Because of Fate
Just a Little History
A Fanfiction Made by min_ve
Main Pairing: Kookv; Top! Jungkook x Bottom! Taehyung
.
.
Enjoy~
.
.
Kalian berpikir sejarah itu terus-menerus mengenai Perang Dunia I dan Perang Dunia II? Sejarah mengenai kemerdakaan suatu negara? Sejarah mengenai revolusi suatu negara pada abad 14? Padahal sejarah itu bukan melulu mengenai itu bahkan apa yang kalian lihat dan alami pada saat membaca kalimat ini akan menjadi sejarah suatu saat nanti—andaikan jika dunia tak berakhir? Andaikan manusia melawan hukum alam untuk tetap dapat berdiri dalam dunia mereka?
Pada awal dunia dikenal, cara untuk membuat keturunan baru adalah dengan persatuannya sel telur dan sel sperma dari lelaki dan perempuan atau jantan dan betina. Persatuan antara pemilik dada bidang bersama dengan pemilik buah dada. Sebagaimana Adam dan Eve bersatu dan menghasilkan keturunan yang dikenal menjadi manusia saat ini. Itu berjalan amat lama, seolah tanpa keberadaan salah satu akan menyebabkan dunia berakhir karena tak mungkin menghasilkan keturunan. Pada saat itu manusia telah berhasil membuat kloning namun untuk membuat kloning makhluk hidup sekompleks manusia itu berakhir gagal.
Tak mampu memasukkan data emosi dan perasaan sebagai bentuk tahap awal untuk menjadi manusia, para hasil kloning berakhir sia-sia dengan dihancurkan kepalanya. Para ilmuwan terhantam, merasa tak mungkin menghasilkan sebuah keturunan tanpa persatuan sejatinya sel telur dan sel sperma dalam suatu tubuh betina.
Para ilmuwan sejenak menyerah, masih melanjutkan penelitiannya namun tak terlalu tergesa-gesa. Sampai suatu saat seolah Tuhan menyatakan bahwa saat itu adalah saat dunia berakhir pelan-pelan—sebuah wabah datang menyerang bumi dan hanya menyerang para perempuan menyebabkan populasinya berkurang menjadi kurang dari lima persen. Para pihak berwajib segera menggiring para perempuan yang masih bisa diselamatkan ke dalam tempat bersih dan benar bersih dari wabah tersebut.
Otak semua ilmuwan bahkan sekedar lelaki biasa terasa pecah. Meskipun mereka bertahan hidup untuk sekarang, siapa yang akan melanjutkan perjuangan mereka? Tak adanya keturunan jadi untuk apa mereka mempertahankan dunia mereka? Dengan populasi perempuan yang tak dapat menyamai jumlah para lelaki, apa yang akan mereka lakukan sekarang?
Pada suatu rapat pertemuan antar ilmuwan, salah seorang ilmuwan mengangkat tangannya kemudian menyatakan idenya.
Bagaimana jika kita mencoba memasukkan rahim dan hormon perempuan kepada lelaki?
Ide itu sudah cukup gila—untuk dahulu kala. Namun otak mereka sudah terlalu lelah, bahkan ekspresi bak mayat hidup itu menyetujui ide tersebut. Mengambil paksa laki-laki yang sesungguhnya tak ingin dijadikan bahan percobaan untuk sesuatu yang begitu gila. Karena dengan pengetahuan sebatas tak berpendidikan pun mereka tahu bahwa tubuh mereka hanya ingin menerima hormon lelaki bukan hormon jenis kelamin lain.
Dan tentu saja itu terjadi.
Pertumbuhan tak layak. Mental menjadi aneh dan tak waras dikarenakan dua hormon saling bertabrakkan. Organ genital menjadi tak bekerja dan berujung terjadi penyakit. Rahim yang dimasukkan menjadi sia-sia. Mendapatkan perlakuan seksual tak layak, tak nikmat, dipaksa untuk kepentingan pengetahuan. Berapa banyak selangkangan yang diotopsi untuk mengeluar-masukkan rahim bekas pakai. Berapa banyak jumlah teriakan tak ingin karena melawan ketika percobaan melakukan seks dan berujung ditembak di kepala.
Sampai andaikan laporan para ilmuwan menandakan bahwa ia tak layak untuk tetap menjaid ilmuwan dia akan dikorbankan.
Itu benar-benar tahun paling menyeramkan.
Merupakan tahun dimana umat manusia begitu putus asa untuk tetap hidup meskipun Tuhan telah mengatakan tidak. Meskipun harus mengorbankan sesamanya lebih dari apa yang terjadi sebelumnya.
Sampai mereka berhasil menemukannya. Seorang lelaki yang mampu untuk mengandung janin. Berhasil ditemukan dari banyaknya tumpukan mayat tak jauh dari laboratorium di sebuah negara.
