THE BEST TEAM

Naruto by Masashi Kishimoto

The Best Team by Doni Ren

Warning : Gaje, Typo terutama, abal abal, ide pasaran, alur dipertanyakan dan OC..

Saya berusaha membuat karakter IC tapi apakah berhasil ? entahlah..

Genre : Adventure, Friendship, Mudah mudahan Romance nya dapat dan berusaha menyelipkan Humor (yang garing)

Pairing : NaruHina, SasuSaku dan yang lain mungkin menyusul..

.

.

.

Enjoy it !

Sebelumnya di The Best Team :

Sasuke menggunakan segala kemampuannya untuk membuat jutsu dari elemen khas Uchiha, katon. Dengan bekal pengalaman dari masa lalu bersama Itachi dan pesan kebencian yang terus melekat di kepalanya, Sasuke meniupkan api kemarahan dengan kekuatan penuh. Fire Ball technique berhasil terbentuk !

Chapter 8 : Between Determination of Fire and Hatre

Naruto menggeram kesal sore itu..saat itu dia dalam perjalanan menuju bukit Hyouko untuk latihan bersama Sasuke. Tapi dalam perjalanannya tersebut dia terus dikatakan "Itu dia ?" ataupun "Bukankah anak itu monster yang.." serta tatapan kebencian dan ketakutan dari para warga Konoha. Naruto mendengus kesal. Dia tidak peduli..suatu saat akan ditendangnya kepala orang orang itu dan akan dia han-

"Kau sepertinya memikirkan sesuatu, Naruto.."

Naruto mendongakkan kepalanya..tampak Sandaime Hokage dengan cerutunya yang berasap menatap tubuh mungil Naruto yang balas menatapnya kebingungan. Sandaime menghembuskan asap cerutunya ke arah Naruto. Naruto mundur seketika..

"Hentikan itu kakek Hokage..polusi udara bisa mengakibatkan berbagai macam penyakit dan pencemaran lingkungan !" kata Naruto sambil pasang kuda kuda..

Hokage tertawa, dia menepuk kepala Naruto dengan lembut. Mata safir Naruto terkejut..sang Hokage tertawa karenanya ?

"Hahaha..kau memang bocah yang menarik..suatu hari nanti aku yakin kau akan menjadi ninja yang hebat !" kata Sandaime. Naruto tertegun mendengar kata kata Hokage..

"..Dan kau pun bisa menjadi Hokage kelak..ya, kau bisa jika kau memiliki tekad api.."

Mata safir sang bocah Uzumaki bergetar..

.

.

.

"Dan kau pun bisa menjadi Hokage kelak..ya, kau bisa jika kau memiliki tekad api.."

Naruto terus mengingat kata kata dari Sandaime Hokage. Dia tersenyum sendiri..apa dirinya bisa menjadi Hokage ?!

"Kau tidak akan bisa menjadi Hokage.."

Kata kata dari Yami kembali terngiang ngiang ditelinganya..

"Para warga Konoha pasti tidak bisa dan tidak akan pernah menerima seorang Jinchuriki menjadi Hokage.."

Naruto menghela napasnya..dia kini sudah berada di lembah bukit Hyouko..Naruto menaiki bukit itu, dia terus memikirkan perdebatan kecil di hatinya. Cita cita awal yang dia dambakan. Cita cita yang selalu dia kagumi..Hokage,seorang ninja terkuat di desanya. Menjadi Hokage akan membuatnya diakui oleh warga Konoha..menjadi seorang Hokage akan membuat para warga sadar, bahwa seorang Uzumaki Naruto bukanlah monster seperti yang mereka katakan ! bukan 'dia' yang menghancurkan desa..dia adalah Uzumaki Naruto ! seorang ninja dari Konoha !

"Kau lagi galau Gaki.."

Sebuah suara menggema di telinga Naruto. Naruto menarik napasnya kemudian menghembuskannya.

