Saatnya balasan review


Abrar Kiroashi

Q: kyuu juu Pasento. 90 untuk ceritanya

A : Terimakasih


Paijo Payah

Q : Lanjut thor

A : Siap


Ootsutsuki Rey'su

Q : Lanjut thor! semakin lanjut ane kebawa ama ceritanya

ok shat slalu y

oh ya ane udah fav n foll author

A : Terimakasih. Saya senang ada yang terbawa dengan cerita yang saya buat. Siap. Terimakasih sudah fav fan foll


DandiDandi

Q : lanjut thor,semakin seru,apakah MadaraIzuna sudah keluar dari klan uchiha?

A : Siap dan chapter kedepan akan semakin seru karena tidak ada skip time 1 tahun, wkwk. Apakah chapter ini menjawab pertanyaan DandiDandi tentang MadaraIzuna?


Annur Azure Fang

Q : yeay akhirnya up jga dan semangat thor smoga bsa up kdpannya

A : Yey! Saya juga senang akhirnya bisa up lagi. siap


Hoooh

Q : apa nanti cerita ini akan menjadi dark naru? apa nanti naruto akan tetap menjadi tim 7 bersama sakura dan sasuke?

A : Hmh. Saya masih memikirkan untuk dark!Naru atau good!Naru. Saya tetap menggunakan canon untuk tim genin nantinya


Guest

Q : oke

pertanyaannya sekarang, sebenernya madara sama izuna itu siapa? apa mereka itu naruto yang pakek kagebunshin trus henge jadi madara sama izuna? ato orang lain yang kenal deket sama naruto?

bisa kasih bocoran dikit gak thor?

saya bakal mati karena kekepoan saya tidak terjawab

A : Untuk identitas asli Madara sama Izuna itu masih dirahasiakan dan akan terungkap beberapa chapter kedepan. Bukan Kagebunshin Naruto kok. Hmh, bisa dibilang sosok asli Madara dan Izuna itu sangat kenal dengan Naruto. Bocoran? Sosok asli mereka juga asli kakak-beradik. Jangan mati dong, nanti saya dimasukin penjara karena membuat orang mati kepo, wkwk


Guest

Q : Keren thor

A : Terimakasih


Yuliosx

Q : Lanjut

A : Siap


Shisui Lover

Q : kok shisui mulai jarang muncul? bahkan beberapa chapter sama sekali gak muncul

ceritanya fokus ke siapa sih sebenernya?

lebih banyak Shikamaru daripada shisui

A : Iya, karena Shisui dan yang lain tidak menjadi karakter penentu klimas dari cerita ini. Fokus utama ada pada Naruto dan Kurama, mungkin juga Shikamaru yang di canon menjadi penasihat Naruto


Menma

Q : apa sifat naruto akan terus berubah-ubah? apa nanti naruto akan menjadi jahat? atau nanti naruto menjadi baik?

A : Mungkin sifat Naruto sedikit membingungkan, karena itulah keunikan Naruto dalam cerita ini. Jahat atau tidaknya saya masih belum menentukan


Sebelumnya di Different Path

Naruto segera kembali ke apartemennya dan memasang jutsu agar tidak ada seorangpun yang bisa masuk kesana karena Naruto membutuhkan istirahat. Mungkin dirinya akan tertidur selama 3 hari mengingat jumlah chakra yang digunakannya untuk menggunakan 2 Fuuinjutsu buatannya sekaligus. Tapi sebelum Naruto jatuh tertidur, Naruto mengirimkan sebuah surat pada Shikamaru dan Sandaime Hokage agar mereka tidak khawatir dan membiarkannya sendiri untuk 3-4 hari kedepan


Saya ingin mengakui Naruto sebagai milik saya

Tetapi sepertinya bang Kishi tidak mengijinkan

Saya masih pemula dan masih perlu kritik dan saran yang membangun


1 tahun berjalan dengan sangat cepat dan 1 minggu kedepan akan diadakan ujian kelulusan akademi. Naruto sendiri tidak terlalu memikirkan ujian itu karena ada yang lebih penting untuk dipikirkan selain ujian kelulusan akademi. Dan Naruto sangat yakin bahwa dirinya akan lulus, tapi ada yang mengganggu pikirannya akhir-akhir ini tentang ujian kelulusan itu. Bukan berarti Naruto memikirkan ujiannya, tapi sesuatu yang mungkin ada hubungannya dengan para penguji ujian kelulusan nanti

Ditambah dengan masalah klan Hyuuga atau lebih tepatnya 3 Hyuuga muda yang tidak lain adalah Neji, Hinata dan Hanabi. Hantaisoku no Fuuinjutsu pada ketidanya terlalu kuat sehingga membuat ketiganya sedikit kesulitan menggunakan Byakugan mereka. Naruto baru menyadari hal itu beberapa hari yang lalu saat kelasnya latihan taijutsu dan ninjutsu. Naruto melihat Hinata kesuilitan menggunakan Jyuken dan jutsu klan Hyuuga lainnya dengan aktifnya Byakugan dan Naruto menyimpulkan bahwa ada yang salah dengan Hantaisoku no Fuuinjutsu yang digunakannya pada ketiga Hyuuga muda itu

