CHAPTER 7

Welcoming By A Monster

.:..:..:.

Sang dewi malam kembali ke kerajaannya kini setelah sebelumnya sang dewa fajar pergi keperaduannya. Sang dewi menampilkan cahaya pucat yang indah tetapi sekaligus dingin bayangannya terdapat para member EXO dan B.A.P yang bergerak sangat cepat—sebenarnya jarak markas mereka dengan kastil sangat jauh dan memakan waktu berhari hari untuk mencapainya namun tentu kalian tahu kalau EXO adalah sekelompok werewolf dan B.A.P bukanlah manusia biasa—perjalanan yang memakan waktu paling lama satu hingga dua hari bisa mereka capai dengan waktu dua setengah jam dengan mudah tentunya.

"Seberapa jauh lagi oppa ?" tanya Hajung—pada Zelo—dari atas kuda tunggangan milik Hyosung. "Dua puluh kilometer lagi kita tak akan jauh dari tempat mereka…"

Tiba tiba,Luhan merasakan ada suatu pergerakkan di hutan yang berada di sisi Kiri mereka semua—walaupun Luhan merasakan ada pergerakkan tapi ia tak merasakan adanya suatu wujud apapun itu.

"Ge…" bisik Lay pelan. "Nde…."

"Kau merasakannya ?" tanya Lay. Luhan mengangguk. Ia merasa lega kalau bukan hanya dia yang merasakannya. Tapi,sejujurnya Luhan sendiri masih bingung apakah makhluk itu musuh atau kawan ?

"Tetap waspada saja…" bisik Luhan pelan entah pada Lay atau pada dirinya sendiri.

Tiba tiba terdapat dua buah bayangan yang menutupi cahaya bulan yang pekat dan mulai menembakkan sesuatu berwarna putih.

"AWAS!" pekik Hajung. Kris dan Chanyeol mendorong tubuh Baekhyun dan Tao yang akan terkena benda putih itu—membuat tangan, sebagian badan dan juga kaki mereka tak bisa bergerak dan menempel ke tanah karena lengketnya benda itu.

"Cih,Arachnoids…" desis Chanyeol setelah mengetahui makhluk apa yang menyerang mereka. "Tak kukira masih ada Arachnoids di dunia ini…kupikir nama mereka sudah menghilang selamanya dalam sejarah…"

"Yeollie….." Baekhyun mendekati Chanyeol yang masih terikat dengan benda putih dan lengket yang ternyata merupakan kombinasi dari liur dan benang dari makhluk itu. Baekhyun berusaha keras untuk merobek jalinan benang yang mengikat lengan atas Chanyeol namun jalinan benang itu anehnya sudah berubah keras seperti sebuah gips."Yeollie~ Tak bisakah kau gunakan apimu untuk membakarnya ?"tanya Baekhyun. Chanyeol menggeleng pelan. "Wa—Waeyo?" Tanya Baekhyun. Chanyeol hanya terdiam tak menjawab.

"Ludah arachnoids itu jika menempel tak akan bisa terlepas selama-nya dengan apapun kecuali kita membunuh makhluk itu…." Kata Sehun datar—berbuah jitakkan pelan dari Luhan.

'Yak, Oh Sehun pabo….kau tak lihat kalau Baekkie ku sudah mau menangis tadi…aku menahannya agar tak menangis tapi kenapa kau malah mengatakan hal itu…' batin Chanyeol kesal—merutukki Sehun mengatakan hal yang tak mau ia katakan pada Baekhyun. Baekhyun sudah terisak pelan. "Uljima…nan gwenchana….kalau kau berhasil membunuhnya benda ini akan lepas kan…" Bisik Chanyeol menenangkan Baekhyun.

