俺と君の契約/Ore to kimi no keiyaku/Kontrak antara aku dan kamu.
Crossovers: NARUTO,.Highschool DxD.
Genre:Romance,.Drama,.Hurts/Comfort,.School.
Charakter: [Uzumaki Naruto,. Sona Sitri]
Episode: 08 Bukti Cinta Naruto

Naruto melanjutkan perjalanannya menuruni tangga, kali ini Naruto kembali ke UKS memastikan keadaan Sona dan saat Naruto kembali terlihat, Sona masih terbaring pingsan, ia belum juga sadarkan diri.

"Sensei, bagaimana keadaannya, kenapa dia belum sadar juga?" tanya Naruto sambil menatap ke arah Sona dengan pandangan khawatir, tatapan Khawatir Naruto dapat ditangkap dengan jelas oleh guru yang bertugas di UKS tersebut.

"Dia baik baik saja, dia hanya perlu istirahat lebih lama dari biasanya, Naruto apa kau sebegitu khawatirnya dengan Sitri-san, sebentar lagi jam masuk kelas, nanti kalau kau terlambat masuk kelas kau bisa mendapatkan nilai E loh" ucap sang guru memperingati.

Mendengar hal itu Naruto terdiam, lalu memandang Sona dan duduk di samping kasur milik Sona ia menggenggam erat lengan Sona terlihat air mata Naruto menetes.

"Tolong" gumam Naruto.

"Hah, tolong, kamu minta tolong apa?" tanya sang guru.

"Tolong ijinkan aku untuk tetap diruangan ini sampai Sona sadar, aku ingin menemaninya" jawab Naruto.

"Em baiklah sensei mengerti, kau aku ijinkan untuk berdiam diri disini, tapi sebelum itu, boleh aku bertanya sesuatu"

"Apa itu?" tanya Naruto.

"Kenapa kau begitu perhatian pada Sona, bukankah hubungan kalian hanya kontrak?" tanya guru tersebut.

Naruto sedikit terkejut ketika mengetahui kalau guru penjaga ruag kesehatan siswa itu mengetahui hubungan mereka yang sebenarnya hanya sebatas kontrak.

"Dari mana sensei tau hubungan kami?" tanya Naruto.

"Aku adalah teman curhatnya Sona, jadi itu sebabnya sensei bisa tau hubungan kalian yang sebenarnya" ungkap sang guru.

"Oh begitu, ku kira kau seorang peramal atau apa" ucap Naruto lagi, lalu Naruto pun kembali menatap ke arah Sona.

"Aku hanya tidak ingin merasa kehilangan untuk yang kedua kali, aku akan melakukan apa saja untuk mempertahankan hubunganku dengan Sona, bahkan jika itu hanya berlaku untuk 3 tahun saja" tambah Naruro dengan menjawab pertanyaan sang guru.

"Haaah, kau ada ada saja, oh iya aku pergi dulu, kau jaga dia baik baik" ucap sang guru meninggalkan Naruto, memberikan kedua pasangan itu waktu untuk berduaan

Dikamar itu terlihat Naruto, tetap setia menunggu kesadaran Sona, bahkan ia sampai tertidur di disamping Sona dengan tangannya menggenggam telapak tangan kanan Sona, Sona yang sudah pingsan cukup lama akhirnya sadar dan ia kaget merasakan sesuatu yang hangat di telapak tangan kanannya dan saat ia membuka mata terlihat ternyata itu adalah Naruto yang menggenggam telapak tangannya dengan kedua tangannya.

Naruto juga terlihat terlelap sembari menunggu Sona, bangun, Sona yang melihat kejadian yang ada di hadapannya hanya bisa diam dan tak berkata apa apa, ia melihat ke arah jam tangannya.

"Ini bukannya sudah waktunya untuk masuk kelas, kenapa dia masih ada disini?" gumam tanya Sona.

"Karena dia ingin menemanimu Sona" ucap suara yang muncul tiba tiba dibarengi pintu UKS yang terbuka dan memperlihatkan seorang guru perempuan, berambut hitam panjang di ikat pony tail ia adalah guru penjaga UKS sekaligus teman curhatnya Sona.

"Bukankah harusnya kau bisa menyuruh dia untuk pergi ke kelasnya kenapa kau membiarkannya?" tanya Sona dengan nada datar.

