Title : Throbbing Tonight

Author : Thazt

Pair : Yunjae

Cast : All DBSK member and Super Junior

Genre : Adventure, fantasy, romance, humour.

Rating : PG13

Lenght : Chapter 8

Disclaimer : Throbbing Tonight © Koi Ikeno

I can't let you go even if i die © 2AM


Happy Reading!

Malam harinya, tanah lapang yang berada di bukit belakang castle cottage menjadi sangat riuh. Kerumunan siswa Gwang Gi High School yang sedang menikmati acara puncak dari Summer Camp kali ini terlihat dengan sangat jelas.

"Para siswi diharapkan untuk membantu para guru untuk menyiapkan perlengkapan sedangkan siswa diharapkan untuk mencari kayu bakar di sekitar bukit. Terima kasih." Instruksi yang dikeluarkan oleh sang kepala sekolah membuat kerumunan siswa dan siswi itu menjadi bubar dan mereka mulai melakukan tugas mereka sesuai dengan perintah.

-Jaejoong POV-

Kayu.. Kayu.. Besar apa kecil ya?

Lebih baik yang besar saja ya? Baiklah… aku akan mencari kayu yang besar saja..

Pandanganku menyapu ke sekeliling yang sudah dipasangi lampu gantung untuk menerangi sekitar bukit tempat kami berada ini.

Ah! Itu ada kayu yang cukup besar. Ambil ah..

-end Jaejoong POV-

Hankyung memandang Jaejoong dari sebuah pohon tinggi dan berdaun lebat yang cukup untuk menyembunyikan wujudnya.

"Sepertinya dia terlihat senang." Hankyung tersenyum melihat Jaejoong yang kini sedang bersenandung kecil sambil mengambil kayu-kayu yang berukuran cukup besar untuk dijadikan kayu bakar.

Hankyung kembali meloncat ke sebuah pohon yang terletak dekat dengan tempat Jaejoong saat ini. Sayangnya Hankyung tidak memperhatikan bahwa dahan yang akan akan dipijaknya sedikit licin karena basah akibat hujan tadi.

"Wuaaahhhhh—–" Hankyung berteriak kaget saat dirinya tergelincir dan terperosok jatuh ke bawah dari pohon dengan ketinggian sekitar 5 meter.

BUAGGHH

"Awww.."

Jaejoong secara refleks langsung menoleh saat mendengar bunyi berdebam keras yang disusul dengan jeritan kecil terdengar dari arah sampingnya.

"Appa?" Jaejoong terpekik kaget saat melihat orang yang menimbulkan suara berisik tadi.

"hehehe… Hallo Jaejoong." Hankyung tersenyum kecut pada Jaejoong yang tengah menatap dirinya dengan penuh tanda tanya.

"sedang apa Appa di sini?" tanya Jaejoong.

Hankyung kembali tersenyum kecut. Apa alasan yang tepat? Tidak mungkin dia mengatakan dia di sini karena di suruh oleh Heechul, Jaejoong bisa marah besar. Heechul sudah berjanji untuk tidak mengikutinya selama Summer Camp.

Jaejoong menangkap wajah Hankyung yang terlihat resah, seperti sedang memikirkan sesuatu. "Ah! Pasti Appa di sini karena suruhan Umma." Tebak Jaejoong tepat sasaran.

Ekspresi wajah Hankyung berubah menjadi pucat, "Yaa- Jaejoongie… jangan katakan pada Umma mu kau tahu Appa mengikuti mu ya? Bisa hancur tubuh Appa jika Chullie sampai tahu."

Jaejoong tersenyum, "Tenang saja, aku tidak akan bilang-bilang pada Umma. Aku senang Appa ada di sini." Jaejoong memeluk Hankyung dengan erat. "Aku sayang Appa."

Senyum Hankyung mengembang. Ditepuknya kepalanya Jaejoong lembut. "Gomawo. Kamu memang baik. Appa sayang kamu juga."

"Baiklah! Cepat kembali sana! Nanti ada mengira kau hilang lagi." Jaejoong melepaskan pelukannya.

"Bye, Appa." Ujarnya sambil berbalik dan berjalan semakin jauh meninggalkan Hankyung.

