Author : Makasih buat yang udah reviews dan kasih saran serta kritiknya. Satu chapter sebelum the end, semoga berkenan buat yang baca, maaf kalau abal dan jelek.
Warning : T rate, abal, banyak galau.
Pairing : SakuraXSasuke.
Disclaimer : Milik Masashi Kishimoto, author cuma pinjem.
7 Days Under The Moon
Chapter 8
(We meet again)
.
.
"SELAMAT PAGI!" sapa Sakura kepada Ino yang baru saja hendak masuk ke kamarnya.
"Pa-pagi … Tumben sekali nona Sakura sudah bangun?" tanya Ino agak terkejut melihat Sakura sudah berdiri di depan pintu kamarnya sambil tersenyum ceria.
"Tentu saja! Besok adalah hari yang paling kunantikan! Aku mau pergi menemui Sasuke dulu ya, dah Ino!" balas Sakura yang bergegas pergi dengan senyum mengembang.
'Syukurlah nona Sakura sudah kembali ke sifat asalnya' batin Ino merasa lega, setelah hari-hari kemarin dia merasa Sakura seperti sedang sangat bingung.
.
"Selamat pagi nona Ino" sapa Sai yang muncul setelah gak lama Sakura pergi.
"Pagi Sai!" jawab Ino tersenyum lebar.
"Nona Sakura sudah bangun?" .
"Ah, dia sudah bangun dan baru saja pergi menemui tuan muda Sasuke".
"Begitu ya … " wajah Sai tampak terlihat sedikit kecewa.
"Kalau ada pesan katakan saja padaku, nanti akan kusampaikan!" kata Ino yang sepertinya dapat membaca kekecewaan diwajah Sai.
"Tidak usah, terima kasih nona Ino. Saya permisi dulu" balas Sai yang lebih memilih pergi dari sana.
'Kenapa Sai terlihat aneh … ' pikir Ino yang gak biasanya melihat Sai seperti sedang kebingungan.
"Kalian berdua terlihat sangat sempurna dan cocok!" Shizune memberi pujian pada Sakura dan Sasuke yang sedang fitting baju di ruangan Sasuke.
"Aku setuju!" timpal Ten-Ten ikut memuji.
"Baju dan riasannya benar-benar cocok!" Shizune tak henti-hentinya memuji, membuat kedua pasangan itu jadi salah tingkah.
"Shizune-san, jangan terus-terusan memuji!" kata Sakura dengan wajah yang sudah sangat merah.
"Benar-benar, aku tak akan memuji lagi. Lihat, tuan muda Sasuke sampai tak bisa berkata apa-apa!" jawab Shizune sambil setengah tertawa.
"Bagaimana, kalau diambil fotonya dulu untuk dipajang pada ruang utama besok nanti?" kata Ten-Ten sangat bersemangat.
"Ah, benar juga! Cepat ambil kameranya!" timpal Shizune meminta Ten-Ten untuk mengambil kamera, tapi langsung dicegah oleh Sakura.
"Tunggu dulu! Aku ada ide lebih bagus dari itu!" kata Sakura yang kemudian menggandeng tangan Sasuke pergi keluar. Shizune dan Ten-Ten hanya saling pandang bingung, apa yang mau dilakukan Sakura.
~o0o~
.
"Kita ini mau kemana Sakura?" tanya Sasuke yang masih ditarik oleh Sakura.
"Lihat saja nanti!" balas Sakura sambil mengerlingkan sebelah matanya.
.
"Sudah kuduga kau ada disini Sai!" kata Sakura yang ternyata dia membawa Sasuke pergi ke ruangan galeri milik Sai yang pernah ditunjukkan Sai kepadanya beberapa waktu lalu.
"Selamat pagi Sakura, Sasuke" balas Sai tetap berusaha untuk tersenyum walaupun sebenarnya dia bingung.
"Sai, kau bisa melukis kami berdua seperti ini?" tanya Sakura dengan antusias dan segera memaksa Sasuke untuk duduk disebuah kursi yang ada disana.
"Ah, tentu saja bisa" jawab Sai menyanggupi permintaan Sakura.
"Tolong lukis kami ya!" pinta Sakura dengan senyum mengembang sambil ambil posisi berdiri disebelah Sasuke.
"Aku akan mulai melukis".
.
Sai mulai menarik goresan demi goresan dikanvasnya, dia tampak begitu sangat serius. Sakura terdiam sambil menatap Sai yang tengah serius, diam-diam dia meremas genggaman tangannya ke dalam tangan Sasuke.
'Sai … Apa yang kau rasakan padaku … ?' Sakura bertanya dalam hati tanpa sadar Sakura menggigit bibir bawahnya sendiri.
"Hmm? Nona Sakura? Ada apa denganmu?" tanya Sai yang sepertinya menyadari perubahan ekspresi di wajah gadis itu.
