My nerdy Yunie

.

.

.

Disclaimer : mereka cuma milik Tuhan, Changmin milik Cho seorang. Hehehehehehe

Pairing : Yunjae, Yoosu, Changkyu

YAOI, MPREG (maybe), typos, membosankan...

Rating back to T

.

.

.

~ Chapter 8 ~

.

.

.

Cup

.

Hana

Dul

Set

" Ya!" Teriak Yunjae bersamaan

Jaejoong tidak terima pipi mulusnya dicium oleh namja tiang listrik itu sedangkan Yunho tidak terima Changmin mencium Jaejoongnya, masih dianggap eoh?

Changmin berjalan menjauh dari sana dan menoleh kebelakang, memandang seseorang dengan teduh dan menghela nafasnya.

" Saranghae hyung…"

.

.

.

" Yun..." Panggil Jaejoong setelah diselimuti kesunyian panjang

" Ne?"

" Kau keberatan dengan ini semua?"

" Maksudmu?"

" Changmin tadi bilang, kalau kau hanya menyiapkan hatimu untuk tunanganmu. Sepertinya aku adalah tunanganmu. Bagaimana?" Tanya Jaejoong penuh harap

" Ak-aku..." Yunho gugup menanggapinya, dia ingin sekali bicara jujur namun selalu tidak dapat dikeluarkan suaranya jika bersama dengan Jaejoong

" Haaahh... Aku tahu kau tidak mencintaiku. Setidaknya, belajarlah untuk menerimaku Yun... Tapi kalau kau mau membatalkan pertunangan, aku tidak tahu bagaimana lagi untuk meyakinkanmu. Kau tahu kan? Aku hanya mencintaimu"

" Joongie ah..."

" Ne, aku mengerti. Aku akan sabar menunggumu"

" Jong-jongie ah..."

" Gwaenchana Yun... Kajja, aku mau pulang saja. Ngantuk..."

" Aku antar..."

" Tidak usah Yun..."

" Aku tidak keberatan"

Yunho bangkit diikuti oleh Jaejoong, menghampiri kedua orangtua mereka untuk pamit dan menuju basement. Yunho membawa mobilnya sendiri. Dia mengendarai pelan mobilnya. Tidak ada pembicaraan antara Jaejoong dan Yunho dijalan. Tidak ada pergerakan dari Jaejoong, Yunho melirik Jaejoong

" Manis sekali saat tertidur? Haahhh... Kapan bisa aku bicara dengannya?" Ucap Yunho mengelus pipi mulus Jaejoong " Sudah sampai Joongie ah..." Yunho menggoyang pelan bahu Jaejoong

" Ah, mian aku ketiduran. Gomawo sudah mengantarkanku Yun..."

" Ne..."

Jaejoong hendak turun namun Yunho menahan lengannya.

" Waeyo?" Tanya Jaejoong bingung

Dengan cepat Yunho menempelkan bibirnya pada bibir Jaejoong, membuat Jaejoong membelalakan matanya. Dia sungguh kaget, dia mengedipkan matanya berkali-kali.

" Jalja Joongie" Ucap Yunho melihat keluar jendela. Dia sungguh malu

" Eh? Ah... N-ne. Jalja Yun"

Jaejoong dengan kikuk masuk kedalan rumahnya setelah sampai dimanar dia berdiri didepan cermin. Memegang bibirnya yang baru dikecup Yunho.

" KYYAAAAAAAAAA! OMONA! MIMPI APA AKU SEMALAM! Kyaaa! Yunieeeee... Tapi tapi tapi tapi... Dia belum juga mengucapkan saranghae padaku... Huh! Yunie pabbo! Aku marah padanya!" Ucap Jaejoong mengerucutkan bibirnya

Tapi tak lama dia memutuskan untuk tidur. Besoknya dia berangkat tanpa menjemput Yunho. Dia masih kesal dan kecewa Yunho tidak mengucapkan cinta padanya. Tapi, tetap saja paginya dia meneropong Yunho dari kelasnya.

