EnKeyDoubleyou

Cast: SuperJunior 13 + 2, and Other

Summary: Dia hanya bocah yang selalu di bully. Hanya ingin berubah menjadi lebih baik, hanya tak ingin menjadi pecundang. Park Jungsoo berubah menjadi seorang yang ingin menguasai dunia. "Impianku adalah meletakkan dunia di tangan ini dengan kalian sebagai pionnya"

Rated : T

Genre : Suspense, Friendship, Crime

Disclaimer: Semua milik Tuhan. Cerita ini milik ika zordick dan Dia *nunjuk Kim Kibum* is mine

Warning: Typos, akan ada adegan adrenalin (mungkin), apapun dalam cerita ini jangan di tiru! APAPUN! Yang menurut anda tidak baik.

%ika. Zordick%

Ch 8 : Trick and Trap

Heechul menatap cermin tunggal yang terdapat di sebuah ruangan yang kini di dekor sedemikian rupa hingga serba putih di karenakan sang pimpinan mereka—Leeteuk yang sedang mendekam di penjara sangat menyukai warna suci tersebut. Dia merapikan penampilannya dengan Hangeng di sampingnya bak butler dengan pakaian seragamn yang sama terlihat rapinya dengan yang dikenakan Heechul saat ini.

"Jadi?"

"Kita harus memastikan pemilik sekolah ini menerima tawaran kita meski dengan sedikit memaksa" ungkap Heechul membalikkan tubuhnya, terlihat Sungmin, Zhoumi, Shindong, Siwon dan Henry yang duduk mengelilingi meja bundar. "Apa mereka akan berhasil?" Tanya Shindong yang menggigit bibir bawahnya agak takut.

"Mereka akan" Sungmin menjawab dengan senyum simpul yang tenang miliknya. Terlihat berkelas dan misterius di saat yang bersamaan. Heechul mendudukkan dirinya di salah satu kursi dan Hangeng duduk berhadapan dengannya. "Yesung dan Kibum memiliki keakuratan keberhasilan lebih dari 90%"

"Kita akan memulai rapatnya ketika seluruh anggota sudah lengkap, siapkan proposalnya Hangeng"

"Segalanya telah ku persiapkan sebelum kau memerintahkan, Heechul—ah" Hangeng tersenyum teduh. Ia menunjukkan proposal yang tidak terlalu tebal namun berjumlah cukup banyak yang ada di tangannya. "Kita dapatkan izinnya dan Siwon urus masalah keuangannya bersama Shindong"

"Kami mengerti"

%ika. Zordick%

Suara detik jarum jam terdengar, di gudang yang penuh debu dengan seorang wanita remaja yang duduk angkuh di kursi kayu dengan Kyuhyun—si bungsu Suzaku—yang berdiri menemaninya. Membuat mereka berada di lingkungan yang terkesan canggung karena keduanya sedari diam. Bae Suzy membuka suaranya ketika ia sudah cukup jengah dengan keadaan mencekam itu.

"Siapa namamu?"

"Apa penting?"

"Jawab saja!"

"Diamlah!"

Suzy menyerah dan berakhir dengan gerutuannya. Kyuhyun meronggoh sakunya ketika ia merasakan benda itu bergetar di saku seragam sekolahnya. "Aku sudah di depan gedung Do Corp" suara cempreng di seberang sana tentu saja di hapal oleh Kyuhyun. Lagi pula yang tahu siapa nomor ponselnya hanya beberapa orang saja.

"Lanjutkan saja sesuai rencana awal" Kyuhyun mematikan ponselnya, tak memperdulikan sesuatu yang akan di katakan Eunhyuk selanjutnya. Lagipula ia sangat yakin bahwa sang anchovy—kata Donghae, tidak akan mengatakan sesuatu yang penting.

Yesung mendorong seorang anak lelaki yang mungkin hanya berbeda dua tahun dibawahnya dengan sedikit kasar. "Noona!" pekiknya saat melihat Suzy yang kini melotot tak percaya bahwa adiknya itu sungguh bisa di bawa kehadapannya.

"Kami akan melakukan apa yang kau inginkan Do Suzy" Yesung menunjukkan seringgaiannya. "Katakan kata kata terakhirmu untuknya, adik kecil" sedikit memerintah sambil mendorong kasar tubuh mungil Kyungsoo ke hadapan Suzy, membuat bocah itu terjungkal di lantai gudang yang berdebu. "Noona, tolong aku!"

"Kami akan membunuhnya sesuai kesepakatan kita" ujar Kyuhyun berbisik seductive di telinga wanita cantik yang masih tetap shok dengan pemandangan miris tentang adiknya yang kini di hadapannya. "Kalian akan sungguh melakukannya?"

"Tentu" jawab Yesung santai.

"Katakan saja kata kata terakhirmu, bocah!" Kyuhyun berjalan kedepan, menendang perut Kyungsoo keras. "Noona, apa benar ini keinginanmu?" mata Kyungsoo berkaca-kaca memandang kakak cantiknya tak percaya dan sarat kekecewaan.

"Ti—" ketika bibir itu bahkan kelu untuk berbicara. "Aku menyayangimu noona" Kyungsoo tepat memotong kata-kata sang kakak dan membiarkan Yesung menutup matanya dengan kain hitam serta menyeretnya keluar dari ruangan.

"Apa yang akan kalian lakukan?"

