Chapter 8

RAGNAROK™

Naruto © Masashi Kishimoto™

Highschool DxD © Ichiei Ishibumi™

Author : yusufnur321™

Summary : Perang DEWA kembali. Setelah Ribuan Tahun lalu MEREDAM...dan sekarang berkobar lebih BESAR...dengan membawa DENDAM...membuat Tiga Fraksi Akherat dan beberapa DEWA Mitologi sekarang ikut ADIL..

Warning : Strong, Godlike, Typo,...Dll

A/N : Inilah yusuf bawa Chapter 8 dari Fic [Ragnarok] yang dulu Judulnya [The King of Yokai]..

Pertama. Terimakasih yang sudah me-review dan memberi saran, kritik nya...

Kedua. Fic ini yusuf buat memang niat nya dari awal adalah [minichapter]...

Ketiga. Mungkin ke depannya yusuf akan sangat lambat Update. Karena Hp yusuf sedang Error... Hahhhh kalau saja punya Laptop...yah...beginilah...maaf kalau banyak yang kecewa. Dan Words nya sedikit.

Itu Tiga terpenting yusuf beritahukan.. Tapi langsung saja ini dia Chapter 8!

Hades takhenti-hentinya harus menahan sesuatu gejolak perasaan yang ingin keluar dari dalam dirinya. Melihat Naruto sang Juubi no Ookami tidak bereaksi saat ujung lancip Sabit Hitam nya menembus Punggung Reinkarnasi [Istrinya] yang saat ini dalam dekapannya.

Cinta

Satu kalimat itu yang saat ini di benaknya. Sebuah kalimat yang dapat membawa perubahan besar. Buktinya Perang Dewa Ribuan Tahun lalu, hanya karena kalimat itu. Perang dasyat itu pun terjadi dan bukti salah satu nya saat ini di depan nya. Sang Youkai terkuat yang di gadang-gadang di takuti oleh seluruh bangsa Youkai dan tidak terkalahkan. Saat ini seperti tidak punya insting bahayanya. Terbukti saat dirinya mengarahkan ujung lancipnya Sabit Hitam nya ke arah Punggung Pimpinan Kyoto itu yang saat itu sedang berpelukan dengan mesra hingga melupakan ke adaan di sekitar dan akhirnya ujung lancip Sabit Hitam nya menancap dan menembus Punggung Kurama bahkan dada Naruto. Nah... Saat itu dirinya tidak berharap kalau serangan kecil itu dapat membuat Pemimpin Kyoto baru ini tewas.. Mungkin Malam ini dirinya sedang beruntung...

"Khkhukhu...hahahahahahaha!" Kekehan itu keluar dari Dewa Kematian itu menjadi tawa mencemo'oh tertuju kepada Naruto. Membuat beberapa Prajurit Kyoto yang baru tiba satu menit lalu, mundur satu langkah..

Tidak jauh dari tempat itu sang Yamata no Orochi hanya diam melihat kejadian terjadi saat ini dari atas dahan Pohon. Tiba-tiba seringayan di buatnya. 'Semakin...memanas saja!' Seraya memandang datar Langit Malam. "Seperti takdir yang sudah tercatat oleh Mu Kami-sama, Mahluk Hidup Zaman sekarang dan dulu penuh [Kegelapan]...harus di musnahkan dan..." Iris Kuning Vertikalnya kembali memandang ke depan saat detuman keras terjadi tidak jauh di depannya.

"Di ganti dengan yang baru.." Mengingat saat dirinya pulih setelah Perang Dewa Ribuan Tahun lalu dan dirinya mengetahui Tiga Ras Besar yang di sebut Tenshi, Da-Tenshi dan Iblis saling bermusuhan satu sama lain hingga sekarang. Para Dewa yang dia tau di kelompokkan menjadi beberapa [Mitologi] yang saat ini ke adaan nya tidak bisa di bilang [baik]. Dan dirinya hanya sedikit merasa kasihan kepada Ras Manusia Zaman ini. Karena akan menjadi korban pelampiasan Dendam dari Para Dewa Youkai dan Dewa Olympus. Dirinya yakin mau tidak mau Ras Iblis, Tenshi dan Da-Tenshi akan terlibat dalam Hari itu tiba... Kenapa dirinya tau Hari 'itu'. Berterimakasih lah kepada Naga bernama [Tiamat] yang ia bunuh pada waktu itu dirinya baru menampakan diri setelah Pulih. Walau harus bertarung dulu hingga memakan beberapa Waktu dan akhirnya dirinya mengorek Informasi pada Tubuh takbernyawa Tiamat itu dengan kemampuannya..