Saat ini Naruto ada di pahatan wajah Yondaime, membaringkan diri dengan kedua tangan sebagai bantal dan menatap langit malam yang dipenuhi oleh bintang dan bulan yang bersinar dengan sangat indah

'Aniki.' Panggil Naruto dalam benaknya

'Ada apa?' tanya Kyuubi

'Menurutmu apa yang salah dengan Hantaisoku no Fuuinjutsu yang kugunakan pada 3 Hyuuga muda itu?' jawab Naruto dengan pertanyaan

'Kamu sudah tau bahwa Hantaisoku no Fuuinjutsumu pada 3 bocah Hyuuga itu terlalu kuat. Jadi untuk apa kamu bertanya padaku?' sinis Kyuubi

'Aku tau itu. Tapi aku ingin tau pendapatmu.' Jawab Naruto sedikit kesal

'...Kurasa karena chakra mereka masih dalam masa pertumbuhan. Yahh, kamu pasti tau seperti tubuh yang mengalami pertumbuhan. Chakra juga seperti itu.' Jelas Kyuubi singkat

'Jadi, apa yang harus aku lakukan?' tanya Naruto

'Hmmh..mungkin akan lebih baik jika kamu sedikit membuka Hantaisoku no Fuuinjutsu pada 3 bocah Hyuuga itu.' Jawab Kyuubi

'Ide yang bagus. Terimakasih, aniki.' Ucap Naruto

'Ya, sama-sama. Ototou.' Jawab Kyuubi

Karena malam semakin larut dan udaranya semakin dingin, Naruto memutuskan untuk kembali ke kamar apartemennya dan menghangatkan tubuhnya dengan coklat panas dan beberapa makanan ringan yang cukup manis. Naruto menyesap coklat panasnya dengan ekspresi yang tampak sedang berpikir, wajahnya terlihat tenang namun begitu serius. Tentu saja Naruto tengah memikirkan bagaimana mengatasi masalahnya dengan ketiga Hyuuga muda itu dan Naruto harus berhati-hati dengan keputusannya nanti, karena Naruto tidak ingin memberi lebih banyak kecurigaan pada Sandaime

Ya, beberapa kali Sandaime menanyakan apa saja yang dilakukannya, kemana saja dirinya pergi dan kenapa sifatnya sering kali berubah-ubah. Tidak hanya Sandaime, tapi Shikamaru juga sering menanyakan apa yang Sandaime tanyakan itu dan Naruto juga tidak ingin menarik Shikamaru kedalam masalah ini. Selain itu juga masih ada banyak yang harus Naruto khawatirkan selain masalah dengan ketiga Hyuuga muda itu, Naruto hanya ingin semua rencananya berjalan dengan baik dan hanya dirinya dan Kurama yang tau. Akan sangat bahaya jika lebih dari dirinya dan Kurama yang terlibat untuk masalah-masalah yang ditanganinya

Selesai dengan acara menghangatkan diri, Naruto segera tidur karena besok Naruto harus bicara dengan Hiashi menganai ketiga Hyuuga muda itu. Tentu saja secara diam-diam dan hanya dirinya dan Hiashi yang harus bicara dan tau tentang pembicaraan nantinya. Tapi sungguh disayangkan bagi Naruto yang telah terlelap begitu pula dengan Kurama, karena mereka tidak mengetahui bahwa ada yang mengawasi mereka, atau lebih tepatnya mengawasi Naruto. Dan sosok itu tidak lain adalah ANBU yang diawasi dan dilatih langsung oleh Sandaime

Esoh harinya, di pagi buta Naruto pergi ke kediaman Hyuuga dan memutuskan untuk kembali membolos. Tentu saja Naruto pergi secara diam-diam ke kediaman Hyuuga, atau lebih tepatnya menyelinap ke kamar Hiashi. Awalnya Hiashi bersiap untuk menyerang Naruto yang secara diam-diam masuk ke kamarnya, tapi tentu saja gerakan refleks Hiashi diimbangi dengan refleks yang Naruto miliki. Disaat keduanya mulai tenang dan rileks, Naruto mulai membicarakan kedatangannya dan semua rencananya mengenai ketiga Hyuuga muda itu pada Hiashi yang tampaknya benar-benar meragukan keputusan Naruto kali ini

"Ada apa dengan wajahmu itu? Aku membicarakan ini bukan untuk meminta persetujuanmu, aku hanya ingin kamu tau dengan apa yang akan aku lakukan pada kedua putri kesayanganmu dan keponakan yang kamu banggakan itu. Yang pasti aku tidak akan membunuh mereka, aku masih punya otak." Terang Naruto

'Bukankah maksudmu itu `hati`? Otak itu untuk berpikir, bukan untuk merasakan.' Batin Hiashi bersweatdrop ria

