~Mansae~

Chapter 8 (S .Coups X Woozi)

Length : Oneshoot For Every Chapter

Rate: T

Boys Love, Shounen-ai, School Life, Humor

Cast : All Member Of Seventeen

Main Cast : Choi Seungcheol x Lee Jihoon

Other Cast : find bye urself ae lah

Disclaimer : cuman otak sengkleknya author yang bisa bikin cerita kayak gini, kalo ada yang mirip. Berarti cuman kebetulan otak kita sama-sama sengklek xd.

A/n : inspirasi cerita ini berasal dari mv seventeen yang berjudul 'mansae' dan semua crack pair ini muncul karena video dance practice mansae dan adore u.

Nama marga mereka gak aku ganti supaya kalian bisa tahu siapa aja castnya.

*typo berarti kita ngetik sendiri tanpa copas dan malas untuk memperbaikinya /peace/*

So, enjoy the typo /what the.../

No, i mean. Enjoy the story :* #chivokbassah

Summary : "apakah barusan kau bilang kau akan menemui les privat barumu?"-Woozi "ne, kami seharusnya bertemu untuk yang pertama kalinya hari ini"-S .Coups (Mata woozi membulat) "aku juga ingin menemui murid privat baruku" UHUK...

Gak suka crack pair?

Gak usah baca

Semua orang punya seleranya masing-masing

~MANSAE~ (JiCheol)

Seorang namja manis nampak sedang merapikan buku-buku pelajarannya di atas meja. Memasukkan buku-buku tersebut ke dalam tas ransel berwarna merahnya. Meski tinggi badannya hanya 164 cm, dengan rambut blonde yang di campur pink, membuat kadar kemanisan namja tersebut melebihi manis apapun. Kulit seputih susu dan mata yang terkesan sayu, membuat siapapun akan memekik karenanya.

Terlalu lama memerhatikan namja manis tersebut, seorang namja tampan pun mendekatinya. Mereka hanya tinggal berdua di ruangan yang di sebut kelas ini, semua mahasiswa yang tadinya hampir seluruhnya hadir. Sekarang sudah pergi dari kelas tersebut, ada yang mengikuti kelas lain ataupun pulang ke rumah karena mata kuliah mereka sudah habis.

"woozi-ah, kau akan mengerjakan tugas itu sore ini? Aku akan membantumu"

Sang namja manis menoleh, tersenyum sebelum menjawab "gomawo untuk tawarannya Jongup hyung, tapi aku akan mengerjakannya saat malam atau besok saja. Karena sore ini aku harus menemui murid baruku"

Jongup meringis, lagi-lagi usahanya untuk lebih dekat dengan hoobae jeniusnya itu gagal "ah, baiklah. Kau pulang sama siapa? Aku bisa mengantarmu"

Woozi memakai ranselnya, mengaitkan tali ransel di kedua bahunya "mianhae hyung, tapi nanti hyungku akan datang menjemputku"

"ah, baiklah. Sshh..." Jongup mendesis, memasukkan tangannya di saku celana jeans yang ia pakai "aku...pergi dulu ne...anyeong"

Woozi mengangguk, melambai sebentar ke arah Jongup yang juga melambai. Jongup pun keluar dari kelas tersebut dengan hati setengah gondok karena tawarannya di tolak dengan halus oleh woozi.

Woozi yang sudah selesai dengan aktivitas mengemas alat belajarnya pun mulai melangkahkan kakinya, keluar dari kelas yang barusan di ajar oleh jongsuk ssaem, dosen tampan yang mengajar di bidang mata pelajaran fisika.

Setelah keluar dari kelas, woozi meneruskan langkahnya ke arah gerbang sekolah. Berjalan melewati koridor yang masih lumayan ramai oleh mahasiswa yang mengikuti mata pelajaran lainnya meski sekarang sudah menunjukkan pukul 15:00 sore.

Sesekali bertukar sapa antar mahasiswa yang mengenalnya, lagipula siapa yang tidak kenal woozi? Namja manis bernama lengkap Lee Jihoon dengan usia yang masih terbilang sangat belia sudah menjadi seorang mahasiswa di universitas terkenal di korea, Seoul National University. Penghargaan yang ia raih bahkan melebihi hoshi. Kembarannya yang ia sebut hyung karena perbedaan 15 menit saat kelahiran.

Setelah mencapai gerbang, woozi berhenti di trotoar. Menunggu mobil jemputan sang kakak yang juga pulang dari shs. Woozi tersenyum saat melihat mobil audi black metallic mendatanginya, itu pasti hoshi pikirnya

Mobil tersebut berhenti, kaca di bagian pengemudinya terbuka, menampilkan seorang namja tampan yang bukan kakaknya, tapi berstatus sebagai pacar sang kakak.

"anyeong hyung, maaf karena membuatmu sudah menunggu lama" the8 tersenyum ke arah woozi yang berdiri di trotoar jalan sekarang berjalan menghampiri mobilnya

"jangan khawatir, aku baru berdiri di sini sekitar setengah menit yang lalu" woozi pun membuka pintu bagian jok belakang the8, dan mulai memasuki mobilnya.

