Unforgiven Hero
Remake
gyumingracle present
Cast; Kyuhyun, Sungmin, Victoria, etc.
Pair; Kyumin.
Rate; M
Genre; Romance, Drama.
Disclaimer; Semua alur milik cerita ini adalah milik Shanty Agatha. Saya hanya mengubah nama tokoh.
Summary; Awalnya rasa ini adalah rasa tanggung jawab, namun semakin lama rasa ini malah menjadi rasa obsesi.
Warning; Genderswitch. Typo(s). D l l.
...
...
...
DLDR. RNR.
...
WARNING! NC!
"Lihat, Zhoumi menggila, dia memasak begitu banyak kue untuk sarapan." Kyuhyun mengoleskan mentega lembut ke permukaan muffin panas, membuatnya meleleh dan berkilauan dengan aroma manis yang harum ke seluruh penjuru dapur.
Zhoumi yang sedang mengaduk sesuatu di dalam panci hanya tersenyum mencela dan melanjutkan kegiatan memasaknya. Mereka sarapan di dapur yang menghadap ke timur, tempat sinar matahari pagi langsung masuk dan menghangatkan mereka. Menu sarapan mereka luar biasa. Muffin madu, biskuit kacang dan kelapa, telur orak-arik yang rasanya fantastis dan satu loyang besar pie apel hangat yang baru dikeluarkan dari oven. Memang benar kata Kyuhyun, Zhoumi menggila dalam memasak. Sepertinya dia terlalu senang karena tuannya datang, dan akhirnya ada yang bisa dia buatkan masakan istimewa.
Pagi ini seindah pagi-pagi yang lain. Sungmin sampai tidak sadar bahwa mereka sudah melewatkan beberapa hari di pulau indah ini. Berbulan madu, begitu kata orang-orang. Dan memang itulah yang terjadi. Mereka benar-benar bersenang-senang sepanjang hari, makan, mengobrol, membaca, bercanda, dan bercinta dengan begitu panas di malam harinya.
Pipi Sungmin memerah, mengingat malam-malam panas mereka. Kyuhyun benar-benar lelaki yang sangat bergairah. Di pagi hari, saat mereka sudah bercinta semalaman, lelaki itu masih bangun dengan kejantanan mengeras dan mereka bercinta lagi. Seperti kata Kyuhyun kepadanya dulu, lelaki itu memang selalu bergairah kepadanya.
"Zhoumi tampaknya sedang memasak besar hari ini." Sungmin berbisik pelan sambil melirik ke arah Zhoumi yang tampak sibuk.
Kyuhyun tersenyum simpul. "Memang, aku memintanya untuk menyiapkan makanan kita untuk seharian."
"Seharian?" Sungmin mengernyit. Zhoumi biasanya selalu ada setiap saat di rumah ini. Begitu juga dengan para pelayan lainnya. Mereka selalu ada untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan mereka, setiap saat.
"Aku meliburkan semua pelayan mulai nanti siang sampai besok pagi mereka baru kembali. Zhoumi juga. Karena itu Zhoumi memasakkan kita makan siang dan makan malam untuk dihangatkan nanti malam."
"Kenapa kau meliburkan semua pelayan?"
Kyuhyun tersenyum nakal, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Sungmin dan berbisik menggoda. "Karena aku ingin hari ini kita di rumah seharian, hanya berdua."
Pipi Sungmin memerah. Apa sebenarnya yang direncanakan oleh Kyuhyun?
-oOo-
Rumah benar-benar benar sepi ketika para pelayan tidak ada di rumah, biasanya setiap saat Sungmin akan berpapasan dengan para pelayan yang lalu lalang mengerjakan sesuatu di rumah ini. Sekarang suasana hening, tidak ada suara percakapan di lorong, kesibukan di dapur maupun suara langkah kaki orang-orang yang lewat.
Sungmin dan Kyuhyun menghabiskan hari itu dengan di perpustakaan. Kyuhyun mengatakan akan menyelesaikan beberapa perkerjaan sedangkan Sungmin memilih untuk membaca. Perpustakaan di rumah pantai itu cukup lengkap, dengan berbagai bacaan ringan di sana, koleksi milik Appa Kyuhyun. Sepertinya Appa Kyuhyun benar-benar berniat untuk bersantai ketika mengisi buku-buku untuk perpustakaan ini.
