"Eh… ?" Dell gugup mendengar pertanyaan Hakuo.

"Maksudku, kalian masih terlalu muda untuk urusan cinta… Jadi…" Hakuo mengusap-usap pipinya. Gelisah.

"Aku sudah memutuskan.. Haku akan melanjutkan sekolah di Australia. Dia akan menamatkan SMP dan SMA di sana. Kau bisa menerimanya, kan, Dell…?"

"… Kapan dia akan berangkat?"

"Hari Rabu, tanggal 21 Desember."

Dell terpekur. Hari itu tepat lomba menyanyi yang diikuti Haku, juga.. Hari ulang tahun Haku.

"Aku sudah dengar. Katanya Haku ikut lomba menyanyi. Tapi, sepertinya dia tidak akan bisa mengikutinya… Maafkan aku. Mengatakan hal ini tiba-tiba…" ucap Hakuo.

"Hakuo.. Aku…" Dell mendekati Hakuo, lalu membisikkan sesuatu. Hakuo tersenyum tipis mendengarnya.

"Sure, dude."

-0-

Silau…

Haku mengerjapkan matanya. Putih. Itu yang pertama kali dijumpainya. Matanya melebar.

"Benar juga, Neru..!" sahut Haku sambil mencoba duduk. Tapi sulit karena rasa nyeri langsung menyerangnya.

"Aduuh.. Tenggorokanku.." keluh Haku seraya memegang tenggorokannya yang dibalut perban.

KLEK

"Hei, Haku. Kau sudah sadar? Jangan langsung duduk begitu. Kau belum sembuh benar…" tegur Dell yang menerobos masuk.

"Dell, seenaknya saja kau menyerobot! Harusnya aku yang mengatakan itu!" amuk Hakuo yang menyusul masuk. Haku sweatdrop melihat kelakuan dua pria itu.

"Ka… Kalian akrab ya…" ujar Haku iseng.

"!" Dell dan Hakuo langsung mengambil ancang-ancang berkelahi.

"Jangan begitu, dong.. Kan, tidak baik bertengkar.." lerai Haku panik melihat mode 'perang' di wajah masing-masing kubu.

"Okay, okay…" Hakuo mengalah, dia lalu duduk di tepi ranjang Haku. Sedangkan Dell duduk di kursi sebelah Haku.

"Oh ya Dell, apa yang terjadi pada Neru?" tanya Haku.

"Neru…? Untuk apa kau menanyakannya?" ketus Dell. Hakuo menyikut Dell dengan keras.

"Adoow..! Iya iya…" Dell berhenti sebentar untuk memelototi Hakuo.

"Neru bunuh diri"

"Ba… Bagaimana bisa…?"

"Yah, pokoknya bunuh diri! Bunuh diri!" decak Dell kesal.

"Kenapa sih, kau sangat membenci Haku?"

"Karena dia melukaimu!" jawab Dell dan Hakuo kompak. Tersirat kemarahan di mata mereka berdua.

"Tapi jangan sampai seperti itu…!" balas Haku.

"My, my… Keras kepalamu seperti ibu. Dell, bisakah kau keluar? Aku ingin mengatakan sesuatu pada imouto ku yang imut ini" usir Hakuo. Haku blushing dipuji imut oleh kakaknya.

"Hakuo nii…!"

"Ck, terserah. Awas kalau kau membuatnya syok.." ancam Dell, lalu berjalan keluar.

-0-

Selasa, 20 Desember 2011

"Hakuu… Hik, hik… Bagaimana lukamu?" tanya Miku sambil memeluk Haku erat.

"Aku baik-baik saja Miku…" jawab Haku.

"Katanya besok kau ke Australia, ya? Kenapa?" tanya Ruko.

"Anoo…"

"Neru itu jahat sekali, ya. Melukaimu dengan pisau. Aku jengkel padanya" sela Luka.

"Dan katanya dia menusuk jantungnya sendiri, lho! Nggak sakit apa?" imbuh Kaito. Semua murid kelas 7-B lalu berkasak-kusuk sendiri.