" Jae, kajja kita makan! Apa kau mau makan bersama Yunho?"

" Oh, sudah jam makan siang. Kajja. Aku sedang ngambek sama Yunie. Kita ke kantin saja"

" Kajja"

Yoochun pergi terlebih dahulu sedangkan Jaejoong pergi ke toilet. Sampainya dikantin dia malah melihat Yoochun, Changmin dan Yunho duduk bersama.

" Lama sekali, ini aku sudah pesankan!" Ucap Yoochun

" Oh, tadi aku bicara sebentar dengan Hyun Joong" Jaejoong duduk disamping Changmin

" Eoh? Kau tidak duduk disamping hyungku? Kau terpesona olehku?" Ujar Changmin

PLETAK

" Appoyo! Kenapa memukulku! Aish, kalau aku bodoh sepertimu bagaimana hyung!" Sindir Changmin

" Ya! Tingkat percaya dirimu terlalu tinggi! Dasar tiang listrik!"

" Appo Hyung" Adu Changmin pada Yunho. Yunho mengelus kepala Changmin

" Kenapa kau memukulnya keras sekali Joongie?" Tanya Yunho

" Aku sedang kesal!" Ketusnya

" pffttt..."

" Yaa! Apa yang kau tertawakan jidat!" Maki Jaejoong

" Kalian seperti orangtua Changmin. Hahahahaha... Lucu sekali!"

" Diam kau jidat!" Ucap Changmin dan Jaejoong bersamaan

" Ne ne! Kajja makan lagi"

" Hmm... Joongie..." Panggil Yunho

" Ne!" Jawab Jaejoong masih ketus

" Cha saenim menyuruhku untuk menjadi tutormu karena nilai ulangan matematikamu sangat tidak bagus. Kalau bisa temui aku di perpustakaan pulang sekolah nanti"

" Eh? Aku usahakan!"

- Perpustakaan pulang sekolah -

.

~ Yunho POV ~

.

Aku sedang menunggu Joongie dari toilet. Hari ini dia sungguh tidak bersahabat dneganku? Ada apa? Apa dia marah karena menciumnya kemarin? Tapi kata Changmin hal seperti itu tidak akan membuat marah Joongie. Lalu kenapa? Aku jadi teringat percakapn dengan Yoochun dikantin tadi...

.

- Flashback on-

.

" Jae hyung mana?" Tanya Minnie

" Ke toilet. Yun, apa kau ada masalah dengan Jaejoong?" Tanya Yoochun

" Ani, wae?"

" Kenapa dari pagi dia mengeluarkan aura hitam? Apa kalian bertengkar?"

" Aniya..."

" Hmmm... Ku dengar kalian ditunangkan?"

" Ne..."

" Chukae... Akhirnya impian anak itu terwujud"

" Impian apa?" Tanya Minnie

" Tentu saja untuk menjadi istri seorang Jung Yunho yang amat dicintainya itu"

" Mwo? Mak-maksudmu?"

" Aku beri kau rahasia karena kau tunangannya! Jaejoong adalah fansmu sejak masuk ke sekolah ini! Dan... Dia selalu... Aku tekankan sekali lagi SELALU meneropongmu dari kelas, memastikan kau masuk dan saat kau berpidato ataupun ikut lomba dia akan merekammu diponselnya" Bisik Yoochun

" MWOO!"

" Uhuk ... Uhuk..."

" Minnie ah... Gwaenchana? Minum dulu! Kau sampai tersedak!" Ucap Yoochun

" Ya! Jidat hyung! Jangan panggil aku Minnie! Cukup hyungku saja"

" Ya! Kalau begitu berhenti memanggilku jidat"

" Tidak akan!"

" Hey! Kalian ini. Lalu? Apa ada buktinya?" Tanyaku

" Kau bisa melihat kedalam tasnya. Banyak sekali foto juga alat teropong! Juga... Videomu ada di dalam ponselnya. Kau cek saja" Ucap Yoochun lalu menenggak minumannya " Dia amat sangat mencintaimu Yun, kalau kau memang mencintainya ucapkanlah. Aku tidak mau tidak salah pengertian bahwa cintanya selama ini hanya bertepuk sebelah tangan"

.