BUMMM..

Membiarkan hempasan Angin menerpa dirinya. Akibat Pertarungan Dewa saat ini sedang berlangsung tidak jauh di depannya. Bahkan sebagian Hutan di sekitarnya sudah hancur tak terbentuk.

.

.

.

.

TRNKK... WHUSS

Dua Sabit besar berbeda warna itu beradu, menciptakan hempasan angin kuat. Mata terkutuk Klan Otsutsuki itu menatap tajam Mata sang Dewa Kematian dan hanya di balas seringaian meremehkan dari Hades.

TRNK!

TRNK!

TRNK!

Naruto hanya diam dengan raut datar saat setiap tebasan nya di tahan dengan mudah oleh Hades. Tapi jangan remehkan Youkai menyandang gelar Juubi no Ookami. Dengan cepat memutar badan dan dengan tenaga bukan main.

BRKK!

Sikut Kiri Naruto menghantam dengan telak Bahu Hades. Membuat ke seimbangan Hades tergoyah. Melihat itu Naruto dengan cepat melepaskan peguat Sabitnya di iringi menendang memutar kedua Kaki Hadis.

BRKK

'Cih!' Hades mengumpat dalam batin saat tubuhnya goyah akan jatuh dan dari sudut Mata nya melihat Tiga ujung Mata Sabit Besar Merah ke arahnya. Tidak ingin terkena serangan itu. Dirinya dengan cepat memunculkan Sayap Api Merahnya. Dengan sekali kepan Sayap, Hades terbang menjaga jarak dengan Naruto.

"Jangan harap kau lepas!" Desis tajam Naruto dengan Nada dingin. Terlihat Chakra berwarna Hitam tipis terlihat menari-nari di setiap inci kulitnya. Tanpa banyak waktu Naruto menghilang, meninggalkan tempat pijakan nya yang retak. Kembali muncul di belakang Hades yang sedang terbang mencoba menjaga jarak dengan dirinya, tadi. Tanpa hambatan Naruto menggerakan Sabit Besarnya ke arah punggung Hades yang di hiasi sepasang Sayap Api Merah.

TRNK!

Tapi dengan cepat Hades membalikan Badan dan menahan Sabit Merah itu dengan Sabit Hitam nya. "Jangan remehkan ku Juubi!" Tiba-tiba Sayap Merah nya menembakan sesuatu seperti Bulu-Bulu Merah Api Tajam ke arah Naruto.

Dengan cepat Hades mengedarkan Pandangannya, saat Naruto menghilang menghindari Bulu-Bulu Api Merah nya. Tidak lama dirinya merasakan denyutan Sakit di Pinggangnya. Melihat ke bawah, Mata nya sedikit membulat...melihat bagian bawahnya Jatuh dan tergeletak di atas Tanah.

"AARRRGGGH...hahahahahah-" Teriakan kesakitan keluar dari Mulut Dewa Kematian itu, tidak lama di gantikan Tawa arogan membahana di gelapnya Malam. Karena Pinggang hingga Bawah nya buntung...karena tebasan Sabit Merah Naruto.

Tawa itu lenyap.

TRNK WHUSSS...

Hades dengan cepat membawa Sabit Hitamnya ke depan...untuk menahan sebuah tebasan ke arah nya. Menyeringai. Menghirup udara dan sekali hembusan. Keluar Api berwarna Merah Darah dari Mulut Dewa Kematian itu.

.

.

