Chapter 8
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Summary : Naruto putra hokage yang terabaikan, lelah mencari perhatian keluarga kandungnya. Mencari kekuatan sebagai pembuktian keberadaannya. Belajar dari rasa sakit, kesendirian, diabaikan, mencari sosok yang mau menerima apa adanya. Mampukah dia menjadi sang penyelamat, atau terlahir sebagai sang penghancur.
Genre : Adventure, Romance, Drama, humor, Dll.
Warning :Typo, Gaje, Abal-abal, ide pasaran, OOC, OC, Alur acak-acakan,Adult Theme, Newbie, Penuh kekurangan. AliveMinaKushiDll
UzumakiIchie : Masuku No Uragawa
Rate : M
Pair : (Naruto x Hinata x ...)
#Kalau dirasa jelek, silahkan tekan tombol back (Don't Like Don't Read)
Chapter Sebelumnya...
Setelah Naruto sampai di depan Mansion Hyuuga, Naruto langsung melangkah masuk dengan Hinata digendongannya.
"Permisi.. Permisi.."
"Kenapa dengan Hinata-chan Naruto-kun ?" tanya Izumi, ibu Hinata.
"Hinata-chan tidak apa-apa Baa-san, hanya kelelahan setelah tes kenaikan tingkat" jawab Naruto.
"Syukurlah, tolong sekalian bawa Hinata-chan ke kamarnya ya Naruto-kun" balas Izumi.
"Ha'i Baa-san"
Setelah Naruto mengantar Hinata ke kamarnya, ia kembali ke ruang tamu karena dipanggil oleh ibunya Hinata, Hyuuga Izumi.
"Mari duduk dulu Naruto-kun, silahkan diminum teh nya"
"Ha'i Baa-san" jawab Naruto sambil meminum teh dingin buatan Izumi.
"Ne Naruto-kun, Baa-san ingin kau dan Hinata cepat menikah"
"Uhhuk Uhhuk"
"Maaf Baa-san, bisa kau ulangi lagi ? sepertinya aku salah dengar" jawab Naruto.
"Hehhmm, Baa-san ingin kau dan Hinata cepat Me-ni-kah Naruto-kun" jawab Izumi dengan senyum diwajahnya.
"Apa maksudmu Baa-san ?" tanya Naruto memastikan.
"Baa-san tau kau dan Hinata sudah berpacaran beberapa hari yang lalu, karena Hinata sendiri yang bercerita. Kau tau Naruto-kun, ia sampai menjerit kegirangan saat sudah berpacaran denganmu" cerita Izumi panjang lebar.
'Ohh Kami-sama' batin Naruto merasa senang, bingung, shok bersamaan.
"Baa-san menyuruhmu segera menikah karena Baa-san ingin segera menimang cucu Naruto-kun!" lanjut Izumi.
'Ohh apalagi ini Kami-sama'
Sibuk dengan lamunannya Naruto tak memperhatikan Izumi yang mengoceh sendiri.
Naruto Pov
'Menikah ?' Umurku 19 tahun, apa sudah matang ya dengan aku yang 19 tahun dan Hinata-chan yang masih 18 tahun.
Memikirkan pernikahan ini membuatku pusing, Bagaimana caranya aku memberi tahu Arashii jiji ?
Apalagi...
Sara...
Haruskah aku melupakan perasaan ini. Salah memang mencintai 2 wanita, tapi apa yang harus aku lakukan ?
Apalagi Nao-chan sepertinya juga menyukai ku, apasih yang mereka lihat dariku..
Kepalaku pening memikirkan permintaan Izumi Baa-san. 2 gadis yang ku cintai, dan 1 gadis yang mencintaiku...
"To-kun.."
"Ruto-kun.."
"Naruto-kun.."
"Bagaimana Naruto-kun ?"
Naruto Pov End
"Naruto-kun.."
"Bagaimana Naruto-kun ?"
"Ha'i Baa-san ?!" tanya Naruto.
"Huwaaaa, Terimakasih Naruto-kun. Pernikahan akan dilakukan secepatnya yaa" jawab Izumi dengan hati bahagia sambil memeluk Naruto yang sebentar lagi akan jadi menantunya.
'Aree?' pikir Naruto.
Otak Naruto masih tak mampu bekerja dengan normal, Menghela nafas Naruto pamit untuk pulang sembari menenangkan hati dan pikirannya.
Mungkin setelah berita ini tersebar Naruto akan lebih pusing dari pada orang yang terkena vertigo stadium akhir.
Melangkahkan kaki menuju apartemennya, Naruto berjalan dengan sempoyongan.
Cekleek
"Tadaima.."
"Okaerinasai Naru-kun/ Naruto-kun/ Naruto"
Naruto mendengar 3 suara yang membalas salamnya. Merasa kebingungan, Naruto mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Kini ia melihat 3 sosok yang sangat ia kenal, 2 diantaranya tersenyum manis...
'Deg' 'Deg'
"Sara-chan..."
"Nao-chan..."
Chapter 8 : First Mission & Another Problem
Pagi ini disalah satu apartemen kecil di desa Konoha, terlihat di dapur 2 gadis sedang memasak sambil tersenyum sesekali bersenandung ria. Tak jauh dari dapur terlihat pria dengan Surai merah panjang sedang duduk bersila, dengan tangan diatas paha. Uzumaki Arashii, pria yang sudah memiliki usia lebih dari setengah abad ini tengah melakukan meditasi rutin setiap paginya.
Meditasi itu dilakukan untuk mengambil beberapa cakra alam, kemudian cakra alam itu akan dimurnikan agar cakra alam yang bersifat negatif tidak meracuni pikirannya.
Ketiga orang itu sedang sibuk dengan urusannya masing-masing, begitu pula dengan tokoh utama kita saat ini. Naruto sedang duduk termenung memikirkan hal-hal Merepotkan yang baru ia alami kemarin. Hyuuga Izumi, ibu dari Hyuuga Hinata itu meminta agar Naruto segera meresmikan hubungannya dengan Hinata dengan sebuah pernikahan.
Naruto Pov
'Berpikir positif. Jika memang mereka ingin menikahkan aku dan Hinata, tak masalah. Tapi Siapa yang akan menjadi wali dari pengantin laki-laki ?' batinku dengan pemikiran yang positif.
'Keluarga Namikaze ? Cih, kenapa aku memikirkan mereka ?' batinku kesal.
Tak mungkin untukku kembali meminta sesuatu hal serumit itu kepada mereka. Lagipula aku masih merasa belum mampu memaafkan mereka. Memandang wajahnya saja sudah membuatku merasakan sakit yang sama saat aku masih kecil dulu.
'Kami-sama, bantulah hambamu ini' pikirku.
Apalagi saat ini Sara dan Naomi berada di Konoha, pasti mereka akan terkejut dan curiga padaku. Apalagi Arashii jiji, Haaaaaahhh lebih baik melawan Akatsuki daripada berpikir mencari jalan keluar masalah serumit ini.
"Oh iya aku lupa, hari ini tim 11 akan melihat hasil dari tes kemarin" gumamku baru mengingat mengenai pesan Sandaime jiji kemarin.
"Haaaahh, saatnya bersiap-siap. Mungkin nanti akan ada jalan keluarnya"
Naruto Pov End
Dilihatnya jam yang sekarang menunjukkan pukul 06.45, kemudian Naruto bersiap mandi untuk segera ke kantor Hokage.
20 menit Naruto habiskan untuk mandi dan bersiap memakai semua atributnya. Hitae-ate diikatkan di kening, kaos hitam dengan lambang Uzumaki kecil di dada, celana Shinobi ketat berwarna hitam, dan sarung tangan hitam pemberian Kakashi.
Melangkahkan kakinya keluar kamar, Naruto samar-samar mencium aroma masakan di hidungnya. Terlihat Sara dan Naomi yang memasak sambil bercanda, terlihat bahagia. Naruto tersenyum melihat keduanya, apalagi Sara. Gadis itu mampu membuat hati seorang Uzumaki Naruto berdesir hanya dengan melihat senyumnya. Namun tiba-tiba senyum Naruto menjadi masam, mengingat kejadian kemarin di Mansion Hyuuga.
Membuang jauh-jauh rasa bersalahnya, Naruto kemudian menyapa 2 gadis cantik yang sedang asyik memasak. "Ohayou~ Sara-chan, Nao-chan!" seru Naruto dengan senyum diwajahnya.
"E-eh.. Ohayou Naru-kun/ Naruto-kun" balas Sara dan Naomi juga tersenyum.
"Ayo Naru-kun kita sarapan bersama, tolong bawakan mangkuk sup itu Naru-kun" lanjut Sara sambil menyiapkan makanan di meja makan.
"Dan tolong panggilkan Arashii jiji didepan Naruto-kun" kali ini Naomi yang berbicara.
"Ha'i Sara-sama, Nao-sama!" jawab Naruto dengan nada seperti butler.
Setelah makanan sudah di meja makan, Naruto berjalan ke depan untuk memanggil Arashii. Namun saat melihat Arashii yang seperti sedang bermeditasi, seringai jahil Naruto muncul diwajahnya.
'Khukhukhuu, sepertinya seru' batin Naruto jahil.
Mengendap-endap mendekati Arashii, Naruto berniat mengagetkan kakeknya yang sedang bermeditasi itu. 2 langkah sebelum mengagetkan kakeknya Naruto harus kecewa karena..
"Apa yang kau lakukan cucu kurang ajar!" desis Arashii dengan mata tertutup.
"Kheeh, kau lupa aku sedang apa ? buang semua niat jahilmu itu!" lanjut Arashii.
