A BTS Fanfiction.

Pair : Hybrid!Taehyung x GS! Yoongi (Taegi)

Rated : T (bisa berubah sewaktu-waktu)

Warn : paku-paku typo seringkali dijumpai.

Already published in WATTPAD.

Have a nice read!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Warning: THIS IS SMUT. A LIL' BIT SMUT.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Umh. . ."

Merasakan ada tangan melingkari pinggangnya, Yoonji hanya memberikan lirikan lalu kembali fokus pada kegiatannya mencuci piring. Kemudian ia merasakan geli disekitar lehernya, Yoonji menoleh sekilas dan menemukan kepala Taehyung menggusak manja di ceruk lehernya.

"Tae, hentikan." Ujar Yoonji memeringati. Ia berusaha fokus kembali ke pekerjaannya, namun sensasi geli di lehernya membuat konsentrasinya buyar. Yoonji menggeram kesal. Tepat ketika ia tak sengaja menjatuhkan piringnya di wastafel, beruntung tidak pecah, Yoonji menoleh kesal pada Taehyung yang masih bertingkah manja.

"Astaga, Taehyung!"

"Aw! Yoonji-ya, apa yang kaulakukan?" Seru Taehyung tak terima telinganya disentil keras sampai terlipat kuyu. Ia memajukan bibirnya dan menatap Yoonji dengan tatapan merajuk.

"Lepasin. Jangan nakal, Taehyung."

Plak

Satu tamparan di lengan yang masih melingkari pinggangnya tak membuat harimau dewasa itu melepaskan pelukannya. Kedua lengan kokohnya mempererat pelukan di pinggang ramping Yoonji sampai tidak ada jarak lagi diantara mereka. Taehyung menyeringai. Pendar matanya menunjukan ketertarikan dan ekornya mengibas-ngibas semangat.

Menyadari posisi mereka semakin absurd, buru-buru Yoonji menahan dada Taehyung untuk memberikan jarak di antara mereka.

"Ya, Ya, Yah!"

Ia mendongakan kepalanya menatap tajam Taehyung yang masih memasang seringai berbahaya.

"Yoonji-ya. . . Sekarang musim kawin bagi kami lho. . ."

Rona merah langsung menghiasi kulit pucat Yoonji. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat mendengar perkataan Taehyung. Yoonji bukan orang bodoh yang tidak tahu maksud dari perkataan Taehyung. Taehyung sengaja memberitahukan hal itu pasti karena ia ingin sesuatu.

"Lalu? Bukan urusanku! Lepas, Taehyung!"

"Tidak mau. . ." Tak menghiraukan pukulan di dada, meski ia akui pukulan Yoonji itu tidak main-main, ia terkekeh gemas melihat reaksi Yoonji, Tuannya. Ia mendekatkan wajahnya perlahan dengan tatapan mengunci bola mata jernih milik Yoonji. Kedua tangannya berpindah memegang kedua tangan Yoonji yang sedari tadi memukul dadanya, mencengkeramnya lembut agar tak menyakiti Yoonji. Ekor panjangnya ia lilitkan pada pinggang sang gadis lalu menarik tubuh kecil itu semakin rapat ke tubuhnya. Taehyung tak menginginkan ada jarak di antara kedekatan mereka yang begitu intim.

Yoonji terkunci. Pergerakannya benar-benar mati. Sebenarnya tidak sepenuhnya mati. Ia masih bisa menggunakan kakinya menendang pusaka berharga milik Taehyung, namun hal itu entah kenapa tidak bisa ia lakukan. Yoonji benar-benar tak bisa melakukannya untuk alasan tertentu.

Manik kelamnya menatap bola mata semanis madu milik Taehyung. Senyum lembut menghiasi wajah tampan milik pemuda tersebut. Membuat Yoonji merasakan desir aneh di dadanya. Bahkan ia merasakan wajahnya memanas. Tak sanggup melihat wajah tampan di hadapannya, Yoonji menolehkan kepalanya ke samping. Hal tersebut justru mengundang tawa dari bibir Taehyung.