"Sok tahu kau Kurama.." Naruto menendang sebuah kerikil di tanah "..Dan sok perhatian.."

Terdengar tawa kekehan "Hehehe..kau bocah laki laki yang menarik.."

Naruto langsung pucat mendengarnya "EEKH ?! JANGAN BILANG KAU BIJUU YANG MEMILIKI PENYIMPANGAN SEKSUAL ?! ALIRAN MAHO GITU ?!"

"BAKA ! AKU SEBENARNYA-" tiba tiba suara itu mengecil "heh, sudahlah Gaki..aku mau tidur.."

"Hei hei Kurama, jawab tadi pertanyaan penasaranku, aku masih penasaran dengan nafsu birahimu !"

"Kalian lagi bertengkar ya ?" tiba tiba ada suara lain yeng menggema di telinga Naruto. Suara yang mirip dengannya.

"Jangan bilang kalau yang ini Yami.." tebak Naruto.

"Yap, kau benar.."

"Eh Yami, apa kau pernah digrepe grepe Kurama ?!"

"Apaan sih pertanyaanmu itu.." kata suara itu kebingungan "Kurama itu sebenarnya- WAAAA ! AMPUN KURAMAAAA~ !"

Dan suara Yami pun menghilang juga. Naruto menggaruk garuk kepalanya. Apa apaan juga yang berada di isi perutnya. Sama sama bodoh..ya, sama dengan tuannya..

Naruto kini telah sampai di puncak bukit. Tampak berdiri seorang bocah berambut raven yang sedang menggerakkan segel tangan..

"KATON : HOSENKA NO JUTSU !"

ROAARR ! ROAARR ! ROAARR ! tampak belasan bola api kecil melesat menuju seberang bukit dan meghantam pohon pohon di sana..api api itu pun membakar dan melahap pohon pohon tersebut..

"EKKH ?! SASUKE, DARI MANA KAU DAPAT JUTSU BARU SEPERTI ITU ?!" teriak Naruto. Dia berlari ke arah Sasuke.

"SASUKE, AJARI AKU DONG !" kata Naruto sambil memasang mata anak anjingnya. Sasuke memandangnya jijik, kemudian sang Uchiha menghela napasnya..

"Ini hanya jutsu api ku Naruto..sama seperti teknik bola api, hanya saja Hosenka no Jutsu aku variasikan menjadi bola yang lebih kecil namun berjumlah banyak. Hanya saja serangan seperti itu harus aku sempurnakan dengan cara mengendalikan bola bola kecil itu sesuai dengan targetku.."

Sasuke menoleh ke arah seberang bukit "..Aku berusaha menaruh sedikit chakraku di api yang terbakar itu..namun ternyata lebih sulit dari pada yang aku bayangkan.."

"Hah..iya iya Uchiha, aku tahu kau pasti mengatakan kata kata ilmiah sok pintarmu.." kata Naruto sambil memutar bola matanya "..Oh ya Sasuke, aku sudah memberi nama teknik shurikenku.."

"Teknik shurikenmu ?" tanya Sasuke.

"Tentu saja man..aku yang mempunyai ide seperti itu, dan jika teknik ini berhasil.." Naruto tersenyum sombong "..Berhentilah memanggilku Dobe, Baka ataupun tempat penampungan kotoran.."

Sasuke mengangkat alisnya "Heh..lakukan saja, Dobe.."

"Aha, kau baru menyebutnya..dan nanti telan kata katamu itu.." Naruto mengambil lima shuriken yang telah dia taruh di kantongnya, dia pun melemparkan shuriken itu ke arah sebuah pohon..

SYAAATT ! seperti biasa, tembakan shuriken Naruto meleset. Naruto pun menggerakkan tangan kanannya, seperti menarik sesuatu..

"SHURIKEN TEKUNIKKU : KONTORORU GO YUBI !"

Mata onyx Sasuke mengamati dengan tajam gerakan dari shuriken Naruto..

