Love Story About Sasuke And Hinata
.
Disclaimer by Masashi Kishimoto
Pair : Sasuhina always
Rated : T+
Warning : EYD, TYPO, OOC akut, Canon setting, dan masih banyak kesalahan lainnya.
Etto, disini rasanya aku membuat sifat Sasuke OOC akut T.T Jadi aku minta maaf kalau minna ga suka sama Sasuke disini ._.
Genre : Romance, Drama
.
.
Previous Chapter:
.
.
"Hiks.. Sasuke-kun, hontou ni gomenasai. A-aku hiks.. sepertinya aku tidak akan berbincang denganmu lagi. Hiks.. aku t-tidak ingin perasaanku padamu berkembang semakin jauh dari ini. Aku akan dijodohkan hiks.. hiks.."
.
"Jawab aku! Kau.. dijodohkan dengan siapa?!"
.
"Aku, aku mencintaimu! Aku tidak ingin kau menikah dengan orang lain, Hinata."
"Aku juga.. mencintaimu S-sasuke-kun."
.
"Siapa calon s-suamiku?"
.
"N-ne, Sasuke-kun. Kurasa i-ini hari terakhir kita bisa bertemu seperti sekarang."
.
"S-sasuke-kun, aku.. aku tidak ingin dijodohkan."
"Hinata, ikut aku dan kita kabur dari sini."
.
"Sasuke-kun, terima kasih atas semuanya. T-terima kasih untuk semua yang telah kau berikan padaku. Terima kasih karena Sasuke-kun telah membalas perasaanku ini. Hontou ni arigatou. Sayonara, Sasuke-kun."
.
"ARGHHH!"
.
"Apa yang kau lakukan disini?! KELUAR!"
.
.
Don't Like Don't Read (^.^)v
Happy Reading
.
Chapter 8:
"Kau.."
"Kau akan di jodohkan, Sasuke." Jawab Tsunade yang membuat Sasuke menatap Tsunade dan yang lainnya dengan tidak percaya.
"Apa?! Aku tidak mau!"
"Kau harus mau!" Paksa Tsunade sambil menatap tajam Sasuke.
BRAKK
"Aku tidak mau dijodohkan!" Teriak Sasuke dengan murka.
"Perjodohan ini sudah direncanakan saat kau masih bocah! Perjodohan ini dibuat atas dasar keinginan orang tuamu!" Balas Tsunade sambil menatap tajam Sasuke yang tengah murka ini.
"Aku tetap tidak mau! Aku sudah menemukan pilihanku!" Balas Sasuke sembari mendeathglare sang hokage.
"Ck, aku tidak peduli. Empat hari lagi kau akan menikah, aku tidak menerima penolakan lagi." Ujar Tsunade yang membuat Sasuke kini dengan sengaja mengaktifkan Sharingannya.
"Daripada dijodohkan, lebih baik kalian bunuh aku saja!" Teriak Sasuke sambil menatap nyalang ketiganya.
"Kau tidak boleh meninggal secepat itu! Minimal kau harus menikah dan memiliki anak dulu!" Balas Tsunade dengan geram.
"Cih, aku tidak mau!"
"Kau ha-.."
"Ck, sialan kau. Dasar nenek-nenek!" Ledek Sasuke yang membuat Tsunade menatap Sasuke nyalang.
"Apa kau bilang, hah?!" Tanya Tsunade murka yang kini sudah berdiri dan bersiap menghampiri Sasuke.
"T-tsunade-sama, harap bersabarlah." Ujar Shizune pelan sambil menahan Tsunade agar tidak meninju Sasuke.
"Aku tidak menerima perjodohan ini! Cam kan itu! Cepat keluarlah dari sini!" Ujar Sasuke kesal sambil berjalan ke arah pintu kamar.
"Apa salahnya sih kau menerima perjodohan ini?! Kau dijodohkan dengan gadis baik-baik!" Ujar Tsunade kencang yang tidak membuat pergerakan Sasuke berhenti.
"Cih, aku tidak peduli!" Ujar Sasuke sambil mendecih tidak suka.
"Kau dijodohkan dengan H-..."
"BUNUH AKU SAJA NENEK SIALAN! AKU SUDAH TIDAK INGIN HIDUP!"
BRAKK
"SASUKE! Cukup, kau keterlaluan!" Teriak Tsunade dengan murka.
