Chapter ini nggak ada nyanyi-nyanyian. Karena chapter ini adalah penentu kelanjutan, langsung duet Kisedai atau 'korban luar daerah' (tapi Cuma seputaran yang punya hubungan lumayan deket dengan Kisedai) ikutan nimbrung. Karena koneksi internet belakangan ini gak bersahabatan dengan saya jadi agak susah mau ngscroll and ngedata review polling kalian satu-satu

Jadi yang masih mau polling bisa, monggo~~

.

Karaoke ala Kiseki no Sedai?!

Kuroko no Basuke by Fujimaki Tadatoshi

Pairing: macem-macem, pastinya sho-ai.

Rate: T

Warning: OOC berat, Burja Everywhere, gaje, abal.

.

.

.

Chapter 7: Akashi Galau Berat. Akhir yang Bahagia atau Awal Kesialan Baru(?)

.

Setelah beberapa menit gempa bumi kecil-kecilan diakibatkan oleh bencana maha dahsyat sejagad kehidupan OOC ala Kiseki no Sedai yaitu "Akashi Burja", suasana di ruangan nista itu sudah mulai tenang.

Walau batin keenam kepala warna-warni ala pelangi minus warna merah itu masih bergejolak.

Sedangkan biang kerok dari terjadinya bencana heboh ini sedang mojok di pojokan sambil curhat sesuatu kepada gunting kesayangannya.

"Hasami-chan… Hiks… Tetcuya malah cama acu…" makhluk terong-terongan itu curhat dengan kusyuk, lengkap dengan bibir yang mengerucut, air mata buaya meleleh dan ingus yang sudah entah keberapa kali ia sedot.

Bayangkan seorang Akashi Seijuurou dengan pakaian terong-terongan sedang berjongkok, wajah menghadap ke tembok serta tangan menggenggam erat sebuah gunting yang diposisikan tepat di depan wajah.

Jangan lupa aura gloomy nan horror terpancar jelas.

Loh? Kenapa?

Bukannya Bang Sei Hercules kita ini sudah berhasil nembak Kuroko walau dengan cara yang oh-nggak-banget?

Iya sih. Sudah.

Tapi ingat nggak, di akhir dia bagaimana?

Iya.

Dia teriak horror terus bau semerbaknya menguar kemana-mana membuat Tetsuyanya mabok pengen muntah. Jadi sekarang Akashi dimusuhi.

Andai Tetsuya tau efek perlakuannya pada terong Sei kita.

Mungkin tau sih. Tapi dia EGP. Malah sekarang pelantun 'Jablay' kesayangan kita sedang asik menyeruput milkshake dan lanjut main burung obesitas berparuh raksasa dengan nafsu menggebu-gebu.

Sisa makhluk kepala warna-warni yang tidak kalah sinting dari Akashi itu hanya geleng-geleng melihat pasangan cabe-terong yang lagi-lagi sedang bertengkar.

"Stt! Midorin!" Momoi memanggil Midorima dengan nada berbisik, membuat si tsundere mendekatkan kepalanya pada bibir Momoi. "Ada apa nanodayo?"

"Kayaknya Akashi sama Tetsu-kun berantem lagi tuh."

"Yaelah, padahal baru tadi mereka berdua burja-burjaan. Plis deh."

"Lerai yuk, kasian OTP gue berantem."

Midorima melongo. Ternyata selama ini manager mereka sudah ngeship Akakuro layaknya para fangirl yang hobi menulis cerita imajinasi masing-masing di suatu website yang dikabarkan akan di blokir oleh pemerintah.

Momoi langsung loncat dan mendekati Akashi. "Akashi-kun…" dengan nekat, Momoi langsung menyentuh pundak Akashi yang sedang galau tingkat dewa itu.

Dan apa yang Momoi dapat?

"GYAA! MAMAH! SEI GALAU MA HUWEE TETSU MARAH SAMA SEI! SEI MESTI GIMANCEK DONG! HUWEEE!"

Bukannya menenangkan, tapi malah dapat tamparan sana sini.

Singkatnya, sekarang Akashi menggoyang-goyangkan pundak Momoi dengan kasar dan air mata buaya serta ingusnya mulai meleleh kemana-mana.

Jorok ih. Bang Sei jorok.

Alhasil, Momoi pingsan dengan mata memutar-mutar.