"Kris-ge…I'm Sorry…" lirih Tao—setelah mendengar perkataan Sehun. Jika ia bisa menghindar lebih cepat sedikit mungkin Kris tidak akan seperti ini itulah yang ada dipikiran Tao saat ini. "Sshh…don't cry okay…"Kris menggenggam tangan Tao—yang tak jauh dari tangannya yang terikat pada salah satu pergelangannya "just kill that thing and it's all over okay…."kata Kris menenangkan Tao. Tao mengangguk mengerti.

"Berarti kita harus mewaspadai liurnya…." Gumam Youngjae pelan. Otaknya mulai berpikir lagi untuk menemukan titik kelemahan makhluk dihadapannya ini. Sialnya, Youngjae sendiri bahkan tak mengetahui makhluk seperti apa arachnoids itu.

Tiba tiba, dua makhluk itu kembali menyerang kali ini dengan kecepatan yang tak main main. Para member EXO—minus ChanBaek dan TaoRis— dan B.A.P menghadang serangan kedua makhluk itu. Tetapi ada sebuah kejutan tak terduga bagi mereka dari arah belakang mereka semua ada seekor lagi yang akan menyerang mereka dan tentunya mungkin menyerang Kris dan Chanyeol yang tak berdaya terlebih dahulu.

"Tao! Baekhyun! Belakang Kalian!" teriak Xiumin. Tao dan Baekhyun menoleh ke belakang dan makhluk itu tepat berada di belakang mereka dengan posisi siap menyerang mereka. Hajung dengan sigap melindungi mereka dengan Mato ungu miliknya—membuat makhluk itu terpental lumayan jauh dari mereka dan jatuh ke tanah dalam posisi terbalik. "Baekhyun oppa…Tao-ge…kalian tak apa apa ?" tanya Hajung. Mereka berdua mengangguk.

'Yang tadi itu hampir saja…' batin Kris lega.

Tiba tiba makhluk itu,kembali bangkit dengan melompat dan membuat posisinya kembali seperti semula."Hajung-ssi…kau bisa melindungi Chanyeol dan juga Kris Hyung sebentar ? Biar kami saja yang melawan mereka…." Kata Baekhyun. Hajung mengangguk.

"Ayo Tao…" ajak Baekhyun. Tao mengangguk.

.

.

.

.

.

.

DRAAK CTARRR SPLASH BANG

Para member EXO dan B.A.P sudah mulai kehabisan tenaga. Disekitar mereka banyak sekali tanda liur Arachnoids di pepohonan sekitar mereka. 'Si—Sial bagaimana ini….' Batin Luhan. "Luhan-ge!" tiba tiba suara Chen menyedarkan Luhan dari lamunan sejenaknya tadi. Sialnya,lagi lagi makhluk itu dengan sangat cepat memuntahkan cairan putih pekatnya dan langsung terkena Luhan dan membuatnya menempel pada salah satu pohon yang tak jauh dari sana."Argghhhh…"

"Luhan hyung…" konsentrasi Sehun pecah dan tak menyadari kalau salah satu kaki makhluk itu akan menendang dirinya dan….

Bruaggghhh

"Arggghhhh….." badan Sehun menabrak salah satu pohon disana—membuatnya terbelah menjadi dua. Sehun sama sekali tak bergerak setelah ia tergeletak diatas permukaan tanah. "Sehun! Sehun-ie! Ireona! Sehu—HUAAAAAHHHHH…." Luhan yang berusaha menyadarkan Sehun tiba tiba merasakan badannya seakan akan diremukkan oleh sesuatu. Ternyata benda yang melilit badannya lah yang akan meremukkan badannya itu.

"UARRRGGGHHH!" Kris dan Chanyeol berteriak kesakitan disebabkan hal yang sama seperti apa yang Luhan rasakan. "OPPA!" Hajung yang kaget langsung mendekati mereka berdua. Wajah Kris dan Chanyeol sudah melai berkeringat dingin karena menahan kesakitan. "Urgghhh…setahuku tak akan—Urgh—seperti ini…sepertinya….haah…mereka argghh— kurasa mereka bukan Arachnoids…." Kata Chanyeol disela rasa sakitnya. "Oppa,jangan memaksakan dirimu…" kata Hajung pelan. Chanyeol dan Kris hanya tersengal sengal karena merasakan sakit.