"Cara bicaramu semakin kacau. Dan kenapa kamu mengatakan datang kesini dan membicarakan semua ini, tapi tidak untuk mendapatkan persetujuanku. Kenapa kamu hanya ingin aku mengetahui apa yang akan kamu lakukan pada mereka?" tanya Hiashi

"Yahh, karena menurutku kamu setuju atau tidak, kamu akan tetap membiarkanku untuk melakukannya. Dan jika tidak, mungkin mereka akan mati. Dan maaf saja jika cara bicaraku semakin kacau. Meski aku tidak tau apa maksudmu dengan kacau itu." Jawab Naruto dengan berguman diakhir kalimatnya

"...Apa yang akan terjadi dengan mereka?" tanya Hiashi pada akhirnya

"Tidak akan terjadi apa-apa, tapi mungkin mereka akan pingsan dalam beberapa hari. Jadi persiapkan saja tempat tidur yang nyaman dan pastikan tubuh mereka tidak terlalu kaku." Jawab Naruto dengan seringai aneh bagi Hiashi

"Kalau begitu, persiapkan ketiganya nanti malam dan jangan lupa pesanku barusan. Akan kulakukan nanti malam. Oh jangan lupa pastikan tidak ada orang lain didalam ruangan nantinya, cukup aku, kamu dan ketiga Hyuuga muda itu." Lanjut Naruto dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Hiashi

Naruto menghabiskan waktunya ke tempat persembunyiannya, dimana tidak ada seorangpun yang mengetahui dimana dirinya berada dan tidak ada seorangpun yang mampu melacaknya bahkan shinobi tipe sensor sekalipun. Tentu saja karena Naruto menggunakan Fuuin : Sairentonya untuk menyegel tempat rahasianya dan Naruto tidak akan pernah membiarkan tempat rahasianya diketahui orang lain termasuk oleh Shikamaru sekalipun. Naruto ingin memiliki tempatnya untuk menyendiri, hanya itu alasan Naruto

'Naruto. Sepertinya ada yang mendekat. Tapi orang itu tidak tau kalau kita ada disini. Apa yang akan kamu lakukan? Akan bahaya jika dia menuju batas Fuuin : Sairentomu. Dia akan tau ada sesuatu disana yang menghalanginya.' Ucap Kyuubi

'Aku tidak akan melakukan apapun. Mungkin orang itu targetku berikutnya. Aku sangat kenal dengan chakra ini.' Jawab Naruto dengan seringai iblisnya

'Hohoh. Sepertinya aku semakin suka dengan sifat barumu ini, ototou.' Ucap Kyuubi dengan seringai rubahnya

'Tentu saja. Aku belajar dari yang terbaik.' Jawab Naruto dengan seringai tipis di bibirnya

Chakra yang dirasakan oleh Naruto semakin bertambah dan sangat asing baginya. Ada 2 chakra yang baru pertama kali ini dirasakannya dan yang 1 adalah chakra yang sangat dikenalnya. Ketiga chakra itu bergerak mendekatinya, tapi berhenti 1 km dari batas Fuuin : Sairentonya dan tampaknya ketiga pemilik chakra itu tidak menyadari bahwa ada Fuuinjutsu dengan jarak 1 km itu. Naruto memutuskan untuk mencaritau siapa kedua pemilik chakra asing itu dan tentu saja dengan kemampuan menyelinapnya yang bisa dikatakan sempurna itu mempermudah Naruto untuk mencuri dengar apa yang ketiga pemilik chakra itu bicarakan

Dan sesuai dugaan Naruto, salah satu pemilik chakra itu merupakan orang yang sangat dikenalnya, tapi untuk yang lain benar-benar asing bagi Naruto, apalagi dengan mantel bertudung yang menutupi kepala mereka. Naruto bisa mendengar pembicaraan ketiganya dan sesuai dugaan Naruto, seseorang berniat berkhianat pada Konoha dan mungkin akan melibatkannya dalam rencana pengkhianatan itu. Dan tentu saja Naruto tidak akan termakan oleh rencana ketiga shinobi yang tengah berbicara tanpa mengetahui kehadirannya itu

'Tertangkap, kalian. Jangan harap kalian bisa keluar dengan tenang.' Pikir Naruto dengan suara yang menjanjikan kesengsaraan

'Mari kita buat sebuah permainan yang benar-benar menyenangkan.' Ucap Kyuubi dengan seringai yang menjanjikan rasa sakit yang luar biasa

Ketiga pemilik chakra itu tampak selesai dengan pembicaraan mereka dan mulai meninggalkan tempat itu. Begitu Naruto tidak lagi merasakan chakra mereka, Naruto segera melepaskan Fuuin : Sairentonya dan segera kembali ke kediaman Hyuuga begitu malam telah tiba. Naruto menemui Hiashi terlebih dahulu untuk menyiapkan beberapa hal dan menyampaikan sesuatu tentang apa yang akan terjadi nanti

