A/N

Chap 8 Update, maaf lama. Mengingat saya hanya bisa mengerjakan ini fict di warnet. Belum lagi tugas membuat batik pakai corel draw, di warnet Cuma ngedonlod, ngerjain tuh tugas, dan sedikit mengerjakan ini fict.

Review di chap 7 nambah walaupun gak ada 3, tapi gak papa lah. Jika ada yang gak kebales reviewnya maaf yah

Oh ya, chap ini agak panjang dari kemarin. Selamat membaca.

.

.

"Bicara."

'Bicara dalam hati'

[Baca do'a, mantra, kalimat kutukan, dsb]

-SFX, P.O.V-

.

.

.

.

.

.

Judul : Guilty Life

Disclaimer : Naruto miliknya Masashi Kishimoto, semua Chara yang ane pakai minjem om Kishi.

Warning : OC, GaJe, OOC mungkin. Terinspirasi dari Highschool DxD tapi Insya Allah alurnya beda

Summary : Dikirim ke dimensi lain dengan dalih untuk membunuh Iblis yang ada disana, padahal Hinata hanya dibuang oleh keluarganya karena diramalkan akan menghancurkan klannya sendiri. Hinata baru menyadari itu setelah dia diberitahu iblis yang harusnya ia bunuh. Ia mengikat kontrak dengan si Iblis dan menjadi pelayan Iblis demi mengetahui kebenaran tentang dirinya. Terinspirasi dari Highschool DxD, alur beda.

.

.

.

Kejadian ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu…

Masih ingat benar kejadian pertama kali ia bertemu dengan Naruto. Pada saat itu gadis manis bersurai pirang pucat ini masih depresi akibat kematian Ibunya, waktunya hanya dihabiskan dengan duduk sambil memeluk lutut di bawah pohon rindang dekat yang dikelilingi hamparan bunga cantik dari berbagai macam jenis, tempat ini merupakan tempat kesukaannya, terletak di belakang halaman kuil dimana gadis ini, yang bernama Shion tinggal. Mata lavender nya meredup seolah telah kehilangan harapannya untuk terus hidup. Ayahnya telah meninggal sebelum Shion pertama kali melihat dunia, dan sekarang, takdir telah kembali merenggut nyawa orang yang paling disayanginya. Gadis yang dibesarkan di kuil ini mengerti bahwa setiap makhluk hidup di dunia pasti akan mati, tapi… tetap saja, Shion masih tidak rela kalau Ibunya telah pergi ke surga pada waktu yang terbilang cepat.

-DEG-

Suara detak jantung Shion berdetak dengan cepat, matanya menunjukkan ketakutan yang luar biasa, tubuhnya bergetar merasakan aura Iblis yang sangat kuat.

"B-bagaimana bisa?"

Shion bergumam, seorang Iblis berhasil masuk ke wilayah kuil dimana Shion tinggal. Aura yang dikeluarkan Iblis itu benar-benar mengerikan. Dia pasti bukan Iblis sembarangan, Iblis biasa tidak akan bisa memasuki kuil biasa. Iblis ini… dia bisa memasuki kuil yang bahkan telah diberi penangkal Iblis. Dalam hati nya ia berfikir, kenapa Iblis ini kesini? Apakah dia ingin membunuhnya? Dan kenapa para Pendeta tidak ada yang sadar akan kedatangan Iblis ini? Sebagian hatinya agak senang jika Iblis itu berniat membunuhnya karena dia bisa bertemu Ibunya dan mungkin Ayahnya di alam sana. Namun, Shion tetaplah manusia yang mengenal rasa takut akan kematian, dirinya juga seorang Miko yang tidak boleh menyalahkan takdir.

Aura Iblis semakin lama semakin mendekat, kedua kaki Shion mendadak lumpuh total. Tampak dari pandangan Shion, seseorang… maksudnya sesosok Iblis bersurai kuning jabrik tengah berjalan dengan santai menuju ke arah Shion, kelihatannya Iblis itu seumuran dengan Shion.

Dahi Shion berkerut, sejenak ia melupakan rasa takut yang tadi sempat menyerangnya, pemilik aura Iblis yang amat kuat itu ternyata seorang remaja seperti dirinya.

"Hai."

"Ah!"