Tanpa sadar hari sudah siang ketika Kyuhyun mengangkat kepalanya dan bergumam, mengalihkan Sungmin dari bacaannya yang menarik.
"Aku lapar."
Sungmin menutup bukunya dan tersenyum lembut. "Aku akan menyiapkan makanan."
Zhoumi telah menyiapkan semuanya dan memberitahu Sungmin cara menghangatkan makanannya. Sungmin mencampur salad dengan udang dan saus alpukat yang telah disediakan oleh Zhoumi, lalu menghangatkan daging saus manis yang sudah disiapkan Zhoumi di panci.
Ketika Sungmin sedang menuang kotak-kotak es batu ke dalam pitcher berisi es teh manis. Kyuhyun datang ke dapur dan tersenyum. Dia mengendus ruangan dan mendekati Sungmin dengan menggoda.
"Aku bisa memperkerjakanmu sebagai koki pribadiku. Baunya harum, seharum masakan Zhoumi."
Sungmin tertawa. "Zhoumi memang yang memasak semuanya, aku hanya mempersiapkannya." Dengan cekatan dia mengaduk saus manis untuk daging di panci.
Kyuhyun mendekat dan memeluknya dari belakang dengan mesra. Mengecup Sungmin dengan menggoda.
"Hentikan, Kyuhyun. Atau kau akan terciprat kuah yang sedang mendidih ini." Sungmin mengingatkan Kyuhyun, tetapi tidak ada penolakan dari tubuhnya. Kyuhyun melingkarkan lengannya makin erat, jamarinya bergerak menggoda, mengusap puncak payudara Sungmin. Membuat Sungmin mengerang, kuah itu telah mendidih, dan Sungmin mematikannya.
Kyuhyun mengajak Sungmin mundur dari kompor, masih memeluknya, dia bersandar di meja dapur dan membawa Sungmin yang masih di peluknya dari belakang. "Kita bisa telanjang seharian di rumah, karena tidak ada orang lain di sini."
"Kyuhyun!" Sungmin berseru dengan pipi memerah malu, membuat Kyuhyun tertawa dan mengecupi leher Sungmin penuh gairah.
"Atau kita bisa bercinta di atas meja dapur." Kyuhyun setengah menggigit leher Sungmin, meninggalkan bekas kecil kemerahan di sana. Seperti pejantan yang menandai betinanya. Jemarinya meraba lembut payudara Sungmin dan meremasnya dari belakang. "Bagaimana menurutmu?"
"Jadi ini yang ada di benakmu ketika meliburkan semua pelayan?" Sungmin berbisik lirih, untuk kemudian membiarkan bibirnya dilumat oleh Kyuhyun dengan penuh gairah. Lelaki itu duduk di atas meja dapur, lalu mendongakkan kepala Sungmin ke belakang, dia menunduk ke atas Sungmin dan melumat bibirnya, dengan cara terbalik. Menciptakan sensasi yang berbeda. Membuat dia bisa mencecap, dan merasakan bibir Sungmin dengan cara yang lebih sensual.
Tubuh Sungmin melemas akibat ciuman itu sehingga Kyuhyun harus menopangnya, dia bersandar sepenuhnya di tubuh Kyuhyun, dan merasakan kejantanan Kyuhyun mulai mengeras, menekan tubuh belakangnya. Dengan lembut, Kyuhyun membalikkan tubuh Sungmin dan beranjak turun dari meja dapur. Dia mengangkat tubuh Sungmin hingga terduduk di atas meja dapur itu. Dikecupnya dahi Sungmin lembut, hidungnya, pipinya dan kemudian kembali ke bibirnya lagi. Setiap kecupan Kyuhyun membuat tubuh Sungmin panas membara. Lelaki itu lalu membuka kemeja Sungmin dan menurunkannya, payudara Sungmin yang tidak terlindungi bra – karena Kyuhyun melarangnya mengenakannya setelah para pelayan pergi tadi – terpampang indah di depan Kyuhyun.
Lelaki itu memuja payudaranya. Mengelusnya lembut, mengusap ujung putingnya dengan penuh gairah hingga mengeras dan siap di tangannya. Lalu setelah puting itu memenuhi keinginannya, Kyuhyun mengecupnya lembut, dan menjilatnya dengan menggoda. Membuat Sungmin mengerang, merindukan hisapan Kyuhyun di putingnya yang membuatnya melayang. Lelaki itu tidak membuat Sungmin menunggu lama, disesapnya payudara Sungmin dengan penuh pemujaan, membuat tubuh Sungmin lemas dan terbaring di atas meja dapur itu, dengan kaki menjuntai ke bawah.
