YOU LAST PART .
Pair : Eunwook.
DLDR! I Told you before.
A/N : nih buat yang udah kepo. tadinya sih mau di discontinued aja. etapi banyak yang nanya yaudah deh. Jangan lupa review ya. bbuing bbuing .
.
" Kau! "
Donghae mengacungkan spatulanya di udara,memutar mutarnya seolah olah dia adalah ahli wushu dengan tongkat saktinya dan siap melempar pada kyuhyun kalau saja ibu Eunhyuk tidak datang dan berlindung dibalik 'tameng saktinya' .
" Ibu! Donghae mau memukul kepalaku!"
" lebih dari itu anak nakal!" Donghae melepas apron merah muda yang bertengger di tubuhnya dan menyisingkan lengan bajunya keatas. "kesabaranku sudah habis"
" ada apa sih?" ibu eunhyuk mendekat kearah beberapa makanan siap saji buatan donghae. " ini enak. Tapi kenapa kau membuatnya sangat sedikit? Ini hari baik ."
" setan kecil itu mengacaukannya bu" Donghae menarik lengan kyuhyun yang tidak bisa bergerak kemana mana lagi. Pergerakannya terbatas antara dapur yang sempit dan ibu eunhyuk yang tidak memberikannya celah untuk kabur.
" apa?! Aku tidak melakukan apapun dan – AAAAAAAAAAAA KECOA ! IBUUUU!" Kyuhyun loncat dari bangkunya dan lari ke ruang depan saat Donghae mengacungkan kecoa mati didepannya.
" Hukuman untuk pencuri makanan! Kau tau kan aku memasaknya dengan susah!" Donghae berlari semakin gencar mengejar kyuhyun. "Mati kau!"
Ibu eunhyuk menata kembali makanan makanan spesial buatan donghae hari ini dan menggeleng. Dua duanya. Anak itu benar benar keras kepala. Jika kau menyebut mereka sepasang kekasih itu memang benar, tapi dibanding dengan sepasang kekasih, mereka lebih pantas disebut Tom and Jerry kau tau? .
.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
Ryeowook berdiri untuk merapikan buku bukunya. Hari ini hebat sekali. Dia bisa membaca satu bab novel tanpa gagap dan dia bisa menangkap semua maksud ceritanya . Klise memang, tentang cinta seorang pria yang ditinggal menikah dengan wanita yang dicintainya, namun pria itu tetap menunggu sang wanita hingga sang waktu berpihak padanya. Tapi ini benar benar diluar definisi pikiran tidak warasnya saat ini. Dia mengerti. Bahkan ini sulit, tapi dia mengerti.
Dia meletakan novel di sebelah kalender ungu bergambar monyet kecil dengan tanggal 18 sebagai hari tunggunya. Dia menorehkan angka 625 tanda dimana hari dia telah menunggu seseorang dan dia tau itu. Ryeowook menoleh lagi pada cermin. Dia benar benar merasa, tidak ada yang berubah. Hanya saja, ryeowook sekarang bisa melakukan semuanya sendiri. Mandi sendiri, makan sendiri, membaca, menulis, berbelanja, menonton televisi dan oh! Bahkan dia tau bagaimana telur ayam negri bisa menjadi sebuah dadar kimchi dengan saus tomat yang menyenangkan. Itu .. itu lebih dari sekedar perubahan fantastis dalam hidupnya kan? .
" apa aku normal?" kata kata itu seolah menjadi dinding yang sangat kuat yang membuat ryeowook belajar untuk melompat lebih tinggi , sekedar melewati batas ketidaknormal yang semua orang anggap seperti itu. Tapi sampai saat ini, semua nya bagus. Ibu Eunhyuk banyak membantu dan dia berterimakasih karena itu.
" ryeowook?"
" ibu!" ryeowook beranjak dari pemikiran sulit yang ia buat sendiri dan memilih untuk memeluk ibu eunhyuk sebagai pelampiasan. "wah , ibu wangi saus dadar kimchi"
" apa?" Ibu eunhyuk merengut, pura pura kesal. "bagaimana bisa? Ibu ini wangi buah buahan, bukan wangi bahan makanan. Kau pikir ibu ini makanan?" Ibu eunhyuk mencubit pipi ryeowook gemas.
" ibu..." Ryeowook mencium bahu ibu eunhyuk, selalu membuatnya merasa tenang. " apa aku sudah baik?"
"baik? Ryeowookie selalu baik" Ibu eunhyuk melepas pelukan anak wanitanya, "ada apa?"
" tidak" sangkalnya. " aku sudah bisa membaca buku satu bab penuh bu. Apa itu baik?" ryeowook bertanya lagi.
" tentu saja. Kau sudah sangat baik. Kau yang terbaik" .
Semenjak hari itu, ryeowook tau siapa dirinya sekarang.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
" laki laki berusia 25 tahun, lulus sarjana, berkehidupan mapan, apalagi? Aku sudah memiliki semuanya" Eunhyuk terkekeh saat berjalan keluar airport bersama Henry, sahabat korea nya yang satu perguruan dengan perkuliahannya.
