Oke, Ini fanfic kedua saya setelah fanfic oneshot 'I will Always Love You Forever Hinata' Dan saya harap, fanfic kedua saya ini bisa lebih memuaskan para Reader-san sekalian ^_^ Oke! R&R minna!

Title : The Story of Naruto Uzumaki

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Author : senNath Uzumaki

Pairing : Naruto X ?

Rated : T

Warning : Gaje ; Abal ; Typo(s) ; Ngaur ; Semi-canon ; OOC ; Action ; Adventure ; Semi-Godlike ; Strong-Naru! ; And many more

Summary : Dunia shinobi ini butuh pendamai. Karena itu, sang penyelamat dunia sudah memilih anak yang akan menyelamatan dunia shinobi ini dari perang. Mampukah ia, sang anak yang dipilih menjadi penyalamat Dunia Shinobi?

Chapter 8 Zabuza Momochi

SEBELUMNYA

Mereka pun bangun dan berdiri tegak kembali. "Wah wah wah, apa ini? Ada Zabuza Momochi, salah satu dari Kirigakure Shinobi Gatana no Shici-nin shū. Pemegang pedang Kubikirihochou, sang Iblis dari Kirigakure. Kepala mahal juga di Bingo book, Zabuza." Kata Naruto sambil menyeringai.

"Tak kusangka, bocah sepertimu tahu tentang diriku selengkap itu. Aku cukup terkesan." Kata Zabuza terkejut. "Baiklah, akan kuselesaikan sekarang juga, bocah tak tahu diri." Katanya lagi sambil menyeringai balik.

"Jangan melupakan diriku! Naruto mundurlah! Ini bukan levelmu! Cepat lindungi Tazuna-san bersama Sasuke dan Sakura.!" Perintah Kakashi pada Naruto.

"Tapi sensei, aku akan membantum-"
"Cepat pergi dari sini! Aku tidak ingin muridku terluka!" kata Kakashi memotong ucapan Naruto.

"Cih, baiklah. Jangan kalah, Kakashi-sensei!" kata Naruto dan langsung pergi ke tempat Tazuna berada.

"Baiklah, kita mulai pertarungan kita, Sharingan no Kakashi!" kata Zabuza menyeringai

"Kirigakure no Jutsu"

Tiba-tiba muncul kabut yang menghalangi penglihatan mereka. Dan setelah itu, mereka mulai bertarung

O0o*****~~~~~^^~~~~~*****o0O

TRANKK!
TRANKK!
TRANKK!

Suara dentingan pedang Kubikiribochou dengan kunai Kakashi lah yang selalu terdengar disana. Sedangkan Naruto, sasuke, dan sakura hanya bersiaga didepan Tazuna. 'Semoga kau selamat, Kakashi-sensei.' Batin mereka bertiga khawatir.

Naruto yang mulai jenuh pun segera memikirkan rencana yang mungkin bisa membuat mereka bisa mengalahkan Zabuza. Tiba-tiba, muncul rencana cemerlang di otaknya. Ia pun memberitahukannya pada Timnya tentang rencananya.

"Hei, teman-teman, aku punya rencana yang cukup bagus. Sasuke, aku membutuhkan dalam rencana ini." Kata Naruto sambil menatap Sasuke. Sasuke yang ditatap seperti itu hanya menganggukan kepalanya, bertanda bahwa ia mengerti. "Dan sakura, aku ingin kau tetap disini melindungi Tazuna-san." Kata Naruto lagi sambil menatap Sakura. Sakura pun menganggukkan kepalanya, sama seperti Sasuke.

"Sasuke, kau ingat saat kita mengambil lonceng dari Kakashi-sensei?" tanya Naruto yang dibalas anggukan Sasuke. "Kita lakukan itu lagi!" kata Naruto dan membentuk Handseal. Kemudian Naruto menyebutkan jutsunya.