Saat sudah masuk dan duduk di jok belakang, woozi mengernyit bingung mendapati kakak cerewetnya yang seharusnya berada di jok depan samping the8 sekarang tidak ada "hoshi hyung kemana?" Tanyanya seraya menaruh tas ransel di samping kanannya.

"ia ingin pulang lebih dulu ke rumah, karena itulah aku sedikit agak terlambat untuk menjemputmu hyung"

Woozi mengangguk paham, menyandarkan punggungnya saat the8 mulai menjalankan mobil mereka. Woozi menutup matanya, mencoba untuk mengistirahatkan badan yang lelah karena seharian penuh ini tidak sempat beristirahat sama sekali.

Karena Setiap kali menunggu mata pelajaran selanjutnya, selalu ada saja yang membuat woozi tidak bisa beristirahat. Seperti persiapan untuk mengikuti lomba karya ilmiah, berkumpul untuk membahas tentang soal-soal matematika di club matematika nya karena ia seorang ketua, dan ia hampir saja tidak bisa makan siang karena teman-teman mahasiswanya yang meminta bantuan woozi untuk menyelesaikan tugas skripsi mereka.

Fyuh... Inilah yang membuat kulit namja manis itu selalu terlihat pucat. Meski selalu makan vitamin dan makan-makanan yang bergizi. Tetap tidak bisa menyeimbangkan keperluan tubuhnya yang selalu sibuk akan tugas perkuliahan. Setidaknya woozi bersyukur, dalam 3 bulan kedepan. Woozi yakin bisa terlepas dari semua ini, karena ia akan di wisuda. Yeah, ia hanya kuliah 2 tahun tapi sudah bisa wisuda. Woozi itu rajin dan tidak pernah seharipun ia absen atau membolos. Heol, ia ingin cepat-cepat lulus dan bersantai

Jarak rumah dan universitas woozi terbilang cukup jauh, karena perjalanan menuju rumahnya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari universitas. Woozi memanfaatkan waktu singkat tersebut dengan sangat baik, ia akan tidur sebentar sebelum tiba di rumah dan bersiap-siap untuk mengajar murid barunya.

Sebenarnya kedua orang tua woozi melarang anaknya itu untuk menjadi guru les privat, tapi woozi memaksa. Cita-cita woozi itu sebenarnya adalah menjadi guru, karena ia sangat memuliakan profesi tersebut. Woozi bahkan berandai-andai ia bisa menjadi dosen mata kuliah matematika di sebuah universitas, menyiksa mahasiswa dengan tugas skripsinya.

Hehe, tidak deng, ia hanya bercanda. Ia ingin menjadi guru taman kanak-kanak saja. Lebih susah karena harus memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, lagipula woozi menyukai anak-anak. Aah, membayangkan nya membuat woozi tersenyum.

Tapi kemudian senyumnya memudar, ia tidak yakin bisa menggapai cita-cita tersebut saat bayangan kedua orang tuanya melintas dalam benaknya. Ia menyayangi kedua orang tuanya, sangat menyayangi mereka. Jadi ia akan mengikuti permintaan sang ayah dan ibunda saja, setidaknya bisa membalas setengah jasa mereka yang sudah melahirkan woozi sehingga ia menjadi anak yang hebat seperti sekarang. 'gomawo appa, eomma, hoshi hyung, aku menyayangi kalian' ujarnya dalam hati.

~MANSAE~ (JiCheol)

"hyung, bangunlah" the8 menggoyang pelan bahu woozi, mencoba membangunkan adik sang pacar yang tengah tertidur meski mereka sebenarnya sudah sampai di depan mansion megah milik keluarga woozi sekitar 5 menit yang lalu.

The8 sudah terbiasa mendapati woozi yang selalu tertidur saat pulang dari kuliah, the8 menghentikan aksi membangunkan woozi. Membuka pintu mobilnya, berjalan sekitar dua langkah untuk membukakan pintu jok belakang di mana woozi berada.

Saat sudah terbuka, the8 mengangkat tubuh mungil namja manis tersebut ala bridal style. Meski the8 itu terlihat kurus, tapi ia tetaplah seorang namja dan tentu saja memiliki tenaga besar. Sedikit terhuyung karena woozi yang sangat lelap dalam tidurnya sehingga membuat beban tubuhnya semakin berat. The8 berjalan pelan ke arah pintu, memencet dengan jempol tangan kanannya. Meski agak susah, tapi selalu berhasil

Ting..tong.../suara apa ini?/

Cklekk..

Pintu langsung terbuka sehingga membuat the8 berjengit kaget, karena belum ada 1 detik bel di tekan. Yoongi, ibu woozi langsung membuka pintu.

Dengan sigap Yoongi meraih tubuh anaknya dari gendongan the8 "gomawo Xue" bisiknya saat sang anak sudah berada dalam gendongan. The8 mengangguk seraya tersenyum, kemudian mengikuti sang mertua untuk masuk ke dalam rumah.

Yoongi menghela nafas, setiap kali pulang dari kuliah. Woozi selalu seperti ini, di gendong oleh the8 karena ia tertidur di dalam mobil. Dan yoongi tahu betul bagaimana sifat the8 yang lembut itu. Mana tega the8 untuk membangunkan sang kakak ipar dalam keadaaan kelelahan seperti sekarang.

