Yuhuuu!
Venetta apdet kilat neeehh! Beri tepuk tangan donk!
Readers: Ga ada tepuk tangan, adanya tepuk muka, mau?
Jangan! Ya uda lah, langsung saja kita mulai,
Enjoy it, guys!
Konoha High School The Old Generation
Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Genre: Menurut readers?
Rate: M! *dipentung* Maksud saya T sodara-sodara sebangsa dan setanah air-?-!
Warning: Dapat menyebabkan sakit mata karena keabalannya! Untuk obatnya anda bisa segera mencari di toko bangunan terdekat!
Chapter 8
"WHAT?APA?NANI?" hujan lokal dari Hidan pun segera memenuhi muka Kakuzu yang langsung tepar di tempat.
Ternyata Shikaku yang ketimpa Kakuzu.
"Bangun senpai, berat nih! Aduh, kau ini sangat merepotkan!" Shikaku ngedumel aja walaupun dalam hati keki banget (Author puas banget bikin Shikaku menderita *digorok Shikaku*).
"Ya sudah! Ayo kita beraksi! Kekekekeke" Kushina tertawa ala Hirumanya Eyeshield 21.
Alhasil, semua dengan suksesnya merinding sampe terkencing-kencing *bayangkan!* ngeliat Kushina yang mulai ketularan sifat setannya Hiruma.
"Kushi, kamu gabung ke klub amefuto DDB ya?" tanya Sasori agak takut.
"Belom sih, tapi aku ngefans berat sama mereka," Saso pun bergidik ngeri mendengar jawaban dari Kushina.
Besoknya,
pukul 07.50 pagi,
3 orang pemuda masuk ke sebuah rumah sakit.
Setelah bicara pada direktur rumah sakit selama kurang lebih 9 menit, mereka keluar ruangan dengan membawa kunci.
Mereka segera menuju sebuah ruangan dokter.
Tak lama kemudian, dokter masuk dan disusul pasien pertamanya.
"Selamat pagi nona Uzumaki, anda sudah mengenal saya, bukan? Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang dokter kepada pasiennya yang berambut merah panjang.
"Ya dokter, saya ingin mengambil teman saya kembali" jawaban si nona Uzumaki yang tak lain dan tak bukan adalah seorang Uzumaki Kushina mampu membuat sang dokter tercekat.
Karena panik, si dokter segera menyerang Kushina dengan membabi buta. Kushina menyeringai nakal. Dan,
Jepret!
Sebuah kamera beraksi memotret adegan di atas *nunjuk-nunjuk ke atas*.
"Khukhukhu, terjebak. Kau hebat juga ya, membuat rencananya, Minato," ujar seorang pemuda berambut hitam dari balik tempat tidur pasien.
"Tentu donk!" sahut pemuda berambut kuning jabrik yang dipanggil Minato tadi.
"Jangan lupakan aku," jawab seorang pemuda berambut nanas.
Si dokter mematung. Lalu dia segera menahan tangan Kushina menodongkan pisau bedah di depan leher Kushina.
"Kalau kalian maju, aku bunuh dia!" teriak si dokter.
Naas nasibnya, dia salah nyandra.
Kushina dengan lihainya menendang si dokter lalu kabur dan datanglah Akatsuki.
"Dimana Konan?" suara Pein menggelegar di ruangan tersebut.
"Dimana Konan?" sekarang seluruh anggota Akatsuki (minus Pein dan Konan) bertanya dengan tampang dan nada yang paling horror bahkan lebih horror daripada tampangnya Orochimaru.
"Eh a-anu- itu.." si dokter ketularan gagapnya Haruka (cewek buta yang ada di kelas XI-2).
"Dimana dia, setan bunglon?" tanya Kushina sambil melepas topeng dan wig si dokter yang ternyata si setan bunglon. Dan tampaklah seorang pria berambut hitam.
Popi popi popi po..
Popi popi popi po..
Ringtone hape Minato yang judul lagunya Popipo yang dinyanyikan oleh Hatsune Miku berbunyi dan mengundang tawa.