Posisi Kyuhyun sangat pas, karena tubuhnya tinggi, meja dapur itu pas setinggi pinggangnya. Dan sekarang dihadapannya, isterinya terbaring dengan kaki menjuntai ke bawah, pahanya terbuka, siap menerimanya. Kyuhyun menurunkan celana dalam Sungmin, dan membukanya. Lalu dengan penuh gairah, tanpa peringatan apapun, karena Kyuhyun tahu Sungmin sudah sangat siap untuknya. Kyuhyun segera melepaskan celananya dan menyatukan tubuhnya ke dalam kelembutan yang panas dan basah, yang sudah siap untuk menerimanya.
Kaki Sungmin langsung melingkar di pinggang Kyuhyun. Kemudian, ketika gerakan Kyuhyun makin cepat dan bergairah, dia berdiri dan menumpukan tangannya di tepi meja dapur, membuat Sungmin terbaring di sana penuh gairah, menerima desakan-desakan Kyuhyun jauh di dalam tubuhnya yang menimbulkan gelenyar panas tak tertahankan. Kyuhyun lalu mengangkat kaki Sungmin yang semula melingkari pinggangnya dan mengangkatnya ke pundaknya. Posisi itu membuatnya semakin mudah bergerak, menemukan titik-titik kenikmatan Sungmin yang ada jauh di dalam kelembutan kewanitaannya, dan membawa Sungmin langsung ke puncaknya.
"Nghh. O-ohh. Kau sungguh nikmathh, Minhhh." Kyuhyun berucap di antara napasnya yang memburu. "Apakah aku nikmat untukmu, Sungmin?"
Sungmin mencoba menjawab. Tetapi sensasi itu sungguh menguasai tubuhnya, membuatnya semakin tersengal dan larut dalam kenikmatannya.
"Jawab aku, Sungmin." Kyuhyun tak mau menyerah. "Apakah aku nikmat untukmu?"
Sungmin mengulurkan tangannya, menyentuh pipi Kyuhyun yang membungkuk di dekatnya. "Kauhh. Sangathh." suaranya tertelan oleh napas memburu dan erangan tertahan karena dorongan Kyuhyun yang bergairah, susah payah dia mencoba berkata. "Kauhhh.. Sangat ohh nikmat.. Untukkuhh."
Kyuhyun menatap Sungmin dengan rasa memiliki yang dalam, "Kalau begitu, mari kita saling menikmati." Gerakannya menjadi semakin cepat, semakin bergairah, semakin tak tertahankan. "Ayo, Sungmin. Nikmati aku. Puaskan dirimu." Kyuhyun berbisik parau, membimbing Sungmin ke dalam pusaran gairah. Sehingga dia mencapai puncaknya dengan begitu cepat. Mencengkeram Kyuhyun dalam kenikmatan orgasmenya, dan merasakan lelaki itu orgasme bersamanya, di dalamnya.
-oOo-
"Tadi sungguh luar biasa." Kyuhyun tersenyum sambil menyuapkan suapan terakhir makan siangnya ke mulutnya.
Mereka akhirnya makan siang menjelang sore, karena Kyuhyun memutuskan mereka harus melanjutkan beberapa lagi sesi bercinta di dapur sebelum makan. Lelaki itu sungguh memiliki fantasi yang gila dalam bercinta. Pipi Sungmin memerah mendengar godaan Kyuhyun. Lelaki ini sudah berhasil mengubahnya dari perempuan pemalu yang tidak tahu apa-apa, menjadi perempuan sensual yang selalu merespon setiap rangsangan yang diberikan Kyuhyun dengan luar biasa.
Tetapi Sungmin menikmatinya. Dia sangat beruntung. Ada pasangan-pasangan yang tidak diberkahi kenikmatan di atas tempat tidur. Dan Sungmin diberkahi suami yang luar biasa nikmat di atas tempat tidur. Kyuhyun selalu memuaskan Sungmin, menunggu Sungmin siap menerimanya, dan mengantarkan Sungmin sampai ke titik terdekat orgasmenya sebelum kemudian mencapai orgasmenya sendiri.