Hoshi dan the8 mengikuti yoongi dari belakang yang sedang menggendong anaknya untuk naik ke lantai 2 tempat kamar woozi berada

"gomawo" bisik hoshi yang berjalan di samping kanan the8, berterima kasih karena dengan sangat baik sudah tidak membangunkan woozi. Hoshi juga merasa iba dengan hal yang di alami woozi.

The8 menggenggam tangan hoshi, ikut berbisik "aku sedang belajar menjadi adik ipar yang baik hyung" hoshi tersenyum, pacar tampannya itu selalu sukses membuat pipinya bersemburat merah. Ah, Rasa cinta hoshi untuk the8 semakin besar saja dari hari ke hari /cie/

~MANSAE~ (JiCheol)

Di sebuah ruangan dengan dinding berlapis cat warna Biru laut, terdapat seorang namja tampan sedang asik terlelap di atas kasur berukuran king sizenya. Ia nampak tertidur sangat pulas sehingga jika didengarkan lebih baik, maka bisa terdengar nafas yang dihirup dan dikeluarkan secara teratur.

Manse, manse, manse yeah!~

Manse, manse, manse yeah!~

Yak!

Brugh!

Manse, manse, manse yeah

Nega nareul bol ttaemyon Wo!~

Klikk...

Cepat-cepat namja tampan itu menonaktifkan alarm pada smartphone yang berlabel apel di gigit yang baru saja melantunkan sebuah lagu dengan nada ceria tersebut. Terkesiap karena volumenya yang cukup nyaring di tambah letaknya yang tak jauh dari telinga, membuat namja tampan yang bernama lengkap Choi Seungcheol itu harus merelakan punggungnya menghantam lantai kamar dengan cukup keras karena sempat terjungkal dari kasur.

"sial" rutuknya saat mendapati rasa sakit di punggungnya. Dengan sedikit meringis. Ia pun bangkit dari lantai, kemudian kembali mendudukan diri di kasur seraya memijat pinggang menggunakan tangan kanannya sementara tangan kirinya mengambil smartphone yang tak jauh dari dirinya.

Seungcheol mengamati jam di smartphonenya yang menunjukkan pukul 15:20, dengan dahi yang berkerut ia menerawang, Menatap langit-langit kamarnya sambil mencoba mengingat kenapa ia memasang alarm.

Mata seungcheol membulat sempurna "omona!"

Cepat-cepat seungcheol bangkit dari kasurnya, berlari ke arah kamar mandi sambil membawa handuk. Seungcheol baru ingat kalau 10 menit lagi ia akan menemui guru les privat barunya di sebuah taman bermain.

~MANSAE~ (JiCheol)

"tidak ingin di antarkan?"

"tidak hyung terimakasih" seorang namja manis nampak sibuk dengan tali sepatunya yang sedang ia ikat saat duduk di sofa ruang tamu, di temani hyungnya yang sedang berdiri di samping

"tapi itu lumayan jauh" ujar sang kakak yang nampak khawatir dengan dongsaengnya

"hoshi hyung, jauh apanya? Tempatnya kan hanya berjarak 3 rumah dari rumah kita"

"oh,iya ya" hoshi mengangguk saat mengingat kalau tempat yang ingin di tuju woozi sang adik hanya berjarak beberapa meter dari rumah.

Hoshi khawatir karena dongsaengnya itu baru saja bangun tidur, tapi langsung berlari keluar dari kamar tidur, dan hampir terhuyung saat menyusuri tangga untuk turun ke lantai utama rumah mereka.

Woozi nampak sangat terburu-buru karena saat bangun, waktu sudah menunjukkan pukul 15:40, seharusnya ia sekarang sudah berada di taman untuk menemui seseorang. Woozi selalu datang sedikit awal dari seorang yang menunggunya, karena yah. Ia tak suka membuat orang menunggu. Di tambah ini adalah murid barunya, bisa rusak reputasi guru teladannya kalau ternyata ia malah telat.

Setelah selesai dengan ikatan tali di sepatunya, woozi pun keluar dari rumahnya setelah sebelumnya berpamitan kepada hyung dan eommanya.

~MANSAE~ (JiCheol)

Dengan baju kemeja putih dan celana khaki yang bagian bawahnya di gulung, woozi terlihat simpel namun menawan. Sesekali ia akan bertukar sapa kepada orang-orang di sekitar rumahnya yang sudah menjadi tetangga woozi sejak 3 tahun yang lalu pindah dari busan ke seoul. Mereka terpaksa pindah karena Jimin appa-nya harus berada di kantor pusat perusahaan mereka.

Sepanjang perjalanan Woozi merasa jantungnya berdegup kencang karena akan bertemu seorang murid barunya itu untuk pertama kali. Karena ia belum pernah sama sekali bertemu dengan murid barunya itu, woozi hanya bertemu kedua orang tua sang murid yang waktu itu meminta woozi untuk menjadi guru les privat anak mereka.

