Can I Fallin love with you?

Cast : Kyuhyun, Sungmin, Go Ara, Leeteuk, Kangin, Donghae, Eunhyuk, and other

Rating : T+

Genre : Family, Angst, Romance

Chapter : 8/?

GENDERSWITCH

Hello. Author comeback. Mian lama updatenya. Lagi sibuk buat UN nih^^

Let's read!

Sungmin POV

Pagi secerah seperti ini. Kyuhyun pasti memeluk aku dari belakang. Entah kenapa aku sangat merindukannya. Ku elus perutku. Aku menanti kelahiran kedua buah hatiku. Ya, aku memang mengandung bayi kembar. Dan ini anak ku dan Kyuhyun.

'Annyeong aegya, ini mommy. Mommy tidak sabar menanti kelahiran kalian.' Ku elus perutku yang semakin lama semakin besar. Untung saja berat badanku tidak bertambah drastis.

'argh.' Aku meringis. Anak dalam kandunganku menendang nendang perutku. Ya Tuhan. Aku sangat merindukan Kyunnie. Aku menganti pakaian-ku dan bergegas kebawah. Aku memang tinggal dirumah Chullie unnie untuk sementara waktu.

"Morning, Sungmin aunty" sapa Taemin padaku.

"Morning too, chagi" aku tersenyum pada Taemin. Aku mengambil dua lembar roti dan selai coklat.

"Minnie-ah, mau kemana? Rapi sekali? Ingat kandunganmu, Minnie-chagi. Unnie tidak mau kamu kenapa napa" Heechul unnie menaruh segelas susu dihadapanku. Aku bangkit dan pamit pada Heechul unnie dan Hankyung oppa.

"Unnie, Oppa, Taemin. Minnie berangkat dulu mau cari baju sama Wookie. Ne? Minnie akan menjaga kandunganku. Annyeong" ku langkahkan kaki ku keluar rumah. Ku lihat disana ada Ryewook sudah menungguku.

"Mianhae, Wookie-ah. Jadinya kau menunggu. Kajja" kataku sambil menarik lengan Wookie.

"Unnie, hati-hati." Ryewook mempersilahkan aku masuk kedalam mobil.

Kyuhyun POV

Ya Tuhan. Banyak sekali cobaan untuk diriku. Dokter bilang, Tiffany tidak akan bisa hamil.

"Kyunnie, Mianhae. Aku tidak bisa memberikan dirimu penerus hiks. Mianhaeyo" isak Tiffany.

"Shhh.. uljima chagiya. Gwenchanaya" aku memeluk Tiffany.

"Annyeong Tuan Cho. Hari ini ada rapat dengan perusahan Lee corp. Aku melepaskan pelukanku.

"Baiklah. Fanny-chagi. Aku kerja dulu. Hati hati dirumah. Dan jangan nangis lagi ya?" kataku sambil mencium dahinya

Aku keluar dari rumah dan berangkat ke kantor. Aku merindukan Sungmin. Di mana dia sekarang? Apa dia baik baik saja? Bagimana keadaan aegya kembarku?

Author POV

Lee Sungmin sedang duduk dikursi taman. Taman itu adalah kenangan dimana Kyuhyun mengutarakan perasaannya pada dirinya. Tidak disadari, air mata Sungmin sudah jatuh.

"Kyunnie, bogoshippoyo" gumam Sungmin.

"Nado chagiya." Dari arah belakang Sungmin. Sungmin mencari kearah suara itu.

"Kyu..Kyunnie?" gugup Sungmin. Sungmin tidak menyangka bahwa Kyuhyun mengetahui keberadaannya sekarang.

"Minnie-chagi. Jeongmal Mianhae." Kyuhyun memeluk Sungmin dari belakang.

"Lepaskan Kyu!" Sungmin memberontak. Kyuhyun langsung membalikan tubuh Sungmin dan mencium bibirnya.

"mm..pp..hh Kyu..uuh.."desah Sungmin.

"Waeyo Minnie-chagi? Merindukanku?" Kyuhyun melepaskan ciumannya.

Sungmin diam. Dia memang merindukan appa dari aegyanya itu. Sungmin tidak berani menatap Kyuhyun. Mata Sungmin sudah berkaca-kaca. Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan memeluknya.

