.

.

.

"baekhyun!"

"chanyeol?"

"ingin pulang bersama?"

"mwo?"

"bagaimana?"

"sehun?"

"dia sudah bawa mobilnya sendiri, jadi bagaimana?"

baekhyun kembali mengingat percakapan murid tadi

"eu.. chanyeol?"

"ne?"

"apakah bisa aku mempersingkat hukuman ku?"

"apa?"

"aku tau itu hanya 2 minggu tapi bisakah 2hari setelah ini berakhir?"

"knp begitu?"

"eu.. a..aku"

"lalu setelah itu kau akan melupakan ku begitu saja?"

"saat kita bertemu kau berpura2 tidak mengenalku? begitu''

"bu..bukan begitu "

"lalu?"jawab nya dengan cepat ia benar2 ingin tau alasan baekhyun

"ha..hanya saja "

"ah~ hari sudah semakin sore , aku pulang dulu ne " dia mengubah pembicaraan

"aku akan mengatarmu pulang" sebenarnya chanyeol ingin mengetahui alasan yeoja itu tapi ia mengurungkan niatnya

.

.

hening, tidak ada pembicaraan diantara mereka

"kau diapakan oleh jin ah?"

baekhyun menatap chanyeol, apa chanyeol melihat dirinya tdi?

"tidak apa2, ha..hanya urusan kecil"

"dia mengancammu?"

". . ."

"huft~ jangan dengarkan dia, anggap saja dia tidak pernah ada"

"jangan bicara seperti itu"

"wae? kau mau dia menyakitimu?"

"lagian itu semua salah ku"

"mwo?''

"jika aku tidak dekat dengan mu, jika kau tidak memberi perhatian hanya padaku, ini tidak akan terjadi"

chanyeol memberhentikan mobilnya, ' sakit ' yang chanyeol rasakan saat ini

"jadi kau menyesal?"

baekhyun menelusuri wajah hingga ekspresi namja itu

' apa dia marah? tapi knp? '

"a..aku sama sekali tidak menyesal"

"lantas knp kau berbicara seperti itu?"

". . . , karena kau selalu ingin menghilangkan yeoja itu "

apa-apaan ini kenapa baekhyun malah membelanya ?!

"knp kau membelanya ?!"

"aku tidak membelanya, tapi cara mu yang salah, dan aku tidak suka dengan itu. kau seakan kasar terhadap wanita"

". . ."

"kau tau? aku berbuat seperti itu karena aku khawatir padamu, aku tidak ingin kau terjadi apa2. aku benar2 tidak bisa membiarkan yeoja itu melukaimu "

Deg

jantung baekhyun berdetak kencang, pipinya mulai terbakar, ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri

'' apa dia menyukaiku?" batin baekhyun

chanyeol mengusap puncuk baekhyun dengan halus

"jangan dengarkan dia lagi ne?"

"aku tidak pernah mendengarkannya " dengan senyum nya

"bagus" membalas senyuman itu

baekhyun merasa nyaman dengan sikap chanyeol yang perhatian pada nya, ia benar2 tidak peduli dengan ucapan siapapun

''sepertinya aku menyukainya"

"bagaimana jika kita beli es krim dahulu?"

satu anggukan dari baekhyun.

mereka memutuskan untuk mencicipi eskrim terlebih dahulu di dekat taman kota.

sembari menunggu pesanan mereka, mata chanyeol melihat sesuattu yang tidak asing di tas baekhyun

"baek"

"hm?"

"apa itu ?" sembari menunjuk benda tersebut

"eu.., bukannya kau sudah tau?"

"aku tau , maksudku isinya apa?"

baekhyun mengeluarkan alat itu

"sebenarnya aku tidak ingin memberi tau siapa2 , tapi .. karena kau baik padaku , akan ku beri tau"

"aku berjanji tidak akan memberitau siapa2" menjulurkan kelingkinnya

baekhyun tertawa

"haha, baiklah " mereka mengikatkan kelingking mereka

"sebenarnya ini hadiah dari ibuku , sewaktu aku kecil ibuku sering menasehati ku namun cara ibuku menasehatiku dengan merekamnya, aneh bukan? , ibuku bilang jika ia merekam nya ,aku akan selalu mengingatnya dan benar saja aku sellau mengingatnya sampai sekarang. "

"tidak ada yang tau mengenai ini?"

"ania, hanya kau "

'jinjja?"

"hmm"

"tapi kenapa kau tidak memberitahu teman dekatmu? seperti luhan?"

