Update buat hari ini.
Enjoy It
Disclaimer : Masashi Kishimoto
"Sensei, ada pengumuman dari sekolah" Shino tampak tergopoh-gopoh sambil masuk kedalam kelas. Semua mata tertuju kearah Shino.
"Kau terlambat ya, sensei akan hukum kamu setelah ini" Kata Hotaru dengan senyum yang mengerikan. Shino menelan ludahnya.
"Cepetan" Sasuke memprotes Shino yang masih asyik menelan ludahnya untuk segera mengumumkan pengumuman penting. Shino segera sadar dan langsung membuka buku catatannya.
"Untuk memperingati ulang tahun sekolah, akan diadakan berbagai macam lomba. Peringatan ini akan diadakan selama seminggu, hari Senin akan diadakan lomba pidato tiga bahasa. Selasa akan diadakan lomba peragaan busana. Rabu akan diadakan lomba lawak. Dan Kamis akan diadakan lomba cerdas cermat. Hari Jumat akan diadakan jalan sehat serta bazaar" Shino mengumumkan dengan lantang agar semua kawan-kawannya mendengar pengumuman tersebut.
"Selama seminggu tersebut, kebersihan dan keindahan kelas akan selalu dipantau. Jadi semua warga kelas harus membersihkan dan menghias kelasnya. Puncaknya adalah pada Hari Sabtu dimana akan diadakan pentas seni. Siapa yang berminat daftarkan diri pada Pein-senpai" Shino mangakhiri pidatonya dengan sebuah helaan nafas panjang.
"Apa ada yang perlu ditanyakan ?" Kata Shino sambil melihat kearah teman-temannya.
"Kalau begitu baiklah, terimakasih sensei" Kata Shino begitu melihat tidak ada yang perlu ditanyakan sambil tersenyum kearah Hotaru.
"Baiklah. Sekarang cepat kerjakan soal ini dan ingat, jangan mencontek" Hotaru memperingatkan murid-muridnya dengan senyuman iblis.
'Sensei ini, manis-manis tapi menyeramkan' Gerutu semua siswa dalam hati. Sasuke hanya melirik soal tersebut sebentar, dan mulai mengerjakannya dengan wajah malas. Ketularan Shikamaru nih anak.
"Baiklah anak-anak. Sensei akan berikan hasil ulangan ini minggu depan" Kata Hotaru sambil tersenyum manis kearah murid-muridnya.
"Soalnya tadi rumit banget" Keluh Naruto begitu melihat Hotaru keluar kelas. Kiba mengangguk setuju kepada Naruto.
"Kau bisa, Sasuke ?" Kata Shino pada Sasuke yang hanya dijawab dengan anggukan pelan oleh Sasuke.
"Sasuke sih, meski dengan mata terpejam pasti bisa" Cibir Naruto yang lagi-lagi dibalas dengan anggukan pelan oleh Kiba.
"Jangan berlebihan, Dobe" Kata Sasuke sambil menyuntrung kepala Naruto. Naruto hanya nyengir lebar melihat kelakuan Sasuke.
"Oh ya, Dobe. Aku punya akun facebook dengan game yang sudah hampir level tertinggi" Kata Sasuke mempromosikan hasil jarahannya pada Naruto.
"Benarkah...? Aku beli ya" Kata Naruto dengan jurus puppy eyes.
"Baiklah, tujuh puluh lima ribu" Sasuke mulai tawar-menawar dengan Naruto.
"Lima puluh aja dech" Naruto mencoba menawar dengan rengekan tingkat dewa.
"Kalo gak mau gak papa. Aku bisa mainkan sendiri" Kata Sasuke setengah menyeringai pada Naruto yang tengah manyun gak jelas.
"Iya dech, kubeli" Kata Naruto sambil manyun dan menyerahkan uang nya.
"Nih, email sama passwordnya" Kata Sasuke sambil membisikkan email beserta passwordnya ketelinga Naruto.
Naaruto langsung berubah ceria. Dia memeluk Sasuke dengan erat.
"Makasih, Teme" Kata Naruto. Sasuke yang diserang secara mendadak oleh Naruto hanya bisa pasrah sambil berusaha mengambil nafas.
"Oh, ya. Gimana dengan lombanya, Shino ?" Sasuke bertanya setelah dia sukses melepaskan pelukan maut Naruto dari badannya.
"Itu mah, kecil. Ntar pulang sekolah kita atur sama-sama" Kata Shino sambil beranjak kekantin.
Sasuke hanya angkat bahu dan mengambil kembali ponsel jadulnya. Dia mulai mengutak-atik ponsel tersebut dengan sangat lincahnya.
"Kalian jangan pulang dulu" Shino meneriaki teman-temannya yang sukses mau kabur pulang duluan. Mau gak mau seluruh anak kelas X-7 kembali dan mulai duduk dengan acak.
