YOU
Original Character belongs to Masashi Kishimoto
This Story Belong to Gererezer
Warn : Typos, AU, OOC (maybe), Dll
.
.
.
.
"A-Apakah ada hubungan antara Aku dan Kyuubi?"
Itachi sedikit kaget akan pertanyaan Naruto. Ia sudah tahu jika suatu hari nanti Naruto akan menanyakan hal itu.
"Aku harap kau tidak shock, Naruto." Itachi membenarkan posisi duduknya pada sofa.
Naruto mengangguk tanda setuju.
"6 tahun yang lalu. Apa kau masih ingat kecelakaan itu?"
"Kecelakaan? Iie" Naruto menggelengkan kepalanya.
"Kau adalah putra bungsu dari keluarga Namikaze. 6 tahun yang lalu. Kau dan keluargamu mengalami kecelakaan yang membuat dirimu amnesia berat. Namikaze Kyuubi— adalah kakak kandungmu."
Naruto terdiam membisu.
Ia mengingat seluruh tentang Kyuubi perlahan. Hanya Kyuubi.
Kepalanya sedikit sakit sampai sampai Ia hampir terjatuh dari tempat duduknya yang berada di samping Kyuubi.
"Jangan memaksakan daya ingatmu Naruto."
"L-lalu apa yang terjadi dengan Ayah dan Ibuku ?"
"Mereka sekarang tinggal di New York."
Naruto samar samar mengingat wajah Minato dan Kushina.
"N-New York? Sejauh itukah.."
Air bening keluar dari sepasang mata Sapphire milik Naruto.
"Apa mereka baik-baik saja?"
"Tentu. Mereka baik baik saja."
Itachi tersenyum, hal itu membuat Naruto sedikit lega.
"Yokatta.." Naruto mengelus dadanya.
"Apa Kyuubi tidak memberitahumu tentang hal ini?"
"Iie, aku bertemu Kyuu-nii belum lama." Naruto memandang Kyuubi yang masih tertidur.
"Naruto.. dengarkan aku. Mungkin ini sedikit tidak pantas. Apakah kau merestui hubungan kami?"
Naruto sedikit tersontak dan menoleh kearah Itachi.
"U-ung.. Menurutku tidak Itachi-san.. K-Karena aku u-umnn.."
Naruto menjadi sangat gugup sekarang. Ia malu mengakui bahwa Ia juga sama berada di posisi Itachi.
"Tidak ? kau tidak merestui hubungan kam—"
"B-bukan begitu, m-maksudku tidak apa apa, ini hal yang wajar. Menyukai seseorang yang selama ini membuatmu tertarik, Mhm.. Ini adalah hal yang wajar. Aku merestuinya."
Itachi nampak tersenyum licik lalu Ia berdiri dan berjalan kearah dimana Kyuubi terbaring.
"Naruto. Bisakah kau tinggalkan kami berdua? Sebaiknya kau pulang dan membereskan persiapan untuk hari natal."
"E-eh? Lalu siapa yang akan menjaga Kyuu-nii?" Naruto mulai berdiri dari tempat duduknya.
"Aku."
Naruto mengerti apa yang dibicarakan Itachi, Ia menghirup nafasnya dalam - dalam dan tersenyum 5 jari kearah Itachi.
"Kuserahkan Kyuu-nii padamu, Itachi-san."
Setelah itu Naruto meninggalkan Itachi dan Kyuubi. Ia berniat ke toko Sakura untuk menyiapkan untuk hari Natal nanti.
Itachi mengeluarkan ponselnya dan mem-play ulang suatu rekaman.
Ya. Itu adalah rekaman dimana Naruto merestui hubungannya dan Kyuubi.
"My fox. Its a good news of us. Your little brother.. Agree about our relationship."
.
.
.
.
Jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Naruto sampai pada toko roti Sakura.
"Tadaima!" ucap Naruto sambil menanggalkan jaket tebalnya.
"Oka—NARUTO?"
Sakura tersontak kaget dan sampir saja menjatuhkan gelas bening yang berisi air putih itu keatas meja.
"Hehehe, bagaimana tentang penjualan hari ini?"
Naruto segera memakai apron dan mengecheck sisa roti dan beberapa kue kering pada meja dan juga rak.
"Mengapa kau kesini ? Bukankah Kyuubi-san sedang sakit?"
Bukannya menjawab pertanyaan Naruto, Sakura malah megalihkan pembicaraannya.
"Itachi-san mengurus Kyuu-nii. Hmm, penjualan hari ini cukup laris"
Sakura tersedak.