"kau pervert. Kau mesum, kau gila wanita, dan kau boros. Hilangkan itu" Henry terkekeh atas kata kata eunhyuk yang terlalu memuji dirinya sendiri. " hei omong omong. Jadi tidak?"
"apa?"
"flat kecil dengan dua kamar tidur, satu ruang tengah dan satu ruang dapur yang menyatu dengan kamar mandi. Lantai 12 dan akses terjangkau oleh kendaraan umum, lokasi parkir, pusat perbelanjaan dan – "
"berhenti " Eunhyuk menyumpal mulut henry dengan roti strawbery yang menjamur di tas nya. "kau bicara seolah olah aku adalah buronan yang butuh tempat tinggal tak terduga"
"ini apa? Bau" Henry mendengus mengacuhkan eunhyuk, membuang asal roti entah darimana dan terus mendorong troli barang bawaannya. " itu cukup untuk kita"
Dahi eunhyuk mengkerut. Kita? Dia menghentikan langkahnya. "Kita?" .
" Flat yang kamu minta aku carikan. Untuk kita kan?" Henry membalas.
"Bodoh" Eunhyuk memasang muka datar. "Pengecualian jika kau mau menjadi istri dari seorang laki laki pervert ini. Tentu saja itu untuk aku nanti setelah menyebar undangan"
"undangan? Undangan apa?" Henry menatap penasaran.
" pernikahan" .
Detik berikutnya, henry pingsan.
.
[Drabble Wookie] .
Ryeowook menemukan secarik kertas di pintu kulkas, menempel. Ibu eunhyuk bilang, ini namanya note. Dan sampai sekarang dia selalu mengingat itu. Note? Tentang apa?.
Ryeowook membasuh wajahnya, kemudian beranjak mengambil note yang ditempelkan ibu eunhyuk di pintu kulkas. "Daftar belanjaan?" gumamnya.
Ryeowook bukan gadis lugu yang tidak tau apa itu daftar belanjaan dan bagaimana fungsinya. Dia ingin menghapus kata keterbelakangan mental di dalam dirinya itu secara perlahan. Ryeowook tau itu. Dia hanya perlu mengambil uang seperlunya, mengambil barang yang dibutuhkan, menaruhnya di dalam troli dan membayarnya di kasir. Itu yang sering ia lihat di iklan iklan TV yang menayangkan tentang promo bulanan. Meski ryeowook tidak pernah mempraktikannya, ia cukup mengerti.
Ryeowook keluar bermodalkan uang yang ia tidak tau jumlahnya, tapi dia rasa cukup sebab ryeowook selalu diberi uang tapi dia tidak pernah menggunakannya. Jumlahnya sangat banyak – sampai isi dompetnya tebal. Dia mengambil mantel ungu dengan gambar jerapah di dada kiri dan keluar menuju supermarket terdekat yang menayangkan promo harga diskon untuk akhir bulan.
Sebenarnya jalannya tidak terlalu jauh, hanya saja ryeowook tidak tau apa dia harus naik bus atau tidak karena dia benar benar tidak tau apapun. Dia ingat ibu Eunhyuk mengatakan bahwa hanya beberapa kilometer, tapi dengan berjalan kaki? Ryeowook tidak tau dia bisa atau tidak.
Setau ryeowook, jalan yang ia lalui tidak ada lorong sempit ataupun gang gang kecil berhimpit dan banyak tempat pembuangan sampah. Yang ryeowook ingat, swalayan atau apa itu namanya , letaknya tepat di pinggir jalan dekat persimpangan jalan . Yang membuat ryeowook melangkah kesini bukan karena dia ingin , tapi karena ada seseorang mengikutinya dibelakang dan dia tidak fokus melangkah kemana. Yang dipikirannya saat ini adalah 'jalan terus kemanapun' meskipun langit mendung dan dia tidak membawa payung dan hujan mulai datang perlahan.
" Hei gadis kecil" tidak. Ini bukan satu atau seorang. Ini.. banyak.
Ryeowook berhenti saat dia melangkah putus asa karena di depannya adalah sebuah tembok rumah tua tak berpenghuni dan buntu. Tidak ada jalan lagi. Dia ketakutan. Otaknya tak bisa berpikir apapun selain menuruti instingnya yang dia sendiri tidak yakin itu berasal dari otak warasnya atau alam bawah sadarnya.
Satu orang laki laki berbadan besar dan dua lainnya bertubuh kecil tapi tinggi. Wajah ketiga pria itu sama sama lusuh, dan ada sebuah botol bertuliskan 'Whisky' yang ryeowook tau, itu minuman keras. Ibu eunhyuk pernah mengajarkan padanya agar tidak menyentuh minuman itu atau kau akan menjadi tidak normal lebih daripada seorang yang keterbelakangan mental.