Dari bawah jauh dari Pertempuran Dewa itu. Semua Prajurit Kyoto terpana melihat Semburan Api berwarna Darah itu yang bersekala besar. Bahkan mereka juga merasakan hawa Panas di Kulit mereka masing-masing, walau jauh dari Pertempuran yang sedang berlangsung itu. Tengu yang berada di situ hanya diam. Walau dalam Hati ia khawatir kepada Kurama anaknya dan bingung siapa yang menyerang Kyoto tiba-tiba. Bahkan dirinya sudah menyuruh semua Prajurit Kyoto berjaga di setiap titik Pos. Bersiaga, kalau-kalau ada serangan dadakan.

BOOMM..

Tengu dan semua Prajurit di situ menyilangkan kedua tangannya di depan. Saat hempasan Angin kuat menerjang mereka, bahkan ada beberapa Prajurit yang terpental ke belakang. Membuktikan Pertempuran yang sedang berlangsung di atas Mereka. Bahkan sesekali Prajurit dan mantan Pimpinan Kyoto itu merasakan Lonjakan-Lonjakan Chakra Gelap, kelam. Dari arah depan.

.

.

.

.

.

Di sebuah Ruangan Tiga Energi berbeda itu menyeruak memenuhi Ruangan. Saling menekan satu sama lain, yah saat ini di salah Satu Ruangan Akademi Kuoh sedang diadakan Pertemuan Petinggi Tiga Fraksi guna membahas Perjanjian Damai antara Ketiganya. Fraksi Iblis di Wakili langsung oleh Dua Maou yaitu Sirzechs Lucifer dan Serafall Leviathan dan di kawal oleh beberapa Iblis Muda dari Kelompok Gremory dan Sitri. Dari Fraksi Tenshi di Wakili langsung oleh Malaikat dengan Pangkat tertinggi yaitu Michael di kawal Shido Irina dan Cao Cao pemilik Sacred Gear terkuat yaitu True Longinus. Di pihak Da-Tenshi di wakili langsung Gubernur Da-Tenshi, Azazel dan di kawal oleh Vali pemilik Sacred Gear Rival dari Sekiryuutei.

Mata Gubernur Da-Tenshi itu menatap sedikit tajam ke arah salah Satu pengawal Fraksi Tenshi yang membawa Tombak yang familiar di Mata nya. "Sepertinya kau mereinkarnasi Pemilik Sacred Gear terkuat itu, Michael."

"Kau benar Azazel, ku reinkarnasi dia seminggu lalu dan lebih baik Pertemuan ini kita Mulai." Tenshi memegang Pangkat tertinggi itu menjawab dengan tenang di akhiri Senyum ramah..

Dengan itu Sona membacakan Laporan tentang penyerangan Kokabiel dan menceritakan tentang tiba-tiba kedatangan sosok yang tanpa hambatan langsung mengalahkan Kokabiel. Setelah mendengar Laporan itu Petinggi Fraksi Tenshi dan beberapa Orang dalam Ruangan itu penasaran siapa sosok itu. Berbeda Vali dan Issei hanya diam karena sudah tahu perihal sosok itu. Sirzechs dia hanya diam memikirkan sesuatu. Berbeda dengan yang lain Azazel dia kaget, shock mendengar itu. Membuat Orang-Orang yang berada dalam Ruangan menatap nya, ingin minta penjelasan. Terutama Para Petinggi Fraksi. Karena tidak biasanya Azazel mengeluarkan Reaksi berlebihan..

"Dari reaksi mu, sepertinya kau tau tentang sosok itu. Azazel.." Serafall bersuara serius...tidak seperti biasa nya dan hilang sudah niat akan melabrak Gubernur Da-Tenshi itu. Karena tidak becus menertibkan bawahannya. Dan adik ke sayangan nya yang menjadi korban.

Azazel menghela nafas berat saat mendengar pertanyaan yang mewakili pertanyaan Orang-Orang yang berada di dalam Ruangan itu. "Aku pernah bertemu dengan nya...atau lebih tepatnya dia yang menemui ku dan bahkan lebih dari itu."