Lengkap dengan rahim tepat di belakang genital lelakinya. Sel spermanya telah dihancurkan menjadikannya hanya sperma kosong tanpa mampu membuahi sel telur lain. Bagaimana penjelasan rincinya? Tak ada yang tahu. Itu telah menjadi rahasia para dokter dan ilmuwan dari generasi ke generasi.
Disebut dengan nama—Omega.
Itu adalah sejarah untuk para omega, apakah alpha dan beta memiliki sejarah kelam? Tak ada—untuk para alpha. Untuk para beta… Anggap saja mereka adalah manusia biasa namun untuk lelaki beta mereka adalah dominan tak ada satupun diantara mereka yang merupakan si pengandung janin. Rencana awal adalah beta diwajibkan membuahi para perempuan dimana ini ditujukan untuk membuat sebuah komunitas sosial yang mirip dengan dahulu kala tetapi bayi yang terlahir rata-rata merupakan lelaki.
Mungkin kalian tahu bagaimana kelanjutannya.
Atau—mungkin kalian mengenai dengan konsep penyewaan tubuh atau ingin disebut prostitusi pada dahulu kala oleh para wanita Jerman ke para tentara sekutu?
Bersedia mengambil resiko mengandung anak persatuan sel telur dan sel sperma para tentara tersebut tanpa diikat oleh ikatan pernikahan—singkatnya seperti itu, hanya saja perbedaan disini adalah para omega bukan bersedia melainkan terpaksa karena peraturan pemerintah berdasarkan persetujuan semua negara.
Tak ada awal suatu masa tanpa adanya kejadian buruk ataupun menyeramkan untuk didengar pada masa kini. Oleh karena itu sebenarnya semua ini dianggap sebagai sejarah meskipun banyak sekali yang ditutupi.
Itulah sejarah singkat dari mengapa sekarang terdapat para omega, karena awal mula pembentukan mereka sudah merupakan bagian dari sejarah menyeramkan. Mereka dianggap bagaikan permata paling rapuh pada awalnya namun sepertinya strata sosial kembali lagi sampai sekarang mereka dianggap sebagai makhluk yang hidup hanya untuk seks—walau mereka tak salah pada umumnya. Tetapi pemerintah pun tak ingin menampung anak dengan otak rusak mengakibatkannya lumpuh untuk menjadi produktif dikarenakan hasil dari alpha dan omega yang bahkan oleh sang pengandung dikutuk.
Dengan konteks mereka dimasukkan hormon perempuan—apakah kalian sekarang mengerti dimana awal mula konsep masa heat mereka bukan?
Bagaimana? Bukankah tak manusiawi sekali? Bayangkan dirimu dipaksa untuk melakukan seks dengan seseorang yang sama sekali tak dikenal dan dilihat oleh ribuan anggota pemerintah. Bagaimana rasanya mengetahui fakta bahwa organ di dalam tubuhmu itu merupakan daur ulang dari pemakai sebelumnya? Bahkan membacanya saja sudah cukup membuatmu ingin meringis tetapi itu berefek lebih dari keturunan ilmuwan tertinggi sebagai salah satu dari penemu omega.
Menyandang nama keluarga Park.
Betapa menyesalnya Jimin tak dapat menghentikan keingintahuannya dan membaca sejarah tersembunyi dari ilmuwan buyutnya sendiri. Bahkan dilengkapi dengan dokumentasi foto—perutnya seketika mual melihat darah pada meja operasi yang semakin mereka putus asa mereka bahkan tak memikirkan untuk membersihkannya. Ditambah foto rahim tersebut—
"Umph!"
Refleks menutup mulutnya, namun sia-sia. Isi perutnya ia keluarkan lagi. Mata berairnya menatap pergelangan tangannya dimana nadi penting mengalirkan darah Park-nya. Kembali melihat foto dokumentasi semua percobaan menyeramkan dan tak manusiawi tersebut, otaknya mengulang pernyataan bahwa dia juga merupakan turunan Park—nama keluarga yang telah menyuruh penjaga untuk melemparkan mayat tersebut agar tak mengganggu meja operasinya.
Semua tindakan tak manusiawi itu—mengalir pada seluruh tubuhnya.
Seluruh saluran darah terkecilnya.
Seluruh…
Gerakannya…
Park Jimin…
"AAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
"BUKAN! BUKAN! BUKAN BUKAN BUKAN BUKAN BUKAAAAAN!"
"BUKAN AKU! BUKAN AKU BUKAN AKU! AKU—TIDAK! INI SEMUA BOHONG!"
Andaikan itu bohong—para omega tak akan berada disini, manusia bodoh.
Dia bahkan tak dapat membela apapun, padahal bukan dia yang melakukannya secara langsung—itu hanyalah buyut-buyutnya. Tapi itu adalah pertanda bahwa para omega ramah padanya itu tak pernah menyadari bahwa asal mula mereka adalah karena tangan dingin buyutnya. Saat itu dia melemparkan buku lusuh tersebut dan pergi meninggalkan perpustakaan rumah utama klan Park itu tanpa membawa apapun selain luka pada pergelangan tangannya seolah ingin menguras darahnya sendiri, tak memedulikan jika itu akan membawa malaikat kematian datang padanya.