- Flashback Off -

.

Benarkah yang dikatakan Yoochun? Hah... Aku melihat tas Jaejoong disampingku. Apa tidak apa - apa membukanya? Bukankah itu tidak sopan? Tapi Aku hanya ingin membuktikan ucapan Yoochun. Aku melihat ke kanan dan kiri lalu tanganku bergerak ke tas milik Joongie. Aku memangku tasnya dan melihat isinya.

Omo! Sebuah teropong hitam dibagian bawahnya terdapat stiker bergambarku. Ah, ada album foto. Aku membukanya dan tercengang melihatnya. Isinya foto - fotoku juga ada beberapa fotonya tapi setelah aku perhatikan dibelakang foto itu terlihat aku. Ntah aku sedang berjalan atau berada diperpus.

Kau stalker ya Joongie?

Aku mendengar langkah kaki, aku segera memasukkan semua miliknya dan menaruh tas miliknya ke kursi disampingku, benar saja Joongie masuk dan duduk ditempatnya. Aku mulai mengajarinya mengerjakan tugas Matematika. Dia terlihat menggemaskan saat kebingungan seperti ini. Apalagi saat menggembungkan pipinya, sangat imut!

" Ah, sudah jam 4. Kita sudahi hari ini. Besok kita lanjutkan"

" Ne, gomawo untuk hari ini" Jaejoong langsung memasukkan buku - bukunya kedalam tas

" Hmm... Jae..."

" Ne?"

" Kau langsung pulang?" Tanyaku

" Aniya, aku akan pergi bersama Hyun Joong hari ini. Aku duluan ne"

DEG

Appo... Hatiku sakit mendengarnya akan pergi bersama namja lain.

" Kau pergi kemana?"

" Kemanapun aku pergi apa urusanmu?"

" Eh?"

" Tidak ada kan? Aku pergi dulu. Annyeong" Ucpanya meninggalkanku sendirian

Tadinya aku ingin mengajaknya pergi dan bicara tentang hubungan kami. Tapi... Hah... Aku juga ingin pulang bersamanya.. Ya sudahlah... Aku minta jemput Shin ahjusshi saja.

Aku berjalan menuju gerbang, langkahku terhenti saat melihat Joongie dan namja bernama Hyun Joong berjalan berdampingan. Mereka tertawa bersama, Joongie tidak seperti itu saat bersamaku hari ini! Aku lihat Hyun Joong merangkul pundak Joongie.

DEG

Dadaku terasa sakit lagi.

" Jaejoong ah!" Teriakku, Jaejoong menoleh

" Ne?"

Dia menghampiriku

" Jangan pergi... Aku ingin bicara" Lirihku

" Eh? Tidak bisa aku sudah berjanji. Apa Shin ahjusshi tidak menjemputmu? Mau aku antar pulang?"

" Shin ahjusshi sebentar lagi datang"

" Ah, ya sudah. Annyeong Yun"

" Jae..."

Aku melihat Joongie menarik Hyun Joong kedalam mobilnya. Sakit itu merasukiku lagi. Kenapa dia sama sekali tidak membiarkanku berbicara. Apa susahnya mendengarkanku bicara?

Tak lama Shin ahjusshi datang, setelah sampai aku berlari ke kamar Minnie.

BRAKK

" OMO! Kau kenapa Hyung?" Changmin kaget setengah mati lalu duduk diatas tempat tidurnya

" Bisa buat aku seperti Hyun Joong?"

" Eoh? Apa maksudmu hyung?"

Aku menceritakan kejadian hari ini padanya, jujur saja aku tidak akan pernah bisa berbohong pada Changmin. Dia lebih tahu masalah seperti ini.

" Kau ini bagaimana hyung! Kau kan bisa menariknya dan katakan jangan pergi dengan namja lain! 'Aku cemburu!' begitu…"

" Itu tidak sopan Minnie ah..."