"Apa maksudnya 'Lebih dari itu', Azazel." Kali ini Sirzechs bersuara meminta jawaban yang jelas.. Menunggu semua Orang dalam ruangan itu menunggu apa yang akan di ucapkan oleh Gubernur Da-Tenshi itu.

"Karena aku pernah bertarung dengan nya..."

Hening, setelah Gubernur Da-Tenshi itu berbicara. "Apa yang terjadi selanjutnya." Suara Michael memecah keheningan dalam Ruangan tersebut.

"Dia mengalahkan ku. Bahkan aku tidak bisa membalas serangan nya dan lebih parah aku tidak bisa memberi goresan kecil dari tubuh nya." Azazel menjawab tanpa beban. Mengingat kembali Pertarungan dengan sosok belum di ketahui Nama nya itu. Apa lagi saat serangan Pemusnah masal itu akan menggilasnya hingga tanpa sisa...beruntung saat detik-detik terakhir Bola Hitam yang di kelilingi Dua Cincin putih itu akan menghancurkannya, Legion. Legend Da-Tenshi, menyelamatkannya..dari Kematian yang sudah di depan Mata itu.

Black Legion, sosok Legend Da-Tenshi, sekaligus di gadang-gadang Da-Tenshi pertama. Yang Seratus Tahun lalu datang tiba-tiba di tengah-tengah Great War yang sedang berlangsung dan menghilang tiba-tiba, setelah bertarung imbang dengan sosok Legend Iblis [Lucifer]. Itu bukan Marga, tapi Nama.

"Tapi...siapa yang menyelamatkan m-"

Maou Leviathan tidak melanjutkan perkataan nya. Karena merasakan Energi gelap familiar di rasakannya. Tidak hanya dirinya, bahkan semua yang berada di dalam ruangan tersebut juga merasakannya.

"Rupanya kau datang juga ke Pertemuan ini...Black Legion." Azazel santai menyaga dagunya dengan kedua punggung Tangan nya dengan Mata nya melirik ke arah salah satu Jendela belakang Sekiryuutei. Terlihat dari balik kaca itu terdapat sosok yang sedang mengepakan Sayap nya. Entah di sengaja Jendela itu terbuka sendiri, memperlihatkan Pria sekitar lebih Muda dari Azazel, dengan Jaket Kulit Hitam, berlengan panjang, tidak di reseleting memperlihatkan Dada bidang yang kekar. Celana sedikit ketat berwarna Hitam. Berkepala Botak tapi tetap ke-Tampanan nya tidak luntur sedikit pun. Tapi datar...

Semua yang berada di ruangan itu langsung menegang kecuali Azazel.

"Hati-hati Partner!." Sebuah suara memperingati masuk pikiran Issei yang saat ini sudah menjaga jarak bersama teman nya dengan sosok yang di sebut Black Legion. Terlihat semua yang berada di ruangan itu bersiaga kecuali Azazel. Saat Sosok yang mereka kenal Black Legion menampakan kedua Kaki nya di lantai ruangan itu. Hawa membunuh tiba-tiba menyeruak keluar dari tubuh sosok itu, membuat Para Petinggi Fraksi menambahkan ke-Siaga an. Terutama Gubernur Da-Tenshi, walau sosok itu dari ras yang sama dengan nya tapi dia tidak [Naif]. Bisa saja sosok yang menjadi ras mu adalah musuh.

Legion menatap datar Azazel. "Rupanya kau sudah sembuh, Azazel." Suara tanpa emosi keluar dari Mulutnya. Senyum tercipta di Muka Gubernur Da-Tenshi itu. "Kau meremehkan ku, hanya luka seperti itu tidak akan membuat ku Mati.." Azazel menjawab santai. Senyum terselip terimakasi itu jatuh dan menatap Serius sosok Legend Da-Tenshi itu. "Sepertinya kau tau sesuatu tentang sosok itu, Legion"

"Itu tujuanku datang ke sini."