Entah kenapa seorang Namikaze Minato menyukai lagu ini. Author pun juga heran..
"Nani? Tou-san menemukan seorang siswi SMA berambut biru di lemari besar milik inspektur Kogoro? Itu pasti Konan senpai! Oke aku segera ke sana," Minato kaget nyampe keselek hapenya -plak!-.
Akhirnya, penjahat bunglon dipakein topengnya lagi dan dibawa anak-anak SMA yang bolos ini ke kantor polisi.
~Di kantor polisi~
"NANI? KOGORO SUDAH MENINGGAL? LALU SIAPA DIA?" Jiraiya kaget setengah hidup dan menghasil jigong maut no jutsunya ke arah Shikaku.
"Ya, dia adalah anggota Anbu Ne. Namanya ga ada yang tau. Tapi julukannya si Setan Bunglon. Ahli biologi dan kimia, dan dengan keahliannya itu, dia menjadi penyamar unggul karena dapat menciptakan membuat topeng yang nyaris persis sama dengan wajah asli. Sekian berita dari saya. Dan jii-san tolong jangan bikin badai lokal di mukaku," ujar Shikaku dengan mata setengah tertutup.
"Pein, teman-teman," sebuah suara perempuan yang lembut datang dari arah pintu.
"Konan.." ujar Pein lirih sambil berlari ala film India ke arah asal suara tadi yang ternyata Konan.
"Baiklah, nanti aku akan urus sisanya. Kalian boleh pulang bersama teman kalian. Ngomong-ngomong, kalian kok gak sekolah? Kalian bolos ya?" kalimat Jiraiya tak terbalas karena yang diajak bicara udah kabur duluan.
"Dasar anak-anak bandel!" Jiraiya mencak-mencak dengan tidak elitnya di ruangannya.
Sementara itu, Minato dan kawan-kawan lagi di rumah Kushina.
Semua begitu ribut (Shikaku suara ngoroknya juga ribut). Tapi tidak dengan Deidara, dia mematung di depan hapenya. Minato mulai memperhatikan cowok (atau cewek?) berambut blonde itu dan menegurnya.
"Hoy! Senpai, kau sedang apa? Bengong terus, nanti kesambet setan banci lho!" Deidara memberikan deathglare terbaiknya kepada Minato.
"Huft, gini lho Min, kamu tau kan anak kelas satu yang namanya Oto Tayuya yang jago main suling itu?" tanya Dei sambil blushing.
"Oh, Oto-san, yang punya empat saudara laki-laki dan mirip Kushina itu kan? Memangnya dia kenapa?" tanya Minato.
"Aku menyukainya, dan aku ingin mengajaknya berkencan.."
Seisi ruangan yang sebenarnya mencuri dengar percakapan tadi langsung membisu.
"Dei, ternyata kamu cowok tulen," kata Pein.
"Ternyata kamu suka cewek juga ya," kata Zetsu.
Semuanya kaget. Dei yang selama ini dikira err-yaoi, dan bersifat kayak err-banci ternyata menyukai seorang siswi kelas X-1 yang terkenal sebagai yankee di sekolah bersama keempat saudaranya! Sungguh sebuah fakta yang mencengangkan!
"Kamu harus buru-buru! Siapa tau perasaanmu terbalas! Dia lumayan cantik lho!" kata Pein nosebleed dan disambut tampolan dari Konan.
"Eh tapi.."
"Ga ada tapi-tapian! Kamu harus cepet kirime-mail ke dia! Suruh Sasori senpai tuh yang playboy untuk ngetikin e-mailnya!" kata Minato memotong.
"Ga bisa! Ini harus diketik Dei sendiri. Kalo Minato bilang sifat Tayuya-san mirip aku, berarti dia ga bakal kemakan rayuan gombalnya si Sasori senpai, dan mungkin malah jadi jijik sama Dei senpai!" Kushina menjelaskan kemungkinan soal Tayuya yang emang kayaknya 100% bener.
"Okelah kalo begitu," kata Dei ragu-ragu.
Hari Sabtu,
di Taman Konoha, seorang makhluk yang gak jelas kelaminnya mondar-mandir dengan tampang cemas.