" mari kita lihat" wajah ryeowook berubah ketakutan saat satu tangan laki laki itu menyentuh permukaan kulit wajahnya. Dan suara beratnya sangat menakutkan. Ryeowook mundur selangkah, selangkah sampai tubuhnya membentur tembok. "t-tidak boleh" .
" apanya yang tidak boleh?" satu laki laki di belakangnya maju dan mulai membuka kancing baju ryeowook dengan cepat. "kami hanya ingin main main. Harusnya kau mendengarkan ibumu agar tidak keluar sendirian di tempat sepi begini. Iyakan Jongin?" pria itu menoleh pada pria yang dipanggil jongin dibelakangnya. " iya begitulah. Sehun-ah,Shindong hyung. Palli! bergerak dengan cepat! " jongin tersenyum kemudian mulai menurunkan tangannya kebawah celana panjang yang ryeowook kenakan.
Ryeowook begetar ketakutan. Dia tidak bisa teriak. Dia tidak bisa berpikir bahkan air matanya hanya keluar begitu banyak tanpa ada percobaan sedikitpun untuk teriak dan minta tolong. Karena ketakutan menguasai seluruh tubuhnya dengan cepat.
Ryeowook memejamkan matanya kuat kuat dan meringis karena permukaan kulit lehernya digigit keras, pria bertubuh besar didepannya pelakunya. Dua laki laki tinggi bernama sehun dan jongin sibuk membuka baju dan celananya sampai sebuah suara keras menginterupsi pendengarannya.
" HOI! POLISI!"
Keadaan berlalu begitu cepat saat seorang tak dikenala datang bersama beberapa polisi, ryeowook tidak menghitung jumlahnya karena begitu semuanya tidak terasa apapun, kesadarannya hilang sepenuhnya.
.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
" merepotkan" Henry mendengus saat membaringkan gadis yang baru saja ditolongnya dan membiarkan kamar tercintanya ditempati sejenak. Dia menatap gadis itu lekat lekat. Tadi, ketika henry memakaikan dua kancing teratas baju yang gadis itu kenakan, dia melihat nama teman pervertnya di ukiran kalung yang gadis itu pakai. Apa ini gadis Eunhyuk? Pikir Henry. Tapi kemudian dia hanya acuh dan mengambil segelas air didalam kulkas. Entah kenapa aksi tolong menolong seorang gadis yang hampir di perkosa tadi membuatnya panas. Meskipun bukan dalam artian sebenarnya.
" Henry! " .
" ada apa?" Henry meletakan gelasnya. "hei, santai bung" Henry menepuk kemeja eunhyuk yang sepertinya kehabisan nafas. "ada apa?" .
" Gadisku hilang" Eunhyuk menjerit tertahan. "kami baru saja pulang kerumah dan ryeowook tidak ada dirumah. Kau harus membantuku menemukan ryeowook. Aku akan berikan apa saja atau – " .
" Hei! Pelan pelan" Henry memotong Eunhyuk berbicara.
" aku tau ayahmu itu sangat hebat, detektif hebat, atau investigator atau kuasa hukum atau apapun nama pekerjaan ayahmu itu. Tolong carikan ryeowook dan – " .
" Diam!" Henry membekap mulut eunhyuk dengan pisang yang baru saja ia ambil dari atas meja makan.
" dia ada di kamarku " Henry duduk di kursinya dan menyalakan TV untuk melihat apa ada yang bagus dari acara stasiun TV yang kebanyakan menayangkan iklan dengan susu berotot.
" APA?" Eunhyuk melotot. "kau jangan bercanda" .
" bawel" henry mendengus. "kau punya kebiasaan untuk bicara tanpa ada jeda dan aku muak, oke? Lihat gadismu itu, dia ada di kamarku. Hampir diperkosa oleh 3 bajingan jalanan dan aku tidak tau. Tapi, gadismu tidak terlihat baik baik eunhyuk" .
"oke!" Eunhyuk berseru dan langsung menghilang dibalik kamar henry .
Henry mengambil bantal disebelahnya dan mulai duduk bersila , acara menampilkan bagaimana paha paha mulus anggota girlband sistar, kesukaannya.
" Henry.." . Eunhyuk memanggil dengan kepala menyembul dari kamarnya.
" Hm .. " .
Eunhyuk melemparkan boneka hamster henry yang ia ambil dari kamarnya. "gomawo" .
.
.
Eunhyuk melangkah pelan pelan sekali, sangat pelan . Seolah setiap langkah yang ia ambil takut menimbulkan suara hingga membuat gadisnya bangun. ASTAGAA! Jadi disini dia. Eunhyuk hampir gila tadi . karena ibunya menjemputnya di bandara bersama donghae dan adik dari gadisnya, kemudian mengatakan bahwa ryeowook ada dirumah, tapi setelah dia sampai tidak ada seorangpun kecuali anjing kesayangan donghae yang entah sejak kapan sudah berada dirumahnya. Oke, itu tidak penting.