"Aku sudah menyiapkan obat tidur dengan dosis yang cukup tinggi untuk membuat mereka tertidur hingga 2 hari. Taburkan ini pada minuman atau makanan mereka saat nanti makan malam dan pastikan persiapan yang kuminta sudah selesai." Ucap Naruto memberikan 3 buah kapsul pada Hiashi dan Hiashi menerimanya

"Kenapa mereka harus dalam keadaan tertidur?" tanya Hiashi

"Jika tidak, chakra mereka akan semakin kacau dan membuat tubuh mereka banyak kehilangan chakra. Selain itu, kemungkinan Byakugan mereka akan mati menjadi sangat tinggi jika mereka dalam keadaan sadar." Terang Naruto

"Artinya dalam keadaan tertidurpun juga ada risiko yang akan terjadi?" tanya Hiashi terdengar cemas meski sangat samar

"Begitulah. Tidak ada yang sempurna didalam semua jutsu. Jutsu-jutsu itu tetap memiliki risiko, tergantung pada level jutsu itu." Jawab Naruto dengan tanang

"Lalu, apa yang akan terjadi pada mereka?" tanya Hiashi

"Tidak akan terjadi apapun selama kamu mengikuti apa yang kukatakan, karena itu aku memintamu untuk mempersiapkan semuanya dengan baik." Jawab Naruto

"..." Hiashi terdiam dan menatap Naruto dengan tatapan antara heran dan kagum

"Ingin mengatakan sesuatu?" tanya Naruto menyadari tatapan Hiashi padanya

"Tidak juga. Hanya saja aku tidak menyangka kamu akan berbuat sejauh ini untuk Hyuuga. Bahkan kamu tidak memberitaukan pada Sandaime mengenai semua ini. Diusiamu yang masih sangat muda ini kamu sudah pandai bermain politik." Terang Hiashi

"Yahh, kamu bisa menyalahkan otak yang diturunkan oleh ayahku padaku." Jawab Naruto santai

"Kurasa bukan hanya otak jenius ayahmu. Perilakumu perpaduan antara ayahmu dan ibumu hingga membuatmu menjadi sangat sulit untuk ditebak." Ucap Hiashi

"Tidak perlu cemas. Tidak akan ada yang tau apa yang kupikirkan dan apa yang akan kulakukan. Tidak perlu repot-repot mencoba untuk memahamiku." Jawab Naruto

"Kurasa begitu." Balas Hiashi

"Aku tunggu di ruangan yang telah kamu sediakan." Ucap Naruto dan pergi ke sebuah ruangan yang telah disana telah disiapkan 3 futon

Saat makan malam, Hiashi mengajak ketiga Hyuuga muda itu untuk makan malam di ruangan tersendiri dengan alasan ingin membicarakan hal penting pada ketiganya. Dan sebenarnya Hiashi memang ingin membicarakan sesuatu yang cukup penting pada ketiga Hyuuga muda itu mengenai beberapa hal. Tentu saja Hiashi tidak akan menyinggung masalah segel di dahi mereka itu, tapi beberapa hal yang perlu mereka tau dan harus mereka camkan dalam otak mereka. Begitu selesai makan malam, pembicaraan ketiga Hyuuga muda dengan pemimpin klan dimulai

"Apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Neji sopan

"Ini mengenai anak bernama Naruto. Kalian mengenalnya?" tanya Hiashi balik

Reaksi yang didapat oleh Hiashi cukup membuatnya tertawa dalam hati. Bagaimana tidak? Lihat saja wajah putri sulungnya sudah memerah bagaikan kepiring rebus. Sedangkan putri bungsunya yang menyeringai entah karena apa, tapi begitulah ekspresinya tepat saat nama Naruto disebut. Keponakannya terlihat kebingungan dimatanya, tapi tersembunyi dengan baik dibalik wajah tenang keponakannya dan beranggapan bahwa Neji tidak mengenal Naruto dengan baik

"Naruto? Maksud anda yang suka membuat masalah itu?" tanya Neji memastikan dan dibalas dengan anggukan kecil dari Hiashi

"La-lalu?" tanya Hinata gugup

"Apapun yang terjadi, jangan pernah melawan ucapannya, turuti apa keinginannya, ingatkan dia jika keinginannya akan membahayakan dirinya sendiri maupun orang-orang terdekatnya." Jawab Hiashi

"Aku mengerti kenapa tousan berkata begitu, aku sedikit mengenal Naruto-niisan dari Konohamaru-kun. Tapi kenapa harus menurutinya?" tanya Hanabi masih dengan seringai

"Aku tidak bisa memberitau kalian. Tapi kumohon turuti perekataanku ini. Ini demi kebaikan kalian dan semuanya." Jawab Hiashi yang sukses membuat ketiga Hyuuga muda itu terkejut mendengarnya, karena ini pertama kalinya seorang Hyuuga Hiashi mengucapkan kata `mohon` pada mereka