"Fuuton : Daitoppa"

Seketika, muncul angin Topan yang menghilangkan kabut tebal buatan Zabuza. Kini, terlihat bahwa Kakashi sangat terpojok dan banyak luka ditubuhya. Mereka saling menggunakan jurus yang sama. Maksudnya yang membuat jutsu itu Zabuza, hanya saja Kakashi menirunya dengan Sharingan. Dan setelah itu, Zabuza membuat Kakashi terperangkap dalam penjara air yang dibuat olehnya. Zabuza yang melihat murid-murid Kakashi datang pun segera membuat handseal.

"Mizu Bunshin no Jutsu"

Setelah itu, muncul dua buah bunshin Zabuza yang terbuat dari air yang berlari kearah Naruto dan Sasuke. Naruto yang melihat itu pun berhenti diikuti Sasuke. "Sasuke kita mulai rencananya." Kata Naruto kepada Sasuke. "Hn. Ayo!" balas Sasuke. Naruto merogoh kantong senjata Ninjanya. Dan kemudian, ia mengeluarkan bom asap.

POFTT!

Muncul asap yang cukup tebal di tempat mereka yang menghalangi penglihatan Zabuza. Tiba-tiba, muncul Fuma Shuriken dari kepulan asap itu menuju ke Arah Zabuza. Dan Asap pun menghilang dari tempat naruto dan Sasuke. Memperlihatkan mereka yang sedang menyeringai.

"Cih, teknik murahan seperti itu tidak mempan kepadaku, bocah-bacah nakal." Kata Zabuza meremehkan. Zabuza hanya memiringkan sedikit kepalanya guna menghindari lemparan Fuma Shuriken itu. Setelah lewat Zabuza pun melebarkan seringainya. "Sudah kubilangkan, teknik murahan seperti itu tidak mempan kepa-" ucapan Zabuza terpotong saat ia mendengar suara kepulan asap dari belakang tubuhnya.

POOFTTT!

Shuriken yang tadi Sasuke lempar berubah menjadi Naruto. Yang melempar kunainya ketempat Zabuza berada. Zabuza yang melihat kunai itu menuju kearahnya, mengambil pedang besarnya itu untung menepis kunai tersebut. Tidak menyadari bahwa jutsu penjara air yang ia buat tadi menghilang dan membuat Kakashi lepas dari penjara air itu.

TRANKK!

Kunai yang naruto lempar tadi berhasil ditepisnya dengan mudah. Setelah itu, Kakashi berusaha menyerang Zabuza tetapi Zabuza berhasil menghindarinya. "Kau cerdik juga bocah. Menggunakan dirimu yang menghenge menjadi Fuma Shuriken untuk mengecohku. Dan melepaskan sensei mu ini." Kata Zabuza lumayan terkesan.

"Hehehe... Itu adalah teknik yang sama yang berhasil mengecoh Kakashi-sensei. Jadi, jangan meremehkan suatu teknik meskipun teknik itu adalah teknik murahan sekalipun." Kata Naruto bijak.

"Akan kuingat perkataan mu itu bocah. Bagaimana dengan bunshinku tadi? Pasti mereka berhasil mengalahkan kedua teman mu itu beserta klien kali-" "Bunshin mu sudah aku habisi." Potong Sasuke sambil menyeringai. Zabuza yang mendengarnya pun cukup terkejut. Seorang Genin, bisa mengalahkan dua duplikat dirinya? Lumayan juga.

"Sekarang saatnya dirimu, Zabuza." Kata Naruto dan Sasuke bersamaan. Dan secara bersamaan juga, mereka berlari kearah Zabuza dengan kunai masing-masing. "Kuterima tantangan kalian berdua, anak-anak nakal." Balas Zabuza sambil menyeringai. Mereka pun saling menyerang.

