INEVITABLE

.

.

Written by Skynet

Original Story

www asianfanfics com/story/view/1177207/inevitable-mpreg-chanbaek-vixx-wolfau

(ganti spasi dengan titik)

.

.

Baekhyun berada dalam masalah ketika ia tau kalau seorang Alpha yang kuat dan kejam, Chanyeol adalah mate'nya

.

.

Indo Trans

by Beescrescent75

PART 13

"Aku ingin menjadi matemu." Baekhyun berkata sambil terisak, sudah sangat lama sekali Hongbin menantikan kata-kata itu, dan laki-laki mungil itu tidak hanya mengatakannya, ia juga memeluk sambil terisak di dadanya.

Tapi sesuatu terlihat ganjil disini, dan nampaknya ada hal yang tidak beres. Ia tau betul tentang Baekhyun, dan Baekhyun yang ia kenal tidak akan menyerah pada mantan matenya tanpa suatu alasan yang tidak jelas.

Dan lagipula ada satu kesepakatan antara dirinya dan Kyungsoo untuk melindungi keduanya, mungkinkah Kyungsoo gagal? Hongbin adalah seorang yang cerdas, ia tidak akan langsung senang tanpa mengetahui alasan yang membuat Baekhyun berubah pikiran, karena ia juga mengharap berita lain, ia mengharapkan Kyungsoo berhasil dalam menggagalkan rencana Jisung, ia berhasil kan? Atau gagal?

Setelahnya Hongbin melepaskan pelukan itu, dan Baekhyun duduk di ranjangnya sambil mencoba memahami si laki-laki di depannya, apa yang sebenarnya telah terjadi.

"Kupikir kau ingin kembali bersama Chanyeol?" Baekhyun menggelengkan kepalanya.

"Tidak akan pernah! Tidak lagi setelah ia berjanji padaku untuk tidak berselingkuh dariku, tapi ia malah mengingkari janjinya." Hongbin tidak percaya dengan hal itu.

"Bagaimana kau tau tentang hal itu?" sementara itu Baekhyun masih terisak dan mencoba bicara dengan suara pecahnya.

"Aku mendengar dan melihatnya dengan mataku sendiri." Ia lalu terisak lagi dan memeluk Hongbin yang mengusap punggungnya dengan pelan, mencoba menenangkan omega itu.

.

.

.

Jisung adalah orang yang menyebarkan rumor dimana dirinya telah melakukan knotting dengan Chanyeol, menurutnya ia akan dapat memanfaatkan kejadian itu dengan sangat baik.

Menurutnya saat Chanyeol memanggilnya untuk ke ruangannya di pagi itu, adalah karena keberhasilan rencananya. Tapi sebaliknya, bukannya mendapat lamaran dari sang alpha, ia malah terkejut saat melihat sang wakil tengah bersama Taeyong yang juga ada disana.

"Apa yang terjadi?" ia bertanya dengan tegas, dan ia tidak mengira kalau Chanyeol akan medorongnya ke tembok dengan keras, dengan tangan yang mencengkeram lehernya.

"Katakan padaku siapa yang melakukan knotting padamu?" si omega itu nampak tengah berjuang melepaskan tangan sang alpha dari lehernya.

"Anda yang mulia." Dan Chanyeol makin mengencangkan cengkeramannya yang mana membuat si omega terbatuk karena sulit untuk bernapas, sementara Taeyong mencoba untuk membantunya namun Kyungsoo dengan erat mencegahnya, mengancamnya dengan pedangnya.

"Aku akan menanyakannya sekali lagi, siapa yang melakukannya?" Taeyong yang mengetahui sifat keras kepala si omega, tiba-tiba menjawab pertanyaan itu.

"Aku yang melakukannya, itu aku, jadi hukumlah aku jangan dia kumohon yang mulia."

Setelahnya Chanyeol melepaskan tangannya membuat si omega terbatuk meraup oksigen dan ia lalu pingsan di dekapan matenya.

"Mengapa kau? Aku telah memperlakukanmu dengan baik dan memberimu uang yang kau butuhkan, mengapa kau ingin menghancurkan pernikahanku?"Chanyeol membentakknya. Si omega masih mencoba menyadarkan dirinya setelah pingsan, dan Jisung untuk pertama kalinya menangis.