Hajung menatap Baekhyun dan Tao yang sedang melawan seekor makhluk itu dengan susah payah. Sebenarnya ia sangat ingin membantu,apalagi ia melihat Tao yang berada dibawah taring tajam makhluk itu yang ia tahan dengan tongkat miliknya dan Baekhyun yang menyerang dengan sinar-nya secara bertubi tubi.

Tapi, ia khawatir bisa saja akan ada seekor lagi yang datang dan itu bisa membuat Kris dan Chanyeol kenapa kenapa. Hajung lalu menatap lagi para member EXO dan B.A.P yang sedang bertarung. 'Aku mohon cepatlah kalian membunuh makhluk itu….'batin Hajung memohon sembari menatap mereka.

.

.

.

.

"Baekkie-ge…A—Aku Su—Sudah Tak kuat—Haaahh….lagi…" kata Tao yang terus menahan tekanan taring dari makhluk itu yang sangat mengincar kedua bahu mulus Tao.

"Aku Mohon Tao… Tolong tahan sebentar lagi… jeongmal…" kata Baekhyun agak panik. Terus menerus ia meneyerang makhluk itu. Hingga salah satu tembakan cahaya miliknya mengenai leher makhluk itu dan…

GROAAAAWWWWWW

Makhluk itu mendongakkan kepalanya kesakitan. Melihat kesempatan ini. Secepat kilat Tao menendang leher bagian bawah makhluk itu dengan keras.

KRAAAKKKK

Sebuah suara keras dihasilkan ketika Tao menendang kuat kuat leher makhluk itu—membuat kepala makhluk itu terpenggal dan terlempar jauh karena efek tendangan Tao. Tao pun lalu berguling untuk menghindar dari tertimpanya ia oleh badan makhluk masih tak percaya atas apa yang ia lihat tadi. "Apa yang tadi kau lakukan ?"

"Tidak ada ge…aku cuman menendang leher yang tadi kau serang dari arah bawah….itu saja…."tiba tiba Tao terdiam lalu ia menepuk jidatnya pelan—menyadari sesuatu.

"Itu kelemahannya…" kata mereka berbarengan.

Baekhyun juga Tao segera menuju Hajung. "Hajung-ah!" teriak mereka berbarengan. Hajung menatap mereka bingung sekaligus lega—lega karena mereka tak kenapa kenapa bahkan berhasil membunuh makhluk itu dan bingung dengan mereka yang tiba tiba memanggilnya.

"Lehernya hajung-ssi…kita harus menyerang lehernya…." Kata Baekhyun agak tersengal.

"Itu titik kelemahannya—kami tak sengaja mengetahuinya saat tadi bertarung…." Tambah Tao. Hajung mengangguk mengerti—lalu pergi meninggalkan mereka untuk memberitahukan yang lainnya.

.

.

.

.

Semuanya kini sudah berbaring di atas rumput karena kehabisan tenaga. Sedangkan monster dihadapan mereka masih tetap bertahan hidup walau beberapa kakinya terjebak membeku dan badannya tertancap bongkahan bongkahan es pada kekuatan frost milik Xiumin dan juga beberapa shuriken besar milik Daehyun.

Hajung mendekati Luhan yang sudah tersengal sengal—kehabisan nafas menahan rasa sakit. "Luhan-ge aku akan melepaskanmu…."

"Bagaima—"

DRAAAAKKK KRAAAAAKKK

Hajung memukul dengan kuat pohon tempat Luhan terikat dengan Mato yang menyelubungi tangannya tepat sebelum Luhan menyelesaikan pertanyaannya dan pohon itu terbelah di tengahnya membuat Luhan bisa lepas hanya dengan memundurkan dirinya.