Naruto menyerang Zabuza dengan mengarahkan kunainya untuk menghunuskan kunainya ke punggung Zabuza. Sasuke juga melakukan gerakan yang sama dengan Naruto, hanya saja Sasuke mengincar jantung Zabuza. Zabuza yang melihat dirinya dikepung dua arah pun meloncat menghindar. Setelah mendarat. Zabuza membuat handseal rumit.

"Suiton : Suiryuudan no Jutsu"

Seketika, muncul naga air dibelakang Zabuza. Naruto dan Sasuke yang tidak ingin ketinggalan pun membuat handseal yang berbeda. Kakashi yang melihat kedua muridnya membuat handseal pun ikut membuat handseal juga. Mereka pun menyebutkan jutsu mereka masing-masing.

"Katon : Goryuuka no Jutsu"
"Fuuton : Atsugai"
"Doton : Doryuudan no Jutsu"

Muncul naga berlement api dan tanah dan juga angin kencang yang meluncur ke arah Zabuza dengan kencangnya. Mengakibatkan naga air Zabuza terkoyak sedikit setelah itu naga api milik sasuke menyerang naga air Zabuza mengakibatkan kabut yang sangat tebal. Setelah itu naga tanah kakashi juga menyerang Zabuza. Zabuza yang masih sayang nyawa pun melompot menghinfdar.

Sasuke, kita gunakan serangan kombinasi kita seperti saat melawan kakashi-sensei waktu itu!" kata Naruto kepada sasuke. "Hn." Balas Sasuke. Dan setelah itu mereka membuat handseal secara bersamaan.

"Katon : Gōkakyoū no Jutsu"
"Fuuton : Daitoppa"

Setelah itu jutsu bola api sasuke membesar setelah terkena tekanan angin yang berasal dari Naruto. Dan jutsu koloborasi mereka pun menuju kearah Zabuza.

DUUARRR!

Bola api itu pun meledak di tempat Zabuza berada. Setelah asap menghilang, terlihat tempat itu sudah hangus terbakar tetapi Zabuza selamat dengan banyak luka di tubuhnya. "Serangan kalian itu belum cukup untuk mengalahkan diriku, bocah na-"

SYUUTT!
SYUUTT!

Sebelum Zabuza menyelesaikan perkataannya, muncul jarum-jarum yang mengenai laher Zabuza. Dan tak beberapa lama, muncul seorang Hunter-nin di depan tubuh Zabuza yang tergeletak tak berdaya.

"Teima kasih, Ninja Konoha. Dari sini aku yang melanjutkannya." Kata Hunter-nin itu.

"Apa dia sudah mati?" tanya Kakashi.

"Kau bisa mengeceknya sendiri." Balas Hunter-nin itu.

Kakashi pun berjalan mendekati Hunter-nin itu dan Zabuza. Kakashi pun menyentuh pergelangan tangan Zabuza, merasakan urat nadi Zabuza. Dan hasil yang ia dapat adalah, urat nadi Zabuza tidak lagi berdetak. Yang menandakan Zabuza telah mati.

"Baiklah, kau bisa membawanya." Kata Kakashi pada Hunter-nin itu setelah memeriksa kondisi tubuh Zabuza.

Hunter-nin itu pun menghilang sambil membawa mayat Zabuza di pundaknya. Meninggalkan mereka semua. "Baiklah anak-anak, sekarang kita lanjutkan perjalanan ki-"

BRUUKK

Ucapan kakashi terpotong saat ia tidak bisa menopang lagi tubuhnya dan pingsan ditempat.

"KAKASHI-SENSEI!" teriak Sakura panik. Naruto pun menghampiri tubuh kakashi yang pingsan dan memeriksa kondisinya. "Kakashi-sensei hanya pingsan." Kata Naruto menenangkan mereka semua. Mereka yang mendengar kondisi kakashi yang hanya pingsan pun bernapas lega.

"Tazuna-san, apakah rumahmu masih jauh dari sini?" tanya Naruto pada Tazuna.

