DRACULA

°•°

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin and many more..

Genre : Fantasy #failed, Romance #gak yakin

Gender : Yaoi /BoyxBoy

FF fantasy pertama saya dan semoga gak ngecewain kalian semua para Readers.

Judul terinspirasi dari Dramus terbaru uri mommy #LirikMingie

Keseluruhan cerita, pure dari pemikiran dangkal saya.

~UnKnow joyer~

.

.

Chapter 8

.

.

Sinar kemilau khas cahaya pagi mulai mengusik penghuni apartemen yang masih sibuk dengan tidurnya.

Bulumata lentik yang membingkai mata rubah bening jika terbuka itu bergerak seiring dengan tidak nyamannya ia tidur.

"Eunghhh~"

"Pagi sayang"

Saat ia tengah merenggangkan badannya sebuah suara menginterupsinya dan membuatnya diam untuk sesaat.

Perlahan mata foxy itu terbuka dan sedikit menyipitkan matanya akibat sergapan sinar yang langsung mengarah padanya.

"Kyu?"

Senyuman manis bertengger di wajah tampan kekasihnya.

"Omo! Apa aku telah berubah menjadi drakula juga?"

Namja manis yang mengenakan kaos tipis itu meraba lehernya gusar dan juga giginya.

Mata bulatnya menatap Kyuhyun penuh tanya.

Puk

"Nde, tapi kau bukan sepenuhnya drakula sepertiku sayang"

Ah lagi-lagi Senyuman manis itu membuat Sungmin salah tingkah. Entah sejak kapan Kyuhyun sering tersenyum dan berkata begitu halus?

"Lalu. Apakah aku akan minum darah juga? Kyuhyun aku takut"

Sungmin memainkan jemarinya gelisah. Jujur ia tak pernah membayangkan jika ia akan berubah menjadi makhluk yang selama ini ia ingkari keberadaannya.

Drakula? Oh ayolah itu hanya sebuah makhluk mistis yang hanya ada di dongeng.

Ops, Namun sekarang ia sudah mencoret kalimat diatas dengan hadirnya seorang Cho Kyuhyun. Sosok gelap yang ikut menyeretnya dan menunjukkannya begitu berwarnanya dunia gelap tersebut.

"Kkkkk~ nde, tapi itu akan terjadi jika inner drakulamu menginginkannya. Tak usah takut sayang, aku akan selalu bersamamu. Sampai kapanpun"

Blush~

Jantung Sungmin berdetak begitu cepat dan cepat-cepat ia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan semburat pink yang mulai merayap dipipinya hingga telinganya.

Kyuhyun tak dapat menahan tangannya untuk tak menyentuh Sungminnya.

Satu jemarinya mengangkat dagu Sungmin hingga mereka saling berpandangan dan seperti tengah berkomunikasi lewat kontak mata mereka.

Chu~

Sebuah kecupan mendarat dibibir pinkish Sungmin yang sedari tadi ia incar.

Sebuah kecupan yang menjadi awal dari sebuah ciuman yang intim.

Kyuhyun melumat bibir penuh Sungmin dengan tangan kanannya yang sudah menangkup wajah bulat Sungmin.

Sungmin memejamkan matanya dan menikmati setiap pergerakan bibir Kyuhyun yang seakan ingin memakan bibirnya.

Sesekali ia membalas ciuman panas Kyuhyun. Namun tetap saja drakula muda itu mendominasi ciuman pagi mereka.

"Eunghh~" desah Sungmin saat gigi-gigi Kyuhyun mulai menggigit pelan bibir bawahnya dan mengusap bibir atasnya dengan lidah panasnya.

Sungmin dengan pasrah membuka mulutnya dan menyambut lidah Kyuhyun yang mengajak lidahnya menari didalam mulut Sungmin.

"Enghh~"

Tangan Sungmin dengan indah telah berada pada tengkuk Kyuhyun dan merayap meremas surai hitam Kyuhyun untuk menyalurkan kenikmatan yang diberikan oleh Kyuhyun.

"Hah.. Haah"

deru nafas mereka saling bersahutan.

Kedua pasang foxy dan hazel itu beradu dan menyalurkan rasa yang mereka rasakan yaitu.. Hangat, nyaman dan... Berdebar.

"Aku menginginkanmu dear~" bisik Kyuhyun tepat ditelinga sensitif milik Sungmin.

Mata Sungmin melebar dan tubuhnya menegang akibat ucapan Kyuhyun.