"Aku tidak ingin berakhir seperti ibuku, ia meninggal karena tidak dapat membayar pengobatanya dan aku dipaksa menjual tubuhku untuk alpha kaya manapun sampai akhirnya aku berakhir disini. Aku sangat takut saat anda mempunyai mate, anda akan membuangku. Hari-hari saat aku menyaksikan kematian ibuku walaupun ada obat yang bisa menyembuhkannya, tapi aku tidak bisa membelinya. Aku dipaksa melihatnya menderita berbulan-bulan sampai kematiannya."

Ia mulai terisak sangat keras dan Taeyong memeluknya erat.

"Aku harus membunuhmu di gelanggang dan membuat itu sebagai contoh pelajaran pada siapapun yang berani mengacaukan keluargaku." Chanyeol menakutinya dan Jisung tak mampu berkata apapun, baginya jauh dari kemewahan dan kekuasaan adalah kematian, tapi Taeyong berteriak.

"Tidak! Jangan! Bunuh saja aku sebagai gantinya. Aku telah melakukan knotting dengannya dan aku sangat yakin ia tengah mengandung anakku." Dan Chanyeol mengepalkan erat jari-jarinya karena sangat marah, ia tau kalau Baekhyun mengetahui kebenarannya, ia tidak akan membiarkannya membunuh omega yang tengah mengandung jadi ia tidak punya pilihan lain selain membiarkan Jisung pergi.

"Baiklah kuperintahkan padamu untuk membawa omegamu meninggalkan istana, aku akan memerintahkan pada siapapun yang melihat kalian datang kembali ke istana, untuk membunuh kalian. Apa itu jelas!"

Chanyeol membentak pada kalimat terakhir yang ia ucapkan dan Taeyong mengangguk sambil menggendong matenya dan membawanya keluar dengan cepat. Masalah itu telah terselesaikan, tapi bagaimana caranya ia meyakinkan Baekhyun kalau ia telah mendengar berita yang salah.

Sebelumnya di pagi itu, Hongbin telah mengunjunginya dan memberitahunya apa yang terjadi di antara dirinya dan Baekhyun dan fakta kalau Baekhyun percaya kalau Chanyeol telah berselingkuh darinya.

.

.

.

.

Baekhyun pikir ia tengah bermimpi saat ia mendengar ketukan di jendelanya. Sejak ia meminta Hongbin untuk menjadi matenya, ia mengurung dirinya di kamarnya dan menunggu Hongbin untuk menentukan hari pernikahan yang mana belum ditentukan oleh Hongbin.

Ketukan lain di jendela membuatnya berdiri dan berjalan untuk membuka jendelanya, dan ia terkejut saat melihat orang yang tidak ingin ia temui saat ini, Chanyeol. Ia merasa senang dan marah bertemu dengannya.

"Apa kau ingin mati? Apa yang kau lakukan disini?" Ia berbisik takut kalau ada yang mendengar mereka, smentara ia masih sambil berdiri di dekat jendela. Chanyeol lalu mendorongnya pelan untuk membuat jalan untuk dirinya masuk ke dalam ruangan itu.

"Biarkan aku masuk dan aku akan menjelaskan semuanya padamu." Ia berkata sambil memanjat masuk kedalam ruangan, sementara Baekhyun berdiri membelakanginya. Ia sangat ingin menampar wajah mantan matenya atau memukulnya, tapi sebagian dari dirinya ingin memeluknya, perasaannya bercampur aduk.

Baekhyun duduk di kasurnya dan menolak untuk menatap Chanyeol, dan berkata dengannya dengan tegas.

"Tidak usah kau jelaskan! Aku tau kau telah mating dengan omega lain jadi alasan apapun yang ingin kau katakana sekarang, simpanlah untukmu sendiri dan pergi dari sini!" Tidak, Chanyeol tidak akan menyerah begitu saja, ia tidak datang sejauh ini untuk mendapat penolakan dari belahan hatinya.