"Benar. Tadi memang luar biasa." Sungmin akhirnya mengakuinya kepada Kyuhyun, membuat Kyuhyun tersenyum bahagia.
Selesai makan, Kyuhyun mengajak Sungmin berjalan-jalan ke pantai pribadi mereka. Malam sudah menjelang dan lelaki itu memakaikan salah satu jaketnya pada Sungmin, membuat Sungmin memakai jaket yang kebesaran di tubuhnya. Tetapi Sungmin berterimakasih kepada Kyuhyun karena melakukannya. Udara malam cukup dingin malam ini.
Langit yang gelap memayungi mereka, bertaburan bintang berkelap-kelip yang indah. Kyuhyun mengajak Sungmin berdiri di tepi pantai dan menatap ombak.
"Aku dulu bukan orang yang baik, aku menyakiti banyak orang dan membuat mereka kecewa." Kyuhyun bergumam pelan, tatapannya menerawang jauh. "Tetapi kemudian ada sebuah peristiwa yang menghantamku. Dan membuat aku berbalik arah."
Peristiwa apa?
Sungmin mengernyit dan menatap Kyuhyun, ingin bertanya. Tetapi lelaki itu berdiri di sebelahnya dengan tatapan menerawang, seolah sedang larut ke dalam masa lalunya, sehingga Sungmin kembali diam, menatap laut dan mendengarkan.
"Aku berubah menjadi lebih baik, berusaha menjadi lebih baik. Dan aku benar-benar sudah menjadi baik ketika aku bertemu kau." Kyuhyun menghela tubuh Sungmin ke arahnya, dan mereka berhadap-hadapan. "Sejak aku mencintaimu."
Dipeluknya Sungmin erat-erat. Beberapa hari ini dia sangat bahagia. Tertawa bersama Sungmin, menghabiskan setiap menit bersama perempuan itu, dan tidak pernah merasa bosan. Kebahagiaan itu menyelipkan seberkas rasa takut di benak Kyuhyun, setiap dia menatap Sungmin yang tersenyum kepadanya, tanpa dapat ditahannya pertanyaan-pertanyaan selalu muncul di benaknya, Bagaimana kalau Sungmin tahu kenyataan yang sebenarnya? Apakah Sungmin mau tersenyum lagi kepadanya? Apakah Sungmin akan meninggalkannya?
Kyuhyun takut menghadapi itu semua. Membayangkan kalau Sungmin pada akhirnya mengetahui semua itu secara tidak sengaja. Mungkin Sungmin melihat berita di masa lalu, atau bertemu dengan orang di masa lalu yang kebetulan tahu tentang kecelakaan itu dan masih mengingat Kyuhyun, atau banyak kejadian lainnya yang bisa membuat Sungmin tahu. Jauh di dalam lubuk hatinya, sebenarnya Kyuhyun sangat ingin menahan Sungmin di pulau ini. Jauh dari kehidupan luar, berbahagia di dalam surga mereka sendiri tanpa ada gangguan dari pihak manapun.
Tetapi tentu saja itu tidak mungkin. Mereka mau tidak mau harus kembali ke dunia nyata. Dengan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Kyuhyun harus bersiap menghadapi yang terburuk setiap saat. Apakah Sungmin akan menuduhnya sebagai pembohong besar? Membangun pernikahan mereka di atas sebuah kebohongan?
Apakah dia harus memberitahu Sungmin sekarang?
Tidak.
Ini bukan saat yang tepat. Mereka begitu berbahagia sekarang. Saat-saat ini terlalu berharga untuk dinodai oleh kebencian di masa lalu.
Kyuhyun menelan ludahnya dan mengangkat dagu Sungmin, agar menatapnya,
"Berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku, apapun yang akan terjadi nanti."
Lelaki itu tampak bingung. Sungmin membatin. Kenapa Kyuhyun tampak begitu bingung? Apa yang sebenarnya berkecamuk di dalam hati lelaki itu?
"Berjanjilah, Sungmin." Suara Kyuhyun mendesak, dipenuhi oleh kebutuhan.
Sungmin menyentuhkan jemarinya dengan lembut di alis Kyuhyun yang berkerut, mencoba menenangkan suaminya.
"Aku berjanji, Kyuhyun."
Suaminya mendesah lega, dan memeluknya era-erat. Mereka berpelukan diiringi deburan ombak dan taburan bintang.
