Terimakasih buat semua yang udah review ^_^
Sebenerya melalui poling di grup hunkai shipper fb cuma kasi update an 4, Tapi karena ff yg ini sudah berdebu.. hehe, jadi Bocah Lanag update gpp kan? oh iya selamat tahun baru! Selamat menunggu momment HunKai di 2015! yey!
So This is..
;
;
88 Ninja Fault
=Close Enough=
"Hin ku. Kau pasti juga merasakannya tadi" Sehun menarik kembali lengan kanannya dan malah terlihat semakin parah dengan keluarnya tulang retak itu dari kulitnya dan jatuh ke tatami kamar itu beriringan darah yang mengalir deras.
"Heh.. Hanya demi 88?" sang nomor 10 terkekeh melihat betapa acuhnya Sehun terhadap lengan kanannya. Mungkin satu jam berikutnya Sehun akan mati kehabisan darah. Dan lengannya merupakan bagian yang paling cepat dikerubungi gagak hitam dan membusuk ketimbang organ lainnya.
"Tentu. Demi Kai" Sehun meraih tulangnya yang ada di tatami itu dan menggenggamnya erat pada tangan kirinya.
-88 ninja fault-
KRAK-KRAK-KRAK!
"Hei kau jangan meremukkan semua tulangmu sendiri!" no 10 membelalakkan matanya melihat Sehun yang meremat lengannya sendiri hingga ia yakin tulang itu menjadi bagian-bagian lebih kecil dari kerikil.
"Kutantang kau.. 10" Sehun menyeringai seolah tak ada rasa sakit sama sekali.
"Huft.. aku tahu kau sudah di level A dan masuk tim khusus Lord, tapi bukan berarti kau benar-benar harus mati rasa seperti itu" no 10 miris melihat tangan Sehun yang.. ugh.. merah dan biru tidak karuan serta serpihan tulang yang mencuat merobek kulit putih pucatnya hingga berdarah.
"Ingin kulihat keahlian seorang no 10 yang dibanggakan oleh divisi healing" Sehun menatap remeh.
"Jangan seperti itu, untuk ukuran hobae, kau kurangajar ya" no 10 masih menjawab sabar.
"Tentu. Karena kau dengan mudahnya dekat dengan Kai hanya dalam waktu lima menit" Sehun berdecih. No 10 itu menjadi ninja Lord 12 tahun yang lalu, dan bertemu dengan Kai sang pangeran terhormat. Sialnya no 10 hanya perlu waktu lima menit untuk mendapatkan simpati seorang Kai.
Sedang Sehun? Dia perlu waktu tiga bulan agar Kai mau melihatnya! Oke, memang Sehun sendiri yang salah memulai langkah pertemuan pertamanya, tapi menurutnya sendiri itu tidak adil.
"Tenang saja, Kai mencintaimu" sang no 10 meraih tangan Sehun yang remuk parah itu.
PLUKS-PLUKS—
"Hei-hei tulangmu berjatuhan!" Lay tidak sengaja menekuk siku Sehun dan tulang itu berjatuhan dari luka di siku putih itu.
"Kau itu dari divisi medis tapi kenapa bisa seceroboh itu heh?" Sehun menatap malas.
"Oke, hehe, aku hanya penasaran bagaimana bentuk tanganmu jika kukuras tulangnya" no 10 hanya menyengir gaje.
"Terserah" Sehun memutar matanya malas.
Lebih baik dari Sebelumnya..
Tulang-tulang itu sudah merapat dan hanya tersisa beberapa lebam yang akan hilang dalam hitungan jam.
"Ku percayakan padamu lenganku bisa pulih sebelum Kai melihatnya" Sehun menatap namja no 10 yang mengeluarkan aura sejuk berwarna biru dari kedua telapak tangannya untuk menyembuhkan lengan putih Sehun.
"Ku pertaruhkan angka Hin-ku" sang no 10 menunjuk lehernya sendiri yang tersemat angka 10 dari tinta hitam. Tattoo.
"Bukankah itu sedikit mengganggumu? Ninja Healing harus menggunakan identitas tattoo Hin.." Sehun ingin tahu respon namja itu. Namja yang selalu memberikan yang terbaik yang ia bisa dengan senyuman dimple nya. Akankah sang no 10 juga punya rasa keluh kesah dalam hidupnya?
"Tidak, ini yang terbaik bagiku" namja itu tersenyum dan mengusap tattoo di lehernya. Seperti hidupnya benar-benar diabdikan seluruhnya untuk Lord.
"Untuk apa?" Sehun menggerakkan lengannya dan sedikit bunyi retakan terdengar karena ia terlalu memaksakan gerakan.
"Karena dengan ini.. Lord mengakuiku" namja itu beranjak menuju pintu kamarnya. Bukan untuk mengusir Sehun keluar, tapi ada seseorang yang memang beberapa menit yang lalu sudah ada didepan pintunya.