"Uhuk! APA KAU BILANG?"
"Itachi-san mengurus Kyuu-nii. Memangnya ada apa ttebayo ?"
"I-ITACHI ? BLACK CROW-SAMA ?"
Naruto hanya mengangguk sebagai jawaban iya.
"ARIENAI DAROU!"
Sakura menatap horor kearah Naruto
"Apa?" Naruto mengedipkan matanya beberapa kali.
"J-jadi.. mereka.."
Naruto menghampiri Sakura
"Tidak baik terlalu lama sendiri, Sakura-chan"
Munculah perempatan di dahi Sakura.
"Sebaiknya kau cepat mencari pasangan untuk menikah ttebayo"
Satu perempatan lagi muncul didahi Sakura
"Janganlah kau bersikap menakutkan kepada orang lain"
Naruto. Kau membuat Sakura sangat marah..
" O"
Sakura menatap tajam Naruto dan berkata dengan penuh penekanan disetiap hurufnya.
"Ghek!"
Naruto segera menjauhi dirinya namun semua itu gagal ketika Sakura lebih dulu menarik ujung baju yang dipakai Naruto.
"OMAE URUSAI YO! BAKA KUSO NARUTOO!"
Terjadilah pertengkaran ala Tom and Jerry
.
.
.
.
.
.
"Sasuke-kun" Panggil Kakashi yang sudah rapih dengan stelan kemeja putih serta dasi biru.
"Hn?" Sasuke tidak menoleh kearah Kakashi, Ia terlalu sibuk dengan file yang berada di laptopnya.
"Aku ingin memenuhi sebuah panggilan. Strawberry atau hitam?"
Tanya Kakashi sambil menatap jangan tangannya.
Sasuke sedikit mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Kakashi.
"Hitam." Dengan sedikit dengusan kecil, Sasuke merespon.
"Lets get wild tonight! I'm going! Nja na!"
Kakashi meninggalkan Sasuke sendirian didalam rumah.
Sasuke mendengus geli ketika tahu apa yang ingin Kakashi lakukan.
Kakashi sedang dalam perjalanan menuju rumah Iruka.
Kalian tahu apa yang ingin pria silver ini lakukan?
Yes, doing 'That'
Kakashi sudah mempersiapkan beberapa peralatan 'hitam'
'hitam' disini adalah
Bondage
Yang berarti..
Kakashi akan memakai beberapa Sex Toys dan juga sebuah pecutan khusus
Gila bukan?
Sekarang, Kakashi memakirkan mobilnya di halaman rumah Iruka
Kakashi turun dari mobil dan membawa kardus yang berisi peralatan 'hitam'nya
Ia mengetuk namun tak kunjung mendapatkan respon dari Iruka.
"Iruka?"
Ia memutar knop pintu dan mendorongnya..
Ya, pintunya tak di kunci.
"Ojamashima— shu.."
Gelap.
Semuanya gelap
Kakashi membuka sepatunya dan mulai menyusuri kedalam rumah Iruka.
"Iruka-chan?"
Ketika Kakashi berada diruang tengah, Ia tidak menemukan Iruka disana.
"Krieet.."
Suara pintu terbuka.
Bulu kuduknya tiba tiba berdiri. Suara itu berasal dari belakang tubuhnya.
Ia mendengar hentakan high heels
High heels?
"Shhh.."
Ia bisa merasakan suatu meniup tengkuknya.
"..mmnn..you make me waiting.. I should punish you, Silver boy!"
Suara erotis itu membuat kakashi sedikit bersemangat.
"Iruka.. apa kau baik baik saja?"
Tanya Kakashi.
Lampu masih kunjung padam.
Kakashi tidak dapat melihat jelas apa yang terjadi
Ia merasakan kardus yang Ia bawa terlepas dari tangannya dan dengan sigap sebuah benda logam mengunci pergerakan kedua lengannya.
"Hey, Apa kita sedang memainkan sebuah drama ?"
Kakashi kini sedikit was was.
Kakashi juga merasakan sebuah tarikan pada dasinya yang menuntun kedalam sebuah ruangan. Namun sebelum itu Ia tidak dapat melihat. Ia merasakan sesuatu menutupi matanya.
"Apa kau ingin bermain petak umpat huh?"
"Shh.. Diam dan nikmati hukumanmu."
Iruka yang sedaritadi memborgol tangan Kakashi dan juga menutupi mata Kakashi serta menuntunnya keadalam kamarnya yang hanya diterangi oleh beberapa lilin.
Setelah sampai di kamar.