Woozi memang menyukai profesinya sebagai guru, namun menghadapi murid yang keras kepala membuat woozi pusing pernah mengajar anak yang keras kepala, tapi pada akhirnya anak itu juga akan menurut juga pada woozi.

Hey, tentu saja. Coba lihat saja hyungnya hoshi, sangar dan tegas. Dan satu orang yang menjadi cikal bakal ketegasan woozi adalah eommanya. Sebelum menikah dengan jimin appanya. Yoongi pernah memukul telak namja yang saat ini menjadi suaminnya itu saat mereka sama-sama berada di universitas.

Terdengar mengerikan bukan? Tapi untung saja woozi itu tidak terlalu sangar seperti eomma dan hyungnya. Woozi itu bersifat pendiam, kalau ia tidak suka ia hanya akan menaikkan bahunya acuh. Dan kalaupun kemarahannya sudah berada di ubun-ubun (meski belum pernah) ia mungkin akan sedikit menegur dan langsung membunuh orang yang membuatnya marah.

Haha, tidak deng. Woozi mana berani...

~MANSAE~ (JiCheol)

Setelah beberapa menit berjalan, woozi pun sampai di gerbang taman bermain. Menolehkan kepalanya ke sana kemari, pandangannya menyapu bagian taman yang bisa ia lihat. Saat sudah ketemu bangku kosong, dengan langkah biasa woozi mendatangi sebuah bangku taman berwarna putih yang tepat menghadap arena bermain tersebut.

"woozi oppa-hyung!" Seru dua orang anak kecil berlari mendatangi woozi yang berjalan berlawanan arah dengan mereka. Woozi tersenyum saat melihat dua anak tetangganya itu sekarang sudah berdiri di depannya.

"hai taeoh, haowen" woozi sedikit membungkuk di depan kedua adik kakak tersebut yang bernama taeoh dan haowen. Taeoh itu namja baru berumur 4 tahun, sedangkan haowen itu yeoja, ia sudah berumur 6 tahun.

Haowen gadis dengan rambut yang di kuncir 2 itu menyatukan tangannya di depan wajah "oppa, ayo bermain bersama kami" ujarnya sambil mengedip-ngedip lucu yang diikuti sang adik taeoh.

Woozi tertawa saat melihat jurus puppy eyes kedua saudara yang sudah sering meluluhkannya itu sekarang di lancarkan kembali kepadanya.

Woozi menggeleng "mianhae, tapi oppa sedang sibuk sekarang. Besok saja ne?"

Keduanya memberengut dengan bibir yang mempout imut membuat woozi harus menahan pekikannya karena kakak beradik itu sangat menggemaskan sekarang, woozi mengulum senyum mencoba menahan imannya untuk tak meladeni anak-anak yang sering bermain bersamanya itu.

"oppa~ apa oppa ingat kapan terakhir kali kita bermain bersama? Itu sudah 3 minggu yang lalu oppa~" haowen memasang wajahnya semelas mungkin agar woozi mau bermain bersama mereka.

Woozi mengangguk dalam hati, ia akhir-akhir ini memang selalu sibuk dengan tugas kuliahnya sehingga tidak memiliki waktu luang sama sekali. Jangankan bersama taeoh dan haowen, woozi sekarang juga sudah jarang bersama kembarannya yang cerewet itu, Hoshi

Ah, baiklah. Setidaknya woozi tidak akan bosan menunggu murid barunya itu bersama taeoh dan haowen "araseo, mari kita bermain"

"Yeay!" Bak memenangkan sebuah lottere, haowen dan taeoh berseru ceria, saling berhigh five dengan semangat. Akhirnya mereka bisa meluluhkan hati woozi, hyung terbaik di komplek perumahan mereka.

Taeoh dan haowen masing-masing menggengam kedua tangan woozi, mengajak namja manis itu untuk memasuki arena bermain yang terdapat perosotan, jungkat-jungkit, komedi putar dan masih banyak permainan lainnya yang menunggu untuk mereka jelajahi.

~MANSAE~ (JiCheol)

Seungcheol turun dari mobil sport berwarna merahnya yang berlabel Kuda jingkrak tersebut (ferrari oy -_-). Dengan bunga mawar berwarna putih di tangan kanan yang melambangkan ketulusan dan Kue cheesecake yang di design dengan sangat cantik di tangan kirinya yang ia beli sendiri sebelum ke tempat ini. Tempat di mana ia akan menemui guru les privat barunya.

Ngomong-ngomong tentang cheesecake, ini bukan cheesecake yang waktu itu seungcheol, wonwoo dan DK beli. Meski niatnya waktu itu untuk memberi hadiah kepada guru baru seungcheol, tapi semua itu harus batal. Karena wonwoo yang malah menyerang kue tersebut, dan jadilah seungcheol membeli sendiri kue baru sebagai ganti kue cheesecake waktu itu.

Tidak mau kalah dengan barang-barang keren yang ia bawa, seungcheol pun memakai kemeja putih dengan ujung baju yang sengaja ia keluarkan dari celana jeans yang ia pakai. Dengan langkah berwibawa, seungcheol berjalan ke arah bangku taman berwarna putih yang kosong di taman tersebut.