" Tidak sopan? Kau melakukan hal yang paling tidak sopan! Meniduri Jaejoong hyung tanpa terikat hubungan pernikahan! Masih berfikir menarik Jae hyung dihadapan Hyun Joong itu tidak sopan?!"

" Hmm..." Aku menunduk. Sungguh malu untuk membicarakannya

" Kau tak lihat? Hyun Joong sepertinya menyukai Jae hyung! Kau punya saingan hyung pabbo!"

" Aku tidak pabbo!"

" Ne, kau pabbo! Kau melepaskan orang yang benar - benar mencintaimu!"

" Aku tidak melepaskannya! Tidak akan pernah!"

" Katakanlah itu padanya Hyung! Dia akan senang dan tidak akan meragukanmu lagi"

" Jadi? Intinya kau mau membantuku tidak!"

" Ish! Hyung ini!" Ucap Minnie lalu tersenyum lebar

.

~ Yunho POV End ~

.

" Hah..."

Terdengar helaan nafas seseorang. Seorang namja duduk menyadarkan dirinya pada pohon yang ada di belakang sekolahnya

" Gwaenchana Jae?"

" Nan molla!"

" Kau masih belum tahu keberadaannya?"

" Ne!"

" Termasuk dongsaengnya?"

" Ne! Namja tiang listrik dan hyung culunnya itu tidak ada kabarnya! Kau tahu namja culun itu mematikan ponselnya! Bayangkan kesalnya aku! Dia kabur kemana coba!" Jaejoong mulai marah - marah

" Aigoo... Kau memanggilnya namja culun tapi masih mencintainya! Mereka sudah tidak masuk sekolah hampir dua minggu. Pihak sekolah pun tak tahu kemana mereka..."

.

~ Jaejoong POV ~

.

Kemana Yunho menghilang? Sudah hampir dua minggu tidak masuk sekolah, ponselnya mati. Emailku tidak dibalas, aku kerumahnya tapi tidak ada orang, bertanya pada orangtuaku. Mereka juga tidak tahu. Apa lagi orangtuaku yang super sibuk itu tengah di Afrika melihat jerapah...

" Yun... Kau dimana? Dasar namja culun cupu tidak berperasaan!" Teriakku

Aku dan Yoochun berjalan ke arah kelas karena sebentar lagi bel akan berbunyi.

" Kyaaaa! Jae oppa! Kenapa dengan wajahmu!" Seorang yeoja berteriak

" Oppa! Ini untukmu" Seorang yeoja bername tag Jessica menghampiriku dan memberikan kotak

" Gomawo" Kataku tersenyum tipis

" Omo! Sudah berapa lama kami tidak melihat senyummu oppa! Terlebih namja nerd itu memonopolimu seenak hatinya! Hah... Syukur deh dia tidak disini!"

" Kau senang?"

" Tentu saja! Namja nerd itu tidak memonopilimu lagi kan oppa" Ucap Jessica lalu menggandeng lenganku

Aku mencoba melepaskan pelukannya dilenganku. Aku mendekat ke arah tempat sampah.

" Terima kasih atas coklatnya, tapi kau membuat mood ku buruk" Ucapku meremas kotak itu lalu menjatuhkannya ke tempat sampah

Jessica memandangku dengan mata berkaca - kaca. Namun aku tidak peduli! Siapapun yang berani menghina Yunie! Aku akan membencinya.

" Kajja Chun, tidak usah mengurusi yeoja jelek ini" Ucapku lalu berjalan ke arah kelas

" MWO?!" Semua yang ada disana berteriak namun aku tidak peduli

Aku duduk ditempatku memandang kearah gerbang. Ntah kenapa aku masih menunggunya. Aku sangat yakin dia akan ke sekolah

" Jae ah? Kenapa kau seperti itu? Kau kasar Jae"

" Kau membela mereka?"

" Bukan begitu sepupuku yang pabbo!" Yoochun mencubit pipiku

" Aw aw aw! Appo!"

" Seperti bukan dirimu saja! Kau moody an sekarang"

" Hah... Mollayo..."

