.
.
.
.
.
Hopefully
"Jangan menghindarinya tanpa alasan." Junmyeon menyerahkan tas punggung Kyungsoo.
"Baik guru.." Suasana hati Kyungsoo pagi ini sedang sangat baik, berkat Junmyeon yang baik karena ridak memaksa mengantarnya sampai kelas.
"Jangan hanya baik, baik saja. Jika kau sakit hati dan buntu apa yang harus kau lakukan, segera konsul padaku. Jangan dipendam sendiri dan mendiamkan orang. Aku mungkin tidak pernah merasakannya, karna kau tidak pernah mendiamkanku. Tapi dia orang baru di hidupmu, Soo. Dia bukan aku yang mempunyai kekuatan telepati." Junmyeon menunjuk-nunjuk dirinya sendiri.
Kyungsoo mendecih. "Arra.. kau yang terbaik oppa. Tapi dia sangat peka."
"Apa? Kau sedang membandingkan kami?"
Kyungsoo mendecih kembali, "Berhenti cemburu oppa! Posisi kalian dihatiku berbeda. Dia hanya teman.." entah kenapa wajah Kyungsoo memerah.
"Teman, yang mempunyai perasaan lebih pada teman."
"Aishhh tidak usah sok tahu, oppa! Sudah sana masuk ke mobil. Aku akan terlambat jika harus meladenimu terus!" Kyungsoo meninju lengan Junmyeon seperti biasa, sebagai ucapan perpisahan.
"Hei Baek.. boleh aku duduk disini?" Kyungsoo menyapa Baekhyun dengan riang.
"Tentu. Duduklah, masih kosong. Kau lebih baik tersenyum seperti ini dibanding diam, Kyung.." Baekhyun tersenyum lembut, Kyungsoo membalas senyum Baekyun.
Di luar kelas Chanyeol tersenyum melihat interaksi Kyungsoo dan Baekhyun dan bergumam, "Syukurlah.."
"Apa enak? Oppa menyuruhku memasak untuk makan siangnya. Jadi kupikir tidak ada salahnya jika ku masak sedikit banyak, untukku dan untukmu juga.." Kyungsoo tersenyum cerah, senyum yang Chanyeol rindukan. Chanyeol mengangguk.
"Chans.. kenapa kau diam. Aku bingung jika kau diam."
"Itulah yang terakhir kurasakan Kyungs.."
"Maafkan aku Chans."
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Tidak.. aku hanya tersakiti oleh diriku sendiri. Maaf jadi menyalurkan kecewaku padamu. Padahal kau tidak bersalah."
Chanyeol memegang pergelangan tangan Kyungsoo, berharap Kyungsoo tidak lagi merasa bersalah. Makan siang ini adalah ucapan permintaan maafnya.
Kyungsoo mendongak melihat wajah Chanyeol dalam diam. Chanyeol tersenyum dan meniup poni halus yang hampir menutupi mata Kyungsoo. Kyungsoo menutup matanya menahan geli. "Sudah saatnya potong poni Kyungs.."
"Hari ini bilanglah pada Oppa mu itu. Kau tidak perlu dijemput. Aku akan mengantarmu. Aku bisa memastikan kau pulang dengan selamat sampai rumahmu."
"Kau tahu? Itu tidak mungkin Chans.. Oppa sangat tidak percaya pada orang lain."
"Kau belum mencoba. Jangan pesimis. Mana, berikan ponselmu?" Kyungsoo menyerahkan ponselnya.
"Cepat carikan kotak oppa mu." Perintah Chanyeol.
"Tapi untuk apa Chans?" Kyungsoo protes namun tetap menuruti perintah Chanyeol.
"Yeobseo Junmyeon-ssi, ini aku Chanyeol, Park Chanyeol."
"Nde, hari ini aku akan mengantar Kyungsoo pulang."
"Nde, nanti akan ku kabari jika sudah sampai. Jadwal hari ini cukup banyak, jadi mungkin akan sedikit terlambat. Ku pastikan adikmu akan aman denganku."
"Baik, terimakasih Junmyeon-ssi." Chanyeol sudah tersenyum cerah, tanda kemenangannya. Berbanding terbalik dengan Kyungsoo yang terus menahan nafasnya selama Chanyeol menelpon kakaknya tadi.
"Apa ku bilang? Dia akan mengizinkannya. Kau hanya belum mencoba. Pesimis itu tidak baik, Kyungs.." Chanyeol memberikan ponsel Kyungsoo.
"Kau hampir membuat jantungku keluar Chans! Bagaimana bisa dengan kelakuanmu yang serba spontan itu, hah lupakan saja." Kyungsoo mengacak rambutnya frustasi.
Chanyeol tertawa puas "Jadi setelah ini kemana?"
"Kemana apanya? Siapa yang kemana?" Kyungsoo berkacak pinggang.
"Tentu saja kita berdua." Jawab Chanyeol santai.
"Kau berbohong pada Junmyeon oppa!"
"Biar saja, hanya sekali. Aku janji. Kajja!" Chanyeol menyeret paksa Kyungsoo dengan memegang pergelangan tangannya. Diam-diam Chanyeol tersenyum.
"Kita akan kemana Chans.." Tanya Kyungsoo yang sedikit payah mengikuti langkah lebar Chanyeol.
"Sudah ikut saja. Aku juga tidak punya destinasi. Tapi kemanapun, asal itu denganmu aku akan tetap menemukan tempat yang keren." Ucap Chanyeol ragu diawal, namun sangat yakin pada akhirnya. Kyungsoo jadi tersenyum sendiri, hatinya menghangat.
"Oke baiklah.."
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
