Warning : GS, typhossss, gaje, alur terlalu cepat, tidak sesuai EYD, membosankan, susunan kalimat aneh, dll
Saya pinjam nama cast dari Super Junior, Girl Generation, 2PM, 2AM, Sistar, 2NE1, SM The Ballad, f(x), dll
semua cast bukan punya saya, akan tetapi cerita ini punya saya
dilarang copy paste atau mengambil ide cerita ff ini, dilarang bash cast ff ini
KYUMIN FF
SARANGHAE AGASHI
Malam semakin larut, namun Kyuhyun masih juga belum beranjak dari tempatnya. Matanya masih tajam memandangi agashinya yang telah tidur dengan pulasnya. Bohong kalau Kyuhyun belum mengantuk. Perjalanan jauh seharian, membantu memasak dan bermain dengan anak-anak panti serta membersihkan rumahnya barusan tentunya menguras energi yang tidak sedikit. Membuat tubuhnya kini benar-benar dalam kondisi lelah tingkat akut.
Tapi ia tidak mau melewatkan pemandangan langka ini. Memandangi wajah tidur yeoja yang ia cintai dari jarak yang begitu dekat. Menikmati pemandangan cantik ini secara live tentunya merupakan salah satu moment berharga yang tidak akan ia sia-siakan begitu saja.
'Biarlah tubuh ini lelah jika hatiku bisa sedemikian bahagia melihatnya saat ini.' pikir Kyukyun sambil mengulas senyum untuk kesekian kalinya.
'Min, kau memang begitu cantik. Kau juga begitu baik hati. Kau begitu sempurna Min.'bathin Kyuhyun.
'Andai kau tahu apa yang samchon rasakan kepadamu, maka apa yang akan kau lakukan? Memecat samchon, menjauhi samchon, atau ... adakah kemungkinan dirimu menerimaku? Tapi ... bagaimana dengan ... janjiku kepada appa dan eommamu? Aku tidak ingin mengkhianati kepercayaan mereka Min ... ' Kyuhyun menghirup nafas dalam-dalam. Memandang Sungmin dengan tatapan kosong. Sesaat kemudian ia tersenyum pahit.
'Mungkin kau aku memang tidak ditakdirkan untuk memilikimu. Tapi, bisa berada di sisimu saja, aku sudah sangat bahagia, aku sudah sangat bersyukur ... agashi ...'
Hoammmm
Kyuhyun kembali menguap untuk kesekian kali. Matanya bahkan berair, mengindikasikan bahwa tubuhnya benar-benar menuntut untuk diistirahatkan barang sesaat. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk tidur di kursi itu, selain malas untuk berjalan saking lelahnya, ia juga masih menyimpan keinginan untuk tetap memandangi wajah cantik Sungmin sampai ia tertidur.
Satu menit, dua menit ... akhirnya setelah bertahan hampir lima menit, Kyuhyun benar-benar menyerah dan mulai berpetualang ke alam mimpinya.
-joy-
Pagi akhirnya datang. Sinar matahari yang berwana keemasan berpendar lurus memasuki celah-celah jendela yang hanya tertutup gorden tipis warna putih itu.
Sungmin menggeliat, sedikit merasa terganggu saat seberkas cahaya menimpa kelopak matanya.
"Eung... jam berapa ini?" rancu Sungmin sambil mengejapkan matanya, mencoba beradaptasi dengan cahaya di sekitarnya. Sesaat kemudian ia benar-benar sudah sadar sepenuhnya. Memandang berkeliling, mencoba mengingat di mana ia saat ini, karena ia merasa begitu asing dengan kamar itu.
'Ah, iya, kamar samchon...' bathinnya. Entah mengapa, mengingat fakta bahwa ini adalah kamar Kyuhyun membuat hati Sungmin terasa begitu hangat. Perlahan ia mendudukkan dirinya, nyaris ia terkaget melihat sosok yang masih tertidur dengan damai dalam posisi terduduk di kursi, tak jauh dari ranjang Kyuhyun yang ia tempati.
"Samchon..." gumamnya pelan.
'Jadi samchon menungguiku semalaman ini?' bathin Sungmin sambil menatap wajah Kyuhyun lekat-lekat, yang tanpa ia sadari membuat kedua pipinya merona merah.
