Disclaimer : Boyfriend milik Starship Entertaiment tapi Youngmin dan Minwoo milik saya dan keluarga mereka.

A/N : Anneyong! Kim Kwangwook imnida. Membawa ff gaje lagi. Fanfic ini terinspirasi dari komik Pirates and The Mermaid karya Tatsuya Kiuchi tapi ceritanya beda kok! Cuma pinjem beberapa ide, cerita ini asli buatanku. Oh ya ini baru Prolog jadi pendek.

Warning : Aneh, Gaje, (maybe)Typo(s), (maybe)OOC, dsb.


"Tujuan kami ke sini adalah untuk menjemput tuan muda Youngmin dan Kwangmin. Bisa kami bertemu mereka?" tanya Jaejoong, namja cantik itu.

"Siapa kalian? Jangan seenaknya membawa mereka." Ucap Hyunseong.

"Berani sekali, heum?" gumam Yunho. "Cepat bawa tuan muda kemari atau kamu akan–" ucap Yunho lagi terpotong karena Hyunseong sudah berada di belakang Yunho siap menyerang Yunho.

"Kalian mencurigakan, tak akan kubiarkan kalian menemui mereka." Ucap Hyunseong.

"Cih, sombong sekali." Ucap Yunho hendak menjentikan jari untuk mengeluarkan kekuatannya.

"Changkaman." Ucap Jaejoong menyela, memegang tangan Hyunseong yang tengah mengayunkan tinjunya ke arah Yunho. "Bukankah tidak adil menyerang manusia lemah sepertinya dengan kekuatanmu, ne? Yunnie?" ucap Jaejoong lagi meletakkan kepalanya di bahu Yunho dan mengehentakan tangan Hyunseong yang tadi dipegangnya sampai Hyunseong jatuh tersungkur.

"Hm... Kau benar." Ucap Yunho lagi.

"Biar aku yang menanganinya." Ucap Jaejoong mendekati Hyunseong yang masihtersungkur dan sedang berusaha bangkit. "Begini, aku nggak suka kekerasan, jadi aku nggak akan membunuhmu, kau bisa tenang." ucap Jaejoong memegang sedikit rambut Hyunseong dan merundukkan badannya. Secara refleks Hyunseong menatap Jaejoong saat itu juga ia melihat semuanya putih, hanya ada kelopak mawar yang berjatuhan, menggores kulit Hyunseong dan membuat tubuhnya terluka. Hal yang sebenarnya terjadi adalah Hyunseong terhipnotis, Jaejoong melukai Hyunseong dari dalam. "Oke, aku nggak mau lama-lama nyiksa kamu, jawab pertanyaanku, di mana tuan muda Youngmin dan Kwangmin?" tanya Jaejoong. Tepat saat itu goresan-goresannya tidak muncul lagi hanya darah yang masih keluar dari bekas luka gores sebelumnya.

"D-di taman bermain." Ucap Hyunseong setengah sadar kemudian pingsan karena banyaknya darah yang keluar dan luka gores yang tentunya sangat sakit.

"Nah, begitu dong, seharusnya kau bilang sejak awal jadi aku tidak perlu menyiksamu." Ucap Jaejoong lagi sambil meletakan tangannya di dahi Hyunseong agar Hyunseong melupakan apa yang dilihatnya. Jaejoong dan Yunho keluar dari rumah Donghyun menuju ke taman bermain tempat Youngmin dan Kwangmin berada. Sementara Hyunseong? Tepat saat Jaejoong meletakkan tangannya di dahi Hyunseong, Hyunseong masuk ke alam bawah sadarnya, saat dia membuka matanya, nampaklah Jeongmin yang tengah memandangnya dengan khawatir.

"Kamu kenapa? Kenapa pingsan di depan pintu? Membuatku khawatir saja!" seru Jeongmin. Hyunseong hanya nyengir, dia sama sekali tidak ingat dengan apa yang terjadi.

.

.

.

'Yunho hyung, Jaejoong hyung, kenapa mereka ke sini? Apa mereka mau membawaku kembali ke tempat mengerikan itu ya? Kalau iya, ini mengerikan, aku nggak bisa melawan mereka, melawan satu dari mereka saja rasanya sudah mustahil. Tapi kenapa ya?' pikir Youngmin.