"Hey, Yoochun-ah! Cepat keluar… Aku tahu kau ada di sini."

Sosok Yoochun perlahan muncul dalam sebuah kabut yang tiba-tiba muncul di hadapan Hankyung. "Apa? Darimana kau tahu aku ada di sini?" tanyanya

"Heh.. aku sudah hidup lebih lama darimu. Aku bisa merasakan kehadiran seorang manusia dunia setan lain di sekitarku. Apa kah Chullie yang mengirim mu?"

"Iya.. Dia yang mengirim ku." Jawab Yoochun santai

"Rupanya dia tidak mempercayaiku."

"Sepertinya iya." Ujar Yoochun santai.

"Sudahlah! Lupakan wanita cerewet itu… Ayo kita bersenang-senang.. Biarkan Jaejoong bersenang-senang." Hankyung menjentikkan jarinya dan tiba-tiba 3 ekor kalelawar datang dengan membawa tiga botol soju.

"Semuanya berkumpul dan mengelilingi api unggun!" seru sang kepala sekolah dari pengeras suara yang telah di sediakan. Dengan segera mereka membentuk lingkarang dan mengelilingi api unggun.

Jaejoong melirik ke sekelilingnya, "Hey, kemana Yunho?" tanyanya pada anak laki-laki yang duduk di sebelahnya. "Tadi ku lihat di duduk di- Ah- Itu dia!" laki-laki itu menunjuk seorang laki-laki yang duduk di atas batang kayu, tak jauh dari tempat mereka sekarang.

Pesta telah dimulai, sebuah musik bernuansa ceria mengalun mengiringi mereka semua untuk menari dan bersenang-senang.

Jaejoong beringsut meninggalkan keramaian dan melangkah ke arah Yunho yang sepertinya lebih asyik menikmati kesendiriannya dari pada ikut dalam pesta.

Heechul terus saja berlari menembus hutan demi hutan secepat yang ia bisa. Satu dalam pikirannya, ia harus tiba di Busan secepat yang bisa. Ia ingin mengawasi Jaejoong saat ini, terlebih lagi ini adalah malam terakhir… pasti akan ada acara puncak yang ia yakini pasti itu adalah pesta besar!

"Grrr… aku harus pastikan sendiri, dia tidak macam-macam dengan orang lain! Terserah itu Yeoja ataupun namja! Joongie tidak boleh dekat dengan siapapun kecuali orang yang kupilih untuk dekat dengannya"

Heechul semakin mempercepat larinya saat matahari semakin menghilang dan mulai digantikan oleh bulan yang mulai menampakkan wujudnya.

"Kenapa kau diam di sini, Yun? Tidak ikut pesta?"

Yunho mendongakkan kepalanya ke arah Jaejoong yang berdiri di hadapannya, "Aku tidak suka dengan keramaian." Ucapnya.

"Kau harus ikut Yun. Ayo! Kita nikmati pestanya bersama-sama!" Jaejoong memegang lengan Yunho dan menariknya.

"Tidak.. Aku malas!"

"Oh.. Ayolah! Kau harus ikut bersenang-senang." Jaejoong kembali menarik paksa Yunho yang kali ini terlihat- err.. pasrah?

Jaejoong tersenyum senang saat merasakan Yunho tak memberontak kala ia mengajaknya nya bergabung dan berkumpul mengelilingi api unggun.

"Ciee… suit.. siut.." tiba-tiba saja saat Jaejoong dan Yunho duduk di depan api unggun siulan bersahut-sahutan terdengar dari semua murid.

"Apa?" tanya Jaejoong heran.

"Kalian pasangan yang serasi!" pekik seorang yeojya tiba-tiba. Wajah Jaejoong bersemu merah, "Kalian itu bicara apa sih?"

"Gimana rasanya?" seorang namja menyikut pelan pinggang Yunho yang langsung disambar dengan deathglare mematikan milik Yunho, "Apa? Rasa apa?"

"Itu looohh…." namja lainnya kemudian memeragakan sebuah ciuman dengan kedua tangannya. "Bagaimana rasanya?"

