Hope Is a Dream That Never Sleeps
KyuMin (KyuhyunxSungmin)
Riska Sri Rahayu Present
Pagi hari ini Heechul, dan Leeteuk terlihat sangat panik saat melihat Sungmin terus-terusan muntah wajah saja sekarang usia kandungan Sungmin suda menginjak dua bulan.
Semenjak kejadian Sungmin menolak tawaran dari Mr. dan Mrs. Cho tentang pertanggung jawaban Kyuhyun, Sungmin lebih memilih untuk lebih meluangkan banyak waktu dengan Hyungdeul-nya.
"Apa sudah baik, Min?" tanya Leeteuk khawatir, itu semua terlihat jelas di wajah panik Leeteuk.
Sungmin menutup mulutnya dengan tanganya, tidak menjawab pertanyaan Leeteuk, wajahnya kini sudah pucat seperti pagi-pagi kemarin.
"Apa sudah kembali Chek Up?" tanya Heechul, Sungmin kembali memuntahkan makanan yang ia makanan, ini benar-benar mual.
Leeteuk dengan lembut memijat tengkuluk Sungmin, sedangkan Heechul dengan setia mengusap pelan punggung Sungmin.
"Hyung" panggil Henry, Henry berlari menuju kamar mandi café, wajanya terlihat panik saat melihat Sungmin tidak berhenti memuntahkan makanannya.
Beberapa menit kemudian Sungmin berhenti dengan Morning Sick-nya, Leeteuk, Heechul dan Henry tersenyum lega.
"Aishh ini merepotkan sekali" guman Sungmin mencuci mulutnya, lalu tersenyum manis seolah tidak terjadi apa-apa.
"Kau ini setiap pagi membuat kami cemas saja" ujar Heechul, Sungmin tersenyum menunjukan gigi-gigi putihnya dan membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona akan senyuman manis Sungmin.
"Hehehe salahkan Baby-ku" balas Sungmin, menjulurkan lidahnya mengejek Heeechul.
"Heh apa kau bersikap seperti ini juga karena, Baby-mu?" tanya Heechul, Sungmin mengangkat satu halisnya –Bingung-
"Tampa sadar dia memang selalu membuat pose Aegyo" ujar Leeteuk tersenyum kecil, lalu menarik Sungmin untuk keluar dari kamar mandi.
.
.
.
"Omona, lihat apa yang terjadi?" ujar Heechul, Henry mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Apa yang kau lakukan Min?" tanya Leeteuk hati-hati, Sungmin tersenyum dan menatap Leeteuk dengan tatapan semanis mungkin.
"Aku?, entahlah aku sedang melakukan hal yang ingin di lakukan Baby-ku, Hyung" jawab Sungmin, Henry menatap cake yang ia buat dan ia tata rapi untuk hadiah sang tunangan –Zhoumi-
"Umhhh ini enak sekali" ucap Sungmin, dengan lahap memakan Cake yang Henry buat semalaman.
"Hyung, itukan Cake ku" ucap Henry, Sungmin memandang Henry dengan sangat menyesal dan berhenti melahap Cake yang ada di tanganya.
"Mianhae" maaf Sungmin, Sungmin menundukan kepalanya tiba-tiba bahu Sungmin bergetar dan suara isakan-isakan mulai muncul dari bibir manis Sungmin.
Henry, Leeteuk dan Heechul menelan ludah susah saat Sungmin sebentar lagi akan mengeluarkan tangisannya.
"Mianhae" ucap Sungmin terisak, dengan cepat Henry duduk di samping Sungmin, untuk menenangkan Hyung kesayanganya itu.
Dengan lebut dan penuh kasih sayang Henry mengusap-usap pelan punggung Sungmin, dan merangkul pinggang Sungmin .
"Jangan menangis lagi ya, Hyung" rayu Henry, Sungmin menatap Henry dengan mata yang berbinar, benar-benar membuat Henry gila.