"Aku tidak bisa melarangnya, karena ia meminta secara baik baik, meski dia adalah seorang berandalan sekolah, tapi sebenarnya ia lebih setia dibandingkan orang orang so baik, terutama mantan pacarmu itu, hanya karena ia tau tentang penyakitmu ia langsung pergi meninggalkanmu, lihatlah dia, ketika kau tak sadar sadar, ia terus menemanimu, di sekolah ini, kurasa sudah tidak ada orang yang seperti dia Sona, harusnya kau bersyukur memiliki dia" ungkap sang guru.

"Tapi sensei, apakah kau yakin ia tidak akan meninggakanku kalau ia tau akan penyakit yang akan merenggut nyawaku dalam 3 tahun lagi, apalagi dia juga pernah ditinggal mati kekasihnya dan kekasihnya juga punya penyakit?" gumam tanya Sona, ia meragukan perasaan Naruto.

"Aku rasa dia bukan orang yang seperti itu Sona, dia pernah bilang seperti ini loh ( Aku hanya tidak ingin merasa kehilangan untuk yang kedua kali, aku akan melakukan apa saja untuk mempertahankan hubunganku dengan Sona, bahkan jika itu hanya berlaku untuk 3 tahun saja)" itulah katanya, kata kata itu bukanlah kata kata orang yang akan meninggalkanmu.

"Benarkah ia pernah berkata seperti itu?" tanya Sona.

"Em, tentu saja, jujur saja, dari pada matan pacarmu yang bernama Saji Genshirou yang punya repotasi bagus di sekolah dan menjadi idola banyak perempuan seperti halnya Issei Hyoudou dan Vali Lucifer, aku lebih menyukai Berandalan seperti Naruto yang jujur dan setia, aku bisa melihat air mata kesedihan menetes di matanya, pancaran matanya juga memperlihatkan kejujuran" ungkap sang guru pada Sona.

"Jujur yah" gumam Sona sambil menatap tampang polos Naruto yang membaringkan kepalanya di atas ranjang tempat dimana Sona berbaring, yah Naruto tidur di kursi dan membaringkan kepalanya di tilam atau kasur yang ada di ranjang UKS tersebut, Sona mengelus rambut dan tampang polos Naruto dengan lembut.

Terlihat Naruto nampak membuka matanya secara perlahan, lalu bangun sambil mengocek matanya dan setelah itu ia menatap Sona dengan tersenyum.

"Kau sudah sadar rupa nya, aku sangat senang" gumam Naruto.

"A, em, kenapa kau ada disini, harusnya kau berada di kelasmu, kau tau reportasimu sangat buruk di sekolah ini jika kau bolos begini bisa bisa nilaimu turun di bawah rata rata" ucap Sona pada saat itu.

"Aku hanya tidak ingin kehilangan lagi, meski hanya sementara, aku tidak bisa meninggalkanmu, kau tau, kalau pun aku pergi ke kelas, aku tidak akan bisa menghilangkanmu dari pikiranku, dan hal itu sama saja akan membuaku kembali kemari" ungkap Naruto sambil menatap ke arah Sona.

Naruto pun mengarahkan pandangannya ke arah lain.

"Aku memang kuat namun aku jauh lebih lemah dari yang lain" ungkap Naruto.

"Maksudnya?" tanya Sona kurang mengerti akan maksud dari perkataan Naruto.

"Aku tidak ingin tersakiti dengan cara yang sama untuk kedua kalinya Sona, jadi bisakah kau katakan apa yang kau rahasiakan, aku ingin kita membicarakan kelanjutan hubungan kita ketika aku sudah mengetahuinya dari mulutmu sendiri, soal bagaimana mengakhiri hubungan pacar kontrak ini tergantung pada kata katamu secara langsung" ucap Naruto pada Sona.

Sona dan guru UKS itu sedikit kaget akan kata kata Naruto, Sona pun mengatakan semuanya secara jujur dengan Naruto, jujur ia tidak ingin membuat Naruto tersakiti untuk sekali lagi, dan berikutnya adalah jawaban dari Naruto yang menentukan hubungan mereka dan masa depan Sona.

"Apa tanggapanmu soal penyakitku ini Naruto, aku bisa mewajarkan kalau kau memutuskan untuk menjauhiku sekarang" ungkap Sona

"Menurut pernyataanmu tadi maka aku akan menghentikan kontrak" ucap Naruto pada saat itu, dan mendengar hal itu Sona dan guru UKS itu kaget, mereka tidak menyangka

Tapi Sona hanya menghela nafas ia mencoba melapangkan dada dan mewajarkan pilihan Naruto.