"Aku tidak akan pergi sebelum kau mendengarkan apa kataku." Baekhyun berdiri dan berjalan kearah pintu tanpa melihat kearah mantan matenya ia kemudian berkata,

"Baiklah, aku akan membuatmu pergi kalau begitu."

Ia hendak membuka pintu dan memanggil Hongbin, tapi ia terkejut saat lengan kuat Chanyeol memeluknya dan membawanya ke ranjang dan Baekhyun menemukan dirinya terbaring di kasurnya menatap sang alpha diatas tubuhnya.

Nafasnya serasa berhenti di tenggorokannya dan detak jantungnya berdegup makin cepat, ia menatap Chanyeol dengan mata membelalak dan kesulitan untuk bernafas karena merasa takut dan senang. Mereka saling menatap satu sama lain dan Chanyeol tersenyum padanya, ia menunduk untuk mencium Bakehyun, tapi si omega mencoba untuk mendorongnya menjauh dengan menempatkan tangannya pada dada bidang sang alpha, dan ia gagal, Chanyeol sama sekali tidak bergerak dari posisinya jadi ia memutuskan untuk mengancamnya.

"Menjauh dariku atau aku akan berteriak!" setelahnya Chanyeol meletakkan tangan besarnya di mulut Baekhyun mencegahnya untuk berteriak.

"Dengarkan aku! Sekali saja! Jika aku telah mating dengan omega lain, kenapa aku jauh-jauh kesini membahayakan diriku? Hmm? Letakkan tanganmu di tanda leherku, jika itu bersinar maka itu berarti aku belum melakukan mating dengan omega lain, karena jika salah satu diantara kita melakukan itu dengan orang lain, maka itu tidak akan bersinar yang artinya ikatan kita telah hancur."

Baekhyun mencobanya, dan itu benar kata Chanyeol, tanda itu masih bersinar saat ia menyentuhnya.

Chanyeol kemudian memindahkan tangannya, menatap pada matenya dengan mata besarnya dan tersenyum.

"Apa kau percaya padaku sekarang?" dan Baekhyun tidak menjawabnya, melingkarkan lengannya di leher alphanya dan menariknya dalam ciuman yang sangat rakus yang mana segera direspon balik oleh Chanyeol.

Ciuman itu merujuk pada sentuhan-sentuhan diantara keduanya dan itu tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk making love, dan itu terjadi lagi. Chanyeol melakukan knotting lagi padanya dan Baekhyun mendesah saat merasakan knot yang membesar dalam dirinya, merasakan rasa sakit dan nikmat sementara Chanyeol mengusap dahi dan menyingkirkan rambut dari wajahnya sambil memberinya ciuman basah pada leher Baekhyun.

Si omega merasa lebih rileks dan tenang sampai ia merasakan cairan Chanyeol berada di dalam dirinya. Chanyeol lalu melepaskan geraman puas dan menjilat tanda di leher matenya, iakemudian menatap ke arah omeganya dengan mata merahnya, menunjukkan lehernya pada omeganya seolah meminta sang omega melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan, yang mana Baekhyun menurutinya. Mereka kembali melakukan mating.

.

.

.

.

Baekhyun kemudian meletakkan kepalanya pada dada bidang Chanyeol, memeluknya dan menikmati kehangatan tubuh alphanya, ia sangat merindukan saat dimana ia aman berada dalam rengkuhan lengan kuat itu. Ia hampir saja tertidur saat Chanyeol ,memanggil namanya.

"Baekhyun! Ayo pergi dari sini sayang!" ia kemudian berdiri dan memakai pakaiannya, dan diikuti oleh omega cantik yang tengah bertanya-tanya apakah mungkin melarikan diri dari N dan kelompoknya, tapi ia tetap mengikuti Chanyeol.

Mereka diam-diam keluar lewat jendela dan mencoba bergerak sepelan mungkin sambil menutup tubuh mereka, dan itu adalah rencana yang bagus kalau saja aroma mereka tidaklah sangat tajam.

Mereka hampir saja berhasil, tapi tiba-tiba mereka dikepung oleh saudara N dengan N sendiri yang memimpin mereka. Keduanya berhenti dan Baekhyun gemetaran ketakutan, saat N menatap mereka dengan sangat marah.