"Kau mau memaafkan, ku?" tanya Sungmin, Henry mengangguk lalu mencium pipi kanan Sungmin.
"Tentu saja, Hyung ku sayang" jawab Sungmin, Sungmin tersenyum senang lalu menghapus air matanya dengan kasar, menatap Henry dan satu kecupan mendarat di pipi kanan Henry.
"Hadiah untuk mu, Henry" ujar Sungmin tampa sadar membuat Leeteuk, Heechul dan Henry menatap hal yang tidak bisa di lakukan Sungmin.
"Bawaan Baby-nya" ucap Leeteuk, Henry tersenyum tampa sadar wajahnya kini memerah seperti buah tomat.
"Hyung, nakal" ujar Henry, menempelkan krim ke pipi Chubby Sungmin.
Sungmin menatap Henry lalu tersenyum semanis-manisnya
"Aku kan hanya ingin membalas kesalahan ku, memakan Cake mu aku rasa itu cukup kan?" balas Sungmin, Henry menggeleng pelan lalu memPoutskan bibirnya.
"Tidak semudah itu, Hyung"
Sungmin menatap Henry dengan tatapan memohon, tapi Henry lagi-lagi menggeleng.
"Baiklah, apa mau mu, Henry?"tanya Sungmin menyerah, Henry tersenyum senang lalu menatap Sungmin.
"Cium yang di sini" ucap Henry menunjuk bibir-nya sendiri tapi tiba-tiba Zhoumi datang dan memukul kepala Henry.
"Coba kau ulangi lagi" perintah Zhoumi, Henry menggaruk tengkuluk-nya, lalu tersenyum tampa dosa.
"Hanya ciuman di bibir saja" ujar Henry, Zhoumi kembali akan memukul kepala Henry tapi sebuah tangan lembut milik Kim Heechul menahannya.
"Kenapa, Hyung ?" tanya Zhoumi, Heechul menggelengkana kepalanya lalu menurunkan tangan Zhoumi.
"Kalau jadi seme jangan kasar-kasar, kasihankan Henry" ujar Sungmin, Zhoumi menatap Sungmin lalu tersenyum.
"Aku tidak akan berbuat kasar jika Mochi ku ini tidak menggoda mu, Hyung" balas Zhoumi, Henry mendelik kesal ke arah Zhoumi.
"Baiklah terima kasih, Hyung atas ciuman di pipinya" ucap Henry penuh dengan penekanan.
Zhoumi tersenyum menang tapi seketika senyumannya hilang, dia masih mencerna apa perkataan Uke tercintanya itu.
'Baiklah terima kasih, Hyung atas ciuman di pipinya. Jadi Henry…'
"Awas kau bocah nakal" teriak Zhoumi ketika Henry sudah berlari menuju ke dapur, Leeteuk, Heechul, dan Sungmin hanya tersenyum melihat begitu kekanak-kanakanya pasangan itu.
0o0
"Kenapa kau ingin begitu tahu tentang dia, Kyu?" tanya seorang namja yang sedang meminum kopinya tersebut.
Kyuhyun mendelik kesal jika, namja ini ingin tahu apa tujuannya.
Kyuhyun mendesah pelan lalu menatap ke arah jendela café yang terbilang cukup mewah itu.
"Aku hanya ingin tahu saja, Hyung" jawab Kyuhyun, Namja itu tersenyum lalu menyimpan cangkir kopinya dan menatap Kyuhyun.
"Apa kau mencintainya?" tanya namja itu, Kyuhyun mendelik kesal saat namja yang ada di hadapanya mengambil kesimpulanan yang membuata hatinya sedikit bergetar.
"Apa? Aku mencintai dia, tidak mungkin" jawab Kyuhyun menunjuk dirinya, namja itu tersenyum lalu mengangguk.
"Baiklah hasil yang ku dapatkan saat ini, Lee Sungmin kandungannya sudah berumur dua bulan dan aku jamin ia setiap pagi selalu mengalami Morning sick" jelas namja itu, Kyuhyun menatap namja itu dengan bingung.