"A-ah, tidak apa-apa. Aku hanya lelah!" jawab Sakura dengan cepat.
"Kau mau istirahat dulu, Sakura?" tanya Sasuke yang sepertinya mengkhawatirkan gadis itu.
"Iya" jawab Sakura sambil mengangguk kecil.
"Akan kuambilkan minuman untuk kalian berdua" kata Sai yang kemudian beranjak berdiri dari posisinya.
"Tidak usah, biar aku saja yang ambilkan" potong Sasuke dengan cepat dan segera pergi dari sana.
Keadaan menjadi hening saat Sasuke pergi meninggalkan mereka berdua. Sakura tidak tau harus berbicara apa pada Sai, dan Sai sendiri hanya diam saja. Tak lama Sasuke kembali lagi dengan membawa segelas minuman segar untuk Sakura.
"Terima kasih, Sasuke … " kata Sakura sambil menerima gelas yang disodorkan Sasuke padanya.
"Lebih baik anda membawa nona Sakura istirahat di kamarnya" kata Sai kepada Sasuke yang sepertinya ikut mengkhawatirkan Sakura.
"Ayo, Sakura. Yang dikatakan Sai benar, lebih baik kau istriahat. Aku tak mau kau sampai sakit" kata Sasuke sambil mengajak Sakura pergi.
"Tapi lukisannya … " kelihatannya Sakura setengah bimbang.
"Tak apa nona Sakura, gambarnya sudah setengah jadi. Saya bisa melanjutkannya sendiri nanti" jawab Sai mencoba membujuk Sakura.
"Baiklah kalau begitu … Maaf ya, Sai" akhirnya Sakura menuruti kata-kata Sasuke dan pergi meninggalkan Sai.
Sasuke mengantarkan Sakura ke kamarnya ...
"Ino, tolong kau jaga Sakura ya" kata Sasuke meminta Ino untuk menjaga Sakura.
"Baik tuan muda Sasuke" jawab Ino yang kemudian mengantar Sasuke keluar kamar.
.
"Nona Sakura, anda kenapa? Kalau sakit lebih baik acara pernikahannya ditunda saja". Kata Ino yang ikut-ikutan mencemaskan Sakura.
"Aku tidak apa-apa Ino. Maaf ya, aku jadi mencemaskan semua orang … " jawab Sakura jadi merasa tak enak telah membuat orang-orang disekitarnya khawatir.
"Ino … Aku bisa minta tolong padamu?" tanya Sakura kepada Ino, gadis itu terlihat agak ragu.
"Tentu saja! Nona Sakura bisa minta tolong apapun kepadaku, kalau bisa aku pasti melakukannya!" kata Ino berusaha meyakinkan Sakura.
"Tunggi disini sebentar … " Sakura beranjak pergi ke lemari, terlihat dia seperti mengambil sepucuk surat dari dalam lemari.
"Tolong berikan ini pada Sai" kata Sakura sambil menyerahkan surat tersebut kepada Ino.
"Nona Sakura … Ini … " .
"Tolong rahasiakan ini dari siapapun ya" pinta Sakura, Ino langsung mengangguk mengerti
"Baiklah, aku mengerti … " jawab Ino yang segera bergegas pergi untuk mencari Sai.
"Aku harus bisa menyelesaikan semua perasaan ini … " Sakura berkata pelan sambil melihat foto dirinya yang tengah berdiri disebelah Sasuke. Tampaknya dia sudah memantapkan hatinya.
"Kau mau kemana Ino? Kau terlihat terburu-buru sekali?" tanya Itachi yang menghampiri gadis itu.
"Tuan muda Itachi! Aku sedang mencari Sai!" jawab Ino setengah kaget karena dia tidak menyadari kehadiran Itachi sebelumnya.
"Oh, kulihat dia masih ada di ruangan galeri. Mau ku antar?" jawab Itachi sekaligus menawarkan untuk mengantar Ino.
"Tidak usah tuan muda Itachi, terima kasih maaf aku harus buru-buru!" jawab Ino yang kemudian segera pergi dengan setengah berlari.
"Hmmm, tidak biasanya sikap Ino seperti itu? Dan apa yang dia bawa tadi?" Itachi mulai mencurigai gelagat Ino yang tidak biasanya. Karena penasaran diam-diam Itachi mengikuti Ino.
~o0o~
.
"Ummm … Sai, apa aku boleh masuk?" tanya Ino yang sudah berada di depan ruangan galeri, sepertinya Sai sedang sibuk.
"Boleh, silahkan masuk". Jawab Sai mempersilahkan Ino masuk tanpa mengalihkan pandangannya dari lukisan yang sedang dia kerjakan.
"Ada perlu apa nona Ino?" tanya Sai yang kemudian menghentikan aktifitas melukisnya dan kini tengah berdiri di depan Ino.
"Aku hanya ingin menyerahkan ini padamu dari nona Sakura" jawab Ino sambil menyerahkan surat milik Sakura yang diberikan kepadanya.