Membuat semua menatap penasaran sosok yang di gadang-gadang Da-Tenshi pertama sekaligus terkuat itu. Legion berbalik dan berjalan tenang ke arah Jendela tempat ia Masuk tadi dan berhenti. Iris Hitam nya menatap Bulan bulat sempurna dengan datar. Semua Orang di ruangan itu hanya diam karena tau sosok di panggil Legion itu akan melanjutkan ucapan nya.

"Dia adalah...Juubi no Ookami!"

Entah kenapa saat Legend Da-Tenshi itu menyebutkan Nama itu. Semua Orang dalam ruangan itu menegang. Walau belum tahu detil sosok itu. Sirzechs menatap tak percaya kepada sosok Legend Da-Tenshi itu. Karena setelah dari tadi saat Sona membaca Laporan tadi, dirinya nebak kalau sosok yang mengalahkan Kokabiel adalah Youkai yang memegang gelar Juubi no Ookami. Tapi karena bukti yang sedikit. Membuat dirinya harus tidak menyebutkan kalau sosok itu adalah Juubi no Ookami. Tapi setelah sosok Legend Da-Tenshi itu menyebutkan kalau yang bertarung dengan Azazel adalah Juubi no Ookami. Dirinya tak percaya kalau sosok melegenda itu masih Hidup. Dari yang ia tahu Buku dirinya baca yang ia pinjam dari Sahabatnya yang sekarang pemimpin Klan Sitri. Kalau sosok itu Hidup Ribuan Tahun. Ingat [Ribuan]...

"Tapi bukan itu tujuanku datang ke Pertemuan ini." Sosok Legend Da-Tenshi itu berbalik dan menatap semua Orang dalam ruangan ini dengan datar. Lagi...lagi..semua diam semakin penasaran, [sesuatu] itu apa. Membuat sosok Legend Da-Tenshi harus datang kesini. Terutama Ke Tiga petinggi Fraksi..mereka merasa kalau [Sesuatu] itu dapat berpengaruh besar di Masa Depan. Hingga sosok Da-Tenshi terkuat itu datang ke Pertemuan ini.

"Ini ada hubungannya dengan Juubi dan Dua Naga dalam tubuh kedua Bocah itu." Ujar Legion seraya memandang intes Issei dan Vali. Lalu kembali menatap Petinggi-Petinggi berbeda Fraksi itu. "Tidak lama lagi. Perang Akhir akan terjadi dan Michael. Kau pasti tau tentang Takdir tertulis itu."

Para Iblis Muda hanya mengkerut heran, karena tidak tau apa-apa. Kecuali Issei diam. Vali. Dia hanya diam walau dalam batin darah Lucifer nya sangat mendidih mendengar perkataan itu. Seakan tidak sabar menanti Perang Akhir itu. Dan yang pasti pikirannya 'hanya untuk bertarung'.

Michael hanya diam walau kaget mendengar Perang akan terjadi lagi. Tapi tentang takdir itu. Dirinya tidak tau..karena memang dirinya tidak tau.

Azazel dia hanya hanya diam tidak bereaksi. "Dari raut mu, seperti nya tidak tau apa-apa. Ku pikir kau yang paling dekat dengan Kami-sama akan tau tentang takdir itu. Tapi...seperti tidak."

Micheal diam mendengar hinaan tidak langsung itu dari Legion. "Baiklah. Ribuan Tahun lalu sebelum para Ras-Ras yang Hidup di Zaman sekarang. Perang besar terjadi. Bahkan Great War Seratus Tahun lalu tidak ada apa-apa nya di banding Perang itu. Bahkan Semua Ras yang Hidup pada Zaman itu, semua musnah dan di gantikan Ras-Ras yang hidup pada Zaman ini..."

Shock, semua Orang di ruangan itu shock mendengar Informasi itu. Membayangkan bagaimana dasyat nya Perang itu. Bahkan Great War Seratus Tahun lalu tidak ada apa-apa nya. Perang macam apa itu. Pikir semua Orang di ruangan. Dan melupakan tujuan Pertemuan Tiga Fraksi.