Shion tersentak, rasa takut yang sejenak ia lupakan kembali menyerang setelah mendengar suara Iblis yang ada di depannya. Nafas yang Shion hembuskan agak memberat. Dan lagi, kenapa Iblis ini bisa berdekatan dengan Shion bahkan sampai menyapa normal seolah gak papa? Kebanyakan Iblis akan ketakutan ketika merasakan aura suci kuat yang terpancar dari Shion. Tapi ini adalah kejadian langka, bukannya Iblis ini yang takut kepada Shion, tapi malah Shion lah yang ketakutan akibat hawa kehadiran Iblis ini. 'Sebenarnya dia itu seberapa kuat sih?' Pikirnya.

"Bolehkah Aku~"

"JANGAN MENDEKAT!"

Shion berteriak ketika Iblis itu melangkah untuk mendekatinya. Iblis bersurai jabrik ini mengerutkan dahinya. 'kenapa sih ini cewek?' batin Iblis itu dalam hati.

"Maaf, Aku hanya~"

"SUDAH KUBILANG JANGAN MENDEKAT!"

-CTAAK-

Tanda perempatan muncul di dahi Iblis itu akibat perkataannya yang selalu di potong oleh gadis manis yang ada didepannya. Iblis jabrik kembali berkata sambil mencoba mendekati gadis bersurai pirang pucat itu.

"Hey! Aku hanya meminta~"

Iblis itu menghentikan perkataannya setelah melihat cairan bening membasahi pipi Shion.

"Kumohon… jangan sakiti keluargaku lagi, Iblis-san, Aku sudah kehilangan orang yang kucinta. Kamu boleh melakukan apapun padaku jika Kamu berjanji tidak akan menyakiti keluargaku."

Dengan sesenggukan, Shion memohon kepada Iblis yang ada didepannya, Iblis yang selanjutnya Shion kenal dengan nama Naruto tersentak kebelakang, bagaimana bisa gadis pirang bermata lavender ini tahu kalau dia Iblis? Pada usianya yang terlihat sama dengan Naruto, dia bisa mengetahui bahwa Naruto itu Iblis. Naruto terdiam, gadis manis yang sekarang ada didepannya ini baru saja kehilangan orang yang dicintainya. Naruto tahu betul bagaimana rasanya ditinggal pergi orang yang sangat di sayang.

"Aku Naruto, Naruto Uzumaki. Siapa namamu Walaupun Aku Iblis Aku gak jahat kok!?"

"Shion Miroku, b-benarkah?"

Sedikit harapan terlihat di mata Shion yang masih dipenuhi rasa ketakutan. Naruto bergumam, perasaan tadi Shion berkata kalau dirinya akan melakukan apapun jika Naruto tidak menyakiti keluarga nya. Sedikit ide licik lewat di kepalanya.

"Bolehkah Aku memanggilmu dengan nama Shion-san? Kamu juga boleh memanggilku dengan nama depan."

Shion mengangguk pertanda ia setuju.

"Tadi kamu bilang kalau Aku boleh melakukan apapun jika Aku melepaskan keluargamu kan?"

Shion kembali mengangguk, bedanya anggukan kali ini agak ragu dari tadi. Perasaan Shion nggak enak. Perasaan yang udah gak enak tambah gak enak ketika melihat seringai licik yang terpampang jelas di wajahIblis didepannya.

"Katakan Aku mencintaimu."

"Aku mencintaimu."

'Buset! Dia beneran nglakuin apa yang Aku inginkan!' batin Naruto yang gak nyangka kalau Shion bener-bener akan melakukan apa yang ia katakan. Tiba-tiba hal laknat nan nista terlintas di otaknya, Naruto tersenyum mesum setelah membayangkan sesaat kedepan.

"Buka bajumu."

Shion kaget, keringat dingin mengucur di membasahi dahinya. Ekspresinya terlihat kalau dia sedang berfikir keras.

'Hehe, dia pasti gak mau ngelakuin hal macam itu.' Pikir Naruto dengan senyum kemenangan Nampak di wajahnya.

Shion memantapkan hatinya, ia mencoba membuka baju Mikonya.

*nosebleed*

"Tunggu! Apa yang coba kamu lakukan? Hentikan!"

Sambil menutupi hidungnya yang mimisan, Naruto mencoba menghentikan apa yang dilakukan Shion sebelum dia benar-benar melepas bajunya. Shion mengurungkan niatnya untuk melepas baju, dia mendesah lega.

"Kamu mencoba membunuhku ya? Aku bisa mati gara gara kehabisan darah tahu."

