CHAPTER 8
My Tears
"saya punya berita buruk tentang tuan Jude Heartfillia"
"ada apa? apa bisnis ayah tambah memburuk?"
"tidak nona, sebenarnya.. tuan Jude telah.. begini.."
"ada apa? katakan saja"
"saya turut berduka nona, ayah anda sakit parah dan, telah meninggal dunia"
Dunia terasa berputar cepat setelah mengetahui kabar yang diterimanya "a-a-apa? ja-jangan bercanda"
"saya minta maaf, tuan sangat pucat akhir-akhir ini, tapi beliau tetap bekerja keras untuk menaikkan bisnisnya yang sedang menurun. Namun karna beliau sudah terlalu lemah, beliau pingsan dan dibawa ke rumah sakit, tadinya kami ingin menghubungi nona untuk segera datang. Tapi dokter mengatakan bahwa beliau sudah tidak bernafas lagi dan akhirnya ia meninggal dunia saat menuju rumah sakit Magnolia, saya harap nona segera datang"
Selang percakapannya dengan si penelpon, Natsu terbangun dan menenggok ke arah Lucy "engghh.. Luce ada apa? apa Levy menelponmu lagi?"
Matanya merasakan gelap, hatinya hancur berkeping-keping mendengar kabar terburuk yang pernah ia dengar selama hidupnya. Lucy tidak bisa bergerak, berbicara, ataupun merespon si penelpon.
"apa yang terjadi? Kenapa kau menangis? Kemarikan ponselmu" Natsu merebut ponsel Lucy.
"hei siapa ini? kenapa Luce sampai menangis?" tanya Natsu pada si penelpon.
Natsu tidak kalah syok mendengar info yang diberikan oleh si penelpon. Sesudah ia paham dengan apa yang terjadi pada Lucy dan dimana Jude berada sekarang, ia menutup telponnya.
Melihat Lucy yang seperti itu, Natsu memeluk Lucy yang sedang menangis sambil bergetar hebat dengan erat "Luce, tenanglah lebih baik kita bergegas"
.
Di rumah sakit
Lucy hanya menatap kosong ayahnya yang sudah terbaring kaku dan pucat di atas tempat tidur rumah sakit. Ia bahkan tidak bisa berkata apapun untuk meluapkan kesedihannya. Betapa ibanya Natsu dan Igneel melihat Lucy yang tidak berdaya seperti itu. Matanya benar-benar sembab dan tidak ada sinar sama sekali seperti dia yang biasanya.
esoknya di pemakaman
Acara pemakaman Jude dilakukan di pemakan elite Heartfillia. Semua teman & rekan bisnis Jude, Igneel , Levy & Gajeel, Erza, Gray dan para pelayan Jude dan Igneel pun datang ke pemakaman. Semua orang menatap pemakaman Jude dengan wajah sedih dan berduka.
Lucy hanya tertunduk berduka pasrah melihat ayahnya sudah berada di bawah tumpukkan tanah dan batu nisan yang bertuliskan namanya.
"Lu-chan, aku turut berduka" ucap Levy sambil memeluk Lucy.
"Lucy, aku tidak menyangka akan begini, aku turut berduka atas kepergian ayahmu" ucap Igneel pada Lucy.
Lucy menaikan kepalanya dan berusaha sopan pada Igneel dan memaksa dirinya untuk tersenyum "arigatou, paman"
Saat Lucy sedang bersedih tiba-tiba muncul seseorang yang berlari ke arah pemakaman. Orang itu menghampiri Lucy sambil berteriak.
"Lucy" teriak orang berambut kuning spike yang datang ke pemakaman Jude. "aku sudah mendengar kabar ayahmu"
Lucy memandang orang itu dengan mata membesar "Kau?"
"Lucy kau tidak apa? maaf aku terlambat"
.
.
.