TAK ! TAK ! TAK ! kelima shuriken itu menancap di tanah yang berada dekat di depan pohon target tadi..

".."

".."

"Bagus Dobe.."

"KAU MENGEJEKKU TEME ?!" kata Naruto sambil menunjuk wajah Sasuke. Sasuke menggelengkan kepalanya.

"Ini teknik shuriken yang luar biasa..dan aku yakin.." Sasuke menggerakkan segel tangan..

"Katon : Ryuka no Jutsu !"

BROAAARRR ! Sasuke menembakkan api lurus ke arah tali kawat baja Naruto. kelima tali itu terbakar secara sejajar dan merambat menuju lima shuriken yang menancap di bawah pohon..

DRAAARRR ! kelima kawat yang terbakar itu menyatu pada satu titik, membuat sebuah api besar yang melahap dan membakar pohon itu dari bawah..

Sasuke menepuk pundak Naruto "Lihat..bahkan teknik bodohmu menjadi kuat ketika kita bekerja sama.."

Mata safir Naruto terus menatap goyangan api yang membakar pohon itu..

"Ya..kau benar Sasuke.."

Terjadi keheningan beberapa saat sebelum Naruto kembali memecah keheningan itu..

"AKU BARU SADAR TEME ! TERNYATA KAU PUNYA JUTSU BARU LAGI ! SIALAN KAU SASUKEEE !"

"Sudah kubilang itu adalah jutsu apiku yang kuvariasikan..aku hanya memvariasikan teknik hembusannya, pengaturan lubang mulut serta pengaruh di luar mulut untuk menghasilkan bentuk dan ciri khas serangan apiku yang berbeda. Aku-"

"JANGAN BERBAHASA SOK PINTAR TEMEEE !"

"Kau memang Dobe.."

"Eekhh ?!"

"Kau kan gagal..jadi aku masih berhak memanggilmu si Baka Dobe Tempat Penampungan Kotoran kan ?"

"SA-SA-SASUKEEEEE !"

Dan sore itu diakhiri dengan adegan tonjok tonjokkan dari dua bocah tersebut..

~TBT~

Naruto duduk termenung di sebuah ayunan yang tertambat di pohon depan Akademi. Dia menatap anak anak lainnya yang saling berinteraksi dan bercanda..anak anak yang merasakan namanya keceriaan masa kecil..keceriaan masa muda.

Naruto menggerakkan ayunan sedikit. Berusaha memberi hiburan di hatinya..

"Naruto.."

Naruto mendongakkan kepalanya, tampak seorang guru yang memiliki luka di hidungnya tersenyum ke arahnya..

"Iruka..sensei ?"

"Mau makan ramen Ichiraku ?"

Di kedai Ichiraku..

"TAMBAH SATU LAGI PAMAN TEUCHI !"

"Oke oke Naruto..tunggu sebentar !"

Naruto menaruh mangkuk ketujuhnya di sisi kirinya. Sementara Iruka tertawa kikuik sambil mengingat ingat jumlah uang di sakunya..

Teuchi meletakkan semangkuk jumbo ramen kuah kental dengan babi panggang itu di hadapan Naruto. Naruto tersenyum lebar sambil berteriak..

"ITADAKIMASU !"

Setelah beberapa menit kemudian bocah Uzumaki itu bersendawa sambil mengelus perutnya yang buncit..

"Makan besar.." katanya sambil bersandar di kursi kedai.

Iruka tersenyum melihatnya..

"Ahh..aku benar benar kenyang dattebayo !" Naruto melirik Iruka "Eh..Iruka-sensei, arigatou godzaima !"

Iruka tersenyum "Ya..sehabis ini kau kerja rodi di rumahku.."

Naruto hampir memuntahkan semua ramennya "NANI' ?! KERJA RODI ?! TAPI TADI IRUKA-SENSEI BILANG-"

"Iya iya..aku becanda tadi.." kata Iruka. Naruto mendengus kesal.

