"More Than Father Chapter 8"

Pair:KaiSoo

Other Cast:Kim YoungIn (OC),Other

Genre:Shounen-Ai,romance,Incest,Age Switch,Family Life

Rate: T++

Author:Xiayuwe Liu

Note: Ga ada catatan khusus, xia Cuma mau ngucapin banyak terima kasih sama readers yang ga bosen sama ff abal ini dan setia nungguin terhura* okay.. don't be silent reader, don't copy paste! Selamat membaca ^^

***Xia's Present***

Summary: -saat kau merasakan apa yang disebut sayang dan cinta,kau harus bertanya pada hati kecilmu,apakah sayang dan cinta itu kau anggap sebagai suatu yang wajar?atau... sesuatu yang berbeda-

**More Than Father**

.

.

.

Jongin memeluk tubuh mungil kyungsoo dari belakang dengan posesif, seolah tidak ada satu pun hal yang boleh memisahkan keduanya. Sesekali jongin mengecup pucuk kepala kyungsoo dengan penuh kasih sayang.

"jonginnie.. kenapa ga bisa lepasin kyungsoo sih?kyungsoo kan lagi masak buat jonginnie.. kalau masakannya ga enak jonginnie ga mau makan kan?".cerocos kyungsoo setelah membalikkan tubuhnya menghadap jongin dengan bibir kissable yang mengerucut lmut.

"mudah saja..jongin akan makan dirimu..rawwww".ujar jongin sambil memasang wajah mesum.

"nakal!".ucap kyungsoo tersipu malu sambil memukul lengan jongin.

Ah.. ada satu hal yang kalian tidak tahu bukan? Jongin meminta kyungsoo untuk tidak menamakannya lagi daddy, tapi hanya kyungsoo, jongin tidak ingin 'ungkapan ayah anak' itu membatasi rasa cinta yang tumbuh dikeduanya, dan yeah seperti dugaan kalian.. kyungsoo tentu setuju, kyungsoo tidak pernah bisa tidak setuju dengan keputusan jongin bukan?

.

.

.

"jonginnie.. kalau kita pulang nanti apa bisa sepelti ini?".tanya kyungsoo polos disela-sela pelukan jongin, keduanya sedang menikmati langit jeju dimalam hari.

Jongin berfikir.

"apa baby soo menyukai semua ini?".tanya balik jongin.

"ne... kyungsoo sangaaaattt sukaa.. kyungsoo ga pelnah tau kenapa kyungsoo suka, kyungsoo suka melakukan belbagai hal sama jongin, kyungsoo sukaaa kalau jongin peluk, kalau jongin cium, kalau jongin ajak 'main', pokoknya kyungsoo sukaa semuanya".jawab kyungsoo sambil tersenyum manis.

Jongin tersenyum mendengar semua penuturan kyungsoo, baginya kyungsoo bukanlah makhluk idiot yang sering orang bilang, hati kyungsoo begitu murni, polos dan suci.. semua hal yang tidak pernah jongin temukan pada diri orang lain.

"apa yang kyungsoo fikirkan saat bersama nayoung eomma?".tanya jongin tiba-tiba. Satu hal yang sering menghantui fikiran jongin, bagaimana bisa seseorang seperti kyungsoo diusia belia dengan keterbelakangan mental mencintai seorang perempuan dan menghamilinya?sungguh tidak masuk akal bagi jongin.

"eum.. saat kyungsoo dengan nayoung, kyungsoo melasa sepelti adik kecilnya nayoung.. nayoung sangat baik,manis dan suka ngelindungi kyungsoo dali king dan kawan-kawannya yang sangat jahat kepada kyungsoo.. nayoung juga suka bantuin kyungsoo belsihin luka-luka kyungsoo kalau eomma pukulin kyungsoo.. nayoung satu-satunya teman yang kyungsoo punya, walau eomma suka pukulin kyungsoo, kyungsoo lebih beluntung dali nayoung yang tinggal dipanti kalena tidak punya olang tua.. sampai akhilnya kyungsoo dan nayoung sama sama diusil dali lumah setelah tau nayoung hamil jongin dan youngin dulu.. nayoung itu sepelti cheonsa.. pasti sekalang nayoung ada disulga".ucap kyungsoo sambil menerawang menatap langit seolah ada nayoung disana.

