OUR BEHIND

.

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Other Cast

.

Rated : T+

.

GS/Typo(s)/Membosankan/Pasaran/Tidak sesuai EYD/OOC

.

Semua Cast milik diri mereka masing-masing, orang tua, dan Tuhan YME.

Saya hanya meminjam nama mereka saja.

.

Don't Like Don't Read

^Happy Reading^

.

.

Coagulation – Suju KRY

.

.

Sinar matahari mulai menerobos celah jendela kamar pasangan suami istri yang masih terpejam bergelung selimut hangat. Sang yeoja menggeliat kecil, terbangun kala sinar matahari itu makin terasa di kulit mulusnya.

Choi Kibum, yeoja itu menyunggingkan senyum manisnya menatap wajah polos namja yang masih terbuai dalam mimpi. Jari lentiknya menyusuri tiap lekuk wajah tampan itu. Berawal dari dahi, mata yang terpejam, hidung mancung, dan berakhir dibibir yang menggoda dirinya untuk memberi kecupan lembut disana.

Chu~

Kibum mengecup singkat bibir tipis yang menjelajah tubuhnya semalam, meninggalkan kiss mark yang selalu dibanggakan namja itu, Choi Siwon.

Siwon mengerjapkan matanya perlahan, membiasakan cahaya pagi memenuhi matanya. Ia tersenyum saat wajah cantik itu menyambut paginya. Mengeratkan pelukan yang sejak malam tadi tak pernah ia lepas.

"Morning". Sapa Kibum lembut.

"Hm… Morning". Siwon mengecup bibir tipis Kibum. Sebelah tangannya terangkat menyingkap poni istrinya.

"ekhmm". Kibum mendesah pelan. Tak sengaja daerah privatnya bergesekan dengan 'junior' Siwon. Tubuh mereka sama sama polos akibat permainan semalam.

Siwon terkekeh geli. "Apa sakit?". Tanya Siwon.

Kibum mengangguk. "Aish… kau sangat liar, aku kewalahan melayanimu semalam".

Siwon makin tertawa mendengarnya. "Itu usahaku untuk mendapatkan baby sayang".

Bibir Kibum mengerucut. "Tapi tak seperti itu juga Siwonie". Sungut Kibum kesal.

"Maaf". Siwon mengecup lembut bibir Kibum.

"Apa masih terasa sakit?". Kali ini Kibum yang bertanya, jarinya mengusap perlahan luka diwajah Siwon.

"Tidak begitu". Jawab Siwon.

"Terima kasih".

"Untuk?".

Kibum menenggelamkan wajahnya di dada bidang Siwon. "Ku pikir kau akan marah, dan meninggalkanku setelah aku menceritakan semuanya padamu". Kibum mendongak menatap Siwon. "Aku mencintaimu".

Demi apapun, Kibum sangat bersyukur mempunyai suami seperti Choi Siwon. Anggapan jika namja itu akan marah besar ternyata salah. Yeoja itu telah menceritakan semua. Berawal dari keluarga Cho mengangkatnya sebagai anak, mengenyang pendidikan di sekolah yang sama dengan Kyuhyun, sampai adiknya itu menyatakan cinta dan bahkan hampir melamarnya. Semua itu Kibum ceritakan tanpa ada yang terlewat sedikitpun.

"Mana mungkin aku marah padamu sayang". Siwon balas menatap Kibum lekat. "Terima kasih sudah menceritakan semuanya padaku".

"Tapi Kyuhyun sangat mencintai Sungmin, dia hanya tak ingin kehilanganku saja, karena kami sudah terbiasa bersama". Kata Kibum cepat.

Siwon membelai sayang pipi putih istrinya. "Aku tau, aku bisa melihatnya dari sikap Kyuhyun pada Sungmin".

"Eum". Kibum mengangguk. "Tapi Kyuhyun selalu menganggap bahwa dia mencintaiku. Dasar bodoh!". Umpat Kibum di akhir kalimatnya.

"Aku harus bagaimana?".

"Entahlah".

Siwon tertawa. "Kau tenanglah. Sungmin lebih menggoda dari mu, jadi Kyuhyun sudah tak lagi tertarik padamu sayang".

"Ya!". Pukulan keras di daratkannya di bahu Siwon. "Apa maksudmu?".

"Aigoo~ kau terlihat sangat cantik jika sedang marah begini".

Kibum mencebik kesal. Membalikan badannya memunggungi Siwon. "Kau menyebalkan".

Tawa Siwon kembali pecah. "Jika Sungmin sangat menggoda untuk Kyuhyun. Kau sangat menggoda untukku".