"Aduh, Tayuya-san dateng nggak ya, un?" ujar makhluk tadi yang diketahui bernama Deidara.
Tiba-tiba,
"Hoy, senpai! Maaf aku telat," kata seorang gadis cantik berambut merah berantakan yang mengenakan baju cowok bernama Tayuya.
'Wew! Dia benar-benar simpel dan menjadi dirinya sendiri, un,' batin Dei kagum.
~Tayuya's Pov~
Ini kencan pertamaku! Kencan pertamaku! Dan aku merusaknya dengan bajuku! Salahkah bila aku nggak punya baju perempuan selain seragamku? Salahkah jika aku lagi kismin dan gak punya duit untuk beli baju sekarang? Kimimaru b***g*ek! (kata-kata Tayuya yang kasar Author sensor) Dia pelit banget sih! Barang gopek aja gak mau ngasih pinjem.
"Hey senpai! Jangan bengong! Ntar kesambet lho!" ujarku asal ke Dei senpai yang lagi bengong. Apa bajuku segitu jeleknya?
"Eh? Nggak kok! Kamu keren Oto-san! Kamu bahkan lebih keliatan maskulin daripadaku, un.." renung Dei sedih.
"Nggak juga ah! Jangan terlalu resmi, panggil Tayuya aja cukup!" ujarku menghibur.
Mungkin kalian heran, kenapa aku bisa menerima ajakan kencan darinya. Alasannya sederhana. "Aku tertarik".
~Flashback~
Huft! Hari Jum'at. Hari yang seru sekaligus melelahkan. Aku habis tawuran lagi sama SMA Kiri. Mereka ingin menguasai daerah sekolahku. Aku tau kalo sampai mereka menguasai daerah kekuasaanku, mereka akan memeras murid-murid yang lain. Makanya, aku tawuran terus demi sekolahku. Sialnya, aku dan saudara-saudaraku yang selalu dicap sebagai berandalan. Dan kalo udah begitu, sepupuku, Kaguya Kimimaru, yang menghidupi kami, pasti langsung ceramah.
Nasib.. nasib..
Tiba-tiba, hapeku bunyi. Menandakan ada e-mail masuk.
Segeralah kubaca.
From: deiblonde_
Selamat sore Oto-san, ini Deidara, anak kelas XII-1, un. Hm, gimana ya, un? Errr- maukah kamu kencan bareng aku di.. Dimana ya, un? Menurutmu bagusnya dimana, un? Gimana kalo di Taman Konoha, un? Soalnya aku gak mungkin ngajak kamu ke Taman Lawang, un, itu kan tempatku biasa mangkal, un. Ups! Maksudnya, aku sering lewat situ, un! Oh iya, jam berapa ya bagusnya, un? Jam 9 pagi aja ya, un? Gimana mau gak, un?
Aku tersenyum membaca e-mail itu. Baru kali ini ada yang berani mengajakku kencan. Sebagai yankee, aku memang ditakuti. Tapi kali ini ada orang aneh yang kukenal sebagai senpaiku yang kayak banci yang tak kusangka kalo ngetik e-mail pakai kata "un", sama seperti saat dia bicara. Aku jadi penasaran, apakah kalo nulis atau tanda tangan dia juga menggunakan kata itu?
"Hah! Aku terima aja deh ajakannya!" ujarku kepada diriku sendiri kayak orang gila.
"Kimimaru!" panggilku seraya berlari ke kamar sepupuku itu.
"Ada apa Tayuya-sama?" tanyanya dengan nada meledek.
"Aku mau minjem duit!" ujarku ketus.
"Buat apa?" tanyanya datar.
"Kau tak perlu tau! Cepat berikan!" tukasku kasar.
"Berikan aku kesempatan untuk berpantun. Makan bakso pake sasa, oh, tidak bisa!" balasnya berpantun dengan gaya noraknya. Aku pun hanya bisa sweatdrop. Tapi, aku segera ingat tujuan awalku.