Seungcheol pun mendudukan dirinya di ujung bangku, meletakkan kedua hadiah di sampingnya yang ia bawa sedari tadi. Seungcheol menyandarkan punggungnya di bangku, melihat kearah sekitar taman.

Ia melirik jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 16:00, sudah lumayan sore dan seseorang yang ia tunggu-tunggu belum datang juga. Meski belum pernah bertemu, seungcheol yakin kalau orang itu bukan salah satu dari orang-orang di taman ini.

Lihatlah tak jauh dari tempat seungcheol duduk, hanya ada beberapa ibu-ibu muda yang saling berbincang bersama bayi-bayi imut di gendongan mereka, dan 3 anak yang sedang bermain dengan cerianya di arena bermain. Lagipula seungcheol yakin, kalau guru barunya itu pasti seorang kutu buku, jelek, berkacamata dan aneh.

Ahh, sampai kapan ia akan menunggu? Sialnya seungcheol tidak memiliki nomor telepon guru privat barunya itu. Maka, mau tidak mau ia harus bersabar.

~MANSAE~ (JiCheol)

"oppa, oppa hanbeon. Please" taeoh memasang jurus puppy eyesnya sambil mengangkat kedua tangan di depan woozi agar namja manis itu mau kembali berputar bersamanya.

Woozi mengangguk saja, lagi pula ini sangat menyenangkan. Mengangkat tubuh taeoh hingga tampak seperti sedang terbang sambil berputar. Tetapi sebelum melakukannya, woozi menoleh ke arah sekitar taman. Mencari sosok murid baru nya yang mungkin sudah datang

Nope, tidak ada sama sekali. Keadaan taman masih sama. Hanya ada Ibu dari taeoh dan haowen yang sedang saling berbincang sesama ibu muda di komplek, dan seorang pemuda dengan pakaian rapi dan beberapa barang seperti kue dan bunga yang ia letakkan di sampingnya. Woozi mengangkat bahu acuh, Mungkin pemuda itu sedang menunggu kekasihnya, pikir woozi.

"yeay!" Taeoh berseru riang saat woozi mulai mengangkat tubuhnya sambil berputar, haowen juga ikut berseru riang. Ia jadi tak sabar untuk menunggu gilirannya di angkat oleh oppa manis dan berhati lembut itu.

~MANSAE~ (JiCheol)

Seungcheol mengalihkan pandangannya ke arah suara anak lelaki yang sedang berseru dengan girang saat seorang namja, mungkin itu adalah kakaknya, terka seungcheol. Bibir seungcheol menyunggingkan senyuman saat melihat ketiga anak tersebut bermain dengan cerianya.

Woozi menyudahi permainannya kemudian terduduk di atas sebuah jungkat-jungkit dengan nafas yang tersengal-sengal, ah kepalanya jadi pusing karena berputar terlalu lama.

"hyung! Daebakk!" Taeoh dan haowen bertepuk tangan antusias yang membuat senyuman di wajah woozi kembali terukir sehingga tanpa sadar telah membuat perhatian seorang namja tampan sukses tertuju hanya ke arahnya.

Seungcheol tanpa berkedip menatap kagum sang namja manis berambut blonde bercampur warna pink itu yang sedang tersenyum kepada dua anak-anak yang seungcheol kira sebagai adik dari namja manis tersebut.

"noona, hyung aku akan ambil bola di sana dulu ne?" Woozi dan haowen menoleh bersamaan ke arah yang taeoh tunjuk, di sana. Di dekat pemuda dengan bunga terdapat bola sepak milik taeoh. Kembali menolehkan pandangannya ke arah taeoh, woozi mengangguk sebagai jawaban setuju. Taeoh pun berjalan mendekati bangku sang pemuda tampan untuk mengambil bolanya di dekat bangku sang pemuda duduk.

Haowen mengangkat kedua tangannya di depan woozi yang sedang beristirahat "oppa, wenwen juga mau"

Woozi hanya menghela nafas tersenyum maklum, ia paham betul pembagian waktu untuk permainan kedua kakak beradik ini harus adil. Woozi pun bangkit dari duduknya

"woozi hyung! Noona! Bolehkah hyung ini bergabung bersama kita?" Taeoh datang bersama pemuda tampan yang barusan duduk di bangku taman sendirian, dengan bola di tangan kiri sang namja tampan dan genggaman tangan mungil milik taeoh di tangan kanannya.

Pemuda itu tersenyum canggung ke arah woozi dan haowen yang sedang menatapnya "anyeonghaseyo, Choi Seungcheol imnida. Aku ingin bermain bersama kalian, bolehkah?" Tanya seungcheol ragu-ragu saat melihat haowen dan woozi yang malah sedang saling pandang satu sama lain.

"anyeong, Lee Jihoon Imnida, tapi hyung bisa memanggil ku dengan panggilan woozi. Tentu saja hyung boleh bergabung bersama kami!" Woozi berseru riang, setidaknya ada yang menggantikan posisinya bukan? Woozi berterima kasih kepada pemuda tampan bermarga choi yang nampaknya berniat baik tersebut

Dengan susah payah seungcheol menelan salivanya saat melihat namja manis yang tersenyum dengan cerah di depannya "n-ne, gomapda" seungcheol mengangguk canggung, ia malu karena tampangnya yang mungkin terlihat bodoh karena sempat menjatuhkan rahang saat melihat senyuman maut woozi.