Iruka mendudukan Kakashi pada sebuah bangku dan mengikatnya.
"Oi! Iruka!"
Kakashi seperti sedang dipermainkan sekarang.
Iruka dengan sengaja mendudukan dirinya diatas pangkuan Kakashi.
"Shhh did I told you to shut the fucking up your mouth.. mnhh"
Iruka mengigit bibir bawah Kakashi dengan sangat seduktif. Ia hanya mengigit dan mengulum bibir bawah Kakashi.
Sedangkan Kakashi hanya bisa diam.
Setelah Iruka rasa Kakashi ingin membalasnya, Ia segera menyudahi kegiatan itu
"khukhu.. too bad.."
Iruka menyentuh bibir Kakashi dengan jari telunjuk dan ibu jarinya dengan sangat seduktif. Memasukan jari tengah dan jari telunjuknya kedalam mulut Kakashi.
Belum cukup.
Iruka mengeluarkan kedua jarinyan dan beralih pada leher kakashi, Ia mengendus leher kakashi layaknya seekor kucing mengendus makanannya.
"Smells good.."
Ia menjilat leher Kakashi dan itu membuat sang empu sedikit mendesah geli.
Hanya 2 jilatan. Setelah itu Iruka bangun dari pangkuan kakashi.
Ia menarik penutup mata itu dan membuat Kakashi membelalakan matanya
"Omae.."
"Shh"
Iruka mengerling nakal dengan postur jarinya berada dibibir ranumnya yang dilapisi oleh lipgloss merah.
Iruka berjalan mendekati Kakashi.
High heelsnya beradu dengan lantai dan menghasilkan bunyi hentakan yang khas.
Iruka memposisikan kakinya seakan akan ingin menginjak selangkangan Kakashi.
Namun dengan sigap Kakashi melebarkan kedua kakinya, jadi Iruka memposisikan kakinya ditengah selangkangan Kakashi.
Kakashi menatap kaki mulus Iruka yang dibalut oleh pantyhose hitam.
Iruka segera mengangkat dagu Kakashi. Karena ia tahu jika Kakashi menatap kakinya sangat intens.
"What are you looking at hmmh?"
Kakashi menelan ludahnya sendiri.
Kakashi Pov
'SHIT SHIT SHIT!'
Apa yang dilakukan Iruka sangatlah... membuatku ingin sekali memakannya sekarang juga.
Dia menggodaku dengan pakaian polisi wanita.
Rok biru tua yang sangat pendek.
Kemeja biru yang sangat kecil itu membuat lekukan tubuhnya terlihat.
Oh man, Iruka-chan teasing me.
Kini, Ia menarik dasiku dan mendekatkan wajahnya kewajahku.
Tatapan nakal dan penuh kemenangan itu terus menatap iris hitamku.
"I'll be on top this night..."
Ia menjilat bibirku
"Prepare yourself!"
Ia juga menghempaskanku, sehingga punggungku sedikit sakit akibat menghantam senderan bangku.
Ia tersenyum penuh arti dan kini mulai berjalan keluar dari kamarnya.
Cara berjalannya sangatlah anggun dan.. err sexy.
Tch, Kamisama apa ini yang dinamakan keberuntungan?
Oh lihat, kini Ia kembali membawa kardus yang kubawa.
Ia menaruhnya diatas kasur
Sebelum ia membuka itu Ia menatapku dengan senyuman liciknya.
"let me see, what is inside of this box"
SHIT!
Ia membungkukan badannya dengan pose kedua kakinya sedikit lebar dan..
Aku bisa melihat Underwea- iie.
Ia memakai dalaman wanita.
DAMN YOU IRUKA!
"Ah!"
"Apa kau baik baik saja?"
Tanyaku seketika sedikit khawatir.
Ia membalikan badannya sambil memegang pecutan yang aku bawa.
Ia merentangkan pecutan itu dan..
Oh tidak tidak..
Ia menjilatnya.
Menjilatnya setiap inchi.
SHIT!
"Iruka! Lepaskan ikatan ini!"
"Ara.. Aku baru ingin memulainya.."
Ia tersenyum licik.
Kamisama kau kemanakan Iruka-ku yang polos..
Ia memecutkan pecutan itu keatas lantai dan menatapku seakan aku adalah korban yang ingin di eksekusi.
"Hajimaru yo.. Hatake-kun"
Aku menelan ludahku secara paksa.
Iruka menghampiriku dan duduk diatas pangkuanku.
Ia membuka 2 kancing kemejanya.
Serta mengalungkan pecutan itu keleherku.
"Should I hurt you? Little boy?"