Bahkan pada saat Yuta—sang bartender akan menebasnya dia tak memilki sedikitpun niat untuk menghindar. Siap untuk ditebas, tanpa memedulikan bahwa dia dibunuh dengan cara yang barbar. Keberadaan bagaikan kekonyolan dan kesalahan dunia. Yugyeom disana mengatakan bahwa dia akan memutuskan apakah Yuta layak membunuhnya atau tidak setelah mendengar cerita keseluruhan dari apa yang telah dibacanya.
Tiga klan utama yakni; Kim, Jeon dan Park—mereka semua memiliki nama dalam sejarah kelam tersebut.
Dan Yugyeom sebagai anggota klan Kim tentu harus menyatakan bahwa sang bartender harus membunuhnya jika ia ingin membunuh Jimin. Sebagaimana dirinya pun memiliki sejarah meskipun itu hanyalah buyut sialannya. Yuta menurunkan katana-nya, meskipun masih tak dapat menerima logika Yugyeom.
"Kita hanya berpura-pura tak peduli, Jimin-ssi. Apakah kau tahu legenda di kota ini?"
Seorang sosok berpakaian serba hitam, seringkali menutupi wajahnya dengan masker hitam dan topi hitam. Ketika kau bertemu pandang dengannya kau akan langsung menyadari mata sayu namun tajam bagaikan elangnya. Dan apakah yang mungkin dia lakukan?
Sebut saja—dia pernah berusaha menyebarkan rumor mengenai sejarah yang kau ketahui itu dan dia mengetahui semua hal—
Semua hal.
Bahkan mungkin mengenai status sosial Anda, Jimin.
.
.
.
"Tidakkah Anda tak ingin mengetahui jati asli bodyguard Anda?"
Dari penampilan pandangan pertama jelas ini orang yang sangat mencurigakan. Pakaiannya serba hitam sampai sepatunya saja berwarna hitam kelam bahkan kulit jam tangannya pun. Dia hanya mengikuti alamat yang tertulis dalam secarik kertas dalam amplop di bangku taman sebelumnya dan kemudian disambut oleh sosok serba hitam dan mencurigakan seperti ini? Apakah ini lelucon? Ingin dia meninggalkannya namun mengatakan mengenai bodyguard-nya—orang yang telah membuat pikirannya berantakan seperti ini, apa Jungkook harus meninggalkannya?
Lagipula pernyataannya, sungguh menggelitik insting detektifnya. Tetapi dia pun tak mengerti penuh apa yang dimaksud dengan jati diri yang disebutkan oleh sosok misterius ini.
Apakah mengenai masa lalunya?
Apakah mengenai status sosial aslinya?
Ataukah mengenai hal lainnya?
"Apakah ini lelucon?" Jungkook bertanya, nadanya masih waspada tak ingin menunjukkan isi hatinya yang telah jatuh penasaran.
"Lelucon atau bukan—itu adalah pilihan Anda. Mungkin karena begitu mengejutkannya bahkan untuk detektif terbaik Korea Selatan, Anda akan menganggapnya sebagai lelucon dan membuat usaha saya sia-sia." Sosok itu membalas dengan tenang—terlalu tenang dan mengakhirinya dengan helaan napas palsu.
Nadanya—sosok itu benar seorang manipulator pasif.
"Tapi mungkin ada beberapa hal yang mungkin lebih baik tak diketahui."
Manipulator namun juga tipe yang menarik pernyataan dan membuat pernyataan baru bersifat kontradiksi. Sedetik lalu ia mengatakan bahwa jika sang detektif tak mempercayainya hasil usahanya sama dengan sia-sia namun kemudian mengatakan bahwa ada beberapa hal yang lebih baik tak diketahui.
"Jadi bagaimana? Masih ingin mengetahuinya?" sosok itu bertanya lagi setelah merasa seluruh aktingnya terlepas.
"Bagaimanapun aku adalah detektif profesional. Informasi tak dari sumber informasiku tak akan mengganggu pekerjaanku dan pandanganku terhadap Taehyung."
Jawaban sang detektif terbaik Korea Selatan itu cukup membuat sosok itu menyeringai tipis. Menaikkan topinya untuk membiarkan lelaki itu menangkap penampakan matanya baru dia berbalik membuat jas mantel panjangnya seolah berkibar dalam angin dingin malam ini. Ia menatap sekali lagi ke belakang sebelum berkata,
"Ikuti saya, Tuan Detektif Jeon Jungkook sang alpha murni keluarga Jeon. Informasi ini akan membuat mata Anda keluar dari bola matamu."
.
.
.
To Be Continued