" Kyaaa! KYYYAAAAA"!

" Aish, yeoja - yeoja itu berisik! Kali ini apa yang mereka teriaki?"

" Jae! Lihat itu Changmin!"

.

~ Jaejoong POV End ~

.

Jaejoong langsung menolah dia menatap pemandangan yang terjadi di gerbang sekolah. Tampaklah dua namja tinggi sedang perjalan santai. Yang satu semua sangat mengenalnya, Jung Changmin. Yang satu lagi?

" Yunie!" Pekik Jaejoong

" Yunie? Mwo?! Yunho?! Itu Yunho? Tidak mungkin!"Yoochun berteriak pula, Jaejoong memukul kepala Yoochun

" Wae? Aku tidak percaya itu Yunho!"

Bagaimama percaya? Namja culun itu berubah 360 derajat dalam hal pakaian dan wajah. Lihat saja, dia sudah tidak pakai kacamata tebal, rambutnya tidak klimis dan pakaiannya yang tidak rapi. ( bayangin aja appa di wrong number )

" Aku sangat mengenal garis - garis wajah dan tubuhnya! Cara jalannya pun sama! Pabbo! Ini pakai teropongku kalau tidak percaya!" Ucap Jaejoong memberikan teropong yang diberikan Jaejoong, Yoochun memakainya dan langsung membelalakan matanya

" Omo! Dia operasi plastik dimana?"

PLETAK

" Itu asli! Semuanya!"

" Ne ne ne! Kau sangat mengenal tubuhnya karena sudah menyentuhnya!"

" Ya! Kau ingin kupukul lagi?!"

" Sudah Jae! Appoyo!" Ucap Yoochun sambil memegamgi kepalanya

" Ck..."

Jaejoong meneropong kembali, dia memperhatikan pergerakan Yunho. Namun kemudian mencemberutkan bibirnya.

" Wae?" Tanya Yoochun

" Aku tidak suka pemanpilan barunya! Dia akan dikelilingi yeoja - yeoja gatel yang minta di garuk!"

" Aigoo..."

" Aku akan menghampirinya!" Ucap Jaejoong

Namun sebelum beranjak, bel berbunyi. Jaejoong makin kesal lalu kembali meneropong Yunho yang sudah berada dikelas.

Deg

Mata Jaejoong menangkap sesuatu. Yunho memandang kearahnya lalu tersenyum tipis. Jaejoong memalingkan wajahnya

' Omo! Bisa gawat kalau dia tahu aku meneropongnya!' Batin Jaejoong lalu meletakkan teropongnya didalam tas miliknya

Kaki Jaejoong sangat gatal. Dia ingin sepecatnya menghampiri Yunho. Dia menghentak - hentakkan pelan kakinya. Yoochun hanya bisa tersenyum melirik kearah Jaejoong.

Saat bel istirahat berbunyi, Jaejoong segera berlari diikuti oleh Yoochun dibelakangnya yang kalah dalam berlari. Dia berhenti tak jauh dari kelas Yunho. Menumpukan tangannya pada lutut, mengambil nafas. Dan matanya membulat melihat keadaan dihadapannya. Yoochun yang baru sampai tidak berada disamping Jaejoong, dia merasakan aura gelap Jaejoong.

" YA!" Teriak Jaejoong

Semua mata memandang Jaejoong. Yeoja yang mengelilingi Yunho mulai mundur saat Jaejoong melangkah maju. Disamping Yunho berdiri Changmin.

PLETAK

" Appo!" Teriak Changmin

" Ya! Apa yang kau lakukan pada hyungmu! Kenapa dia begini!" Bentak Jaejoong pada Changmin " Apa tiang listrik ini memaksamu? Apa yang dialakukannya sampai kau seperti ini?" Tanya Jaejoong bertolak pinggang menatap Yunho

" Kau tidak suka penampilanku?"

" Bagaimana kau bisa suka kalau kau dikelilingi yeoja - yeoja aneh yang minta digaruk ini! Kajja ikut aku!" Jaejoong menarik Yunho

Changmin memberikan senyum terbaiknya pada hyung tersayanganya. Yoochun mendekat, disana ada Kyuhyun juga Junsu.