Kibum berbalik, menatap Siwon tajam. "Berhentilah menggombal tuan?".

"Aku tak menggombal". Siwon membenarkan selimutnya. "Apa aku perlu membuktikannya". Secepat kilat Siwon menutup badan mereka dengan selimut putih itu, menenggelamkan tubuh tanpa busana dirinya dan Kibum.

"Ya! Apa yang kau… ohhhh Siwoniiehh~".

.

.

.

"Aish… bodoh!".

Kyuhyun meletakan kasar ponselnya diatas meja. Setelah membaca pesan dari Kibum, namja itu terlihat frustasi akibat ulahnya yang gegabah. Ya, yeoja yang lebih tua satu tahun darinya itu baru saja memarahinya akibat kesalah pahaman kemarin.

Bodoh! Sulli adalah adik sepupu Siwon, aku bahkan mengenalnya. Kau harus bereskan masalah ini. Aku jengah dengan berita-berita di infotainment itu.

Seperti itulah pesan yang ia terima.

Kyuhyun mengambil remot televisi, menekan tombol yang membuat layar elektronik itu menyala. Beberapa kali Kyuhyun menekan tombol remot itu, mencari tayangan dimana dirinya tengah di bicarakan.

Dua aktor tampan Choi Siwon dan Cho Kyuhyun dikabarkan terlibat adu pukul siang lalu. Seseorang mengatakan mereka tengah memperebutkan seorang wanita yang diketahui bernama Kibum yang tak lain adalah istri Choi Siwon.

Seperti yang kita ketahui, istri aktor kelahiran april 86 ini adalah kakak dari seorang Cho Kyuhyun, mungkinkah…
filp~

Kyuhyun cepat menekan tombol off di remot itu. Malas dengan pemberitaan yang terlalu berlebihan. Hey~ bukankah ini ulah mu sendiri tuan Cho?

"Bagaimana aku membereskan masalah ini". Kyuhyun mengacak rambutnya. "Hahh~". Namja itu menghela nafasnya berat, merebahkan kepalanya pada punggung sofa. Ia mengambil ponselnya, mengecek kembali pesan yang diterimanya malam tadi.

Eunhyuk sedang tak enak badan. Aku ingin menemaninya. Kau baik-baik dirumah.

"Ming, aku sangat membutuhkanmu sekarang. Aku merindukanmu". Gumam Kyuhyun. Mata namja itu terpejam. Sungguh terasa malas menjalani aktifitas kedepannya.

.

.

.

brak~

shindong membanting majalah di meja kerjanya. Cover majalah itu menampilkan dua aktor tampan yang tengah bertatapan tajam dengan luka yang menghiasi wajah mereka. Bukan potongan gambar tentang film terbaru mereka, melainkan fakta yang terjadi siang kemarin.

"Sebenarnya apa maumu?". Suara Shindong begitu datar dan dingin. Kyuhyun tau pasti, namja yang sudah ia anggap sebagai kakak itu sangatlah marah padanya. Ini bukan kali pertama Kyuhyun melihat Shindong seperti itu.

"Maaf hyung, tapi berita itu tak benar. Mereka salah paham". Kyuhyun menjawab.

Shindong mengangkat alisnya sinis. "Jika tak benar, lalu apa?".

"Ku pikir Siwon hyung selingkuh dibelakang Kibum noona. Ternyata yeoja itu sepupu Siwon hyung".

"Kau tau seberapa cerobohnya dirimu?".

Kyuhyun mencebikan bibirnya. Tak suka jika di pojokan seperti itu. Tangannya mengambil air mineral, meneguknya dan berharap sedikit mendinginkan pikirannya.

"Aku minta maaf hyung. Hanya perlu meluruskannya saja".

"Baiklah". Shindong beranjak dari duduknya, merapikan blezer hitam yang dikenakannya. "Kau luruskan saja sendiri, aku tak akan membantumu".

Kyuhyun terkejut, ikut beranjak dari duduknya menatap Shindong tak percaya. "Ya~ hyung, kau kan manager ku".

Shindong mengedikan bahunya tanda tak peduli, namja itu sudah cukup bosan dengan sikap Kyuhyun yang terkadang membuat pusing kepalanya. Shindong perlahan melangkah menuju pintu hendak keluar. Sebelumnya ia berbalik pada Kyuhyun yang masih berdiri tak percaya.

"Aku yakin kau bisa meluruskan semuanya. Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika berita itu salah paham".

Kyuhyun mengeram kesal saat tubuh Shindong sudah menghilang dibalik pintu kokoh itu. Kembali Ia mengecek ponselnya. Dari semalam Sungmin tak menghubunginya. Bahkan tak mengangkat telpon ataupun membalas pesannya. Kyuhyun hampir dibuat gila.