Heran kenapa Youngmin memanggil Jaejoong dan Yunho dengan 'hyung'? Itu karena mereka berdua adalah penjaga kerajaan kepercayaan kedua orang tua Youngmin dan Kwangmin. Sebenarnya Youngmin dan Kwangmin adalah anak seorang raja, raja di lautan, saat mereka kecil Youngmin dan Kwangmin sering bermain dengan mereka berdua, jadi mereka berdua tahu persis seperti apa kedua 'hyung'nya tersebut. U-Know Yunho, Mermaid Kegelapan, dari namanya saja sudah nampak bahwa ia sangat mengerikan. Hero Jaejoong, Mermaid Cahaya, nampak menyenangkan mungkin, nampak indah, ya, memang indah tapi, jika kau terperangkap pada keadaannya dia akan menghipnotismu, membuatmu tak bisa melihat apa-apa selain putih, white out. Saat itulah, ia akan menyerangmu dari dalam.

"Hyung, kau memikirkan mereka?" tanya Kwangmin yang masih fokus pada jalannya tapi tetap dapat melihat dari ekor matanya ekspresi Youngmin yang ketakutan di sebelahnya, Youngmin hanya bisa mengangguk.

"K-Kwangmin, apa yang di tanganmu itu? Lili putih? Kau ingin memberiku lili putih?" Tanya Youngmin ketakutan karena lili putih adalah tanda Mermaid Cahaya.

"A-Apa? Tentu saja tidak!" seru Kwangmin. Kwangmin dan Youngmin menengok ke Donghyun dan Minwoo, ia dapat melihat Donghyun dan Minwoo pingsan!

"Youngminnie~! Kwangmin!" seru Jaejoong memeluk Youngmin. "Kalian imut sekali~!"

"Ehem! Boo, bukan saatnya. Kau ingat tujuan kita ke sini'kan?" ucap Yunho.

"Oh iya. Jadi, ehem! Aku mau mengajak kalian ke istana, ayo, kumohon. Changmin dalam bahaya kalau kami kembali tanpa kalian. Siwon meminta kami untuk membawa kalian agar Kibum bisa hidup lagi, dia butuh kalian, kami hanya dipaksa membawa kalian kalau nggak mau ada hal buruk terjadi ke Changmin, please, aku sangat menyayangi Changmin." Ucap Jaejoong dengan mata yang memerah menahan air mata.

"Aku tidak mau melukai kalian, jadi, bisakah kita kembali bersama?" Tanya Yunho sambil memeluk Jaejoong, berusaha menenangkan.

"Tapi mereka, aku menyayangi mereka, melebihi paman Siwon. Paman Siwon selalu kasar padaku, aku nggak mau." Ucap Youngmin.

"Kumohon." Ucap Jaejoong bersimpuh di tanah.

"H-hyung… baiklah, kita kembali. Tapi, mereka gimana?" Tanya Kwangmin.

"Benarkah? Tenang saja, biar aku yang urus!" seru Jaejoong semangat. Jaejoong berjalan ke arah Donghyun dan Minwoo, menyentuh kedua dahi mereka, lalu tiba-tiba mereka ada di rumah mereka, dan mereka lupa dengan semua yang terjadi.

.

.

.

"Beres'kan?" Tanya Jaejoong.

"Kau apakan mereka?" Tanya Youngmin pada Jaejoong.

"Kubuat mereka lupa tentang kalian." Jawab Jaejoong polos.

"Apa? Hue! Aku nggak akan ketemu mereka lagi dong?" Tanya Youngmin.

"Memang seharusnya begitu, lagipula kulihat hubungan kalian berdua jadi kacau gara-gara dua anak itu, betul?" Tanya Jaejoong.

"Dari mana kau tahu?" Tanya Youngmin heran.

"Kalau aku tidak tahu, jangan panggil aku Hero Jaejoong." Ucap Jaejoong sombong yang dapat sorakan 'huu' dari jo twins.

"Sudah selesai'kan urusannya? Ayo cepat kembali ke tempat Siwon." Ucap Yunho yang disambut anggukan ragu sama jo twins.

Mereka pun kembali ke tempat Siwon.

"Paman! Dimana kamu?" Tanya Kwangmin nantang.

"Kembalikan Changmin!" seru Jaejoong.

"Ribut sekali." Ucap Siwon berjalan ke arah mereka. "Hidupkan dulu Kibum."

"Tapi menghidupkan orang itu butuh kekuatan besar, dan jiwaku sudah hilang separuh untuk menyegel kekuatan Kwangmin." Tolak Youngmin. "Paman, kenapa paman berubah, paman baik pada kami sebelum ayah dan ibu serta semuanya meninggal."