"Bercandanya jelek.." kata Naruto. Iruka tertawa..Naruto melirik Iruka, masih dengan tampang cemberut..perlahan lahan wajahnya berubah dan dia ikut tertawa bersama Iruka..Teuchi entah karena apa, ikut tertawa gembira..

"Paman Teuchi mentertawakan apa ?" tanya Naruto kebingungan.

"Hehehe..kalian mentertawakan apa ?" tanya balik paman Teuchi. Naruto memandang Iruka..Iruka balas menatap Naruto.

"Hehehe.." mereka berdua terkekeh kekeh..

"HAHAHAHAHA !" dan Naruto, Iruka, serta Teuchi tertawa tidak jelas siang itu..

.

.

.

Naruto memakan kue bakpaunya dengan lahap. Dia dan Iruka kini duduk di bangku panjang di tepi jalan Konoha..

"Naruto.." kata Iruka yang kini tengah menatap patung para Hokage..

"Hmbhh..abha apha Ibluba-benbhei ?" (Ada apa Iruka-sensei ?) tanya Naruto dengan mulut yang kepenuhan..

Iruka menghela napasnya "Habiskan kunyahanmu dulu.."

"Obhe bo.." (Oke bos..) kata Naruto sambil mengacungkan jempolnya. Setelah menelan semua bakpaunya, Naruto langsung bertanya ke Iruka..

"Jadi, tadi kenapa sensei memanggil namaku ? apa karena diriku ganteng-"

"Heh..dasar bocah bodoh.." Iruka terdiam sejenak "..Ng..aku..aku cuma mau bertanya, apa kau mau menjadi seorang Hokage ?"

DEG. terasa ada yang berat untuk menjawab ya atau tidak..

"Tergantung.." Naruto pun memilih jawaban paling bebas..

"Hm ? tergantung ? apa maksudmu ?" tanya Iruka penasaran.

"Yah..kita tidak tahu masa depan yang menanti dattebayo. Tapi jika sesuatu terjadi dan menyimpang dari rencana kita maka harus membuat rencana kedua dattebayo.." kata Naruto. Iruka agak terkejut anak yang bodoh seperti Naruto bisa berbicara selevel orang dewasa.

"Kata katamu hebat, Naru.."

"Itu kata kata Sasuke..aku terus berusaha menghapalnya tiap malam, sehabis pulang sekolah, sebelum makan, sehabis makan, sebelum masuk kamar mandi, sesudahnya.." kata Naruto menjelaskan

'Itu hapalan atau tata cara doa sih ?' batin Iruka kebingungan.

"..Dan pada saat buang air besar.."

'Pasti itu tidak doa..' batin Iruka lagi..

"Err..Naruto.." Naruto menoleh ke arah Iruka.

"Ada satu syarat penting bagi seorang ninja Konoha untuk menjadi Hokage.." kata Iruka

"Syarat ?" Naruto memiringkan kepalanya

"Ya..jika kau ingin menjadi seorang Hokage maka kau harus memiliki yang namanya tekad api.."

DEG. Jantung Naruto berdetak kencang..tekad api ?! rasanya dia pernah mendengar kata kata itu..

"..Dan kau pun bisa menjadi Hokage kelak..ya, kau bisa jika kau memiliki tekad api.." Naruto menelan ludahnya. Benar..kata kata itu pernah diucapkan Hokage ketiga kepadanya. Kekuatan dan syarat menjadi Hokage. Tekad api..

"..Naruto.." Iruka menghela napasnya "..Apapun yang terjadi kepadamu aku harap kau tidak merasakan kesakitan di hatimu..aku harap kau menekan suatu kebencian, jika kau mempunyainya..tekan itu ! jangan biarkan dia menguasaimu terlalu lama.."

"Gomen sensei.." Iruka menoleh ke arah Naruto dengan wajah kebingungan.