"Xie Xie….kau benar benar sangat kuat…." Kata Luhan. Hajung hanya tersenyum dan mengangguk. Luhan mendekati Sehun yang masih tergeletak pingsan. Ia sedikit merasa bersalah pada Sehun, karenanyalah Sehun menjadi kehilangan konsentrasi. "Sehun….Sehunie….." kata Luhan sembari mengguncang pelan badan Sehun.

"Luhanie Ge!" teriak Hajung tiba tiba. Ternyata seekor telah lepas dari kekangan es milik Xiumin—walau Xiumin sudah menahannya tadi—dan mulai menyerang dirinya dan Sehun. Namun. Refeleks Luhan sangatlah cepat sehingga mengangkat makhluk itu diudara dengan kekuatan Telekinesisnya dan berusaha meremukkan makhluk itu.

"Bagus ge….tahan terus…aku yang akan menebasnya…."kata Hajung.

SLASH BRUK

Dengan pedang yang terselubung mato miliknya,Hajung menebas kepala dan membelah badan makhluk itu hingga menjadi dua bagian. Luhan melemparnya jauh jauh bangkai makhluk itu dari mereka.

"Hajung-ah/Luhan-ge…" kata Lay,Zelo dan Youngjae bebarengan menghampiri mereka—Xiumin dipapah Chen karena dirinya kehabisan tenaga. "Kami tak apa…hanya saja sehun oppa…." Hajung hanya menatap Sehun yang masih pingsan dalam pelukkan Luhan.

"Sehun-ie…irreonaa…." Bisik Luhan pelan ditelinga Sehun.

"Eeunnggghhh…."perlahan Sehun membuka matanya "Lu—Luhan hyung…." Kata Sehun pelan—ia masih sedikit kesakitan. Luhan tersenyum menatap Sehun dan Hajung juga tersenyum sembari menghela nafasnya lega.

"Gwenchana hyung ?" tanya Sehun pelan—sembari berusaha bangun. Luhan hanya mengangguk dan membantunya.

"Ja,kita bantu yang lain…." Kata Hajung "Berkat Baekhyun oppa dan Tao-ge aku jadi tahu kelemahan mereka…."

.

.

.

.

.

BRAK BRAK

Yongguk hanya menggeliat kesakitan disamping Himchan. Kedua tubuh merekasudah dipenuhi banyak luka. Suho dan D.O juga Kai sudah menyerang makhluk itu dengan kekuatan mereka. Namun, tetap saja gagal. Sepertinya apa yang mereka lakukan selalu gagal.

"Suho oppa…." Hajung memanggil Suho yang kini menatapnya.

"Ada apa ?" tanya Suho. "Kau bisa mengekang makhluk itu ? Aku tahu kelemahannya….."

"Da—Darimana kau tahu ?" tanya Kai penasaran. "Tao-ge dan Baekhyun oppa yang memberitahukanku…kita harus cepat…lihat,kekangan es milik Xiumin oppa sudah hampir Hancur…."

Mereka semua menatap makhluk itu dan memang kekangan itu sebentar lagi akan hancur. "Lalu apa yang harus kami lakukan ?" tanya D.O

"Kita hentikan pergerakkannya terlebih dahulu…."

"Baiklah…kajja…Kai-ah…." Ajak D.O—Kai mengangguk

D.O mulai menghentakkan tanah dengan kakinya—membuat retakan yang mengakibatkan kaki kaki tajam makhluk itu terperosok ke dalam tanah. Secepat kaki itu masuk secepat itu pula D.O mengendalikan tanah itu lagi untuk menutup dan mengikat kaki makhluk itu. Karena makhluk itu masih bergerak—Kai langsung membuat ruang dimensi di sekitar makhluk itu. ( Modelnya mirip kayak kekkai di anime 'kekkaishi'…kalau kalian tahu pasti bisa bayangin)

Makhluk itu seperti membeku dalam dimensi yang dibuat Kai. "Selanjutnya Apa ?" tanya Kai. "Kai-oppa…jangan seluruh badannya…sisakan kepala hingga lehernya diluar ruang dimensi…." Kata Hajung.