"Tapi kamu bilang~"

"Aku hanya bercanda!"

Naruto menghela nafas panjang, tampaknya gadis yang ada didepannya benar-benar takut padanya. Tak disangka ada manusia yang bisa menditeksi aura Iblisnya, padahal dia sudah menyembunyikan dengan sangat hati-hati, bahkan seorang pendeta pun tidak akan ada yang menyadarinya.

"Shion-san, kumohon jangan takut padaku. Gini-gini Aku Iblis yang baik kok!"

Shion hanya diam, mana mungkin seorang Miko seperti Shion bisa percaya sebegitu mudah nya sama Iblis.

"Err… Jika Aku mengganggumu maafkan Aku, Aku hanya ingin bertanya sesuatu."

Shion tetap diam, tubuhnya masih bergetar ketakutan tapi tak separah tadi.

"Aku hanya ingin bertanya dimana letak Ichiraku ramen, Aku sudah laaamaaaa sekali gak kesana. Kangen deh sama rasa ramennya yang luar biasa nikmat itu."

Jadi si Iblis itu rela masuk kedaerah kuil hanya ingin bertanya dimana letak Ichiraku ramen? 'Ini Iblis bego apa bodoh sih' batin Shion dalam hatinya.

"Yah, Aku sudah bertahun-tahun gak kesini, jadi Aku agak lupa. Tadi ketika Aku nyasar kesini Aku melihatmu."

Naruto tidak bohong, dia yang saat itu baru beberapa bulan keluar dari Odium.

"Maaf, Aku tidak tahu. Aku jarang sekali keluar dari daerah selain kuil. Sekali lagi maafkan Aku."

"Ah, gak papa kok. Maaf deh jika Aku mengganggumu, Aku akan pergi sekarang juga. Jaa!"

Naruto membalikkan badannya membelakangi Shion sambil berjalan menambah jarak antara Shion dan Naruto.

"Apa-apaan Iblis itu. Uzumaki Naruto… ya."

.

.

.

Cuaca hari ini sudah tidak sepanas yang sebelumnya karena musim panas akan berganti menjadi musim gugur. Seorang cewek berseragam SMA Konoha sedang berjalan di pinggir jalan, tampaknya dia lagi berangkat sekolah. wajah cewek berambut pirang bermata lavender ini terlihat lesu mengingat kejadian tadi malam. Salah satu seven archangel datang kepadanya, Shion di amanati untuk menjaga senjata pusaka dan memberikannya pada sesosok Iblis yang dikenalnya, Naruto.

Sekarang Shion bukanlah manusia, beberapa bulan ketika pertemuan pertamanya dengan Naruto dia berubah menjadi sosok bersayap putih dengan angelic ring diatas kepalanya. Bahkan, dia masuk kedalam kelompok seven archangel.

"Memangnya apa sih yang dipikirkan Michael?"

Shion bergumam, kenapa bisa salah satu musuh bebuyutan Michael malah diberi salah satu senjata surga? Yup, Shion sudah tahu semuanya, bahkan siapa Naruto sebenarnya. Shion sudah meng-SMS Naruto sebelumnya jika ada hal penting.

"Ah sudahlah, Aku bisa bertanya pada Uriel atau Raphael jika Michael tidak memberi alasan yang jelas. Lalu, Aku akan menasehati si mantan Miko itu untuk berhati-hati dengan Majikannya."

Shion mendesah, dalam hatinya ia mengutuk Naruto Karena telah membuat seorang Miko menjadi Iblis.

.

.

.

-HINATA P.O.V-

"Hinata? Hinata?"

"Eh?"

"Ya ampun, kenapa dari tadi kamu ngelamun mulu sih."

Waktu jam mengajar sudah habis, siang ini, diruangan klub, Aku sedang diajari Naruto tentang pengetahuan umum Iblis. Aku gak bisa membantah perkataan Naruto karena Aku memang lagi ngelamun. Masih ingat jelas kejadian 2 hari yang lalu, ketika Naruto melindungiku dan yang lainnya. Tubuhnya berlumuran darah, entah dia berani atau bego, dia menerima serangan langsung Kisame dan juga mencoba mengendalikan cahaya. Aku benar-benar dibuat menganga oleh tindakan majikanku ini. Pada saat itu Ino berkata kalau Naruto bukanlah diriku yang bias berdo'a secara normal, dia hanya Iblis biasa. Pada saat itu kekhawatiranku memuncak.

