Title : Sunshine

Author : KaRa BngtnGirl

Genre : Straight, Romance, Sad

Rated : K

Cast :

- Yeon Ji Ae (oc)

- Park Jimin (BTS)

- Yeon Eun Soo (oc)

- Yeon Hye Sun (oc)

Disclamer :

FF ini merupakan FF pertama Author. Jika ada kesamaan dengan cerita/FF lain, bukan merupakan suatu kesengajaan. Karena FF ini murni dari hasil pemikiran saya sendiri. NO PLAGIAT ! (hargai karya Author)

Happy Reading Guys ^^

.

Chapter 8

####

(AUTHOR POV)

Sekarang telah setengah jam sejak Ji Ae dirawat. Ji Ae akhirnya dapat tersadar.

Tidak ada kata-kata yang di lontarkannya, hanya saja sepasang mata indahnya sekarang sedang sibuk menulusuri setiap sudut ruangan yang bernuansa putih dengan bau obat-obatan yang cukup menyengat.

"bagaimana keadaan Eun Soo?" kata Ji Ae dengan pelan kepada namja yang duduk di sampingnya.

"aku belum melihatnya".

"aku harus menemuinya" kata Ji Ae berusaha bangun, namun tidak bisa karena keadaan tubuhnya yang tidak mendukung.

Jimin terus memandang Ji Ae yang berusaha bangun dari ketidakmampuannya.

Tak berapa lama Ji Ae akhirnya berhasil duduk diranjang tempatnya tersadar, tidak puas hanya sampai disitu ia mencoba berdiri namun ia hanya dapat duduk walaupun ia berusaha.

"itu terlalu dramatis, bisakah kau tenang dan kembali tidur" kata Jimin dengan tatapan yang sulit diartikan, hanya saja sekarang matanya terlihat sedang berkaca-kaca.

"tidak bisakah kau berhenti menyakiti dirimu sendiri" lanjut Jimin yang spontan memeluk Ji Ae dengan semua perasaan sakit yang ia rasakan karena melihat penderitaan dan rasa sakit yang di alami oleh yeoja chingunya.

Setetes air mata mulai keluar dari sepasang mata Jimin yang sedari tadi tertahan. Merasakan hal itu Ji Ae seketika juga mengeluarkan setetes air mata, sesaat setelah mendengar perkataan Jimin dalam pelukan itu.

Beberapa saat kemudian Ji Ae melepaskan pelukan itu dan berkata "ini sudah berakhir, hubungan kita telah berakhir".

"mwo?".

"aku sudah tidak mencintai Jimin oppa lagi" jawab Ji Ae dengan tegas.

"kamu berbohong" kata Jimin dengan pelan namun penuh penekanan, menatap kearah Ji Ae dengan cukup tajam.

"hubungan ini tidak akan pernah berakhir, jika kamu tidak mengatakan yang sebenarnya" lanjut Jimin, karena ia tau kalau Ji Ae berbohong, sinar mata Ji Ae mengatakan semua itu.

"aku tidak mungkin merampas kebahagiaan Eun Soo dengan merebut seseorang yang ia cintai".

"kata-kata merebut itu tidak cocok digunakan. Kita sudah berhubungan sangat lama bahkan telah bertahun-tahun. Sedangkan aku mengenal Eun Soo baru beberapa bulan yang lalu" kata Jimin sembari memegang tangan Ji Ae.

"walaupun begitu tidak akan merubah kenyataan kalau aku mau hubungan ini berakhir. Aku telah mengatakan yang sebenarnya, jadi bisakah kita mengakhirinya?" kata Ji Ae berusaha tegar walaupun matanya yang sedari tadi telah berkaca-kaca tidak dapat menutupi kesedihannya.

Di sisi lain, terlihat seorang yeoja yang sedang berdiri di samping pintu ICU tempat Ji Ae dirawat, yang sejak awal telah mendengar serta melihat perbincangan antara Jimin dan Ji Ae. Yeoja itu pun seketika berlari pergi, meninggalkan drama cinta yang telah ia saksikan.

"oke, jika itu yang kamu inginkan aku akan pergi. dan satu hal, aku tidak akan pernah bisa mencintai orang lain kecuali kamu, kamu tau karena apa? karena kamu telah masuk terlalu dalam dalam hidupku" kata Jimin kepada Ji Ae.

Jimin sangat kecewa dengan apa yang Ji Ae katakan, dadanya saat ini terasa sangat sakit, air matanya yang tertahan memaksa untuk keluar.

