Inazuma Eleven: Book Of Poem

.

.

.

Warning: Jika Fic ini menyebabkan sakit perut berkelanjutan, rahang pegel, dan penyakit tertawa lainnya, maka itu diluar tanggung jawab saya

.

.

.

Disclaimer: Saya, Crystal Nyrent tidak memiliki Inazuma Eleven dan saudara - saudaranya

.

.

.

Poem #8

Castle Choir

Authors POV

Akhirnya bisa jadi pencerita lagiiiii...ok kita mulai aja ceritanya. Alkisah, di sebuah kerajaan di atas puncak gunung Everest, Hiduplah dua orang sahabat puuuiiinter buuuaaanget (tapi warna rambutnya gak bener) yaitu Manabe Jinichirou dan Minaho Kazuto.

Di suatu hari yang gak cerah - cerah amat sih, tepatnya di hari ulang tahun kerajaan itu, sang putri, Mizukawa berniat membuat pasukan padus yang nantinya akan menyanyikan lagu rasional *plakk eh..nasional maksudnya di emperan (?) istana. Maka, setelah 5 dekade berlalu, akhirnya sang putri telah memutuskan 10 orang anak laki - laki umur 13 - 15 tahun dan 10 yang perempuan yang akan membentuk paduan suara istana (kok kedengarannya kayak lomba nyanyi ya ?).

"Perhatian ! Perhatian ! Saya selaku tuan putri di sini telah memilih 20 anak yang akan ikut memeriahkan ulang tahun kemerdekaan. Mereka adalah..."

Sang putri membacakan serentetan nama - nama, dari yang kukenal sampai yang gak pernah kudengar.

"Dan yang terakhir, Minaho Kazuto ! Akhirnya selese juga, udah gue disuruh buatin, disuruh bacain pula" Ucap Tuan putri.

Erm...abaikan saja kalimat tadi, sekarang mari kita lihat si tokoh utama di sini yaitu Si Mbek Manabe.

Manabe's POV

"Apa ?! Bisa mateng gue ?!" Pikirku.

"Yang namanya di sebutin tadi, langsung pergi ke halaman istana untuk bernyanyi dengan kodok" Perintah Sang Putri dengan judes, angkuh, sombong dan sinonimnya yang lain.

"Tidak, Minaho ! Jangan pergi ! Kumohon !" Pinta Manabe.

"Lo kenapa sih Man ? Kesambet jin blok M ?" Tanya Minaho dengan herannya.

"Nanti kalo lo pergi yang temenin gue siapa ?"

"Hmm...pikir aja sendiri lo kan pinter. Udah ya, gue mau pergi dulu. Bye !" oh teganya engkau Minaho.

"Pokoknya gue bersumpah, gue bakal jadi padus kali gak gue bakal bikin puisi paling indah di dunia ini !"

Jder ! Jder ! Jder

Satu hari sebelum hari kemerdekaan...

Pelajaran agama di sekolah, lumayan enak sih tapi kali ini enak banget ! Mau tau kenapa ? Lha gimana gak enak ? Orang gurunya yang ngajar padus ya artinya kagak ada gurunya. Satu kelas ya rusuh deh. Ada yang tawuran, main kartu dari kertas, bikin menara pisa kw 1.789 bahkan sampe ada yang ngemis dalem kelas. Kelas tang awalnya seribut pasar pas lebaran pun tiba - tiba sediem kuburan, kenapa ? Karena, ada yang masuk kelas yaitu Minaho sama Tenma.

"Permisi ! Kami dari padus di suruh buat manggil satu orang yang dipilih jadi padus dadakan, yaitu..." Si Tenma udah sok sopan, kasih jeda dramatis lagu.

"Gue dong ! Please ! Please !" Aku berdoa dalam hati.

"Mana..." Buset dah ntu anak demen amat kasih jeda.

Tapi, di sini yang depannya 'Mana' kan gue doang. Jangan - jangan...