"Tidak, mungkin hanya perlu memakan waktu satu jam saja." Jawab Tazuna

"Baiklah, kita berangkat." Kata Naruto kepada mereka yang hanya dibalas anggukan dari mereka semua.

TAP!
TAP!
TAP!
TAP!

Kini, dihadapan mereka, muncul bala bantuan dari Konoha, yaitu Tim 8. "Ternyata benar disini ya." kata Kurenai sambil melihat daerah sekitar yang hancur. "Berarti ledakan tadi adalah hasil pertarungan kalian, ya. kalau begitu siapa musuhnya?" tanya Kurenai sambil menatap kearah ketiga murid-murid Kakashi.

"Musuh kami tadi adalah Zabuza Momochi." Jawab Sasuke singkat.

"Zabuza Momochi?! Salah satu dari Shinobi Gatana no Shichi nin Shū?!" kata Kurenai terkejut. "Ya, itu benar, Kurenai-sensei. Dan karena pertarungan itu, Kakashi-sensei pingsan." Jawab Naruto sambil melihat ke arah Kakashi yang sedang ia rangkul.

"Oh, jadi begitu. Kalian cukup hebat bisa melawan Zabuza. Lalu, sekarang dimana dia?" tanya Kurenai lagi. "Zabuza sudah diurus oleh Hunter-nin." Jawab Sakura singkat. "Sudah kuduga." Kata Kurenai pelan.

"Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan. Dan kau, eee siapa namamu?" tanya Naruto sambil menghadap Naruto. "Aku Naruto Uzumaki." Jawab Naruto sambil tersenyum kecil. "Baiklah Naruto, kau yang akan membawa Kakashi?" tanya Kurenai tak yakin. "Ya, tenang saja. Aku masih kuat kok." Balas Naruto sambil melebarkan senyumnya yang berhasil membuat wajah Hinata memerah. 'Sepertinya Hinata menyukai bocah pirang ini' batin Kurenai sambil tersenyum saat melihat wajah Hinata memerah ketika melihat senyuman Naruto. 'Sepertinya misi kali ini akan menyenangkan.' Batin Kurenai lagi.

Lalu, Tim 7 dan Tazuna pun melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda karena pertarungan tadi. Naruto pun berjalan sambil membawa tubuh Kakashi yang pingsan. Oh, dan jangan lupa dengan Tim 8.

Di Rumah Tazuna

TOK!
TOK!
TOK!

"Tadaima! Tsunami, ini aku tolong buka pintunya!" teriak Tazuna dari luar.

CKLEEKK

Pintu pun terbuka menampakkan seorang wanita yang parasnya lumayan cantik.

"Oh, Tou-san sudah pulang. Okaeri." Kata Wanita itu yang ternyata adalah anak dari Tazuna sambil tersenyum lembut.

"Ya. Bisa kau siapkan kamar, Tsunami? Salah satu Ninja Konoha yang membantuku sedang pingsan." Kata Tazuna kepada anaknya itu yang bernama Tsunami.

"Baiklah. Silahkan masuk." Kata Tsunami sambil membuka lebar pintu rumahnya.

Naruto pun membaringkan Kakashi di atas Futon yang sudah disiapkan oleh Tsunami. Ia pun mulai mengobati luka Kakashi dan kemudian membalut luka nya dengan perban. Merasa belum cukup, Naruto juga menyalurkan sedikit chakra nya untuk memulihkan kondisi chakra Kakashi yang habis saat pertarungan dengan Zabuza tadi. Dan secara perlahan, luka di tubuh kakashi mulai membaik. Hanya perlu menunggu agar Kakashi sadar.

Merasa cukup, Naruto kembali kebawah untuk sekedar bergabung atau mengobrol dengan mereka semua. Disana sudah ada Sasuke, Sakura, Kurenai, Hinata, Kiba, Shino, Tsunami, dan Tazuna.