Naruto kembali merutuki kebodohannya saat mengingat Arashii yang mampu menajamkan sensornya saat mode Senjutsu.
"Ha'i Ha'i Ero jiji, aku kesini memberi tahukan sarapan sudah siap Uzukage-sama" balas Naruto memutar bola matanya malas.
"Hahaha, begitu lebih baik, akhirnya kau bisa menghormati Kakek tampanmu ini" jawab Arashii narsis.
"Huweeek, siapa yang kau bilang tampan Ero kage ? wajah mesum yang kau banggakan itu bisa membuat anak kecil menangis" balas Naruto kali ini dengan nada jijik.
Akhirnya setelah perdebatan kecil itu, mereka melangkah ke dapur untuk sarapan bersama. Naruto kembali melihat wajah Sara dan Naomi yang tersenyum padanya, senyum itu kembali mengingatkan akan kejadian kemarin di Mansion Hyuuga.
Setelah sarapan Naruto kembali terdiam sampai suara Arashii menginterupsi.
"Apa yang kau pikirkan Naruto ?" tanya Arashii
"Tidak ada jiji" jawab Naruto
"Kau tak pandai berbohong Naru-kun" sanggah Sara.
"Hanya saja aku bingung dengan apa yang aku alami kemarin" jawab Naruto menundukkan kepalanya. 'Mungkin mengatakan sebenarnya bisa menenangkan pikiran' pikir Naruto
"Memangnya apa yang kau alami kemarin Naruto-kun ?" tanya Naomi penasaran.
Arashii dan Sara hanya memperhatikan Naruto dengan seksama, tak mau menyela pembicaraan Naruto. Dapat dilihat Naruto tengah menghela nafas berat, Saat ini ia sudah memutuskan untuk mengatakan semua pada semua yang berada di meja makan ini.
"Aku akan menikah"
'Jeggeerr!'
Mata Sara dan Naomi melebar setelah mendengar pernyataan Naruto.
"A-apa ma-maksudmu Na-naruto-kun?"
"Ka-kau be-bercanda kan Ha-hahaha ti-tidak lucu Naru-kun ?"
pertanyaan itu terlontar dari mulut Naomi dan Sara. Sedangkan Arashii hanya menatap Naruto dalam diam, ia tahu Naruto belum menjelaskan semuanya.
"Aku disuruh untuk segera menikah dengan salah satu Putri klan Hyuuga, Hyuuga Hinata"
"Aku sudah berteman sejak kecil dengannya, tanpa ku rasa aku mulai menyukainya. Begitu pula Hinata, ternyata dia memendam perasaannya bertahun-tahun untuk menunggu ku membuka hati" jawab Naruto dengan ekspresi sulit diartikan. Tanpa sepatah kata terlontar, Sara dan Naomi berlari kearah kamar mereka selama menginap di apartemen Naruto.
"Apa kau sadar yang telah kau ucapkan telah menyakiti mereka berdua" ucap Arashii tanpa melihat Naruto.
"Apa kau tahu mereka berdua menyuka- bukan, tapi mencintaimu Naruto ?" tanya Arashii yang kini bisa melihat ekspresi terkejut dari cucunya ini.
"Ja-jangan bercanda jiji!" ucap Naruto.
"Aku tak bercanda Naruto... Namun aku juga tau bahwa kau menyukai Sara, terlihat dari cara pandang saat kau melihatnya" balas Arashii dengan nada menyesal.
"Apa yang harus aku lakukan jiji ?" tanya Naruto menundukkan kepalanya. Saat ini ia sedang bergelut dengan pemikirannya tentang Hinata, Sara, dan Naomi.
"Aku tak berhak mencampuri masalah ini, masalah ini terlalu rumit. Tenangkanlah mereka, katakan semuanya. Jangan kau simpan rahasia ini terlalu lama" balas Arashii mulai beranjak dari kursinya.
Naruto Pov
'Siaal, Siaaaaallll!'
Kenapa ini semakin rumit, 'Sara-chan, Nao-chan, Maafkan aku yang tak mengerti perasaan kalian'. Aku sungguh bodoh, 'Kami-sama apa yang harus aku lakukan?'
Aku memang menyukai Hinata, tapi aku juga menyukai Sara, dan kini Naomi juga mencintaiku. Lengkap sudah masalah ini, Pasti aku akan dibunuh Nagato Jii-san dan Yahiko-nii karena menyakiti perasaan anaknya.
'Oh kepalaku pusing, ingin rasanya aku menikahi mereka semua'
'Haaah, apa yang kupikirkan! mana mungkin mereka mau memiliki suami yang banyak istri' "Hadduuh, pikiranku melayang kemana-mana" gumamku lesu.
'Aku harus menemui mereka menjelaskan semuanya'
Tok Tok Tok!
Krieeet...
"Sara-chan, Nao-chan!"
"Hiks.. Hiks.."
'Oh Kami-sama, betapa jahatnya aku'
Aku melihat Sara dan Naomi yang menangis membelakangiku, aku mulai mendekati mereka perlahan.
"Sara-chan, Nao-chan!" panggilku agak nyaring.
"Ha-haah ?!"
"A-ada apa Naruto-kun ?" jawab Naomi yang masih tak mau melihat kearahnya.
"Maafkan aku yang tak menyadari perasaan kalian"
Aku melihat mereka terkejut, aku tersenyum melihat ekspresi mereka. Perlahan aku berlutut didepan mereka, menggenggam tangan mereka.
"Apa yang harus aku lakukan untuk membuat kalian memaafkan ku dan kembali tersenyum. Apapun akan aku lakukan" ucapku
Naruto Pov End
"Apa yang harus aku lakukan untuk membuat kalian memaafkan ku dan kembali tersenyum. Apapun akan aku lakukan" ucap Naruto tanpa tahu apa yang ia lakukan dapat menimbulkan satu masalah lainnya.
"Ap-apapun ?" tanya Sara.
"Y-yaa ap-apapun" jawab Naruto merasa tak nyaman.
Sejenak Sara dan Naomi saling memandang, tersenyum aneh, dan menghapus air matanya.
Grebb
Mereka memeluk Naruto dari samping kanan dan kiri. Lalu mereka membisikkan 3 kata yang membuat Naruto terbelalak.
"Nikahi kami juga" bisik Sara dan Naomi ditelinga Naruto.
'Oh Siaal!' batin Naruto kembali merutuki kata-katanya tadi.
Poor Naruto ^_^
Time Skip, Siang hari di kantor Hokage.
Kini dikantor Hokage telah berkumpul 8 orang, namun 3 orang yang berkumpul diruang Hokage itu terlihat masih muda. Terlihat Yondaime, Sandaime, Danzo, Kakashi, dan Anko tengah memperhatikan 3 orang yang ada di depan mereka.
Kini tim 11 dan semua orang yang berkumpul di ruang Hokage tengah mengamati hasil dari tes kemarin yang dibacakan oleh Kakashi.
"Oke untuk tes kenaikan tingkat yang dilakukan tim 11 kemarin, saya akan menjelaskan beberapa hasilnya" ucap Kakashi menjeda kalimatnya.
"Otsutsuki Hikari, memiliki Elemen Suiton, dan Katon. Untuk penilaian yang pertama Taijutsu : B, Ninjutsu: A, Genjutsu : C, Inteligent : A" Kakashi Mengambil nafas, kemudian melanjutkan.
"Hyuuga Hinata, tidak menggunakan perubahan elemen. Penilaian Taijutsu : A, Ninjutsu : C, Genjutsu : B, Inteligent : A"
"Uzumaki Naruto, memiliki elemen Fuuton, Raiton, Doton, dan Katon. Penilaian Taijutsu : A, Ninjutsu : S, Genjutsu : A, Inteligent : A"
"Jadi untuk kepastiannya silahkan Yondaime-sama memberikan hasil keputusan untuk tim 11" Ucap Kakashi mengakhiri penjelasannya.
"Baiklah kita semua sudah mendengarkan beberapa kemampuan yang dimiliki oleh ketiga anggota tim 11"
"Dengan ini Otsutsuki Hikari, Hyuuga Hinata, dan Uzumaki Naruto kalian aku angkat menjadi Jounin. Tapi.."
Tepuk tangan dari beberapa orang terhenti karena pernyataan Yondaime yang seperti belum menyelesaikan ucapannya.
"Kalian bertiga akan ditempatkan dalam satu tim khusus, mengingat kemampuan kalian yang diatas rata-rata angkatan kalian"
"Dengan ini saya selalu Hokage akan menempatkan kalian di tim Anzen, dimana akan diketuai oleh Hatake Kakashi, dan wakil Mitarashi Anko"
"Tim ini nantinya akan menjadi tangan kanan Hokage. Tim ini hanya menerima misi dari Hokage dan Sandaime-sama selaku penasehat Hokage. Apa kalian memiliki pertanyaan ?" penjelasan panjang lebar Minato tentang tim khusus yang diberi kode Anzen.
Setelah diperbolehkan bertanya, Anko, dan Naruto mengangkat tangan untuk bertanya.
"Silahkan Naruto" balas Minato.
"Apa disetiap misi tim Anzen ini bersifat rahasia Hokage-sama ?" tanya Naruto.
Minato mengangguk sekali kemudian mulai menjelaskan "Kalian di dalam tim khusus Anzen ini bersifat rahasia, dan keberadaan tim Anzen ini hanya diketahui orang-orang yang berada disini" ucap Minato.
Naruto yang mendengarkan penjelasan Minato hanya mengangguk, Kemudian Minato beralih kepada Anko "Apa yang ingin kau tanyakan Anko ?"