"Apa yang kita temukan disini? Seorang penyusup dan penghianat! Dua wolf yang harus dihukum." N melangkah kedepan sedangkan Chanyeol menyembunyikan Baekhyun di belakangnya.

"Jika kau ingin menghukum seseorang, hukumlah aku. Aku menculiknya, ini bukan salahnya." Dan N menyerigai.

"Baguslah. Jadi saat aku selesai denganmu, omega ini harus mating dengan saudaraku secepat mungkin, aku akan memastikan itu benar terjadi untuk kali ini." N mengangkat tangannya untuk memberi perintah untuk menyerang sementara Chanyeol berubah kedalam wujud wolfnya.

.

.

.

_PART 14_

...

..

.

Chanyeol berubah kedalam wujud wolfnya lalu berbalik ke arah omeganya dan menjilati tangannya sambil menatap penuh harap padanya. Di matanya tampak banyak sekali pertanyaan yang dengan cepat dipahami oleh Baekhyun.

Sang alpha tengah memohon maaf padanya, berharap, untuk mereka berdua agar menjadi pasangan yang bahagia setelah ini semua berakhir. Bekhyun memeluk tubuh wolf alphanya dan hampir terisak, lalu ia meyakinkan padanya kalau ia telah memaafkannya.

"Aku memaafkanmu, konsentrasilah untuk baik-baik saja." Chanyeol kemudian menjilati wajah Baekhyun dan berbalik untuk menyerang wolf yang mengepung mereka sementara N diam-diam bergerak untuk menangkap Baekhyun.

Baekhyun menyaksikkan pertarungan itu dengan sangat ketakutan, bagaimana saudara N menyerang matenya, Chanyeol bukanlah seseorang yang lemah, selain juga karena baru saja melakukan mating dengan Baekhyun yang mana memberinya kekuatan lebih, tapi ia tidak akan menang melawan empat wolf.

Tubuh Chanyeol penuh dengan luka dan sayatan, ia berdarah dan terluka sangat parah tapi itu tidak menghentikannya untuk tetap berjuang karena dalam pikirannya hanya ada satu tujuan, yakni untuk merebut kembali matenya atau mati saat berjuang.

Baekhyun tidak tahan melihat matenya yang diserang dengan sangat kejam, ia ingin melakukan sesuatu, tapi ia tengah dicengkeram dengan erat oleh N dan itu mencegahnya untuk menghalangi saudaranya untuk menyerang Chanyeol.

Ia dipaksa untuk melihat matenya diserang dengan buas, itu sungguh menyakitkan baginya dan itu membuatnya melupakan semua kemarahannya pada alphanya, melihat alphanya dihancurkan seperti itu, membuatnya tak bisa menghentikan isak tangisnya. Sang omega menatap dengan tatapan memohon penuh air mata pada N dan memohon padanya.

"Tolong hentikan! Mereka akan membunuhnya!" Tapi hal itu sama sekali tidak menggerakkan hati N, ia bahkan tidak melihat kearah Baekhyun saat omega itu bicara padanya, ia melihat kearah pertarungan sambil berkata dengan santai.

"Itulah yang aku harapkan." Dan itu membuat Baekhyun terisak lebih kencang. Hanya ada satu cara untuk menolong alphanya, Baekhyun berfikir, satu-satunya cara untuk menolongnya adalah meminta bantuan dan ia tau siapa yang mampu membantunya. Ia kemudian berubah kedalam wujud wolfnya dan mengeluarkan aumah putus asa yang sangat menyedihkan, itu sangat keras dan didengar oleh Hongbin.

Hongbin kemudian berubah ke dalam wujud wolfnya dan berlari ke arah sumber suara, jantungnya berdegup sangat kencang mengkhawatirkan keselamatan omeganya. Sesuatu yang buruk mungkin tengah menimpa omeganya yang sangat berharga, yang mana sampai membuatnya mengeluarkan auman seperti itu.

Mungkinkah itu karena ia tertangkap oleh saudaranya? Jika memang itu penyebabnya maka sungguh sialan, karena mereka dalam masalah besar dan ia harus segera datang sebelum terlambat.