Jongin menitikkan air mata mendengar cerita masa lalu orang tuanya yang begitu pahit, bagaimana bisa orang dewasa tidak memiliki rasa kasihan terhadap anak yang bahkan tak tau apa yang dilakukannya? dipukuli,dijahati, dijebak,bahkan diusir dari rumah dengan sadisnya, dan harus mengurus dua orang anak seorang diri.. sungguh pedih kehidupan kyungsoo, jongin menetapkan janjinya untuk melindungi kyungsoo, dan membalaskan dendamnya kepada siapapun yang pernah menyakiti kyungsoo juga nayoung.

"kyungsoo tidak perlu takut lagi ne?sekarang jongin sudah besar, jongin janji akan melindungi kyungsoo dari orang-orang jahat itu.. jongin janji akan membahagiakan kyungsoo... menuntaskan semua rasa sakit yang dulu kyungsoo rasakan, jongin janji akan selalu ada disisi kyungsoo dan tak akan meninggalkan kyungsoo".ucap jongin sungguh sungguh sambil lebih erat memeluk kyungsoo.

Kyungsoo memejamkan mata bulatnya, menikmati udara dingin yang tak begitu terasa karena hug back dari jongin begitu menghangatkannya, kyungsoo juga merasa dirinya begitu aman berada bersama jongin.

"apa jongin ga cape beldili telus sepelti ini?".tanya kyungsoo tiba-tiba.

Jongin melepaskan pelukkannya.

"apa kyungsoo sudah cape?".tanya jongin balik.

"ne.. kyungsoo cape beldili telus.. udala dilual sangat dingin juga".jawab kyungsoo.

Jongin pun bergegas membawa kyungsoo kembali kedalam kamar mereka.

.

.

.

"apa sudah enakan sekarang?".tanya jongin.

Kyungsoo baru saja selesai meminum coklat hangat buatan jongin.

"ne.. sudah lebih enak.. coklatnya enak sekali..kyungsoo sukaaa".ucap kyungsoo sambil tersenyum manis.

Hati jongin begitu teduh melihat senyum manis orang yang dicintainya tersebut, dengan gemas jongin pun memeluk kyungsoo.

"aku mencintaimu..sangat mencintaimu..".ucap jongin sambil mencium pucuk kepala kyungsoo.

"nado".jawab kyungsoo pelan sambil membalas pelukan jongin dan menyamankan kepalanya didada bidang milik jongin.

"jonginnie.. ayo kita 'main'..."ajak kyungsoo tiba-tiba.

Jongin mengeryitkan dahinya bingung.

"main?".tanya jongin bingung.

"ne..main sepelti yang dulu itu.. soalnya milik kyungsoo ini sedang sakit".ujar kyungsoo dengan polosnya menunjuk juniornya yang terlihat menegang.

Jongin mulai mengerti maksud kyungsoo karena tiba-tiba miliknya juga menegang, jongin baru sadar sejak mereka sampai di jeju belum sekalipun dia 'bermain' dengan kyungsoo..padahal tujuan utamanya berdua ke jeju adalah untuk 'bermain' dengan bebas bersama kyungsoo,mungkin karena jongin sudah merasa perasaannya terhadap kyungsoo bukanlah karena kebutuhan seks semata, namun karena perasaan cinta yang tulus.

Jongin menggendong kyungsoo ala bridal dan menghempaskannya ke kasur, kyungsoo sedikit meringis karena tangan kanannya terbentur sisi kasur yang cukup keras.

Kyungsoo menatap sayu kearah jongin, membuatnya nampak lebih sexy dimata jongin.