"Dengan adanya tum khusus ini, apakah kami juga diberikan wewenang khusus mengingat tim Anzen ini adalah tangan kanan Hokage ?" tanya Anko.
"Mengenai itu, nanti akan disampaikan oleh ketua kalian Hatake Kakashi. Tim ini juga akan menjalani latihan di markas Anbu Konoha dibawah bimbingan Kakashi dan ketua anbu saat ini. Setelah pelatihan selesai, Kalian akan mendapat markas yang tempatnya akan dirahasiakan, dan hanya Hokage dan Sandaime-sama yang mengetahui letak markas tersebut" balas Minato sambil tersenyum.
"Apa kalian mengerti ?"
"Ha'i Hokage-sama!" jawab tim Anzen kompak.
Hal ini sudah direncanakan oleh Minato dan Hiruzen, mereka tak ingin Shinobi berbakat seperti Naruto, Hinata, dan Hikari menjadi alat yang tak memiliki emosi, seperti Anbu Ne dibawah kendali Danzo. Kepala anbu Ne yang tak lain adalah Shimura Danzo hanya diam sambil mengepalkan tangannya. 'Kemampuan tim 11 ini pasti akan menjadi alat yang sempurna dengan tambahan pengguna Sharinggan di kelompoknya, andai mereka masuk Anbu Ne. Sialan Kau Hiruzen, Minato!' batin Danzo melihat upaya nya semakin sulit untuk mendapatkan tim 11.
"Kalau begitu, Kakashi kau bawa anggota mu untuk ke markas Anbu. Perkenalan mereka kepada kesatuan anbu untuk berlatih sementara. Jangan katakan apapun tentang tim Anzen, Laksanakan!" ucap Minato memberi instruksi.
"Ha'i Hokage-sama!"
Dengan itu tim Anzen keluar dari ruang Hokage dan menyisakan Danzo, Hiruzen, dan Minato.
"Karena sudah selesai, aku akan kembali Hiruzen, Minato" ucap Danzo menahan kekesalannya.
Tanpa menunggu jawaban Minato dan Hiruzen, Danzo hilang meninggalkan kepulan asap. Untuk sejenak suasana menjadi hening, namun Hiruzen membuka suara.
"Dengan begini, Danzo tak akan berani menyentuh tim 11. Kau lihat sendiri bagaimana dia menahan kekesalannya tadi" ujar Sandaime yang terkekeh melihat Danzo yang kesal gagal mendapatkan tim 11.
Saat ini Naruto bersama tim Anzen sedang berada di markas Anbu memberi tahukan bahwa tim khusus ini akan melakukan pelatihan di markas Anbu untuk sementara. Setelah keperluan di markas Anbu, Kakashi memerintahkan anggotanya untuk pulang terlebih dahulu, sehingga keempat anggota tim Anzen berakhir di kedai Yakiniku.
"Hoii Emo-kun, kau memiliki hubungan apa dengan Hinata ?" tanya Anko yang penasaran karena dari tadi Hinata terus memeluk lengan kiri Naruto.
"Kita ini berpacaran Anko Sensei!" jawab Hinata riang.
Sedangkan Anko yang mendengar ucapan Hinata menyeringai jahil. Kemudian Anko ikut memeluk lengan kanan Naruto, menggesekkan lengan Naruto ke belahan dada nya yang ukurannya diatas rata-rata.
"Ne Emo-kun~" panggil Anko sensual dengan menjilati bibirnya.
"Y-yaa se-sensei ?" jawab Naruto merinding.
"Kenapa kau tak bilang padaku kau sudah jadian dengan Hinata Hehmm~"
"A-ano u-untuk a-apaa memangnya se-sensei ?"
"Apa kau tak puas denganku, hingga kau berpacaran dengan Hinata" jawab Anko sambil menyeringai. Sedangkan Hikari yang mendengarkan kata-kata erotis Anko mencoba berpositif thinking.
"Kita bisa melakukan 'itu' sepuasnya di apartemenku Emo-kun Hehmm~ ?"
Naruto yang diserang kata-kata erotis makin memerah wajahnya. Hinata yang mendengar semua ucapan Anko menarik Naruto agar menjauh dari Anko.
"Ahhhhh.." desah Anko saat lengan kanan Naruto yang ia peluk ditarik Hinata. Gesekan lengan Naruto dan dada Anko membuat Anko mendesah manja.
"Emo-kun No ecchi!" ucap Anko sambil mengedipkan sebelah mata kepada Naruto.
Hikari yang juga menyukai Naruto hanya diam menahan rasa kecewanya. Hikari memang menyukai Naruto, tapi kini Naruto sudah dimiliki oleh Hinata. Sebagai sahabat yang baik Hikari akan berusaha merelakan Naruto bersama Hinata, 'Apa aku bisa melupakanmu Naruto-kun' batin Hikari tak mau melihat wajah Naruto.
Namun ekspresi sedihnya diketahui oleh Hinata yang berjalan dibelakangnya. Hinata mengerti bagaimana perasaan Hikari, tapi bagaimana mungkin ia akan berbagi Naruto nya untuk perempuan lain. 'Nanti aku akan bicara dengan Naruto-kun' batin Hinata.
Kita tinggalkan romansa cinta segitiga Naruhinahika. Entah apa yang terjadi selanjutnya hanya Author dan Tuhan yang tau Khukhukhukhu *Evil Smile*
Time Skip, Keesokan Harinya
Di siang hari yang agak panas ini, terlihat seorang anak perempuan bersurai merah darah tengah memeluk foto seorang pemuda berumur sekitar 19 tahun yang sedang menggendongnya.
Uzumaki Naruko, tengah memeluk foto kakaknya Uzumaki Naruto yang sedang tersenyum menggendong dirinya.
"Kaa-chan... Kaa-chan Luko kangen Naluto Nii-chan!"
"Sabar Ruko-chan, mungkin Nii-chan mu sedang dalam misi" ucap Kushina mendekati Naruko yang memeluk foto Naruto.
"Kita ketempat Naluto Nii-chan yuk Kaa-chan!" ucap Naruko semangat.
"Tapi kalau Nii-chan mu tak ada bagaimana ?" tanya Kushina.
"Kita tunggu Naluto Nii-chan pulang Kaa-chan. Pokoknya Luko mau ketempat Naluto Nii-chan!" jawab Naruko menghentak-hentakkan kakinya kesal.
"Hihihi, kau ini Ruko-chan! Yasudah ganti baju dulu baru kita ke apartemen Nii-chan mu" balas Kushina yang juga ingin menemui anak sulungnya.
Awal-awal mengetahui kebenaran peristiwa Uzushiogakure, Kushina agak menutup diri dengan Konoha. Tapi ia kini sadar bahwa Minato tak mengerti apa-apa karena pada saat itu Minato juga masih kecil. Sandaime juga sudah melakukan upaya dengan misi penyelamatan yang dilakukan oleh Jiraya. Kini Kushina kembali pada pribadinya yang dulu, namun tidak untuk seseorang yang bernama Danzo. Ia yang mengetahui kebenarannya sungguh ingin memberi pelajaran kepada orang yang bernama Shimura Danzo itu.
Ia pernah beberapa kali bertemu dengan Danzo, seorang Shinobi yang loyal kepada Konoha. Melakukan berbagai cara untuk mempertahankan dan mengamankan Konoha. Tapi kesan positif Danzo hancur saat mengetahui dalangnya, sehingga Konoha tidak membantu saat Uzushiogakure mengalami invasi. Uzushiogakure yang dulunya menganggap Konoha adalah saudaranya, kini membuang jauh-jauh pemikiran itu.
"Chaan"
"Chaaaan"
"Kaa-chaaaaaaaan!"
"Heh ?!"
Lamunan Kushina berakhir saat mendengar teriakan dari anak bungsunya, Uzumaki Naruko.
"Kenapa Kaa-chan melamun ?" ucap Naruko sambil mengembungkan pipinya.
"Maaf Ruko-chan, Ayoo kita berangkat!" ucap Kushina tersadar dari lamunannya.
"Yeeeyy! Kami datang Nii-chan!" ucap Naruko semangat sambil mengangkat tangan ke udara.
.
.
.
"Katon: Gouryuuka No Jutsu"
"Suiton: Suiryuudan No Jutsu"
"Katon: Dai Endan"
"Fuuton: Atsugai"
DUAAAARR!
BOOOM!
Terdengar beberapa ledakan di training ground tempatnya tim Anzen berlatih. Tempat latihan yang awalnya indah dengan banyak bunga-bunga, kini harus rela hancur karena sparing yang berlebihan antara Hatake Kakashi melawan ninja penuh kejutan Uzumaki Naruto.
"Kurasa kau berlebihan Naruto" teriak Kakashi.
"Heeh ?! Kenapa aku ? kan kau juga Kakashi Nii" jawab Naruto menanggapi.
"Yaree Yaree, kau yang menghancurkan training ground ini dengan jutsu gilamu itu" balas Kakashi malas.
Namun ucapan Kakashi tak digubris Naruto, karena saat ini Naruto tengah mempersiapkan jutsu Fuuton andalannya.
"Bersiaplah Kakashi Nii!"
"Fuuton: Rasenshuriken"
Wiiiiiiinggg!
Wussshhh!
Kakashi yang tak mau badannya hancur langsung merapal handseal.
"Doton: Doryuuheki"
BLAAAAAARRRR!
Jutsu Rasenshuriken Naruto dapat ditahan 2 dinding tanah Kakashi. Namun daya ledak Rasenshuriken yang dibuat kecil oleh Naruto mampu mementalkan Kakashi sejauh 15 meter.