"Apa ini?" tanya Sai lagi dengan bingung.
"Aku juga tidak tau, tapi kelihatannya penting. Soalnya nona Sakura memintaku untuk menjaga hal ini sebagai rahasia" jawab Ino menjelaskan.
"Begitu ya … Baiklah, terima kasih sudah mengirimkannya padaku nona Ino" kata Sai sambil tersenyum tulus.
"Kalau begitu aku permisi dulu" kata Ino yang kemudian berpamitan.
Begitu Ino sudah pergi, Sai membuka isi surat dari Sakura. Dan ternyata isinya tertulis kalau Sakura ingin bertemu dengannya di halaman belakang jam 10 malam nanti.
'Sakura … Apa yang sebenarnya kau pikirkan …' batin Sai bertanya-tanya, dia tak menyangka kalau Sakura akan memberinya surat seperti ini, dia benar-benar tak habis pikir. Selain itu, kalau sampai hal ini diketahui yang lain pasti akan menjadi masalah.
"Sai, ternyata kau disini. Aku mencarimu kemana-mana" Shizune mendadak muncul di depan ruangan, membuat Sai terkejut dan membuyarkan lamunannya tadi.
"Ada apa Shizune-san?" tanya Sai, berusaha bersikap sewajar mungkin.
"Tuan besar Fugaku ingin bertemu denganmu, tampaknya ada hal penting yang ingin dibicarakan" jawab Shizune menjelaskan tanpa mencurigai sikap Sai.
"Baiklah aku akan kesana, terima kasih sudah memberitahuku" balas Sai masih berusaha menjaga kewajaran sikapnya.
Dengan cepat Sai pergi bersama dengan Shizune, karena terburu-buru dia melupakan surat yang tadi dia pegang diletakannya begitu saja. Itachi yang melihat celah segera mengambil kesempatan untuk mengetahui isi surat yang di bawa Ino tadi. Dia segera menyelinap masuk ke dalam ruangan Sai dan menemukan sepucuk surat.
"Temui aku jam 10 malam nanti di halaman belakang … Sakura … " Itachi membaca surat tersebut, tampak raut wajahnya berubah marah. 'Aku harus memberitahu Sasuke' pikir Itachi yang segera pergi dari sana dan meletakkan kembali surat tersebut agar Sai tidak curiga nantinya.
.
"Sudah kubilang kan? Sakura dan Sai ada hubungan, kau harus segera bertindak Sasuke!" kata Itachi sambil menjelaskan semua yang dia tau.
"Hnn … " balas Sasuke hanya mendengus kecil.
"Tidak lucu kalau kau sampai kehilangan calon istrimu di hari pernikahanmu!" kata Itachi lagi setengah memprovokasi.
"Aku bisa mengatasi semua masalahku sendiri" jawab Sasuke dengan tenang, membuat Itachi semakin tak habis pikir dengan sikap adiknya ini.
"Sasuke, aku tak mengerti dengan sikapmu. Lebih baik diselesaikan sekarang, mereka berdua tak bisa didiamkan begini saja!" Itachi tetap ngotot sama pendapatnya.
"Aku tau kau peduli, tapi biarkan aku menyelesaikan masalahku sendiri. Sakura adalah tunanganku jadi biarkan urusan ini kami yang selesaikan. Sekarang aku minta kau tinggalkan aku sendiri …" jawab Sasuke lagi yang sebenarnya dia juga mencemaskan situasi seperti ini.
"Terserah kau sajalah … " balas Itachi yang kemudian pergi meninggalkan Sasuke, mungkin adiknya butuh waktu untuk berpikir sebelum bertindak.
Malamnya Sakura pergi keluar kamar secara diam-diam. Tentu saja dia tak ingin diketahui oleh orang lain. Dengan perlahan Sakura menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju halaman belakang, tempat dimana dia sudah berjanji untuk menemui Sai disana. Dia berharap semoga Sai ada disana. Tanpa disadari, Sasuke yang memang berniat untuk berbicara dengan Sai melihat Sakura. Dia pun mengikuti instingnya untuk membuntuti gadis itu.
"Sai … " sapa Sakura yang ternyata Sai benar-benar menunggunya.
"Sakura … " balas Sai dengan wajah bingung, dia tak mengerti mengapa dia bisa terjebak di dalam situasi seperti ini.
"Sakura … Dan Sai … " Sasuke yang berada jauh dari keduanya menahan rasa panas dihatinya agar tak meluap keluar. Dia memutuskan untuk mengamati keadaannya terlebih dahulu.
Apa yang sebenarnya ingin Sakura katakana? Apa Sakura akan meninggalkan Sasuke?.
TBC …
Author : Semoga ceritanya bisa berkenan, cerita ini sisa satu chapter lagi tamat dam author harap tamatnya nanti tidak mengecewakan.
.
.
HAPPY READ ^^V.