'Tadi malam itu...sangat menyakitkan.. Aku tidak mau.. Tapi.. Kyuhyun pasti kecewa..' Sungmin perang batin.

Melihat Sungmin yang hanya terdiam dengan mata melebar membuat Kyuhyun panik. Tangan besarnya telah bertengger pada dahi mulus Sungmin guna memastikan keadaan mate tercintanya.

"Kau sakit dear?"

Sungmin mengerjabkan kedua mata rubahnya dan matanya langsung fokus pada wajah tampan orang yang sudah mengikatnya.

Sebuah gelengan halus membuat Kyuhyun tak sepenuhnya percaya.

Mata tajamnya menelisik mata hitam Sungmin yang juga masih setia menatapnya.

"Maafkan aku dear.." Kyuhyun mengangkat satu tangannya dan mengelus pipi chubby namja tercintanya hingga semburat merah samar tercipta disana.

'Kenapa Kyuhyun meminta maaf' Sungmin membatin. Ia merasa sangat bersalah karena ia sama sekali tak bisa menjadi mate yang diinginkan oleh Kyuhyun.

"Ani. Aku yang minta maaf Kyu... Harusnya.. Aku bisa menjadi pendamping yang baik bagimu tap—" ucapan Sungmin terpotong saat sebuah kecupan mendarat dibibir mungil Sungmin.

"Sstt.. Aku yang minta maaf... Tak seharusnya aku memaksakan kehendakku dear.. Aku tahu kau belum siap, aku mencintaimu.. Dan aku tak ingin menyakitimu"

Chup

Sebuah kecupan tulus mendarat pada kening mulus Sungmin dan berhenti disana selama beberapa detik.

Sungmin memejamkan matanya dan sebuah buliran bening meluncur dari matanya hingga jatuh di telingannya.

'Maafkan aku Kyuhyun-ah... Maafkan aku'

"Cha~ mandilah lalu kita akan menemui Donghae"

Kyuhyun mengakhiri kecupannya dan menyingkir dari atas tubuh Sungmin.

Ia beranjak membuka kenop pintu kamar Sungmin.

"Kyuhyun~" tepat saat suara lembut itu mengalun. Kyuhyun menghentikan tangannya sejenak menunggu Sungmin meneruskan kalimatnya.

"Aku juga mencintaimu"

Tiga kata satu kalimat yang membuat seluruh persendian Kyuhyun kaku seketika.

Bulu-bulu kuduknya meremang mendengar sederet kalimat penuh makna tersebut hingga membuat sebuah lengkungan indah dibibir merahnya.

Kepalanya menoleh dan mendapati Sungmin masih berada diatas ranjang dengan mata yang terfokus padanya.

Diulasnya Senyuman lebar kepada Sungmin sebelum ia meninggalkan kamar Sungmin.

Blam

Deg

Deg

'Bukan kah Kyuhyun sering tersenyum padaku. Tapi kenapa... Tadi itu terlihat sangat.. Indah dan mendebarkan. Disini.. Sangat cepat'

Ia masih membeo dengan tangan didada kirinya. Sebuah debaran yang sangat nyata.

.

.

.

Namja manis dengan hoodie merah mudanya menatap namja di sampingnya dengan tatapan ragu.

Kyuhyun yang merasakan kekhawatiran berlebih itu kemudian menggenggam tangan mungil namun berisi itu. Meremas lembut tangan Sungmin dan membiarkan rasa ragu Sungmin sirna begitu saja.

"Kajja kita masuk" ia menarik tangan Sungmin dan mulai memasuki pekarangan rumah yang terlihat misterius dengan gaya rumah jaman sekarang.

Ting~ tong~

Beberapa detik kemudian seorang butler membukakan pintu dengan ramah dan membimbing Kyuhyun dan Sungmin memasuki rumah minimalis tersebut.

"Ah kalian cepat sekali datangnya" sebuah sindiran yang membuat Sungmin memerah dan menundukkan kepalanya.

"Beri tahu aku caranya" ucap Kyuhyun tak sabar.

Donghae mendengus dan beranjak menuju sebuah nakas kecil dengan sebuah laci dibawahnya.

"Aku menghabiskan malamku untuk ini. Minumkanlah ramuan itu pada mate-mu saat bulan purnama kedua datang tapi..." Donghae menggantungkan ucapannya.

Kyuhyun menatap Donghae tajam dan mengintimidasi.