"Apa itu Morning sick, Ryeowook?" tanya Kyuhyun, namja yang di panggil Ryewook itu tersenyum lalu menepuk pelan tangan kanan Kyuhyun.
"Kau tidak pernah tahu tentang apa itu, 'Morning sick' ?" tanya balik Ryeowook, Kyuhyun menggeleng lemah, terlihat jelas dia tidak pernah tahu tentang seseorang yang hamil bukan?
"Morning sick, itu selalu di alami seseorang yang hamil, aku dengar itu sangat menyiksa perut mereka mulas dan mereka akan memuntahkan makanan yang mereka makanan, dan itu butuh perhatian dari Suami" jelas Ryeowook menekan kata Suami, Kyuhyun memandang Ryeowook sesaat setelah ia kembali menatap ke arah jendela café.
"Bukan-kah dia sudah mempunyai sahabat-sahabat yang baik, jadi aku rasa dia tidak butuh aku" ujar Kyuhyun, tampak ada gurat kesedihan di raut wajah Kyuhyun, tapi disana juga terlihat betapa ia ingin menolak akan sesuatu yang ada di hatinya. -Egois-
"Sudah terlihat, kau mencintainya bukan?" tanya Ryeowook, Kyuhyun menatap Ryeowook dengan tatapan tidak suka, Ryeowook tersenyum mengerti lalu menganggkat bahunya. –Tidak peduli-
"Baiklah tadi aku sempat melihat seorang namja yang cukup manis tengah duduk bersama Sungmin, memakan cake bersama dan yang membuat aku kaget Sungmin mencium pipi namja itu, apa namja itu kekasih barunya?"
Kyuhyun langsung mengalihkan pandanganya, memandang Ryeowook tidak percaya dengan ucapanya itu.
"Apa? Apa kau cemburu?" tanya Ryeowook, Kyuhyun mendesah lalu kembali menatap ke arah jendela.
Kyuhyun bisa merasakan beberapa getaran di hatinya, ia akui memang seperti ada seseorang yang menggoreskan benda tajam di hatinya.
Mendengar ucapanya Ryeowook, teman dan sekaligus orang Kyuhyun percayai untuk membantu dan mencari tahu lebih dalam apa hubungan antara keluarga Lee dan keluara Victoria.
"Aku harus pergi sekarang, aku masih ada jam kuliah" pamit Ryeowook dan menepuk pelan bahu kanan Kyuhyun.
"Aku akan membantu mu, Kyu percayalah" ujarnya sebelum langkahnya meninggalkan Kyuhyun, yang tengah duduk sendiri memandang dan menyesuaikan hatinya agar lebih tenang.
Setelah beberapa menit Kyuhyun duduk sendiri disana, Kyuhyun bangkit dari duduknya dan mengelurkan beberapa lembar uang, menyimpannya dia atas meja dan meninggalkan café tersebut.
Langkah Kyuhyun menuju arah parkiran, tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat seseorang yang baru saja ia bicarakan dengan Ryeowook.
"Sungmin" guman Kyuhyun, Kyuhyun ingin melangkahkan kakinya menuju mobilnya tapi entah kenapa kakinya membawa ia menuju arah Sungmin, Sungmin yang tengah duduk bersama Yesung memakan es krim yang biasa, Kyuhyun dan Sungmin makan bersama.
Kyuhyun merasakan getaran aneh di dalam hatinya, tiba-tiba jantungnya berpacu kencang, Kyuhyun tidak bisa mengertikan hatinya sekarang, yang ia rasakanya hanya rasa sakit yang menjalar kedalam ulu hatinya.
Kyuhyun tidak melanjutkan langkah kakinya, ia tersenyum saat melihat Sungmin tersenyum senang dan sesekali mencolek es krim yang tengah di peganggnya dan mencoleknya ke pipi Yesung.
Tiba-tiba memory tentang ia dan Sungmin berputar di kepalanya, memperlihatkan betapa bahagianya Sungmin saat bersamanya dulu.