'Aish, Lee Sung Min, memangnya apa yang kau pikirkan?' Sungmin menggeleng kuat, menepiskan apapun yang ada dipikirannya saat ini.
'Semalaman bukankah hawanya begitu dingin. Mengapa samchon tidur begitu saja tanpa mengenakan baju hangat atau selimut?' bathin Sungmin.
Sungmin meraih selimut yang barusan ia gunakan untuk tidur. Ia berjalan mengendap mendekati Kyuhyun, kemudian memasangkan selimut itu, menutupi badan Kyuhyun. Sesaat setelah itu, Sungmin tertegun. Ia terdiam, nampak pandangannya terkunci pada wajah pelayannya yang masih tertidur nyenyak itu.
'Kau ... sangat tampan, samchon.' Sungmin tersenyum kemudian berlutut mensejajarkan tingginya dengan tinggi badan Kyuhyun yang tengah terduduk.
Sungmin terus memandangi wajah tidur Kyuhyun lekat-lekat.
'Betapa beruntungnya yeoja yang bisa menjadi kekasihmu.' Sungmin kembali mengulas senyum.
'Aku menyesal, mengapa baru akhir-akhir ini aku menyadari keadaan ini. Padahal kau selalu ada di sampingku selama ini.' Sungmin menghela napas dalam-dalam.
'Apakah salah, jika aku menyukai dirimu?' Sungmin kembali menatap wajah tidur Kyuhyun lekat-lekat.
Deg
Deg
Dan degup jantung Sungmin kian menjadi saat matanya kini terkunci pada bibir tebal yang sedikit terbuka.
Deg
Deg
Degup jantung Sungmin serasa kian bermarthon saat sebuah pemikiran terlintas di benaknya.
'Ini pertama kali aku merasakan perasaan seperti ini kepada seorang namja.' Sungmin kembali menghirup napas dalam-dalam, berharap degup jantungnya yang sudah kian berpacu itu bisa sedikit ternetralisir.
Sungmin memejamkan matanya, menggeleng pelan, meminta apapun yang melintasi otaknya saat ini pergi jauh-jauh, namun nyatanya sesuatu yang sedari tadi menyerang pikirannya itu justru semakin kuat mempengaruhinya, membuatnya tak ada pilihan lain, selain menurutinya.
'Samchon ... bolehkah ... kuberikan ciuman pertamaku kepadamu?' Sungmin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Semakin lama, ia semakin mengeliminasi jarak antara dirinya dengan namja itu.
Saat tinggal sedikit lagi bibir mereka menyatu, tiba-tiba Sungmin mengehentikan aksinya.
'Tidak, tidak boleh Lee Sung Min ... Kau tidak boleh melakukan hal ini!' entah darimana, sepertinya sebuah suara terngiang di telinga Sungmin.
Sungmin kemudian menjauhkan wajahnya dari wajah Kyuhyun, nampak wajahnya kini begitu merah seperti tomat matang.
'Maafkan aku eomma, appa ... mianhe ... samchon... Aish ... apa yang sudah kulakukan ... baboya Lee Sung Min ...' Sungmin beranjak dari posisi berlututnya, kemudian setengah berlari meninggalkan ruangan itu.
-joy-
Sungmin berjalan menyusuri jalan setapak di belakang rumah Kyuhyun yang masih begitu sejuk dan asri. Ia tak tahu akan menuju ke mana. Pikirannya masih begitu kacau saat ini. Ia masih bingung dengan dirinya yang tiba-tiba ingin mencium Kyuhyun.
'Benar-benar memalukan. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?' pikir Sungmin.
"Hei, awas ... berhenti ... jangan ke sana! Berhenti!" sebuah suara namja menginterupsi langkah Sungmin. Tapi Sungmin menurut, ia mengehentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara.
"Hosh ... hosh...hosh... aduh, kau ini bagaimana? Apa kau tidak lihat kalau lima langkah di depanmu itu jurang?" tanya seorang namja yang usianya sedikit lebih tua dari Sungmin. Namja itu mengenakan kaos biru yang sedikit kumal dan celana jeans pendek yang tidak jauh beda keadaannya dengan kaos yang ia gunakan.
"Kau bisa mati kalau jatuh di sana." lanjut namja itu sambil menatap Sungmin tajam.