Lucy menatap orang yang sangat ia kenali itu. Orang yang selalu ada untuknya ketika ia masih tinggal di rumah lamanya dulu, orang yang ia anggap kakak dan orang yang tulus menyanginya.
Akhirnya Lucy yang daritadi hanya diam dan menahan emosinya, akhirnya menuangkan segala kesedihannya pada pemuda yang menghampirinya itu "Sting, aku sendirian sekarang! kenapa ayah tega meninggalkan aku setelah ibu?" Lucy memeluk Sting sambil menangis hebat.
Semua orang menatap mereka berdua dan merasa heran juga pensaran pada orang yang dipeluk oleh Lucy.
"tidak apa, dia bukan orang seperti itu, paman hanya lelah dan sudah saatnya dia beristirahat. akupun kaget mendengar kabar itu. Kebetulan aku sedang berada di magnolia dan memang ingin mengunjungimu namun inilah yang terjadi dan kau harus mengikhlaskannya Lucy" ucap Sting membalas pelukan Lucy dan membelai rambutnya.
NATSU P.O.V
Semua orang memandang orang itu ketika ia menyebutkan nama Luce. Melihat mereka sedekat itu, Aku berpikir kalau dia adalah teman dekat Luce dari kota tempat tinggal Lucy dulu.
Aku sempat kaget ketika Lucy memeluknya. Cemburu? Yang benar saja! tentu saja aku cemburu dan sangat ingin memisahkan pelukan mereka berdua dengan kasar. Namun aku menahan perasaan itu, karna aku melihat Luce yang sedang berduka atas kepergian ayahnya.
"siapa kau?" tanyaku pada si lelaki blonde itu.
"Aku Sting teman dekat Lucy dari kota sebelah, apa kau Natsu? aku sudah mendengar tentangmu dari ayah Lucy dan oh ya bisa kita bicara?"
Tanpa pikir panjang, aku hanya mengiyakan ajakkan si kuning ini tanpa tau apa tujuannya "Baiklah, Levy bisa kau antarkan Luce ke mobilku?"
Levy mengangguk mengerti "Baik, aku mengerti.. Ikuyo Lu-chan"
NORMAL P.O.V
Sesaat kemudian mereka berbicara di taman dekat pemakaman dan keduanya bersender di dekat pohon dan saling bertatapan "apa yang ingin kau bicarakan?" Natsu menatapnya datar.
"aku berterimakasih padamu sudah menjaga Lucy selama ini, tapi ada sesuatu yang akan aku katakan padamu"
"hn? apa itu?"
Sting memasukkan tangan ke saku celannya dan menatap Natsu serius "sesuai permintaan paman Jude, aku harus membawa Lucy kembali ke kotannya dulu dan tinggal bersamaku"
"kembali? Tinggal bersamamu?" meski santai, siapapun tau kalau ia pasti terkejut mendengar itu.
"iya, dia memang memiliki perjanjian dengan keluargamu. Tapi karna paman sudah pergi, aku akan membawa Lucy pulang ke rumahku secepatnya"
Natsu melepas pandangnya pada Sting dan menyilangkan kedua tangannya "Kapan paman mengatakannya padamu?"
"sekitar beberapa minggu lalu. Kebetulan aku menghubunginya untuk menanyakan kabar Lucy dan dia mengajakku bertemu dan menceritakan semuanya dan tentu saja aku kaget dia mengatakan bahwa ia menyerahkan Lucy pada orang lain"
..Sting Flashback..
"Sting, kau tau bisnis ku sekarang kan? Aku mengirim Lucy kerumah temanku dengan tujuan menitipkan Lucy agar bisa hidup layak disana" ucap Jude menjelaskan.
"aku mengerti paman, jika ada yang bisa aku bantu, tolong andalkan aku"
"Sebenarnya memang ada, aku tau kau mencintai anakku seperti halnya aku" ucap Jude yang membuat Sting sedikit tersipu. "karna itu, ketika anakku pulang dari rumah kawanku setelah beberapa bulan. Aku ingin kau yang membahagiakannya, karna kaulah yang satu-satunya tulus mencintai anakku"
"pa-paman, kau serius? Tentu saja aku akan melakukannya"
..End of flashback..