"Memberikan pertunjukkan yang menyenangkan" Kini Kibumlah yang melangkah masuk ke dalam ruangan Suzy berada. Wajahnya terlihat begitu santai dan tenang, ia bersandar di dinding dekat jendela yang menjadi sumber cahaya di tempat kotor itu. Kibum menarik tirai merah di hadapannya, menunjukkan seorang duduk di tengah ruangan dengan mata tertutup kain hitam dan tangan terikat di atas kursi kayu. Seseorang yang terlihat—

Do Kyungsoo

Suara raungan terdengar, Suzy yakin itu suara adiknya yang kini sedang di cekik dengan tali tambang oleh Yesung di dalam sana. Kyuhyun menunjukkan senyuman setannya, kembali ia berbisik di telinga Suzy, "Ini kan yang kau inginkan? Adikmu akan mati untuk membalaskan semua rasa sakit hatimu" seolah bisikan setan yang entah kenapa membuat Suzy justru begitu takut sekarang.

"NOONAAA! TOLONG AKU!" pekikan menyayat hati ini semakin kencang. Yesung melepas jeratannya di leher sang lelaki bertubuh mungil dan membiarkannya menjerit sesuka hatinya memanggil Suzy. Suzy menutup telinganya, tak ingin membiarkan suara Kyungsoo mempengaruhinya.

"Gunakan cambuk, teman" Kibum memberi perintah dinginnya dan di laksanakan oleh Yesung. Ia memecut tubuh kecil itu hingga terlihat jelas luka yang begitu kentara di tubuh putih mulus tersebut. Suzy tidak tahan, kenangan adiknya dan suara meminta tolong itu memenuhi pikirannya. Ia menutup erat matanya dan telinganya. Namun Kyuhyun dengan cekatan mencegahnya, memegang tangan Suzy erat dan kembali berbisik.

"Lihat dengan jelas, jangan ada bagian yang kau lewatkan"

"Lepaskan dia!" mohon Suzy, sungguh ia tak tega ketika adiknya memanggil namanya lagi.

"Tidak bisa, peraturannya adalah kami membunuhnya dan kau membiarkan kami mendapatkan apa yang kami inginkan" Kibum menjelaskan situasinya. "Selesai dengan cepat, penggal dia!" Kibum kembali memberi perintah.

"ANDWAE!" pekik Suzy. Ia berlari, bermaksud merengkuh sang adik dalam dekapannya dan tak membiarkan cambuk itu melucuti tubuh mungil itu lagi. Dia menjadi sangat takut kehilangan adik semata wayangnya. "Penggal dia!" Kibum memberi perintah lagi dan Yesung siap dengan pedang Kyuhyun di tangannya.

Suzy kini berlari menerjang Kibum, namun belum sempat ia meraih bagian tubuh Kibum, Kyuhyun lebih dahulu menarik rambutnya, menjambaknya kuat dan membawanya menjauh. "Aku tidak suka kakakku di sentuh oleh apapun" ucap Kyuhyun

"Kumohon hentikan! Aku tak mau kehilangannya, aku akan meminta ayahku untuk melakukan apa yang kalian mau"

"Penggal dia!" Kibum tak peduli.

"TIDAK! KUMOHON KUMOHON!"

Kibum mengangkat ponselnya, dia masih menatap Suzy keji meski mata wanita es itu telah berair memelas. "Pimpinan kami memintaku untuk melanjutkannya"

"Biarkan aku bicara dengan pemimpin kalian" masih dengan terisak. Kibum memberi isyarat agar Kyuhyun melepaskan tangannya dari rambut Suzy. Wanita itu masih terus menangis, dengan tangan bergetar, ia menerima ponsel Kibum. "Kumohon tuan, siapapun kau, lepaskan adikku, aku menyayanginya, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan"

Di seberang saja hanya diam.

"Kumohon, tarik perintahmu tuan. Aku menyayangi adikku, kau boleh dapatkan apapun asal jangan bunuh dia" masih meminta sambil terus menangis.

"Baguslah kau sudah sadar. Sepertinya anak anak dari sekolah ini berhasil membuktikan diri mereka padaku. Sampaikan pada mereka, mereka berhasil anakku dan mereka boleh melepaskan adikmu" suara berat nan teduh terdengar di seberang sana, cukup membuat membuat Suzy terkejut.

"Ayah" ia sungguh tak percaya bahwa ayahnya lah yang kini berbicara.

Kyuhyun terkekeh. Kyungsoo memasuki ruangan, menerjang tubuh kakaknya dan memeluknya erat. "Aku disini noona~" ucapnya.

Suzy melotot, namun ia tak menolak pelukan hangat itu. Ia menatap pada sosok mungil lainnya yang terikat di kursi. Sosok yang bibirnya terangkat sebelah menyunggingkan senyuman yang mengerikan. Yesung mengangkat bahunya tak peduli kemudian membuka ikatan pada sosok mungil tersebut. Lelaki mungil itu membuka penutup matanya dan membuka rambut palsu hitam di kepalanya.

Sosok itu kini tersenyum dengan lebih riang khasnya. Ia menjilat luka di tangannya akibat cambukan tadi. "Namaku Kim Ryeowook, halo" seolah tak pernah merasa sakit, Ryeowook bangkit dari tempat duduknya dan tertawa dengan riang. "Kau sungguh berhasil Kibum. Happy ending!"