"semoga kamu selalu bahagia" lanjut Jimin dan langsung berlalu pergi meninggalkan Ji Ae seorang diri.

Saat Jimin membalikkan badan disinilah krystal-krystal bening itu mulai berguguran dari kedua matanya, yang melukiskan betapa sakit perasaannya saat ini. Namun Jimin berusaha tegar dan dengan cepat menghapus krystal-krystal bening itu.

####

(AUTHOR POV)

Seorang yeoja terlihat sedang berbaring diatas ranjang, nuansa yang tak jauh berbeda dengan yang dirasakan Ji Ae, latar putih dengan berbagai bau obat-obatan yang cukup menyengat.

Yeoja yang mendengar perbincangan Ji Ae dan Jimin tadi lalu mengubah posisi tidurnya menjadi duduk di atas ranjang, entah apa yang ada dalam pikirannya sekarang yang jelas yeoja itu mulai menangis tanpa suara.

Yeoja yang ternyata adalah Eun Soo lalu menoleh kebelakang memastikan eommanya tidak terbangun mendengar tangisannya.

####

^Prison...

(AUTHOR POV)

"kenapa kamu melakukannya?"

"jawab!" lanjut Hye Sun kali ini dengan suara yang cukup keras.

"hh…. Itu tidak setimpal dari apa yang pernah kamu perbuat terhadapku" jawab bos penculik dengan tatapan tajam.

"mwo?" kata Hye Sun bingung.

"nde, itu tidak setimpal dari apa yang telah kamu perbuat" kata bos penculik mengulangi perkataannya.

"lihat wajahku dengan jelas, apa kamu tidak mengingat apapun?" lanjutnya dengan tatapan tajam mengarah tepat pada sudut pandang Hye Sun.

"aku tidak ingat, dengan wajah licikmu itu!"

"hhh… Bahkan kamu tidak ingat, berapa banyak orang yang telah kamu buat menderita?" kata bos penculik terkesan sinis.

"mwoya?" Tanya Hye Sun dengan keheranannya.

"10 tahun yang lalu, saat aku bangkrut karena kamu berhasil mengambil alih perusahaanku, dan karenamu aku kehilangan putri kesayanganku yang saat itu sedang sakit parah, apakah kamu masih tidak ingat? Seharusnya aku langsung membunuh putri kesayanganmu itu dengan cara yang pelan dan menyakitkan, tapi sayang dia terlalu beruntung untuk tetap hidup" jawab bos penculik, suaranya terdengar seperti menahan sesuatu, kemarahan dan kesedihan terlihat jelas pada kedua matanya saat ini.

"Neo!" kata Hye Sun menahan emosi dan amarah yang memaksa ingin keluar dalam dirinya.

"aku tidak tau tentang putrimu yang sakit keras, dan perlu kamu tau aku mengambil alih perusahaan itu dengan cara yang benar. Dan sekarang akan kupastikan, kau mendekam di sel yang dingin ini dalam waktu yang lama" kata Hye Sun berusaha tenang namun penuh penekanan pada setiap kata-kata yang ia lontarkan, kemudian beranjak pergi.

"omong kosong" kata bos penculik itu dengan smirknya, suaranya pelan namun penuh penekanan, keputusasaan terlihat jelas pada kedua matanya, kedua tangannya mengepal seperti memegang sesuatu dengan sangat erat. Dan ia pun tersenyum miris dengan tatapan yang entah menuju kemana, sesaat setelah Hye Sun pergi.

####

^Hospital...

(AUTHOR POV)

Beberapa hari setelah dirawat Ji Ae dan Eun Soo akhirnya dapat merasakan udara bebas.

Ji Ae pulang dengan seorang supir, sedangkan Eun Soo dijemput oleh eommanya dan pulang lebih dulu berbeda 1 hari dari Ji Ae.

^Home...

Ji Ae kembali seperti biasa dengan ekspresi datarnya namun keadaannya masih sedikit lemah. Bedanya sejak kejadian pada malam itu, saat ia mengakhiri hubungannya dengan Jimin, Jimin tidak pernah menjenguk atau pun menelponnya kembali dan mereka telah benar-benar berpisah.

Ji Ae melangkah perlahan memasuki rumah, dengan langkahnya itu ia akan memulai seperti dulu lagi. Saat-saat dimana hanya ada rasa kesepian, saat-saat tanpa senyuman dan saat-saat dimana tidak ada lagi Jimin disampingnya, yang dapat dikatakan sebagai pelindung dan tempat ia menuangkan kesedihannya dan tentu saja seseorang yang ia sangat cintai.