"JIKA AKU DIJODOHKAN, BUNUH AKU! APA SALAH KAMI, HAH?! KENAPA AKU DIJODOHKAN? AKU HANYA INGIN MENIKAHI HINATA, CAM KAN ITU NENEK TUA! KENAPA HINATA PUN IKUT DIJODOHKAN?! SETELAH HINATA, SEKARANG AKU YANG KALIAN PAKSA! APA MAU KALIAN HAH? TIDAK PUASKAH KALIAN MELIHAT AKU DAN HINATA BEGITU TERSIKSA DENGAN PERJODOHAN KUNO INI? KARENA PERJODOHAN ITU, AKU DAN HINATA TIDAK BISA BERSATU! AKU DAN HINATA INGIN MENIKAH, JANGAN SEENAKNYA KALIAN MENJODOHKANKU DENGAN GADIS YANG KALIAN PILIH! JANGAN PAKSA HINATA UNTUK MENIKAH DENGAN PRIA YANG TIDAK DIKENALNYA!" Sasuke berujar keras sambil menatap nyalang ketiganya, terutama Tsunade. Setelah mencerna kata-kata yang Sasuke ucapkan tadi, Tsunade dan yang lainnya langsung tersenyum penuh arti.
"Apa yang kalian tertawakan?!" Sasuke kembali berujar kesal ketika melihat ketiganya tersenyum seperti hendak meledeknya.
Sambil tersenyum Tsunade berujar dengan cepat dan lantang, "Hyuuga Hinata! Kau dijodohkan dengannya!"
"A-apa?!" Tanya Sasuke pada Tsunade dengan tatapan tidak percaya.
Sambil menunjuk Sasuke dan sebuah gulungan yang berisi perjodohan Sasuke dengan Hinata, Tsunade berkata, "Kau dijodohkan dengan Hyuuga Hinata!"
"Hinata? Hyuuga Hinata?" Ucap Sasuke dengan raut tidak percaya.
"Iya!"
"..."
"Kau tetap ingin menolak perjodohan ini, heh?!" Ejek Tsunade pada Sasuke.
"Aku-.."
"Kau ingin dibunuh saja?" Potong Tsunade sambil terkekeh pelan.
"Ak-.."
"Tolak saja perjodohan ini dan bersiaplah karena kau akan dibunuh Hiashi, kau mau?!" Potong Tsunade lagi yang membuat Sasuke menatap Tsunade dengat raut sangat kesal.
"Aku menerima perjodohan itu, nenek tua!" Ujar Sasuke cepat.
"Hm?! Katanya kau ingin dibunuh." Kata Tsunade.
"..." Sasuke mulai mendeathglare Tsunade.
"Makanya jika aku sedang berbicara, dengarkan dulu hingga selesai! Jangan asal potong, baka!" Ejek Tsunade sambil terkekeh pelan.
"Kau menerima perjodohan ini kan Sasuke? Kau akan menikah dengan Hyuuga Hinata empat hari lagi." Ujar Kakashi sambil tersenyum di balik maskernya.
"Empat hari lagi? Apa tidak bisa dipercepat saja, jadi besok?!" Tanya Sasuke OOC sambil menyeringai.
"Tidak bisa." Jawab Tsunade cepat yang membuat Sasuke merengut tidak suka.
"Ck."
"Yang penting, sekarang kau sudah menyukai Hinata kan? Syukurlah kalau begitu." Kata Tsunade sambil tersenyum senang.
"Hn. Kenapa Hinata tidak mengetahui dengan siapa dia akan dijodohkan?" Tanya Sasuke penasaran.
"Tradisi klan Hyuuga. Siapa pun yang akan dijodohkan, calon mempelai itu tidak boleh tahu dengan siapa dia akan dijodohkan sampai sehari sebelum hari pernikahan." Ujar Tsunade menjelaskan.
"Lalu, kenapa Hinata tidak boleh keluar dari mansion?" Tanya Sasuke lagi.
"Tradisi klan Hyuuga juga." Jawab Tsunade yang yang membuat Sasuke berdecak sebal..
"Kalau begitu sehari sebelum hari pernikahanmu, rumahmu akan direnovasi. Karena rumahmu ini akan digunakan sebagai tempat pernikahan. Dan walimu adalah Kakashi." Ujar Tsunade.
"Hn."
"Kalau begitu kami pergi dulu." Ujar Tsunade dan yang lain.