"Ini hanya sedikit trik murahan" ujar Kibum santai, melangkahkan kakinya keluar dari ruangan. "Kalian pulanglah ke mansion kalian, ayah kalianlah yang akan menjelaskannya secara detail"

"Kalian?"

"Siswa NKW" jawab Ryeowook riang dengan cengiran kekanakannya. Dia menggandeng tangan Yesung dan mengikuti langkah Kibum bersama Kyuhyun keluar dari ruangan tersebut.

%ika. Zordick%

Krieett—

Ryeowook menyembulkan kepalanya di ruangan rapat serba putih sekolah mereka. Dia tersenyum girang saat Sungmin tersenyum maklum dengan tingkahnya yang terbilang sangat kekanakan meski tubuh lelaki mungil itu di penuhi dengan luka. Kibum dan Kyuhyun mengikuti langkah Ryeowook, mengambil tempat di ruangan tersebut dan terakhir terlihat Yesung yang menutup ruangan dengan wajah masa bodohnya.

"Sepertinya anggota kita sudah lengkap" Heechul berdiri hendak memulai rapat yang terlihat sudah di hadiri oleh sang pemilik sekolah—seorang pengusaha sukses bermarga Do—yang kini memperhatikan seluruh ruangan, mencari seseorang. "Dimana Leeteuk—ssi?" tanyanya, berhubungan orang itulah yang mengajukan persyaratan padanya.

Persyaratan mengenai mengubah kedua anaknya yang bisa dikatakan sedikit 'canggung' satu sama lain menjadi lebih akrab dan Leeteuk akan mendapatkan apa yang ia inginkan dari sekolah buangan yang terus terang akan di runtuhkan tiga tahun lagi.

"Dia memiliki urusan, ketua Osis memang sedikit sibuk" Hangeng memberikan senyuman tenangnya, meyakinkan segalanya baik baik saja meski bisa dikatakan bahwa lelaki itu tidak sedang baik-baik saja di penjara sana dengan statusnya sebagai seorang pelajar.

Eunhyuk—seseorang yang menjemput Mr. Do melirik kearah Donghae, pemuda perwarakan childish memijit permukaan rahangnya. Sedikit khawatir sebenarnya dengan keadaan sang sahabat, Eunhyuk memberikan sebotol air mineral pada Donghae. Donghae menolak secara halus, ia lebih mengkhawatirkan keadaan Kangin yang duduk di seberangnya yang menunduk dalam menatap meja di hadapan mereka.

"Kita bisa memulai segera" Sungmin segera memberikan proposal yang telah di siapkan pada setiap anggota rapat hari ini, termasuk Mr. Do.

Mr. Do membuka lembar demi lembar membaca dengan teliti, "Kami sedang mengajukan permohonan untuk memajukan sekolah dengan ketentuan kewenangan penuh di tangan OSIS, kami juga menginginkan sekolah ini menerima siswi dan juga perbaikan di beberapa bagian sekolah" jelas Sungmin menerangkan isi proposal yang mereka ajukan.

"Aku tahu bukan hanya ini yang kalian inginkan" Mr. Do menatap tajam pada Heechul yang menopang dagunya di kedua telapak tangannya yang saling berkait. Lelaki cantik itu tersenyum menyeringai—tepat seperti Setan yang mendapatkan korban manusianya. Dia menjentikkan jarinya.

Siwon dan Shindong mengeluarkan koper berukuran besar ke hadapan Mr. Do dan membukanya. Terpampang jelas di dalam koper tersebut di penuhi lembaran lembaran dollar. "Kami menginginkan setengah saham sekolah ini dan membisniskannya"

Hening—

Mr. Do tak percaya bahwa sekolahnya akan di beli setengah dengan uang sebanyak ini di tambah oleh siswanya sendiri. Dia sangat yakin, nilai jual sekolah ini sungguh akan meningkat pesat jika di beli dengan harga yang tak patut. "Jadi?" Heechul menyandarkan bahunya di kursi yang tengah ia dudukkan.

Gluk—

Suara Mr. Do yang sedang menelan ludahnya paksa. Lidahnya bahkan terasa kelu, ia sungguh tak pernah berpikir akan membuat sekolah ini menjadi salah satu ajang bisnis. "Satu satunya cara membuat sekolah ini di pandang oleh orang orang hebat adalah menjadikannya sangat mahal" Heechul merasa beruntung ia pernah bermain judi mengenai saham di internet, setidaknya ia tahu dasar dasarnya.

Hangeng mengambil map bersampul emas yang sudah ia sediakan sebelumnya. Surat yang berisi kewenangan mereka dan tentu saja surat kuasa pembagi duaan saham yang sedang mereka bicarakan. "Bagaimana sir?" Tanya Heechul menekankan nadanya.

Kibum berdehem, memecah keheningan yang seolah mencekam di antara pikiran pikiran Mr. Do. "Leeteuk—ssi sangat akan berterima kasih jika anda mengikuti rencananya seperti ia menjalankan rencana anda"

Tangan Mr. Do meraih pulpen dengan tinta cair yang di tawarkan oleh Hangeng. Gemetar. Ia akhirnya menandatangani isi perjanjian tersebut dengan stempel yang sudah di sediakan oleh sekretarisnya. "Senang berbisnis dengan anda Mr. Komisaris" Heechul bertepuk tangan, ia berdiri dari tempatnya dan diikuti oleh yang lainnya.