"Astaga Yoonji. Padahal kau tidak melakukan apapun, tapi—"

Seketika senyuman lembut itu berubah jadi seringaian berbahaya. Wajahnya semakin mendekat sampai Yoonji bisa merasakan hembusan napas Taehyung menerpa telinganya. Membuat sensasi geli menyengat ke seluruh saraf tubuhnya hingga isi kepalanya blank.

"—you make me so high. . ."

Cup

Taehyung mengecup lembut leher Yoonji.

Melihat leher Yoonji bersemu merah sampai ke telinga membuat Taehyung tergoda untuk memberikan kecupan lebih. Leher putih pucatnya benar-benar terlihat ingin ditandai, dikotori.

"Nnh! I, Idiot! A, Apa yang kau—mnh!" Bibir mungil Yoonji bergetar saat hendak mengeluarkan protes, namun tiba-tiba sensasi geli dan basah membuat sekujur tubuhnya meremang dan pandangannya mengabur. Yoonji merasa paru-parunya begitu sesak dan jantungnya hampir meloncat keluar. Kepalanya luar biasa pening dan hal itu membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Bahkan tanpa ia sadari, bibirnya mengeluarkan lenguhan.

Taehyung kembali mengecup leher Yoonji seraya mengeluarkan lidahnya. Menjilati setiap inci permukaam kulit sehalus porselain milik Yoonji yang membuatnya mabuk kepayang. Aroma manis dari leher Yoonji sungguh membutakan kewarasan Taehyung. Dan kewarasaannya semakin tergerus ketika telinga sensitifnya menangkap lenguhan tak sengaja Yoonji.

"Fuck Yoonji!"

Tanpa sadar bibirnya mengumpat geram dan giginya saling bergesakan. Taehyung mencoba untuk tidak merusak Tuannya, tapi bila dihadapkan pemandangan cantik, di mana wajah Yoonji bersemu merah sampai ke leher dan telinga, bagaimana Taehyung bisa menolak melahap mangsa semenggiurkan Yoonji?

Tubuh Yoonji gemetaran di bawah kungkungan dan tatapan tajam Taehyung. Seluruh tubuhnya meremang dan memberikan sensasi aneh, tapi menyenangkan, yang berpusat di perutnya. Dadanya pun berdesir hebat dan hal itu semakin membuat Min Yoonji tak berdaya.

"Ta, Tae—nnh!"

Taehyung benar-benar diambang batas kewarasan. Ia menjadi gelap mata. Maka hal selanjutnya adalah menuruti kemauan hasrat terpendamnya, merusak Min Yoonji. Merusaknya sampai gadis itu meneriakan namanya dengan nada putus asa dalam kenikmatan yang ia beri, mencengkeram dan memeluknya erat seolah gadis itu tak memiliki pegangan apapun selain dirinya. Membuatnya lemah dan tak berdaya sehingga sebagian kewarasaannya hanya mengingat Taehyung, Taehyung, dan Taehyung.

Ekor Taehyung menyelinap ke dalam baju yang dipakai Yoonji. Memberikan sentuhan lembut pada kulit putih Yoonji yang tertutup baju. Merasakan tubuh sang tuan yang menegang dalam setiap sentuhannya, Taehyung semakin menempelkan tubuh Yoonji padanya. Kedua tangannya membawa tangan Yoonji mengalungkan pada lehernya. Satu tangannya menyingkap baju yang dikenakan Yoonji. Membelai kulit halus Yoonji dengan jemari-jemari kasarnya. Memberikan sensasi yang lebih nikmat dengan setiap sentuhan pada kulit mulus Yoonji. Sebelah tangannya lagi mengelus tengkuk Yoonji lalu menekannya.

"—nnh! Ta, Taehh. . ." Yoonji kembali melenguh. Bibir mereka saling bertemu dan memagut. Taehyung menciumnya begitu lembut dan liar di saat yang bersamaan. Lidahnya yang seperti terlatih itu memporak-porandakan seluruh isi rongga mulutnya. Yoonji hanya bisa membuka mulut pasrah. Jemarinya mencengkeram erat helai rambut Taehyung demi menyalurkan sensasi menyenangkan yang tak sanggup Yoonji tampung. Setiap sentuhan dan kecupan yang Taehyung berikan membuat seluruh tubuh Yoonji melumpuh. Bahkan ia hampir jatuh karena kakinya tak kuasa menahan beban dirinya kalau saja lengan kokoh Taehyung tak segera menahan tubuhnya.