"Kami mengerti." Jawab ketiga Hyuuga muda itu serentak

Tidak lama kemudian, ketiga Hyuuga muda itu tersungkur dari duduk mereka, tertidur. Tampaknya efek obat yang Naruto berikan pada Hiashi mulai beraksi dan Hiashi segera memindahkan ketiga Hyuuga muda itu ke ruangan dimana Naruto menunggunya dan ketiga Hyuuga muda itu. Hiashi membaringkan ketiga Hyuuga muda itu di masing-masing futon yang telah disiapkannya dan Naruto mulai menggigit jari telunjukanya lalu menggambarkan sebuah simbol Yin-Yang di masing-masing dahi ketiga Hyuuga muda itu dengan darahnya

Selesai menggambar di ketiga dahi Hyuuga muda, Naruto menggambar simbol Yin-Yang yang cukup besar di lantai beralaskan tatami itu juga dengan darahnya. Selesai menggambarkan di lantai, Naruto berdiri tepat di tengah-tengah simbol itu lalu merapas segel tangan dengan cepat kemudian menghentakannya ke lantai. Bersamaan dengan sentakan tangan Naruto, gambar simbo di lantai dan di ketiga dahi Hyuuga muda itu perlahan memancarkan cahaya biru pucat yang memudar beberapa detik kemudian dan lenyap setelah kurang lebih 1 menit Naruto menghentakan tangannya bersamaan dengan simbol di dahi ketiga Hyuuga muda yang juga menghilang

Napas Naruto terputus-putus karena ternyata butuh chakra yang cukup besar juga untuk membuka Fuuinjutsu yang telah dipasangnya tanpa menimbulkan efek samping yang berarti. Hiashi tidak mampu melakukan apapun selain melihat apa yang dilakukan oleh pewaris tunggal dari Yondaime Hokage itu. Namun dalam hatinya Hiashi terkagum-kagum akan diri Naruto, kecerdasannya dan kekuatannya juga kemampuannya yang diusianya yang masih sangat muda bahkan masihlah anak-anak, Naruto mampu untuk melakukan banyak hal yang tidak dapat dilakukan olehnya bahkan Sandaime Hokage sekalipun

"Huuff..Aku sudah memperbaiki Fuuinjutsu yang kupasang. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Tapi ingat, jika sampai Sandaime atau seorangpun yang tau tentang apa yang kulakukan pada klan Hyuuga, kamu tau apa akibatnya pada seluruh Hyuuga, bukan?" terang Naruto

"Klan Hyuuga telah membuat janji dan telah berhutang besar padamu dengan nama klan Hyuuga. Semua yang telah terjadi hanya aku dan kamu yang tau." Ucap Hiashi penuh ketegasan

"Bagus. Persiapkan Hinata untuk ujian kelulusan akademi. Sesuatu akan terjadi saat ujian itu." Naruto memperingatkan

"Sesuatu seperti apa? Bukankah akan lebih baik jika kamu memberitaukan ini pada Sandaime?" tanya Hiashi tidak mengerti menimbulkan sebuah seringai penuh arti terlukis di bibir Naruto yang membuat Hiashi tidak nyaman

"Tenang saja. Aku ada rencana untuk menangani masalah itu nanti. Jika ada orang yang bertanya tentangku, jawab saja aku ini hanyalah seorang anak bermulut besar." Jawab Naruto dan pergi tanpa pamit

"Bermulut besar, kah." Gumam Hiashi menatap jendela yang terbuka lebar membuat angin masuk kedalam

"Kurasa bukan bermulut besar. Tapi berotak besar." Lanjut Hiashi menatap ketiga Hyuuga muda yang terlelap dengan wajah damai

Bersama dengan Naruto yang kini tengah berbaring dengan nyaman di ranjangnya sambil menatap langit-langit kamar apartemennya yang hanya berhiaskan sebuah lampu. Mata biru itu menatap jauh seperti pikirannya yang melayang entah kemana dan tubuh mungil itu tidak bergerak untuk menyamankan posisinya seperti biasa. Tubuhnya memang terasa sangat lelah, tapi pikirannya menolak untuk tidur agar tubuhnya mendapatkan istirahat yang cukup

'Jangan berpikir apapun lagi. Lebih baik kamu tidur saja.' Tiba-tiba suara Kyuubi menarik pikiran Naruto yang entah pergi kemana

'Oh, aniki. Kupikir kamu tidur.' Balas Naruto

'Dengan tubuhmu yang berteriak meminta untuk tidur. Mana mungkin aku bisa tidur, baka ototou.' Sentak Kyuubi kesal

'Maaf. Aku akan tidur sekarang. Selamat tidur, aniki.' Balas Naruto dan tidak lama kemudian terjatuh ke alam mimpi

'Kheh. Aku lupa kalau anak ini tidur dengan cepat juga. Maa, selamat tidur, ototou.' Jawab Kyuubi yang tentu saja tidak didengar oleh Naruto

Esok harinya Naruto beraktivitas seperti biasa dan saat di kelas, seperti yang Naruto duga, Hinata tidak datang dan sepertinya Neji tidak ikut latihan dengan timnya. Ada sesuatu yang mengganggu Naruto, yahh, lebih tepatnya beberapa hal. Yang pertama adalah Sasuke yang terlihat lebih ekspresif. Kedua, Shikamaru yang mendiamkan dirinya. Dan terakhir, Iruka-sensei yang tampak memperhatikan semua pergerakannya