BLAMM
'Hinata, Hinata akan dijodohkan denganku. Tunggu sampai Hinata mengetahui ini.' Pikir Sasuke senang sambil memperhatikan kalung yang ada di lehernya.
.
.
.
Sehari sebelum hari pernikahan Sasuke dan Hinata, Tsunade mengumpulkan semua warga desa beserta para shinobi untuk memberitahukan bahwa besok adalah hari pernikahan Uchiha Sasuke dan Hyuuga Hinata yang diadakan secara besar-besaran. Mendengar berita itu sontak saja semua nakamanya tidak bisa menahan rasa kagetnya. 'Bagaimana bisa?' Pikir semua nakamanya. Tidak lupa Tsunade juga mengundang para kage dari desa lain untuk mendatangi acara pernikahan Uchiha terakhir ini. Setelah selesai mendengar berita itu dari Tsunade, semua nakama segera bergegas mendatangi mansion Uchiha.
"Sasuke! Ini kami, cepat buka!" Ujar Naruto sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah Sasuke dengan tidak sabar.
CEKLEK
"Baka! Apa yang kau lakukan, hah!" Teriak Sasuke sambil mendeathglare Naruto.
"Kau, kau akan menikah dengan Hinata-chan?!" Tanya Naruto dengan nada tidak percaya.
"Hn." Gumam Sasuke dengan raut wajah datar.
"Kalian dijodohkan?" Tanya Ino dengan raut tidak percaya juga.
"Hn."
"Sasuke-kun, kau tidak menolak perjodohan ini?" Ujar Sakura tiba-tiba dengan raut wajah yang bisa dibilang cukup aneh.
"Tidak." Jawab Sasuke yang membuat Sakura mengerjap tidak percaya.
"Kenapa?" Tanya Sakura lagi.
"Aku mencintai Hinata." Jawab Sasuke datar yang membuat semua nakamanya terkejut bukan main.
"A-apa?" Ucap semuanya bersamaan.
"Bagaimana bisa?" Tanya Naruto dan Kiba yang telah terlepas dari rasa kagetnya.
"Aku dan Hinata saling mencintai." Ujar Sasuke lagi yang membuat semuanya terkaget-kaget untuk yang kedua kalinya.
"Nani? Sasuke, ceritakan bagaimana kalian bisa-.."
"Ck, sudah sana pulang! Kalian membuatku kesal!" Usir Sasuke sambil menutup pintu rumahnya kencang.
BRAKK
"Teme, dia menyukai Hinata-chan?" Gumam Naruto dengan mata membola tidak percaya.
"Bagaimana bisa?" Gumam Kiba sambil berdecih sebal.
"Bukankah Hinata menyukai Naruto?" Tanya Ino.
"Mereka berdua, bukannya jarang ngobrol?" Gumam Tenten.
"Sejak kapan.. sejak kapan Sasuke-kun menyukai Hinata-chan?" Tanya Sakura yang telah terduduk lemas di bawah.
"Sakura-chan.. relakan Sasuke-kun. Besok dia akan menikah." Ujar Ino sambil menatap Sakura dengan prihatin.
"Sudah lama aku menunggu Sasuke-kun, dan setelah dia berhasil dibawa ke Konoha dia akan menikah dengan Hinata-chan?" Ujar Sakura lemah sambil menitikkan air mata.
"Sakura-chan.." Gumam Naruto sambil menatap Sakura nanar.
"Tidak bisa! Aku yang seharusnya menikah dengan Sasuke-kun!" Kata Sakura dengan sedikit berteriak.
"Sakura-chan! Ikut aku!" Ujar Naruto sambil membawa Sakura dengan paksa.
"Lepaskan aku Naruto!"
"Dengarkan aku Sakura! Lupakan Sasuke dan mulailah melihatku!" Ujar Naruto serius sambil menahan pergerakan Sakura.
"A-apa? Aku tidak bisa Naruto!" Pekik Sakura sambil terus menggeleng.
"Besok dia akan menikah! Dan kau sudah tidak ada kesempatan lagi! Mulailah mencari pria lain Sakura!" Bentak Naruto yang membuat Sakura bungkam.
"Aku..aku tidak rela jika Sasuke-kun menikah dengan orang lain." Ujar Sakura lirih.
"Lupakan Sasuke, Sakura-chan. Ini demi kebaikanmu dan kebaikannya, kumohon mengertilah." Ujar Naruto tidak kalah lirihnya.
"Bagaimana caranya Naruto..." Ujar Sakura sambil menatap Naruto dengan sendu.