KRIEETT..
"Masuklah, aku tahu kau ketakutan" no 10 memberi senyum yang dapat menenangkan namja tan yang kini meringkuk didepan pintu kamar sambil memeluk erat kedua lututnya.
GREP!
"L-Lay hyung.. aku takut.." itu Kai. Segera berdiri dan memeluk sang no 10-Lay- yang masih memasang senyum lembutnya.
"Tenang, hyung ada untukmu" Lay balas memeluk tubuh ramping itu.
Lay tahu, ini pasti karena Hin yang Sehun keluarkan tadi.
Tubuh Kai ternyata merespon cukup baik aura Sehun. Dengan memeluk Kai, dapat Lay rasakan getaran kunci gerbang Hin Kai yang masih sedikit goyah.
"Masuklah, hyung akan menenangkanmu" Lay menggiring Kai kedalam kamar masih dengan pelukan erat mereka.
CKLEK!
Setelah Lay membawa adik manisnya masuk, pintu kamar tersebut ia kunci dari dalam.
-88 ninja fault-
"Se-Hun?" Kai yang masih meremat erat punggung kaos hitam yang dikenakan Lay sedikit terkejut melihat temannya itu duduk di lantai tatami kamar Lay. Tidak biasanya Sehun berkunjung kesini, apalagi hari sudah malam.
"Kau kemari?" Sehun memberikan senyum tipisnya, mencoba seolah tidak tahu, meski sebenarnya ia sudah merasakan keberadaan Kai yang meringkuk diluar. Kai hanya mengangguk lalu melepas pelukan Lay paksa untuk berlari mendekat kearah Sehun.
"Hun, kau tahu? Tadi-" perkataan Kai terhenti oleh jari telunjuk Sehun didepan bibir merekahnya.
"Duduklah dipangkuanku baru kau boleh bebas bercerita" Sehun menepuk pahanya yang sedari tadi bersila.
Kai hanya menurut lalu duduk dipangkuan Sehun sehingga kini mereka berhadapan.
"Tadi aku merasakan sesuatu yang mengerikan!" Kai langsung melanjutkan ceritanya tanpa menyadari posisi mereka yang sedikit intim.
"Tubuhku bergetar karena hawa dingin itu, dan kepalaku sakit sekali" Kai meremat rambutnya asal sehingga kini agak acak-acakan menggoda.
"Hm, lalu?" Sehun dengan santai mendengar semua cerita itu hingga selesai dengan kedua tangannya yang merengkuh pinggang Kai dan sedikit member pijatan-pijatan sensual pada butt sexy Kai.
"Luhan hyung datang dan.." pipi Kai bersemu merah.
"Dan apa?" Sehun mengrenyitkan alisnya penasaran. Lay yang juga penasaran langsung duduk disamping Sehun.
"D-dan.. Luhan hyung.. em" mata Kai terlihat gelisah. Kedua tangannya memainkan kaos biru muda yang dikenakan Sehun.
"Katakan saja adik kecil" Lay mengusak rambut brown Kai. Kai akhirnya meng-iyakan.
"Luhan hyung menciumku disini!" Kai menunjuk bibir penuhnya yang kini melengkungkan senyuman manis.
"MWO?" Lay memekik kaget. Sehun hanya diam dengan matanya yang sedikit melebar.
"Aish Lay hyung kenapa teriak begitu sih, Kai kan sedang bahagia sekarang~ hehe" Kai tersenyum amat manis hingga membentuk eyesmile.
"Kai.." Sehun memegang kedua bahu kecil namja tan itu.
"Ne?" Kai tersadar dari monolog bahagianya.
"Apa benar sebahagia itu?" pandangan Sehun lain. Terlihat menusuk dan gelap. Lay dapat dengan jelas melihat betapa besar amarah no 94 kini.
"Maksudnya?" Kai memiringkan kepalanya tidak mengerti.
BRAKK!
Sehun memukul lantai tatami itu sangat keras hingga berlubang dan memperlihatkan lantai bawah.
"Kai! Kau!" Sehun menunjuk tepat di dahi Kai membuat tubuh di pangkuannya itu melonjak takut.
"Hun, tenang!" Lay mencoba mengendalikan emosi 94.
"S-Sehun kenapa?" Kai kini takut dan mencoba berdiri dari pangkuan Sehun.
GREPP!
"Kyaaa! Lay hyung! Tolong! Kai takut" Kai meronta dalam gendongan bridal Sehun yang kini sudah berdiri tegak.
"Sehun turunkan Kai!" Lay ikut berdiri dan menatap tajam pada 94.
"Aku harus menghapusnya darimu" Sehun menatap tajam kearah Kai.