'Sepertinya terjadi sesuatu yang baik pada si Uchiha bungsu itu. Lalu apa yang kamu lakukan pada si rusa pemalas itu sampai mendiamkanmu? Dan kenapa si muka codet itu mengawasimu?' tanya Kyuubi tiba-tiba dalam pikiran Naruto

'Jika aku tau, sudah aku bicarakan dengan mereka. Yahh, meski aku bisa menebak apa yang terjadi pada Sasuke sampai membuatnya sedikit ekspresif seperti itu. Shikamaru yang mendiamkanku. Dan Iruka-sensei yang mengawasiku.' Jawab Naruto

'Jadi, apa yang akan kamu lakukan?' tanya Kyuubi

'Tidak ada. Biarkan saja mereka selama mereka tidak menggangguku.' Jawab Naruto

Di sisi lain Shikamaru memikirkan tingkah Naruto yang akhir-akhir ini sering berubah-ubah dan itu membuatnya sangat tidak nyaman. Ada perasaan takut pada diri Shikamaru melihat sikap Naruto yang berbeda-beda, Shikamaru takut Naruto akan berubah menjadi musuhnya dan pada akhirnya mereka harus saling membunuh. Pemikiran yang terlalu jauh memang, tapi dengan otak Nara itu tentu saja membuat Shikamaru berpikir lebih jauh daripada anak-anak seusianya yang lainnya

Tapi wajar jika Shikamaru berpikiran seperti itu mengingat Naruto pernah mengatakan akan melawan Konoha jika memang Konoha bertindak diluar batas zona amannya. Naruto tidak akan segan-segan menghancurkan Konoha meski dirinya begitu mencintai desa yang telah dilindungi oleh ayahnya, pahlawannya. Tapi Naruto tepatlah Naruto, Naruto akan selalu memihak yang menurutnya benar dengan cara pandangnya yang unik itu membuat Shikamaru tidak tau hal seperti apa yang dinilai benar oleh Naruto

"Shikamaru." Dan pada akhirnya lamunan Shikamaru hancur dengan sebuah panggilan dari teman gemb..ekhem temannya yang cukup berisi

"Ada apa, Chouji?" tanya Shikamaru malas

"Aku hanya penasaran. Kenapa kamu mendiamkan Naruto seperti ini? Apa kalian ada masalah?" tanya Chouji balik

"Tidak juga. Aku tidak ingin mengganggu Naruto." Jawab Shikamaru singkat

"Mengganggu apa? Naruto tidak terlihat seperti sedang sibuk." Tanya Chouji tidak mengerti

"Dari luar memang terlihat biasa saja. Tapi otaknya itu sedang berpikir tentang banyak hal." Jawab Shikamaru

Yang menjadi topik pembicaraan sendiri tampak sangat tenang dan tidak peduli akan sekitarnya, tapi Naruto bisa mendengar pembicaraan Shikamaru dan Chouji berkat pendengarannya yang tajam. Naruto memilih untuk diam, tidak berkomentar karena memang tidak ingin menarik perhatian Iruka-sensei yang masih mengawasinya dan Naruto benci pergerakannya terus diawasi. Naruto benci tidak bisa leluasa bergerak. Naruto paling tidak bisa diam tanpa melakukan apapun dan sekarang setiap pergerakannya diawasi oleh Iruka-sensei

Pada akhirnya Naruto memutuskan untuk menghampiri Sasuke yang tentu saja membuat Shikamaru terkejut bukan main, karena yang dia tau Naruto tidak akan pernah memulai sesuatu dengan Sasuke dan sekarang Naruto menghampiri Sasuke lalu duduk disampingnya kemudian memulai pembicaraan. Tidak hanya Shikamaru yang terkejut, Sasuke juga terkejut dengan perubahan sikap Naruto yang tiba-tiba dan itu membuatnya sedikit takut

"Apa yang terjadi dengan otakmu? Kenapa tiba-tiba kamu mengajakku bicara?" tanya Sasuke was-was

"Kenapa? Apa tidak boleh? Aku hanya ingin bicara dan menanyakan bagaimana Shisui-san dan Itachi-san sekarang." Jawab Naruto santai

"Kalau begitu kenapa tidak ke rumah saja dan bertanya langsung pada mereka bagaimana mereka sekarang?" tanya Sasuke heran

"Aku sedang malas pergi kemana-mana. Jadi selagi kamu ada disini, aku bertanya padamu dan untuk menghemat tenaga pastinya." Jawab Naruto membuat Sasuke bersweatdrop ria

"Aku benar-benar tidak tau jalan pikiranmu." Gumam Sasuke

"Tenang saja. Tidak akan ada yang tau jalan pikiranku selain diriku sendiri." Balas Naruto dengan seringai meremehkan yang membuat Sasuke kesal