"Kita akan membagi beberapa kelompok buat ngikutin lomba. Sekarang, siapa yang bersedia mengajukan diri secara sukarela ?" Shino membuka acara diskusi dadakan tersebut dengan mempersilahkan para siswa maju dengan sukarela. Sasuke dan Hinata mengangkat tangannya secara bersamaan.
"Aku ikut cerdas cermat" Seru mereka yang lagi-lagi dengan bersamaan. Semua siswa langsung menoleh pada pasangan SasuHina yang mendadak menjadi sangat kompak tersebut.
"Cieeee" Sedetik kemudian kelas tersebut dipenuhi sorak dari para siswa yang menyoraki Sasuke juga Hinata. Hinata hanya menunduk sambil menyembunyikan mukanya yang memerah. Sedangkan Sasuke masih tetep stay cool. Shino yang terlihat kerepotan untuk menenangkan anak buahnya.
"Sudah. Ya sudah, kalian berdua ikut cerdas cermat" Kata Shino sambil menunjuk Sasuke bersama Hinata.
"Siapa lagi yang mau maju dengan sukarela ?" Shino menawarkan lagi.
"Kami mau jadi lawak bersamamu ?" Kata NaruKiba sambil menunjuk Shino dan Sasuke.
"Baiklah. Siapa lagi ?" Shino kembali menawarkan lowongan peserta lomba. Semua murid langsung terdiam dan tak ada yang berani mengangkat tangan. Semuanya memandangi teman-temannya masing-masing.
"Baiklah" Shino yang merasa risih dengan keheningan yang terkesan aneh itu pun mulai menurunkan tasnya dan menegluarkan selembar kertas serta menyobek kertas tersebut menjadi potongan kecil-kecil. Shino mulai menuliskan beberapa nama dan menggulung kertas tersebut dan memasukkannya kedalam toples kecil.
'Shino mau arisan' Batin semua siswa dengan tatapan heran menatap Shino.
"Semua yang maju dengan sukarela harap maju kedepan" Perintah Shino dengan gaya yang sok formal. Sasuke, Hinata, Naruto, dan Kiba maju disebelah Shino.
"Sekarang kalian mengambilah satu gulungn kertas. Yang berada ditangan Sasuke dan Hinata akan menjadi peserta fashion show. Sisaanya menjadi peserta pidato." Shino menjelaskan peraturan mainnya. Mereka berlima berebut mengambil gulungan kertas yang berada didalam toples yang dibawa oleh Shino.
"Baiklah, sekarang buka dan baca milik kalian masing-masing" Secara serentak mereka mengucapkan nama-nama yang berada di kertas mereka.
"Naruto" Shino berkata dengan tenang.
"Ino" Naruto berkata dengan sedikit shock. Pasalnya dia akan jadi peserta lomba pidato.
"Temari" Kiba membacakan gulungannya dengan cuek.
"Hinata" Sasuke juga sama cueknya.
"Sasuke" Ucapan Hinata sukses membuat Kiba dan Sasuke shock. Sasuke shock akibat dirinya berpasangan dengan Hinata lagi. Kiba shock akibat dirinya tidak berpasangan dengan Hinata.
"Cieeeee" SasuHina kontan dapat sorakan yang sangat menggoda dari para anak buah Shino.
"Gak bisa diganti ya" Sasuke berkata dengan nada cool padahal dalam hatinya udah panik gak karuan.
"Udah hasil demokrasi nih" Shino jawab sok, pake bawa-bawa demokrasi segala lagi.
"Udahlah. Pasrah aja" Sasuke berkata dengan pasrah. Hinata sih asyik cuek aja.
"Sasuke...!" Seru Ino sambil menghampiri Sasuke. Sasuke mengangkat sebelah alisnya meminta keterangan lebih lanjut.
"Buatin pidato jawa donk" Pinta Ino sambil pasang muka melas. Sasuke pun akhirnya mengangguk tanpa bisa menolak tatapan Ino.
"Gue juga" Temari dengan cuek langsung menyuruh Sasuke dan langsung ngibirt pulang kerumah.
"Gue juga, Teme" Naruto berseru sambil menepuk pundak Sasuke.
"Tunggu dulu" Sasuke menarik kerah belakang Naruto.
"Ada apa ?" Naruto yang merasa risih kerahnya ditarik oleh Sasuke langsung meronta-ronta.
"Bayar dulu" Sasuke ngomong sambil bergaya ala rentenir.
"Masak bayar sih. Mereka kok gak ?" Naruto protes pada Sasuke.
"Khusus untuk cewek gak bayar" Ucap Sasuke sambil nyengir lebar.
"Gak adil" Sungut Naruto.
"Kalo gak mau gak papa. Lo juga" Bentak Sasuke pada Shino yang ingin meminta bantuan untuk membuat teks drama yang lucu. Nyali Shino langsung ciut seketika dan memilih untuk mundur.
Tinggal Sasuke yang meyeringai puas.
TBC
Sebenernya sih fic ini terinspirasi sama cerita author waktu pertama masuk SMA.
Revieeeewww...!