Wajah Jaejoong dan Yunho memerah. Kejadian tadi terputar ulang dalam kepala Yunho saat ia memberikan nafas buatan pada Jaejoong. Bagaimana rasanya? Entahlah.. ia tak ingat..

Saat itu ia terlalu panik untuk bisa merasakan kelembutan bibir Jaejoong. Yang bisa ia rasakan saat itu hanyalah bibir Jaejoong yang terasa dingin.

Junsu memandang kejadian itu dengan tatapan yang tak mampu ditebak. Pikirannya malah melayang pada setiap perkataan Yoochun tadi sore.

Junsu menghela nafas, "Mungkin aku harus melepaskannya." Ucap Junsu lirih.

"Saatnya Dance one on one." Suara keras yang berasal dari megaphone menyelamatkan Jaejoong dan Yunho dari serbuan teman-temannya yang semakin ganas.

Dance one on one adalah dance di mana kita menari dengan orang yang ada di samping kita dengan diiringi lagu yang bertempo ballad. Seperti kali ini, para guru memilih lagu "I Can't Let You Go, Even If I Die"

Jaejoong dan Yunho berpasangan, tarian kali ini adalah tarian dengan satu orang berada di belakang yang lainnya kemudian tangan kanan orang yang ada di belakang terjulur kedapan dengan telapak menghadap ke atas. Tangan kiri juga terjulur ke depan dengan telapak tangan menghadap ke bawah.

Orang yang ada di depan menyambutnya.

Jaejoong menyambut uluran tangan Yunho dan mengengamnya erat. Tubuh mereka bergerak maju mundur sesuai irama lagu ballad yang terdengar

Hankyung dan Yoochun tertawa lepas karena pengaruh soju yang samakin kuat ditubuh mereka, "Hahaha.. kau tahu.. aku bertemu dengan seseorang." Yoochun mulai menceracau.

"Sia…pa?" balas hankyung.

"Umm.." Yoochun mengerakkan jari telunjuknya ke kiri dan kanan, "Raha…sia…"

"Ya… Jangan seperti itu." Ujar Hankyung setengah tidak sadar.

Dengan nafas terengah-engah Heechul tiba di pantai Haeundae. Dengan indera penciumannya yang tajam dengan cepat Heechul mengetahui letak Jaejoong dan Hankyung berada.

Heechul kembali berlari. Kali ini tujuannya adalah Hankyung, ia ingin mengetahui apa yang sekarang tengah dilakukan olehnya.

Ia menggeram marah saat melihat Hankyung bukannya memata-matain Jaejoong malah tengah asyik berpesta soju dengan Yoochun- mata-matanya yang lain. Dan Heechul juga tidak menyanga Yoochun juga melalaikan tugasnya.

Heechul kembali merubah sosoknya menjadi manusia, "APA YANG KALIAN LAKUKAN?" geramnya marah.

"Apa sih?" sahut Hankyung dan Yoochun berbarengan Mereka dengan serempak menoleh dan betapa terkejutnya mereka. Sosok Heechul yang sedang berkacak pinggang ditambah dengan ekor dn telinga serigalanya yang telah mencuat keluar.

Dalam sekejab Hankyung dan Yoochun merasa mabuk mereka telah hilang dan berganti dengan kengerian yang menjalar ke seluruh tubuh mereka.

"KALIAN BERDUA!" Heechul berteriak marah. "KALIAN SEHARUSNYA MEMATA-MATAI JAEJOONG! BUKANNYA MALAH MINUM SOJU!"

Hankyung dan Yoochun memeluk satu sama lain, "I…Itu..-"

Belum sempat mereka mengeluarkan alibi mereka, Heechul telah kembali merubah sosoknya menjadi seekor srigala. Ia berlari ke arah Jaejoong.

Dengan wajah yang pucat pasi, Hankyung mengejar Heechul yang telah jauh mendahuluinya.

Heechul kembali terkejut tatkala ia melihat Jaejoong tengah berdansa dengan seorang laki-laki yang tak dikenal olehnya.

Dengan satu kali tarikan nafas Heechul mulai mengaum dengan keras, "AUUUUUUMMMMMMMMM…."