.

.

.

Chanyeol terlempar ke tanah karena dua wolf yang memukulnya, ia terluka sangat parah sampai-sampai ia tak dapat mempertahankan wujud wolfnya dan ia terpaksa berubah kedalam wujud manusianya, terbaring di tanah sambil merintih kesakitan. Seluruh tubuhnya berdarah, dan terlihat seperti ia tengah sekarat.

Baekhyun berlari kearahnya dalam wujud wolfnya dan menjilati lukanya sambil terus menerus memekik sedih sambil terisak menangis. N lalu mengeluarkan pedangnya dan berkata.

"Mari kita akhiri penderitaannya." Tapi sebelum ia dapat melangkah lebih jauh, seekor wolf besar yang familiar menghalangi langkahnya dan menggeram sangat marah, Hongbin telah datang.

.

.

.

Hongbin mengeluarkan auman keras yang sangat menakutkan yang melumpuhkan semua orang kecuali sepasang kekasih dan saudaranya N. Ia lalu berubah kembali ke wujud manusianya dan meminta pasangan itu meninggalkan tempat itu, memberitahu Baekhyun kemana ia harus membawa matenya. N kemudian melangkah mendekat, tapi Hongbin menghalanginya yang membuat alpha itu menggeram marah.

"Kau telah melakukan kesalahan besar Hongbin, kau tidak diperbolehkan menggunakan kekuatanmu melawan saudaramu." Hongbin tidak mempedulikannya, ia telah berjanji untuk menyatukan kembali keluarga Baekhyun dan tak ada satu hal pun atau seorangpun mampu menghalanginya untuk mewujudkannya. Ia lalu mencengkeram lengan N dan mengambil pedang dari tangan N sambil berkata.

"Aku siap untuk dihukum kapanpun yang kau inginkan, biarkan mereka berdua pergi dengan tenang." Ketika Hongbin mendengar auman yang dikeluarkan oleh Kyungsoo, memberitahunya kalau pasangan itu selamat, ia kemudian mencabut balik kekuatannya yang telah melumpuhkan orang-orang disekitarnya.

.

.

.

Hongbin telah ditahan, ia tidak melawan saat N memerintahkan prajurit untuk memborgolnya dan membawanya kedalam penjara untuk keluarga kerajaan. Hanya Ken satu-satunya yang melakukan protes.

"Dia adalah saudara kita, kau tidak seharusnya memperlakukannya seperti itu." Dan N hanya berbalik dan berjalan menjauh sambil berkata acuh.

"Ia menghianati kita dan layak mendapatkan hukuman." Ken melihat bagaimana Hongbin diseret tanpa ampun kedalam penjara, merintih kesakitan setiap kulitnya menyentuh besi itu, dan rantai besi itu membakar kulitnya tiap kali ia mencoba bergerak.

Ken adalah seorang omega, dua tahun lebih muda dari Hongbin. Ia menyimpan kekaguman dan cintanya pada saudara alphanya dan ia telah menyatakan perasaannya pada sang alpha.

Sebenarnya mereka diakdirkan untuk menjadi mate masing-masing, itulah kenapa Ken menyatakan perasaannya tapi hanya mendapatkan peringatan dari Hongbin yang memintanya untuk diam, mengatakan padanya untuk tetap menjaga rahasia itu. Tapi Ken merasakan kalau mengingkari perasaannya satu sama lain sungguh tidak adil.

Mereka berdua sama-sama merasakannya, kalau mereka adalah sepasang, dan kenapa takdir memilih sepasang saudara untuk menjadi matenya? Mereka tidak tau kenapa dan sama sekali tidak memiliki jawaban untuknya karena itu hubungan yang sangat terlarang. Hongbin memilih untuk mengubur perasaanya, dan meminta matenya untuk melakukan hal yang sama.