"begitulah" ucap Sting mengakhiri ceritanya.
Natsu menaikan kepalanya dan menunjukan seringaiannya "hee.. begitu, aku pikir paman mengatakannya baru-baru ini"
Mendengar direndahkan seperti itu oleh Natsu, Sting agak kesal dan tidak terima "hei, kenapa kau tertawa? Kau pikir aku mengarangnya?"
"aku tidak mengatakan kau berbohong, hanya saja kau harus tau ini.."
..Natsu Flashback..
Igneel sedang berada di ruang kerjanya lalu tiba-tiba suara ponsel Igneel berbunyi. "Jude? Halo! apa kabarmu? Kebetulan sekali aku baru saja akan menghubungimu dan mengatakan sesuatu padamu" ucap Igneel mengangkat telpon dari Jude dengan penuh semangat.
"aku baik-baik saja Igneel, aku hanya ingin menanyakan kabar anakku Lucy. Apa dia membuat masalah?"
"hoho.. tenang saja, dia anak yang sangat hebat dan sopan, baik itu padaku maupun Natsu ataupun pada seluruh pelayanku"
"syukurlah, lalu apa yang ingin kau katakan?" tanya Jude.
"begini, Natsu mengatakan padaku bahwa ia ingin sekali melamar anakmu setelah kontrak kita selesai, aku sudah pasti setuju karna akupun menyukai Lucy dan menganggapnya seperti anakku sendiri, apa kau menyetujuinya?" tanya Igneel.
"apa kau serius? Bukankah ia hanya ingin mengontrak anakku?"
"tadinya kupikir begitu, namun sepertinya Natsu sudah menyukai anakmu sejak lama dan pada saat ia memintaku untuk mengizinkannya melamar Lucy, aku melihat matanya benar-benar serius. Padahal dia tidak pernah seperti itu sebelumnya. Kau sendiri taukan, aku saja sampai kewalahan mengurus sikap keanak-anakannya dari dulu. Tapi sekarang dia jauh terlihat lebih dewasa sejak Lucy datang"
Natsu tiba-tiba masuk ke ruang kerja ayahnya. "ayah, apa itu paman Heartfillia? pinjamkan aku ponselmu sebentar, aku yang akan bicara"
Tanpa pikir panjang, Igneel hanya memberikan ponselnya begitu saja "hm? Ini".
"paman, aku Natsu.. bagaimana kabarmu?" ucap Natsu sopan pada Jude.
"terimakasih aku dalam kondisi baik dan ehem.. apa benar yang dikatakan oleh ayahmu Natsu? Kenapa kau tiba-tiba ingin melamar anakku?" tanya Jude serius.
Natsu menarik nafasnya agar suaranya terdengar lebih serius "paman, aku tidak pernah seserius ini, aku memang sudah menunggunya untuk waktu yang sangat lama dan pada akhirnya takdir mempertemukan aku dengannya lagi"
"apa maksudmu menunggu? Sepertinya kau sudah mengenal anakku, dimana kau bertemu dengannya?" tanya Jude penasaran.
"paman kau ingat? bocah laki-laki ingusan yang memakai topi yang bersusah payah menggendong Lucy kecil yang sedang pingsan di punggungnya untuk pulang?"
Jude berpikir sebentar dan mencoba mengingat "memakai topi? Bocah? Hmm.."
"ah? jadi itu?"