"Hoy apa kau serius dengan perkataanmu bocah! Berani sekali kau menghancurkan Ekspetasiku terhadap pendapatku tentang dirimu hah!" seru sangguru pada Naruto.

Naruto tak peduli dan terlihat ingin melanjutkan kata katanya dengan menatap serius Sona dan guru yang ada disana.

"Aku ingin hubungan kita tetap berlanjut tanpa harus ada dasar kontrak" tambah Naruto dengan santainya lalu wajahnya nampak tersenyum.

Sona yang mendengar jawaban dari Naruto hanya bisa kaget dan terdiam, begitu juga guru UKS yang tadi marah marah, langsung diam seribu bahasa sampai sampai suara jangkrik terdengar di ruangan tersebut.

"A a a anu, Na naruto-kun apa ma maksud da dari perkataanmu?" tanya Sona dengan nada gugup.

Naruto langsung mengalihkan pandangan dengan wajah yang merona merah.

"Mah, mungkin aku hanya orang yang so kuat dan mungkin jawabanku ini hanyalah sebuah harapan palsu yang manis, apa kau masih mau mendengarnya?" jawab Naruto dengan pertannyaan.

"Hooooh, aku mengerti bocah, kau benar benar anak yang mengejutkan, padahal hanya seorang berandalan sekolah heh!" ucap guru yang menjaga ruang kesehatan tersebut

"Argh kata katamu benar benar menusuk, untuk seorang guru perawat kau benar benar berlidah tajam" ungkap Naruto menatap sinis sang guru dan gurunya hanya angkat bahu lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.

"Jadi sampai dimana tadi?" tanya Naruto

"Sampai aku meminta kau menjelaskan maksud dari perkataanmu" jawab Sona dengan tampang datarnya dan tatapan menyelidiknya.

"Aku ingin menjadi pacarmu yang sesungguhnya, tak peduli seperti apapun kondisimu, aku sudah siap karena kau adalah tipe wanita yang aku cari, kau adalah gadis yang aku idam idamkan, kau adalah orang yang sempurna untuk menggantikan Hinata, meski tidak sepenuhnya tergantikan, Soal penyakitmu, jika aku tidak menemukan cara untuk menyembuhkannya, maka aku akan menebus kesalahanku pada Hinata dengan membahagiakan dirimu sebelum kematianmu, aku akan melakukan hal apa saja yang ingin aku lakukan bersama Hinata dan juga melakukan hal apa saja yang sangat ingin kau lakukan sebelum hari kematianmu tiba" jawab Naruto panjang lebar.

"La lau bagaimana dengan dirimu, apa kau tidak akan tersakiti karena hal itu?" tanya Sona pada Naruto, Sona menanyakan hal itu dengan mata yang berkaca kaca, ia seperti tak sanggup untuk menahan rasa haru karena mendengar jawaban Naruto, yang ingin menjadi pacarnya yang sesungguhnya.

"Aku tidak masalah akan hal itu, asalkan aku sudah bisa membahagiakan dirimu itu sudah cukup, karena waktu itu aku belum sempat memberikan kebahagiaan di waktu waktu terakhir Hinata, jadi setidaknya aku bisa memberikan apa yang tidak bisa aku berikan pada Hinata kepadamu" ungkap Naruto sambil mengelus kepala Sona sambil tersenyum.

{Grep} Naruto cukup kaget mendapati dirinya secara tiba tiba dipeluk erat oleh Sona, wajah Naruto sedikit merona.

Naruto pun membalas pelukan Sona dengan lembut dan membisikan sebuah kata di telinga Sona.

"Mungkin terdengar sedikit kampungan tapi, aku ingin menjadi suamimu" ucap Naruto membisikan kata kata itu di telinga Sona.

Sona hanya tersenyum mendengar kata kata romantis dari Naruto, yah memang agak jadul dan jarang dipakai dalam merayu wanita, namun itulah yang membuat Sona tertarik dengan Naruto, Naruto berbeda dari kebanyakan para pria yang ada di jepang, terutama warna rambutnya, yah kalian taulah orang jepang itu mempunyai warna rambut yang berwarna hitam, tapi Naruto adalah orang jepang yang berambut pirang.