"Relakan dia, Sakura-chan. Mulai sekarang, jangan pusatkan perhatianmu pada Sasuke. Berpalinglah padaku." Ujar Naruto sambil menatap manik emerald Sakura dengan lembut.
"Bantu aku." Ujar Sakura sambil menatap Naruto penuh harap.
"Hm, aku akan membantumu Sakura-chan." Ucap Naruto sembari mengacak surai merah muda Sakura.
.
.
.
Sore hari sebelum hari pernikahan itu, Hinata kembali dipanggil Hiashi untuk segera ke ruangannya..
"Hinata, kenapa matamu sembab begitu?" Tanya Hiashi yang baru memperhatikan wajah Hinata.
"T-tidak ada apa-apa tou-sama." Ujar Hinata sambil tersenyum tipis.
"Hn, besok hari pernikahanmu.." Ujar Hiashi sambil memberi jeda.
'Aku tidak mau..' Pikir Hinata sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Calon suamimu adalah.."
'Aku tidak mau mendengarnya, aku tidak mau dijodohkan tou-sama.'
"Uchiha..Sasuke."
"Hah? A-ap-apa?" Ujar Hinata kaget sambil mendongak tidak percaya.
"Kau di jodohkan dengan Sasuke, dan besok hari pernikahan kalian." Ujar Hiashi sambil terus memperhatikan raut wajah anaknya itu.
"S-sasuke-kun? Aku akan m-menikah dengan Sasuke-kun?" Gumam Hinata yang kini tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum.
"Hn, kau.. menolaknya?" Tanya Hiashi dengan nada datar.
"T-tidak tou-sama. Aku menerimanya." Jawab Hinata tidak lupa sambil tersenyum bahagia.
"Bukankah kau menyukai Uzumaki Naruto?"
"Itu dulu tou-sama. S-sekarang aku menyukai Sasuke-kun." Jawab Hinata dengan muka sedikit merona.
"Kalau begitu kau tidak terpaksa menerima perjodohan ini bukan?" Tanya ayahnya dengan nada sedikit lega.
"T-tentu saja."
"Baguslah kalau begitu, kau boleh ke kamarmu."
"Ha'i, aku permisi tou-sama." Ujar Hinata yang kini terus menerus tersenyum senang.
.
.
.
Hari pernikahan telah tiba, saat ini mansion Uchiha dipenuhi banyak warga desa dan para ketua klan yang diundang khusus oleh sang Hokage. Terlihat para kage yang sudah duduk tenang di bangku paling depan. Saat ini Sasuke tengah mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya, tidak jarang dirinya ketahuan tengah senyum-senyum sendiri oleh Naruto dan Kakashi.
"Kau daritadi senyum-senyum sendiri, Sasuke." Ucap Naruto pelan yang langsung ditatap tajam Sasuke.
"Lalu kenapa?" Tanya Sasuke datar.
"Kau..tidak seperti Sasuke yang aku kenal. Kau seperti orang gila yang senyum-senyum sendiri." Desis Naruto dengan raut yang dibuat-buat.
"Ck."
"Kau senang bisa menikah dengan Hinata, Sasuke?" Tanya Kakashi yang sedari tadi memperhatikan tingkah Sasuke juga Naruto.
"Hn."
"Sasuke, lepaskan kalungnya." Ujar Naruto yang hendak menarik kalung yang ada di leher Sasuke.
"Tidak!" Tolak Sasuke cepat sambil melindungi kalungnya dari tangan Naruto.
"Kenapa tidak? Kalungmu tidak cocok dengan pakaian yang kau pakai." Tanya Naruto sambil menatap Sasuke beserta kalungnya heran.
"Pokoknya tidak! Ini pemberian Hinata!" Ujar Sasuke sebal sambil mendeathglare Naruto.
"Baiklah, aku menyerah." Ujar Naruto sambil menghela nafas juga mengangkat tangannya menyerah.
"Ayo Sasuke, sebentar lagi acara dimulai." Ujar Kakashi yang masih bersiap-siap.
"Hn."
.
.
Di tempat Hinata sekarang, terdapat Sakura, Ino, dan Tenten yang datang khusus untuk memberi selamat pada Hinata.
"Hinata-chan, selamat ya. Sebentar lagi kau resmi menjadi nyonya Uchiha." Ledek Ino sambil tersenyum bahagia.