Natsu tersenyum puas mendengar Jude masih mengingatnya "iya itu adalah aku, aku yang bermain dengan Lucy ketika kami kecil di kota tempat tinggal Lucy dulu namun aku belum menyebutkan namaku padanya, aku selalu kabur dari rumah kakek karna aku tidak mau dikekang dan diajari menjadi penerus, namun aku bertemu Lucy yang sedang menangis di pemakaman ibunya itulah pertama kali aku mengenal Lucy dan aku mencintainya sejak aku kecil"
"tidak bisa kupercaya bahwa anak itu adalah kau. Itu juga karna dulu aku tidak melihat warna rambutmu ketika kau memakai topi yang melebihi besar kepala kecilmu itu.
"hahaha, senang paman mengingatnya dengan baik"
"tidak mungkin aku lupa dengan apa yang dilakukan bocah itu pada anakku dulu. Dan ehem.. Jadi begitu, baik aku paham. Tapi sebelum itu, apa kau serius akan melamar anakku?"
"paman, aku benar-benar serius, aku ingin memiliki anakmu sepenuhnya" ucap Natsu dengan nada bersungguh-sungguh.
"baik, aku mengerti. Tapi apa kau akan menikahinya semuda ini?" tanya Jude memastikan.
"tentu saja tidak paman, akupun akan mengatakan pada Lucy setelah kontrak kami selesai. Aku hanya ingin mengejutkannya dan tentu saja aku akan menikahinya setelah lulus dari sekolah, lagipula aku belum kuat dan besar kan? hahaha" ucap Natsu sambil tertawa.
"hei.. apa maksudmu anak nakal? dasar kau ini tidak berubah dari kecil! tapi, aku senang atas kesungguhanmu dan telah menjaga Lucy dengan baik. Tapi semua itu adalah keputusan Lucy mau menerimamu atau tidak, kau harus menerimanya dengan lapang dada. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian, kalau begitu kuserahkan Lucy padamu sekarang"
"Terimakasih tuan dan paman heartfillia, aku akan menjaga nona Lucy Heartfillia dengan baik"
..end of flashback..
...
Seolah tidak percaya Sting hanya bisa diam dan masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Natsu telah menikungnya.
Melihat Sting tidak meresponnya Natsu mendekati Sting yang masih menunduk tak bersuara "dengan begini kau tidak bisa membawa Luce seenaknya. Aku mengenal Luce jauh sebelum kau bahkan ketika kami kecil, dan paman juga sudah mempercayakan Luce padaku. Jadi jika kau mengerti, aku akan pergi sekarang "
Natsu kembali ke mobilnya dan melihat Lucy yang sedang ditemani oleh Levy. Ia agak terkejut ketika Sting datang menyusulnya dengan wajah berbeda saat ia berbicara tadi.
Sting datang dengan wajah yang lebih segar namun berduka dan mendekati Lucy yang masih duduk pasrah lalu menyeka air matanya "hei nona manis, kalau kau menangis terus seperti ini kecantikanmu bisa luntur"
Lucy hanya merespon ucapannya yang bertujuan untuk menghibur itu dengan senyum. Melihatnya tersenyum, Sting mengelus kepala si gadis pirang itu layaknya seperti kakak kandungnya sendiri "itu baru Lucy yang kukenal, jaga dirimu baik-baik! Jika kau membutuhkan aku, aku masih tinggal di kota Magnolia selama beberapa bulan, ini alamatku dan nomerku. Jadi kau bisa mengunjungiku kapanpun ne?"
"arigatou Sting, maaf aku akan menghubungimu setelah aku tenang"
"tidak apa, kau pulanglah dan jaga kesehatanmu" Sting memeluk Lucy dengan erat.
"oy oy! sudahlah kuning, berikan dia padaku!" ucap Natsu melepas pelukan Lucy dari Sting.
Agak jengkel dipanggil kuning oleh Natsu, Sting pun tidak mau kalah "aku masih belum kalah darimu, jadi jangan berpikir kau sudah menang sekarang kepala pink!" ucap Sting.
"hah?!kau tidak akan pernah sebanding denganku, ssh.. shh.. sana pergi!"
Bisa langsung next chap - sangkyu