"Tapi—"

"Tenang saja oppa…aku tahu apa yang aku lakukan…." Kata Hajung meyakinkan Kai. Kai terdiam—tapi pada akhirnya ia menuruti perkataan Hajung karena percaya padanya.

Kai menggeser sedikit ruang dimensi miliknya,. Membuat kepala monster itu bisa bergerak dengan bebas. "Himchan-oppa! Tebas lehernya!"

"Tapi bagian luar tubuh mereka sangat keras….katana-ku sulit menembusnya…" balas Himchan. "Jangan tebas dari atas ke bawah tapi dari arah sebaliknya…"

Himchan tidak yakin itu akan berhasil dan menatap Yongguk. Yongguk membalas menatap Himchan dengan tatapan 'lakukan-saja-permintaan-hajung'. Himchan mengangguk dan membulatkan tekadnya dan mulai menyerang makhluk itu sesuai perintah Hajung.

SLASH BRASSSHHH

Secepat kedipan mata, katana milik Himchan memisahkan kepala makhluk itu dari tubuhnya—bertepatan dengan Kai yang melepas kekuatan ruang dimensi-nya. Mereka semua—minus Hajung—terkejut karena tak menyangka akan berhasil. Tubuh itu langsung menggelepar lalu ambruk dan tak bergerak. Cairan berwarna hijau pekat mengalir dari bekas potongan itu sama seperti monster laba laba lain yang berhasil mereka bunuh.

"Darimana kau tahu ?" tanya Himchan setelah rasa kagetnya hilang—berbuah tatapan dari Suho,Kai,D.O dan juga Yongguk. Hajung hanya tersenyum.

"Kurasa…." Kata Hajung sedikit tersenyum "Kita semua berhutang budi pada Baekhyun oppa dan Tao-ge…"

.

.

.

.

.

Cairan putih yang mengekang Kris dan Chanyeol tiba tiba meleleh seperti air ketika Himchan berhasil menebas kepala makhluk itu. Kris dan Chanyeol berusaha mendudukkan badan mereka walau terasa sedikit masih sakit.

"Yeolliee….." Baekhyun memeluk Chanyeol erat—membenamkan wajahnya pada dada Chanyeol. Chanyeol hanya mengelus surai baekhyun pelan.

Tao memeluk Kris erat membenamkan wajahnya di ceruk leher Kris. "Kevin-ge…syukurlah…." Bisik Tao. Kris agak sedikit kaget ketika Tao memanggilnya dengan nama itu—karena sudah lama tak ada yang memanggilnya dengan nama itu—Mungkin daritadi Tao terlalu khawatir dengan keadaan Kris.

"Kalian berdua tak apa ?" tanya Suho. Chanyeol dan Kris hanya mengangguk berbarengan. Tao dan Baekhyun sudah melepaskan pelukkan mereka sebelumnya. Yang lainnya hanya bernafas lega. "Hyung kita harus pergi dari sini secepatnya…entah kenapa aku merasakan ada pergerakkan lagi tak jauh dari kita…." Kata Daehyun. "Jarak kita ke tempat tujuan tinggal dua puluh kilometer lagi kan ?" tanya Suho. Zelo mengangguk. "Kai kau bisa meneleportasikan kita semua sejauh sepuluh kilometer dari sini ?"

Kai terdiam sebentar. "Ke arah mana ?" tanya Kai.

"Kearah utara, Kai hyung…" jawab Zelo.

"Oh tepat arah kita ya? Kurasa bisa tapi entahlah energiku cukup atau tidak…." Kata Kai agak Ragu. "Mi—Mianhae…." Hajung tiba tiba menyela meminta maaf.

"A—Aniya, kau tak salah apapun kok…lagipula kalau tadi kita tak melakukannya mungkin hingga sekarang kita masih bertarung…i—iyakan Kyungsoo hyung…" Kai menyenggol lengan Kyungsoo sementara Kyungsoo hanya mengangguk.