.

.

"Min, gwenchana?".

Eunhyuk menatap Sungmin panik. Wajah itu terlihat pucat dengan lingkaran mata yang tampak sangat jelas.

Eunhyuk bukan tak tau apa yang sahabatnya itu rasakan saat ini. Kejadian kemarin cukup membuat Sungmin sakit. Tapi Eunhyuk percaya, ada kesalah pahaman disini walau dirinya tak begitu yakin.

"Aku tak apa Hyuk". Jawab Sungmin. Tak ingin jika sahabatnya itu khawatir.

"Kau harus ingat bayi mu Min, jangan terlalu lelah seperti ini".

Sungmin mengangguk dan tersenyum tipis. "Aku tau Hyuk". Sungmin mengambil tas nya. "Kita berangkat?".

Eunhyuk masih nampak khawatir. Sungguh, keadaan Sungmin begitu buruk. Terlebih saat berita tentang Kyuhyun menjadi topik utama tiap tayangan infotainment. "Kau istirahat saja Min. aku akan memberitahu Hanggeng oppa, lagi pula kegiatan hari ini tak begitu penting".

"Tak apa Eunhyukie. Aku juga ingin mengajukan resign. Kau tau kan aku tak mungkin menari dalam keadaan hamil seperti ini".

Sungmin benar. Cepat atau lambat dia memang harus mengajukan resign sebelum kandungannya membesar. Ibu hamil tak boleh melakukan aktifitas yang melelahkan.

"Baiklah, setelah itu kau harus istirahat".

Sungmin tersenyum manis, mencoba menutupi rasa lelah yang menggerogoti tubuh dan pikirannya.

.

.

Sangat sulit untuk kyuhyun menerobos kerumunan wartawan yang berdiri di pintu utama gedung rumah produksi milik Hanggeng. Tak hanya para wartawan, Kyuhyun bisa melihat para Sparkyu yang terus meneriakinya.

Tak ada satu jawaban yang Kyuhyun berikan atas pertanyaan yang dilayangkan para wartawan itu. Dengan bantuan beberapa sequrity bahkan bodyguard yang berjaga, Kyuhyun berhasil menembus kerumunan yang tak lelah mencecarnya.

Namja bermarga Cho itu berjalan santai menuju ruangan Hanggeng. Samar samar ia mendengar beberapa orang membicarakanya. Kyuhyun tak peduli dengan itu semua.

Kyuhyun mendorong pintu ruangan Hanggeng setelah mengetuknya terlebih dahulu. Sedikit terkejut melihat beberapa orang disana. Kibum, Siwon bahkan Shindong pun ikut mengisi kursi tamu namja Tan itu.

Tak lupa Kyuhyun mengucap salam sebelum duduk disalah satu kursi kosong yang tersisa. Kyuhyun membuang mukanya saat Kibum menatap nya tajam. Yakin jika yeoja itu sangat emosi mengingat dirinya menjadi bahan pembicaraan orang diluar sana. Selain pernikahannya dengan Siwon, Kibum memang tak pernah berurusan dengan para wartawan.

"Aku tau kau akan kemari". Shindong memulai obrolan mereka.

"Jadi kau merencanakan ini hyung?".

Shindong menggeleng. "Tidak".

Kyuhyun tak begitu menanggapi. Taulah jika namja bernama lengkap Shin Donghee itu mengelak.

"Jadi bagaimana? Apa yang ingin kau lakukan tuan Cho Kyuhyun?". Tanya Hanggeng penuh penekanan. Insiden ini tentu akan berpengaruh pada pemutaran filmnya yang dijadwalkan bulan depan. Tapi masalahnya bukan itu. Hanggeng sudah menganggap Kyuhyun sebagai adiknya, dan tentu saja jiwa seorang kakak akan muncul jika dihadapi persoalan seperti ini.

Kyuhyun menghela nafas, menghadapkan tubuhnya pada Siwon dan Kibum yang duduk bersebrangan dengannya. "Hyung, aku minta maaf. Ini salahku yang terlalu cepat mengira kau sudah selingkuh dari noonaku". Kyuhyun berucap tulus.

Siwon tersenyum tertahan. Luka di sudut bibirnya belum sepenuhnya sembuh. "Tak apa, aku sudah memaafkannya".

Kibum berdecih. "Kau tak minta maaf pada ku?". Tanya Kibum sinis.

"Maaf noona". Kyuhyun menarik nafas panjang. "Maaf".