"Ku harap kalian sungguh bisa di andalkan"

Seluruh anggota rapat menundukkan badan mereka formal. "Siap!" dan hanya Heechul yang menyeringai lebar di saat itu.

%ika. Zordick%

"From BTS" seorang pria bermata sipit menegakkan tubuhnya ketika Heechul memasuki sebuah ruangan kelas yang berisi enam pria dengan keadaan yang di penuhi luka lebam di sekitar wajah mereka. "Kim Heechul, tangan kanan Leeteuk" Heechul membungkukkan tubuhnya sopan pada orang orang yang membantu sang ketuanya.

Sekelompok pemuda yang menamai diri mereka BTS itu menegakkan tubuh mereka, membalas bungkukan sopan sang tangan kanan yang jauh dari kata sombong yang biasanya mereka temukan di gank anak sekolahan. Berbeda, anggota Leeteuk memang berbeda seperti dirinya.

"Kami dengar Rap Monster, ketua kalian masuk penjara bersama Leeteuk?" Heechul bertanya.

Seseorang bernama J-Hope menggaruk lehernya canggung, "Begitulah, kami memang memalukan membiarkan mereka tertangkap maafkan kami"

"Kami sudah mendengar dari Donghae masalahnya" Hangeng menepuk bahu lelaki tersebut, menghapus jarak di antara mereka yang sepertinya tampak canggung satu sama lain. Bukankan mereka di pihak yang sama, dan sialnya mereka memiliki masalah yang serupa yakni kehilangan ketua mereka di waktu bersamaan.

Jungkook—salah satu dari BTS melirik Donghae yang berdiri di sana, "Bagaimana dengan dua bocah itu?"

Donghae memasang wajah kekanakannya yang sedari tadi menunduk penuh rasa bersalah. "Mereka baik baik saja" ujar Donghae.

"Kau tadi sangat hebat, aku tidak menyangka di dalam rel kereta api ada terowongan seperti itu" V berteriak histeris mengagumkan tindakan Donghae yang berhasil membuat mereka selamat dari kejaran polisi.

Seseorang yang paling cantik diantara mereka menatap Heechul. Heechul tersenyum, "Kami menerima kalian sebaik kalian menerima kami. Mohon bantuannya NKW's students"

Jin tertawa, rasa lega menyeruak di dadanya. "Terima kasih"

Suga memeluk Jimin erat, "Kau dengar itu, kita akan segera pergi dari kekonyolan ini. Ayahku akan bangga padaku nanti"

"Siapa gank hebat di sekolah ini, menurut pengetahuan kalian?" suasana berubah menjadi serius ketika Hangeng mengubah arah pembicaraannya. Ia mendudukkan dirinya di salah satu kursi di dalam kelas tersebut.

"B A P, pimpinan bernama Bang Yongguk, sama seperti prinsip kami tidak terlalu tertarik memecahkan kepala CAP. Xiumin dan Tao, mereka Cuma berdua ahli bela diri yang ingin hidup bahagia saja di sekolah ini tanpa ingin bergabung" J-Hope mencoba mengingat-ingat.

"Yang lain?"

"Hanya sampah lemah" jawaban Suga membuat seluruhnya terdiam. Heechul melirik Kyuhyun, memberi isyarat dengan matanya.

BUGH!

Dan yang dilakukan Kyuhyun adalah membuktikan bahwa segerombolan orang di hadapan mereka bukanlah sampah seperti lainnya. Kyuhyun dengan lincah menerjang Suga, dan ketika kepalan tangannya akan sampai memukul perut lelaki bermata sipit itu, Jimin dengan gesit menepisnya. Lelaki berwajah imut itu, melompat dan melayangkan kakinya tepat hampir mengenai leher Kyuhyun.

Tak mau tinggal diam, Kyuhyun merunduk. TEP.. dan di saat itu pula Suga menginjak kakinya siap mengahantam kepala Kyuhyun dengan lututnya. "Dua lawan satu tidak adil" ujar Sungmin ketika Kyuhyun memilih menangkis lutut Suga dengan lengannya.

"Ini bukan pertarungan dengan system penjurian, mereka juga mengajarkan kita bahwa ini adalah perkelahian yang di anut oleh gank" Yesung menatap punggung Kibum yang masih tak kunjung bergerak, sepertinya adiknya masih bisa menyelesaikan segalanya tanpa bantuannya.

"Dengan kata lain, segalanya di terima" Eunhyuk meringis ketika Kyuhyun memutar tubuhnya, menggunakan kakinya yang lain menendang Suga agar menyingkir dari kakinya yang lain. Namun Jimin sudah menyambutnya dari atas.

PLAAANGG

Jimin beruntung kursi itu tak mengenai tubuhnya secara telak. Ia mengatur nafasnya, melotot tak percaya pada sulung Suzaku berwajah tenang yang baru saja hampir membuat kepalanya berdarah dengan parah jika ia tak memiliki gerak reflek yang bagus. "Diterima" ucap Heechul membantu Suga berdiri. "Kami cukup terkesan dengan kemampuan kalian"

"Dan kami sungguh merasa anggota kalian memiliki kemampuan yang sangat luar biasa" Suga tak bisa melepaskan pandangannya pada Kyuhyun yang nyaris saja mematahkan kakinya dengan sekali tendangan tadi.

"Mereka adalah Suzaku Kibum dan Suzaku Kyuhyun, si kembar samurai dari Jepang" Heechul memperkenalkan anggotanya.