" Kajja, kita ke kantin saja. Lapar" Changmin menarik Kyuhyun dan akhirnya mereka pergi ke kantin

Sementara itu, ternyata uri Jaejoong yang sedang moody an itu mengajak ups... Lebih tepatnya menarik paksa Yunho ke dalam toilet. Jaejoong berdiri didepan Yunho.

" Apa yang dilakukan food monster itu padamu? Kenapa seperti ini? Aigoo! Awas saja tiang listrik itu nanti. Mana kaca matamu Yun?" Tanya Jaejoong sembari membereskan rambut Yunho yang menurutnya berantakan itu

" ..."

" Wae? Kenapa diam? Mana kacamatamu?" Tanya Jaejoong kali ini menatap Yunho

GREP

Yunho merengkuh pinggang Jaejoong. Jaejoong sangat kaget, dia membelalakan matanya. Tak menyangka Yunho akan seperti ini.

" Bo..Go..Shippo..." Lirih Yunho laku memeluk Jaejoong dan menyesap harum pada leher Jaejoong

" Eh? Na-nado Yun.. Kajja... Bereskan penampilanmu dulu!"

" Aku tidak mau"

Jaejoong sedikit mendorong pelukan Yunho lalu memandang sang namjachingu.

" Wae? Kau senang dikelilingi yeoja - yeoja itu?!" Tanya Jaejoong lalu memajukan bibirnya

" Aniya, dengan begini kau akan mendengarkanku bicara. Kajja kita bicara"

" Memang aku tidak mendengarkanmu?"mi

" Ne, kau bahkan lebih memilih pergi dengan Hyun Joong daripada bicara denganku! Nanti pulang sekolah, aku akan kekelasmu. Ne?"Ucap Yunho lalu tersenyum

" Omo!"

" Wae?" Tanya Yunho membelai pipi Jaejoong

" Kau benar Yunie? Kenapa seperti ini? Yunie ku tidak pernah seperti ini! Dia pemalu!"

" Nanti akan kuceritakan! Kajja... Kita keluar, kau belum makan bukan?"

" Ne"

Cup

Yunho mengecup bibir Jaejoong, Jaejoong membeku. Benarkah ini Yunhonya?

Yunho menggandeng Jaejoong yang masih membeku, Jaejoong hanya menurut sambil memandang tangannya yang digenggam erat oleh Yunho. Perpuluh - puluh mata memandang mereka dengan pandangan yang berbeda, ada yang iri, panas, cemburu, senang dan lain - lain.

Setelah sampai, Jaejoong duduk disebelah Yunho. Yunho masih tidak melepaskan genggamannya.

" Bagaimana Jae hyung mau makan kalau kau tidak melepaskan tanganmu darinya hyung?" Tanya Changmin

" Aku akan menyuapinya"

" MWOOO!" YooSuChangKyu dan Jaejoong berteriak kaget

" Ada apa? Kajja Joongie... Makan..."

Yunho menyuapi Jaejoong, Jaejoong tersenyum bingung namun menikmatinya. Yunho tidak pernah memperlakukannya seperti ini. Semoga ini adalah perubahan positif untuknya. Namun dia juga tetap tidak suka karena nanti banyak yeoja yang akan mendekati Yunie nya!

" Yun? In-ini benar kau?"

.

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Jeng Jeng...

Masalah datang lagi... Bisa tebakkan siapa dia?

Sengaja bikin bingung siapa tunangannya si Yunpa... aku ga bisa pisah in mereka karena mereka itu satu... heheheheheh...

Thanks to

Yunholic, Endah .N, Joongmax, yuu, RaraRyanFujoshiSN, Onkey Shipper04, Dhea Kim, Uzumaki Narusasu, lee sunri hyun, ryukey, FiWonKyu0102, Rly. yang udah kasih ripiu...

Juga silent reader yang udah nyempetin baca, thanks ^^

Aku masih terima saran n kritik dari kalian kok.