"Ugghh.. Jutsu yang mengerikan" gumam Kakashi. Walaupun jutsu yang Naruto buat lebih kecil dari biasanya, tapi efeknya seperti sama saja dilihat dari hancurnya.
"Gomenasai Kakashi Nii, aku terlalu bersemangat. Untuk itu hanya separuh dari yang biasanya" jawab Naruto menunduk
"Yaa yaa yaa, Kemajuanmu sungguh meningkatkan pesat Naruto" ucap Kakashi dengan Eyes Smile kepada murid yang sudah dianggap adiknya itu.
"Hehehe, kau tau Kakashi Nii, Aku 5 tahun ini bagai latihan di neraka" ucap Naruto sambil bergidik ngeri membayangkan lagi pelatihannya di Uzushio.
"Hahahaha, tapi kau mendapatkan hasilnya bukan ? Usaha takkan mengingkari hasil Naruto" balas Kakashi tersenyum dibalik maskernya.
"Hahaha, ya kau benar Kakashi Nii"
"Yasudah, kita kembali ke markas Anbu!"
Dengan ucapan terakhir Kakashi, mereka hilang meninggalkan kepulan asap.
Di apartemen Naruto kini 2 orang gadis tengah mendiskusikan beberapa rencana untuk mencegah pernikahan Naruto. Mereka adalah Sara dan Naomi, namun diskusi mereka terganggu karena mendengar ketukan pintu dari arah ruang tamu.
Tok Tok Tok!
"Sebentar"
Krieeet
'Deg'
'Rambut merah, apa dia seorang Uzumaki ?' batin oreng yang mengetuk pintu tadi.
Sedangkan Sara yang membuka pintu hanya menatap datar orang didepannya. Ia tau wanita didepannya ini adalah Ibu kandung Naruto aka Uzumaki Kushina.
"Maaf apa benar ini apartemen Uzumaki Naruto ?" tanya Kushina sopan dengan senyum diwajahnya.
"Ya benar, ada keperluan apa hingga istri seorang Hokage bertamu ke apartemen kecil ini ?" tanya Sara dengan nada datar, tanpa ada senyum diwajahnya.
Kushina menggigit bibir bawahnya saat mendengar ucapan yang terkesan dingin. Tapi ia tak mau terpancing emosi, ia sadar bahwa dirinya telah kehilangan tempat di hati putra sulungnya.
"Maaf saya hanya ingin menemui anak saya, dan mengantar anak bungsu saya yang ingin bertemu kakaknya" jawab Kushina santai.
Naruko yang belum mengerti apa-apa hanya terdiam Memandang ibunya dan seseorang yang bersurai merah sama seperti dirinya.
"Uhmm, lambut Nee-chan cama ceperti lambut Luko Hihihi" gumam Naruko yang terdengar oleh Sara.
"Sara-chan, siapa yang bertamu ?"
Terdengar suara berat khas seseorang yang sudah berumur dibelakang Sara. Kushina memperhatikan seksama penampilan orang itu, namun tiba-tiba matanya melebar saat melihat orang yang sangat ia kenal.
"Tou-san.." gumam Kushina.
"Waaaah Jii-chan lambutnya juga cama ceperti Luko Hihihi" ucap Naruko dengan nada ceria.
"Hmmm.. Namikaze Kushina" ucap orang tadi yang tak lain adalah Arashii.
Kushina Pov
"Hmmm.. Namikaze Kushina"
'Deg'
"Tou-san, benarkah itu kau Tou-san ?"
Aku benar-benar bahagia melihat ayahku yang aku kira telah tiada, berada di depanku saat ini. Jadi benar, Naruto sudah bertemu dengan Tou-san.
"Ada apa kau kemari Kushina-sama ?"
"A-apa ma-maksudmu Tou-san ?"
"I-ini aku Uzumaki Kushina, anakmu Tou-san"
Mataku tak mampu membendung air mata yang kini telah tumpah, mengalir di pipi. Kenapa ayahku bersikap seperti itu kepada anaknya sendiri. 'Naruto', Oh ternyata seperti ini sakitnya jika tak diakui oleh orang tua sendiri.
'Sekarang Kaa-chan tau perasaanmu nak, Maafkan Kaa-chan yang telah tega menyia-nyiakan dirimu'
"Maafkan aku Tou-san, a-aku.. Aku.."
"Ada perlu apa anda kemari Kushina-sama ?"
Ucapanku terpotong oleh pertanyaan Tou-san yang masih dengan nada datar.
"Kaa-chan, kenapa Kaa-chan menangis ? Luko nakal yaa ?" tanya Naruko yang bingung dengan sikap ku yang tiba-tiba menangis.
"Silahkan duduk dulu Kushina-sama"
Aku mendengar suara perempuan bersurai Indigo seperti Hinata yang mempersilakan aku untuk masuk dan duduk bersama Naruko.
'Oh Kami-sama, Apakah aku bisa menebus dosa ku kepada anak sulung ku ?' Aku benar-benar menyesal, Perasaan bersalah kembali muncul berkali-kali lipat saat ini.
Diacuhkan oleh orang tua mu sendiri, saat ini aku tengah merasakan sakitnya, perihnya ketika seorang anak tak diakui oleh orang tuanya.
"Baik, Terimakasih" jawabku masuk ke apartemen kecil Naruto.
Kushina Pov End
Kushina menatap takut-takut kearah ayahnya, Sedangkan Naruko terdiam sambil menatap binar seorang pria tua dan seorang perempuan seumuran Naruto yang memiliki warna rambut yang sama.
"Nee-chan, Lambut Nee-chan cama ceperti Luko" ucap Naruko memecah keheningan.
"Nama adik siapa ?" tanya Sara ramah kepada Naruko.
"Uhm Uzumaki Naluko" jawab Naruko.
Arashii menaikkan sebelah alisnya mengetahui bahwa cucu ketiganya memakai marga Uzumaki. Apalagi dari fisik terlihat jelas bahwa Naruko sangat mirip dengan Naruto.
"Kenapa kau memakai marga Uzumaki untuk anak perempuan mu ?" tanya Arashii dengan nada datar.
"Maafkan aku Tou-san, hanya saja aku ingin Ruko-chan menjadi penghubung untuk Naruto"
"Walaupun Naruto takkan memaafkan kami, tapi aku harap dia tidak akan membenci Ruko-chan" jawab Kushina menunduk, tak berani menatap Arashii.
Merasa pembicaraan semakin tak nyaman, Sara dan Naomi berinisiatif memberikan privasi kepada Kushina dan Arashii untuk berbicara 4 mata.
"Ne Ruko-chan, ikut Nee-chan yuk. Kita main di kamar Nii-chan mu" ajak Naomi sambil menggendong Naruko.
"Yeeeyy Naluto Nii-chan! Hihihi" ucap Naruko semangat.
Setelah kepergian Sara dan Naomi, Arashii kembali membuka suara.
"Aku sangat kecewa padamu Kushina. Kau buang kemana otakmu itu, Kau membuang, tak menganggap, dan menyia-nyiakan putramu sendiri, darah dagingmu!" ucap Arashii.
Kushina kembali menangis mendengar kebenaran yang ayahnya ucapkan. "Maaf Tou-san, Maafkan aku. Aku terlalu menganggap penting ramalan Jiraya Sensei" ucap Kushina ditengah-tengah tangisnya.
"Kau mengenal Jiraya ?"
"Ha'i Tou-san, Jiraya Sensei lah yang menyelamatkan aku saat invasi di Uzushio. Ia diberi misi diam-diam oleh Sandaime sama untuk menyelamatkan warga Uzushiogakure yang masih bertahan"
"Namun saat itu Jiraya Sensei hanya menemukan ku di ruang rahasia di kantor Uzukage"
Kushina menceritakan saat ia diselamatkan oleh Jiraya. Ekspresi kebingungan terpancar jelas dari wajah Arashii, Ia merasa janggal dengan cerita Kushina. 'Misi diam-diam, apa maksudnya ?' batin Arashii.
"Jelaskan semua yang kau ketahui tentang tragedi invasi di Uzushiogakure!" ucap tegas Arashii.
.
.
.
.
"BANGSAAATT!"
Cakra biru meledak-ledak seperti pusaran dengan Arashii sebagai pusatnya. Benda-benda melayang di apartemen Naruto. Lantai apartemen juga bergetar tak mampu menahan gejolak emosi seorang Uzumaki Arashii.
Arashii tiba-tiba emosi Setelah mendengar cerita sebenarnya dibalik Hancurnya Uzushio. Kini ia tau Konoha berkhianat bukan karena Hokage yang menolak permintaan pertolongan untuk Uzushiogakure. Satu nama yang menjadi pemicu naiknya emosi Sandaime Uzukage ini,"Shimura Danzo" gumam Arashii menahan emosi.
Tak lama kemudian datanglah beberapa anbu bersama Yondaime dan Sandaime. Minato dan Hiruzen tersentak saat melihat sosok yang pernah menjadi objek Henge dari Naruto. Dengan semua perdebatan Minato, Sandaime, Arashii, dan Kushina, akhirnya mereka dapat tenang berbicara dengan baik. Walaupun Arashii masih menggunakan nada dingin dan datar menirukan cucunya, Uzumaki Naruto.
Sedangkan dikamar Naruto, Sara dan Naomi tengah duduk lemas karena sempat merasakan tekanan cakra Arashii yang gila-gilaan. Tapi itu hanya sesaat, tapi mereka melirik kearah Naruko, mereka harus melebar mata karena saat ini Naruko tengah pingsan.
.
.