Tapi Kyuhyun menolak itu semua, menolak bahwa ia merindukan Sungmin, merindukan namja termanis yang ia pernah temui, hatinya memberontak tapi ego Kyuhyun mengatakan bawa ia hanya mencintai Victoria.
Wanita yang sudah menghancurkan hidup seorang Lee Sungmin.
Kyuhyun ingin mengucapkan kata-kata ketika Sungmin dan Yesung akan pergi dari tempat itu, tapi lidahnya kelu, kakinya kaku untuk di gerakan dan tangan kanan-nya kini terulur ke depan ingin mencegah Sungmin dan Yesung.
Setelah Yesung dan Sungmin benar-benar pergi Kyuhyun, mendesah lalu sebuah kata-kata yang sempat ia ingin ucapkan terdengar.
"Jangan pergi"
Tapi tiba-tiba ego kembali menguasai Kyuhyun, Kyuhyun mendesah kesal dan memukul kepala-nya kesal.
"Aku tidak mungkin melakukan hal itu, sithh sial" guman Kyuhyun, dan pergi dari tempat itu menuju mobil milinya yang terpakir di tempat parkiran café.
Hope Is a Dream That Never Sleeps
Eunhyuk dan Donghae tersenyum saat melihat Kyuhyun yang baru saja, datang ke kampus.
"Hi Kyu" sapa Eunhyuk dengan santainya Eunhyuk, menepuk punggung Kyuhyun.
"Ada apa?" tanya Kyuhyun dingin, Donghae tersenyum lalu memandang Kyuhyun aneh.
"Aku mendapatkan sesuatu yang sangat -sangat menggembirkan" jawab Eunhyuk, Donghae tersenyum lalu membisikan.
"Aku dan Eunhyuk sudah jadian"
Kyuhyun yang tadinya hanya malas dan bosan menanggapi kedua sahabatnya ini langsung terkejut dan memandang EunHae bergantian.
"Apa…? Kalian benar-benar pacaran?" tanya Kyuhyun tidak percaya, Eunhyuk mengangguk senang dan Donghae hanya tersenyum kecil.
"Apa tidak.."
"Cinta itu buta Kyu, kau tahu orang yang menghina atau pun mengatai seseorang yang abnormal mereka tidak pernah mengerti arti cinta" potong Eunhyuk, Kyuhyun terdiam pandanganya kosong ia masih mencerna ucapanya teman monyet-nya itu.
Eunhyuk dan Donghae melangkahkan kakinya meninggalkan Kyuhyun yang masih memikirkan kata-kata yang baru saja Eunhyuk lontarkan.
Setelah berjarak cukup jauh dari tempat Kyuhyun terdiam, Eunhyuk dan Donghae menghentikan langkah kaki mereka.
Setelah mendengar suara Kyuhyun.
"Chukkae"
Donghae tampa membalikan tubuh-nya ia melambaikan tangan kanan-nya kepada Kyuhyun, senyuman yang membuat deretan gigi Eunhyuk terlihat jelas membuat siapa saja akan terpesona melihatnya ,terukir jelas di wajah Eunhyuk sekarang.
.
.
.
"Apa tidak ada jadwal kuliah hari ini, Hyung?" tanya Sungmin, Yesung menggeleng lalu tersenyum lembut.
"Jadwal kuliah ku hari ini kosong, bagaimana jika kita jalan-jalan lagi?" jawab dan tanya Yesung, Sungmin tersenyum lalu menggeleng lemah.
Yesung mengacak-acak lembut rambut Sungmin dan membuat Sungmin memajukan bibirnya .
Menatap Yesung kesal lalu memukul pergelangan tangan Yesung.
"Kau jahat sekali, Hyung" ucap Sungmin, Yesung tersenyum lalu merapihkan dan menata rambut Sungmin kembali seperti semula.