"Benarkah?" tanya Sungmin kaget. Ia kemudian menoleh ke arah tempat yang dimaksud namja itu dan memang benar, di bawah sana menganga sebuah jurang yang cukup dalam, terpeleset ke sana, pasti akan berujung kematian. Sungmin bergidik membayangkan kemungkinan yang beberapa saat tadi hampir terjadi kepadanya.
"Kau bukan penduduk sekitar sini bukan?" tanya pemuda itu sambil membenarkan letak jaring dan pancing yang ada di tangannya.
"Bukan ... aku datang dari kota semalam, kemudian menginap di rumah keluarga Cho." ucap Sungmin.
"Astaga, jangan-jangan ... kau agashinya Kyuhyun hyung ..." namja itu terkaget. Sementara Sungmin hanya mengangguk, sedikit tak mengerti dengan ekspresi wajah namja yang ada di depannya yang mendadak berubah pucat.
"Artinya .. sekarang ia ... celaka, aku bisa kena semprot karena jarang membersihkan rumahnya ..."
"Apa kau kenal Kyuhyun samchon?" tanya Sungmin.
"Ne ... namaku Jung Jin Woon ... rumahku ada di sebelah sana." ucap namja itu sambil menunjuk sebuah rumah yang berada di tepian sawah nan hijau.
"Namaku Lee Sung Min." ucap Sungmin memperkenalkan diri.
"Oiya, Sungmin agashi, kau sebenarnya mau pergi ke mana?" tanya Jinwoon.
"Jangan panggil aku agashi, Jinwoon ssi." ucap Sungmin, tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Jinwoon.
"Ah, mian ... mian, lalu aku harus memanggil apa?" Jinwoon menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Sungmin saja." jawab Sungmin singkat.
"Ah iya, baiklah. Jadi kau sebenarnya mau ke mana Sungmin ssi, kenapa Kyuhyun hyung tidak mengantarmu?" tanya Jinwoon kembali.
"Samchon nampaknya kelelahan, jadi aku tidak berani membangunkannya. Sebenarnya aku hanya ingin jalan-jalan di sekitar sini, sepertinya daerah ini masih begitu sejuk dan asri."
"Oh, kalau kau tak keberatan, aku mau mengantarmu berkeliling. Tapi, tidak gratis." ucap Jinwoon.
"Apa imbalannya?" tanya Sungmin.
-joy-
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan waktu setempat saat Kyuhyun terjaga dari tidurnya. Menggeliat, meluruskan tulang-tulangnya yang terasa begitu pegal karena tidur dalam posisi yang sebenarnya jauh dari kata nyaman.
Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke arah ranjang di depannya.
'Kosong, berarti Sungmin sudah bangun.' bathin Kyuhyun sambil beranjak dari posisi duduknya.
Kyuhyun kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya. Ia kemudian berjalan menuju ke dapur, namun dapur itu kosong dan terlihat belum terjamah. Kyuhyun kemudian berjalan menuju ke ruang tengah, ruang tamu, toilet, gudang, kamar kedua orang tuanya, namun tidak terdapat jejak keberaan agashi nya sama sekali.
"Kau ke mana Min?" gumam Kyuhyun panik, kemudian keluar dari rumahnya. Namja tampan itu kemudian berjalan mengelilingi halaman dan kebun di sekeliling rumahnya, namun tetap hasilnya nihil.
Kepanikan Kyuhyun semakin berlipat saat ia sampai di tepi jurang tak jauh dari belakang rumahnya.
"Tidak, tidak mungkin Sungmin ... ah ... tidak mungkin..." Kyuhyun setengah berteriak, menepikan pikiran negatif yang baru saja terlintas di otaknya.
"Tidak, Sungin pasti ada di suatu tempat." Kyuhyun mencoba menghibur dirinya sendiri.
"Sungmin agashi ... di mana kau?" seperti orang gila, Kyuhyun mulai berteriak, memanggil nama agashinya tanpa menghiraukan beberapa tetangganya yang memandangnya dengan pandangan aneh.
"Geum ahjumma, apakah anda melihat seorang yeoja remaja, kira-kira tinggiya segini, mengenakan seragam SMA berada di sekitar sini"
"Tidak ... "
"Ah terima kasih ..." Kyuhyun kembali berlari kecil menyusuri jalan setapak yang bermuara ke sebuah sungai kecil di tepi desa.