Tidak terasa sudah saatnya pulang dan Naruto segera pergi sebelum ada orang yang mendatanginya dan mengajaknya untuk pulang bersama ataupun mengajaknya bermain. Ada banyak hal yang harus Naruto lakukan mengenai rencana pengkhianatan ketiga orang itu dan Naruto tidak ingin melibatkan orang lain. Naruto tidak ingin mengambil resiko yang lebih besar lagi dengan mempertaruhkan nyawa orang lain dalam aksinya

Saat ini Naruto berada didalam pahatan wajah Yondaime bersama 3 Kagebunshinnya

"Aku ingin 1 di antara kalian mengawasi pengkhianat itu, 2 lainnya awasi pergerakan mencurigakan dari 2 orang yang kulihat kemarin bersama si pengkhianat itu." Perintah Naruto

"Siap, boss!" jawab ketiga Kagebunshin Naruto serentak lalu membubarkan diri

Naruto kembali ke apartemennya dan menyiapkan beberapa gulungan beragam ukuran, mulai dari yang kecil hingga besar, tapi kebanyakan dari gulungan-gulungan itu berukuran kecil. Setelah semua gulungan yang dibutuhkan telah siap, Naruto memanggil Kyuubi dalam bentuk manusianya

"Untuk apa semua gulungan-gulungan ini?" tanya Kurama heran

"Aniki, aku perlu chakramu untuk menyempurnakan semua jutsu yang ada dalam gulungan-gulungan ini. Cukup sedikit chakra saja." Jawab Naruto

"Tunggu. Semuanya ada 10 gulungan. Dan jika kamu mengatakan semua gulungan ini berisikan jutsu yang ingin kamu sempurnakan, kenapa aku tidak menyadari kamu membuat jutsu sebanyak ini?" tanya Kurama tidak terima bahwa dirinya tidak tau penahannya ini telah membuat jutsu

"Semua ini baru gambarannya saja, belum sempat aku praktikan. Karena itu aku butuh chakramu." Jawab Naruto

"Tapi jutsu apa saja yang sudah kamu buat?" tanya Kurama

"5 jutsu elemen dasar dan beberapa merupakan bagabungan elemen seperti hyouton." Jawab Naruto

Kurama tidak lagi bertanya dan memberikan sedikit chakranya melalui darahnya yang dicampur dengan darah Naruto. Cara itu digunakan agar hanya Naruto maupun Kurama yang bisa menggunakan jutsu dalam gulungan-gulungan itu karena Naruto membuat jutsu itu sendiri dan pastinya memerlukan chakra yang besar untuk menggunakannya. Tentu saja bagi Naruto menggunakan chakra dalam jumlah yang banyak bukanlah masalah karena darah Uzumaki yang mengalir di dalam tubuhnya dan chakra Kyuubi yang mulai menyatu dengan chakra Naruto

Jika ada orang lain yang ingin menggunakan jutsu dalam gulungan-gulungan itu, mereka harus memiliki jumlah chakra yang sama dengan Naruto atau jika mereka memiliki bijuu dalam tubuh mereka, barulah mereka bisa menggunakan jutsu dalam gulungan-gulungan itu. Dan Naruto tau tidak banyak atau jarang ada shinobi yang memiliki jumlah chakra sepertinya bahkan tingkat Kage sekalipun yang mampu menandingin jumlah chakra Naruto, apalagi jika ditambahkan dengan chakra Kyuubinya

Selesai memberikan chakranya pada gulungan-gulungan itu, Kurama mengajak Naruto untuk jalan-jalan sebentar karena sudah lama dirinya tidak keluar bersama Naruto. Kembalinya Kurama membuat orang-orang yang melihatnya cukup merasa canggung karena sudah lama tidak terlihat dan sekarang Kurama makan ramen di Ichiraku seperti dulu bersama Naruto

"Wah, Kyuunoki-san. Lama tidak bertemu." Sapa si pemilik Ichiraku, Teuchi

"Ya, aku baru bisa kembali hari ini dan mungkin besok aku akan pergi lagi." jawab Kurama

"Cepat sekali. Apa kamu tidak merindukan adikmu?" tanya Teuchi cukup sedih mengingat Naruto yang akhirnya mendapatkan seorang keluarga, tapi kembali ditinggalkan. Yahh, bukan dalam artian untuk selamanya

"Tentu saja. Tapi aku tidak bisa berdiam diri disini terus tanpa melakukan apapun. Aku ingin membawa Naruto, tapi Naruto masih berada dibawah pengawasan Sandaime. Jadi aku tidak ada pilihan lain." Jelas Kurama

Naruto yang menjadi topik pembicaraan hanya diam mendengarkan, tidak tau harus menanggapi apa dengan pembicaraan 2 orang dewasa didepannya itu. Dan Naruto juga hanya fokus pada ramennya. Begitu selesai makan, Kurama dan Naruto pergi untuk menyusuri jalanan Konoha hanya untuk sekedar jalan-jalan ingga mereka bertemu dengan Shisui yang langsung menyapa mereka begitu mata kucing itu menangkap sosok mereka

