Chapter 8

"kenapa kau diam, huh? Takut karena ketahuan membohongiku?"Tanya sungmin sarkatis menatap kyuhyun tajam.

"min… mianhe, aku…"

"hentikan…! Jangan berbicara ahjussi… tanpa kau jelas pun aku tahu duduk perkaranya.. kau membohongiku.. ahhh, lagi-lagi aku 'dibohongi' oleh orang yang kupercaya. Menyedihkan sekali hidupku ini." Ucap sungmin sambil menerawang kosong melihat langit-langit rumah yang putih.

"min~"

"sudahlah~ aku tidak ada urusan lagi kan disini? Aku pergi. Terima kasih sudah membohongiku, ahjussi. Selamat malam."pamit sungmin berjalan terhuyung entah kemana yang pasti menjauh dari rumah yang orang yang membuatnya sakit didada.

"min~ jangan pergi… ukhhh~"cegah kyuhyun namun rasa sakit ditubuhnya menolak semua keinginannya. Dan tak butuh waktu yang lama pandangan kyuhyun pun menggelap kembali.

"appa/ kyunnie~"teriak kedua namja yang ada disitu.

~"~

Brakkk… sebuah pintu yang dibuka dengan keras membuat sepasang suami istri itu menoleh, mereka kaget melihat 'pelaku' yang membanting pintu tersebut. Tak perlu dilihat lebih jelas lagi, siapapun akan tahu jika ia sangat marah kali ini. Terlihat wajahnya yang mengeras dan memerah itu. sungguh menakutkan.

"minnie~" panggil istri dari pasangan itu. sungmin berhenti, dia menoleh kearah ummanya itu dengan pandangan yang amat menakutkan.

"wae?" Tanya sungmin dingin membuat heechul meneguk ludahnya ketakutan.

"min~gwe… gwechanayo?"Tanya heechul tidak nyambung.

"huh, apakah aku kelihatan baik-baik saja, nyonya lee?"desis sungmin lembut namun sangat menusuk. Tanpa melihat lagi wajah heechul yang berkaca-kaca, dengan cepat sungmin menaiki tangga dan membuka pintunya dan tak lupa menutupnya dengan keras.

"aigoo~ bagaimana ini, yeobo? Dia marah padaku~"isak heechul dipelukan hankyung.

"ssshhh, tenanglah, sungmin memang marah pada kita. Tapi, pasti dia akan kembali normal kembali jika dia tidak marah lagi… semoga."hibur hankyung walau tidak janji saat mengucapkan kalimatnya yang terakhir.

.

.

.

.

.

"sungmin~ apakah kau marah padaku?"Tanya changmin sambil menatap sungmin dengan wajah yang memelas.

"…."

"yakkk, sungmin… aku kan tidak tahu apa-apa… kenapa kau juga ikut marah padaku?"

"…."

"hikss~ sungmin jahat, padahal…" belum sempat changmin melanjutkan kata-katanya. Dengan sangat 'manis' sungmin memukul kepala changmin dengan ujung buku yang sedari tadi dibacanya.

"yakkk~appo… kenapa kau memukulku?"protes changmin.

"karena kau berisik, pabbo."

"aisshh, tapi tidak harus memukulku kan, sungmin?"

"tapi dengan cara itulah kau baru bisa diam changmin. Jadi bagaimana?"

"aisshhh, jinjaaa…!

"sudahlah, kau membuatku tambah bad mood saja deh."

"harusnya aku yang bilang begitu."

"hhh, aku lapar changmin. Makan yuk?"

"bayari?"

Sungmin melotot kaget. "kau ingin merampokku?"

"aku lupa bawa uang sungmin… hehehe~"

"terserah kau sajalah."ucap sungmin pasrah.

Mereka pun berjalan menuju kantin, namun sepertinya dewi fortuna tak berpihak pada sungmin pagi ini. Melihat sesosok namja yang tidak ingin dilihatnya berjalan berlawanan arah dengannya.