%ika. Zordick%

Seorang gadis meniup permen keret di mulutnya, membuat gelembung balon yang cukup besar kemudian memecahkannya dan kembali mengunyahnya dengan keahlian bibir sensualnya. Wanita berambut panjang yang cukup menarik perhatian seluruh siswa NKW yang harus bersedia menghentikan kegiatan mereka yang bisa terbilang anarkis satu sama lain dengan saling menendang atau membully satu sama lain di jam sebelum kelas dimulai.

Dua kancing kemeja teratasnya terbuka, membiarkan sedikit bagian pakaian dalamnya terlihat. Dasinya tak terpasang dengan baik dan belum lagi rok yang sekitar lima belas centimeter diatas lutut, cukup mempertontonkan paha mulusnya.

"Sejak kapan ada bidadari di sekolah kita" ya para siswa khusus lelaki memang selalu menamai mahluk langka—bernama wanita di sekolah mereka dengan sebutan 'bidadari'.

Beberapa siswa menghentikan kesibukan mereka, dari yang saling merangkul kini mempelototi sang bidadari dengan pantat yang bergerak ke kiri kekanan dengan sangat sensual. "Luar biasa" dan beberapa memuji setelah membandingkan dengan pantat si semok gua hantu di kelas sebelah—pria gendut yang kebetulan memeliki pantat yang dikatakan mereka sangat menantang.

Dia memasang senyum manisnya, aura keeleganan menguar dari dirinya. "Maaf, dimana ruang kepala sekolah?" GREAT! Dan sebagian dari para siswa nakal yang hanya tahu untuk mengintip siswi sekolah lain itu sukses mengalami pendarahan di sekitar hidung mereka.

"Eonni!" koridor itu mendadak sunyi saat mendengar suara nyaring di sudut koridor lain, mereka menemukan seorang siswi dengan seragam sama dengan yang di kenakan wanita cantik di hadapan mereka—versi berbeda. Wanita ini berwujud lebih mungil dan pakaian seragam yang lebih tertutup. "Luna!" dan ingatkan para siswa NKW bahwa mereka sangat suka dengan dada bergoyang saat keduanya berlari dan saling bertubrukan.

"KEPADA SISWI BARU DAN GURU BARU DI HARAPKAN BERKUMPUL DI GEDUNG C RUANGAN OSIS" suara di mikropon sekolah terdengar. Membuat kedua mahluk bergender langka di sekolah khusus pria itu menyadari posisi mereka. "Ayo cepat, aku tidak mau terlambat di hari pertama sekolah" ujar si mungil bernama Luna.

"Tentu"

%ika. Zordick%

Sebuah mobil mewah memasuki area lapangan sekolah. Berhenti tepat di depan gedung A sekolah NKW, seorang lelaki turun dari sana, berlari dengan cepat ke sisi lain mobil dan membuka pintu penumpang. Kyuhyun mengeriyitkan alisnya, memperhatikan siapa gerangan tamu sekolah mereka yang mengenakan mobil mewah ke sekolah karena ia sangat yakin jika siswa berandalan sekolah mereka lebih memilih mengenakan angkutan umum demi ke sekolah mereka.

Apa Suzy?

Itulah nama pertama yang terlintas di pikirannya, gadis es yang mungkin datang berkunjung ke sekolah yang memang miliknya ini. Tapi untuk apa? Ia tak berpikir bahwa sang adik akan mengizinkan sang princess akan datang setidaknya hanya untuk mengucapkan salam untuk kepala sekolah mereka yang hanya tahu bersembunyi di bawah meja kerjanya.

Nafas Kyuhyun tercekat, dia berusaha mencondongkan tubuhnya dari jendela. Ia membuka matanya dan menatap tepat pada wanita dengan paras menawan yang kini menuruni mobil mewah dengan bantuan sang supir. "Shit! Kenapa dia bisa berada di sini" gumam Kyuhyun.

"SIALAAAAN! KENAPA BEGITU CANTIK! APA DIA TUAN PUTRI?"

"OH TIDAK! CANTIK LIHAT AKU!"

"TUBUHNYA SEXY"

"DADANYA BESAR YA TUHAN YA TUHAN"

"KENAPA SEKOLAH KITA BISA BANYAK KEDATANGAN BIDADARI HARI INI?"

Dan biarkan para teman sekelas Kyuhyun berfanboy ria saat menemukan objek yang di perhatikan Kyuhyun sedari tadi. "Aku bisa gila!" ringis Kyuhyun setelah menepok satu persatu kepala teman teman sekelasnya demi membuat mereka menutup mulut.

%ika. Zordick%

"Maaf jika aku mengganggu jam pelajaran pertama kalian" Suara Heechul berdengung di apel pagi dadakan yang ia siapkan beberapa menit lalu. Dia kini telah berdiri di podium halaman sekolah dengan Hangeng serta Sungmin yang berdiri di masing masing sisi kanan dan kirinya.

"Apakah kau berencana membuat jam bebas hari ini?" seseorang bertanya—berharap agar tak ada kegiatan belajar mengajar hari ini, layaknya kegiatan sekolah mereka sebelum Leeteuk memenangkan sekolah dari tangan CAP.