Tak bisa bagi Kibum berlama-lama bersikap dingin pada adiknya. Seperti itulah Choi Kibum. Selalu memaafkan dan memaklumi semua kesalahan Cho Kyuhyun.

"Lupakan saja. Seharusnya kau meminta maaf pada Sungmin".

"Ya Kyu. Sebaiknya kau meminta maaf padanya. Aku yakin hatinya terluka mendengar ucapan mu kemarin. Apalagi berita di infotaiment itu". Sambung Hanggeng yang di barengi anggukan kepala Shindong.

"M-maksud hyung?". Kyuhyun sedikit terbata. Belum sepenuhnya mencerna ucapan Hanggeng barusan.

"Kami sudah tau semuanya Kyu". Shindong menjawab, tangannya mengarah pada Kibum dan Siwon. "Mereka sudah menceritakan semua pada kami".

Kyuhyun menatap sepasang suami istri itu penuh tanya. Baiklah, dua orang itu tau jika Sungmin lah yang meminta untuk merahasiakannya, tapi mengapa mereka mengatakan itu tanpa seizin Sungmin. Atau Sungmin sudah mengetahui ini semua?

"Akan semakin bertambah lagi orang yang kecewa jika kalian menutupinya terlalu lama. Jika kau sadar, Sungmin lah orang yang paling kecewa Kyu". Imbuh Siwon.

Kyuhyun terdiam. Siwon benar. Kenapa ia sangat bodoh! Istri mana yang mau jika suaminya menutupi pernikahan mereka? Walau Sungmin yang meminta, seharusnya Kyuhyun sadar. Mulut wanita tak selalu sejalan dengan hatinya. Jika mereka berkata 'tak apa' itu berarti ada sesuatu yang mereka tutupi bukan?. dan Kyuhyun melupakan itu.

"Agensi tak melarang artisnya untuk menikah selama masa kontrak, kau tak usah khawatir Kyu".

Ayolah, agensinya memang tak melarang. Namun permasalahan ada pada perjanjian bodoh itu. Dan lebih bodoh lagi karena Kyuhyun menyetujuinya.

Kyuhyun menarik nafas. Berfikir sejenak sebelum menjawabnya.

"Hyung". Kyuhyun menarik nafasnya lagi. "Izinkan aku membuat konferensi pers besok, aku ingin meluruskan berita ini". Kyuhyun menatap Siwon dan Kibum sekilas yang dibalas senyuman oleh keduanya. "Aku juga akan mengumumkan pernikahan ku dengan Sungmin".

.

.

.

"Min, kau tak lapar?".

Eunhyuk menggandeng erat lengan Sungmin. Katakanlah wajah Sungmin terlihat sangat pucat. Tak usah heran, yeoja itu tak makan barang sedikit pun sedari sore kemarin.

Sungmin menggeleng pelan dan tersenyum. "Aku tak lapar hyuk".

Eunhyuk berdecak sebal. "Kau selalu begitu".

Ting~

Pintu lift itu terbuka menandakan mereka telah sampai dilantai dasar. Sehabis menemui Hanggeng, mereka menyempatkan diri menemui Ryeowook diruangannya. Mencecar yeoja itu tentang sikap Yesung kemarin, apa dua Kim itu memang menjalin hubungan?. Sepertinya itu hanya berlaku untuk Eunhyuk, karena Sungmin hanya mendengarkan dan sesekali menanggapi.

"Kita bisa mampir ke caffe sebentar Min".

"Aku tak lapar, jika kau mau, kau saja".

Mereka terus berjalan menuju pintu utama, terlihat kerumunan para wartawan yang masih setia menunggu sumber beritanya.

"Apa mereka tak lelah berdiri disitu?". Eunhyuk bertanya seraya menggeleng heran. "Belum tentu juga Kyuhyun datang kemari. Aish… dia hobby sekali membuat scandal".

Sungmin hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.

"Ming".

Eunhyuk dan Sungmin menghentikan langkahnya, berbalik menoleh pada sumber suara itu. Tak perlu bertanya-tanya siapa pemilik suara itu, Sungmin sudah hafal jelas.

"Kyu".

Kyuhyun tersenyum, lalu mengalihkan tatapannya pada Eunhyuk. "noona, boleh aku membawa istriku?".

Istri? Ini kali pertamanya Kyuhyun menyebut Sungmin istri di depan orang lain.

"Baiklah". Jawab Eunhyuk melepaskan pelukannya dilengan Sungmin. "Jaga dia".

"Tapi hyuk". Sanggah Sungmin cepat. Selain ia belum siap bertemu dengan Kyuhyun, yeoja itu sudah berjanji pulang bersama.