"Kau bisa menggunakan Mato-ku sbagai energimu?"

"Ka—Kalau itu… entahlah… Tapi akan kucoba….."

.

.

.

.

.

.

Sebuah mata ber-iris kemerahan terbuka dan menatap pemandangan padang rumput dan hutan yang tak terlalu lebat yang sunyi di hadapannya. Giginya mengatup rapat. Ia baru saja mendapat penglihatan tentang sesuatu yang dibencinya. "Rabbit dan Wolf sialan…." Geramnya pelan.

"Eonnie ? Gwenchana ?" tanya yeoja yang bermata blue sapphire disampingnya.

"Mereka membunuh arachnoids Taemin-ah…kau tahu kan itu monster langka milikku…sialan…." Kata Yeoja dengan mata berwarna kemerahan itu.

Taemin hanya terkekeh geli.

Key men-deathglare dongsaeng-nya tersebut.

"Kenapa kau tertawa ?"

"Kan sudah kubilang….lebih baik jangan menggunakan makhluk itu…sudah langka…" kata Taemin sambil menahan kekehan-nya "Kalau itu kan memang resiko-nya…"

"Ahhh,terserah kau Taemin…" rutuk Key kesal.

"Eonnie,aku kan hanya menyampaikan fakta bukan ?" kata Taemin "Bagaimana usulan ku yang tadi ?"

"Menggunakan Pooka dan Banshee untuk menyerang ?" tanya Key. Taemin mengangguk.

"Kurasa boleh…apakah kita akan mengeluarkannya sekarang ?"

Key mengangguk. "Aku sudah meletakkan mereka tak jauh dari sini..kurasa mereka tak akan selamat…."

.

.

.

.

.

Kai berhasil men-teleportasikan mereka semua hingga jarak mereka kini tak terlalu jauh lagi dari Lumina'Castle. Kai sendiri bahkan kaget kalau ia bisa men-teleportasikan mereka semua mengingat jumlah mereka semua yang tak sedikit.

"Kai! Kau semakin hebat…" puji D.O

"A—Ah,gomawo hyung…ini semua juga karena Hajung kok…" kata Kai.

"Psst, Zelo-ya seberapa jauh lagi kita sampai ?" bisik Sehun ke Zelo."Umm—sepuluh kilometer lagi hyung…" kata Zelo.

"Arra,masih lumayan jauh juga rupanya…" kata Luhan sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.

"Kajja,kita lanjutkan…" kata Yongguk dan Suho berbarengan. Mereka semua mengangguk.

Mereka semua bergerak dengan lebih cepat dari yang sebelumnya agar tidak ada lagi aksi diserang oleh monster atau makhluk apapun itu tapi mereka tak tahu akan ada hal yang tak terduga yang akan terjadi tentunya yang disebabkan oleh salah satu penghuni Lumina'Castle.

.

.

.

.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Sebuah lengkingan tinggi membuat mereka semua berhenti karena suara itu menganggu pendengaran mereka, sebuah kesalahan yang fatal karena mereka tak tahu kalau itu adalah teriakan dari BanShee

lengkingan Banshee—yang mereka tak tahu kalau makhluk itu milik salah satu penghuni Lumina'Castle—bisa membuat seorang manusia merasakan kesakitan hal ini lah yang tak disadari oleh mereka dan Hajung mulai merasa badannya tersiksa kini sehingga dia hanya memegang lengannya sendiri,menunduk dan memejamkan kepalanya untuk menahan rasa sakit yang kini mendera-nya bertubi tubi. Tak ada satupun—baik anggota EXO dan B.A.P maupun Hyosung—yang menyadari keadaan Hajung kini karena Hajung mengigit bibir bawahnya hingga sedikit berdarah agar tak berteriak dan untuk menahan rasa sakit tersebut.