Tanpa melepaskan pagutan bibir mereka, Taehyung mengangkat tubuh Yoonji duduk di atas westafel cucian piring. Kemudian mendorong punggung sempit itu hingga menempel telak ke dada bidangnya.

Yoonji menarik kasar rambut Taehyung. Berusaha memutuskan tautan bibir mereka karena ia merasa sesak di paru-parunya. Yoonji membutuhkan oksigen. Tapi melihat Taehyung yang tak peduli dan terus melumat bibirnya, Yoonji dengan sekuat tenaga yang tersisa menendang pusaka berharga Taehyung.

"Arrgh! Yo, Yoonji!"

"I, Idiot! Hahh. . . A, Aku butuh oksigen. Haah. . ."

Taehyung mencebik kesal. Padahal mereka tengah melakukan kegiatan panas, tapi seketika Yoonji menghancurkan segalanya dengan menendang Tatanya!

"Kau bisa memukul dadaku atau menjambak rambutku kalau ingin mengakhiri."

"A, Aku—haah. . . Sudah menjambak rambutmu, tapi kau terus menciumku, bodoh!"

Taehyung tertawa kecil. Ia tersenyum tipis melihat penampilan Yoonji yang luar biasa berantakan.

Wajah bersemu merah sampai ke leher dan telinga, bibirnya semakin merah dan bengkak bahkan ada saliva mengalir di sudut bibirnya. Taehyung yakin itu saliva mereka berdua. Terus bergulir ke bawah, ia melihat baju Yoonji tersingkap ke atas. Memperlihatkan bra merah yang ia kenakan serta—

Wow

Seluruh tubuhnya memerah.

Min Yoonji benar-benar terlihat berantakan dan panas.

Taehyung mendekat. Manik mata hazelnya menatap Yoonji yang berusaha mengatur napasnya. Gadis itu terengah-engah. Taehyung mendongakan kepala Yoonji. Menatap manik sewarna jelaga Yoonji dengan intens.

"Cantik."

Pandangannya menyayu. Fokusnya ke bibir bengkak Yoonji yang meneteskan saliva. Ia mengelus lembut bibir itu lalu sedikit menekannya hingga bibir bawahnya terbuka.

"Kau. . . Cantik. Cantik sekali, Yoonji." Bisik Taehyung tepat di depan bibir Yoonji.

Yoonji terdiam. Seluruh tubuhnya kembali meremang merasakan hangat napas Taehyung menerpa wajahnya. Ia kembali terengah-engah. Padahal Taehyung hanya berbisik sensual di depan bibirnya, namun Yoonji merasa begitu meleleh dan panas hanya karena pujian Taehyung. Tanpa ia sadari pandangannya menyayu menatap bibir bengkak Taehyung.

Kemudian yang kembali Yoonji rasakan adalah lembut.

Sentuhan lembut dan memabukan. Pergerakannya lembut dan selalu bisa mengikis kewarasannya. Menjadikan isi otaknya blank entah ke mana. Yoonji tidak tahu siapa yang memulai, tapi ia tidak peduli.

Sebab sensasi bibir Taehyung mencium lembut bibirnya adalah hal yang Yoonji butuhkan saat ini.

.

.

.

.

.

.

.

"KURANG AJAR! BANGUN! BANGUN KAU HARIMAU LAKNAT! CAIRAN APA YANG KAU KELUARKAN DARI—OH ASTAGA! SELIMUT KUMAMONKU!"

"MEEEOOOOOOWWWW!"

Seketika harimau kecil itu menjerit kesakitan karena tubuhnya terhempas ke lantai kamar Yoonji.

.

.

.

.

.

.

.

A/n :

AKU GAK PINTER BIKIN SMUT. JANGAN APA APAIN AKU.

Aku DOUBLE UPDET. YEAH. How? How? How?

Fic terinspirasi dari lagu WANNA ONE—ENERGETIC

YEAH, YOU MAKE ME SO HIGH, I'M SO CRAZY!