Sudah 2 saat Kushina, Minato, dan Sandaime pamit dari apartemen Naruto, Arashii menghampiri Naruko yang masih pingsan. Arashii membelai lembut Surai merah darah cucu perempuannya ini. Kushina sudah menceritakan semua yang terjadi selama ini, tentang Naruto, ramalan Jiraya, Naruko, dan kejadian sebenarnya dari invasi Uzushio. Arashii menghela nafas panjang, setelah ia tahu kebenaran peristiwa yang menghancurkan desanya, ia makin membenci Konoha. Semua pandangannya terhadap Konoha semakin buruk, Arashii pikir hanya politik, kekuatan, dan kekuasaan yang ada di otak para petinggi Konoha.
Arashii masih berat untuk memaafkan Kushina, dan keluarga Namikaze, Ia juga tak menceritakan bahwa Uzushiogakure masih ada dan mulai berkembang. Ia masih tak terima cucunya Naruto, yang pernah diacuhkan dan diabaikan oleh keluarga Namikaze, terlebih Kushina anak kandungnya sendiri. Tapi sekarang keluarga Namikaze yang datang memohon untuk Naruto kembali setelah Naruto memiliki kekuatan.
Larut dalam pikirannya Arashii tak menyadari bahwa Naruko sudah bangun dan menatap lekat pria bersurai merah yang mengelus-elus rambutnya.
"Jii-chan.."
Arashii masih tak merespon.
"Jii-chaaaaaan!"
"H-haah ?!" ucap Arashii terkejut.
"Kau sudah bangun Naruko-chan"
"Tehee Jii-chan mana Naluto Nii-chan ?" tanya Naruko.
"Mungkin masih dalam misi Naruko-chan, memangnya kenapa kau mencari Naruto ?" tanya Arashii.
"Uhmm, Luko kangen cama Nii-chan" jawab Naruko dengan ekspresi sedih diwajahnya.
"Ne Jii-chan.. Kaa-chan kemana ?" kembali Naruko bertanya.
"Kaa-chan mu pulang tadi, katanya kau ingin menunggu Nii-chan mu pulang" jawab Arashii tersenyum kearah Naruko.
"Yeeeyy Luko mau belmain cama Nii-chan Hooleeee" ucap Naruko kegirangan karena akan bermain sepuasnya dengan Nii-chan nya.
Setelah teriakan Naruko menggema terdengar suara pintu terbuka.
Cekleek
"Tadaima!"
Naruko yang mengenal suara seseorang yang baru datang langsung melompat segera menuju pintu depan apartemen Naruto. Arashii yang melihat tingkah Naruko hanya tersenyum, Arashii tau Naruko menyayangi Naruto dengan tulus, bahkan Naruko mengidolakan Nii-chan nya karena 'Nii-chan hebat bica menghilang dalam acap' itulah jawaban Naruko kenapa mengidolakan Naruto.
"Nii-chan... Nii-chan!"
Naruto tercengang saat mendengar suara adiknya, tapi ia berfikir mungkin halusinasi saja.
"Nii-chan! Huwaaaa Nii-chan!"
Tangis Naruko pecah saat memeluk kaki Naruto. Naruto yang merasakan sentuhan di kakinya menoleh dan tersenyum saat Naruko memeluk kakinya erat. Dengan cepat Naruto menggendong Naruko, mencoba menenangkan adik perempuannya yang manis itu.
"Ne Ruko-chan, kenapa kau menangis hemm ?" tanya Naruto yang kini menggendong Naruko didepan.
"Hiks..Hiks..Luko Hikss..Kangen Nii-chan..Hiks.." jawab Naruko sesenggukan sambil memeluk leher Naruto erat.
Berjalan santai Naruto tetap menggendong Naruko sambil mengelus puncak surai merah darah adiknya. "Cup..Cup.. Ruko-chan kok cengeng sih..? katanya mau hebat kayak Nii-chan hemm" ucap Naruto kembali mencoba menenangkan Naruko.
"Nii-chan kenapa nggak pulang ? Luko nggak punya teman main" jawab Naruko yang sudah tak menangis lagi.
"Hmm.. Nii-chan banyak misi akhir-akhir ini Ruko-chan" balas Naruto sambil mencubit pipi gembil adiknya itu.
Dari ruang tengah Arashii, Sara, dan Naomi melihat interaksi Naruto dan Naruko mengulum senyum
.
.
.
Keesokan harinya, Hatake Kakashi kini berada di kantor Hokage bersama Mitarashi Anko sebagai wakilnya di tim khusus Anzen. Minato selalu Hokage memberikan misi perdana untuk tim khusus ini.
"Kakashi, Aku akan memberikan misi khusus untuk tim Anzen. Kau carilah markas Orochimaru di dekat desa Amegakure, dari informan Jiraya Sensei Orochimaru berulah lagi dengan menculik beberapa warga Konoha untuk dijadikan uji coba penelitiannya"
"Misi ini harus kalian selesaikan tanpa ada seorangpun yang tahu. Jika kalian menemukan markas itu, selamatkan para Sandra dan minimalkan pertarungan. Kalian berangkat 3 jam lagi, kalian mengerti ?"
"Ha'i Hokage-sama" jawab mantap Kakashi dan Anko.
Dengan kepulan asap Kakashi dan Anko hilang dari kantor Hokage.
"Apa kau yakin memberi tugas ini kepada mereka ? ini misi yang bisa di kategorikan A-Rank atau bisa menjadi S-rank ?" tanya Sandaime dengan hembusan asap tembakaunya.
"Ha'i Sandaime, dalam tim ini ada Kakashi dan Anko yang akan menjaga mereka. Tapi aku tak berharap akan adanya pertarungan dalam misi kali ini" jawab Yondaime aka Namikaze Minato.
.
.
Disuatu ruangan agak gelap yang hanya diterangi beberapa lilin, terlihat seorang sedang menghadapi beberapa orang bertopeng. Satu pemuda sekitar 18 tahun sedang berlatih dengan beberapa kesatuan anbu ne.
"Katon: Housenka No Jutsu"
Dari hembusan nafas pemuda itu muncul burung api Phoenix meliuk-liuk menyerang beberapa Anbu Ne.
Namun dengan cepat orang-orang bertopeng itu merangkai handseal..
"Suiton: Teppoudama No Jutsu"
Wussshhh
Jutsu api dan air bertemu, menjadikan pertarungan tertutupi asap pekat. Pemuda dengan jutsu Katon tadi mengaktifkan mata terkutuk khas klan Uchiha. Sharinggan 3 tomoe berputar pelan menganalisa serangan yang akan datang dari lawannya.
Samar-samar ia mendengar bisikan kecil seseorang menggumamkan nama jutsunya.
"Suiton: Suiryuudan No Jutsu"
"Suiton: Gousuiwan No Jutsu"
Terlihatlah 5 hiu air dan 1 naga air keluar dari kepulan asap. Pemuda Sharinggan tadi Melebarkan matanya saat melihat jutsu yang mengarah padanya.
Merangkai handseal cepat, ia meneriakkan nama jutsu andalannya.
"Katon: Karyu Endan"
"Katon: Gouryuuka No Jutsu"
Kini Beberapa misil api dan satu naga api raksasa siap menghancurkan jutsu Suiton yang kini mulai mendekat. Karena tak ingin kena efek hempasan, pemuda tadi melompat menjauh beberapa meter dari tempat bertemunya kedua jutsu itu.
Wussshhh
DUAAAARR!
.
.
"Cukup Uchiha Sasuke, kau sudah berkembang pesat saat ini. Kau ku beri tugas pertamamu, Kau harus membantai seluruh klan Hyuuga. Kau akan memimpin 1 batalion Anbu Ne dalam misi kali ini" suara menggema menandakan latihan selesai, sekaligus memberi misi perdana kepada Anbu paling muda di kesatuan Ne, Uchiha Sasuke.
"Ha'i Danzo-sama, kapan saya harus melaksanakan misi ini ?" tanya Sasuke.
"Nanti malam, Tepat tengah malam kau laksanakan misi ini. Ada yang ingin kau tanyakan ?" jawab Danzo.
"Tak ada Danzo-sama" jawab Sasuke mantap.
"Baiklah, Kalian boleh pergi, persiapkan misi ini dengan baik" jawab Danzo menyeringai.
Kali ini rencana apa yang akan Danzo perbuat, untuk lebih jelasnya mari kita lihat kilas balik beberapa Minggu kebelakang.
Flashback
Kala itu saat Danzo memberi misi kepada anak buahnya, Anbu Ne untuk merekrut Otsutsuki Hikari dan Hyuuga Hinata. Utusan Anbu datang dengan membawakan kabar yang tak mengenakan, Mereka menolak dan menghabisi beberapa Anbu Ne yang ditugaskan kala itu.
Saat amarah nya meluap Danzo kembali teringat peristiwa penculikan Putri Hyuuga yang dilakukan beberapa ninja Kumogakure. Dengan seringai licik, ia menugaskan Beberapa Anbu Ne untuk menyampaikan pesan kepada Raikage tentang rencana liciknya
2 Hari berlalu kini utusan yang Danzo kirim sudah kembali dengan membawa gulungan atas jawaban Raikage. Seringai licik Danzo semakin lebar saat mendapati bahwa Raikage menyetujui rencana yang Danzo siapkan.
"Khe..khee..he.. dengan begini rencana yang ku susun berjalan lancar. Hanya tinggal menunggu waktu eksekusi Kheh.." kembali seringai Danzo muncul, dan kedua matanya berkilat tajam penuh ambisi.