" eungh... " ryeowook melenguh pelan. Eunhyuk hati hati duduk disebelah ryeowook, merapikan poni rambut ryeowook. Sangat lembut, eunhyuk tidak tau kenapa rambut ryeowook selembut dan sewangi ini. Dia mencium kening ryeowook, kemudian matanya bertemu dengan mata ryeowook.
" hai " .
" EUNHYUK!" Ryeowok memekik girang, seakan lupa kalau kepalanya sedikit berat, efek shock mungkin, dia hanya tidak peduli. "Wah! Kau benar benar eunhyuk!" Ryeowook meraba raba permukaan wajah Eunhyuk. Mata, hidung, bibir dan segalanya. Ini memang benar benar Eunhyuk!.
" aku pulang ryeowookie... aku pulang" Eunhyuk mendekap ryeowook sangat erat. Dia bisa mencium wangi parfum ibunya yang entah kenapa ryeowook bisa menggunakannya. Syukurlah, jika memang ibu dan ryeowook sedekat itu.
" apa kau makan dengan baik?" Eunhyuk bertanya melepas pelukannya. Kemudian mendudukan dirinya disamping ryeowook dengan ryeowook yang bersandar pada bahunya. "Tentu. Ibu mengajari aku banyak hal. Aku bisa membaca novel dengan cerita vampire dan aku tau namanya bella swan. Dia mencintai edward, vampir katanya – " dan eunhyuk membiarkan ryeowook bercerita apa saja yang dia lakukan selama eunhyuk pergi. Eunhyuk senang ryeowook banyak belajar, dia banyak mengetahui hal hal yang tidak eunhyuk pikirkan sekaligus. Ketika eunhyuk berusaha untuk kembali menjadi laki laki seperti yang diinginkan ibunya, ryeowook belajar untuk menjadi seorang – istri yang baik? Entahlah. Yang jelas apapun keadaannya, bagaimanapun kekurangan ryeowook , ryeowook tetap sempurna di mata eunhyuk.
" tapi..." Ryeowook bangun, beringsut untuk menatap wajah eunhyuk. " tadi aku kenapa? Kenapa aku bisa disini?" .
Eunhyuk melirik ke nakas disebelah kasur henry, disana ada sebuah kertas belanja yang di genggam ryeowook. "ini... aku justru bertanya, kau mau apa dengan ini?" Eunhyuk menunjuk kertas belanjanya.
" Oh" Ryeowook berpikir sebentar."aku ingin ke supermarket, aku ingin membeli semua yang ada disini tapi aku lupa supermarketnya ada disebelah mana. Aku bertemu dengan 3 ahjussi dan ada pahlawan hyuk! Aku melihatnya!" Ryeowook bercerita seperti anak TK yang baru saja mendapatkan tiket menonton festifal badut pororo . Sangat gembira.
" arrayo " dari sekian banyak perkataan ryeowook, hanya itu yang Eunhyuk katakan, eunhyuk bukannya tidak mendengarkan, tapi melihat wajah cerah ryeowook itu sudah cukup.
.
Ketukan pintu menyadarkan eunhyuk dari lamunannya dan ryeowook yang entah sedang menceritakan dongen dari negri mana yang dia baca, kemudian dia melihat kepala henry menyembul dari balik pintu. "hey bung, sudah acaranya?" .
" uwahhh! Ahjussi pahlawan!" Ryeowook beringsut turun dari kasur dan menerjang henry dengan sebuah pelukan. " Huwahhh pipimu .. gembul" ryeowook terkekeh pelan.
Eunhyuk tertawa setengah mati saat melihat wajah henry merah, dan tangan ryeowook yang membentuk wajah henry dengan mencbut kedua pipinya menjadi berbagai macam bentuk. Astaga! Henry benar benar lucu.
" aku jago hapkido. Kurasa memukul preman yang menganggu seorang gadis bukan hal sulit " Henry berkata datar, ryeowook tetap tidak peduli " jadi ini gadismu yang spesial itu? " Henry melirik Eunhyuk dan bersumpah akan menendang bokong anak itu. Suara tertawanya benar benar jelek – atau benar benar mengejek.
" hei gadis kecil " Henry memegang kedua tangan ryeowook. " berhenti , arra?" Henry menatap ryeowook tajam. Ryeowook menunduk takut. "bagus. Hyuk, saudaramu yang menyebalkan itu, siapa namanya?" .
" kyuhyun. Dia calon adik ipar. Koreksi " Eunhyuk membenahi sambil bangun untuk menarik tangan ryeowook keluar. Terlalu lama melakukan kontak fisik dengan henry membuat eunhyuk sedikit risih dengan ryeowook-nya? .
" iya dia. Dia kesini mengirimkan ini padaku." Henry menyodorkan undangan.