"Maaf, Naruto-kun. Aku janji akan konsentrasi."

"Ya ampun, oh ya, jika ada yang kurang jelas silahkan bertanya."

Naruto menepuk-nepuk dadanya. Kesempatanku untuk menanyakan sesuatu yang mengganjal difikiranku.

"A-ano, Naruto-kun, Aku masih bingung dengan Lucifer."

N-naruto mengangkat alisnya.

"Kenapa dengan Lucifer?"

"Umm… Tadi kamu bilang Lucifer itu malaikat jatuh."

"Iya, lalu?"

Lalu? Jelas aneh dong. Masak malaikat jatuh bisa jadi salah satu 4 Prince of Hell dan juga menjadi simbolisasi dari seven deadly sins, symbol dari Pride (kebanggaan)… benar-benar aneh kan?

"Kenapa Lucifer bisa menjadi 4 Prince of Hell dan salah satu symbolisasi dari seven deadly sins? Dia kan malaikat jatuh."

Naruto diam sejenak.

"Kamu pernah mendengar cerita tentang Malaikat jatuh Azazel kan?"

"Ya, Aku pernah membaca di perpustakaan kuil tempatku dulu."

Naruto menghela nafas sebelum dia menjelaskan semuanya.

"Azazel dulunya adalah salah satu malaikat tertinggi, kedudukannya sama dengan Saint Michael. Banyak sekali malaikat yang mengidolakan Azazel. Bahkan, Kami-sama sendiri memberinya gelar 'Lucifer', berasal dari kata lux yang artinya cahaya, dan ferre yang artinya pembawa. Secara harfiah Lucifer berarti 'Si Pembawa Cahaya'. Namun, hal ini membuat rasa bangga nya menjadi-jadi. Dia yang kekuatannya dikatakan hampir setara dengan Kami, memutuskan untuk memberontak dan mengambil alih surga. Puluhan ribu malaikat di bawah komando Azazel berperang dengan puluhan ribu malaikat yang di pimpin Michael. Banyak korban berjatuhan, keadaan dapat dikatakan seimbang, jika diteruskan, mungkin yang tersisa hanya Michael dan Azazel. Kami yang dapat dikatakan tidak pernah turun tangan secara langsung atas urusan umatnya, murka. Kami mengusir Azazel beserta pengikutnya dari surga, sayap malaikat beserta angelic ring nya berubah menjadi hitam kelam. Azazel bersumpah akan kembali merebut surga, dia kemudian datang ke Underworld, dia menemui Maou yang paling berkuasa disana, Maou Satan. Dengan begitu banyak hal yang ribet akhirnya Satan menerima Azazel di sisinya, dia menjadi salah satu 4 Prince of Hell dan juga menjadi simbolisasi dari seven deadly sins. Di underwold, Azazel lebih dikenal dengan gelarnya, Lucifer. Yah, para malaikat jatuh penganut Lucifer lebih suka memanggilnya dengan nama Azazel sih. Oh ya, pada saat itu malaikat jatuh juga disebut Iblis loh."

Naruto mengakhiri penjelasannya yang bisa dikatakan panjang. Oh jadi begitu toh, gak heran sih kalau dia jadi symbol dari Pride. Tapi… kenapa sekarang malaikat jatuh terlihat memisahkan diri dengan Iblis?

"Tapi… kenapa malaikat jatuh dengan Iblis terlihat gak akur?"

"Entah waktunya kapan, Aku dengar-dengar kalau penerus Lucifer ke sekian terlibat konflik dengan penerus Satan ke sekian. Underwold dibagi menjadi 2 wilayah kekuasaan. Walaupun begitu, Lucifer tetap menjadi salah satu 4 Prince of Hell dan juga symbol dari seven deadly sins demi menghormati Lucifer terdahulu."

Oh begitu toh, berarti jika kami tahu siapa jendral malaikat jatuh berarti kami juga akan tahu siapa lucifer sekarang. 4 prince of hell yang baru diketahui Cuma Leviathan dan Belial. Jujur Aku pingin banget ketemu sama mereka, pasti mereka itu orang yang terkenal dan hebat ya.

"Ngomong-ngomong Hinata, Aku sudah memutuskan posisimu di keluarga Uzumaki loh."

Eh? Benarkah? Posisiku apa ya? Yang jelas bukan Paladdin apalagi Ratu.

"Kamu adalah Paladdin keluarga Uzumaki, alias kartu AS kami."