Jaejoong menyentakkan tangan Yunho begitu saja saat mendengar suara auman begitu keras terdengar, kemudaian di susul dengan awan hitam yang tiba-tiba bergumpal-gumpal. Petir berbunyi dengan sangat keras. Angin bertiup dengan sangat kencang hingga api unggun yang semula menyala dengan indahnya mati tak bersisa.

"UMMA." Batin Jaejoong kalut. "Bagaimana mungkin Umma ada di sini?"

Hujan mulai turun dengan deras yang disertai dengan angin kencang. Dalam sekejab kerumunan siswa Gwang Gi High School berlarian ke sana ke mari. Jaejoong berusaha menorobos hujan yang terasa sangat menyakitkan di kulitnya itu.

Satu tujuannya, menemukan Umma secepatnya!

Yunho mengedarkan pandangannya ke seluruh arah guna menemukan Jaejoong. Tiba-tiba saja setelah mendengar auman yang diyakininya adalah suara srigala Jaejoong langsung menghilang dari jarak jangkauannya.

Yunho terus menerobos hujan meskipun rasanya sungguh menyakitkan di kulitnya dan tubuhnya terasa sangat sulit digerakan.

"Chullie! Hentikan! Kau bisa mengacaukan acara mereka!" pekik Hankyung. Heechul hanya menatap marah pada sosok Hankyung yang hanya bejarak 3 meter darinya.

"Memang itu mau ku!"

"Kenapa?"

"Aku tidak suka dia dekat dengan laki-laki ataupun perempuan! Aku sudah menjodohkannya dengan Siwon. Kau tahu itu bukan?"

"Tapi.."

"Diam kau!" Heechul memotong ucapan Hankyung dan ia meloncat ke arah Hankyung. Berniat untuk menggigitnya.

Dengan cekatan, Hankyung melompat mundur dan merubah dirinya menjadi kalelawar. Pertarungan di antara suami istri yang berbeda wujud pun tak dapat terelakkan.

"Bahaya!" ujar Yoochun. Dengan cepat, ia membentuk kabut untuk menutup pertarungan yang terjadi antara Hankyung dan Heechul.

Jaejoong melihat kumpulan kabut tebal di depannya. "Di sana." Ucapnya.

Jaejoong masuk ke dalam kabut dan mendapati Umma dan Appa nya tengah saling menyerang.

"Umma! Appa!" pekiknya. Sekejab Heechul an Hankyung langsung berhenti.

"Pergi dari sini, Jae! Pergi!" ujar Hankyung kalap. Jaejoong yang tak mengerti hanya bisa terdiam di tempatnya. "Pergi! Heechul sedang tidak bisa mengendalikan emosinya!" ujar Hankyung lagi.

Jaejoong ingin menuruti ucapan Hankyung. Namun, entah mengapa kakinya terasa kebas. Ia tak bisa menggerakkannya. "Appa…" ujar Jaejoong lirih.

Heechul yang tengah dikuasai api kemarahan hingga tak bisa membedakan siapa saja tanpa basa-basi langsung berlari ke arah Jaejoong, hendak menerkamnya.

Jaejoong menutup matanya erat saat melihat sang Umma telah meloncat ke arah dirinya.

"JAEE!"

Jaejoong terkesiap saat mendengar suara seseorang meneriaki namanya. Yunho?

GRASP

Jaejoong mendengar suara terkaman Ummanya, namun ia tidak merasakan apa-apa pada tubuhnya. Kenapa? Batin Jaejoong. Kenapa aku tidak merasakan sakit? Tanyanya.

Ketika Jaejoong membuka matanya, ia membulatkan matanya.

Yunho tengah terkapar tepat di hadapannya….

-TBC-


akhirnya..

sampe juga di bagian ini.. *ngusap keringet*

Saya berubah pikiran, saya akan terus mengupdate fic ini. Saya menghormati reader yang menunggu fic ini dan terus mereview fanfic ini.

Jeongmal gomawo buat reader yang terus memberikan reviewnya.

Fanfic ini saya update untuk kalian semua.

Dan untuk silent reader sekalian, silahkan berterima kasihlah pada para pereview fic ini.

Saya harapkan untuk anda-anda sekalian untuk bersedia mereview fic ini.

Sekian-