"Hiks..hikss. Kau jahat Kyunnie! Kau meninggalkan diriku dengan kedua anakmu ini Kyu! Aku merindukanmu Kyunnie! Kenapa kau malah memilih Tiffany daripada kami Kyu! Hiks" Sungmin menangis dipelukan Kyuhyun

"Mianhaeyo Min, aku memang bodoh Min! Seharusnya aku menemuimu lagi. Tapi Eomma melarangku untuk pergi kemanapun tanpa Tiffany." Kyuhyun mengelus rambut Sungmin. Kyuhyun sangat merindukan Cho Sungmin yang dulu.

"Kyunnie pabbo! Aku ingin Kyunnie berada disampingku saat aku melahirkan buah hati kita. Kyunnie maukan?" Sungmin memasang tampang aegyo kepada Kyuhyun.

"Baiklah Minnie-chagiya" Kyuhyun mencium dahi Sungmin.

Sementara itu dari kejauhan. Ada seseorang yang melihat kemesraan Kyuhyun dan Sungmin.

'Semoga kau bahagia Kyu dengan dirinya' ucap seseorang itu.

Other Side

Yeoja cantik itu berjalan menyelusuri sebuah ruangan. Setelah sampai ruangan yang bertulisan.

'President Cho Hankyung'

" Hannie!" teriak yeoja itu pada Hankyung. Hankyung kaget mendengar suara itu.

"Aish. Chullie-yeobo! Ini kantor bukan dirumah. Kenapa kau teriak teriak? Sini! Ada apa hm?" Hankyung mempersilahkan 'istri'nya itu duduk.

"Minnie, belum pulang jam segini. Tadi dia bilang jam 10 sudah ada dirumah tapi sekarang belum pulang. Kemana perginya itu anak sih? Merepotkan saja!" Dumel Heechul.

"Mungkin dia bosan dirumah yeobo. Mengertilah sedikit. Dia itu butuh refreshing. Dia tidak pernah jalan jalan kemana mana semenjak dirinya hamil." Hankyung mendudukan dirinya disamping Heechul.

"Tapi aku khawatir Hannie. Dia lagi hamil 9 bulan. Sekarang jam 8 malam belum pulang!" Heechul menarik tangan Hankyung untuk mencari Sungmin.

Hankyung mengikuti istrinya tercinta itu. Sudah 2 jam mengelilingi tempat Sungmin sering kunjungi. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang. Takut ada apa-apa dengan Yoogeun dan Taemin. Setelah sampai rumah. ada suara berisik dari dalam rumah. Heechul dengan menatap horror masuk kerumah.

"Kyaa! Ada apa ini Taemin-chagi! Mana adikmu dan Sungmin ahjumma?" tanya Heechul sangar. Taemin menunjuk kekamar Sungmin. Heechul membuka knop pintu kamar Sungmin. Dan Hankyung berada dibelakang Heechul.

"Kyaaa! Yoogeun jangan bermain seperti itu dengan Sungmin ahjumma! Nanti kalau ada apa apa bagaimana?" teriak Heechul pada Sungmin dan Yoogeun.

Ternyata Sungmin sedang bermain kuda-kuda dengan Yoogeun. Bagaimana Heechul tidak teriak? Sedangkan Sungmin sedang hamil muda? Heechul melihat isi kamar Sungmin penuh dengan perlengkapan bayi. Heechul dan Hankyung yang sudah dari tadi didepan kamar Sungmin bingung.

'dari mana ia mendapatkan uang?' Heechul mengisyaratkan tatap-annya pada Hankyung. Hankyung hanya bisa mengangkat bahu.

"Hannie, bawa Yoogeun keluar. Aku ingin berbicara dengan Sungmin." Hankyung segera melaksanakan perintah dari 'Cinderella'nya itu.

Sungmin POV

Aish. Heechul-unnie membuat telingaku hampir pecah. Aku duduk disamping Chullie-unnie.

"Aish! Sungmin pabboya! Darimana saja eoh? Unnie khawatir denganmu! Dan kenapa bisa ada perlengkapan bayi disini? Dari mana kau dapat kan uang sebanyak itu untuk membeli perlengkapan bayi?" Tanya Heechul sambil menatapku ngeri.

"Ne.. unnie aku akan menjawab semua pertanyaanmu." Aku menghela nafas.

"Mianhae unnie, aku tidak menghubungi unnie. Karena aku tadi sibuk ditaman yang aku sering kunjungin dan berjalan-jalan ke mal membeli perlengkapan bayiku. Dan aku mendapatkan ini semua dari err.. Kyunnie" lanjutku gugup.