"Mana...Tsuruginya ?!" Akhirnya si choco horn itu menyelesaikan kaimatnya.

Gedubrak !

"Hilang ! Hilang harapan gue satu - satunya !" Pikirku.

"Eh, ada Tenma. Ngapain bukannya lo padus ?" Tanya Tsurugi yang baru balik dari toilet.

"Nah, ni die yang dicari. Yuk ! Lo disuruh ikut padus !" Ucap Tenma yang kemudian pergi dengan (baca: nyeret) Tsurugi.

"Yah, bikin puisi deh nanti"

Keesokan harinya...

Hari ini, ada upacara kemerdekaan kerajaan gaje ini. Aku yang malangnya tidak terpilih menjadi anggota padus harus menepati janjiku. Saat upacara telah dimulai, aku melihat ke arah pasukan padus. Kulihat, sebuah senyum menghiasi masing - masing wajah mereka. Tapi, kok padus bawa kodok ya ? Trus kenapa Tenma bawanya Shunsuke bukannya kodok ? Dan kok cowoknya 14 ?

Ok, upacara dimulai dan hampir selesai. Pas udah mau bubar semua, gue langsung maju kedepan, nyamber mic punya pembina upacara a.k.a sang raja dan membuat pengumuman.

"Tunggu sebentar !" Teriakku.

Otomatis, semua yang awalnya udah sebrasi karena udah selesai pun harus mengurungkan niatnya buat pulang.

"Aku punya sebuah persembahan untuk negeri ini.."

Paduan Suara

Created By: Manabe Jinichirou Si Mat Freak

Hari ini, aku berdiri di sini !

Di atas podium, tepat di samping Sang Raja dan Tuan Putri yang cantik

Kalian pasti bertanya kenapa ! Kalau tidak, artinya lo gak setia kawan

Aku berdiri di sini karena sebuah janji dan sumpah

Sumpahku seorang dan janjiku dengan sahabat

Aku di sini menanggung malu hanya karena tidak terpilih menjadi anggota padus !

Minaho bisakah kau melihatku ? Aku sudah menepati janji

Author's POV

Setelah pembacaan puisi indah (baca:nista) tersebut. Manabe langsung di tangkap oleh para penjaga istana karena telah bertindak lancang berupa mengambil mic Sang Raja secara paksa dan membacakan puisi nista di sampin Sang Raja. Weitts, tunggu dulu blom selesai kok ceritanya.

Di Penjara...

Seorang anak laki - laku yang bernama Manabe sedang berbincang - bincang dengan host kita Minaho Kazuto dari balik jeruji besi.

"Jadi, Manabe kenapa anda busa berada di sini ?" Tanya Minaho.

"Masih nanya lo Naho. Ini gara - gara dare lo tau" Jawab Manabe dengan kesal.

"Siapa suruh lo milih dare coba lo pilih truth"

"Terserah lo deh, tapi ngomong - ngomong kok padus tadi cowoknya ada 14 ?" Tanya Manabe.

"Itu kerajaan kita kekurangan stok cewek bersuara perak. Jadi, Shindou, Kirino, Kariya ama Tsunderugi disuruh pura - pura jadi cewek deh"

Dan penjelasan itu menutup semuanya

The End

Author: Yeay ! Selesai dalam eaktu satu hari !

Manabe: *pundung di pojokan* sialan lo Minaho

Tsuntugi: Masa gue jadi cewek mau taro di mana ni muka ?

Author: Salah sendiri, tau gak pertama kali aku ngeliat kamu, aku kira kamu cewek tau. Itu gara - gara aku liat spiral di rambutmu itu.

Tsurugi: Terserah lo deh

Author: Nah gitu dong, selamat hari kemerdekaan Indonesia ya...Sorry agak telat ! Ini juga sebuah request dari . Terima kasih telah membaca, Jaa~

Review~