"hyungdeul, ayo kita main bola!"

Semuanya mengangguk, termasuk haowen. Meski ia itu anak perempuan, tapi ia bisa bermain bola seperti taeoh. Mereka bersaudara ingat? Meski keduanya kadang bertengkar, tapi dalam urusan bermain, Mereka selalu kompak

~MANSAE~ (JiCheol)

Ini sudah setengah jam sejak mereka mulai bermain bola, woozi bersama taeoh di tim yang sama, dan haowen bersama seungcheol.

Perolehan skor mereka seimbang yaitu 2-2, pada tim woozi, taeoh lah yang sudah dua kali mencetak skor dan pada tim haowen, ia dan seungcheol berhasil mencetak skor masing-masing satu. Permainan bola mereka hanya sederhana, yaitu dengan menendang bola menuju botol minuman lawan yang di jadikan seperti gawang hingga jatuh.

Keempatnya menyudahi permainan saat energi masing-masing sudah terkuras, mereka duduk di arena permainan berputar. Dengan nafas yang ngos-ngosan, taeoh bangkit dari duduknya. Mengambil botol minumannya yang terletak tdak jauh dari tempat mereka duduk yang sempat mereka jadikan gawang saat permainan tadi

Woozi mengelap keringat pada dagunya menggunakan lengan kemeja yang ia pakai, berolahraga dengan berlari mengejar bola membuat nya kelelahan. Ngomong-ngomong soal olahraga, ini merupakan pertama kalinya sejak 1 bulan yang lalu ia belum ada sama sekali melatih fisiknya karena sibuk dengan tugas kuliah yang menguras otak.

"pakai ini saja" tangan seseorang menyodorkan tissue dari samping woozi, woozi menolehkan kepalanya menatap seungcheol yang duduk disampingnya.

Meraih tissue tersebut sambil tersenyum "gomawo hyung"

Seungcheol mengangguk "kau adalah kakak tertua mereka ya?"

"bukan, aku hanya tetangga mereka" jawab woozi selesai menyeka keringatnya di pelipis, ah. Ia berkeringat banyak sekali, untung saja ini sudah sore. Jadi saat pulang nanti ia bisa mandi tepat waktu.

Seungcheol mengangguk, menolehkan kepalanya ke sekitar taman untuk melihat keberadaan seseorang yang mungkin sudah datang yaitu guru barunya.

Nihil, tidak ada sama sekali. Guru yang sangat menyebalkan batin seungcheol 'kalau ketemu nanti akan kupanggang dia' batin seungcheol sadis. Ayolah, ini sudah jam 16:30. Langit sudah berubah jadi kuning oranye menandakan sebentar lagi kegelapan akan datang. Apakah gurunya itu lupa? Atau sengaja membuat kesan pertama mereka jadi buruk begini? Ah, seungcheol semakin kesal saja.

"kau menyukai cheesecake?"

Woozi menoleh ke arah seungcheol, masih dengan aksi mengelap keringatnya ia mengernyit bingung "ne, aku suka"

"tunggu sebentar" tanpa menjelaskan kenapa harus menunggu, seungcheol langsung bangkit dari duduknya berjalan ke arah bangku yang ia duduki saat sebelum bermain bersama taeoh, haowen dan woozi.

Saat sudah tiba di bangku berwarna putih pucat tersebut, seungcheol mengambil kue cheesecake yang masih utuh dalam kotak transparan. Kue itu berukuran cukup besar, mungkin akan pas jika di makan bersama woozi, haowen dan taeoh.

Guru barunya yang menyebalkan itu mungkin tidak akan datang hari ini. Jadi Ia akan memakan kue ini bersama mereka saja, dari pada mubazir bukan? Pikir seungcheol.

Mengabaikan bunga-bunga mawar putih yang masih tampak segar meski sudah cukup lama berada dalam buket, seungcheol kembali berjalan ke arah woozi duduk yang sedang asyik bersenda gurau bersama taeoh dan wenwen.

"oppa, itu apa?" Tanya haowen saat seungcheol duduk di sampingnya, gadis berkuncir dua itu menatap kue yang dipegang seungcheol dengan tatapan berbinar.

Seungcheol tersenyum, meletakkan wadah kue itu di atas rumput yang mereka duduki dengan posisi berkeliling "ini kue cheesecake, haowen dan taeoh mau?"

Pertanyaan dari seungcheol tersebut tentu saja membuat kakak beradik itu mengangguk dengan antusias, mereka terpikat oleh hiasan kue cheesecake nya sungguh menarik. Kata orang, kalau penampilan dari sebuah makanan bagus maka akan bisa membuat selera sang pemakan akan naik sehingga meski kuenya terasa biasa-biasa saja. Tapi karena tampilannya yang menarik, maka rasa dari kue tersebut juga akan terasa nikmat.