"EEEEEHHHHH!?"

Apaan! Cewek selemah diriku bisa jadi Paladdin keluarga Uzumaki? Naruto bercandanya keterlaluan nih. Paladdin kan setahuku Iblis yang bisa ngapain aja.

"Kenapa kaget? Kamu punya kemampuan healer, Aku lihat kamu dan Ino menyembuhkan teman-teman.kamu juga ahli serangan jarak dekat maupun jauh. Walaupun kamu butuh latian yang lebih keras, Aku yakin kamu bisa jadi Paladdin terhebat sepanjang masa."

B-benarkah? Benarkah Aku seberguna itu? Terimakasih Kami-sama! Aku yakin ini adalah Anugerah yang Engkau berikan padaku. Huhuhu, Aku sungguh terharu bisa berguna bagi Naruto-sama.

"Ngomong-ngomong Hinata, kamu belum pernah liat N kan? Dia akan kesini sebentar lagi."

Mungkin ini adalah hari terbaik bagiku! Aku diangkat menjadi Paladdin keluarga Uzumaki dan bisa bertemu N-san, terimakasih Kami-sama! Naruto-sama! Kau tahu, N-san sungguh hebat! Dia bisa membuka gerbang antar dunia manusia dan dunia bawah, Aku sungguh kagum dengan kemampuannya.

"Tapi… Ada acara apa sih? Tumben-tumbennya N-san hadir."

Naruto memandang langit-langit, tangannya disilangkan dibelakang kepala sebagai sandaran.

"Leviathan Maou-sama akan berkunjung kemari, semua keluarga Uzumaki diperintahkan hadir. Walaupun dia super enggan datang, yah… mau gimana lagi? Yang memberi perintah kan salah satu dari 4 Prince of Hell."

He? Leviathan akan datang?! Aku emang pingin bertemu dengannya, tapi gak secepat ini!

Detik demi detik, menit demi menit berlalu. Naruto masih sabar mengajari ku ilmu pengetahuan Iblis. Sampai akhirnya suara ketukan pintu menghentikan sementara aktifitas kami.

"Masuk."

Pintu terbuka, cowok berambut nanas masuk ke ruangan klub kami. Matanya yang terlihat mengantuk memandang kami. Err… bukannya dia itu Shikamaru Nara ya? Untuk apa dia kemari?

"Hinata, dia adalah N, Ratu keluarga Uzumaki. Walau tampangnya gak meyakinkan, dia cukup bisa diandalkan."

HEEEE!? N itu Shikamaru Nara? Jujur, Aku gak nyangka. Kau tahu, bayanganku N tampilannya kayak orang ber intelegensi tinggi.

"Salam kenal, Hinata."

Baiklah Hinata… Jangan menilai buku dari sampulnya. Pasti Shikamaru adalah orang yang hebat karena dipilih Naruto -sama jadi Ratunya.

"Salam kenal juga, umm… Nara-san?"

"Panggil saja nama depanku."

"Baiklah, Shikamaru-san."

Selang beberapa saat setelah perkenalanku dengan Shikamaru, Yugito dan Yami datang keruang. Kami semua berbincang sambil menunggu kedatangan salah satu dari 4 Prince of Hell, Maou Leviathan.

Lingkaran sihir berputar di lantai ruangan klub. Aku mengerutkan alisku, Lingkaran sihir berwarna biru laut ini bukanlah milik keluarga Uzumaki, keluarga Senju, maupun keluarga Sabaku. Naruto, Shikamaru, Yugito, dan Yami langsung mengambil posisi berlutut. Aku yang gak tahu apa-apa ikut-ikutan berlutut mengikuti tingkah mereka.

Dari lingkaran sihir tersebut, muncul gadis seumuran diriku berambut abu abu pendek, matanya berwarna ungu, luka jahitan vertical dari bawah mata kiri hingga batas akhir wajah membuat dirinya terlihat… ummm menyeramkan sekaligus keren.

"Selamat datang, Yagura Leviathan Maou-sama."

Masih dalam posisi berlutut, Naruto berbicara dengan gadis yang ada didepannya. Jadi dia itu Leviathan? Aku gak ngira, kirain Leviathan itu Iblis yang sudah berumur lama seperti Tsunade Senju Mammon-sama dan Jiraiya Asmodeus-sama. Lah ini, salah satu dari 4 Prince of Hell adalah Iblis gadis yang masih muda.

