Yee~ Setelah berhari hari malas malasan dan sering ketiduran, akhirnya sempet update nau :3 Enjoy~

..

..

Soredemo Suki dayo! (Walaupun Begitu Aku Suka Padamu!) Chapter 09!

By YGHYGH

Fairy Tail is owned by Hiro Mashima-sensei

Pls RnR!

..

..


Levy dan Gajeel berhasil keluar dari bawah tanah.

Mereka sempat mencari keberadaan Sol tapi akhirnya mengabaikannya dan berjalan pergi.

Saat mereka sedang berjalan, mereka bertemu dengan seseorang, sebenarnya lebih tepat disebut boneka dari pasir yang berbentuk manusia.

Boneka pasir tersebut selalu menghalangi Gajeel dan Levy tiap mereka ingin melewati jalan tersebut.

Gajeel mencoba melawan tapi boneka pasir tersebut tetap tidak membiarkan mereka lewat.

Gajeel pun mulai tak sabar kemudian mengubah tangannya menjadi besi dan melemparkan tinjunya ke arah boneka tersebut.

Serangan Gajeel tepat menembus boneka tersebut tetapi tubuh boneka tersebut kembali semula dengan sendirinya.

Wajah Gajeel menunjukkan bahwa dia mulai sedikit kesal.

"Ah! Kita ambil jalan lain saja!" ucap Gajeel kesal kemudian membalikkan tubuhnya dan bersiap untuk berjalan pergi dan mencari jalan lain.

Levy mendekat ke Gajeel, "Idemu tidak jelek, tapi," Levy menunjuk beberapa boneka pasir yang mulai bermunculan di sekeliling mereka.

"Ya! Ya! Kalian mau apa!? Bertarung? Ayo! Seingatku sepanjang hari aku belum mendapat giliran bertarung," tantang Gajeel.

Gajeel pun berancang ancang bersiap untuk bertarung.

Tiba-tiba boneka-boneka pasir tersebut membuka ruang tepat di depan Gajeel dan Levy.

Disana adalah pintu masuk ke wahana Ferris Wheel.

"Kalian ingin kami menaikinya?" tanya Levy ragu-ragu.

Para boneka pasir pun mengangguk.

"Gajeel," ucap Levy sedikit malu.

"Apa? Tunggu! Kau ingin aku menaiki Ferris Wheel itu? Jauh lebih baik jika kau biarkan aku bertarung dengan Salamander ataupun musuh kuat lainnya," balas Gajeel.

"Un... Sepertinya jika kita menaikinya mereka akan membiarkan kita lewat? Jika kita bisa lewat kau akan bisa mengejar Natsu dan melawan Jose sebelum Natsu dapat melawannya, bagaimana?" kata Levy.

Para boneka pasir mengangguk lagi.

"Oh yeah!" ucap Gajeel lalu brerlari masuk ke Ferris Wheel sambil menarik Levy.

"Mou!- Tidak bisakah kau lebih sabar?!" keluh Levy.

Ferris Wheel pun berjalan dan mulai berputar.

Levy dan Gajeel hanya duduk di kursi.

Levy memandang ke arah jendela.

Ia pun melihat selembar kertas tertempel disana.

Levy membaca tulisan yang ada di kertas tersebut.

"Barang siapa saling berpelukan dan berciuman di Ferris Wheel ini, Mereka akan jadi pasangan bahagia."

"Pasangan bahagia... Kurasa didampingi uang dan makanan sudah cukup membuatmu bahagia." ucap Gajeel sambil menghadap ke arah lain.

"Kalau menurutku asal saling mencintai dan saling mengerti, tak akan ada masalah," kata Levy melihat ke bawah.

Beberapa menit kemudian...

"Heeh, baru 3/4 jalan... Masih sekitar 1 menit sebelum aku dapat mulai kembali mengejar dan mengalahkan Jose! Aah roda ini sungguh lembat!" keluh Gajeel.

Gajeel pun merasa ada sedikit tekanan di bagian bahunya.

Ia menolah ke bahunya.

Lalu melihat seorang gadis kecil berambut biru tertidur di bahunya.

Tangannya mulai mendekatinya tetapi berhenti karena tidak ingin mengganggu tidurnya.

-TING TING-

Tanda bahwa Ferris Wheel telah berhenti.

Gajeel melihat Levy masih tertidur.

Setelah sedikit perdebatan dengan pikirannya, Ia pun memutuskan untuk menggendongnya di punggungnya dan mulai berjalan pergi.


Setelah sedikit perdebatan dengan pikirannya, Ia pun memutuskan untuk menggendongnya di punggungnya.

Setelah sedikit istirahat, Gray pun akhirnya memutuskan untuk menyusul teman temannya yang lain.

Ia menggendong Romeo yang masih tertidur saking lelah.

Setelah melangkah 2-3 langkah kaki, Gray mendengar suara yang familiar dari belakangnya.

Suara tersebut mulai mendekat dan terus mendekat, "GRAY-SAMAA~~ 3", dan akhirnya terdengar jelas.

Beban di punggungnya pun bertambah satu akibat seorang wanita berambut biru yang secara tiba-tiba melompat ke arah Gray.

"Hey Juvia lepaskan aku!" Gray yang hampir terjatuh berkata pada Juvia yang sedang memeluk Gray dari belakang.

"Hai Gray Apa kabar..."

"Oh Lucy! Aku ba- Hey ini bukan waktunya untuk itu. Ada apa dengan gadis ini..." Gray menunjuk Juvia.

"E..tto... Ju.. Juvia..."

Belum menyelesaikan kalimatnya sama sekali, Lucy merasakan semacam dark aura dari Juvia.

Juvia pun seketika kembali tersenyum dan melepaskan pelukannya pada Gray.

"Nee Nee Gray-sama~! Tadi kami bertarung melawan Mage Hunter dan aku melakukan sebagian besar pekerjaannya! Sedangkan Lucy hanya menggangu, iya kan, Lucy?"

"Y-Ya..." Lucy hanya bisa sweatdrop.

"Ya ya ya, Sekarang kita susul Natsu. Aku tidak ingin kesana hanya melihatnya babak belur oleh serangan Jose," ucap Gray tersenyum kemudian mulai pergi.

"Kya~ Gray-sama kakkoi~"

Gray dan Lucy hanya berjalan dan mulai meninggalkan Juvia.

"Juvia... Jika kau tidak cepat akan kami tinggal!" ucap Lucy.

"Aku tak butuh peringatanmu!" balas Juvia dengan dingin.

"Kalau kau tak cepat menyusul kau akan tertinggal, gadis hujan!" kata Gray.

"Yaa~ Aku akan segera menyusul sekarang juga, Jika Gray-sama yang menyuruh maka dengan sangat senang hati akan kulaksanakan!" balas Juvia.

Gray dan Lucy menghela napas bersamaan.


Wah pendek dulu deh, Saya ngantuk abis nih Q^Q

(Reply)

RyuKazekawa-san: Wahaha! Thanks for RnR XD

Himiki-Chan : Aye! Ini udah update ^0^ Thanks for RnR!

Nnatsuki-san : Wah udah baca aja saya udah senang sih haha . Thanks for RnR!

Udah gitu aja, Just jangan lupa review juga ya ;')

*TEPAR*