Ia tak mau membuat kesulitan bagi EXO maupun tim-nya.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Lengkingan itu berfrekuensi semakin kuat dan reflex membuat mereka semua menutup kuping karena benar benar membuat telinga mereka berdenging. Alasan kenapa mereka tak merasakan siksaan seperti Hajung adalah karena Hajung sebenarnya terlahir sebagai setengah manusia setengah rabbit. Tak seperti B.A.P dan EXO yang memang murni Rabbit dan juga Wolf—yang tak memiliki pengaruh apapun hanya seperti kalau kita mendengarkan suara tepat langsung dari speaker dengan volume yang ekstra keras.

'Ini bukannya lengkingan Banshee….' Batin Jongup yang baru menyadari suara apa sebenarnya yang mereka dengar 'Tunggu kalau ini suara Banshee….'

"HA—"

BRUGH

Terlambat.

Hajung yang sudah tak kuat lagi langsung tergeletak pingsan dengan kesakitan. Jongup reflex mengangkat tubuh yeoja itu dan langsung memeluknya—mengguncangkan badannya sedikit agar ia terbangun. Hajung bergerak sedikit tapi ia semakin menggelungkan badannya ke dalam pelukkan Jongup—pertanda bahwa ia semakin kesakitan.

"Hiks Sa…kit… oppaaa…. huaa…. sakit sekali…. hiks…." Racau Hajung sambil meremas ujung jaket Jongup—sedikit menangis yang terus menahan rasa sakitnya dalam pelukan Jongup.

"Hajung mianhae…. aku terlambat…." Bisik Jongup pelan dengan nada menyesal di telinga Hajung.

D.O langsung mencoba mendeteksi sekitar dengan getaran tanah di sekitar mereka. Ia mendeteksi makhluk serupa dengan yeoja dengan wajah yang mengerikan.

"Suho-hyung…"

"Aku mengerti…." Suho juga sepertinya tahu maksud D.O

Secepat kilat Suho merubah dirinya menjadi werewolf dan langsung menuju ke tempat dimana salah satu suara itu berasal. Tak beberapa lama frekuensi suara itu hilang setengahnya—setelah terdengan lolongan serigala dan suara pertarungan yang bertubi tubi terjadi dari arah Suho berada.

Suho kembali dengan terengah engah dengan mulut berlumuran darah yang dipastikan darah BanShee.

"Kita harus segara pergi secepatnya dari sini…." Kata Suho panik.

Mereka semua saling bertatapan kebingungan. Ada apa sebenarnya ?

Tiba tiba mereka mendengar banyak langkah langkah kecil yang begitu banyak dan terlihatlah bahwa kini mereka dikepung oleh banyak sekali monster kecil di sekitar mereka—dan Hyosung mengetahui makhluk apa mereka…

'Youngjae-ya….mereka Pooka…makhluk asli dari Irlandia selain Banshee….' Kata Hyosung yang melakukan telepati dengan Youngjae.

'Makhluk dari Irlandia ada disini ? Untuk apa ?' kata Youngjae dalam batinnya.

'Entahlah aku juga tak mengerti tapi ada yang aneh…Pooka hanya merusak pertanian dan pagar pagar rumah saja di Irlandia…mereka memang bisa saja menyerang manusia…tapi hanya menculiknya tapi merekaa….'

Youngjae menatap makhluk itu satu persatu. Dia bisa melihat kalau para Pooka itu memiliki kuku yang tajam dan ah,sangat mengerikan jika di deskripsikan.'Apa aslinya mereka tidak semenyeramkan ini ?'

'Itu dia Youngjae-ya….apa yang kumaksudkan….'

"Sialan…." Gumam Youngjae sangat pelan.

Tiba tiba selusin makhluk makhluk itu mulai menyerang mereka dengan cepat dari depan sambil mengeluarkan suara aneh. Dengan reflek Himchan langsung menebas mereka langsung setengah dari mereka dan di belakang Himchan ada Chen yang menebas sisanya.