"Aku sungguh tidak mengerti, Hun lepaskan aku turunkan ak-"
Perkataan Kai terhenti. Tidak. Lebih tepatnya suara halus namja tan itu hilang bersama sosoknya.
Sang 94 telah membawa Kai pindah keruang lain menggunakan kekuatan anginnya.
-88 ninja fault-
BRUGH!
Sehun meletakkan pelan tubuh Kai diatas kasur mewah berwarna merah disebuah kamar dirumah jepang itu. Ruangan itu terlihat berbeda dari ruangan lain yang sangat menampakkan gaya jepang. Diruangan ini justru terdapat boneka beruang besar berwarna biru muda dan karpet hijau bergambar Pororo serta TV besar lengkap dengan PS3.
Sehun sudah sampai pada kamar putih Kai.
Keduanya langsung terjatuh pada kasur empuk itu. Tubuh Kai terpenjara dalam kukungan lengan Sehun.
"Sehun kenapa kau tiba-tiba begini?" Kai berusaha agar tidak takut. Tapi pandangan tajam itu sungguh menakutkan.
Tubuhnya kini terlentang di kasur dengan Sehun yang menindihnya.
"Apa perlu aku memperkosamu?" Sehun berkata dengan nada yang menusuk.
"Se-Sehun?" Kai tak menyangka Sehun tiba-tiba berubah seperti ini.
CHU!
"Hmp!" Kai membelalakkan kedua matanya ketika Sehun meraup rakus kedua belah bibirnya.
"Andwae stop! Sehu-hmpp!" Kai bahkan tidak bisa mencegah Sehun yang brutal mengulum belahan bibirnya bergantian. Menjilat dan menghisapnya keras, menggigitnya kecil.
KRIIT!
"Akh!" Kai memekik sakit ketika Sehun menggigit bibir bawahnya hingga berdarah.
Bibir tipi situ kemudian mengulumnya lembut, menyesap asin darah dari bekas gigitannya.
Cpk!
"Hmh~" kedua tangan Kai kini mengalung pada leher kokoh Sehun, jemarinya meremat helaian rambut brown Sehun.
Sehun menghisap kuat belahan bibir atas dan bibir bawah Kai bergantian, mengulumnya bak permen kapas.
"Se-ahhmh.." Kai mendesah lirih ketika lidah Sehun masuk kedalam mulutnya. Menjilat langit-langit mulutnya. Lidah keduanya kemudian saling terbelit. Saliva mereka tercampur, tubuh Sehun makin merendah, merengkuh tubuh ramping Kai, membelai pipi namja manis di bawahnya itu.
"Ngghh.. Hun-ah.." desahan itu lolos diantara ciuman panas mereka ketika jemari Sehun masuk kedalam kaos kuning bergambar matahari yang Kai kenakan. Meraba kulit halus tan sexy itu, makin naik dan naik.
-88 ninja fault-
Puk- Puk-
Kai memukul pelan pundak Sehun, memberi isyarat bahwa ia butuh bernafas sekarang juga.
Dengan terpaksa Sehun memutus ciuman itu dengan mengulum bibir manis itu terakhir kalinya.
Saliva keduanya masih saling terhubung.
Bibir merah Kai semakin merona merah mengkilap dengan campuran saliva mereka, terbuka untuk meraup oksigen sebanyak mungkin. Poni rambut yellownya sedikit acak-acakan. Kedua matanya yang menatap Sehun sayu, dadanya yang bergerak naik turun memompa oksigen. Dan saliva mereka akhirnya terputus, meleleh saliva di dagunya. Sehun tidak bisa menahan diri melakukan hal lebih dari ini.
"Kai, biarkan aku melakukan semuanya malam ini" Sehun berbisik serak di telinga Kai. Membuat rona merah semu itu makin kentara di kedua pipi Kai.
SREETT…
Sehun menaikkan kaos kuning Kai dan terlihatlah dan terlihatlah perut langsing Kai dengan abs yang tidak begitu terlihat. Pinggang Kai begitu ramping, dan memiliki pinggul seperti yeoja.
"Se-Sehun jangan~" Kai merengek ketika Sehun mengendus aroma perutnya.
Chu~Cups~ Cpk!
"A-anh! Ssshh.. Sehunnah~" Kai memejamkan matanya dan meremat rambut brown Sehun ketika namja 94 itu mengecup, menjilat, memberi kissmark dan membasahi pinggang ramping itu dengan salivanya.
Slaps.. Bruks…
-88 ninja fault-
++TBC++
Hore! Uri FF Kai uke-88 Ninja Fault- udah update!
Readers: Bocah Lanang Oppa! Apa-apaan ini kok NCnya di cut?
BocahLanang: Karena mereka masih dibawah umur jadi sedikit eehem so hot kalo NCan, hehe
Readers: NCnya harus dilanjut ch 9! Full NC!
BocahLanang: Oke bro! hehe
Review ya, Arigatou! :D