'shit, aku lupa jika dia adalah kepala sekolah disini.' Batin sungmin. Jangan salahkan dia, jika dia lupa. Salahkan saja kyuhyun yang sakit selama 4 hari membuatnya tidak bisa mejeng disekolahnya itu.

"min~"panggil kyuhyun sambil mengekor sungmin dan changmin dari belakang.

Saat dikantin, banyak siswa dan siswi berteriak histeris melihat kepala sekolah 'baru'nya-yang-tampan-itu-kini-mengekori-salah-sat u-namja-yang-populer-disekolah-mereka.

"changmin, kau mau makan apa?"Tanya sungmin tanpa mempedulikan 'kehebohan' disekitarnya.

"hmm, aku mau jajamyeon 3, es teh 1…" dan banyak pesanan demi pesanan yang dipesan oleh changmin.

"yakkk, aku tidak punya uang sebanyak itu changmin~"protes sungmin.

"tenanglah~ aku akan bayar semuanya, min~"ujar kyuhyun yang mencoba untuk masuk kepembicaraan mereka berdua.

"changmin, aku cari tempat duduk dulu ya? Kau susul saja jika pesananmu sudah datang." Kata sungmin sambil lalu dan tak lupa kyuhyun yang masih 'setia' mengekorinya.

"hhh, mereka seperti anjing dan majikan saja."komentar changmin melihat posisi kyuhyun dan sungmin saat ini.

.

.

.

.

.

"min~"panggil kyuhyun tanpa menyerah.

"hhh, changmin lama~"gerutu sungmin.

"min kalau kau bo…" belum sempat kyuhyun melanjutkan kata-katanya-

"oppa~."panggil yeoja imut yang mendekati kedua namja tampan kita itu. sungmin dan kyuhyun menoleh dengan ekspresi yang berbeda-beda. Sungmin yang menatapnya gembira dan kyuhyun yang menatapnya keruh. 'kenapa yeoja ini ada disini, sih?'sungut kyuhyun.

"ne, sunny-ah, ada apa?"Tanya sungmin manis membuat suasana kyuhyun tambah keruh saja mendengarnya.

"ehm, bolehkah aku duduk disini? Aku sudah mencari…"

"ne, kau boleh duduk disini, sunny-ah. Dipangkuanku juga boleh."potong sungmin membuat sunny dan kyuhyun memerah mukanya. Jika sunny karena malu maka kyuhyun menahan amarah.

"oppa~" rajuk sunny yang menurut sungmin manis namun genit dimata kyuhyun.

"hentikan aegyomu yang menjijikan itu lee sung kyu. Aegyo sungmin lebih manis bekali kali lipat disbandingkan dengan aegyo murahanmu itu."ejek kyuhyun sarkatis membuat sungmin menendang kaki kyuhyun keras.

"appo~yakkk, minnimie chagi~kau agresif sekali sih! Jika ingin menyerangku dirumah saja jangan disini, sayang~"ucap kyuhyun yang sukses membuat sungmin merinding disko dibuatnya.

Sungmin yang melihat itu hanya merasa kesal karena merasa diabaikan. Jujur saja, ini adalah pertama kalinya perhatian sungmin lepas darinya disebabkan oleh namja tidak jelas didepannya itu. (hey, lupakah kau sunny jika namja yang kau bilang tidak jelas itu coret-aneh-coret adalah kepala sekolahmu?)

"op-"belum sempat sunny berbicara. Tiba-tiba saja sosok penganggu datang menghampiri mereka.

"yo kyunnie, kenapa kau meninggalkanku eoh? Tahukah kau aku tersesat selama satu jam mencari-carimu tahu!"ucap siwon ngambek.

"aku tidak menyuruhmu mengikutiku, pabbo. Lagipula kenapa kau ada disini? Pulang sana~jaga rumah. Mengganggu saja!"ketus kyuhyun.

"tentu saja aku kesepian karena tidak ada kau disampingku saat aku membuka mataku, kyunnie~" kata siwon manja membuat sungmin mendengarnya membelalakan matanya kaget.