"Sona hanya diam saja dan membenamkan wajahnya di dada bidang Naruto Sona juga bisa merasakan kerasnya otot perut Naruto yang menandakan Naruto memang orang yang kuat secara fisik.

Dari luar ruangan Unit Kesehatan Sekolah.

Terlihat guru penjaga UKS itu tersenyum dari luar menatap ke arah Naruto dan Sona.

'Sona, akhirnya kau bisa menemukan seseorang yang tepat untukmu dan kau Naruto, aku harap kau bisa mengembalikan senyuman Sona sebanyak mungkin' batin sang guru yang bekerja di UKS tersebut.

Di dalam ruangan UKS.

"Arigato, hik hik hik, Arigato, Naruto-kun, kau masih mau bersama orang yang berpenyakit sepertiku hik Arigato!" tangis Sona dalam pelukan Naruto.

Naruto mendekap Sona dan mengelus rambutnya dengan pelan menenangkan Sona.

"Sama sama, Sona aku senang kau mau menjadi pacarku, tak akan aku lepaskanku sampai waktu menjemput, aku akan tetap bersamamu, kau adalah yang kedua dan yang terakhir dalam hidupku, aku tak akan pernah membuka hatiku lagi setelah Hinata dan kau tak akan ada lagi wanita dalam hidupku" ucap Naruto mengungkapkan perasaannya pada Sona.

"Naruto kau tidak perlu berpura pura tegar, dalam menghadapi hal ini, jika kau menemukan seseorang yang bisa menjadi penggantiku, jangan kau abaikan, raihlah dia seperti kau meraih aku dan Hinata" ucap Sona.

"Aku tidak bisa, kau sudah aku tetapkan sebagai yang terakhir, aku tidak mau lagi cukup kau dan kau saja dalam hidupku, Hinata memang tak tergantikan namun aku tidak mau menambah wanita di dalam hatiku lagi, cukup kalian berdua saja dalam hidupku, aku tidak ingin lagi" ucap Naruto sembari menangis air mata Naruto menetes dan membasahi wajahnya sendiri lalu mengalir dan menetes membasahi bahu Sona.

"Jangan kau merasa kalau kematianku adalah akhir dari segalanya, aku yakin ada wanita yang jauh lebih baik dari pada aku dan Hinata, jadi sampai saat itu tiba, aku dan Hinata akan melihat dirimu bahagia dengan wanita yang jauh lebih baik dari kami, aku ingin kau bisa memiliki keturunan yang baik dari ibu yang baik, jujur aku tidak ingin kehilangan dirimu tapi aku sadar kalau aku tidak akan bisa memberikanmu keturunan karena umurku yang sangat singkat maaf" ucap Sona dengan nada sedih.

Naruto yang mendengar pernyataan Sona hanya diam saja, ia sudah bertekat dari pada jatuh cinta lagi untuk yang ketiga kali ia lebih memilih untuk mati bersama dengan Sona jika ia tidak bisa menyembuhkannya, namun itu hanya ia ucapkan dalam hati atau pikirannya saja, karena ia tidak ingin di protes oleh Sona.

Beberapa hari setelah kejadian itu.

Terlihat hubungan Sona dan Naruto begitu mesra bahkan terlihat seperti sepasang kekasih yang sesungguhnya, yah itu karena mereka sudah menikmati hubungan mereka tanpa harus memikirkan masa kontrak dan hubungan mereka sekarang memang sudah selayaknya sepasang kekasih yang sebenarnya, banyak orang yang terheran heran akan kejadian tersebut.

Dimana ada seorang gadis bermuka datar dan seorang lelaki menakutkan dengan reportasi terburuk di sekolah bisa menjadi pasangan mesra selayaknya orang normal, bahkan terlihat lebih romantis, karena melihat sisi lain dari Naruto yang sangat lembut pada Sona, membuat para gadis dan orang orang mulai berani mendekat dan mencoba menjadi teman Naruto.

Tentu saja Sona kadang merasa cemburu, namun ia tahan karena ia yang hanya membawa kepedihan pada hati Naruto nantinya saat kematiannya, namun Naruto dengan cepat menyadari perasaan cemburu Sona dan langsung membatasi diri dengan wanita lain di kelasnya.

Hubungan ia dan Serafall juga selayaknya adik dengan kakak ipar yang sangat akrab, Naruto juga sudah bertemu dengan kedua orang tuaya Sona, dan hubungan mereka berdua diterima, kedua orang tua Sona tidak peduli akan status Naruto yang merupakan orang biasa dan masa lalunya yang merupakan Yankee atau berandalan.