Jongin merangkak naik keatas kasur setelah melepaskan seluruh pakaiannya, memegang paha kyungsoo yang masih tertutup celana panjangnya, menyelusupkan tangannya dibalik kaos yang dikenakan kyungsoo untuk mencari dua tonjolan imut milik kyungsoo yang nampak mengeras, memang kyungsoo memiliki keterbelakangan mental, namun seksualitasnya benar-benar sesuai umurnya.

Kyungsoo bergeliat tidak nyaman karena sentuhan jongin yang begitu aneh namun terasa nikmat, entah apa namanya namun kyungsoo begitu menyukai apa yang dilakukan jongin terhadapnya, ada sesuatu yang berdesir dihatinya, membuka fakta bahwa dirinya dapat merasakan apa yang disebut dengan cinta.

.

.

.

.

Hari ini mereka kembali ke rumah karena liburan sudah usai dan tentu jongin tidak ingin youngin menjadi curiga karena terlalu lama berlibur.

"yaa daddy aku rindu daddy". Ucap youngin sambil memeluk kyungsoo dengan erat sesampainya mereka dirumah.

"daddy juga lindu putli daddy". Jawab kyungsoo sambil membalas pelukan youngin.

Jongin hanya bisa tersenyum getir melihatnya, fakta bahwa ia tidak mungkin cemburu dengan kembarannya sendiri apalagi kembarannya bermesraan dengan ayahnya sendiri, jongin hanya menerawang dengan perasaan yang begitu bercampur karena merasa bersalah.

"nah daddy akan buatkan cake untuk kalian.. oke?". Tawar kyungsoo berbinar.

"tentu saja boleh daddy..aku rindu masakan daddy.. jadi tolong buatkan aku kue ya". Pinta youngin dengan begitu imut.

Kyungsoo melengos kedapur untuk membuat kue, meninggalkan kedua anak kembarnya tersebut.

"yak kim jongin apa saja yang kalian berdua kerjakan di jeju? Pasti asik sekali, kalian jahat tidak menungguku libur". Ucap youngin sebal.

"kami mengerjakan banyak hal yang sangat seru dan mengasyikan disana". Jawab jongin sumringah.

"hah... jawabanmu seperti seseorang yang mengajak pacarnya berkencan saja". Dengus youngin.

Jongin terkesiap dan salah tingkah dengan celotehan youngin.

"yaampun kau ini ada ada saja youngin-ah.. bagaimana bisa kau berbicara seperti itu ada ada saja". Ucap jongin.

"kenapa? Aku kan hanya asal bicara saja kenapa kau malah bertingkah aneh". Tanya youngin curiga.

"ya karena asal bicara mu itu sangat tidak bermutu.. ah sudahlah aku lelah aku ingin istirahat". Jawab jongin sambil pergi meninggalkan youngin sendiri.

"anak yang aneh, ah lebih baik aku membantu daddy saja!". Ucap youngin sambil bergegas ke dapur.

"daddy.. apa butuh bantuan?". Tanya youngin.

"ah..tidak, sebental lagi juga selesai". Jawab kyungsoo sambil mengusap keringat di dahinya.

"ah daddy pasti lelah kan? Sini youngin pijat". Tawar youngin sambil mulai memijat bahu kyungsoo.

Youngin mengeryitkan dahinya setelah menemukan beberapa bercak merah yang ada pada bahu dan leher belakang kyungsoo yang tertutup rambutnya.

Sekelebatan fikiran-fikiran aneh pun menghantuinya.

"daddy.. kenapa ada banyak bercak merah dibahu dan leher belakang daddy?". Tanya youngin penasaran.

"umm.. belum hilang yah? Jongin pasti telalu belsemangat". Jawab kyungsoo sambil berbinar matanya sontak membuat youngin kaget dan semakin bingung.

"kalau ini ada hubungannya dengan jongin aku lebih baik bertanya padanya". Ucap youngin membatin.

.

.

.

Youngin menghampiri jongin yang baru saja keluar dari kamar mandi di dalam kamarnya sambil melipat tangan didadanya.

"ada apa?". Tanya jongin heran sambil mengusak rambutnya yang basah.

"aku tau kau menyembunyikan sesuatu dariku dan aku meminta kejujuranmu Kim Jongin". Ucap youngin tegas.