(Disini saya buat Danzo nggak ngambil mata klan Uchiha, dan Uchiha klan juga nggak terbanyak. Jadi untuk Shishui, Itachi, dll nggak seperti di Canon)
"Tak mendapat Sharinggan tak masalah, Byakugan dapat melancarkan semua rencana ku" ucap Danzo sarkasme.
"Baiklah kau boleh kembali" ucap Danzo kepada bawahannya yang menjadi pembawa berita dari Raikage.
"Ha'i Danzo-sama"
Flashback End
Kini Danzo hanya tinggal menghubungi salah satu orang yang pasti akan mendukung semua rencananya.
'Minato, Hiruzen, kini Saudah waktunya kalian bersiap' batin Danzo dengan garis senyum diwajah tuanya.
Danzo memang memiliki 1001 cara untuk bisa mendapatkan apa yang ia mau, tapi mungkin saat ini ia lupa akan resiko yang akan ia hadapi bila rencana liciknya gagal kali ini.
.
.
.
Time Skip, Markas Anbu Konoha.
"Apa kalian siap ?" tanya Kakashi kepada anggota tim Anzen.
"Ha'i Taicho!" jawab semua anggota mantap.
"Aku ingatkan sekali lagi, kita harus menghindari pertarungan yang tidak diperlukan. Utamakan sandra yang harus kita selamatkan. Apa kalian mengerti ?"
"Mengerti Taicho!"
Saat ini Kakashi memberikan beberapa informasi misi yang akan tim Anzen Laksanakan. Namun untuk perinciannya akan di katakan saat dalam perjalanan. Sementara Kakashi menjelaskan, mulai dari tadi Naruto seakan tak mendengarkan, dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
Naruto Pov
'Kenapa aku merasa ada yang tak beres jika harus meninggalkan Konoha hari ini'
Entah apa yang terjadi, hanya saja perasaan tak enak ini muncul tiba-tiba.
Naruto Pov End
Setelah itu semua tim Anzen mulai mempersiapkan apa saja perlengkapan dalam misi perdana tim khusus ini.
Saat ini Naruto sudah berada di apartemen miliknya, Ia sedang berdiskusi dengan kakeknya Uzumaki Arashii.
"Jiji, aku merasakan memiliki firasat buruk hari ini" ucap Naruto dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"Apa kau grogi menjalankan misi pertamamu ?" tanya Arashii.
"Bukan itu jiji. Entah perasaan gelisah tapi aku tak tau karena apa" jawab Naruto.
Arashii hanya diam menatap cucunya dalam diam, Ia juga tak mengerti apa yang dimaksud Naruto. Perasaan gelisah seperti apa yang ia maksudkan.
"Yasudah jangan kau pikirkan jiji. Aku berangkat dulu yaa, titip salam untuk Sara-chan dan Nao-chan jiji. Jaa ne!"
BLITTZZZ
Akhirnya Naruto hilang dengan efek kilat merah, sedangkan Arashii masih memikirkan apa yang dimaksud cucunya itu.
.
.
.
Time Skip lagi, Tengah malam Markas Akatsuki.
Terlihat semua anggota Akatsuki telah berkumpul, ada beberapa orang baru yang direkrut untuk melancarkan rencana besar organisasi misterius ini. Saat ini seorang pria bertopeng spiral yang mendeklarasikan dirinya sebagai Uchiha Madara tengah memberikan instruksi kepada anggotanya.
"Saat ini Akatsuki masih belum lengkap, walau ada tambahan Ginkaku dan Kinkaku dalam organisasi ini"
Kini Akatsuki memiliki 6 orang anggota, 7 termasuk Zetsu. Uchiha Madara, Deidara, Sasori, Hidan, Ginkaku dan Kinkaku, "Aku akan membagikan tugas untuk kalian" ucap Uchiha Madara.
"Deidara dan Sasori kalian bertugas mencari anggota lain yang pantas untuk masuk organisasi ini"
Sasori dan Deidara hanya mengangguk menanggapi perintah Madara.
"Hidan, Ginkaku, dan Kinkaku kalian aku tugaskan untuk mengajak pendekar pedang Kirigakure bergabung dengan Akatsuki. Dan misi tambahan, Cari dana untuk persiapan rencana kita" lanjut Madara.
"Ha'i Madara-sama" jawab ketiganya.
"Aku dan Zetsu akan mencari informasi untuk memperlancar rencana dan merekrut Hunter nin dengan codename Wolf" lanjut Madara menjelaskan rencananya.
"Kenapa kau berminat merekrut Hunter nin itu Madara-sama ?" tanya Ginkaku.
"Karena dia akan menjadi batu sandungan jika berada di pihak yang menentang rencana kita" jawab Madara.
"Apa kalian mengerti ?" tanya Madara.
"Ha'i Madara-sama!" jawab semua anggota Akatsuki.
'Dengan bergabungnya pendekar pedang Kirigakure, tak lama lagi Akatsuki akan menjalankan misi perdamaian ini' batin Madara menyeringai dibalik topeng spiral nya.
.
.
.
Diwaktu yang sama, Konohagakure.
Saat tengah malam ini Konoha terlihat sepi, Hany ada beberapa Anbu yang berpatroli. Namun disalah satu Mansion klan ternama di Konoha, terlihat ada banyak Anbu yang mengenakan topeng polos mengendap-endap memasuki Mansion tadi.
Anbu Ne, Bergerak dalam bayangan itulah moto yang Danzo ajarkan kepada bawahannya. Membunuh Tanpa suara merupakan keahlian semua Anbu, termasuk Anbu Ne.
Diantara banyaknya Anbu Ne, ada seorang pemuda bermanik merah darah dengan 3 tomoe berputar pelan. Uchiha Sasuke, Ia mengemban tugas dari Danzo untuk membantai klan Hyuuga untuk melancarkan rencana Danzo.
Beberapa pengawal dan penjaga Mansion sudah dibekukan, dan diambil Byakugan nya karena itu termasuk dalam misi makam ini. Namun Sasuke harus Melebarkan matanya saat 2 anggota Anbu Ne terpental dari salah satu rumah yang akan ia bunuh penghuninya.
"Tak ada waktu bersembunyi, sudah kepalang basah, Hancurkan semuanya!" perintah Sasuke dengan nada berat.
Saat setelah menyatakan perintahnya, Sasuke melihat beberapa rombongan klan Hyuuga yang datang melakukan perlawanan. Sasuke dapat mengenali beberapa orang klan Hyuuga diantara, Hyuuga Hiashi kepala klan Hyuuga, Hyuuga Neji, Hyuuga Hizashi adik Hiashi, dan beberapa tetua klan Hyuuga.
"Apa maksudnya Anbu Ne menyerang Mansion Hyuuga seperti ini ?" tanya Hiashi masih menahan amarahnya. Seluruh rombongan klan Hyuuga itu sudah mengaktifkan Byakugan dari awal, sehingga dapat meminimalisir keaadan. Rencana penyerangan ini diketahui oleh salah satu penjaga klan yang berpatroli dan mengaktifkan Byakugan. Karena curiga dengan banyaknya Anbu yang menuju Mansion Hyuuga, penjaga itu melaporkan ke tetua dan Kepala klan, walaupun mengganggu waktu Istirahat mereka.
Sharinggan 3 tomoe Sasuke kini berubah menjadi Mangekyou Sharinggan (Canon).
"SERAAAANG!" Teriak Sasuke memberi perintah kepada Anbu Ne yang menjadi pasukannya.
Tanpa basa-basi Sasuke maju dan menyerang Neji, dan terjadilah pertarungan antara Anbu Ne melawan klan Hyuuga.
Namun dari atas pohon di dekat mansion Hyuuga, terlihat 2 sosok sedang memperhatikan kejadian.
"Apa yang boss katakan sebelum berangkat ?" tanya seseorang dengan topeng serigala.
"Dia berpesan kita harus menjaga Konoha saat ia tak ada" Jawab Chi Bunshin Naruto.
"Sepertinya saatnya 'Silent Wolf' menunjukkan taringnya" ucap orang bertopeng yang ternyata adalah Wolf, Chi Bunshin Naruto yang menjadi Hunter selama ini.
BLITTZZZ
Dengan sekejap Wolf berada ditengah-tengah pertarungan, keberadaannya menyentak Anbu Ne dan beberapa anggota klan Hyuuga.
Wolf yang melihat pria bertopeng dengan Mangekyou Sharinggan semakin memperlebar seringai nya.
"Wo-wolf.. ?"
"A-apa yang ia la-lakukan di-disini ?"
itulah beberapa tanggapan dari Anbu Ne sat melihat Hunter nin yang menjadi teror berada didepan mereka.
"Kheh.. Wolf kah ? 'Silent Wolf' " gumam Sasuke menyeringai melihat wujud dari Hunter nin yang menjadi pembicaraan beberapa tahun belakangan.
Karena pertarungan yang berhenti karena kedatangan Wolf, Sasuke langsung melesat menyerang Hunter nin bertopeng serigala itu.
"Uchiha kah ?" gumam Wolf saat menghindari serangan Sasuke.
Wolf mengaliri tubuhnya dengan cakra petir, sehingga terdapat banyak kilatan Listrik diseluruh tubuhnya.
Hiashi yang melihat itu membulatkan matanya karena teringat saat tes kenaikan tingkat tim 11.
"Mari dimulai Uchiha-san" ucap Wolf menghilang dan muncul dibelakang Sasuke.
Tapp!
Namun karena Sasuke mengaktifkan Mangekyou Sharinggan, ia dapat memprediksi arah serangan dari Wolf. Tak habis ide Wolf kembali hilang dan muncul beberapa meter di belakang Sasuke lagi, namun kini telah membawa Rasenshuriken ditangan kirinya.