"Cepe aja kok! Bukan cepe ceng! Lagian nii-san kan punya utang ma aku!" rengekku.
"Sekali tidak, tetap tidak, hidup tidak! Merdeka!" katanya lagi. Kadang aku suka heran gara-gara kelakuan nii-sanku ini, kadang dingin, kadang baik, kadang jutek, kadang kayak penghuni RSJ Grogol (sama, Author juga bingung.. -plak!-).
Setelah sekian lama, aku menanti, untuk kedatanganmu. Ups! Kok jadi dangdutan ya? Maksudnya setelah ngemis-ngemis Kimamaru ngasih. Ngasih Rp. 50,- tapinya. Mana cukup nih, buat beli baju?
~Flashback end~
Yah, semoga aku bisa punya pacar nantinya..
~End Tayuya's Pov~
Tanpa disadari DeiTayu, ada bunyi air.
Oh, rupanya Sakon, adik Tayuya, ngikutin DeiTayu dan sekarang lagi nyangkut di selokan terdekat. Ukon, yang adik kembarnya tercatat sebagai korban si selokan yang ke 1000 *Busyet!* lagi nolongin.
Sementara itu ada banyak orang juga di belakang warung ramen. Mereka adalah, Minato, Kushina, Fugaku, Mikoto, Shikaku, Yoshino, dan Akatsuki (minus Dei).
Waktu lagi asyik-asyiknya nih, Minato nyeret temen-temennya itu kecuali Fugaku dan Mikoto yang ga sadar temen-temennya udah pada ngilang semua.
Minato cs bersembunyi di tempat yang gak akan keliatan dari sudut manapun *wew!*.
"Ssstt! Fugaku itu suka sama Mikoto tau!" bisik Minato pada temen-temennya yang pada blo'on semua tampangnya waktu diseret kecuali Kushina, dia nendangin Minato sampe muka cowok itu biru-biru. Poor Minato..
Dan tempat itu cukup jauh dari FugaMiko. Jadi gak akan kedengeran obrolannya.
~Di tempat FugaMiko~
"Lho? Yang lain kemana Fuga-san?" tanya Mikoto pada Fugaku.
"Meneketehe! Eh, anu, aku mau ngomong sesuatu, Miko-chan," kata Fugaku salting.
"Apa?" tanya Mikoto lagi.
"Aishiteru.." Fugaku blushing sampe mukanya semerah rambut Kushina.
Mikoto pun jantungan *diamaterasu Mikoto -emang bisa?-*. Maksudnya Mikoto kaget.
"Eh, maaf Fuga-san.. Aku mencintai orang lain," jawab Mikoto.
"Miko.. Kalau kamu tidak menerimaku, itu tak jadi masalah. Tapi kalo yang kamu suka Minato, aku gak rela. Aku gak rela kamu terluka," kata Fugaku sungguh-sungguh.
"Kenapa?" tanya Mikoto.
"Karena Minato mencintai Kushina," jawab Fugaku.
DEG!
Hati Mikoto pun hancur.
Tapi Mikoto bersyukur.
Kini ia telah menemukan orang yang sebetulnya ia cintai dari dulu dan orang itu bukan Minato. Orang itu Fugaku.
"Arigatou Fuga-san, aishiteru mo," jawab Mikoto sambil menangis.
"Aku begitu bodoh sampe ga menyadari siapa sebetulnya yang kucintai.." lanjutnya.
"Tak apa Miko," bujuk Fugaku.
~Back to DeiTayu~
Tayuya berdiri di atas tebing curam dan suatu waktu dia bisa terjatuh.
"Tayuya, kau sedang apa di sana, un?" tanya Dei.
Tayuya hanya tersenyum.
"Hei, kamu gak mau bunuh diri kan, un?" tanya Dei lagi dengan cemas.
"Buahahahahahahahaha!" tawa Tayuya meledak seketika. "Tampangmu lucu sekali! Jangan takut senpai! Aku gak punya alasan untuk mengakhiri hidupku di sini," lanjutnya.