"apa maksudmu? Aku tidak mengerti". Jawab jongin acuh.

Youngin nampak gemas dengan jawaban youngin.

"apa yang kau lakukan dengan daddy di jeju?". Tanya youngin.

"tadi kan aku sudah bilang...aku mengerjakan hal yang seru dan mengasyikan bersama daddy di jeju". Jawab jongin.

"mengerjakan hal seru dan mengasyikan seperti apa sampai meninggalkan bekas di bahu dan leher daddy?". Tanya youngin tajam.

Jongin terdiam mendengar pertanyaan youngin.

"aku tanya sekali lagi padamu kim jongin, hal seru dan mengasyikan seperti apa sampai ada bekasnya? Daddy bilang karena kau terlalu bersemangat". Ulang youngin sambil menekankan kata terakhirnya.

Jongin masih saja terdiam, tidak tau apa yang harus ia jawab sekarang.

"aku masih sangat ingat dengan cerita kau dulu saat kau mendapat mimpi basahmu dan yang ada dimimpi mu adalah daddy.. tapi aku tidak bisa menyangka kalau kau sekarang benar-benar melakukan apa yang ada di mimpimu bersama daddy". Ucap youngin lagi.

"ap..ap..apa maksudmu?". Tanya jongin gugup.

"kim jongin, aku bukan anak kecil yang masih kau bisa bohongi lagi.. kau fikir aku terlalu bodoh untuk tidak mengerti tanda itu? Tidak mengerti ucapan daddy? Aku hanya ingin memastikan penjelasan dari mulutmu sendiri". Jawab youngin dengan tatapan dingin.

Jongin terdiam lagi, bagaimanapun ia sudah tertangkap oleh youngin, sepandai-pandai apapun ia menyembunyikannya pasti youngin dapat mencium aroma busuknya.

"aku mencintai kyungsoo, bukan sebagai ayah namun sebagai kekasihku". Jawab jongin tegas dan berani.

Youngin menghela nafas panjang.

"sejak kapan?"

"
aku tidak tau pastinya, namun setiap bersamanya aku merasakan getaran yang berbeda, bukan sebagai seorang anak, namun sebagai seorang kekasih". Jawabnya mantap.

"apa kau tau apa yang kau bicarakan ini kim jongin? Ada 2 kesalahan besarmu disini, pertama kau gay! Dan kedua kau mencintai daddy mu sendiri! Apa yang kau fikirkan kim jongin?". Teriak youngin, habis sudah kesabarannya untuk menahan gejolak emosi dihatinya.

"kau tau kau sudah menodai orang tuamu sendiri? Eomma disana pasti sangat kecewa mengetahui anak yang dikandungnya menjadi gay terlebih lagi mencintai daddynya sendiri? Kau gila Kim Jongin!". Umpat youngin lagi.

Jongin terdiam.

"aku tau ini adalah kesalahan besar, aku juga sering mencoba mengelak perasaan ini, tapi semakin aku mencoba mengelaknya semakin aku mencintainya youngin-ah.. aku mohon kau mengertilah, daddy juga mencintaiku.. jadi tidak ada yang bisa memisahkan kami". Jawab jongin.

Youngin berdecih.

"aku mungkin akan mencoba memahami kalau kau gay tapi tidak dengan berpasangan dengan daddymu sendiri.. kau yang sudah merusak daddy! Kau fikir daddy memahami apa yang ia katakan? Itu semua karena kau sudah merusaknya kim jongin!". Teriak youngin lagi. Kesabarannya benar-benar teruji.

"aku tidak mau ada alasan lagi darimu kim jongin, aku dan daddy yang pergi atau kau yang harus angkat kaki dari rumah ini! Aku tidak ingin daddy semakin rusak karenamu dan kau harus bisa memperbaiki dirimu .. sampai kau belum bisa memperbaiki dirimu jangan harap bisa bertemu dengan daddy!". Ucap youngin sebelum meninggalkan jongin sendiri.

.

.

.

TBC!

-Xiayuwe Liu-