gelisah dikamarnya, Eunhyuk dan Heechul meninggalkannya beberapa saat yang lalu karena wanita hamil itu yang memintanya. Ia sedang menunggu Kyuhyun yang masih berada diruang tamu bersama Nickhun, membahas kedatangan Victoria yang beberapa bulan belakangan kerap mengganggu keluarga Cho.

Ceklek

Sungmin dengan cepat menoleh begitu mendengar pintu kamarnya terbuka dan Kyuhyun masuk sembari menjinjing tas kerjanya yang belum sempat Sungmin ambil tadi.

"Kyu..."

Kyuhyun tersenyum dan menyambut pelukan hangat sang istri cantiknya, mengelus sayang punggung Sungmin.

"Bagaimana? Apa yang kalian berdua bicarakan?"

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan sayang... tenang saja." Ujar Kyuhyun kalem, laki-laki itu berlutut dan memeluk perut Sungmin dengan posesif dan wajah sumringah. "Baby annyeong... bagaimana kabarmu hari ini, hm? Tidak nakal diperut Mommy kan?"

Sungmin langsung mengalihkan atensinya pada Kyuhyun yang sedang berinteraksi dengan janinnya, seketika senyumnya merekah dan mengelus sayang kepala Kyuhyun. Kyuhyun memang selalu menyempatkan diri untuk mengajak kandungan Sungmin mengobrol meskipun ia tahu umur kehamilan Sungmin baru menginjak bulan kelima.

"Baik, Daddy." Sungmin lantas menirukan suara khas anak kecil dan terkikik lucu melihat Kyuhyun mengecup perutnya berkali-kali dengan sayang.

"Teruslah tumbuh sehat didalam sana, sayang. Daddy dan Mommy menunggumu, kau dengar itu?"

Sungmin tersenyum lebar, "Dengar, Daddy!"

"Daddy menyayangimu, dan Mommy juga." Cup! Kyuhyun tak pernah lupa untuk mengecup baby-tummy nya dan juga kening Sungmin sebelum ia beranjak kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dan Sungmin akan dengan senang hati membereskan pakaian Kyuhyun serta menyiapkan piyama untuknya. Itulah yang ia lakukan setiap hari setelah perang dingin mereka selesai.

Meskipun terkadang Sungmin masih suka merenung memikirkan kedua orang tuanya, namun ia berusaha mengenyahkan pikiran negatif dan mempercayai Kyuhyun. Ia tahu Kyuhyun melakukan itu semua karena permintaan kedua orang tuanya.

"Sayang?" tanpa Sungmin sadari, ia kembali melamun dan tak sadar jika Kyuhyun telah selesai membersihkan tubuhnya dan memakai piyama nya.

Kyuhyun mengernyit heran dan segera merengkuh tubuh mungil istrinya begitu ia merebahkan dirinya ditempat tidur mereka. "Apa yang kau pikirkan?"

Sungmin tersentak dan menatap Kyuhyun yang saat ini tengah menatapnya. Detik selanjutnya ia menggeleng dan bergelung pada dada Kyuhyun.

"Yakin tidak ada yang kau pikirkan, hm?"

"Yakin, Daddy."

Kyuhyun seketika tersenyum gemas mendengar nada suara Sungmin yang berubah menjadi imut, pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu dengan segera menindih tubuh mungil istrinya dan mengecupi wajah Sungmin tanpa membuat sang jabang bayi merasa sesak.

"Kau menggoda ku, hm? Anak nakal!"

Sungmin menggeleng main-main dengan senyum lebar, sudah lama ia tak menikmati momen-momen berdua dengan suaminya.

"Tidak, daddy. Minnie tidak menggoda daddy."

Kyuhyun menghela nafas frustasi, dan mengial main-main pada wajah menggemaskan wanitanya.

"Apa yang kau inginkan?"

"Menagih janji daddy!"

"Sayang, hentikan panggilan itu." Kyuhyun benar-benar mengerang seperti serigala terluka saat mendengar nada suara Sungmin yang berubah mendayu.

Kyuhyun jelas tahu janji apa yang dimaksud Sungmin, kandungan Sungmin sudah memasuki bulan ke-lima. Dan itu akhirnya penantian Kyuhyun berakhir.

Sejenak Kyuhyun menghela nafasnya dalam-dalam sebelum merubah ekspresi wajahnya.

"Kau mau lolipop daddy?"

Jelas saja Sungmin mengangguk antusias dan dengan segera bangkit dan duduk ditengah tempat tidur bak anak kecil yang akan diberi hadiah.

"Mau!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue..

Haaaaai, udah lama ya aku hiatus nya? Maaf yaa..

Kemarin2 pheo dilanda stuck idea dan tugas serta skripsi itu menunggu. Jadilah pheo fokus dulu ke real life.

Dan pheo tau chap ini kurang memuaskan karna pheo masih belum ada feel buat ngelanjutnya, tapi pheo berusaha keras buat nyelesain-nya. Mungkin juga karena sekarang Sungmin udh nikah jadi agak susah ngebyangin seperti Kyumin yang dulu-dulu ya.. molla.

Tapi pheo akan berusaha menyelesaikan nya, semoga di chap depan bisa lebih baik.

Terima kasih yaa yang udh menunggu dengan sabar, jangan lupa tinggalkan kenangan di kolom review.

Makasih, see you ..

Annyyeoonggg

.

.

.

Oh Pheonix 2017