Yang kedua orangtua Sona pikirkan adalah kebahagiaan Sona, jadi jika Sona bahagia siapapun yang membuat anak mereka bisa bahagia tak peduli kalau dari kalangan gelandangan sekalipun mereka akan menerimanya, karena mereka tak bisa berbuat apa apa, anak mereka suatu saat nanti akan meninggalkan dunia dengan cepat.

Di taman kota kemudian.

Terlihat Naruto dan Sona sedang berkencan bersama, mereka berdua berjalan di kerumunan orang banyak, di kota tidak terlalu banyak kendaraan bermotor, di kota kota jepang memang begitu, orang orang lebih memilih menggunakan sepeda atau ikut kendaraan umum dibandingkan menggunakan mobil pribadi.

Sehingga kota kota di negara jepang menjadi lebih luas karena hampir enggak ada kendaraan bermotor yang melintas, melainkan sepedalah yang banyak melintas.

Udara di kota jepang jadi sedikit bersih, banyak orang menatap pasangan NaruSona itu, mereka berdua terlihat begitu menikmati perjalanan kencan mereka, mulai dari nonton film, makan manisan seperti Creafe, dan bermain game yah walau kadang Naruto harus bersiap menahan tubuh Sona kalau Sona mulai kelelahan dan hampir pingsan, Naruto juga memperhatikan kondisi Sona dengan baik.

Hampir setiap hari dikala ada kesempatan Naruto datang ke rumah Sona untuk sekedar bertamu dan juga menjalin hubungan baik dengan keluarga Sitri.

"Oi Naruto" panggil dari ayahnya Sona.

"Ada apa tuan Sitri?" tanya Naruto pada ayahnya Sona.

"Setelah lulus nanti kau ingin melanjutkan ke mana?" tanya Ibu dari Sona.

"Hem, setelah lulus nanti yah, em aku ingin bersekolah ke Universitas ke dokteran" jawab Naruto.

"Eh kenapa?" tanya Serafall penasaran, meskipun ia sudah tau alasan Naruto, namun entah kenapa ia menanyakannya.

"Em aku juga sedikit penasaran kenapa Naruto-san memilih Universitas kedokteran" ungkap ayah dari Sona Sitri.

"Em aku juga penasaran kenapa Naruto-kun ingin masuk universitas kedokteran?" tanya Sona tiba tiba kepo dari arah dapur, kali ini Sona mengenakan pakaian berupa gaun putih polos, Naruto melihat Sona yang tampak cantik dengan gaun sederhana langsung merona dan merubah arah pandangnya.

"I itu ka karena aku ingin menjadi seorang Dokter yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit apa itu salah?" tanya Naruto pada Sona sambil mengalih ngalihkan pandangannya.

"Ufu, kau sudah mulai serius dalam menjalani hidup yah Naruto-kun" ungkap Sona lalu duduk disamping Naruto dan menyenderkan kepalanya di bahu Naruto.

Ayah dan ibunya Sona yang melihat kemesraan anak mereka hanya bisa tersenyum dan berharap kalau Naruto adalah orang yang tepat untuk anak mereka, memang dari yang mereka lihat Naruto bukanlah orang yang buruk.

"Eh ehhehehm, kalian boleh mesra mesraan tapi tolong ingat tempat" ucap Serafaall pada Sona, Sona yang sadar akan kelakuan langsung menghentikan tindakannya dan mengalihkan pandangannya dari Naruto.

Naruto hanya tersenyum melihatnya.

"Aku hanya ingin berusaha untuk bisa menjadi Dokter hebat agar bisa menyebuhkan penyakit misterius yang di derita oleh Sona-chan" tanggap Naruto sambil tersenyum manis.

"Hooooh, kalau memang itu yang kau mau, aku akan membiayai kuliahmu di luar negri Naruto-kun" ucap ayah dari Sona langsung tersenyum ke arah Naruto.

"Eh!" seru Sona dan Naruto kaget.

" A anda serius?!" tanya kaget Naruto dan Sona.

"Tentu saja, semua ini demi kesembuhan anak kami apapun kami lakukan, termasuk membiayai kuliahmu" tanggap ibu dari Sona.

"Tapi kemungkinan berhasilnya sangatlah kecil apa kalian ingin membuang uang kalian hanya untuk sesuatu yang tidak pasti?" tanya Naruto.