"Aomine, buang mayat ini nanodayo." Perintah Midorima dengan tampang sumringah sambil menunjuk Momoi yang menjadi korban keganasan galaunya Akashi. "Kenapa gitu?" Aomine yang sedang ritual ngupil merasa terganggu karena perintah Midorima.

"Buang aja. Udah terkontaminasi sama ingus dan air mata Akashi nanodayo. Nanti kita jadi ketularan alay kalo kena ingus Akashi." Jawab Midorima enteng.

Buset. Darimana dapet teori gitu.

Dikiranya ingus Akashi isi virus alay ya.

Hm, bisa jadi sih.

Karena beberapa menit yang lalu saat Kise mengecek tw*tter, ada updatean baru yang bikin sakit mata.

Mau tau?

Ini nih,

4kacH1_aBzoLut3 : Duch.. Galaw n1eh,,, d'Cu3k!nt am Ay4nk aQ…

(Akashi_absolute: duh, galau nih dicuekin sama ayang aku)

Lengkap dengan foto yang diambil sendiri oleh sang pemilik akun dengan gunting yang ia ajak curhat sedari tadi.

Istilah di jaman ini, selfie.

Jangan lupa duck face alias bibir yang sengaja dimonyong-monyongkan mewarnai wajah Akashi.

Astajim.

Itu kode morse atau status orang sih.

Dafuq.

Kise langsung kicep dan menunjukan layar hpnya pada Midorima dengan tampang 'gue-gak-kenal-orang-ini-ssu'

Berdasarkan bukti nyata nan ajaib itu, Midorima menarik kesimpulan bahwa Akashi penyebar virus alay.

Saat Aomine dan Kise hendak membuang Momoi keluar, Kise tiba-tiba menjerit heboh.

"KYA! JANGAN BUANG MOMOCCHI DULU-SSU!" Kise terlonjak heboh sampai loncat dan menabrak langit-langit ruang karaoke.

Salahkan tubuhnya yang memiliki tinggi abnormal.

"Kenapa nanodayo?"

"Gue belom check-in di P*th sama dia disini-ssu." Kata Kise dengan tampang kebelet eksis sambil nyengir kuda.

Krik. Krik.

"Mati aja lu, nanodayo."

Kise cuek aja dan langsung mengambil hpnya. Lalu mencari aplikasi yang berwarna dasar merah dan berlambang 'P'

Kise Ryouta is at Teiko Vizta with Aomine Daiki, Midorima Shintarou, Kuroko Tetsuya, Murasakibara Atsushi, Momoi Satsuki, 4Ka5h! SeIgaLau

Nama terakhir enggak salah kok.

Enggak

Saya gak salah ketik dan Kise juga enggak seenak jidat nambahin nama orang yang gak punya akun di ntuh socmed.

Itu asli namanya.

Udah dibilang kan? Efek Akashi galau itu memang cetar. Jadi jangan heran.

"Udah belom Kisechin? Cepet buang korbannya." Kata Murasakibara sambil asyik ngemil maiubo.

Kise langsung melempar hapenya sembarangan dan kembali ke sisi sang seme redup untuk menyeret korban pertama invasi ingus Akashi ini.

Kuroko heran dengan Trio Cabe biru tambah kuning sama dengan hijau plus Murasakibara yang daritadi bisk-bisik seperti ibu-ibu penggosip depan rumahnya. Tapi berhubung dia lagi badmood karena sang seme, jadi dia cuek aja dan lanjut main Fl*ppy Bird.

Kuroko beneran jadi cabe yang pedas sekarang. Ingatkan kalau dia masih memakai pakaian ala dangdut super ketat berwarna merah cetar.

Midorima melihat mereka sambil sesekali memainkan celana ketat bermotif macan tutulnya. Iya, dimainkan. Maksudnya ya dicubit sedikit, diangkat, terus dilepas secara tiba-tiba sehingga Midorima jerit-jerit sendiri karena sakit.

"Aw nanodayo! Aw nanodayo!"

Yaiyalah, celana super ketat digituin sama aja kaya kena ketapel.

Murasakibara melihat aksi gaje Midorima dan hanya bisa memasang tampang 'WTF'.

Capek deh.

Ketika Kise dan Aomine baru selesai membuang Momoi –tepatnya menaruhnya di lorong karaoke- mereka dikejutkan dengan seseorang dari ruang sebelah.

"Eh?" Aomine, Kise, dan orang misterius itu saling bertatapan dengan loading otak super lemot. Beruntung Aomine tidak sampai ngiler berpikir selama itu.