-oOo-
"Kau harus mengatakan kepadaku." Lagi-lagi Jungmo menghalangi jalan Solbi di lobi apartemennya.
Solbi menatap Jungmo dengan jengkel. Beberapa hari ini Jungmo sangat mengganggunya. Lelaki itu muncul di mana saja, berusaha mengorek-orek rahasia yang mungkin disembunyikan oleh Solbi.
"Aku bisa menyuruh polisi menangkapmu kalau kau terus menguntit dan menggangguku seperti ini."
"Tidak perlu sampai seperti itu." Jungmo menarik napas frustasi. "Aku cuma butuh jawaban."
"Bukankah aku sudah menjawabmu? Kau berkali-kali bertanya kenapa aku merayumu malam itu. Aku sudah menjawab, mungkin karena aku sedang ingin bercinta! Titik! Itu saja jawabanku. Tetapi kau masih terus-menerus menggangguku. Sebenarnya kau ingin jawaban apa?"
"Karena jawabanmu bohong." Jungmo menatap Solbi tajam. "Katakan padaku yang sebenarnya Solbi, atau aku akan terus mengganggumu."
"Baiklah!" Solbi setengah menjerit, tak tahan lagi. "Aku merayumu karena Kyu— maksudku GuiXian yang menyuruhku. Dia ingin membuat Sungmin memergokimu sedang bercinta denganku!"
"Kenapa GuiXian sajangnim ingin kau melakukan itu, Solbi? Apa yang dia inginkan dari Sungmin?"
Solbi mengerang. Jungmo tidak akan berhenti mengorek informasi, dan dia tanpa sengaja telah membocorkan informasi penting kepada lelaki ini. Ya ampun. Kyuhyun akan amat sangat marah kepadanya.
"Aku tidak tahu. Dia memintaku dan aku melakukannya. Aku tidak bertanya apa tujuannya dan kenapa. Kalau kau memang ingin tahu, tanyakan pada GuiXian sajangnim sendiri." Solbi mengibaskan rambutnya dan membalikkan tubuhnya, kemudian berhenti dan menatap Jungmo penuh peringatan. "Jangan menggangguku lagi, Jungmo. Atau aku akan melaporkanmu kepada polisi atas perbuatan tidak menyenangkan, dan aku tidak main-main." Serunya sebelum melangkah pergi, meninggalkan Jungmo termenung di sana.
Dahi Jungmo berkerut memikirkan jawaban Solbi. Jantungnya berdegup kencang. Jadi benar semua dugaannya. Semua ini sudah direncanakan oleh GuiXian sajangnim. Lelaki itu dari awal mungkin sudah mengincar Sungmin dan berniat menyingkirkannya, meskipun dengan cara yang licik. Jungmo menggertakkan giginya. Dia telah dijebak dan dipermalukan di depan Sungmin, tanpa kesempatan untuk membela diri. Kemudian Sungmin mencampakkannya begitu saja untuk menikahi GuiXian sajangnim.
Jungmo tidak akan tinggal diam. Dia akan membalas, ketika waktunya sudah tepat nanti.
-oOo-
"Aku ingin kau segera hamil." Kyuhyun tersenyum sambil mengusap perut Sungmin. Mereka sedang berbaring di atas ranjang, bersiap untuk tidur setelah percintaan mereka yang panas dan bergelora. Tubuh mereka telanjang di balik selimut, saling memeluk erat.
Sungmin yang sudah setengah tertidur di pelukan Kyuhyun langsung terjaga mendengarnya. Hamil, mengandung anak Kyuhyun. Pikiran itu terasa begitu menyenangkan untuknya. Memiliki anak-anak dari Kyuhyun, yang tampan dan eksotis dengan rambut gelap dan mata berkilauan, pasti amat sangat membahagiakan.
"Apakah kau mau mengandung anak-anakku?"
"Tentu saja, Kyu." Sungmin tersenyum dan mendongakkan kepalanya, menatap Kyuhyun lembut. "Kau kan suamiku. Pikirmu aku akan mengandung anak siapa kalau bukan dirimu?"
Kyuhyun tertawa, tawa yang dalam dan terdengar seksi di telinga, mengalun lembut. "Kalau begitu kita harus giat mengusahakannya."
Sungmin mengangkat alisnya. "Kau melakukannya pagi, siang, sore, dan malam. Kurang giat apalagi?"