"Ah, gak usah formal banget kali Naruto, Aku kan seumuran kalian. Lagian Aku datang kesini sendirian gak pakai pengawal kok."

Wih, kukira Yagura memiliki sifat yang dingin, ternyata enggak. Ternyata emang benar jangan nilai buku dari sampulnya.

"Walaupun tanpa pengawal, Yagura Leviathan Maou-sama adalah salah satu pemimpin kami. Kami harus menghormati Anda."

Bahkan Yami yang biasanya manggil nama orang dengan suffiks yang seenaknya aja sekarang bicaranya amat sangat sopan.

"Ah, gak papa kok Yami-chan! Lagian kamu sudah biasa manggil Satan dengan suffiks –chan, tapi masih manggil diriku dengan suffiks –sama, aku kan iri. Aku juga pingin banget dipanggil kayak gitu."

Wajah Yagura cemberut. Sedangkan Yami shock-nya minta ampun.

"M-maafkan atas kelancangan saya, tapi saya yakin saya tidak pernah memanggil Satan Maou-sama dengan panggilan seperti itu. Lagipula identitas Satan Maou-sama yang sekarang belum diketahui semenjak kematian Satan Maou-sama yang dulu."

Keringat dingin membasahi dahi Yami, baru pertama kalinya nih Aku ngeliat Yami segugup ini.

"Yagura Leviathan Maou-sama hanya bercanda, gak usah dipikirin Yami-chan."

Naruto menyelamatkan Yami dari kegugupannya. Tapi entah kenapa keringat dingin muncul di dahi Naruto lebih banyak ketimbang Yami. Saat Naruto bilang kayak tadi, dia menatap Yagura dengan pandangan seolah 'tolong jawab iya, kumohon!'.

Yagura yang ditatap Naruto seperti itu sepertinya paham akan keinginan Naruto, jujur… Aku ngerasa ada yang aneh dengan gelagat Naruto pada hari ini.

"Ah Iya, Aku hanya bercanda."

Yagura tertawa hambar, dia berdehem sebentar.

"Baiklah, sekarang kembali ke topik, Aku kesini karena ingin berterimakasih pada keluarga Uzumaki yang telah menghentikan rencana Akatsuki. Selain itu, Aku akan memberi tahu sebuah rahasia besar."

"Apa itu?"

Yugito sepertinya tertarik sehingga tidak sabar menunggu. Keringat dingin yang membasahi tubuh Naruto semakin lama semakin banyak. Kecurigaanku semakin lama semakin kuat.

"Aku sudah mengetahui siapa yang menjadi Lucifer masa kini."

Semuanya termasuk Aku minus Naruto semakin tertarik dengan pembicaraan dengan Yagura. Naruto hanya mendesah lega setelah mendengar perkataan Yagura.

"Uhm. Dia adalah Uciha Sasuke, kalian pasti kenal dia."

Hee? Jadi Uciha Sasuke itu Lucifer? Tapi pantes sih dia menjadi symbol dari Pride atau kebanggaan mengingat harga dirinya yang amat sangat ia jaga.

Waktu terus berlalu, kami menghabiskannya dengan berbicara dengan Yagura. Sifatnya yang santai ini membuat obrolan terasa hangat.

.

.

.

"Aku Yagura, salam kenal."

Suasana kelas XI-C begitu ramai setelah wali kelas kami memperkenalkan murid pindahan baru, yang sebenarnya merupakan salah satu symbol seven deadly sins, mewakili envy atau iri hati. Luka jahitan melintang di pipinya sudah gak kelihatan lagi. Jika masih ada Aku yakin Yagura seperti anak dari Boss Mafia.

"Nah Yagura, berhubung tempat duduknya tinggal satu yang kosong, kamu akan duduk dipinggir Shion. Shion, angkat tanganmu."

Tanpa mengalihkan pandangan dari novel yang ia baca, dia memerintahkan Shion untuk menganggkat tangannya. Gadis pirang itu mengangkat tangannya, Yagura memandang Shion dengan pandangan yang tidak suka. Tubuhnya tidak bergetar ketakutan seperti pertama kali Aku bertemu dengan Shion, pantes dia bisa jadi 4 Prince of Hell.

"Yagura-san, kamu duduk disini saja. Aku akan pindah ke tempat duduk itu."

Naruto-sama! kamu adalah majikan hebat yang rela membuang tempat duduk kesayangan demi menyelamatkan seorang gadis.