"A.. Ano nee…" Haku mencoba memanggil, setidaknya satu diantara mereka menghiraukannya.

"Hm…" Haku lalu berbalik hendak menuju bangkunya sendiri. Tiba-tiba Miku berdehem dan menjentikkan jarinya. Semuanya-minus Haku-berbaris rapi dan tersenyum.

"We sign our cards and letters BFF
You've got a million ways to make me laugh
You're lookin' out for me; you've got my back
It's so good to have you around" Miku, Ruko dan Gumi menyanyikan baris pertama lirik lagu True Friend, Hannah Montana.

You know the secrets I could never tell
And when I'm quiet you break through my shell
Don't feel the need to do a rebel yell
Cause you keep my feet on the ground (Mikuo, Luki, Len)

You're a true friend
You're here till the end
You pull me aside
When something ain't right
Talk with me now and into the night
'Til it's alright again
You're a true friend (Miku, Luka, Kaiko, Rin)

You don't get angry when I change the plans
Somehow you're never out of second chances
Won't say "I told you" when I'm wrong again
I'm so lucky that I've found (Miki, Rook, Kaito)

A true friend
You're here till the end
You pull me aside
When something ain't right
Talk with me now and into the night
'Til it's alright again (Miku, Luka, Kaiko, Rin)

True friends will go to the end of the earth
Till they find the things you need
Friends hang on through the ups and the downs
Cause they've got someone to believe in (Nigaito, Taito, Lily, Gakupo)

A true friend
You're here till the end
You pull me aside
When something ain't right
Talk with me now and into the night
No need to pretend
You're a true friend
You're here till the end
Pull me aside
When something ain't right
Talk with me now and into the night
'Til it's alright again
You're a true friend (3x) (All in 7-B)

Haku terhenyak. Teman-temannya ternyata penuh perhatian. Kenapa dia tidak menyadarinya?

"Terima kasih, semuanya…" ucap Haku lirih dengan mata berkaca-kaca. Setelah itu Mizki dan Piko memberinya sebuah bingkisan yang dihiasi pita perak.

"Buka, buka!" sorak Miku dkk.

"Waahh…" Haku tersenyum lebar melihat sebuah pigura berisi fotonya dan teman-teman saat semester 1. Saat itu mereka berkumpul di taman bermain bersama bu Sayu, wali kelas 7-B.

"Besok kau akan berangkat jam 8, kan?" tanya Kaito.

"Hn…" Haku mengangguk.

"Kami akan mengantar kepergianmu!"

"E.. Eh, tidak usah! Aku tidak ingin merepotkan kalian..! Ada Hakuo nii dan…"

"Dell tidak masuk, ya?" sela Sonika.

Dell…

-Continued-

Miku : Akita-san, berarti chapter setelah ini chapter terakhir, ya?

Akita : Iyaa…

Haku : Kok lesu?

Akita : Habisnyaa… Setelah ini Akita akan hiatus sementara dari fandom Vocaloid… *sedih.

Dell : Kok gitu?

Akita : Akita juga pingin masuk fandom Naruto atau Gundam 00..! Nih, kerangkanya udah jadi..

Luka : Balas review~!

Kuro 'Kumi' Mikan

Akita : Maaf kalau chapter 7 dikit… Maklum, ide ngadat..!

Miki : Akita-san udah perbaiki yang bagian itu, kok. Silahkan lihat sendiri.

Hakuo : Jadi 'sang belahan jiwa' nieh.. Cicuuiitt.. Prikitiew! *niru sule.

Haku&Dell : SHUT UP, YOU ****!

Akita : Heh, nggak baik misuh-misuh kayak gitu. Ya sudahlah, sesuai permintan Kumi-san beberapa waktu lalu….

HAPPY ENDING

Miku : Rencananya, nanti Dell.. *dibekap sama author.

Akita : Ssshh..! Nanti nggak seru dong!

Kaito : btw, we need your review!