"Tapi kenapa?". Tanya Eunhyuk. Tau jika Sungmin akan beralasan untuk menolak. "Aku bisa pulang sendiri Min".

Sungmin merendahkan pandangannya, menatap tangan kanannya yang tiba tiba digenggam erat oleh Kyuhyun. "Noona kami pergi dulu".

Setelah berpamitan, Kyuhyun makin mengeratkan genggamannya pada Sungmin. Menerobos kerumunan wartawan yang terus menjejalinya dengan berbagai pertanyaan. Ditambah lagi Sungmin berada disamping Kyuhyun dengan tangan yang digenggam erat, tentulah berbagai petanyaan baru kembali dilayangkan mereka.

Cukup sulit untuk lolos dari para wartawan itu, butuh waktu sedikit lama untuk Kyuhyun dan Sungmin tiba dimana mobil Bentley putih milik Kyuhyun terparkir. Setelah berkendara lebih dari lima belas menit Kyuhyun memarkirkan mobilnya di area taman kota Seoul.

Kyuhyun memakai kaca hitam dan topinya, tak lupa memasang masker agar tak ada yang mengenali sosoknya.

"Kau tunggu disini sebentar Ming, aku akan kembali".

Sungmin mengangguk, memperhatikan Kyuhyun yang memasuki mini market dari balik kaca mobil. tak lama namja itu sudah kembali dengan kantung belanjaan ditangannya.

"Makanlah". Kyuhyun menyerahkan bungkusan roti isi pada Sungmin.

"Aku tak lapar Kyu". Tolak sungmin.

"Tapi kau bisa sakit Ming, aku tau kau tak makan dari semalam, wajahmu sangat pucat". Kyuhyun menggenggam lembut tangan Sungmin. "Aku tak ingin kau sakit Ming". Lanjutnya sebelum mengecup bibir Sungmin yang memucat.

"Jangan berlebihan Kyu, aku sering tak makan saat diet dulu. Aku sudah terbiasa".

"Tapi kau sedang tak diet bukan? dan aku tak akan mengijinkanmu diet kembali".

"Aku benar-benar tak ada selera makan saat ini"

"Apa perlu aku suapi".

"Aniya". Dengan gerakan cepat Sungmin mengambil roti isi itu. Ia paham betul maksud Kyuhyun. Namja itu pasti akan menyuapinya dengan cara sendiri, dan kemungkinan akan berlanjut dengan desahan Sungmin akibat kelakuan nakalnya.

Kyuhyun terkekeh geli. Ia mengecup pipi putih Sungmin dan membelainya sayang. "Aku mencintamu".

Sesaat mereka disibukan dengan pikiran masing-masing sebelum Kyuhyun kembali membuka suaranya. "Kau sudah melihat berita di infotainment itu?".

Sungmin menoleh sekilas. "Ya, aku sudah melihatnya".

"Itu salah paham Ming. Semua tak seperti yang mereka beritakan". Sungmin tak begitu menanggapi penjelasan Kyuhyun, terus mengunyah makannya perlahan seraya menahan air matanya sebisa mungkin.

"Kyu". Lirih Sungmin masih menatap ke depan. "Kau tau kan jika kesabaran itu ada batasnya. Ku rasa aku sudah mencapai batas itu".

"A-apa maksudmu Ming, kau bicara apa?".

Gagal sudah Sungmin menahan genangan air matanya. Dengan lancang buliran bening itu membasahi kedua pipinya. "Sakit Kyu". Sungmin mulai terisak. "Aku sakit terus menahannya".

Kyuhyun hanya diam. Sebelah tangannya meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya erat. "Aku gagal membuat mu mencintai ku tulus Kyu".

"Tidak!". Serobot Kyuhyun. "Aku mencintaimu Ming, sangat".

"Tapi kau lebih mencintai Kibum, kau bahkan terus mengharapkannya Kyu".

Isakan Sungmin makin mengeras. Ia tak mampu lagi memendam rasa sakit itu sendiri. "Apa kau tau bagaimana rasanya saat kau begitu mengharap Kibum?. Aku bahkan istri sah mu Kyu". Sungmin terus meluapkan emosinya.

Kyuhyun belum berniat menghentikan Sungmin. Ia membiarkan Sungmin menumpahkan emosinya, Kyuhyun berikir ia pantas menerima cacian Sungmin.

"Kau jahat Kyu. Kau jahat. Aku membenci mu". Sungmin terus menangis.