"ania, aku belum bisa, aku tidak bisa memberitahunya pada sembarang orang "

"apakah ini sangat penting bagi hidupmu?"

"tentu saja, satu2 nya cara agar aku bisa merasakan kehadiran ibuku adalah dengan mendengar suara , tanpa alat ini aku bukan siapa2"

"kau sangat menyayangi ibumu"

"tentu saja, dia yang melahirkan ku kedunia ini" baekhyun memegang kedua lengan chanyeol

"kau juga harus seperti itu , selagi mereka masih ada bahagiakan lah mereka"

chanyeol sama sekali tidak menyesal telah menyukai gadis ini, ia benar2 senang melihat sikap baekhyun yang seperti iini

"akan aku usahakan"

"aku mendengar banyak berita tentang mu "

"apa itu?"

"kau selalu tidak mau mengerjakan apa yang ibumu suruh , kau selalu manja, menghabiskan uang orang tuamu, dan apa lagi ya? aku lupa"

"kau dapat informasi payah itu dari mana ?"

"sehun"

"namja itu harus aku beri pelajaran"

"kau selalu seperti itu, sudah lah lagian tidak apa2 jika dia mengatakan itu padaku"

"ck!"

.

.

.

"bsk hari minggu , kau akan kmn ?" tanya chanyeol yang kembali focus menyetir

"tidak kemana2, aku akan diam dirumah, tidur, makan, belajar,belajar, dan .. tidur"

"knp kau hobi sekali belajar huh?!"

"itu tugas seorang pelajar"

"wahh, aku kembali tertampar dengan perkataan itu"

"haha, itu salah mu sendiri"

"bagaimana jika kau main ke rumah ku "

"huh?"

"bagaimana? akan ku jemput jam 9 pagi "

"hm, baiklah "

.

.

"sampai jumpa besok!"

baekhyun melambaikan tangannya

"knp aku bahagia seperti ini?" monolognya

.

"dimana ayah ?" tanya baekhyun pada pembantunya

"tuan bilang ada urusan dikantor, jadi ia akan pulang telat "

"huft!"

baekhyun sibuk memainkan hp nya , tidak biasanya , semua bermula dari chanyeol, sejak sampai dirumahnya chanyeol langsung mengirim pesan pada baekhyun dan tak segan untuk langsung menelponnya . tidak biasanya bukan?"

"jadi ayah mu tidak dirumah?"

"hmm"

"aigo, kasian sekali "

"aku biasa aja , lagian aku sudah terbiasa"

"ayah mu seperti itu untukmu juga"

"ne , aku tau "

" jangan lupa , bsk aku akan menjemputmu"

"aku tidak akan lupa"

"baguss, jaljayo"

"ne "

.

.

.

.

.

"ugh, jam brp ini?" baekhyun melirik alarm nya

"huh! knp aku menjadi malas seperti ini?" ia memaksa tubuh agar bangkit dari tempat tidur

ia segera bersiap2 . .

baekhyun mulai menuruni anak tangga , hingga sang ayah melihat pergerakannya

"kau mau kmn?''

"aku akan kerumah chanyeol "

"untuk apa?"

"aku hanya bermain sebentar disana "

TingTong!

"dia sudah datang , aku pergi dulu "

tanpa menunggu jawaban dari sang ayah baekhyun langsung pergi

cklek

baekhyun membuka pintu nya dan menemukan chanyeol yang tengah membelakanginya

"chanyeol?"

chanyeol langsung membalikkan badannya , sekejap chanyeol menelusuri lekuk tubuh yeoja itu

"wae?"

"a..ania , ayo "

'ia selalu terpukau dengan baekhyun'

.

.

"apa orang tua mu ada dirumah ?"

"hanya ibu ku "

"ah~"

"wae?"

"ania"

"aku pulang " chanyeol memasuki rumahnya diikuti baekhyun

"annyeong eomoni"

"ania, jangan panggil aku itu , panggil eomma saja ne ? apa ini baekhyun?"

"ne "

"wah , kau cantik sekali "

"terima kasih "

"kau tunggu disini , aku akan merapikan kamar ku dulu "uajar chanyeol

"apa?"

"tunggu lah "

"kau tau, chanyeol tidak pernah seperti itu , bahkan ia sama sekali tidak mau membersihkan kamarnya "

"jinjja?"

"hmm, dia pasti akan menyuruh pembantu nya "

"ah~"

"baekhyun kau sudah makan ?"