Mereka langsung ke posisi bertahan—membentuk lingkaran. Youngjae langsung mendekati Hajung dan Jongup—berjaga jaga untuk melindungi mereka berdua. "Hajung bagaimana ?" tanya Youngjae khawatir.

"Ia sudah sedikit tenang…tapi aku khawatir Hajung akan terus kesakitan dan aku tak bisa membayangkan yang lain lain hyung…aku takut malah sesuatu yang lebih buruk yang kupikirkan…" kata Jongup sambil tetap menatap Hajung. Youngjae mengelus rambut Hajung pelan. Menyingkirkan poni Hajung yang menutupi Dahi-nya yang mengeluarkan keringat dingin karena kesakitan. 'Bertahanlah Hajung-ssi…Hyungdeul akan berusaha semaksimal mungkin

Suho melirik kepada Lay.

Lay yang mengerti maksud Suho mulai mendekati Hajung dan Jongup. "Aku akan redakan rasa sakitnya…kuharap itu bisa membantu…." Kata Lay dengan lembut.

"Ah,gomawo…mian jika jadi merepotkanmu hyung…" kata Youngjae. Lay hanya tersenyum.

"Ani…kita itu tim kan…. jadi harus saling mendukung…"

Lay mulai meletekan telapak tangannya pada dahi Hajung. "Mianhae hajung-ssi kalau seandainya ini sedikit sakit…" gumam Lay pelan. Jongup menggenggam tangan Hajung pelan.

Hajung sedikit bergerak tak nyaman dan membalas genggaman tangan Jongup sedikit kuat ketika lay mengalirkan energy-nya untuk meredakan sedikit rasa sakit Hajung. Lay menelan saliva-nya berat—berharap ia tidak malah memperparah rasa sakit Hajung.

Hajung membuka sedikit matanya—menatap Lay dan Jongup dengan sedikit lemah. "Oppaa…" kata Hajung dengan nada lemah. Youngjae melirik kearah belakangnya, menghela nafasnya lega dan kembali berkonsentrasi menatap tim-nya, Hyosung dan juga EXO yang melawan makhluk makhluk itu.

"Sshh…Kau harus istirahat Hajung-ssi…suara itu benar benar merusak bagian dalam tubuhmu…" kata Lay pelan sembari mengelus pelan dahi Hajung dengan telapak tangannya yang tetap mengalirkan energy healing miliknya. "Nde,istirahat saja Hajung-ssi…kau terlihat kelelahan…" kata Jongup. Hajung mengangguk pelan dan kembali memejamkan matanya—namun kali ini ekspresinya lebih tenang.

.

.

.

.

.

Kini mereka semakin kehabisan energy mereka dikarenakan Pooka yang tak habis habisnya. Bukannya mereka semakin sedikit tapi mereka malah semakin banyak. Yang terdengar kini hanya suara angin yang sangat cepat,deru nafas mereka dan suara yang ditimbulkan dari makhluk yang ada di depan mereka.

'Apakah kami semua akan selamat ?'

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

!TBC!

.

.

.

.

.

.

.

:: Author's Note ::

Annyonghaseo Readersdeul!

Author benar benara minta maaf kalau kalian kurang puas karena chapter sebelumnya terlalu pendek. Gak tahu di chapter itu saya tiba tiba kehabisan ide. ._.)a

Tapi chapter ini bagaimana ? Author kaget banget idenya malah berlimpah dengan di chapter ini….

XD

Dan kalau ada yang nanya kenapa kayaknya author banyak banget tahu tentang nama nama monster. Well, bukan karena author melihara atau apa walau author pingin banget punya phoenix kalau ada *plak* author memang suka tentang makhluk mitologi…entah darimana aja…yang penting tentang makhluk mitologi, legenda,dan yang lainnya.

Dan terima kasih yang sudah review dari awal teaser sampai chap ini… *bow*

.

.

.

.

.

Last

REVIEW JUSEYO!

.

.

.

.

.

.