"Fuuton: Daitoppa"
Dengan lompatan yang tinggi, Wolf mengarahkan jutsu Fuuton nya tepat dimana Sasuke berdiri.
BLAAAAAARRRR!
Tapi kembali Wolf hanya menyerang tanah kosong, karena Sasuke telah menghindar dengan cara melompat jauh ke belakang.
Kini serangan balasan Sasuke lancarkan kearah Wolf, Membuat segel cepat Sasuke menggumamkan jutsunya.
"Raiton: Chidori Eisou"
Kini ditangan kiri Sasuke terlihat sebuah tombak petir yang kemudian dilemparkan ke arah Wolf dengan cepat.
Wolf yang melihat serangan Sasuke merapal handseal kemudian menempelkan tangannya ke tanah. "Doton: Doryuuheki"
BLAAAAAARRRR!
Ledakan terjadi saat tombak petir Sasuke membentur dinding tanah berlapis yang Wolf buat.
BLITTZZZ
Namun tiba-tiba Sasuke merasa keberadaan seseorang dibelakangnya, langsung membalikkan badan, namun sayang Sasuke harus menerima tendangan dari Naruto di rusuk kanannya, dan terhempas beberapa meter.
Setelah itu terlihat Naruto telah berjongkok disamping Wolf.
Semua klan Hyuuga yang mengenal Naruto menaikkan alis melihat Naruto ada di Mansion Hyuuga saat itu.
'Bukankah Naruto-kun menjalankan misi dengan tim 11' batin Hiashi.
"Ne Anbu-san, ada apa kalian menyerang Mansion klan Hyuuga tengah malam seperti ini ?" tanya Naruto dengan santainya.
Sasuke yang baru saja bangkit langsung menjawab, "Klan Hyuuga harus dimusnahkan, karena mereka merencanakan kudeta untuk Konoha" jawab Sasuke memancing emosi klan Hyuuga.
"apa maksudmu dengan kudeta Haah ?" geram Neji karena merasa difitnah oleh Anbu dengan mata Sharinggan itu.
"Maa~ Maa~ Tolong katakan pada Danzo untuk jangan membuat ulah lagi" jawab Naruto santai.
"Jika tidak.." jeda Naruto.
"Kehancuran Danzo bersama Kesatuan Anbu Ne" jawab Naruto dengan suara berat.
"BRENGSEK!" geram beberapa Anbu Ne
"Serang Mereka, Hancurkan!" ucap Sasuke santai.
Tiba-tiba Sasuke Meledakkan cakra nya melesat kearah Wolf dengan Tanto dikedua tangannya.
Namun sebelum Sasuke bergerak, Wolf telah mengaktifkan Zettai Sharinggan dan juga Meledakkan cakra untuk meredam ledakan cakra Sasuke.
TRAANKK!
Tebasan kedua tanto Sasuke ditahan oleh Wolf menggunakan pedang Samehada yang ia keluarkan dari fuin penyimpanan.
Klan Hyuuga dan Anbu Ne yang tersisa harus kembali terkejut saat Wolf mengeluarkan Samehada untuk menahan serangan Sasuke.
'Jadi benar dia membunuh Hoshigaki Kisame' batin Hiashi.
'Sa-samehada.. rumor Wolf membunuh anggota Akatsuki benar adanya' batin para Anbu Ne.
"Jangan membuat aku melakukan hal yang lebih jauh UCHIHA-SAN" ucap Wolf dengan penekanan pada kata UCHIHA-SAN.
Kembali melompat mundur, Sasuke memberi perintah pasukannya menyerang Naruto dan Wolf.
"KALIAN SERANG MEREKA!" murka Sasuke karena dianggap remeh oleh Wolf.
Pertarungan kembali memanas, kubu klan Hyuuga tak tinggal diam. Mereka ikut membantu Wolf dan Naruto melawan Anbu Ne.
(Scene dibawah ini waktunya bersamaan)
Wolf Vs Sasuke
"Sadari batasanmu Wolf-san, kau bukan siapa-siapa di Konoha!" ucap Sasuke penuh kebencian.
"..."
"Kau sudah ku peringatkan jangan campuri urusan ini!"
"..."
Wolf hanya diam tak membalas provokasi Sasuke, ia hanya fokus menangkis semua serangan dan beberapa kali menyerang Sasuke.
Taap!
Taap!
TRAANKK!
"Zettai: Shiroi Hi No Jutsu"
Perlahan api putih melahap kaki Sasuke hingga menjalar keseluruh tubuhnya. Namun saat itu juga Sasuke berubah menjadi sebongkah kayu.
Tiba-tiba Sasuke muncul dibelakang Wolf, ia menyabetkan kedua Tanto nya kearah tengkuk dan pinggang kiri Wolf.
Sreeet!
Sebelum Sasuke bergerak Wolf menghindari serangan Sasuke dengan mundur dan menempelkan punggungnya, kemudian mengarahkan kedua sikunya kearah dada Sasuke.
Bugghh!
Sasuke yang menerima serangan dadakan Wolf harus merasakan sedikit nyeri di dadanya. Terpaksa melompat mundur, Sasuke menyimpan kembali Tanto di kedua pinggangnya. Merangkai handseal cepat, Sasuke menarik nafas dan menggumamkan nama jutsunya..
"Katon: Gouryuuka No Jutsu"
Dari hembusan nafas api Sasuke tercipta naga api besar yang mengarah langsung kepada Wolf. Dengan jarak Sasuke dan Wolf yang sekitar 20 meter, Wolf dipaksa merespon cepat. Merapal handseal, Wolf menghentakkan kedua tangannya ke tanah.
"Doton: Doryuuheki"
Muncul 3 dinding tanah di depan Wolf menahan serangan naga api Sasuke.
DUAAAARR!
Setelah Ledakan karena bertemunya kedua jutsu, terlihat hanya dinding pertama yang hancur, sedangkan dinding kedua dan ketiga masih kokoh.
"Menyedihkan, Jutsu Katon yang lemah. Kuperlihatkan Jutsu Katon seorang Uchiha" ucap Wolf kepada Sasuke yang hanya mendecih mendengar provokasi lawannya.
Tanpa menunggu Sasuke bersikap, Wolf kembali merangkai handseal, menghirup nafas dalam-dalam dan mengucapkan jutsunya.
"Katon: Zukokku No Jutsu"
Dari hembusan nafas Wolf, tercipta 3 bola api ukuran 30 cm melesat cepat kearah Sasuke. Dilihat dari tampilannya, serangan ini seperti jutsu lemah, namun saat Sasuke hanya melompat beberapa meter kebelakang, ia harus terbelalak karena perubahan jutsu yang Wolf keluarkan.
DUAAAARR!
Bruuussshhh!
Sasuke yang mundur kebelakang memang tak terkena bola api Wolf, namun saat bola api itu meledak di tanah, tiba-tiba ledakan berubah menjadi badai api raksasa yang mengarah ke Sasuke.
Namun Sasuke adalah seorang Uchiha, Apalagi ia berhasil membangkitkan Mangekyou Sharinggan, mata yang diinginkan oleh semua keturunan Uchiha.
"Susano'o"
Naruto Vs Anbu Ne
Bugghh!
"Jangan jadi duri dalam Konoha!"
DUAAK!
"Jangan pernah memfitnah sembarangan!"
Bugghh! DUAAK!
4 Anbu Ne yang kini berhadapan dengan Naruto harus dibuat kebingungan dengan jutsu Hiraishin yang Naruto kuasai. Tak bisa memprediksi arah serangan keempat Anbu Ne itu harus menahan sakit dari setiap pukulan yang Naruto lancarkan.
Muncul 10 meter diatas 4 Anbu Ne, Naruto merapal handseal dan mengeluarkan jutsunya.
"Fuuton: Toppa"
Hembusan angin pemotong melibas 2 Anbu Ne dengan telak, karena 2 Anbu Ne lainnya berhasil menghindar.
"Ugggghh"
Kedua Anbu Ne yang terkena serangan kembali berdiri, namun dengan pakaian yang tak bisa lagi disebut pakaian.
2 Anbu Ne yang berhasil menghindar tiba-tiba menyerang Naruto dari arah kanan dan kiri. Adu Taijutsu tak dapat terelakkan, tebasan tanto dari arah kanan dan kiri Naruto hindari dengan menundukkan kepalanya. Kedua Anbu Ne kembali melesatkan tendangan yang diarahkan ke wajah Naruto yang menunduk. Naruto yang menjalani latihan bagai neraka selama 5 tahun sudah menduga serangan kedua Anbu Ne di depannya itu.
Tapp!
Tapp!
Seringai diwajah Naruto tak terlihat karena ia tengah menunduk. Kedua tangan Naruto yang dilapisi cakra angin menangkap kedua pergelangan kaki Anbu Ne yang berniat menendang wajahnya.
Sraaak!
Diangkatnya kedua kaki itu, dan dilemparkan keatas dengan bantuan cakra anginnya. Kedua Anbu Ne yang diangkat Naruto melayang keatas sekitar 10 meter diatas tanah.
saat Naruto merapal handseal, ia kembali harus diganggu oleh 2 Anbu Ne yang tadi sempat terkena jutsu Fuuton nya. Tak mau membuang kesempatan, Naruto menatap kedua Anbu Ne yang melayang tadi, memfokuskan pandangannya dan..
BLITTZZZ
Naruto muncul 4 meter diatas kedua Anbu Ne yang sedang melayang. Merapal handseal, ia melepaskan jutsu Katon kearah 2 Anbu Ne yang berada 4 meter dibawahnya.
"Katon: Gouryuuka No Jutsu"
Wussshhh..
BLAAAAAARRRR!