Tawa Kyuhyun memenuhi ruangan. Dia memeluk Sungmin dengan lembut, berdoa semoga kebahagiaan ini tidak pernah berakhir.
-oOo-
Seluruh pelayan sudah kembali ke rumah pagi ini dan kegiatan berlangsung seperti biasa. Sungmin sedang di dapur belajar membuat kue kelapa bersama Zhoumi. Ketika suara ribut-ribut terdengar dari lorong, yang mau tak mau terdengar sampai ke dapur. Itu suara Kyuhyun, lelaki itu sedang mengumpat-umpat di telepon. Mengumpat-umpat?
"Bagaimana mungkin dia bisa lolos? Ini pulau pribadi. Tidak sembarang orang bisa kemari." Kemarahan tercermin jelas dalam suara laki-laki itu.
Suara di seberang telepon menjawab, tampak mencoba menjelaskan dengan panik. Tetapi kemudian Kyuhyun memotongnya dengan tajam.
"Sudah. Kita bicarakan keteledoran yang dibuat anak buahmu nanti. Kau yang harus menanggung ini semua. Nanti. Begitu aku selesai membereskan masalah ini." Lalu Kyuhyun menutup telepon dengan kasar. Membuat Sungmin merasa kasihan pada siapapun yang menjadi lawan bicara Kyuhyun di telepon.
Beberapa detik kemudian pintu dapur terbuka, dan Kyuhyun masuk dengan wajah serius.
"Sungmin." Kyuhyun memanggil dari ujung dapur. Membuat Sungmin yang sedang bertaburan tepung dan membantu Zhoumi membentuk kue di cetakan menoleh.
"Ya, Kyu?"
"Kemari, aku ingin bicara."
Kyuhyun tidak pernah sekaku ini ketika berbicara kepadanya, membuat Sungmin mengerutkan keningnya. Apakah lelaki itu sedang marah. Kepada siapa? Kepadanyakah?
Dengan hati-hati dia melangkah keluar dapur, mengikuti Kyuhyun ke arah teras samping. Kyuhyun berdiri di sana, mondar-mandir dengan wajah gusar.
"Ada apa, Kyu?"
Lelaki itu melangkah mendekati Sungmin dan merengkuh kedua bahunya, membuat Sungmin dekat dengannya.
"Anak buahku mengacau. Kita akan kedatangan tamu. Bukan tamu yang menyenangkan, tetapi kita terpaksa menampungnya beberapa hari demi kesopanan. Aku harap kau mengerti."
Sungmin menganggukkan kepala. Sedikit lega mendengar perkataan Kyuhyun. Jadi hanya karena masalah itu? Seorang tamu, meskipun terasa aneh karena datang di bulan madu mereka, tampaknya tidak menjadi masalah besar. Sungmin pasti bisa menghadapinya. Kalau begitu kenapa Kyuhyun masih tampak begitu gusar?
Kyuhyun yang masih mencengkeram kedua bahu Sungmin mendesah kesal. "Dia bukan tamu biasa. Dia mungkin datang untuk mengacau, seperti yang Victoria ramalkan. Aku minta maaf, Sungmin. Aku tidak menyangka dia akan seberani itu, menyusulku kemari."
"Siapa, Kyu?" Sungmin berubah waspada, karena Kyuhyun tampak begitu serius tentang tamu yang satu ini.
Kyuhyun menatap Sungmin pahit. "Dia mantan kekasihku, Sungmin. Anak buahku mengatakan dia tidak bisa mencegah kedatangannya kemari. Sekarang dia sedang dalam perjalanan dengan perahu boat kemari. Maafkan aku."
-oOo-
Memikirkan bahwa Kyuhyun mempunyai mantan kekasih sebelumnya, yang tentunya juga berbagi hal-hal intim bersama lelaki itu sungguh membuat semuanya terasa aneh.
Seharusnya Sungmin siap. Eunhyuk dulu pernah mengatakan kepadanya bahwa Kyuhyun pernah punya beberapa kekasih yang berhubungan dengannya tanpa status. Sungmin mungkin bisa melupakan itu semua kalau situasinya tidak seperti ini. Seorang mantan kekasih yang nekad tampaknya bertekad merebut Kyuhyun kembali. Dan Sungmin harus menghadapinya.