Perlahan namun pasti ia mulai membuka pintu rumahnya, tidak ada semangat pada wajahnya atau pun dalam dirinya.

Namun..."Saenggil Chukka Hamnida!" kata semua orang yang berada di dalam rumah dengan suara yang keras.

Ji Ae seketika terpaku dan terdiam, terlihatlah sekarang ekpresi kebingungnya.

Ji Ae lalu menatap kearah Eun Soo dan kemudian menatap eommanya yang membawa sebuah kue ulangtahun dengan lilin berangka 21, sebuah api membakar setiap sumbu pada bagian atas angka tersebut.

"tiuplah... and don't forget for make all wish" kata Hye Sun yang sekarang telah berdiri dihadapan Ji Ae.

Ji Ae pun meniup lilin, namun ia tidak meminta permohonan apapun, karena apa yang diinginkannya sekarang telah terwujud. Ji Ae lalu menatap bingung eommanya yang sekarang telah berdiri dihadapannya.

"eomma tidak akan meminta maaf, dan jangan paksa eomma untuk minta maaf" kata Hye Sun berjalan perlahan mendekati Ji Ae.

"Tapi, tidak seharusnya eomma membencimu. eomma telah salah dalam beranggapan. Eun Soo telah menceritakan semuanya" lanjut eommanya itu, lalu memeluk Ji Ae dengan semua kasih sayang yang belum pernah ia tuangkan kepada Ji Ae sejak kecil.

Ji Ae pun terdiam, krystal-krystal bening terlihat telah memenuhi sepasang matanya saat ini, entah telah berapa kali ini terulang, yang jelas saat ini krystal-krystal bening itu sangat berarti, karena melukiskan perasaan kasih sayang dan kebahagiaan yang akhirnya dapat ia rasakan.

Ji Ae tidak pernah menyangka akan mendapatkan senyuman serta pelukan dari seorang wanita yang telah menjadi eommanya sejak kecil. Atas harapannya yang telah menjadi kenyataan, Ji Ae akhirnya tidak dapat membendung air matanya yang cukup lama tertahan, ia akhirnya dapat menangis dalam pelukan hangat eommanya.

Disisi lain, Eun Soo hanya dapat tersenyum melihat kebahagian yang akhirnya di dapatkan oleh eonninya.

Tak cukup sampai disitu, sebuah suara dengan sangat lembut masuk kedalam indra pendengaran Ji Ae, suara yang tidak terdengar asing lagi baginya. Hye Sun yang mengerti akan keadaan, ia pun mulai mundur, kembali bergabung bersama Eun Soo dan lainnya.

"Saenggil chukka hamnida, saenggil chukka hamnida, saranghaneun Yeon Ji Ae, Saenggil chukka hamnida" nyanyian indah itu mengiringi langkah kaki seseorang di belakang Ji Ae yang terdengar secara perlahan mendekatinya.

Ji Ae spontan membalikkan badannya dan namja itu langsung memeluk Ji Ae.

"I will always be with you and make you happy, so please don't ever tell me to go again" kata namja itu.

"Jimin" kata Ji Ae pelan nyaris tidak terdengar.

Eun Soo yang melihat itu mencoba untuk tersenyum dan ikut bahagia walaupun sangat menyakitkan baginya.

Ji Ae masih tidak percaya bahwa Jimin yang saat ini sangat dekat dengannya, disini, dihadapannya, memeluknya dengan sangat hangat. Rasanya ingin sekali ia dapat menghentikan waktu, sebentar saja, hanya untuk melepas semua kerinduan yang ia rasakan. Namun pikirannya berusaha keras untuk menolak apa yang diinginkan oleh perasaannya.

Ji Ae pun melepas pelukan itu, memberikan jarak lagi diantara mereka. Ji Ae lalu menoleh menatap Eun Soo. Sedikit bingung Eun Soo lalu berkata.

"kalian jahat!" jawab Eun Soo dengan tatapan tajamnya.

"semoga kalian bahagia" lanjut Eun Soo tersenyum kecil.

Jimin lalu memberikan hadiah ulang tahun yang sedari tadi telah berada ditangannya kepada Ji Ae.

"bukalah" kata Jimin dengan tatapan penuh harapan.

Ji Ae melaksanakan apa yang diperintahkan Jimin, membuka kado yang diberikan secara perlahan.

"ice cream chocolate?" kata Ji Ae sesaat setelah membuka kado yang diberikan.