'o, iya… waktu pertama kali aku tidur disana kyuhyun juga tidur denganku. Apakah dia tidur dengan siapapun?' batin sungmin kecewa.

"yakkk, kenapa kau ada disini, ahjussi?" Tanya namja lain dibelakang siwon membuat keempat orang disana menoleh dan menatap takjub dengan makanan yang dibawa oleh changmin itu.

"ommooo~ kau habis ngerampok dimana, tiang… banyak sekali makananmu~" ucap siwon takjub.

"berisik~ appa, kenapa dia ada disini?"Tanya changmin pada kyuhyun. Oh, changmin tak lihatkah kau raut wajah sungmin saat kau masih memanggil kyuhyun dengan sebutan 'appa'?

"entahlah, changmin~ dia benar-benar ngotot… apakah kau lupa mengunci pintu saat kesekolah tadi?"Tanya kyuhyun pada changmin.

'changmin masih tinggal dengan kyuhyun ap… ah, ahjussi?'batin sungmin penasaran.

"molla~aku lupa appa."ucap changmin cuek sambil memakan makanan yang dibelinya itu dengan lahap sampai-sampai minuman yang diminumnya itu keluar dan membasahi mulutnya tanpa menyadari sesosok namja yang melihatnya dengan nafsu.

"oppa~apakah aku menganggu disini?"Tanya sunny.

'sangat.' Batin ketiga namja yang tidak usah kusebutkan itu.

"ah, anni. Kau tidak menganggu kok, sunny. Oh, iya kenapa kau sendiri? Dimana…. Ehm, namjachingumu?"Tanya sungmin ragu saat mengatakan 'namjachingu' itu.

"huh~ aku sudah putus dengannya oppa~ternyata dia pacaran denganku hanya karena kepopuleranku saja."sungut sunny membuat sungmin mendengarnya gembira.

"pu… putus?"Tanya sungmin tanpa harus menyembunyikan raut bahagianya.

"nde~oppa, apakah kau masih mencintaiku?"Tanya sunny tanpa tahu malu.

"ne, AKU SANGAT AMAT MENCINTAIMU, SUNNY!"ucap sungmin lantang membuat ketiga namja disana terkejut dengan gaya yang berbeda-beda, yang satu melotot kaget, yang satu tersedak makanannya, yang satu meremas kaleng namja satunya geram hingga tak terbentuk lagi.

"jeongmal? Jika begitu apakah aku boleh menjadi kekasihmu 'lagi', oppa~?"Tanya sunny.

"ne, TENTU SAJA."putus sungmin. Membuat ketiga namja disana shock.

"min~"lirih namja yang meremas kaleng itu.

"oppa~kalau begitu, ayo kita kekelas bersama-sama."ajak sunny tanpa meminta persetujuan dari sungmin menariknya menjauhi ketiga namja itu.

"changmin~ wonnie~" desis kyuhyun membuat kedua namja itu tersentak dan merinding saat melihat raut wajah kyuhyun yang sangat mengerikan itu.

"si lee sung kyu itu… bantu aku menyingkirkannya~ arra?"perintah kyuhyun mutlak. Siwon dan changmin yang mendengar itu langsung saja mengeluarkan seringaian yang sangat seram.

"ne, tentu saja appa/ kyunnie."

.

.

.

.

.

In airport

Sesosok pria berambut hitam sehitam arang dan bibir kissable yang merah merekah itu menarik kopernya dengan cepat. Umpatan dan sumpah serapah dikeluarkan dari mulutnya. Orang-orang yang melihatnya pun terpesona dan takut dengan auranya yang misterius itu. dikeluarkannya secarik kertas berisi sebuah alamat.

"wonnie, kyunnie~ jika aku bertemu dengan kalian. Pastikan aku membunuh kalian saat itu juga! Kalian akan merasakan akibatnya jika merepotkanku~"ucap namja itu dengan kilatan amarah yang besar dari matanya itu.

To be continued.