"Tunggu! Apa maksudnya ada hubungannya dengan Juubi dan Naga Two Heavenly Dragon!" Tanya Maou menyandang Nama Lucifer itu. Karena dari perkataan Legend Da-Tenshi itu, kalau Juubi dan Dua Naga Surgawi ada Hubungannya. Atau jangan-jang-

"Karena dalam Perang besa itu Ras Naga dan Youkai Ikut adil. Dan hanya itu yang aku tahu..."Legion berkata, seraya berbalik dan menatap Para Tenshi, Da-Tenshi yang menjaga Pertemuan ini. "Dan isi Takdir itu adalah...semua Ras akan Musnah... Akibat Perang Akhir itu. Atau bisa di sebut [RAGNAROK]." Seraya iris Hitam legamnya menyipit ke arah Langit Malam, tidak ada Bintang. Menghiraukan raut Shock Orang-Orang di ruangan itu. Tapi tidak lama raut shock itu di ganti raut tidak mengerti saat Sosok Legend Da-Tenshi berkata.

"Ada yang datang."

Tepat setelah deretan Kata itu keluar dari Legend Da-Tenshi. Semua Orang merasakan Dua Kekuatan dengan intesitas besar mendekat. Legion dengan cepat memunculkan Sepasang Sayap Hitam legam nya. Tanpa menghiraukan kalau sekarang dalam Ruangan. Legion terbang menembus atap ruangan ini, hingga jebol. Membuat semua orang di ruangan itu kaget. Kecuali Para Petinggi Fraksi merasakan kekuatan besar itu semakin dekat.

"SEMUANYA KELUAR!" Azazel berteriak, tahu kalau Dua Kekuatan dengan Intesitas besar itu menuju ke Bangunan ini.

BLMMMMM...

Detuman hebat terjadi di iringi Getaran hebat, karena sesuatu menghantam Bangunan Akademi Kuoh. Dan itu membuat Bangunan hancur seketika.

Debu mengepul sangat tebal menyebar. Terlihat Petinggi Fraksi dari atas terbang dengan Sayap mereka masing. Termasuk para Iblis Muda dan beberapa Orang yang dalam Ruangan Pertemuan tadi...yang berhasil keluar dari ruangan itu.

"Apa itu!" Irina bersuara, menatap kepulan Debu tebal yang tadi adalah Bangunan Akademi Kuoh tempat Pertemuan Tiga Fraksi...dari atas, dengan Sayap Putih nya.

"Dia di sini!"Ddraig bersuara sedikit meninggi, dari alam bawah sadar Issei. Hal sama pun terjadi pada Vali.

"A-a-astaga Kota ini!" Salah satu Da-Tenshi yang bertugas menjaga Pertemuan Para Petinggi tadi. Tidak sengaja melihat ke arah sekitar.

Sepontan semua pasang Mata memandang ke sekitar. "A-apa yang terjadi?" si Pewaris Klan Gremory bersuara tergagap. Azazel hanya diam dengan Mata membulat. Tidak hanya dirinya bahkan seluruh Pasang Mata membulat, Kaget.

Melihat Kota Kuoh di beberapa tempat, Rusak. Seperti akibat Pertempuran.

"Serangan kah?" Guman Azazel dengan Sayap Hitam nya dari atas memandang sekitar, melihat di beberapa tempat Kota Kuoh yang hancur.

"Ugh!...sepert-"

(2)BUMMMM...

Terdengar sebuah suara berat terpotong detuman keras, menimbulkan bongkahan-bongkahan tembok Akademi Kuoh terangkat ke atas. Membuktikan itu sangat keras dan kuat.

Deg!

'Perasaan apa ini? Aku merasa akan ada sesuatu yang besar terjadi.' Batin Azazel cemas merasakan sesuatu yang akan terjadi dan itu dirinya tidak tau. Bahkan Mata nya juga melihat raut cemas para Petinggi Fraksi. Mungkin merasakan juga. Dirinya juga berani bersumpah sekarang semua bulu kuduknya berdiri karena itu..