"ARRRRGGG!"
Jutsu naga api Naruto mengenai kedua Anbu Ne dengan telak, bayangkan jutsu Rank-B yang dilepaskan dengan jarak sedekat itu, sangatlah sulit untuk dapat menghindar. Akhirnya kedua korban jutsu naga api Naruto harus rela hangus terbakar.
Kedua Anbu Ne yang tersisa meneguk ludah kasar melihat kedua temannya yang hangus terbakar. Kembali memfokuskan pandangannya ke Naruto, kedua Anbu Ne itu menyerang dengan masing-masing jutsu yang mereka kuasai.
"Suiton: Sensatsu Suisho"
"Suiton: Suiryuudan No Jutsu"
Tapp
Naruto yang baru saja menapak tanah harus kembali tercengang dengan kedua serangan jutsu Suiton yang tak main-main.
'Tak ada cara lain' batin Naruto.
Merapal handseal rumit, Naruto melepaskan salah satu jutsu Rank-S yang ia kuasai. Setelah selesai merapal handseal, Naruto menarik Nafas sangat dalam.
"Katon.."
Menunggu waktu yang tepat, jarak yang efektif untuk mengatasi kedua jutsu Suiton yang mengarah padanya.
'Sekarang'
"Goka Mekkayu"
Bruuussshhh!
Ribuan senbon air dan naga air harus dipaksa menguap saat menghadapi semburan api yang berubah menjadi kobaran api berbentuk ombak sangat besar.
Asap mengepul ke area pertarungan lainnya, Naruto mengalihkan pandangannya ke arah klan Hyuuga yang berhasil mengalahkan Anbu Ne, dibantu dengan beberapa Anbu Konoha yang datang bersama Sandaime, dan Yondaime.
Kini Naruto mengalihkan pandangannya kembali kepada kedua lawannya, namun ia tak menemukan kedua Anbu Ne yang melawannya tadi. Lalu Naruto berpindah menatap pertarungan Wolf yang sedang berhadapan dengan Sasuke.
(Time Normal)
Sasuke yang melihat ledakan bola api Wolf berubah menjadi badai api besar terpaksa menggunakan pertahanan terkuatnya.
"Susano'o"
Setelah ucapan Sasuke terlihat kini Sasuke dikonsumsi pendar tebal berbentuk tulang rusuk berwarna biru. Wolf yang melihat Sasuke selamat hanya menyeringai, sebelum mendecih kembali.
Melompat kebelakang, Sasuke melihat pasukannya kini hanya tinggal 2 orang yang berada tepat disampingnya ( Anbu Ne yang ngelawan Naruto). memandang penuh kebencian kepada Wolf, Sasuke akhirnya memilih mundur untuk saat ini. Menghilang bersam angin, Sasuke meninggalkan Mansion Hyuuga yang porak-poranda dan mayat Anbu Ne yang tak selamat.
Melihat keadaan sudah bisa terkendali Wolf menghilang meninggalkan kilat berwarna merah.
BLITTZZZ
Kini yang tersisa hanya Naruto, klan Hyuuga, Sandaime, Yondaime, dan beberapa Anbu Konoha.
Hiashi yang melihat gelagat Naruto akan segera pergi menahan tangan Naruto.
.
.
.
Apartemen Naruto, Setelah pertarungan.
Arashii yang kini baru saja membuka matanya, menampilkan senyum diwajahnya tuanya. Ia tadi sempat merasakan cakra Naruto di sekitar daerah Konoha, tapi ia bisa merasakan bahwa cakra itu bukanlah dari tubuh asli Naruto.
Arashii menyimpulkan bahwa Naruto membuat Chi Bunshin untuk menjaga desa Konoha saat ia menjalankan misi.
'Andai kau tau kebenaran hancurnya Uzushio, Apa yang akan kau lakukan Naruto' pikir Arashii.
.
.
.
Markas Anbu Ne
"Siaaaaallll!"
"Bagaimana bisa kalian gagal dalam misi ini, dan kau UCHIHA SASUKE APA YANG MEMBUAT KALIAN GAGAL HAHH ?!" Murka Danzo saat Sasuke dan 3 Anbu Ne yang tersisa datang dan melaporkan bahwa misi mereka gagal.
"Maaf Danzo-sama, tapi kemunculan Uzumaki Naruto dan Wolf menjadi penghalang dalam misi ini" ucap Sasuke.
"Uzumaki Naruto dan Wolf ?" gumam Danzo.
"Bagaimana mungkin... Tim 11 sedang dalam misi keluar desa saat ini. Bagaimana mungkin!" ucap Danzo frustasi karena rencananya digagalkan oleh Naruto dan Wolf.
"Apa yang dilakukan Wolf di Konoha ?" gumam Danzo lagi.
"Baiklah tak ada pilihan lain, kalian lakukan persiapan rencana cadangan kita. Kumpulkan semua anggota Ne disini besok!" perintah mutlak Danzo. Tapi tanpa siapapun ketahui Sasuke menyeringai melihat danzo ekspresi marah, tak datar seperti biasanya.
Kemudian Danzo memanggil satu bawahannya untuk memberikan surat kepada pihak Kumogakure.
"Kau antarkan surat ini ke Kumogakure, pastikan Raikage menyetujui rencana cadangan ini.
"Ha'i Danzo-sama"
Setelah itu Anbu Ne itu hilang meninggalkan kepulan asap, menyisakan Danzo sendiri dalam ruangan yang hanya diterangi cahaya lilin.
.
.
.
Mansion Hyuuga,
Setelah mundurnya Anbu Ne yang menyerang Mansion Hyuuga, Anbu Konoha tengah memeriksa apakah ada dari pasukan Anbu Ne yang selamat untuk dibawa dan diinterogasi.
Kini Naruto berada disebuah ruangan bersama Yondaime, Sandaime, dan Hiashi. Sambil menunggu hasil pencarian korban selamat, mereka juga membicarakan sesuatu yang penting.
"Naruto-kun, Kenapa kau ada disini ? bukannya kau melaksanakan misi diluar desa ?" Sandaime yang membuka suara diiringi hembusan asap tembakau.
"Sebenarnya aku ini hanya Chi Bunshin Sandaime jiji. Aku diperintahkan boss untuk menjaga desa saat boss menjalankan misi diluar desa" ucap Naruto, atau tepatnya Chi Bunshin Naruto.
Hiashi, Sandaime, dan Yondaime yang mendengar alasan Naruto mengulum senyum, mereka tak menyangka bahwa Naruto akan melakukan ini untuk menjaga Konoha.
Mereka- tidak tepatnya Sandaime merasakan bahwa tekad api untuk melindungi yang ia tanamkan kepada Naruto, kini berhasil Naruto buktikan, bukan hanya masuk telinga kanan keluar dari telinga kiri.
Sedangkan Yondaime aka Minato hanya bisa tersenyum miris, anak sulungnya mungkin masih mencintai Konoha walaupun dulu kehidupannya sangatlah sulit di desa yang malam ini ia lindungi.
Lain Minato lain juga Hiashi, ia tersenyum bangga melihat Naruto yang begitu memperhatikan keamanan desa. Hiashi juga mendengar dari istrinya bahwa anak sulungnya Hinata, kini menjalin hubungan asmara dengan pemuda bersurai pirang yang sedang dipandangnya ini.
Tanpa siapapun ketahui disalah satu dahan pohon didekat Mansion Hyuuga, 2 orang yang memperhatikan semua kejadian pada malam ini. Mata kedua orang itu tiba-tiba menjadi merah dengan 3 tomoe berputar pelan. Salah satu orang menunduk menatap beberapa bagian Mansion Hyuuga yang porak-poranda. Pandangannya terlihat sedih, penuh akan penyesalan.
"Kau terlalu jauh melangkah Sasuke.."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
T
B
C
.
.
.
Catatan Author ^_^
Yuhuuuuuu, Ichie Balik dengan chapter 8 ini. Agak membosankan yaa hehehe, Gomenasai..
Maaf kalau scene actionnya kurang greget, Saya cuman bisa mencoba ini juga sambil baca-baca FF lain buat referensi scene actionnya.
Konflik disini udah mulai terlihat, Yang pertama Pemberontakan Danzo. Pihak luar yang ikut itu Kumogakure, entah ada pihak lain lagi atau tidak. Naruto masih belum tau kebenaran tentang invasi Uzushiogakure. Pihak Konoha juga nggak tau kalau Uzushiogakure masih ada.
Pernikahan Naruto ?
Itu bisa jadi bumbu konflik untuk drama dan romance.
Untuk beberapa Reader yang kecewa karena Alur, Pairing, Personal Chara, dan lainnya saya mohon maaf yaa karena memang ini alur fantasi yang ada dipikiran saya. Sekali lagi mohon maaf.
Untuk kali ini maaf tanggapan dan review para reader-san saya tampung dulu, apalagi yang masalah Harem.
Ah iyaa, info untuk yang pernah baca FF Author Namikaze Ichie (Adik saya) saya dapet permintaan untuk ngeremake story yang "My Troubled Life" jadi nanti saat saya publish new story yang alur atau cerita awalnya mirip "My Troubled Life" itu bukan Jiplakan, tapi hasil remake yang akan diubah sedikit awalannya.
Mungkin setelah ini saya agak lama untuk up, karena mulai sibuk dunia nyata. Semester tua menyiksaku, Skripsi nggak selesai-selesai. Mohon doanya semoga cepet kelar dan bisa up cepat, Terimakasih banyak.
Oke sekian dulu, UzumakiIchie Pamit ^_^
See next chapter ^_^
Sayonara ttebayou ^_^
