.
.
###
61 & 04
Chapter 8 – Like Judy Hopps
Park Chanyeol (30 th.) & Byun Baekhyun (18 th.)
###
.
.
Ini adalah hari libur Chanyeol dan Baekhyun. Rencananya mereka akan menonton film di apartemen Baekhyun sambil ditemani beberapa bungkus camilan. Chanyeol belum tahu film apa yang akan mereka tonton, tugasnya hanyalah membeli camilan. Tapi apa pun itu, semoga Baekhyun tidak memilih film aneh atau membosankan.
"Zootopia?"
Sebelah alis Chanyeol refleks terangkat tinggi membaca judul film yang Baekhyun berikan padanya. Remaja mungil itu tampak sangat ingin menontonnya, lihat saja bagaimana ia menatap Chanyeol dengan puppy-eyes andalannya.
"Boleh ya, Hyung? Sudah lama aku ingin menonton Zootopia, kumohon~"
Oke, ini aneh. Padahal Chanyeol paling geli jika seseorang sudah melakukan aegyo padanya, termasuk Luhan, tapi kenapa jika Baekhyun yang melakukannya, Chanyeol justru merasa..tidak keberatan? Apa karena Baekhyun itu partnernya?
"Hyung?" Suara Baekhyun membuyarkan lamunan Chanyeol. Bibir remaja itu melengkung ke bawah karena kecewa. "Kenapa melamun? Tidak boleh ya?"
Sial. Chanyeol tidak bisa berkata 'tidak'.
"Boleh kok." Chanyeol mengambil film animasi itu, lalu duduk di sofa setelah memutarnya di laptop. "Duduklah. Film-nya sudah dimulai."
Mengangguk semangat, Baekhyun kemudian mengambil duduk di samping Chanyeol, lengkap dengan bungkusan popcorn rasa karamel di pangkuannya.
"Jadi, ceritanya tentang apa?"
"Tentang seekor kelinci bernama Judy Hopps yang bercita-cita menjadi polisi, lalu bertemu si rubah licik bernama Nick Wilde. Ceritanya seru kok! Kau pasti suka, Hyung!"
Chanyeol hanya bisa menahan tawa melihat betapa menggebunya Baekhyun untuk menonton Zootopia. Well, sebenarnya Chanyeol bukan tipe yang suka film animasi, tapi untuk kali ini ia akan mengalah demi remaja mungil ini. Siapa tahu kan setelah ini ia menemukan sisi menarik film animasi?
"Bukankah Judy sangat manis? Aku penasaran jika dia dibuat versi manusia. Mungkinkah dia semanis versi kelinci?"
"Mungkin saja."
Diam-diam Baekhyun melirik Chanyeol, membayangkan jika pria tinggi itu mengenakan seragam polisi. Pasti sangat keren—batin Baekhyun. Terlebih Chanyeol memiliki tubuh proporsional yang membuatnya terlihat cocok mengenakan seragam apa pun. Ah, Baekhyun jadi iri. Ia juga ingin sekali memiliki tubuh yang tinggi dan proporsional seperti Chanyeol.
"Kenapa kau memelototiku?"
"E–eh?" Baekhyun tersentak. Pipinya tanpa sadar bersemu lucu. "A–aku tidak memelototimu, Hyung. Aku hanya sedang membayangkan sesuatu."
"Membayangkan apa?"
SIAL.
Baekhyun tidak seharusnya mengatakan itu.
"U–uh..itu.." Baekhyun memutar otaknya, mencari alasan yang bagus. "Hanya membayangkan kau sebagai Judy Hopps."
Baekhyun tidak sepenuhnya bohong, tapi sepertinya ia memilih jawaban yang salah. Chanyeol tampak tidak menyukainya.
"Si kelinci?"
"Y–ya, maksudku bukan karena telinganya panjang—"
"Daripada aku, kupikir kau lebih mirip dengan kelinci itu, Baek."
"Eh?"
"Kalian sama-sama mungil dan sangat lincah. Kalian juga sama-sama manis, tapi dengan ukuran mata yang berbeda."
Baekhyun tahu Chanyeol tak bermaksud menggodanya atau apa pun, tapi kata 'manis' dalam kalimatnya sungguh mengacaukan sistem otak Baekhyun. Remaja mungil itu bahkan tak bisa mengontrol rona di pipinya lagi. Hanya sayang, Chanyeol sedang fokus pada film untuk menyadari hal itu.
"A–aku ke toilet dulu, Hyung."
"Mau kujeda dulu film-nya?"
"T–tidak usah, aku sebentar kok."
Chanyeol tak tahu saja Baekhyun mati-matian berusaha menetralkan pipinya yang merona parah di dalam kamar mandi. Heh.
TBC
Harusnya chapter ini dipublish kemarin, tapi ya..sudahlah. Semoga kalian terhibur~