Astaga. Kenapa dia ada di dalam situasi begini? Apa yang harus dia lakukan?
Dengan bingung Sungmin memencet nomor ponsel Eunhyuk. Dalam deringan kedua ponsel itu diangkat.
"Ada apa, Min? Apa kau sudah pulang dari bulan madumu?"
"Bukan, Hyuk. Aku ingin menanyakan sesuatu."
"Tentang apa?"
"Tentang mantan kekasih Kyuhyun."
Sejenak Eunhyuk tertegun di seberang sana, lalu bergumam ragu. "Well, sayang. Menurutku ketika kita sudah menikah dengan seseorang, tidak perlu mengungkit-ngungkit masa lalu, apalagi mencari informasi tentang mantan pacar pasangan kita..."
"Bukan begitu, Hyuk. Aku bukannya ingin menyelidiki masa lalu Kyuhyun. Aku hanya ingin tahu apa yang harus kuhadapi. Mantan kekasih Kyuhyun. Entah yang mana tampaknya tidak terima dengan pernikahan ini, dan entah dengan jalan cerdik apa berhasil menyusul ke pulau ini. Dia sedang dalam perjalanan kemari, dan sebentar lagi sampai."
"Apa?" Eunhyuk memekik marah. "Siapa perempuan tidak tahu malu itu?"
"Kata Kyuhyun, namanya Seohyun."
"Seohyun. Oh, astaga!" Suara Eunhyuk tertelan di seberang sana.
Sungmin mengernyitkan kening, tiba-tiba diserang perasaan buruk karena kediaman Eunhyuk. "Ada apa, Hyuk? Kenapa kau terdiam?"
"Karena mantan pacar yang kau hadapi adalah musuh yang paling berat." Eunhyuk menghela napas panjang. "Seohyun bisa dikatakan kekasih permanen GuiXian sajangnim, dia selalu kembali kepada perempuan itu. Seohyun adalah perempuan keras yang mandiri, tampak tidak butuh laki-laki, dan hubungannya dengan GuiXian sajangnim hanya demi kenikmatan semata. Tetapi sepertinya dia tidak rela GuiXian sajangnim menjadi milik perempuan lain, karena dia terbiasa memiliki GuiXian sajangnim untuk dirinya sendiri." Eunhyuk menghela napas panjang. "Dia sangat pandai mengintimidasi lawannya. Hati-hati, Sungmin. Jangan sampai kau tertekan di bawah auranya."
Sungmin mendesah ketika pembicaraannya dengan Eunhyuk berakhir. Ternyata mantan pacar Kyuhyun yang akan datang kemari adalah yang paling hebat di antara semuanya. Jantung Sungmin berdetak penuh antisipasi. Menanti apa yang akan terjadi nanti.
-oOo-
Ketika perempuan itu memasuki rumah, dengan koper-kopernya dibawa oleh para pelayan, Sungmin yang berdiri di belakang Kyuhyun merasa bahwa mimpi buruknya benar-benar datang. Bagaimana mungkin dia bisa menghadapi perempuan ini? Dia bagaikan dewi yang datang dari surga. Keseluruhan dirinya sangat sempurna. Dari caranya berpakaian yang berkelas, tubuh sempurnanya yang indah, bentuk wajahnya yang klasik dan sensual, dibingkai oleh rambut panjang indah berkilauan. Bahkan bentuk alisnya pun sempurna. Sungmin mengamati diam-diam dan merasa letih tiba-tiba.
"Kenapa kau datang kemari, Seohyun?" Kyuhyun yang menyapa Seohyun duluan, sikapnya waspada dan tidak bersahabat.
Seohyun menatap Kyuhyun dan tersenyum manis. "Kenapa kau tidak kemari dan memelukku seperti biasanya, Kyu? Aku rindu pelukanmu." Suara Seohyun terdengar rendah dan seksi. "Dan kenapa aku kemari? Itu karena aku merindukanmu. Aku pulang dari luar negeri dan menunggu panggilanmu. Biasanya kau akan menghubungi dan menemuiku, aku sudah tak sabar melewatkan waktu berdua denganmu. Tetapi kau tidak mengunjungiku. Lalu kudengar kau sedang ada di pulau ini, jadi aku menyusulmu kemari."