"Tapi apa?" tanya Kyuhyun cepat.

Firasatnya mengatakan ada hal buruk saat melihat raut wajah Donghae.

"Tapi... Sungmin-ssi akan mengalami kesakitan yang luar biasa saat ramuan itu masuk kedalam tubuhnya."

Ucapan Donghae membuat Kyuhyun dan Sungmin menegang.

Kyuhyun masih menatap Donghae lalu beralih pada Sungmin yang sudah mengeluarkan keringat dingin ditelapak tangannya.

"Apa kau siap menerima resiko itu Kyuhyun-ssi?" ucapnya dengan memainkan botol kecil dengan cairan berwarna hijau berkilau.

Ia tahu pasangan dihadapannya itu tengah bingung dengan keputusan yang akan mereka ambil.

"Aku akan terima semua resikonya"

Kedua namja tampan itu terkaget saat mendengar sederet kalimat yang keluar dari mulut namja manis berhoodie merah muda itu.

Wajah namja manis itu berekspresi datar dan tenang.

"Ming! Aku tidak akan membiarkanmu mengambil resiko itu ming. Aku tak ingin kau terluka dan kesakitan—" berbeda dengan namja tampan yang berada disampingnya.

Namja bermarga Cho itu menatap tajam mate-nya yang seenaknya mengambil resiko membahayakan itu. Tidak! Ia tak akan mengijinkannya.

"Tapi ini demi kita Kyu~ agar kita punya aegya disini. Dan agar ...orang tuamu menyetujui hubungan kita" tepat saat sebaris terakhir kalimat Sungmin melemah dan sangat lirih.

Kyuhyun memandang sendu mate-nya. Ia sangat yakin jika Sungmin sangat mengharapkan restu dari kedua orang tuannya.

Dan hal itu pasti sangat membebani namja manis pemilik hatinya itu.

"Tapi tidak dengan membuatmu tersakiti dear" ucap Kyuhyun melembut dan tak kalah lirih.

Mata sendunya bertabrakan dengan mata Sungmin yang berkaca-kaca saat memandang Kyuhyun.

"Aku akan jauh lebih tersakiti jika orang tuamu belum merestui hubungan kita Kyu" kekeuh Sungmin.

Matanya menyorot mata hazel Kyuhyun seolah ia berkata ia akan baik-baik saja dan ia sangat yakin dengan keputusannya.

"Baiklah tapi berjanjilah padaku agar kau selalu berada disampingku" ucap Kyuhyun dengan menarik tengkuk Sungmin dan mengecup kening indah Sungmin lembut.

Mereka seolah melupakan sosok tampan bernama Lee Donghae yang menatap mereka jengah.

"Hey hey... Apakah kalian sudah melupakan tujuan utama kalian" suara Donghae yang lebih seperti sindiran itu membuat Sungmin memerah malu. Dan Kyuhyun memutar bolamatanya jengah.

"Baiklah... Terima kasih Donghae-ssi" Kyuhyun meraih botol kecil seukuran ibu jari itu dan menjabat tangan Donghae.

"Kalian sudah aku anggap teman sendiri, jadi jangan sungkan"

Donghae tersenyum dan berganti menjabat tangan Sungmin.

Grep

"Aku sangat berterima kasih padamu Donghae-ssi. Aku tak akan pernah melupakan jasamu"

Tanpa kedua namja tampan itu kira, Sungmin merengkuh tubuh kekar Donghae yang tak lebih tinggi darinya.

Kyuhyun menggeram melihatnya. Tapi ia sadar tak sepantasnya rasa cemburunya muncul pada saat seperti ini.

"S-sama-sama Sungmin-ssi" ucap Donghae setelah Sungmin melepaskan pelukannya.

"Kami pulang dulu" pamit Kyuhyun dengan meraih pinggang Sungmin.

"Nde hati-hati"

'Aigoo~ namja cantik itu hampir saja membuat jantungku terlepas' batin Donghae.

.

.

.

"Han. Apa mereka bisa melakukannya? Lalu apa yang harus kita lakukan setelahnya?" seorang yeoja bertubuh langsing tengah terduduk tegak dipinggiran ranjang besarnya.

Hangeng sang suami yang sedang membaringkan tubuhnya diatas ranjang menghela nafasnya saat menyadari sang istri memanggilnya 'han' itu artinya sang istri tengah serius saat ini.

"Maksudmu mereka itu Kyuhyun dan Sungmin?" tanya hangeng yang sudah menegakkan tubunnya.