"Wah, Kyuunoki-san. Lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" tanya Shisui dengan senyum lebar

"Seperti yang kamu lihat. Tubuhku masih utuh. Dan kulihat tubuhmu juga masih utuh." Jawab Kurama yang membuat Shisui bersweardrop ria, sedangkan Naruto menggeleng-geleng kepala

"Kalian ingin kemana malam-malam begini?" tanya Shisui

"Hanya jalan-jalan saja. Lagipula besok aniki sudah harus pergi lagi." jawab Naruto

"Eh? Kyuunoki-san akan pergi lagi? Kenapa terburu-buru?" tanya Shisui pada Kurama

"Karena urusanku belum selesai dan aku hanya ingin melihat bagaimana keadaan Naruto setelah aku pergi. Dan tampaknya Naruto baik-baik saja tanpa aku." Jawab Kurama

"Karena aku bukan anak kecil lagi. Dalam seminggu nanti aku sudah resmi menjadi seorang genin." Tambah Naruto

"Oh iya, Naruto. Sasuke bilang kamu menanyakan keadaanku dan Itachi. Kenapa tidak ke rumah saja?" tanya Shisui

"Hah? Untuk apa kamu menanyakan kabar si mata kucing dan si keriput itu?" tambah Kurama

"Aku hanya malas ke kompleks Uchiha." Jawab Naruto

"Ngomong-ngomong tentang Uchiha, apa Madara dan Izuna masih ada disini?" tanya Kurama

"Tidak. Mereka berdua sudah tidak di Konoha lagi. Mereka mengatakan ada yang harus mereka lakukan dan mungkin mereka akan lama berada diluar Konoha." Jawab Shisui

"Kheh. Siapa juga yang betah lama-lama tinggal di desa bodoh ini." Gumam Kurama yang cukup terdengar oleh Shisui

"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu? Apa Kyuunoki-san membenci Konoha? Karena apa?" tanya Shisui tanpa sadar dan Kurama memutuskan untuk mendekat pada Shisui

"Kamu pikir aku tidak tau rahasia desa ini? Tentang Kyuubi. Orangtua Naruto yang sebenarnya. Perlakuan orang-orang bodoh yang masih hidup setelah insiden Kyuubi pada Naruto. Aku lebih tau daripada kamu, Uchiha Shisui." Bisik Kurama penuh dendam

Shisui terpaku akibat bisikan Kurama yang membuatnya teringat pada apa yang terjadi pada Naruto, siapa Naruto dan bagaimana Naruto sekarang. Dirinya tidak menyadari bahwa Naruto telah menanggung beban yang begitu berat namun Naruto tampak menikmati semua yang telah menjadi bebannya itu. Di dalam lubuk hatinya, Shisui menyesal, marah, sedih dan kecewa. Menyesal karena mulai melupakan kenyataan bahwa Naruto menanggung beban berat. Marah karena orang-orang dibutakan oleh kebencian mereka pada Kyuubi dan menganggap Naruto sebagai Kyuubi itu sendiri. Sedih karena tidak bisa membantu Naruto. Kecewa karena dirinya merasa telah berkhianat pada Naruto

Naruto yang memiliki pendengaran yang tajam hanya diam, tidak ingin membuat Shisui curiga pada panca indranya yang menajam berkat Kurama. Dan Naruto bisa melihat dengan jelas ekspresi Shisui yang menampakan perasaannya sekarang. Bisa Naruto lihat ada rasa penyesalan di wajah tampan Shisui. Ada kilat kemarahan di mata kucingnya itu. Alisnya mengernyit layaknya orang sedih. Dan bibirnya terkatup rapat menahan rasa kecewa yang ingin dikeluarkan

"Jangan pernah berpikir atau melakukan apapun tanpa tau seperti apa yang sebenarnya telah terjadi." Kurama menambahkan masih dengan berbisik lalu kembali ke sisi Naruto

"Kita pulang." Ucap Kurama singkat yang terdengar kesal

Naruto memilih untuk mengikuti perintah Kurama karena ingin mengikuti alur permainan Kurama yang memainkan emosional Shisui. Sebenarnya Naruto merasa bersalah dan kasihan pada Shisui , yah mungkin hanya sedikit. Dan ada sebagian dari diri Naruto yang ingin tertawa terbahak-bahak melihat permainan Kurama dan ekspresi Shisui. Kurama dan Naruto pergi meninggalkan Shisui yang masih terpaku di posisinya, tidak tau harus bereaksi seperti apa dengan bisikan-bisikan dari Kurama

BERSAMBUNG...


Terimakasih telah setia dengan cerita saya

Dan maaf atas keterlambatan saya

Semoga chapter ini tidak mengecewakan

Saya benar-benar menyesal karena terlambat dan membuat kalian semua menunggu. Senpai saya juga ingin meminta maaf karena belum bisa up dikarenakan kesibukan senpai yang padat

Dan sebagai kouhai yang baik, saya meminta maaf atas nama senpai dan mohon pengertiannya

Matta raishuu