"hehe ,ani"

"kalau begitu akan eomma masakan sesuatu untukmu"

"biar aku bantu "

"jja! sudah beres, kamar ku sudah rapi , jadi aku tidak menanggung malu " chanyeol bergegas menemui baekhyun

matanya menangkap baekhyun tengah membantu ibunya memasak, entah knp itu merupakan pemandangan yang sangat indah menurut chanyeol

"apa chanyeol seperti itu ?" tanya baekhyun

"ne , aigoo, eomma saja hampir dibuat kewalahan "

"hahaha, pantas saja "

"wah , apa kalian membicarakan ku ?"

baekhyun melirik chanyeol

"sudah membereskan nya ?"

"hmm"

"bagus , kau harus seperti itu setiap hari"

"ayo! kita ke atas "

"tapi aku belum selesai "

"sudah tak apa baekhyun, lebih baik kau keatas "

"baiklah "

tanpa aba2 chanyeol menarik lengan baekhyun dan membawa kekamarnya

"jadi apa yang ibuku ceritakan ?"

"tidak ada" baekhyun menundukkan dirinya di pinggiran ranjang namja itu

"pembohong , aku mendengarnya "

"baiklah , jadi ibumu mengatakan kau itu .. jelek , haha "

"yak! aku sedang tidak main2"

"memangnya knp?"

"aku tidak ingin ibuku membicarakan aib ku"

"jika dia menceritkannya knp?'

"aish!"

"kau tidak perlu kesal , lagian tidak apa apa jika aku mengetahuinya"

"tapi itu kekurangan ku "

"setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan chanyeol "

"tapi , aku tidak ingin kau mengetahuinya"

"wae?, aku bisa menutupi kekurangan mu itu "

chanyeol menatap baekhyun

"apa yang diomongkan baekhyun itu sungguhan?"

"knp kau menatapku seperti itu?"

chanyeol mempersempit jarak diantara mereka ,dengan refleks baekhyun memundurkan badannya , hingga ia tidak sadar ia berada di ujung pinggiiran ranjang itu , tubuhnya hampir saja jatuh jika chanyeol tidak menangkap nya .

dan tepatnya baekhyun sedang memegang leher chanyeol agar tidak terjatuh dan lengan kekar chanyeol memegang pinggang yeoja itu dengan kuat, chanyeol mulai memberanikan dirinya, dengan mendekatkan wajah nya hingga baekhyun bisa merasakan deru nafas namja itu .

beberapa centi lagi , mata mereka sudah saling bertemu ,dan chanyeol berbisik

"mulai hari ini , aku memecatmu "

dan satu kecupan untuk baekhyun, yeoja itu langsung membulatkan matanya.

bukannya mereka saling melepaskan pegangan mereka , mereka malah tetap dalam posisi seperti itu

bahkan mereka saling mendekatkan wajah nya masing2, 3 senti lagi hingga..

"Chanyeol! Baekhyun! eomma sudah menyiapkan makan untuk kalian !"

"sial!" seru chanyeol

baekhyun akan melepaskan pegangannya namun di hentikan oleh chanyeol

"wae?"

"disini saja"

"tapi ibumu memanggil kita "

"biarkan saja , ibuku mengganggu kita"

"chanyeol!"

"aish! "

baekhyun langsung menuruni tangga tanpa menunggu chanyeol

jujur , jantungnya sudah berdekat cepat , bahkan jika mengingat kejadian tadi , pipinya pasti akan kembali memerah

"knp kalian lama sekali ?"

"eomma mengganggu ! lagian tidak perlu memberitahu juga , aku pasti akan kebawah "

"kau mau makanan mu dingin?!"

"chanyeol , jngn bersikap seperti itu pada ibumu"

"huft!"

mereka duduk dan menikmati makanan mereka

'wah, eomma ini enak sekali " ucap baekhyun

"jinjja?"

"ne , benarkan chanyeol ?"

chanyeol tidak menjawab apapun

baekhyun mnyikut nya

"ahh! ne , ini enak"

"kau tidak pernah berkata seperti itu chanyeol " ucap sang eomma

"hmm"

baekhyun menatap chanyeol

.

.

"eomma biar aku saja yang mencucinya "

"ania, kau sudah cukup membantu "

"ah , gwaenchana . biar aku saja eomma beristirahatlah "

"biar pembantu dirumah ini saja"cetus chanyeol

"mereka sudah punya tugas masing2 chanyeol " ucap sang eomma

"eomma beristirahatlah , biar aku saja ne ?"

"ah~ kau memang baik sekali, terima kasih ne "

"ne eomma " baekhyun membawa piring2 itu

"knp kau ingin mencucinya ?"