Yeoja bernama Heechul itu tak bergeming, tak menggeleng maupun mengangguk membenarkan.

Helaan nafas tersengar dari bibir sang suami.

"Apa yang membuatmu sangat sulit untuk menyetujui hubungan mereka yeobo?" tanya hangeng.

"Anakku seharusnya mempunyai mate wanita. Dan segolongan dengan kita, han"

Mendengar kata-kata sang istri hangeng hanya terdiam tanpa mau menanggapi lebih.

.

.

.

"KYUHYUUUN KAU MAU MAKAN APA?" siang hari mereka menghabiskan waktu mereka di apartemen Sungmin.

Bukan makhluk hidup namanya jika tak membutuhkan asupan makanan.

Sungmin mengenakan apron berwarna hijau muda tengah menimang-nimang bahan makanan yang hendak ia masak.

Sungmin berdecak saat tak menyahut panggilan Sungmin. Ia yakin jika namja itu tengah tenggelam dalam permainan PS2 miliknya, meski Sungmin bukan seorang gamer tapi ia juga mempunyai seperangkat game yang bisa menghiburnya saat tengah dirundung bosan.

"CHO KYUHYUUUUUN" teriak namja manis itu lagi.

"AKU INGIN MEMAKANMU MIIIING~" sebuah sahutan yang membuat Sungmin bungkam dengan wajah yang memanas. Untung namja tersebut tidak berada di hadapannya sekarang. Jika iya, ia pasti sangat malu.

"Haishhh... Lebih baik aku memasak salad dan bulgogi saja" ucapnya cuek seraya mengambil bahan-bahan yang ia perlukan.

Tangan mungilnya dengan cekatan meracik bahan-bahan hingga menjadi sebuah masakan yang layak untuk dimakan.

Kurang lebih 15 menit ia berkutat dengan makanannya. Senyuman lebar terlukis diwajah baby facenya.

"Selesai" gumamnya senang.

.

.

.

"Aku tidak mau ming"

"Tidak ! Kau harus makan ini"

"Tapi aku tidak suka"

"Haishh kau pasti menyukainya~"

Keduanya tengah beradu untuk menjejalkan satu sendok penuh makanan yang didominasi warna hijau itu. Salad.

Namja bermarga Cho itu terus saja mengelak dari sendok yang Sungmin arahkan kedalam mulutnya.

"Ayolah~ sayur sangat baik untuk kesehatanmu Kyu~ nde~?" Sungmin melakukan sedikit aegyeo menggunakan suara imutnya.

"Baiklah. Tapi... Kita harus membuat kesepakatan terlebih dahulu" seringaian tersungging dibibir merah itu.

.

.

.

"Eunghh~ hah haah kau curang Kyu~" Sungmin mencengkram baju bagian dada milik Kyuhyun yang terlihat kusut sekarang.

Wajah Sungmin memerah sewarna dengan bibir 'M' sexy-nya.

Kyuhyun terekeh pelan dengan tangan yang mengusap lembut pipi Sungmin.

Namja bergigi kelinci itu tengah duduk diatas pangkuan Kyuhyun.

"Aku menyukai saladmu... Jika menggunakan kecupan dear"

Ucap Kyuhyun menggoda.

Sungmin memukul dada Kyuhyun dan memanyunkan bibirnya.

"Kau curang! Harusnya kecupan! Bukan ciuman!" ucapnya lucu.

"Ahahaa... Aku bukan curang dear, aku hanya melanjutkan. Karena setelah kecupan adalah sebuah ciuman"

Chu~

"Hmppp—"

.

.

.

.

To be continue

Hohohoooo... Hayo chapter 8 udah sweet belom? Ahahhha...

Maaf ya telat updatenya..

Sekedar pengumuman.. Ehem.. Akun FrozeMING kaga bisa dibuka egen. Jadi ff Should I confess mau aku lanjutin di fb aja. Buat yang udah pernah baca aku minta maaf #bow

Dan untuk ff sita yang baru ada 2 "MAID, I LOVE U!" sama "Love is sweet torment" silahkan mampir ya hehehee...

Dan maaf buat typos yang tiada berkurang dan mengganggu mata kalian semua ahahahaa..

Gomawo yang udh mau nunggu ff ini #kecupBasahTeman2 karena sesungguhnya ini tidak edit ahahahaa

Keep RnR yaaa untuk Lanjutin ff ini ^^

Salam damai (^_^)v