.

.

.

"DAFUQ ELU ALIS CAPIT NGAPAIN DISINI?!"

"HARUSNYA GUE NANYA GITU! LAGIAN ELU NGAPAIN PAKE BAJU INDIA JIJAY GITU IH!"

Oh, rupanya mereka ketemu Kagami yang kebetulan lagi karaoke dengan Himuro dan Alex di ruang sebelah.

Tunggu—

Bukannya Himuro udah 'tewas' karena rekaman yang dikasi Akashi ya?

Untungnya enggak saudara-saudara.

Ternyata setelah ditelusuri, baru lima menit setelah Himuro 'tewas', Alex seenak jidat masuk ke kamar mandi karena kebelet terus berteriak kencang dan menggebur-gebur air kembang sampai Himuro terbangun karena keselek bunga.

Aksi penyelamatan yang sangat heroik…

Keributan yang disebabkan oleh ketiga orang aneh itu membuat Akashi yang lagi gloomy keluar ruangan untuk mencari sumber suara aneh yang mengganggu salah satu ritual galaunya, selfian sama gunting dan curhat sama gunting.

"Are~~~ Siapa yang ribut-ribut dan berani menganggu ritual galauku~~ Hm?" tanya Akashi dengan gaya lengkong alias bencong dan nada yandere sedikit terselip.

Glek. Aomine dan Kise langsung menutup mulut mereka sendiri dengan tangan dan menggeleng. Midorima, Murasakibara, dan Kuroko –yang diseret paksa- oleh Murasakibara sedang mengintip dari dalam ruang Karaoke. Dengan urutan dari bawah ke atas : Midorima, Murasakibara, Kuroko.

Kuroko manjat Murasakibara makanya bisa diatas. Dan semoga Murasakibara engga oleng dan jatuh karena jika itu terjadi Midorima sukses menjadi menu makanan baru "nanodayo penyet"

Kagami cengo melihat Akashi dengan penampilan terong-terongan dan gaya lengkong keluar dari ruang karaoke.

'DAFUQ KENAPA AKU KETEMU SAMA ORANG-ORANG SINTING INI.' Batin Kagami lebay ketika melihat tulisan hijau nyentrik di kaos terong Akashi.

"Ho~ Ternyata ada Kagami Taiga~~ Rawrrr~~" Akashi menjawab pertanyaannya sendiri. Tidak lupa di bagian 'Rawr' ia memposisikan dirinya berpose seperti macan garong. Kedua tangan diangkat dan diposisikan di depan muka, badan dibungkukan sedikit, pantat nungging, dan mulut bersuara 'rawr'.

Kisedai sukses mau pingsan melihat mantan kapten mereka makin sinting setelah bertengkar dengan Kuroko.

Kalau ada orang lewat dan bertanya "Ini terong siapa kabur dari RSJ?", mereka gak mau ngaku kenal sama Akashi.

Kuroko memasang tampang 'Dafuq' dan segera menuding Murasakibara. "Kayaknya gue mau ganti seme aja deh. Sei alay kebangetan."

"Dia gini gara-gara kamu juga Kur. Atau, bahasa balinya, ulian iluh beli kene." Kuroko memasang tampang gue-gak-kenal-elu-semua begitu mendengar panggilan baru Midorima untuknya yang menurut Kuroko mirip suara burung.

Kise dan yang lain menahan nafas ketika Akashi berjalan –masih dengan pose macan garong- ke arah Kagami dengan aura bencis dicampur yandere.

"Ufufufu~ Tiger-kun… Rawr… Kamu…"

.

.

.

T

B

C

.

.

.

YAY! FINALLY AKU ADA IDE UNTUK NGELANJUTIN AHAHAHAHA #disepak

Jadi~ hasil dari polling kalian akan menentukan perkataan alay yang akan Akashi lontarkan pada Kagami.

Inget polling ya-ssu! Pilihannya bisa diliat di chapter-chapter sebelumnya. Lupa.

Kayaknya chapter Akashi nyanyi deh #diinjek

Terima kasih ya yang sudah review, fav, dan follow fic ini! ^^

Maaf kali ini nggak bisa balas review satu-satu karena kuota hp aku habis dan gakada wifi #nangis #bawalaptopkesekolahdemiupdate #akurapopo

Tapi aku ngehargai review kalian kok! ^^

Nah~ Sampai ketemu chapter depan, masih dengan kealayan Sang Emperor~

-shizuka miyuki-