"Wah ... berkat kau kita jadi mendapat banyak ikan ..." Kyuhyun menghentikan langkahnya saat mendengar suara namja yang sangat familiar di telinganya.
"Ah tidak juga, kalau bukan karena bakat memancing oppa, pasti ikannya tidak sebanyak ini." sahut suara yeoja yang ia yakini sebagai suara agashinya.
"Ayo Min, kita pulang. Aku takut mendapat amukan dari Kyuhyun hyung." Kyuhyun menggeretakkan giginya mendengar percakapan itu.
'Awas kau Jinwoon!' bathin Kyuhyun sambil bersiap-siap menyambut keduanya dengan ekspresi marahnya.
"Min, nanti kau yang akan masak ... i...kan..nya ..." ucapan Jinwoon terhenti saat matanya bertemu pandang dengan sorot seram wajah marah Kyuhyun.
"Jung Jin Woon ... dosamu hari ini terlalu banyak kepadaku. " geram Kyuhyun.
"H... hyung... aku ... hanya ... aw... aduh... aduh ... sakit hyung ... aw..." belum selesai Jinwoon menjawab, tiba-tiba Kyuhyun sudah menjewer kuping namja itu.
'Samchon ...' entah sejak kapan, wajah Sungmin sudah memerah sempurna.
TBC
Maaf baru bisa update sekarang, semoga masih ada yang berkenan membaca.
Terima kasih untuk yang sudah memfollow, memfavoritkan dan mereview ff ini. Spesial thanks untuk reviewer :
1. Lele Bantet : wah ... one chan seneng kok kalo ada reader yang ngakrab ^^ oke deh Lee chan, dirangkap juga ga masalah kok.^^
2. dewi. k. tubagus : wkwkwk ... Kyuhyun nya tabah kok. saya usahain ^^
3. nova 137 : mian chingu ... secara standar saya, sweet memang ga harus di eksplisitkan, jadi mian kalo mungkin menurut chingu feel nya jadi ga terlalu berasa ... hehehe... di ff ini Kyuminnya lurus semua ... wkwkwkwk. oke, saya udah usahain kasih Kyumin moment, moga chingu suka ^^
4. Aey Raa KMS : saya tahunya malah dari chingu ...
5. Cho Hyun Ah Sparkins 137 : oke chingu ... gomawwo ne ...
6. dzdubunny : iya tu chingu ... emang biar saling ngarep dulu ... wkwkwk ... oke ... gomawo ne ...
7. Heldamagnae : wkwkwk ...
8. PaboGirl : khan Kyuminnya masih polos-polos chingu ... hehehe
9. KobayashiAde : iya tu, belom ada yang mau jujur .. oke... gomawo chingu ...
10. Santiyani. febby : ga apa-apa kok chingu. iya ni, kayaknya masih lama banget ^^
11. abilhikmah : sabar ya chingu ^^
12. beebee ming : iya tu chingu ^^
13. bebek : ah, makasih chingu ... saya jadi tambah semangat ni
14. Ristinok137 : hehehe ... Kyumin emang bikin envy ne ... mian chingu, updatenya ga bias cepet
15. JSJW407 : benarkah chingu? kok menurut saya alurnya sedang-sedang saja ne? tapi okelah, masukan buat saya ... gomawo ^^
16. Pumpkins yellow : oke chingu
17. YaniJoy : mian, saya emang susah kalo diminta bikin chap panjang. oke chingu, ni updatenya ^^
18. chiny kyuminelf : hehehe ... iya ni chingu. bener ... tua tapi tetep ganteng ^^ ehm ... enaknya gimana ya chingu happy ato sad?^^
19. CharolineElf : wah, gomawo dah kangen ama ff saya ^^ wkwkwk Kyuminnya masih sama-sama polos chingu ...
20. Lady Azhura : wkwkwk ... makasih chingu ... oke deh, masukannya akan saya pertimbangkan ^^hehehe ... makasih lagi udah ngefave ni ff ... ni lanjutannya ...met baca ne ^^ mian, yang MBT belum bias eon update, masih nyari materi yang pas, biar ga ngecewain ^^
21. bunnyblack. FLK. 186 : hehehe ... kamu lagi sibuk ya Rin? bersatunya masih lama ni, sabar ya ... gomawo ... ni lanjutannya, met baca ya ^^
saya minta reviewnya lagi untuk chap ini
THANkyu