"Enggak usah kok. Aku bisa duduk disana."

"Enggak papa, lagian dari dulu Aku juga ingin duduk di sebelah Shion."

Naruto mengemasi barangnya dan segera berjalan menuju bangku yang ada disebelah kiri Shion.

"Umm…Terimakasih."

Yagura berterimakasih pada Naruto. Hey! Sebenarnya ada hubungan apa Naruto dengan Shion? Jangan-jangan mereka… Arrrrrrrrrrrgh! Bukannya Aku ingin mengganggu hubungan Naruto dengan Shion. Tapi karena… ummm… apa yah… Ah! Karena Aku adalah pelayan Naruto, Aku harus menjaga keselamatan tuanku. Lagian Shion itu gadis Miko yang memiliki prinsip terbalik dengan Iblis.

"Naruto berani yah."

"Shion selalu gugup saat berbicara dengan Naruto, Aku yakin dia sebenarnya suka sama Naruto."

"Apa mereka sudah jadian?"

"Entahlah, Pirang X Pirang ya. Cocok juga."

Entah kenapa bisik-bisik dari teman yang terdengar masuk ketelinga membuatku tambah gelisah. Sebenarnya hubungan mereka itu apa sih!

.

.

.

Suaraa bel istirahat berbunyi. Naruto dan Shion tampak sedang mengobrol. Seperti bisik-bisik yang tadi kudengar, Shion terlihat gugup. Walaupun Aku gak bisa mendengar secara jelas apa yang mereka bicarakan, tapi Shionkadang menundukan kepala seolah dia sedang meminta maaf pada Naruto. Besok kan akhir pekan… Jangan-jangan mereka akan kencan!

Sepertinya pembicaraan mereka sudah berakhir, Shion berdiri lalu berjalan kearahku.

"Hinata-san."

"Ya?"

Merinding juga sih deket sama Shion mengingat aura yang dimiliki Shion adalah suci. Heran deh sama Naruto yang bisa deket lama sama Shion dan berbicara normal dengannya mengingat Shion itu Miko.

"Besok Aku akan pergi berdua dengan Naruto, kuharap Kamu dan anggota klub lainnya tidak mengganggu kami."

Tuh kan, mereka bener-bener akan kencan!

"Ummm…. Akan kuusahakan."

"Satu lagi, Aku ingin meminta 1 hal padamu."

Eh? Apa yang ingin Shion minta dariku?

"Akan kuusahakan jika Aku sanggup."

"Demi kebaikanmu, jangan pernah lagi dekat-dekat dengan Naruto."

.

.

.

TBC

Gimana? Jelek? Ya maaf. Oh ya, mungkin chap depan Karin dan Neji akan muncul. Ini masih kemungkinan loh.

.

.

1. Lucifer : Salah satu dari 4 Prince of Hell, juga termasuk dalam Seven Deadly Sins, melambangkan Pride atau kebangaan

2. Leviathan: Salah satu dari 4 Prince of Hell, juga termasuk dalam Seven Deadly Sins, melambangkan Envy atau iri hati

3. Satan: Salah satu dari 4 Prince of Hell, juga termasuk dalam Seven Deadly Sins, melambangkan Wrath atau kemurkaan

4. Maou: Raja Iblis

5. 7 Archangel: 7 malaikat utama.

.

.

.

kirei-neko: wah, kukira panjang fict nya rata2 kayak fict yang lain. mungkin alurnya aja yang kelamaan

bohdong palacio: hehe.

hudexxx69, blue-senpai,razioary, Utsukush hana-chan, akbar123, guest, koga-san, Jim, guest 2 : Oke,ini lanjut

monkey D nico: Yup, bener :D

Vira Kuroneko: Salah, haha. Lucifer udah di jatah buat Sasuke.

andypraze: Iya bener. Saya usahain sampai tamat. Oh ya, gak terlalu maksa itu maksudnya apa gan? dan makasih ya atas pujian dan semangatnya.

syiss Nurhade: ^_^

Natsuyakiko: Makasih pujiannya, Iya N Shikamaru. Seven deadly sins bakal dijelasin, ikutin aja yah.

dikdik717: 4 Prince of Hell

dark claw: Maakaassiiiih. #terharu

Mohon maaf jika ada yang gak kebales review nya. Terimakasih semuanya yang udah baca apalagi mau review.

.

.

.

Yang udah baca review yah