Lagipula siapa yang mampu menerima hubungan mereka? Dua saudara yang menikah? Mereka jelas akan dibakar hidup-hidup karena kesalahan itu. Dan itu membuat Hongbin putus asa untuk mencari omega lain yang mampu mengalihkan perasaannya dari Ken dan ia hampir berhasil saat ia jatuh cinta pada Baekhyun. Tapi Baekhyun bukanlah kasus yang mudah untuknya, ia datang dengan banyak masalah rumit dan salah satunya adalah tanda klaim dan cinta Chanyeol. Hongbin menyandarkan kepalanya di dinding penjara, memejamkan matanya, merasakan puas pada dirinya karena telah mengambil keputusan yang tepat. Ia tidak menyesalinya.

.

.

.

Baekhyun masih dalam wujud wolfnya karena dokter memberitahunya kalau ia menjilati luka pada matenya saat dalam wujud wolf, itu akan membuatnya lebih cepat sembuh. Anak-anaknya pun ikut berubah dalam wujud wolf mereka, dan mencoba untuk berdekatan dengan Baekhyun dan mendapatkan kehangatan dari ibunya yang sangat mereka rindukan.

Baekhyun tidak lupa untuk juga memperhatikan mereka dari waktu ke waktu dengan menjilati mereka, dan mengelus mereka. Dan di malamnya ia akan berubah ke wujud manusia memeluk suaminya yang masih terluka dan ketiga anaknya semalaman.

Chanyeol berada di ambang kesadaran dan tidak, itu sungguh sebuah keajaiban bahwa dirinya masih hidup setelah pertarungan mengenaskan itu. Tiap beberapa saat ia akan membuka matanya untuk melihat Baekhyun di sisinya dan ia akan tersenyum meski semua badannya terasa sakit.

Hongbin membuka matanya di malam saat ia mendengar pintu penjaranya dibuka, ia melihat kearah pintu dengan penuh antisipasi karena empat hari penuh, penjaranya dijaga ketat oleh saudaranya untuk mencegahnya dari kemungkinan rencana penyelamatan sang pangeran.

Ia mendapatkan banyak sekali dukungan dari rakyatnya dan mereka menginginkan Hongbin untuk dibebaskan, karena kebaikannya, bantuannya untuk orang lain, sifat rendah hatinya membuatnya dicintai oleh orang banyak. Itulah kenapa N memerintahkan saudaranya secara langsung untuk menjaga Hongbin dan dilarang untuk membuka pintu penjara.

Hongbin telah dihukum untuk menderita tanpa makanan dan minuman, terus menerus satu minggu tanpa makan dan minum, lalu minggu selanjutnya didalam penjara dengan rantai silver di tubuhnya, dan hukumannya adalah selama satu tahun. Tatapan Hongbin bertemu dengan tatapan takdir matenya, Ken yang membawakannya makanan dan minuman.

"Kau melanggar aturan." Hongbin memperingatinya, tapi Ken sama sekali tidak peduli.

"Makanlah, karena kau akan membutuhkan tenaga lebih untuk kita melarikan diri dari sini." Hongbin mendengus mendengarnya.

"Lari? Kemana? Siapa yang akan membiarkan kita bergabung dalam kelompok mereka dan mungkin mau menghadapi kemarahan N?" dan Ken terus menyuapinya.

"Aku bicara pada Taehyung dan ia meyakinkanku kalau ia akan mendukung kita, sekarang anak-anaknya telah lebih dewasa dan kuat, dan sepupunya juga mendukung."

Hongbin mengangkat tangannya untuk membelai pipi Ken, mengabaikan rasa terbakar pada kulitnya karena rantai itu, apakah mungkin cinta terlarang mereka tengah tumbuh? Dan jawabannya masih belum diketahui.

.

.

.

To be continued...

.

.

.

T/N

Hello dears...

Next chapter udah end nih...

Sambil nungguin chapter terakhir boleh kok kalian mampir ke transfic aku satunya yang udah complete, buat yang belum baca bisa dicoba. Dijamin manis banget dan greget tuh ChanBaek disitu, ya sambil nunggu ini end.

Judulnya "Following the Broken Road Back To You" originally written by Exobubz

Jangan lupa tinggalin jejak ya abis baca :)))

*iklan dikit kkkke*

Terima kasih banyak buat review, fave dan follownya^^

See u in the next chap...

.

.

.

#lovesign