Kyuhyun tak tahan lagi. Tangan kekarnya membawa tubuh Sungmin dalam dekapannya, membiarkan yeoja itu menangis disana. Kyuhyun tak memperdulikan pukulan pukulan Sungmin di dadanya. Yang kyuhyun pedulikan hanya Sungminnya, hanya Sungmin. Tak ada yang lain.

"Maaf". Kyuhyun mengusap punggung Sungmin. Yeoja itu tak lagi terisak, namun lelehan air matanya masih mengalir deras. "Aku hanya mencintaimu Ming, percayalah padaku, ku mohon".

.

.

Kyuhyun mematikan mesin mobilnya, menoleh pada Sungmin yang terlelap dibangku samping kemudi. Wajah itu tampak pucat, namun tak mengurangi kadar kecantikan Sungmin.

Kyuhyun tersenyum lega, walau tak banyak tapi setidaknya perut yeoja itu tak kosong, butuh usaha untuk membujuknya yang keras kepala. Itu semua Kyuhyun lakukan karena Ia tak mau Sungminnya jatuh sakit.

Kyuhyun tersenyum getir mengingat Sungmin terisak seperti tadi. Bagi Kyuhyun, itu sama saja menyakitinya. Satu-satunya yang tak Kyuhyun ingin kan adalah melihat Sungmin menangis karenanya. Namun Kyuhyun sadar, dirinya begitu jahat pada perasaan Sungmin.

Namja berbalut jaket merah gelap itu membuka pintu kemudinya, berjalan mengarah ke pintu samping kemudi dan membukanya. Kyuhyun tak ingin Sungmin terbangun, perlahan ia menggendong tubuh mungil itu ala bridal style. Menapaki area parkir dan melangkah menuju huniannya dilantai 7.

Kyuhyun patut bersyukur. Apartemen yang dibelinya ini adalah kumpulan tempat tinggal untuk orang asing yang menetap di Korea untuk beberapa waktu. Kebanyakan dari mereka adalah orang kaya yang sangat terobsesi dengan angka pemasukan perusahaan nya, dan tak begitu peduli dengan tingkah laku orang sekitar.

Kyuhyun membaringkan tubuh Sungmin hati hati. Menyingkap poni yang menutupi dahi indah yeoja itu. Lama Kyuhyun mengecup dahi Sungmin, lalu berganti pada bibir shape M yang sudah menjadi candunya. Sungmin tetap terlelap tak merasa terganggu, ia terlihat sangat lelah sampai tak merasakan bibir Kyuhyun yang bergerak diatas bibirnya.

"Terima kasih karena sudah membantuku melupakan perasaan ku pada Kibum noona". Kyuhyun membelai sayang punggung tangan Sungmin. "Aku terlalu bodoh dan lamban memahami perasaan ku sendiri".

Terlihat air mata Kyuhyun menggenang di pelupuk matanya. "Aku bahkan tak bisa hidup tanpa mu Ming, aku sangat mencintaimu. Bukan Kibum noona atau siapapun".

"Maaf Ming. Kumohon bersabarlah sebentar lagi". Gumam Kyuhyun. "Bersabarlah sampai hari esok. Aku akan meluruskan kesalah pahaman ini dan mempublikasikan pernikahan kita".

Tak sedetik pun Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari wajah terlelap Sungmin. "Aku sangat mencintaimu Ming".

.

.

.

Kyuhyun mematut dirinya di cermin besar yang terpasang di ruang tunggu. Kyuhyun menyentuh bekas luka di sudut bibirnya. Ia merapikan kembali tatanan rambut dan dasinya, jas hitam yang dipadukan dengan dasi berwarna biru gelap terlihat bagitu pas di tubuh jangkungnya.

Setengah jam lagi acara yang Kyuhyun siapkan sejak tadi malam akan berlangsung. Setelah mengantar Sungmin pulang sore itu, Kyuhyun pergi untuk menyiapkan segalanya, hanya mengirim yeoja itu pesan bahwa ia tak pulang. Kyuhyun menyewa aula hotel terbaik di ibu kota Korea selatan, mengundang para wartawan saat mereka kembali mengejar jawaban dari aktor tampan itu.

"Kau baik-baik saja?". Kibum melangkah masuk.

"Ya". Jawab Kyuhyun singkat.

"Sebaiknya kau makan dulu, acara di mulai tiga puluh menit lagi. Kau belum makan bukan?".

Kyuhyun menoleh. "Aku tak lapar noona, dan aku baik-baik saja, noona tenanglah".

Waktu berjalan begitu cepat. Kyuhyun tampak memasuki ruangan besar itu dengan tenang, mengambil sisi paling tengah dan mendudukan dirinya disana. Disamping kanan itu ada Shindong yang menemaninya. Dan samping kiri Kyuhyun duduk aktor Choi yang akan membantu Kyuhyun meluruskan permasalahan ini, walau bagaimanapun Siwon salah satu sumber jawaban dari pertanyaan wartawan-wartawan itu.