"tunggu dulu hyung" woozi menginterupsi kegiatan seungcheol yang sedang membuka kotak kuenya itu pun berhenti, menatap bingung sang namja manis yang sekarang mengangkat kedua tangannya untuk menghentikan aksi seungcheol.

"bukankah seharusnya hyung memberikan kue itu kepada orang lain?"

Seungcheol mengangguk meng-iyakan "tapi sepertinya ia tidak datang, jadi mari kita makan saja. Aku bisa membeli lagi untuk nya lain kali"

"tapi hyung, mungkin pacar hyung akan marah?"

"eh?" Seungcheol tertawa "haha, ini bukan untuk pacarku. Tapi untuk guru les privat yang akan kutemui hari ini. Tapi sepertinya ia sedang sibuk, jadi tidak bisa datang. Maka mari kita makan bersama-sama saja"

Woozi mengangguk, ia tidak ingin membuat seungcheol jadi repot karena ia malah memberikan kuenya itu kepada mereka. Seungcheol tersenyum saat woozi mulai menurunkan tangannya sehingga ia bisa kembali melanjutkan kegiatan membuka kotak kuenya.

Taeoh dan haowen berseru girang saat seungcheol mulai memotong-motong kue berbentuk bulat tersebut hingga menjadi beberapa bagian. Memotongnya dengan ukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil agar bisa di makan dengan mudah oleh mereka.

"waa! Mari makan!" Seru haowen riang, dari awal ia sangat tergiur oleh kue manis tersebut. Dan sekarang akhirnya bisa mulai memakannya di ikuti seungcheol dan taeoh.

Berbeda dengan woozi yang malah terdiam, memikirkan perbincangan ia dan seungcheol barusan "hyung" panggil woozi, membuat seungcheol menoleh cepat ke arahnya "ne woozi-ah?"

"apakah barusan kau bilang kau akan menemui les privat barumu?"

"ne, kami seharusnya bertemu untuk yang pertama kalinya hari ini"

Mata woozi membulat "aku juga ingin menemui murid privat baruku?"

UHUK...

"hyung, ini" cepat-cepat seungcheol meraih botol minuman yang di sodorkan oleh taeoh. Kata-kata woozi tersebut membuat makanan yang seharusnya turun ke perut, malah tersangkut dengan tidak elitnya di tenggorokan seungcheol.

Saat sudah selesai dengan acara tersedaknya, seungcheol menatap woozi dengan tatapan kaget, ya sangat kaget "MWO?! K-kau guru les privat?" Pekiknya sakartis.

"kau murid baruku?" Sama seperti yang di lakukan seungcheol woozi memekik tak kalah sakartisnya saat mengetahui seungcheol, choi seungcheol namja tampan itu ternyata adalah orang yang ingin ia temui hari ini. Namja tampan yang berstatus sebagai muridnya? Ia mengajar seorang hyung?

Kedua kakak beradik yang duduk di tengah-tengah mereka hanya menyaksikan drama saling keterkejutan antara seungcheol dan woozi dengan tenang, melahap kue manis yang lebih menarik dari pada harus memahami percakapan antara murid dan guru tersebut.

~MANSAE~ (JiCheol)

Setelah beberapa menit dengan mode terkejut, mereka pun akhirnya sudah kembali dalam keadaan normal. Yaitu duduk bersila sambil berhadapan dengan taeoh dan haowen yang masih asik memakan kue seungcheol

"aku tidak menyangka kalau guru les privat ku ternyata semanis ini" apa ini? Seungcheol baru saja membuka percakapan dan langsung menggombal woozi? Hey, seungcheol kau membuat wajah woozi terasa seperti sedang terbakar sekarang.

"y-ya! Aku pun tidak menyangka kalau hyung adalah murid baruku. Ku kira hyung adalah namja yang sedang menunggu kekasihnya. hyung sama sekali tidak nampak seperti seorang murid normal yang membawa tas di punggung mereka, tapi malah membawa bunga dan kue"

Seungcheol tersenyum, bangkit dari duduknya dan langsung berlari ke arah bangku yang masih terdapat sebuket bunga mawar berwarna putih segar miliknya. Kemudian kembali ke tempat woozi duduk.

Seungcheol kembali duduk di hadapan woozi dengan bunga di tangan kanannya kemudian menatap woozi tepat di kedua manik mata namja manis berkulit pucat tersebut

"sebagai murid yang baik, kesan pertama bertemu harus baik bukan? Ini untukmu guruku yang manis" menyodorkan bunga itu di depan woozi sambil tersenyum.

BLUSH~

Disebut guru manis meski tak tau apa maksudnya, kedua pipi gembil woozi tetap memunculkan semburat merah meronanya. Tanpa menerima bunga yang di sodorkan seungcheol, woozi melipat kedua tangannya di depan dada

"mianhae hyung, aku tidak suka jika kau mengatakan aku manis" ujarnya geram.

Seungcheol tersenyum, memekik dalam hati 'omo...omo...neomu kyeoptaa~' "kau memang manis woozi-ah"

Woozi menatap seungcheol kesal, FYI woozi itu sangat benci jika ada yang mengatakan ia manis. Menurutnya ia itu tampan bukan manis seperti yang di katakan orang-orang /masak?/

"dan aku lebih tua darimu woozi-ah, panggil aku hyung" seungcheol tersenyum tampan dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya yang entah ia dapat dari mana.