"Tentu saja tidak, kau bercanda?" dan itu sukses membuat semua siswa itu mengutuk Heechul di hadapan mereka. "Aku hanya ingin menyampaikan kabar gembira" Heechul tidak ingin merusak moodnya sendiri dengan memaki para rekan sekolahnya saat ini juga.

"SEXY" seorang gadis yang mereka temui di koridor tadi pagi menaiki panggung sekolah bak model. Mempertontonkan kaki jenjangnya, melangkah dengan penuh percaya diri diatas sana dengan senyuman manisnya saat Heechul mengucapkan kata sexy. "Namaku Victoria"

"CUTE" gadis lain yang bernama Luna melangkah dengan imut menaiki panggung, ia berdiri di sebelah Victoria. Ia berteriak dengan suaranya yang menggelegar "AKU LUNAAAA"

"SWEET" seseorang dengan rambut pendeknya melangkah, pakaiannya terlihat sempurna membalut tubuh jenjangnya dengan rapi. Senyum menggemaskannya terukir di bibirnya. "Saya Sulli"

"BEAUTY"

Tok…

Tok…

Hening, hanya ada suara heels yang beradu dengan permukaan lantai panggung. Rambut merah sepinggangnya berkibar membius para lelaki yang melihatya. Tatapan matanya yang tajam dan wajah cantiknya yang minim ekspresi. "Krystal"

"COOL" dan seseorang berlari dengan gaya tergopoh keatas panggung. Rambutnya pendek dengan wajah terbilang cukup tampan. "HI GUYS! AMBER!"

"ELEGANT" kali ini semua mata menatap pada gadis cantik yang melangkahkan kakinya dengan begitu berkelas. Dia tersenyum dan menunjukkan pola tingkah yang cukup meyakinkan semua orang di sana bahwa ia bukanlah wanita dari kalangan biasa. "Mariko" ucapnya membungkukkan badannya formal.

"Mereka berenam adalah siswi baru di sekolah kita. Dengan ini aku umumkan bahwa sekolah kita resmi menjadi sekolah umum"

"WOOOOOOOO! SERIUS SERIUS? MEREKA SUNGGUH AKAN BERSEKOLAH?"

"GILA GILA GILA! AKU HARUS MEMACARI SALAH SATU"

"KRYSTAL MILIKKU"

"VICTORIA!"

"Semoga kalian mejadi lebih bersemangat belajar dengan adanya mereka di sini" Heechul menutup apel paginya. "Silahkan Sungmin"

"Nama nama yang kupanggil silahkan memisahkan diri dari barisan!"

%ika. Zordick%

Kibum menghela nafasnya, ia menatap ponselnya yang berisi pesan singkat dari seseorang yang jelas tak pernah ia duga akan mengiriminya pesan singkat. Ia menengadah ke langit, sesungguhnya ia tak cukup tertarik untuk melangkahkan kakinya untuk memasuki kelas. Ia hanya ingin menyendiri di sini, di taman belakang sekolah, merasakan semilir angin tanpa ada seorang pun yang membuatnya terganggu.

"Kau tahu dia di sini" Kibum memilih memejamkan matanya saat mendengar suara Kyuhyun. Adiknya memang selalu mengetahui dimana dirinya, meski terkadang tak mengetahui apa yang ia inginkan. "Nii"

"Aku tahu dia akan datang"

"Kau menghindariku" Kyuhyun menatap kea rah lain merasa kecewa dengan kakaknya yang seolah tak menginginkannya lagi. Kibumnya telah berubah, seolah tak membutuhkannya. Kibum membuka matanya, menatap dengan bola mata hitam kelamnya ke diri Kyuhyun yang berdiri tak jauh darinya. Ia menghela nafas akhirnya—mengerti bahwa adiknya itu tengah merajuk seperti bocah kecil.

"Kemarilah!" Kibum memanggil Kyuhyun, namun lelaki itu malas bergeming dari tempatnya. Masih marah. "Otoutou" suara rendah itu memang membuat Kyuhyun tak mampu untuk tak menuruti.

Kyuhyun berjalan mendekati Kibum, duduk di samping kakak kembarnya itu sambil menundukkan wajahnya. Kibum memilih menarik tubuh Kyuhyun, menidurkan kepala Kyuhyun di pahanya dan mengelus rambut ikal kecoklatan itu penuh kasih. "Aku tak menghindarimu"

"Lalu?"

"Aku merindukanmu" Kibum menatap dalam manik Kyuhyun, memerangkap milik adiknya agar tak beralih dari dirinya. "Nii san, kau marah padaku?"

"Iie" jawab Kibum singkat meletakkan tangannya di dada kiri Kyuhyun, merasakan degupan jantung yang merupakan irama termerdu dalam pikirannya. Ia suka suara jantung Kyuhyun, bagaikan lagu yang menjadi adiktif yang harus ia dengarkan tiap saat.

"Nii—san, Ma—" ocehan Kyuhyun teredam ketika Kibum memilih membungkam bibir adiknya dengan bibir miliknya. Melumat secara bergantian bibir atas dan bibir bawah Kyuhyun, memaksa Kyuhyun untuk tak membahas topic yang sungguh tak pernah ia sukai tersebut.