Jimin lalu mengambil ice cream itu dan membukanya.

"will you marry me?" kata Jimin sambil menyodorkan ice cream tersebut dihadapan Ji Ae, tepatnya dekat bibir Ji Ae.

"ya! tidak adakah yang lebih mahal dari ini eoh?" kata Ji Ae menatap Jimin dengan tatapan tajamnya.

"nde, aku mau" lanjut Ji Ae tersenyum kecil, terlihat jelas semburat merah pada pipi Ji Ae, yang sekarang membuatnya terlihat seperti kepiting rebus.

Setelah memakan ice cream dengan beberapa jilatan. Ji Ae lalu menatap Jimin dihadapannya.

"itu.." Jimin seketika menunjuk kearah sudut bibir Ji Ae yang masih terdapat ice cream.

Spontan tangan Ji Ae langsung mengarah ke bibirnya, berniat membersihkan sisa ice cream itu. Namun, Jimin langsung menahan tangan Ji Ae.

"biarkan aku yang membersihkannya" kata Jimin tersenyum kecil dan ia pun langsung mencium bibir Ji Ae dengan perlahan dan lembut sembari membersihkan ice cream pada bibir Ji Ae dalam ciuman itu.

Sedangkan yang dicium hanya dapat terpaku pada posisinya karena tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini.

Disisi lain, orang-orang terutama Eun Soo dan Hye Sun yang sedari tadi masih berada pada tempat mereka berdiri, hanya dapat terpaku dan kaget dengan adegan live yang mereka saksikan. Bahkan beberapa asisten rumah tangga terlihat sedang berusaha menelan saliva nya walaupun terkesan sulit.

"ekhmm... ohh.. hari ini sungguh panas" kata Hye Sun sembari mengipas-ngipas wajahnya yang sebenarnya tidak panas dengan salah satu tangannya.

"bi, sudah ku bilang untuk mematikan lampu pada siang hari" lanjut Hye Sun dengan suara yang keras kepada asisten rumah tangganya sembari berlalu pergi dari tempat itu.

Jimin dan Ji Ae yang mendegar itu pun spontan menghentikan aktivitas mereka, dan melihat kearah orang-orang yang sekarang sedang melihat mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.

"aah.. sepertinya aku harus memasak" kata salah satu asisten rumah tangga yang sedari tadi juga telah menyaksikan adegan dihadapannya sembari berlalu pergi ke dapur yang kemudian diikuti asisten rumah tangga yang lainnya dengan arah yang berbeda-beda.

"ya! Kalian sungguh menganggap dunia hanya milik kalian eoh?" kata Eun Soo dengan kesal yang tak lepas dari tatapan tajamnya dan kemudian berlalu pergi menyusul eommanya yang telah terlebih dahalu pergi.

"kau sengaja melakukannya kan?" kata Ji Ae menatap tajam namja dihadapannya.

"nde, sekarang aku tau bagaimana manisnya bibir kamu" kata Jimin dengan tersenyum kecil yang terkesan nakal.

Semburat merah pada pipi Ji Ae pun semakin terlihat jelas.

"ya!" kata Ji Ae dengan suara keras.

Melihat wajah kekasihnya yang saat ini seperti kepiting rebus karena perkataan yang ia lontarkan. Jimin pun seketika melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Ji Ae, memperpendek jarak di antara mereka, lalu mendekatkan bibirnya kembali untuk menjadi satu dengan bibir kekasihnya dan mereka pun mulai berciuman kembali. Karena tidak ada perasaan nafsu dalam perasaan mereka, yang ada hanya perasaan cinta dan juga kebahagiaan yang otomatis membuat ciuman itu terasa sangat lembut. Ji Ae lalu membalas ciuman itu, sehingga ciuman mereka saat ini menjadi semakin dalam.

(JI AE POV)

Apakah waktu dapat dihentikan? Aku berharap ini adalah akhir dari semuanya. Aku berharap tidak ada lagi penantian akan kasih sayang dan kebahagiaan. Setelah semua yang aku lalui, sekarang aku percaya masih ada matahari yang menerangi kegelapan, kegelapan yang dingin dan menyesakkan kini terasa hangat dan terang. And I trust Sunshine will never leave my story.

***END***


Ahh... akhirnya selesai juga buat FF ini. Lama? Maklum author masih amatiran.

Oh.. iya for next FF, author akan buat dengan couple VGA-KOOKGA. Title? Secret ;)

Don't forget for review, ok.

SEE U NEXT TIME GUYS~