Woozi tak mau kalah, menatap remeh ke arah seungcheol "tapi aku adalah gurumu seungcheol hyung, mulai sekarang panggil aku sunbae"

E-eh? S-sunbae? Sontak kacamata hitam seungcheol langsung terlepas, dengan mulut sedikit menganga seungcheol tidak percaya dengan apa yang barusan woozi ucapkan, Seungcheol sang namja tampan? Memanggil woozi si namja manis yang berumur muda darinya dengan panggilan sunbae? Heol, mau di kemanakan harga diri seungcheol sebagai seorang yang lebih tua?

"yya, itu tidak mungkin" protes seungcheol "walaupun kau guru, tapi kau tetap lah seorang dongsaeng"

Woozi tersenyum miring "hyung adalah muridku, apa hyung ingin memanggilku ssaem? Ah, itu lebih bagus"

Seungcheol mengerutkan keningnya tidak suka "tapi aku lebih tua dari mu woozi-ah, dan lihat tinggi-ehm maksudku kau terlihat lebih muda seperti anak-anak JHS"

Woozi membuka mulutnya tidak percaya dengan kata-kata yang seungcheol katakan barusan, dia baru saja di samakana seperti anak-anak JHS? Wtf...

Woozi bangkit dari duduknya "araseo, sekarang sudah sore hyung (menoleh ke arah kakak beradik sebentar) "taeoh, haowen. Hyung akan pulang duluan" (kembali menoleh ke arah seungcheol kemudian berkata) "dan hyung, aku tidak akan menjadi guru les mu. Senang berkenalan denganmu seungcheol hyung, anyeong"

Mengerjap beberapa kali setelah mendengar kalimat panjang woozi, seungcheol langsung bangkit dari duduknya dan menggenggam pergelangan tangan manis yang sudah hendak berbalik meninggalkan taman tersebut.

"ada apa hyung?" tanya woozi polos yang berhasil membuahkan decakan malas dari mulut seungcheol. Dengan agak tidak rela seungcheol pun berkata "sunbae sonsaengnim, tolong jadilah guruku"

Woozi terkekeh, akhirnya seungcheol mengalah dan mau memanggilnya bahkan dengan dua panggilan sekaligus, yaitu Sunbae dan Ssaem.

"ne hyung, aku akan menjadi gurumu, so prepare yourself. Kita akan mulai belajar besok saat pulang dari sekolah"

"tapi—"

"et, tidak ada tapi-tapi an. Aku sudah mengatur jadwal kita serapi mungkin agar dapat mengajarmu, kau tahu. Aku pun memiliki kesibukan. Jadi mohon kerja samanya Seungcheol hyung" membungkuk 90 derajat, woozi bersungguh-sungguh dalam kata-katanya barusan. Ia pun juga memiliki kesibukan di perkuliahan.

Seungcheol balas membungkuk, terserahlah woozi ingin menginginkan kapan. Meski seungcheol juga memiliki kesibukan di SHS nya, dan itu bersangkutan kelulusannya yang tinggal beberapa bulan lagi, tidak apalah. Toh lagipula itu hanya ekskul basket, piano, menari, club rapper underground, beladiri taekwondo, bola sepak, bulu tangkis, tenis meja dan tenis lapangan.

"baiklah woozi-ah, sampai jumpa"

Woozi tersenyum sambil mengangguk, membalikan badannya dan mulai melangkah untuk pergi dari taman. ia akan pulang ke rumah dengan hati yang berbunga-bunga, haha. Seungcheol hyung tampan sekali...

Sama seperti yang di lakukan woozi, seungcheol pun pergi ke tempat ia memarkir mobilnya. Dan dengan senyuman yang tak ada lunturnya karena memikirkan woozi.

Tapi setelah sampai di dalam mobil, seungcheol mengutuk dirinya sendiri. karena dengan sangat bodohnya ia lupa meminta nomor ataupun id line namja manis itu. lalu, lalu bagaimana ia akan menghubungi woozi?

Haha, itu masalah mu seungcheol.

_To Be Continue_

Jicheol ini spesial karena ceritanya dari awal mereka ketemu, so what u think? NEXT? OR JUST END IT?

cerita ini sbnrnya udh jauh lama slsei dr ff verjun, tp krna mmng mw nyimpan di akhir dan udh nyiapin ending yg bagus jadinya ya begini :D.

jicheol itu manis gaess, akhirnya bs updt...

Review+Fav+Foll = penentu dari kelanjutan cerita...

Happy new years :*...

INI HARUS DI BACA : silahkan check channel aku di youtube dengan mengetik ''Virly Cullen''. Kalian harus check, karena aku bikin compilasi moment-moment spesial pair aku di fanfic mansae ini. Aku udah upload jicheol, HoshixTHe8, MinKwan, dan Junsol aka Verjun.

Don't forget to subscribe, like and comment yo guys :*

With love and kisses, Virly A.R.M.Y 98Line