"Hei, semua sedang apa?" sapa Naruto pada semua yang berada di ruang makan yang lumayan besar itu. "Hn. Tidak ada." Jawab Sasuke singkat. Naruto pun bergabung dan duduk bersama mereka. Suasana hening pun menyelimuti mereka. Setelah diam beberapa menit, naruto pun menanyakan sesuatu pada Kurenai.

"Jadi, Tim yang akan membantu kami dalam misi ini adalah Tim8?" tanya naruto menatap Kurenai

"Ya. Saat mendengar misi kalian menjadi Rank C Mission, Hokage-sama mengirim kami, Tim 8 untuk membantu kalian. Apa kau keberatan?" jawab sekaligus tanya Kurenai.

Naruto yang mendengarnya hanya menggeleng. "Tidak, aku hanya senang. Karena misi kali ini pastinya akan sangat seru." Kata Naruto sambil tersenyum.

Tak berapa lama Kakashi pun datang dengan keadaan yang belum bisa dibilang baik. Naruto yang melihatnya pun berinisiatif untuk membantu kakashi turun dari tangga. "Kondisimu belum pulih benar, Kakashi-sensei. Seharusnya kau tetap berbaring di Futon." Kata Naruto menasehati Kakashi sambil membantu Kakashi berjalan.

"Yare-yare. Aku hanya ingin keluar dan bergabung bersama kalian, itu saja. Apa salahnya?" kata Kakashi sambil memberi eye-smile nya kepada Naruto.

"Tidak sih. Tapi setidaknya tunggu sampai kondisi mu membaik, sensei." Balas Naruto lagi.

Mereka semua yang melihat pertengkaran dua sensei-murid itu hanya terkekeh (minus Sasuke yang hanya sedikit tersenyum). Setelah sampai di meja makan, Kakashi pun segera berdehem. Membuat mereka semua memperhatikannya.

"Ada yang ingin aku katakan pada kalian." Kata Kakashi dengan serius. Mereka yang melihat Kakashi dengan wajah serius pun ikut serius. "Apa itu?" tanya Sasuke serius.

"Zabuza belum mati."

DEG!

Perkataan Kakashi sontak membuat mereka semua terkejut. 'Zabuza belum mati? Bukankah Kakashi-sensei yang telah mengeceknya? Batin Sakura dan Sasuke kompak. "Jadi sensei juga menyadarinya, ya?" Kata Naruto yang berhasil membuat Kakashi kaget. "Kau menyadarinya juga, Naruto?" tanya Kakashi terkejut.

"Ya. aku pernah membaca suatu buku di Perpustakaan Konoha. Bahwa prinsip kerja Hunter-nin adalah selalu berkelompok dan memenggal kepala sang Missing-nin dan hanya membawa kepalanya saja sebagai bukti. Tetapi tubuhnya akan dimusnahkan. Apa aku benar?" jelas Naruto sambil mengajukan pertanyaan kepada sang sensei.

"Ya. Kau benar. Jadi menurutku Hunter-nin yang membunuh Zabuza tadi adalah temannya." Kata Kakashi memperjelas penjelasan Naruto. "Kalau begitu mereka akan kembali dan menyerang kita begitu?" tanya Sakura takut-takut.

"Ya. Bisa jadi begitu. Melihat dari luka yang Zabuza derita, mungkin waktu pemulihannya akan sampai seminggu. Dan untuk itu, mulai besok kita akan berlatih." Kata Kakashi yang membuat ketiga muridnya tertegun. 'Akhirnya kita mulai berlatih.' Batin Sakura dan Sasuke. 'Ini akan menyebalkan. Haahhh...' batin Naruto bosan.

"Baiklah, besok Tim 8 akan latihan juga. Kalian mengerti?" tanya Kurenai pada murid-muridnya.

"Ha'i, sensei" kata mereka bertiga serempak.

Dan besoknya, Tim 7 dan Tim 8 dilatih oleh sensei mereka masing-masing.

.

.

.

.

.

.

TBC