Seohyun sudah jelas menyadari kehadiran Sungmin di belakang Kyuhyun, tetapi hal itu tidak membuatnya menahan kata-kata vulgar dan penuh rayuannya kepada Kyuhyun. Apakah Seohyun tidak tahu bahwa Kyuhyun dan Sungmin sudah menikah? Sungmin menghela napas dan mengalihkan pandangan kepada Kyuhyun. Suaminya itu tampak tidak suka dengan kata-kata Seohyun. Lelaki itu mundur, seolah menjaga Sungmin dari sambaran Seohyun.
"Aku sedang berbulan madu, Seohyun. Dengan istriku."
"Oh?" Seohyun tampak tidak kaget. Berarti perempuan itu sudah tahu bahwa Sungmin adalah istri Kyuhyun, betapa kejamnya dia mengucapkan kalimat penuh rayuan tadi kalau begitu. "Tidak masalah untukku." Suara Seohyun terdengar manis. "Aku ingin bertemu denganmu, Kyu. Bukan dengan istrimu." Dengan langkah anggun dia mendekat dan berdiri di depan Kyuhyun dan Sungmin. Matanya dengan sengaja menelusuri Sungmin dari atas ke bawah. Sungmin tentu saja tidak sama dengan Seohyun, dia tidak mengenakan baju rancangan desainer ternama, hanya mengenakan kemeja longgar berwarna putih dan celana jeans yang sudah memudar warnanya.
Senyum Seohyun kemudian lebih seperti senyuman mencemooh. "Sungmin bukan nama istrimu." Seohyun tersenyum manis kepada Kyuhyun, seolah tidak menganggap Sungmin ada, "Aku ingat saat-saat manisku ketika aku mendengar nama Sungmin." Senyum Seohyun tampak penuh arti dan tatapannya menggoda penuh rahasia, yang seketika itu juga membuat wajah Kyuhyun merah padam karena marah.
Seohyun tertawa ketika melihat reaksi kemarahan Kyuhyun yang diharapkannya karena sindirannya, dia mengedikkan bahunya ke arah tangga. "Kuharap pelayan bisa menunjukkan di mana kamar tamunya, aku lelah karena perjalanan ini. Mungkin aku akan istirahat dan tidur sejenak." Dengan nakal dikedipkannya matanya kepada Kyuhyun. "Meskipun aku tidak akan menolak kunjungan singkat di siang hari seperti yang biasanya kau lakukan dulu, Kyuhyun." Seohyun membalikkan tubuhnya dan melangkah anggun. Meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin yang membeku di dalam keheningan. Keheningan tidak mengenakkan yang menyesakkan dada.
...
...
...
TBC
Updateee! Update nya ga terlalu cepet, kan?
Mungkin kemaren Kyu sama Min baru nikah jd agak kaku. Chap ini udah ga kaku lg, kan?
Gimana? Udh puas sm KyuMin momentnya? Untuk Seo sama Jungmo... No comment, deh. Hahaha.
Maaf juga untuk NC yg alot. Gak hot, dsb.-.v
Sekali lagi mohon maaf untuk typo(s)-_-
Apa di chap ini masih ada typo? Jika ada, maafkan hamba-_-
Thanks to; miss key, dewi k tubagus, KobayashiAde, cuttianisa, MinnieGalz, dzdubunny, adekyumin joyer, pink, Hyugi Lee, SJfFar, Nurlarasati13, dirakyu, HachiBabyMinnie, bebek, PaboGirl, nuora, Heldamagnae, minhyunni1318, Kyumin13, gwansim84, nurichan4, cloudswan, jouleey peetz, cho hyo woon, deviyanti137, ChoKyunnie, pipini, gyeomindo, Ai Rin Lee, TsubakiMing, HeeKitty, Isungyi, lee minchan 330, Baby Kim, Lilin Sarang Kyumin, bunnyblack FLK 136, abilhikmah, sunghyeki, ryse14, Lady Ze, mikan ELF, KyuMin48, audrey musaena, riii-ka, MalajaeWook, kim yuisa, chaerashin, stalkyumin, milky andromeda, Zebri JOY, nananhf, lisa, pinzame, tarry24792, ChieKyu-YeWook, Kim Min Ah, dyororo89, ChoiMerry-Chan, Vincent Brianna Cho, prfvckgyu, Chikyumin, purple137, yoonique, I was a Dreamer, aekyoming137, Lee cha woon, KyoKMS26, fariny, guest, dan para sider.
Last, Review please?:)