"Karena aku sangat ingin Kibum hidup, jadi aku melakukan apapun agar kau mau melakukannya! Aku mengancammu, aku kasar padamu, hanya agar kau menurutiku. Maaf. Aku tahu aku seharusnya tidak begitu. Tapi hidup tanpa Kibum sama saja mati. Bunuhlah aku jika kau tidak mau menyembuhkan Kibum." Ucap Siwon.

"Pa-Paman… maafkan aku, seharusnya aku mau mencoba dari dulu, ini salahku, bukan salah paman, mermaid memang tidak bisa sendiri. Aku akan menghidupkan Paman Kibum tapi, aku butuh kalian semua." Ucap Youngmin sambil tersenyum manis.

.

.

.

Akhirnya, Youngmin setengah mati berusaha menghidupkan Kibum dengan bantuan transfer tenaga dari Siwon, Kwangmin, Jaejoong, dan Yunho, dan berhasil, tapi kini Youngmin tengah tertidur.

"Youngie~ aku bangga padamu." Ucap Kwangmin sambil menggenggam tangan Youngmin. Yup, Kibum berhasil dihidupkan, dan Kibum serta Siwon jadi raja dan ratu menggantikan orang tua Youngmin dan Kwangmin, Changmin kembali bersama Jaejoong dan Yunho dan kembali menjadi pengawal kerajaan sekaligus 'hyung' bagi jo twins. Sementara, bagaimana dengan Donghyun, Minwoo, Hyunseong, dan Jeongmin? Mereka melakukan kegiatan mereka seperti biasa, tanpa teringat sama sekali dengan JoTwins. Yup, dongeng selalu berakhir bahagia'kan? Jadi, dongeng ini, saya akhiri sampai di sini. Ah sebelumnya, mari kita lihat yang terjadi setelah Youngmin bangun.

"Ngh~" lenguh Youngmin.

"Youngie! Kau baik-baik saja?" Tanya Kwangmin khawatir.

"Tentu saja! Dan hei! Panggil aku 'hyung'! nggak sopan sekali sih?" semprot Youngmin. Kwangmin malah ketawa. "YA! Kok ketawa sih?" amuk Youngmin mem-pout-kan bibirnya lucu.

"Habis lucu, bangun-bangun langsung bisa ngamuk. Ya deh maaf. Ah iya, aku mau kamu tahu satu hal." Ucap Kwangmin.

"Apa?" Tanya Youngmin.

"Sebelum kamu bangun, aku sangat khawatir, aku senang kau sudah sembuh. Saranghae, my Youngie." Jawab Kwangmin, membungkam bibir Youngmin –yang hendak protes karena nggak dipanggil 'hyung'– dengan bibirnya. Youngmin meronta nggak terima karena nggak bisa ngomong, tapi kemudian dia tersenyum di tengah-tengah ciuman itudan mulai membalas ciuman Kwangmin. Nah, sekarang, dongengnya benar-benar sudah selesai. Saya mau berkata, Anneyong~!


FIN~

A/N: huee! Makin geje! Mian! Pantas saja yang review makin dikit, habis maikin geje, alurnya makin kecepetan. Mian, mian. Jeongmal mianhae. Pokoknya, makasih banget buat semua yang udah sudi membaca ff gejeku ini, yang review apalagi, makasih banget. Sekarang, waktunya balas review :

Ostreichweiz : *hagu bek* gimana? Udah kejawab belum? Kalo belum Tanya via sms aja ya? Kkk. Iya, romantic hanya untuk Youngie. Hidup Jo Twins! Iya tuh, unyu, unyu. Hehehe, pengen aja, kkk /plak. Thanks reviewnya!

Leeyasmin : iya, gpp. Sebenarnya nggak kok, cuma karena kepepet nggak mau Changmin diapa-apain sama Siwon. Iya lah~ tokoh utama gitu. Ah maaf, aku nggak bisa, dari dulu ffku selalu pendek, tapi ini udah berusaha kupanjangin, kerasa belum? Gomawo buat reviewnya!

Reediamond : iya, aku udah nanya'kan kemarin mau pilih apa. Ini udah dijelasin, mudah-mudahan paham. Aku juga pengen lihat/plak. Iya, aku juga suka banget hyunjeong! Ini udah update, Makasih buat reviewnya!

Yumie : gpp, benarkah? Syukurlah kalau begitu. Memang begitu idenya. Kkk. Iya tuh, Hyunseong mengambil kesempatan dalam kesempitan. Jeongmal Gomawo buat reviewnya!

Oke, sampai jumpa di ff saya yang lainnya! Untuk yang terakhir kalinya, review, ne? *Pikachu eyes attack*