Ia segera mencumbuku dengan sangat liar.
Kubiarkan Ia mendominasiku , malam ini. Ku Biarkan Iruka yang mimpin jalannya sebuah permainan hitam.
Tangan nakalnya mulai membuka 3 kancing kemejaku dan ia segera bangun dari pangkuanku.
Berjalan kearah kardus hitam berada.
Lagi lagi dengan pose yang sama.
Menungging.
Ia mengambil dildo vibrator dan mendudukan dirinya di bibir kasur.
menjilat dildo itu dengan sangat Ugh..
Tuhan aku tidak tahan lagi. Jika saja tali ini tidak mengikatku. Sudah kupastikan Iruka akan mendesah dengan sangat gila, memohon lebih, dan memanggil namaku dengan suara erotisnya.
Ia mengangkat kedua kakinya naik keatas kasur dan itu membuat rok mininya tersibak turun dan memperlihatkan dalaman wanita yang sangat ketat itu.
"Can this fit my hole ?"
Dia menatapku seakan meminta perijinan.
"I bet mine is more bigger than that shit"
Ia hanya terkekeh dan mulai menyalakan vibrator itu.
Memposisikannya pada kejantanan nya yang sedikit bangun.
"Anghhh... Shooh goodhh nghh"
Sial!
Ia membuatku benar benar tegang.
Ia terus mengeluarkan desahan desahan nikmat itu sampai sampai Ia cum.
"Apakah vibrator membuatmu sangat tergila gila huh?"
"Not enough.. ngh"
Iruka bangun dan melempar vibrator itu dan mulai menghampiriku dengan sedikit gontai.
Ia duduk didepan ku dan mulai menyentuh gembulan di selangkanganku.
"Ngh, I-Iruka."
Ia terus memainkan gundukan itu, sampai akhirnya Ia menarik resleting celanaku dengan giginya
"Rawr.."
Ia tersenyum licik seraya membuka kancing dan menurunkan celanaku serta dalamannya. Sehingga kini beridiri dengan kokoh kejantananku.
Ia meniup niupnya dan itu sangat membuat kejantananku sedikit kedinginan.
"I-Iruka!"
Ia menjilat tip kejantananku dan mulai mengulumnya.
"Ngh.. There.. deeper please nnh"
Ia mengikuti apa yang aku katakan.
"Kawkawswi awku tawk kwuat lawgi"
"Don't speaking while your mouth full of my dick."
Ia melepaskan kulumannya dan mulai membuka rok mininya serta pantsunya.
Ia segera melakukan penetrasi di depanku.
Tak buruk.
Setelah selesai melakukan penertrasi, Ia segera memposisikan dirinya duduk di atas pangkuanku dan mulai memasukan kejantananku kedalam hole nya.
"Shit! Don't get bigger." Ucapnya ketika memasukan setengah dari kejantananku.
Kau tahu bukan apa yang akan terjadi selanjutnya ?
End Pov
.
.
.
.
.
"BUGH!"
Tatapan kesal itu Ia perlihatkan pada seorang pria asing.
Perlahan tapi pasti. Tongkat baseball itu Ia layangkan pada tubuh yang sudah hampir bengkak itu.
"Who is the one who ordered you?!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
KAKAIRU SHIPPERS MANA SUARANYA?
/lempar mic/
Sorry sorry ngga sampe selesai :'v ngadet bagian naena nya eheheh /slap/
Ge masih bingung ini..
Mau pake kosa kata Vulgar kaya "dick" "penis" atau yang Biasa aja kaya "kejantanan"
Biar kalian enak bacanya. Btw ini nanti berlaku buat semuaFF/chap dari story Ge.
Di vote atuh atuhhhhhh yang beb :'v
Wes lah bales ripiw :
Michhazz : seperti biasanya ya kamu jeli ;v hmmmmm..
Habibah794 : eheheheh sengajaa gua keluarinn
Seraoff : iya dia harus sabar sesabar sabarnya orang sabar :v
Kuro SNL : iya ngga diketemuin.. belum boleh :v
Neko chan : cieeeeeeee meratiin Naru.. abang ngga di peratiin?
Ayame : iya donggg
Sukasn : yoi salkennn, semoga betahhh nak
Ilma : insyaallah abang usahain yaa
Ppkarismac : baca dari ulangggg /G
Wu jikyungie : iya neng sabar ;V
MERRY CHRISMAS buat yang merayakanya.
Voting vulgar atau non vulgar di link profil abang ya!
Btw kadang suka ada yang ke apus pas kepublish.. aneh..
Blood Rose