"I-ino-chan, jangan meledekku." Ujar Hinata yang kini tersipu malu.
"Hinata-chan, selamat ya." Ujar Tenten dan Sakura bersamaan.
"Arigatou Tenten-chan, Sakura-chan."
"Etto, Hinata-chan apa boleh aku bertanya satu hal padamu?" Tanya Sakura sambil menunduk.
"Apa Sakura-chan?" Tanya Hinata pada Sakura.
"Apa..apa kau menyetujui perjodohan ini saat kau tahu bahwa laki-laki itu adalah Sasuke-kun?" Tanya Sakura yang kini menatap Hinata dengan tatapan biasa.
"Eh? A-aku.."
"Apa kau menyukai Sasuke-kun?" Tanya Sakura lagi pada Hinata.
"G-gomen Sakura-chan. Aku s-seharusnya tidak menyukai Sasuke-kun sesuai janjiku padamu, ta-tapi aku mengingkarinya." Jawab Hinata sambil menunduk dalam.
Sakura menghampiri Hinata perlahan dan menggenggam tangan Hinata lembut, seraya berkata, "Daijoubu Hinata-chan, aku turut berbahagia jika kau menikah dengan Sasuke-kun. Jangan merasa bersalah padaku ya?" Sambil tersenyum tulus Sakura berujar seperti itu.
"Tapi S-sakura-chan, aku.."
"Tidak apa Hinata-chan, aku sudah merelakan Sasuke-kun." Ujar Sakura meyakinkan Hinata.
"Sakura-chan, arigatou." Ujar Hinata sambil memeluk Sakura erat.
"Ne, sebagai gantinya.. Aku akan mengambil Naruto ya? Hahaha." Sakura berkata sembari mengedipkan matanya jahil pada Hinata, dan setelahnya semua tertawa dengan bahagia.
.
.
Tiba saatnya acara pernikahan itu dimulai, semua berjalan dengan lancar. Sekarang saatnya Hinata memasuki tempat upacara itu. Dengan perlahan Hinata yang didampingi Hiashi berjalan ke depan altar. Dalam penutup kepala Hinata tidak berhenti untuk tersenyum, dan di depan altar Sasuke terus menerus menahan senyumnya ketika melihat Hinata sudah semakin dekat dengannya. Sesampainya Hinata dan Hiashi di depan altar, dengan pelan Hiashi melepaskan tangan Hinata dan kini giliran Sasuke yang menggandengnya. Upacara pernikahan berjalan dengan lancar dan kini saatnya acara yang utama.
"Silahkan membuka penutup kepala istrimu." Dengan perlahan Sasuke membuka penutup itu dan kini terlihat wajah Hinata yang menatap Sasuke dengan perasaan senang dan rindu karena sudah cukup lama mereka tidak berjumpa.
"Hinata.."
"S-sasuke-kun." Dengan merona Hinata terus menatap Sasuke lama. Setelah acara membuka penutup kepala itu selesai, kini maju ke acara yang lebih utama lagi yaitu berciuman. Perlahan wajah Sasuke mendekati wajah Hinata, sambil tersenyum lembut Hinata mulai menutup matanya. Tidak lama setelah Sasuke mencium Hinata lembut, terdengar banyak suara tepuk tangan yang menandakan acara pernikahan sudah pada puncaknya. Terdengar juga suara godaan-godaan dari semua teman-temannya. Dirasa sudah cukup, keduanya melepaskan ciuman itu dan kembali saling bertatapan juga saling melemparkan senyum tipis.
"Ne, Sasuke-kun kelihatannya sangat bahagia ya? Aku bahkan baru melihat Sasuke-kun yang tersenyum lembut seperti pada Hinata-chan." Ujar Sakura pada Naruto yang ikut bahagia atas pernikahan Sasuke dan Hinata.
"Iya, bahkan dari pagi tadi aku sudah melihat Sasuke yang terus senyum-senyum sendiri, hahaha." Ujar Naruto sambil tertawa membayangkan hal tadi.
"..."
"Sakura-chan, nanti jika jika sudah mau menikah acaranya mesti lebih meriah dari ini ya?" Kata Naruto tiba-tiba sambil tertawa terbahak-bahak.
"Baka!" Dan seperti biasa Sakura kembali memukul Naruto dengan muka yang memerah malu.
"Ittai.."
.
.
TBC ^^
Gomennnn, lama up ya T.T
Semoga kali ini bisa up kilat :')