Ciuman yang terbilang lama, Kibum memutusnya. Membiarkan Kyuhyun bangkit dari pahanya dan meraup oksigen sebanyak banyaknya. "Malam ini, aku tidak akan pulang katakan pada mereka untuk tak menungguku"

"Wakattane"

%ika. Zordick%

Memutar bola matanya bosan, Krystal mengibaskan rambut panjangnya dengan ekspresi muak di wajahnya. Amber hanya tertawa asal saat mendengar beberapa pria sedang menggoda salah satu teman wanitanya di sekolah ini. Ia memang tak terlalu peduli dengan lelaki yang mungkin tak menatapnya mengingat dia juga memiliki wajah tak kalah tampan.

Krystal meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya, memberikan pose menggoda yang cukup membius. "Aku tak tertarik pada yang tak mempunyai nama di sekolah ini" ujarnya kemudian mempoutkan bibirnya saat mendengar cekikan Amber yang semakin keras. "YAK! AMBER!"

"Yes, my lady" goda Amber. Wanita berparas tampan itu berjalan menghampiri jendela. Ia terkikik lagi saat melihat Victoria yang kini sibuk menolak ajakan bermain basket di lapangan basket halaman sekolah mereka.

Namun Amber menoleh saat melihat ada seseorang yang tengah memperhatikannya lekat. Memenjaranya dengan mata yang seolah bersinar dan di penuhi rasa penasaran yang begitu besar. Siapa? Amber jelas sering melihat anak ini berada di golongan OSIS sekolah mereka. "Sniiiff" Amber tersentak ketika lelaki di hadapannya ini mengendus wajahnya.

"Hei!" teriak Amber tak terima.

Henry—seseorang yang mengendus Amber tadi menegakkan tubuhnya. Kembali menatap Amber dengan mata berbinar takjub. "Tidak ada sentuhan fisik, ingat itu aturan main dari Heechul—ssi" Mariko, gadis Jepang yang yang memilih membuka buka buku pelajarannya mengingatkan pada Henry dan lelaki yang tengah mengelilinginya.

Seolah tak peduli—atau sebenarnya tak mengerti, Henry kembali mengendus aroma dari tubuh Amber di hadapannya. "Kubur saja dia hidup-hidup kalau tak bisa mengerti kondisinya" Luna yang kebetulan melewati kelas itu terkikik geli melihat Amber yang mulai kebingungan.

"Ya kita di perbolehkan untuk itu" suara Sulli yang mulai berdecak tak terima melihat Victoria di bawah sana.

BRAAAKKK…

Hening—

Tepat setelah Amber melayangkan sebuah pukulan keras yang sangat tepat waktu di hindari oleh Henry dengan refleknya yang memang luar biasa. "Sialan!" ujar Ambar melonggarkan dasi yang ia kenakan saat merasa gagal meninju rahang Henry dan membuat tembok di belakang Henry retak. Kekuatan wanita memang luar biasa.

Krystal bangkit dari tempatnya, ia membuka dasinya, melilitkannya ke leher Henry dengan gerakan seolah ia sedang menari. "HENRY!" ini suara jeritan memekik dari Eunhyuk yang sungguh tak menyangka ia akan kehilangan control akan Henry.

"Donghae—ya panggil Kangin atau Siwon" teriaknya. Henry tak memperdulikan Krystal. Masih setia mengikuti jejak aroma Amber yang entah kenapa membuatnya begitu gila. "Jangan!" Eunhyuk ingin mencegah, namun Krystal cepat menarik dasi di leher Henry membuat lelaki itu tercekik. Ia mencoba menggapai udara, namun ia menoleh, menarik kuat dasi yang di gunakan Krystal menjerat lehernya—tepat membuat Krystal terangkat.

"Tidak!" Amber melotot tak percaya melihat magnae mereka itu terangkat. Ia berlari, menangkap cepat tubuh Krystal yang belum sempat menyentuh tumpukan meja dan kursi. Amber menggunakan tubuhnya sebagai tameng untuk Krystal. Ia meringis setelahnya.

"Amber, kau baik baik saja?" wanita berwajah es itu hampir saja menangis, jikalau saja sang gadis Jepang—Mariko tak berbicara "Bangun!"

Krystal bangkit, "Jangan melawannya!" Eunhyuk memperingati, mencoba menghadang Henry yang kembali ingin mendekati Amber. "Henry!" Henry mendongak, matanya yang sedari tadi mengarah pada Amber beralih pada lelaki bertubuh lumayan besar yang berdiri di ambang pintu.

"Siwon, sepertinya dia di luar control tadi" Donghae mengelus rambut Henry yang berdiri di hadapan Siwon. Siwon mengeluarkan senyuman menawannya, membungkuk penuh hormat karena telah membuat para wanita itu sedikit ketakutan. "Saya meminta maaf untuk bagian Henry"

"Kau membuat bagain dari kami terluka, harusnya kau sangat tahu bahwa itu sangat berbahaya" tuding Krystal tak terima dengan keadaan Amber. Amber tersenyum. "Hei aku tidak apa"

"Sudahlah Krys" wanita Jepang itu kembali berbicara. Krystal terdiam dan memilih memajukan mulutnya kesal. Siwon terpaku, matanya menatap gadis cantik berambut pendek yang begitu feminism yang kini tersenyum padanya. "Siapa namamu?" dan kalimat itulah yang ia keluarkan untuk mengungkapkan kekagumannya.