Eunhyuk membatin, bagaimana bisa dua orang yang gila melakukan sebuah pernikahan? Eunhyuk rasa donghae akan membeli banyak pisau untuk menusuk kyuhyun kapan saja. Astaga! Dua orang itu bahkan jarang akur.
" ya. Itu artinya kau diundang. Kau harus datang" Eunhyuk memastikan. "dan kau harus pulang" Henry mendorong eunhyuk dan ryeowook keluar kamar mereka.
Ryeowook sedikit menyesal, "hei pahlawan, apa kita akan bertemu lagi?" Ryeowook terus memanggil Henry dengan sebutan pahlawan seolah olah dia baru pertama kali bertemu power ranger atau ultraman. "ya. Kau akan bertemu lagi denganku" henry memaksan seulas senyum yang membuat eunhyuk jengkel dan tertawa disaat bersamaan. Karena sepertinya henry dan ryeowook akan sulit.
.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
.
" Oh astaga, kakikku hampir patah" Donghae duduk di ranjang setelah selesai dengan mandinya dan acara melelahkan tentunya. Kyuhyun – suaminya sedang berada di dapur entah berbuat apa. Donghae tidak peduli apa laki laki itu akan membakar apartemen baru mereka atau apa yang jelas saat ini dia hanya ingit pijat relaksasi dan tidur.
" donghae –ah " Kyuhyun masuk membawa nampan, berisi teh hangat, "minum dulu" .
Alis donghae mengernyit bingung. 'sejak kapan dia baik? Aku tidak boleh tertipu' batinnya.
" apa kau memasukkan obat pencuci perut kedalammnya?" donghae berkata was was sebelum meminum cangkir tehnya.
" YA! Apa aku sejahat itu?" Kyuhyun berkata dengan nada jengkel. "oh ayolah. Kita ini suami istri. Kau jangan mulai. Aku bukan temanmu lagi sekarang, ya.. " Kyuhyun mengingatkan sementara donghae mengangguk kaku. "maaf aku bercanda" kekehnya.
Hening.
Suasana di kamar itu hanya ada pendingin udara yang mengalirkan udara, bahkan kau bisa mendengar hembusan nafas kedua orang disitu yang berubah canggung.
" Donghae- yaa, kajja. Kita tidur." Kyuhyun mengambil cangkir donghae dan meletakannya di nakas, kemudian buru buru beringsut disebelah donghae untuk tidur sebelum donghae memegang lengannya.
" Kyuhyun –ahh~" donghae memanggil dengan suara menggoda. Ya tuhan! Tangan apa ini? Kenapa Kyuhyun baru sadar kalau tangan donghae selembut itu? Astaga.
" N-Ne?" .
Donghae tersenyum. Ya, sangat menakutkan bagi kyuhyun. Apalagi ketika tangan donghae merayap sedikit demi sedikit dari balik selimut menuju pertahanan terakhirnya.
" kita lakukan yang lebih menyenangkan dari tidur" .
Cukup!.
Kyuhyun sudah tidak tahan! .
.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
" Eunhyuk" .
" Hm?" .
Eunhyuk menurunkan ryeowook di kasur mereka. Ia merenggangkan punggunnya yang hampir patah karena menggendong ryeowook dari mobil sampai ke kamar – ekhm. Mereka. Ibu Eunhyuk sudah membuat undangan kedua setelah undangan hari ini menjelma menjadi sebuah pernikahan donghae dan Kyuhyun disusul Eunhyuk dan ryeowook. Oh astaga! Apa ibunya itu hobi menikahkan orang dengan cepat? .
" kau tau kenapa ini?" Ryeowook menunjuk nunjuk dadanya yang basah. Basah!? .
" YA! Kau kenapa?" Eunhyuk melihat ryeowook takut takut. Eunhyuk bisa melihat dengan jelas payudara ryeowook yang diakibatkan oleh entah cairan apa keluar dari puting di dalamnya.
" K-kau? " Eunhyuk memberanikan diri mencium bau baju ryeowook. "seperti bau susu? Ryeowook? Kau mengeluarkan susu?" .
" aku tidak tau "ryeowook mengerang frustasi. Dia memegang payudaranya dan meremasnya –bukan bermaksud menggoda eunhyuk. Tapi dia hanya ingin rasa sakitnya hilang. " sakit " lirihnya.
Eunhyuk buru buru mengambil pakaian ganti ryeowook dan dia tidak yakin harus menggantinya atau tidak atau dia benar benar akan lepas kendali. Dalam hati dia merutuki ibunya yang seenaknya meninggalkan mereka berdua karena urusan apa itu dengan pemilik apartemen Kyuhyun dan donghae yang baru. Tapi ditinggal berdua dengan ryeowook seperti ini membahayakan gadis kecilnya.
" k-kau bisa mengganti bajumu sendiri?" .
" eunhyukk...sakit. " ryeowook bergumam lirih. "sakit sekali" .