"Sebenarnya apa yang akan mereka bicarakan nanti?". Bisik Eunhyuk pada Donghae, mereka berdiri disudut depan ruangan itu bersama dengan Kibum, Hanggeng, dan lainnya.

"Entahlah, mereka tak memberitahuku". Jawab Donghae yang juga berbisik.

"Apa mereka akan menutupi kenyataan lagi, ah~ aku benar-benar muak dengan dunia artis".

"Berarti kau juga muak dengan ku?".

"Ck, bukan itu maksudku ikan!".

Donghae tersenyum menanggapi ucapan Eunhyuk sampai dering ponsel Eunhyuk mengintrupsi keduanya.

"Yeobseo".

Setelah mendengar jawaban di seberang sana, Eunhyuk mengambil langkah cepat meninggalkan keramaian itu. Donghae yang dibuat bingung langsung mengikuti Eunhyuk dengan langkah lebarnya.

Sinar blitz dari berbagai kamera terus membidik tiga orang di depan itu, sampai salah satu crew mengisyaratkan jika konferensi pres ini akan dimulai.

Setelah memberi salam dan memperkenalkan dirinya, Kyuhyun memberi kesempatan agar mereka mengajukan pertanyaan, dan tentu tak disia-siakan mereka.

"Apa benar jika Kyuhyun-ssi dan Siwon-ssi memperebutkan yeoja yang sama? bukankah yeoja itu adalah istri dari Choi Siwon-ssi, kakak anda?".

Kyuhyun menoleh pada Siwon sebelum menjawabnya. Putra tunggal keluarga Choi itu mengangguk kecil dan tersenyum.

"Ya, dia adalah istri Siwon-ssi, tapi yang tadi anda ungkapkan itu adalah salah paham". Kyuhyun menjawan dengan tenang.

"Lalu, untuk apa kalian berkelahi jika itu hanya salah paham? Kami tahu jika Kibum-ssi adalah kakak tiri Kyuhyun-ssi, apa kalian memang memiliki hubungan lebih?".

"Aku sudah mengatakan jika ini salah paham. Aku mengira Siwon-ssi menghianati kakakku karena aku melihatnya dengan yeoja lain". Wartawan dari berbagai majalah dan chanel tv itu nampak terkejut. "Tapi ternyata yeoja itu adalah sepupu Siwon-ssi, aku hanya belum mengenalnya".

"kebetulan dia ikut hadir. Ada disebelah sisi kanan kami". Kyuhyun menunjuk Sulli yang berdiri disamping Kibum. Yeoja itu membungkuk kan sedikit badannya saat banyak pasang mata menatapnya.

"Ini hanya salah paham, dan kami sudah berbaikan". Siwon mengeluarkan suaranya. "Mohon untuk tidak membesar-besarkan berita ini". Pinta Siwon sopan.

Salah satu watawan mengangkat tangannya. "Bukankah kalian baru saja menyelesaikan film terbaru garapan Tan Hanggeng, apa ini hanya untuk menarik perhatian publik saja?".

Shindong mengambil mic didepannya. Mengambil alih atas pertanyaan tadi. "Ini tak ada kaitannya dengan film terbaru mereka. Ini murni salah paham".

"Beredar berita jika Kyuhyun-ssi sudah menikah. Bagaimana anda menanggapinya Kyuhyun-ssi?".

Kyuhyun terdiam sejenak. Mengapa pertanyaan seperti itu juga terlontar untuknya?. Dari mana mereka mendapat berita seperti itu?. Kyuhyun tak ambil pusing. Bukankah ini alasan Kyuhyun berada disini.

"Ya. Itu benar. Aku sudah menikah dengan salah satu dancer yang berada satu agensi dengan kami.". kyuhyun menarik napasnya. "Dia Sungmin. Mohon untuk pengertian dan dukungannya".

.

.

"Maaf tapi aku harus pergi Kyu, setidaknya aku ingin menenangkan pikiran dan hatiku". Sungmin bergumam lirih seraya menunduk.

Yeoja itu duduk disalah satu bangku tunggu Incheon air port dengan koper yang ia letakan di sampingnya. Menunggu keberangkatan yang tak lebih dari tiga puluh menit lagi.

Sungmin memutuskan untuk pergi dari Korea hari ini. Bukan tanpa alasan ia meninggalkan negeri kelahirannya itu. Hanya saja ia sudah terlalu lelah dengan semuanya, terlebih dengan hatinya.