"Tentu saja selama masih ada harapan untuk kami agar anak kami bisa hidup lebih lama kenapa tidak" ungkap ayah dari Sona, Serafall yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja.

Sedangka Sona yang mendengar hal tersebut hanya bisa diam dan tercengang, ia tidak menyangka kalau kedua orang tuanya rela menghabiskan banyak uang untuk membuat ia sembuh.

"Ayah, ibu terimakasih, Serafall nee-sama terimakasih, Naruto-kun aku sangat sangat berterimakasih, kalian benar benar membuat hidupku menjadi lebih berwarna, aku tidak tau harus berkata apa lagi, Naruto-kun terimakasih karena telah mau menaniku, dan menjadi pacarku terimakasih" ucap Sona dengan air mata yang berhamburan.

Naruto yang melihat hal tersebut hanya bisa memberikan senyuman tipis lalu menghapus air mata Sona dengan perlahan lalu mengelus pipi lembut dari sang pacar, Naruto menatap wajah Sona dengan pandangan lembut agar Sona tidak ketakutan.

"Justru aku yang harusnya berterimakasih padamu, kalau saja, kalau saja kau tidak ada, aku tidak akan pernah bisa merasakan indahnya berbagi, mungkin aku akan selalu dipindahkan kalau kau tidak ada, aku senang karena dirimu aku bisa terselamatkan dari jurang kegelapan, sudah hentikan tangisanmu, anggap saja ini sebagai rasa terimakasihku padamu, Sona" ungkap Naruto sambil tersenyum.

"Naruto kau benar benar orang baik, kau telah membuktikan rasa cintamu pada Sona, kami sebagai keluarganya Sona hanya bisa mendukung hubunganmu dengan Sona berserta cita citamu, kami akan memberikan dukungan apapun yang diperlukan termasuk uang, andaikan kau tak berhasil menyembuhkan Sona, kami juga tidak masalah asalkan Sona bisa bahagia bersama denganmu" ucap sang ayah.

"Kalau begitu, aku akan berusaha untuk mendapatkan Beasiswa agar tidak terlalu membebankan kalian berdua" ucap Naruto.

"Dengan terus bersama Sona kau telah membebaskan kami dari beban yang sangat berat Naruto" ucap Serafall dan di berikan anggukan setuju oleh kedua orang tuanya Sona.

Singkat cerita di sekolah kemudian.

Sekarang Naruto telah menjadi bagian dari anggota OSIS ia membantu Sona dan kru OSIS lainnya untuk mempersiapkan acara festival tahunan Sekolah di jepang, mereka semua menyatukan pikiran untuk menggunakan uang anggaran sekolah untuk mengadakan acara yang cukup berkesan untuk para calon murid baru.

Meski sempat beradu argumen Naruto dan Saji tetap bisa bekerja sama dalam melakukan tugas mereka sebagai OSIS.

Terlihat Naruto membantu para siswa dari kelas satu sampai tiga untuk mendekorasi sekolah mereka atau ruang kelas mereka menjadi semenarik mungkin.

"Naruto-kun" panggil Sona.

{Tok tok tok} terlihat Naruto sedang memaku beberapa dekorasi kelas namun saat mendengar ada seseorang memanggilnya Naruto menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah seseorang yang memanggilnya, ternyata ada seorang gadis berpakaian Kouh akademy dengan kacamata bulat menghiasi matanya berambut hitam pendek dengan mata berwarna Violet terang.

"Sona-chan, ada apa?" tanya Naruto sambil menyerahkan palu dan paku pada salah seorang siswa tanda ia meminta siswa itu untuk melanjutkan tugasnya.

"Kemari sebentar" panggil Sona, Naruto pun menurut dan mendatangi Sona

Ketika Naruto sudah berada di dekat Sona, terlihat Sona memasang senyum manis ke arah Naruto, para siswa yang melihat senyuman Sona yang sangat jarang di tampakan langsung merona merah dan bergumam.

"Kawai" gumam para Jomblo.

"Naruto-kun bisa enggak ikut aku sebentar?" pinta Sona pada Naruto.

"Eeeeeem, kurasa tidak masalah" jawab Naruto, setelah itu Naruto dan Sona pun pergi bersama di ikuti pandangan tidak suka oleh Saji.

'Cih, dasar so mesra' batin seorang lelaki berambut pirang pucat.

Bersambung