Eunhyuk melepas baju ryeowook hati hati, dia bisa melihat bra ryeowook berwarna ungu polkadot dan basah. 'jangan berpikir aneh, kau harus mengganti bajunya eunhyuk! Tahan!' batinnya menjerit.
" kenapa kau bisa mengeluarkan susu, kau kan belum punya anak, ryeowook-ahh" eunhyuk bergumam sambil melepaskan bra ryeowook hati hati tapi kemudian setelah branya terlepas ryeowook justru menarik kepala eunhyuk kearah payudaranya yang terus berair mengeluarkan susu. "lakukan sesuatu" katanya.
" Ryeowook-ahh .. kau .. " .
" biasanya eomma akan membawakan bayi dan menyuruhnya menghisapnya. Tapi eomma tidak ada. Dan tidak ada yang menghisap ini" ryeowook berkata sambil menangis. Ibu Eunhyuk mengajarkan banyak hal, tapi tidak untuk menghilangkan rasa sakit di dadanya tanpa ada bayi.
" bayi? Bayi siapa?" . Eunhyuk berkata penasaran.
" cepat" .
Eunhyuk melahap habis nipple ryeowook. Cukup! Dia sudah tidak tahan. Ryeowook mengerang keenakan. Sakitnya sedikit berkurang karena air susunya tidak terbuang sia sia sementara eunhyuk bersumpah. Ini adalah ASI terbaik yang ia dapatkan. Jauh lebih enak daripada susu strawberry kesukaannya dan entah kenapa, tahap penghisapan ini berlangsung lebih jauh hingga semua pakaian ryeowook terlepas dan eunhyuk yang tidak mengenakan apapun dan pintu yang terkunci rapat.
Kalian tau.
Dan aku tidak akan menuliskannya. KKKEEE ! ^_^ .
.
.
[ Drabble Wookie ] .
Disaat hari pernikahan anaknya tiba, Ibu eunhyuk menghilang tepat setengah jam sebelum pendeta mengikrarkan janji suci kepada dua insan berbahagia tersebut. Ia harus bergerak cepat. Sementara ditempat berbeda, Ryeowook nampak gelisah. Bukan karena dia menggunakan heels yang kadang membuatnya sulit untuk berdiri, tapi karena sosok makhluk kecil yang tidak pernah ia lihat akhir akhir ini.
" hei? " Eunhyuk datang dari balik punggung ryeowook dan mengusap rambut gadisnya. "Menunggu seseorang?" .
" namanya bayi " Ryeowook berkata tidak sadar. "Ibu bilang, bayi. Dia akan mengambil bayi" .
"bayi?" dahi eunhyuk mengkerut bingung. "bayi siapa?" .
"bayi – " .
" hei! Mesra mesraannya nanti saja! Cepat ke altar hyuk! Aku sudah lapar!" Henry datang dan menerobos tiba tiba ke ruang tunggu. "Cepat berikrar, cepat selesai dan aku makan. Hehehe" Henry tertawa tanpa dosa sementara ryeowook tidak memperdulikan 'pahlawan' nya. Pikirannya melayang entah kemana.
" Wook... kau sudah siap?" .
Ryeowook mengangguk. Setidaknya, dia hanya harus menjalankan apa yang ibu Eunhyuk katakan tanpa memberi tahu sebenarnya.
.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
.
Eunhyuk bersumpah dia akan memaki maki henry . Anak itu memang baik sih, menawakan dia pekerjaan yang berpenghasilan besar sesuai dengan tittle pendidikannya dan mencarikannya apartemen. Justru itu. Apartemen. Apartemen minimalis katanya? Oh, ini bukan apartemen. Ini rumah yang cocok untuk dihuni satu orang remaja dan dua balita dengan 3 kamar, dapur,ruang tengah, dan semuanya jauh dari kata 'apartemen' atau 'flat' yang ia definisikan. Ini namanya rumah! Oh gosh! Henry! . Darimana dia akan membayar semuanya jika dia sendiri saja belum mulai bekerja dan belum memiliki penghasilan.
Sekarang Eunhyuk hanya duduk di ranjang mereka, hanya menunggu ryeowook yang mandi. Tapi tiba tiba suara bel dari luar mengejutkannya. Siapa yang bertamu malam malam begini menggangu pasutri muda.
"EUNHYUK!" Suara ibu dari luar, pikirnya. Tanpa pikir panjang, Eunhyuk melesat keluar tapi tiba tiba Ryeowook berlalu lebih cepat dan segera membukakan pintu. "EOMMAA!" .
"Ini akan jadi kejutan besar" Donghae yang ikut serta mengunjungi Pasutri muda itu bergumam dari belakang Ibu Eunhyuk.
" Aku berani bertaruh, Eunhyuk tidak akan menyetubuhi Ryeowook malam ini! Ini keren" Kemudian mereka berdua melakukan highfive.
Ibu Eunhyuk duduk di ruang tengah disusul donghae dan Kyuhyun dibelakang mereka dan bayi? .