"Aku yakin kau akan menjemputku kembali Kyu. Aku akan terus menunggumu". Sungmin kembali bergumam. Dan kini air mata yang sempat mengering kembali menetes.

"Min".

Sungmin mendongakkan kepalanya saat dirasa seseorang memanggilnya. Ia nampak terkejut mendapati Eunhyuk tengah berlari kearahnya, di belakang yeoja itu ada Donghae tanpa penyamarannya, dan pastilah banyak yeoja yang berteriak histeris melihat idola mereka.

"Apa yang kau lakukan hah?". Tanya Eunhyuk sedikit meninggikan suaranya. Setelah mendapat telpon dari Sungmin dan mengatakan jika yeoja itu akan meninggalkan Korea. Cepat-cepat Eunhyuk menyusulnya ke bandara, beruntunglah kekasihnya Lee Donghae bersedia mengantarnya.

"A-aku". Sungmin tak menyangka jika Eunhyuk akan menyusulnya. "Maaf Hyuk".

"Kau akan meninggalkan Kyuhyun? Bukankah kau sangat mencintainya". Eunhyuk mengepalkan tangannya.

"Maaf". Lagi-lagi kata maaf yang Eunhyuk dengar.

"Jangan hanya mengatakan kata maaf Min. katakan jika ini hanya lelucon. Kau tak akan pergi bukan?".

beberapa orang yang memperhatikan mereka nampak menoleh kesegala arah. Tak ada kamera disana. Namun kejadian dihadapan mereka saat ini benar-benar seperti drama yang sering mereka tonton, terlebih aktor Lee itu juga berada disana.

"Aku harus pergi hyuk, penerbangan ku tinggal 20 menit lagi".

"Kau egois Min. apa kau tak memikirkan bayi mu hah? Kau tega memisahkan dengan ayahnya?".

Bayi? Ayah? Apa sungmin sedang mengandung anak Kyuhyun?. Itulah pertanyaan yang menghinggap di kepala Donghae.

"Aku tak memisahkan mereka". Sungmin menyentuh perut datarnya. "Aku yakin Kyuhyun akan menjemputku. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku saja. Aku lelah Hyuk".

"Min". Eunhyuk melembutkan suaranya, memeluk tubuh Sungmin yang terisak. "Jangan pergi".

Sungmin menggeleng melepas pelukan Eunhyuk perlahan . "Maaf hyuk, aku harus pergi".

Sungmin tersenyum. Ia kembali memeluk Eunhyuk lalu berjalan mendekati Donghae dan memeluk namja itu. "Jaga Eunhyuk untukku Hae". Donghae mengangguk mendaratkan kecupan di dahi Sungmin.

"Jaga kesehatanmu Min". Donghae tak mencoba untuk melarang Sungmin pergi. Ia tau itu akan percuma.

Sungmin menyeret kopernya meninggalkan Eunhyuk yang menangis dipelukan Donghae. Namja itu tak peduli jika banyak orang memperhatikannya. Tak peduli jika dia akan menjadi topik hangat di berbagai infotainment karena berpelukan dengan partner dancenya di bandara. Donghae tak akan menyembunyikan hubungan mereka.

.

.

.

T.B.C

Bhahaha~ apa ini. o_O

Sumpah kacau banget. Mianhae *bow

Janji deh chapter depan ngga pake sedih sedihan. 80% manis lebihnya hambar. Hahaha

Terimakasih lagi buat Review nya, itu buat saya semangat untuk ngelanjut. Terimakasih banyak.

Tinggalkan Review lagi yah.

Gomawo~ SARANGHAE.

Special thanks to :

Sitara1083 : arisatae : deviyanti137 : gwansim84 : Taeby : Lee'90 : Vincent Brianna Cho : dirakyu : Lee cha woon : cuttianisa : ipechhpumpkins : NurLarasati13 : hyuknie : imAlfera : kyumin : Ria : baby kyumin : ajid kyumin : Zen Liu : Joyer94 : Minhyunni1318 : zi'Pumpkins : rii-ka : Maximumelf : abilhikmah : babychoi137 : Heldamagnae : normapumkin : Miyoori 29 : Luvori19 : Rianichi : cloudswan : Guest : Cywelf : Sifa : zaAra evilkyu : PaboGirl : WineKyuMin137 : bunnyblack. FLK. 136 : kyumin joyer : wonnie : kyuminjoy : Cho Minyu : JSJW407 : KyoKMS26 : Airi Tanaka : Cho Rai Sa : kyumin pu : KimRyeona19 : MyLovelySiBum.

SARANGHAE