"eomma mu sudah membuat kan ku makan, jadi akan aku balas dengan mencucinya"

chanyeol tersenyum simpul

"biar aku membantu mu "

"ania, kau duduk saja . tuan park harus duduk disini "

chanyeol menatap punggung baekhyun, baekhyun benar benar cocok menjadi seorang ibu rumah tangga

perlahan chanyeol memajukan langkahnya dan memeluk pinggang ramping yeoja itu

"yak! kau membuat ku terkejut "

"hehe , apa kau sdah beres ?"

"sedikit lagi "

'bahkan chanyeol berbeda dari biasanya' mnolog baekhyun

chanyeol memerhatikan gerakan lengan baekhyun ..

"jja sudah " mematikan kran

lagi , chanyeol kembali menarik baekhyun ke kamarnya

'' kali ini tidak ada yang boleh menganggu "

"wae ? , memang nya apa yang akan kita lakukan ?"

"baek , bisakah kau kembali ke posisi tdi?"

"apa?"

"eu.. .."

"apa yang aku katakan ?"

"maksud ku .. eu.. ania , tidak jadi "

baekhyun menatap chanyeol bingung

"apa jin ah pernah kesini ?"

"tidak, tidak sama sekali "

"hm, begitu "

"wae? "

"tidak apa2"

"kau pikir dia sering kmri ?"

"hm"

"tidak akan aku ijinkan "

"chan "

"ne ?"

"maksudmu kau memecatku , apa kontrak yang kita buat selesai?"

"ne "

"knp begitu ?"

"bukannya kau menginginkannya ?"

"memang begitu , tapi bukannya kau – "

"maafkan perkataan ku saat itu , aku sedang tidak dalam mood yang bagus , tapi setelah aku melakukan ini padamu , kau tidak akan melupakan ku begitu saja kan ?"

" tentu saja , tidak "

"aku takut kau akan begitu "

"ania, ,mana mungkin "

"lantas kalau begitu , apa yang harus aku lakukan besok ? hm "

"kau harus berada disamping ku "

baekhyun mensejajarkan wajahnya dengan chanyeol

"apa ?"

"kau harus selalu ada didekatku , karena aku tidak ingin kau dikerjai oleh jin ah "

"gomawo" mengelus pipi namja itu

"jadi tidak ada 'membawa tas chanyeol lagi'?"

"tidak ada , tapi nanti akan ada ' membawa tas baekhyun ' "

"huh?"

"liat saja nanti"

chanyeol memainkan hp nya sementara disisinya baekhyun hanya memainkan jarinya

"aku ingin bicara sesuatu padamu" ucap baekhyun yang membawa chanyeol meninggalkan hp nya

"ada apa?"

"knp kau tidak ingin belajar ?"

"jangan bilang ibuku telah bicara dengan mu ''

"chan "

"huft!, tidak apa2 aku hanya tidak mau saja "

"kau tidak kasian pada orang tuamu ?"

"huh?''

"mereka sudah bekerja keras untukmu , tapi kau membalas mereka seperti ini "

baekhyun menatap chanyeol lebih dalam ia menelusuri setiap lekukan dari wajah itu

"kau itu tampan, banyak disukai wanita , tapi sayang jika masa depan mu tidak kau raih "

". . ."

"apa kau mau .. berubah chanyeol?"

"baek"

"demi aku ?"

flashback ~

"kau sudah sangat dengan chanyeol rupanya "

"hehe, biasa saja eomma"

"kau tau sifat chanyeol ?"

"sebagian aku mengentahuinya dari murid –murid lain"

"tanggapannya sama kan ?"

"hm"

"huh~" nyonya park berhenti memotong sayuran

"padahal ia merupakan putra dari pemilik sekolah itu ,seharusnya dia jadi panutan , bukan malah seperti ini "

baekhyun menatap nyonya park

"semakin dewasa ia semakin susah diatur"

"ia memutuskan untuk tidak masuk sekolah, tapi kami memaksannya , dengan syarat yang ia berikan bahwa ia tidak akan pernah belajar disana, dia seperti figuran disana"

". . ."

"maka dari itu , eomma meminta bantuan mu "

"apa itu ?"

"tolong buat chanyeol berubah, selagi ia belum menyesal"

"eu.. ta..tapi kenapa harus aku ?"

"karena hanya kau yang bisa, apa yang kau katakan pasti ia akan menurut. karena dia menyukaimu"

Deg!

"di..dia?"

"ne, tolong bantu eomma ne ?"

"tentu saja "

Flashback off~

"kau mau ?" tanya baekhyun.

.

.

.

tbc