"Ibu" Eunhyuk bertanya memperhatikan bayi kecil, kira kira berumur 2 bulan, ada ditangan ibunya. Sekilas, wajahnya sangat mirip dengan Ryeowook. "Bayi siapa itu?" .
Ryeowook buru buru menggendongnya. Eunhyuk berteriak . "Hati hati!" .
"aku sudah bisa menggendongnya. Ibu mengajarkannya" Ryeowook menampik tangan Eunhyuk dan menggendongnya hati hati. "akhirnya . . Ryeoeun kembali" Ryeowook mencubit pipi bayinya gemas dan melakukan sesuatu.
" Er- " donghae menggumam. " Ryeowook, kau bisa melakukannya di kamar" . Ryeowook lupa, dia baru saja akan membuka kancing piyamanya dan mulai menyusui bayinya kalau saja Donghae tidak mengingatkan dan oh! Jangan lupakan bibir Eunhyuk yang terbuka lebar, dan Kyuhyun bersumpah itu adalah ekspresi terjelek yang pernah ia lihat di wajah Eunhyuk.
" untuk itu kita datang kesini " Kyuhyun bersuara sambil melirik bayi Ryeowook dan menatap Eunhyuk bergantian seperti maksud menyampaikan sesuatu, membuyarkan Eunhyuk dari lamunannya sementara Ryeowook sudah menghilang pertama dibalik kamarnya. Menyusui? .
"Duduk" Ibu Eunhyuk memberi perintah. "Ryeoeun? RyeoEun? " pertegas Eunhyuk. Dia mulai bisa menerka nerka.
" Ryeoeun. Lee Ryeoeun. Lahir pada tanggal april tahun ini dan belum memiliki akta kelahiran. Jadi kalian harus membuatnya secepatnya. Urus segera" Donghae mendikte seperti guru sementara Eunhyuk menganga shock.
" d-dia anakku!? " Eunhyuk bertanya gagap yang dihadiahi lemparan bantal sofa sangat keras dari kyuhyun. "anggap saja itu lemparan sebagai hukuman karena kau telah memperkosa kakakku dan membuat Ryeoeun lahir tanpa ayah" .
" PEMERKOSAAN?" Eunhyuk melotot. "b-bagaimana. . . " .
"Ibu mengerti" Ibu Eunhyuk tersenyum lembut. "ibu sebelumnya minta maaf tidak cerita padamu bahwa ryeowook mengandung dan melahirkan lalu kami merencanakan untuk menyembunyikan anakmu sampai pernikahan kalian ditetapkan, jadi – " .
" jadi ini maksud ibu mempercepat tanggal pernikahan kami?" Eunhyuk tersenyum sumringah. "TERIMAKASIH BU!" Eunhyuk bangkit dan memeluk ibunya erat. "kau tau aku tidak bisa lama lama menahan hawa nafsu" .
.
.
PLAK .
.
Donghae memukul kepala Eunhyuk keras keras. "kau tidak boleh mengotori ryeowook dengan tanganmu atau membuat tanda merah di lehernya atau apapun karena Ryeoeun! Ingat itu" Donghae menunjuk nunjuk.
"Oke!" Eunhyuk mengangguk. "dan bisakah aku percepat ini? Maksudku.. kalian. Ibu, aku ingin melihat wajah Ryeoeun secara jelas" Eunhyuk memelas dan hampir menangis. Bagaimana bisa dia tidak tau apapun sementara Ryeowook sudah melewati perjalanan dan perjuangan yang panjang untuk melahirkan Ryeoeun? .
" Baiklah" Ibu Eunhyuk bangkit, mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Dua buah map biru. "ibu besyukur henry sangat pintar. Ini, akta jual beli dan sertifikat rumah kalian, maaf ibu Cuma bisa memberikan ini" .
Mata Eunhyuk berkaca kaca, terharu. "Ibu..." dia memeluk ibunya untuk yang ke sekian kalinya. "Terimakasih" .
.
.
.
[ Drabble Wookie ] .
.
.
Pada akhirnya seperti ini. Pagi hari diawali oleh kegiatan memasak Ryeowook dan si ceroboh Ryeoeun yang entah membuat kejadian menyebalkan apalagi bagi Eunhyuk. Entah buku pelajarannya yang terselip di kolong meja, atau celana dalam bekas menstruasi yang tidak diletakan di cucian kotor kemudian mengering hingga tumbuh jamur, atau Eunhyuk yang lupa menaruh dasi kerjanya . Ryeowook yang mencarikan semuanya. Awalnya dia kesulitan, namun seiring tahun berlalu, seiring banyak pelajaran yang ia dapatkan semenjak membangun rumah tangga dengan pria bermarga Lee itu, dia bisa. Ryeowook bukan wanita si keterbelakangan mental. Ryeowook si Ibu Rumah Tangga super mungkin itu julukannya.
" Eunhyuk! Ryeoeun! Ayo sarapan!" Dan satu lagi, Ryeowook juga bisa berteriak lebih dari 5 oktaf hanya untuk memanggil dua orang yang jaraknya hanya beberapa langkah darinya.