Hening

Senyap terjadi di situ. Tiba-tiba Bulan Purnama yang berwarna Putih. Perlahan berubah Merah Darah. Langit yang tadi mendung sekarang gelap total hanya pendar Merah. Cahaya dari Bulan yang menembus Awan-Awan tebal...

Bahkan beberapa Orang di belahan Bumi di [waktu yang sama], terlihat menyaksikan perubahan yang terjadi ini. Dengan perasaan [Takut].

~0-0-0-0-0~

"Kenapa kau membunuh nya!" Suara tinggi atau lebih tepatnya bentakan. Masuk pendengaran Dewa Laut itu, Susano'o. Mungkin kalau Manusia berada di Posisi Susano'o akan [Mati] seketika. Akibat bentakan super menggelegar itu dari Dewa pengubah Takdir itu.

Susano'o hanya diam di bentak Ayah nya. Karena beberapa Menit dirinya tiba di Istana nya, setelah membunuh Monster itu. Sang Dewa pengubah Takdir itu datang ke Istana anaknya Susano'o, setelah merasakan tekanan Energi Dewa Olympus walau sangat [Kecil]. Tapi tetap hal berbau Olympus...membuat Sang Dewa pengubah takdir itu [resah] entah kenapa...

Deg!

Susano'o dan Izanagi tersentak. Tanpa babibu Sang Dewa pengubah takdir itu keluar dari Istana. Di iringi Susano'o di belakang nya.

.

.

.

Sebuah Cahaya bulat Putih menyilaukan jatuh Perlahan. Izanagi lihat saat tiba di luar Istana Susano'o. Menelan ludah. Dan di benaknya saat melihat itu adalah...

(3)RAGNAROK!

~0-0-0-0-0~

Tempat Para Petinggi Tiga Fraksi

Diam, hening...saat ini hanya diam dengan Mata fokus ke atas tepatnya. Sebuah Cahaya bulat Putih menyilaukan, entah dari Mana... Jatuh perlahan...tapi pasti jatuh nya semakin cepat...cepat...ceeepppatt.

Beberapa Orang yang melihat itu hanya menelan ludah, apa yang akan terjadi kalau Cahaya bulat itu jatuh menghantam Bumi. Itu lah rata-rata Pikiran Orang yang berada di situ.

Cahaya bulat Putih menyilaukan itu semakin dekat dengan permukaan Tanah...dan-

DEB!

WUUUSS...

Cahaya bulat Putih menyilaukan itu, Jatuh menghantam permukaan Bumi. Menimbulkan gelombang kejutan berpendar Putih menyebar ke segala arah.

Legend Da-Tenshi itu. Hanya diam memandang titik jatuh Cahaya tadi, dengan datar.

.

.

.

.

.

Bahkan Para Dewa di berbagai Mitologi hanya terpaku memandang jatuhnya cahaya bulat tadi...dengan berguman satu Kalimat yang sama...

"Ragnarok!"

.

.

.

Tepat Cahaya Bulat menyilaukan itu jatuh menghantam Permukaan Bumi. Terjadi lonjakan Energi di berbagai tepat. Mengakibatkan kehancuran di sekitarnya..membentuk Kawah.

.

.

Terlihat dari Atas Laut Samudra Atlantik. Laut perlahan bergerumuh dengan sulet-sulet Hitam bergerak ke atas dari dalam Laut.

BLYUUUR...

BLYUUURRRR..

BLYUUURR..

Tidak lama beberbagai Mahluk keluar, menyumbul dari dalam Laut Samudra Atlantik...

"GRRRAOOO!"

.

.

.

Dengan itu Kebangkitan Sembilan Dewa Youkai, Dewa Olympus dan Ribuan Prajurit yang ikut Adil dalam Perang Dewa Ribuan Tahun lalu.

.

.

.

BANGKIT...membawa takdir tertulis [RAGNAROK!]

~_To. Be. Countinued_~


A/N : Kelar juga Chapter 8!

Semoga tak membosankan!

Hanya itu dari yusuf...

Out...