"..Kebencian akan memberikan kekuatan. Aku tahu ini salah.." mata safir Naruto berkilat tajam. Bocah berusia 7 tahun itu berdiri dari bangku panjang tersebut "..Tapi desa ini tidak tahu yang namanya terima kasih..dan aku akan mengajarkan kepada desa ini, bagaimana berterima kasih.."

Iruka menelan ludahnya..kata kata Naruto..kata kata Naruto seperti sebuah ancaman.

"Naruto.." kata Iruka pelan.

Naruto berjalan ke arah kiri jalan. Dia menoleh ke belakang, ke arah Iruka "Arigatou atas semuanya, sensei..yap, aku pasti akan mewarisi tekad apimu..tapi !"

Iruka menatap wajah Naruto yang berubah sedikit sedih..

"Semakin tinggi aku menaikkan tekad apiku maka.." wajah sedih Naruto berubah. Berubah dengan ekspresi seorang pendendam..

"..Kebencianku juga akan terus memuncak !"

Mata Iruka membulat sempurna. Pupilnya bergetar..bergetar karena mendengar kata kata Naruto. Seorang bocah yang selalu dicaci maki, dihina dan ditatap dengan penuh kebencian oleh para penduduk Konoha kini mengeluarkan tekanan sakit hati itu dan siap melepasnya..siap melampiaskannya.

Melampiaskannya kepada Konoha !

Naruto berjalan meninggalkan senseinya dengan wajah menyesal. Dia menggelengkan kepalanya..

'Gomen sensei..'

TBC

Author Note :

Hm..tentang penentuan perasaan Naruto. Bagaimana ya saya meresponnya..untuk dikdik717, soal beda kekuatan itu memang jauh. Naruto memang harus melakukan latihan maksimal untuk menghasilkan hasil yang maksimal. Saya akan mencoba mengimbangi mereka berdua. Terima kasih untuk rizkiirawan3 yang sudah mereview di setiap chap, dan terima kasih atas saran saran dan kritiknya. Saya menerima dengan uluran tangan.

Penutup Note saya akan saya jelaskan sedikit tentang jutsu dan teknik yang kini dikuasai duo Uzumaki-Uchiha kita..

Akhir kata, teima kasih dan tolong review dan jejak apresiasinya.

Tertanda. Doni Ren

Jutsu

Uzumaki Naruto :

Shuriken Tekunikku : Kontororu Go Yubi. Sebuah teknik pengendalian shuriken dengan kawat baja yang diciptakan Naruto. Dia sudah membuat bulatan ikatan untuk 5 jarinya dan mengendalikan serangan shurikennya.

Uchiha Sasuke :

Katon : Goukakyuu no Jutsu. Jutsu elemen api Sasue. Dengan membentuk tiga jarinya di depan mulut seperti gelembung, sang Uchiha membuat bola api yang besar.

Katon : Hosenka no Jutsu. Prinsip yang sama seperti Goukakyuu, hanya Hosenka berbentuk bola bola api kecil yang bisa dikendalikan. Saat ini Uchiha Sasuke belum dapat mengendalikannya.

Katon : Ryuka no Jutsu. Api yang lebih ke bentuk semburan mendatar. Kekuatan jangkauannya cukup luas. Teknik ini (seperti cerita di atas) lebih mematikan jika digabungkan dengan teknik shuriken Naruto, dengan mengabungkan semburannya di kawat kawat shuriken Naruto.

Preview the Next Chap :

"KATON : HOSENKA NO JUTSU !"/ "..Aku bukan maho yang naf-EEEKH ?! ADA APA INI DATTEBAYO ?!"/ "Aku bisa Hosenka no jutsu !"/ "..Kita partner !"/ "Mimpi porno.."/ ITACHI LEKONG ?!

Selanjutnya di The Best Team : Chap 9 : The Secret Jutsu

"Misi gagal.."