" ayah ! apa kau lihat kaus kakikku?" Ryeoeun berteriak dari dalam kamar , ayahnya ada diseberang kamarnya sedang sibuk menunduk ke kolong kolong kasur untuk mencari dasi kerjanya. "Tidak!" jawabnya.
" ada di dalam lemarimu Ryeoeun!" Ryeowook balas berteriak sambil menata sandwich buatannya. "dasi kerjamu ada disini!" .
2 orang itu langsung duduk manis di meja makan sementara Ryeowook sibuk menyiapkan susu.
.
.
" Ibu, aku ada kelas tambahan. Aku akan pulang malam. Ayaha jemput aku ya? " .
" oke!" Eunhyuk mengacungkan jari jempol. "ayah mau membeli game keluaran terbaru di toko kaset paman kyuhyun, temani ayahmu ini! Oke!" .
"Oke" .
Ryeowook menatap Eunhyuk dan Ryeoeun silih berganti. Tidak mengerti. "aku tidak tau apa itu game" mata ryeowook mengerjap polos.
"ibu tidak tau? Biar kami ajarkan nanti malam! Pokoknya seru bu!" .
"Benarkah?" mata Ryeowook berbinar cerah. "oke! Ibu menunggu kalian pulang" .
"jangan kemana mana sebelum aku pulang. Kunci pintu rumah, jangan meninggalkan kompor gas dalam keadaan hidup dan hemat listrik! Matikan lampu saat siang , nyalakan saat senja dan – " .
" sudah jam 7 kurang dan ayah hanya menghabiskan waktu untuk bicara. Cepat makan!" Ryeoeun menegaskan. Ryeowook mengangguk mengerti dan hampir hafal setiap detail kalimat yang eunhyuk katakan setiap sarapan.
Beginilah kehidupan keluarga Eunhyuk. 12 tahun bersama , dengan seorang putri penggila game seperti pamannya. Kadang eunhyuk bisa lebih bodoh dari keledai dan kadang ia bisa tegas seperti presiden kepada rakyatnya.
Ryeowook tetaplah ryeowook, si gadis keterbelakangan mental. Dia mungkin bisa dikatakan ediot atau sejenisnya oleh orang lain tapi tidak bagi keluarganya sendiri. Dia adalah gadis yang hebat. Gadis yang tidak tau apa apa menjadi bisa dalam segala hal . Orang orang tidak akan berpikir bisa mengatasi ryeowook sementara Eunhyuk bisa.
Ryeoeun juga sama. Adakalanya dia terjebak di masa dimana dia malu mengakui Ryeowook yang sedikit cacat mental di depan temannya. Bagaimana menjelaskan kepada gurunya yang suka bertanya kenapa ibunya begitu bodoh hanya untuk membuat surat perjanjian keterlambatan atas nama dirinya. Tapi dari semua yang dia alami, dia sekarang menjadi gadis yang peduli dan mengerti atas keterbatasan orang lain dan ibunya sendiri. Bagi Ryeoeun, Ryeowook adalah ibu yang hebat. Tidak semua orang keterbelakangan mental bisa menjalani hidup normal seperti Ryeowook.
Donghae dan Kyuhyun juga sama, mereka hanya akan sibuk bertengkar sementara sekarang udara di Swiss semakin dingin dan mereka belum belanja apapun untuk kebutuhan mereka. Di swiss , tidak ada yang melarang hubungan atau pernikaha sesama jenis selama itu tidak menganggu kehidupan pribadi oranglain. Ibu Eunhyuk sibuk dengan toko rotinya yang sudah membuka cabang di daerah pedesaan dan sibuk dengan krim penghilang keriput apa yang akan ia pakai nanti malam.
.
" Ibu! Aku berangkat!" .
" Ryeowook! Aku berangkat! Ingat pesanku!" .
Ryeowook tersenyum di depan pintu sambil melambai lambai menatap kepergian suami dan anaknya. Tugasnya hanya menunggu dirumah, menunggu suami dan anaknya pulang dan memasakkan makan malam yang lezat. Bukankah seperti itu deskripsi ibu rumah tangga yang baik?.
.
.
.
Semuanya sudah cukup. Tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang keluarga bahagia Lee yang akan aku tuliskan saat ini.
.
.
-FINISH- .
FF Eunwook yang mengenaskan. Dilanjutkan setelah hampir 4 bulan tidak apdet. Padahal Cuma nulis satu chapter apa susahnya sih? *jambak diri sendiri* . yah maaf kalau endingnya agak maksain hehe.
Eunwook menyatu, Eunhae berpisah, KyuHae bersatu, sementara saya sibuk dengan pria bermata doe dan pendek dan bisa disebut bayi serigala entah itu serigala jadi jadian atau serigala beneran. Wassalam! . Yang baca? Review biar makin yeppo! .