"Baiklah, tuan putri Sungmin sekarang kau mau apa, Minnie?" tanya Yesung, Sungmin tersenyum lalu menarik Yesung untuk duduk di tempat yang Sungmin sukai di café itu.
-Mencari tempat yang di ujung dan dekat jendela yang menghadap jalan raya-
"Aku ingin cerita, Hyung" ujar Sungmin, Yesung menggangguk-kan kepalanya dan kembali tersenyum.
"Aku rasa aku terlalu merepotkan mu dan para Hyungdeul dan Henry" lanjut Sungmin menundukan kepalanya.
"Kenapa kau berkata seperti itu Min? apa kami pernah berkata seperti itu padamu?" tanya Yesung, Sungmin mengangkat kepalanya lalu memandang Yesung.
"Kalian…"
"Sudahlah, merawatmu sudah ku jadikan kewajiban untuk ku" potong Yesung, Sungmin tersenyum senang lalu memeluk Yesung yang ada di hadapanya.
"Ehem"
Sontak Sungmin melepaskan pelukanya saat melihat Henry tengah berdiri dan tanganya terlipat di dadanya.
"Kenapa di sini panas sekali, Hyung apa AC tidak dinyalakan?" teriak Henry, penuh penekanan padalah AC selalu di nyalakan kecuali di musim dingin saja.
"Katakan jika kau cemburu Mochi" ujar Yesung, Henry mendelik sebal ke arah Yesung lalu meledek Yesung.
"Kalau iya bagaimana? Tidak boleh?" jawab Henry dengan posisi masih sama, Sungmin menghampiri Henry lalu memeluknya.
"Gomawo, Mochi" ujar Sungmin, dengan senang hati Henry membalas pelukan Sungmin dan tersenyum penuh kemenangan.
.
.
.
"Kyu, aku rasa namja yang sudah ku ketahui bernama Henry itu kekasih baru Sungmin" ujar Ryeowook, Kyuhyun mendesah kesal dan membantingkan PSP-nya.
Ryeowook menatap Kyuhyun tidak percaya, PSP bayangkan Kyuhyun sekarang mungkin sangat kesal hingga PSP kesayanganya ia rusak.
"Nama lengkapnya siapa?" tanya Kyuhyun, Ryeowook tersenyum lalu membaca sebuah dokumen yang ia pegang.
"Nama lengkap Henry Lau dia lahir di kanada, nama panggilanya.."
"Aku hanya menanyakan nama lengkapnya saja, Hyung" ujar Kyuhyun memotong penjelasan Ryeowook.
"Apa kau tidak mencari lebih dalam lagi?" tanya Kyuhyun, Ryeowook menggeleng pelan lalu menyimpan dokumen yang ia pegang.
"Mereka sangat dekat, aku rasa Sungmin begitu menyayanginya atau mungkin mencintainya" jawab Ryeowook membuat dada Kyuhyun semakin naik turun.
"Sudah hentikan, tidak mungkin itu terjadi, Sungmin hanya mencintaiku"
Teriak Kyuhyun terdengar sangat jelas di kamar-nya.
Ryeowook memandang Kyuhyun dengan tatapan aneh, dan tersenyum penuh mestery.
Kyuhyun menenangkan dirinya, duduk di sisi ranjangnya dan mengacak-acak rambutnya.
-Frustasi-
"Jangan –jangan…" ucap Ryeowook tersenyum aneh saat melihat Kyuhyun begitu tersiksa saat ia menceritakan hal ini.
"Jangan-jangan apa?" tanya Kyuhyun.
"Kau mencintai Sungmin" dan mungkin sudah ratusan kali Ryeowook berkata, seperti ini, Kyuhyun terdiam lalu menatap Ryeowook.
"Aku…?"
TBC
Hehehe telat lagi, mian maunya hari sabtu di post tapi aku lagi sakit, tidak berdaya ckckc
Makin gaje yah?
Uri appa kenapa egois ya?
Ckck Komen nae^^ miana kalau makin ngelantur
Gomawo *Bow*