Dei pun bingung. Emang udah dari sononya o'on sih. Sampe gitu aja gak ngerti! *dibom Dei*
"Apa senpai merasakannya? Atau malah melihat?" tanya Tayuya tiba-tiba.
Dei mengerutkan keningnya, "Merasakan dan melihat apa?" tanyanya heran.
"Merasakan warna angin. Kalo senpai bisa, berarti senpai juga bisa mendengar harmoni angin," kata Tayuya yang mulai memejamkan matanya.
Dei ikut memejamkan matanya.
Ketenangan menyelimuti keduanya. Semilir angin menyapu lembut rambut mereka.
Tiba-tiba, bunyi seruling Tayuya yang terkenal indah dan seperti memiliki sebuah gelombang suara yang membuat orang tenang, telah terdengar. Harmoni lagu Akeboshi Wind terlantun. Tayuya sang musisi jenius, mulai memainkan seruling andalannya.
Dei takjub mendengarnya.
"Sudah sore, ayo, kita pulang!" kata Tayuya mengakhiri permainannya.
"Ya, tapi aku ada 1 permintaan!" sahut Dei.
"Apa?" tanya Tayuya.
"Mau gak jadi pacarku?" tanya Dei.
"Eh?"
"Aishiteru,"
"Eh?"
"Gak mau ya?"
"Eh? Ano, aishiteru mo,"
Dei langsung tepar di tempat mendengar jawaban Tayuya.
Tayuya pun segera nyirem Dei pake jus cabe yang dia buat untuk senjata cadangan.
Dei pun, langsung perih matanya.
"KYAAA! MATAKU!" Dei teriak kayak cewek kesambet setan banci.
"BERISIK!" Tayuya teriak.
"Eh? Iya, ampun! Air! Mana air?" seru Dei.
"Nih!" Tayuya memberikan sebotol air pada Dei.
"Trims," kata Dei.
Setelah itu mereka pulang. MinaKushi dan FugaMiko juga pulang.
Sementara Akatsuki,
"Hei Saso, sekarang yang belom pacaran justru tinggal pair utama di fic ini. Heran, Authornya punya rencana apa sih?" kata Hidan pada Sasori.
"Iya nih," renung Saso bingung sama Author yang bikinnya seenak jidat.
"Eh, gimana kalo kita comblangin aja!" seru Pein.
"Setuju!" seru yang lain serempak.
TBC
...
Hey! Aku lama gak update ya?
Maaf readers! Aku lagi sibuk banget!
Jadinya ngaret deh.. *digetok*
Oke, pengumuman! Venetta mau cuti beberapa hari karena mau menikmati liburan bareng temen-temen. Jadi, sementara Venetta ngaret lagi ya! *Udah mau ngaret, ijin dulu lagi! Sungguh anak berbakti!-?-*
Balsan review!
Ryshin
Wew! Sekali lagi ada yang review chapter 1! *keren..*
Arigatou! Mampir lagi Ryshin-san!
NHL-chan
Semakin sering mampir, aku semakin seneg kok!
Hontouni arigatou! Ini semua juga berkat Tita-chan kok!
Arigatou udah ngereview terus ficku dari chapter 1!
Kudo Widya-chan Edogawa
Gak apa-apa kok.
Iya nih, sama, aku juga gak dibagi! Obito pelit nih! *disambit lolipop* Horeee! Dapet lolipop gratis!
Yup! Betul sekali! Berhubung aku juga demen sama Conan dan yang diculik namanya juga Konan, maka namanya kuputuskan ngambil dari anime Detective Conan.
Hohoho, penasaran anda mungkin akan membuat anda kesal karena terselesaikan dengan gaje.
Review terus ya!
Nah, sekarang, dimana Mei-chan yang selalu membuatku semangat? Mungkin seperti biasa, telat baca (again). Tapi gak masalah! Aku tetep seneng walaupun Mei-chan cuman baca aja. Alasan aku update buru-buru dan gak sempet nunggu Mei-chan adalah, karena besok Venetta sudah sibuk jalan-jalan. Jadi gak sempet update lagi. Jadi kupastikan kubales lewat PM!
Terakhir,
REVIEW PLEASE!