"Mariko Shinoda"

%ika. Zordick%

"Ingatkan aku untuk mencegah jebakan ini sebelumnya" Hangeng menghela nafasnya, matanya menyusuri ruangan ruangan kelas yang ia lewati. Ruangan kelas yang di penuhi dengan suara suara lantang para guru guru yang serius mengajar di depan kelas dan para siswa yang mengikuti pelajaran. Seperti bukan NKW high School. Sekolah ini berubah dengan sangat pesat—kenyataannya hanya pada satu gedung dengan murid murid pilihan Sungmin.

Heechul yang berjalan di sampingnya tertawa renyah. "Ini bukan jebakan hanya sedikit tipuan, Hangeng" dan Hangeng berani bersumpah mengapa Heechul menjadi begitu mirip dengan Leeteuk di saat seperti ini. Membuatnya sedikit rindu pada seseorang yang sudah sebulan sana mendekam di penjara.

"Bagaimana perkembangannya Sungmin?" Hangeng menoleh pada lelaki yang berjalan di belakang mereka yang sibuk mengutak atik ipadnya.

"Nilai rata rata sekolah menjadi peringkat 3 nasional sekarang ini. Kemajuan yang sungguh membuat dunia pendidikan tercengang tentu saja" Sungmin menggendikkan bahunya. "Lalu Zhaomi?"

"Kita menguasai bar dan tempat judi di sekitar sekolah, kita juga berhasil merebut kawasan C sekarang" lapornya sambil membetulkan letak kacamatanya yang tadi sempat melorot dari hidung mancungnya.

Heechul tersenyum, "Kenyataannya orang orang akan berpikir bahwa kemajuan sekolah ini hanyalah karena para wanita dan peringkat nilai. Tapi pada dasarnya kita sedang menanamkan taring kita lebih dalam pada mafia yang di akui. Satu sekolah ini jelas dalam kuasa Leeteuk"

"Mariko Shinoda, anak clan Seiryu memang luar biasa bukan?" Heechul kini menyindir pada seseorang yang berjalan paling belakang. Kibum mendongakkan wajahnya, ekspresinya sama seperti biasanya, ia melirik Heechul. "Begitulah" jawabnya tenang.

"Siwon terlalu bahagia karena dia mendapatkan gadis" Heechul mencoba memancing si sulung keluarga Suzaku tersebut, Kibum memasukkan telapak tangannya kedalam saku celananya. "Sayangnya dia tak tahu gadis terhormat itu memiliki tato naga air di punggungnya"

Kibum memandang keluar jendela koridor yang tengah mereka lewati, menatap awan yang menghiasi langit biru yang begitu indah di matanya. "Dan itu pacar Kibum ah maksudku pacar 'fake'nya" Sungmin tertawa ringan, mengingatkan apa masalah yang ingin di tegaskan Heechul sekarang.

"Si sulung clan Suzaku dan pewaris tunggal clan Seiryu" Hangeng tersenyum hambar menatap Kibum yang seolah tak peduli. "Tradisi konyol" ujar Kibum santai.

"Hanya saja wanita itu seorang primitive yang selalu mengikuti tradisi"

Kibum kembali melirik Heechul yang menatap iba padanya. "Kurasa kita butuh yakuza lain yang bisa menjadi tameng" Kibum mengalihkan topic pembicaraan.

TBC

Ch 8 : Woman and Us

"KAULAH PENGHIANATNYA BRENGSEK!"|"Aku mencintaimu, jangan terluka!"|"Chanyeol, aku melihatnya Nii—san!"|"Jangan tinggalkan aku!"|"Wanita hanya membuatmu semakin lemah, kau tak butuh mereka untuk menggenggam dunia"|"Kalian adalah pionku, aku akan menghancurkan kalian jika tak mengikuti caraku"|"Hei, RapMon, apakah menurutmu mereka pantas?"|"Lelaki jejadian itu sedang menontonmu, dia adalah tangan kanan Leeteuk. Ingat itu!"|

T . T ka gak bisa balas Reviewan sebelumnya, tapi makasih banyak buat yang review. Ini ka jawab pertanyaan yang sering terulang aja yah. Sekali lagi maaf.

A : Kapan FF ini lanjut xD ? (ini pertanyaan yang paling banyak)

K : Sekarang hahahahaha

A : Yang psycho siapa?

K : Ada dua suara yang ka liat, antara Leeteuk dan Ryeowook. Tapi ka belum bisa jawab sekarang

A : Siapakan Rap Mon dkk? Apakah itu OC?

K : Tidakkk, mereka itu personilnya BTS (Bangtan Boys) silahkan cek aja di google, biar bisa lebih menjiwai bacanya hehehehe.

A : Apakah Suzy mantannya Kibum?

K : Tidak, Kibum tertutup untuk memiliki mantan (ingat adiknya yang terlalu posesif)

A : Chanyeol siapa sih?

K : Chapter depan dia akan muncul (tanda tanda FF ini akan tamat hahahaha)

A : Ka lupa nulis TBC

K : OH GODDDD FATALNYA!

A : APA ITU NKW ?

K : Pertanyaan yang belum terjawab dari Chp 1 hahahaha

A : Kenapa BTS? Kenapa gak BAP?

K : BAP ambil bagian juga tapi belum muncul, tunggu aja

A: Mana Kihyun?

K: Satu part sudah ka buat full Kihyun.

A : I love you

K : Love you more xD

A : Unname kapan di lanjut (pertanyaan nyasar)

K : paling lama seminggu lagi paling cepat ya besok atau lusa

Siipp selesai, tolong reviewannya lagi yah… biar ka update unname secepatnya hahahahahahaha xD