"Mwo? Dari Kyuhyun Evil? Bagaimana bisa? Pokoknya ini semua harus dikembalikan pada Kyuhyun!" Omel Chullie unnie padaku.

"Andwae unnie! Kyuhyun menemuiku tadi. Dan dia membelikan semua ini untuk keperluanku dan bayiku! Ayolah unnie! Ini kan pemberian appa dari anak-anakku!" aku merayu Chullie unnie.

"hh... baiklah. Sekarang kau tidur. Ingat kandunganmu Minnie! Arraseo?" Chullie unnie mengelus perutku dan mencium dahiku.

"Ne unnie. Gomawoyo" aku tersenyum lega.

"Ne.. tidurlah. Jaljayo Minnie-chagi" Heechul unnie tersenyum padaku dan meninggalkan kamarku.

Aku mengelus perutku. Aku merasa bahagia hari ini. andai saja Kyuhyun tidak menikah dengan Tiffany. Pasti aku akan menjadi istri yang baik untuknya. \

'Aegya. Bagaimana kalian didalam? Apa kalian senang hari ini bisa bertemu dengan appa? Umma harap nanti kalian lahir. Appa berada disamping umma untuk menyambut kelahiranmu didunia ini ya.' Aku mengelus pelan. Aku melangkahkan kaki ku untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahku. Setelah itu aku beranjak kekasurku untuk tidur.

'Arghh' aku menahan sakit dari bagian perutku. Rasanya sakit sekali. Seperti ada yang ingin keluar dari perutku.

"Arghh sakit.. hikss.. Chullie unnieee... argghhhh jebal tolong! Hikss" teriakku. Aku tidak kuat menahan sakit.

"Hikss unnie.. arghh sa..kkit" teriakku sekali lagi. Kulihat Heechul unnie dan Hankyung unnie menghampirku.

"Ya Tuhan. Ada apa ini Minnie? Kenapa dengan dirimu?" tanya Hankyung oppa lembut.

"Hikss.. sakit oppa..unniee..arghh" kataku menahan sakit.

"Hannie. Ambil kunci mobil, kita kerumah sakit sekarang. Aku rasa Minnie akan melahirkan" Chullie unnie membantuku untuk berdiri.

Author POV

"Baiklah yeobo" kata Hankyung.

"sakit sekali unnie rasanya.. hikss" Sungmin menangis untuk menahan rasa sakitnya itu.

"Shhh.. ulijima Minnie-chagi. Berjuanglah untuk anakmu dan Kyuhyun" Heechul menghapus airmata Sungmin.

Tak lama kemudian Hankyung kembali dan mengendong Sungmin untuk segera masuk kedalam mobil. Heechul , Sungmin , Hankyung langsung kerumah sakit dan meninggalkan Taemin dan Yoogeun dengan Jessica.

Setelah sampai rumah sakit. Sungmin masuk ruang persalinan. Dan Hankyung dengan Heechul menunggu didepan ruang bersalin.

"Hannie-ah, aku takut terjadi apa apa dengan Sungmin." Ucap Heechul khawatir.

"Shh.. Chagi, berdoa untuk Sungmin. Sungmin sedang memperjuangkan untuk melahirkan buah hatinya." Hankyung memeluk Heechul.

3 Jam berlalu. Tidak ada tanda-tanda bayi menangis dari dalam ruang persalinan. Seorang dokter keluar dari dalam ruang persalinan.

"Bagaimana dok dengan keadaan Sungmin?" Heechul bertanya dengan dokter yang menolong Sungmin melahirkan. Dokter itu menghela nafas.

"Prosesnya rumit. Seharusnya pembukaan ketiga. Kepala bayinya sudah keluar tapi mengapa sulit." Dokter itu menceritakannya pada Hankyung dan Heechul.

"Mungkin anaknya ingin keluar dari rahim ibunya kalau Suami dari nyonya Sungmin menemaninya saat melahirkan." Kata dokter itu.

"Mwo? Jangan bercanda!" Heechul emosi dengan perkataan dokternya itu.

"Benar. Tadi saat proses melahirkan. Nyonya Sungmin menyebut nama 'Kyunnie' seperti itu." Jelasnya.

Heechul dan Hankyung saling bertatapan. Apa yang harus mereka lakukan sekarang?

RnR