Sekali lagi, terima kasih banyak yang mau baca ficku sampai sekarang dan terima kasih berlipat-lipat untuk yang mau review hehehe ^_^ Bales review dulu yaaa..!!

Ritsukika Sakuishi : Iya, hehe tapi itu murni karena ketidak sengajaan *dipeluk Sasuke karena bela dia*. Tapi emang enak ngebayangin adegan Sasuke ditonjok Sakura *ditendang Sasuke* hehe thanks dah review yaa..!!

Uchiha Ry-chan : Hohoho, berarti aku manggilnya Ry-chan aja ya ^^, MEOML ini udah aku resmikan di rating T jadi gak bakal berubah rating M paling aku bikin yang lain untuk Rating M, jadi jangan sedih ya Ry-chan *ditendang ampe New York T_T* salam ke Hebi? Ok, akan kusampaikan tapi Hebi itu emang terlalu baik kalo dibandingkan Taka jadi gitu deh.. XC *digebukin Taka* ok, thanks for the review..!!

Hyori Sagi : Ok, akan kureview tapi review juga yang 'Sorry and Thank You' yaaa.. Tapi kalo mau, kalo gak juga gak papa deh hehe ^_^ yup bakal jadi SasuSakuGaaSai, tapi Cuma sementara kok karenaaa… Yah pokoknya baca aja deh hohoho…!! *digampar* thanks dah review yaa..!!

Chiwe-SasuSaku : Huhuhu, saya jadi terharu… *WTH..!? –ditendang Chiwe* hehehe, iya si Karin emang pantes dipelintir lama-lama aku siksa dia semakin besar, baru nyaho..!! *dicekik Karin, cekik balik* thanks dah review yaa..!!

Dhidi-chan : Ok ok, tapi kalo cepet aku gak jamin tuh hehehe *dilindas truk* thanks dah review yaa..!

Kakkoii-chan : Bodynya Sakura ya, emm pokoknya pas aja deh sama yang kebanyakan cowok mau *Rating m berputar* eh, emang dikit ya ceritanya? Baru nyadar hehe *dibekep perban* ok, kucoba panjangkan lagi yaa.. Oh ya, sekalian tanya senpai, kakkoii artinya apa sih? O thanks dah review..!!

AkinaYuki Nyo : Wah senpai, saya jadi malu... *ditendang* Si Sai akan beraksi di chapter ini, baca ya hohoho..!! Thanks dah review ya..!!

Green-YupiCandy-Chan : Hehe maaf kalo lama, kebanyakan request dari temen-temen sih hohoho..!! *digampar* Thanks dah review ya..!!

Lauselle 'Cake' E. Granzchesta : Haha, aku bantu colok mata Saskay ya senpai..!! *malah dicolok Saskay T_T* Waduh, kebanyakan chara ya senpai? Iya nih, kayaknya aku terlalu terburu-buru ya hehe, tapi jangan khawatir lama-lama juga berkurang bwahaha..!! *Devil smirk* baca terus dan thanks untuk reviewnya ya senpai..!!

Shena blitz : Wah, kebanyakan konflik ya? Gomen deh, ntar juga berkurang satu persatu jadi baca ya hohoho...!! *mulut dibekep perban, abis itu lepas lagi deh XDD* thanks dah review ya hehe..!!

Badboy Sheva : Bener nih fic SasuSakuDeinya keren? Wah, saya jadi terharu… *ditendang* Yup, Gaara bakal ngajak jadian lagi lho.. Dan jawaban Sakuraa..?? Baca terus aja hehehe *digebukin* thanks dah review..!!

Furu pyon : Iya iya, nih udah di update… *mulut dibekep perban* hehe thanks dah review ya..! ^^

Hanaruppi : Iyeey, gak papa senpai mau review dan baca lagi, aku udah seneng kok *peluk-peluk abis itu ditendang* Saku jadian sama siapa yaaa…?? Baca aja oke, oke!? *katanya lu mau jawab semua pertanyaan?? –ditendang readers* hehe makasih reviewnya ya senpai..!!

Rye Hikaru : Gak papa kok, gak telat-telat amat *tepuk tepuk punggung Rye-chan -ditendang* hehe, iya ya Sai banyak saingan mana belum maju-maju lagi ckckck *kan lu yang buat..?? –dihajar sama gambar Sai* thanks dah review ya..!! ^^

Najla maharani : Hehehe, lam kenal juga ya... ^^ Kalo bikin bonus, ntar ya kalo dah ada ide lagi hohoho *digebukin* thanks dah review yaaa..!!

UchiHAruno Sasusaku : Iya Sasuke mesum..! WOOO..!! *nendang Sasuke abis itu dichidori* hehe thanks dah review yaa..!!

Shaara : KYAAAA..!! My lovely otoutooo..!! *ditendang* hehe, gak nyangka kamu mau review juga XP thanks dah review ya, Sashiii..!!

Enda-chan : Nih udah diupdet, hehe sorry ya lama piiis…!! Bagi dong foto Sasu-nya *ditendang* thanks ya dah review…!!

Kiki-chan-bla-bla-bla : Uooooh…!! Akhirnya kau datang lagi…!! *mulut dibekep perban terus ditendang* yup, kayaknya chapter ini lumayan kerasa GaaSakunya hehehe, thanks dah review yaaa….!!

Nisha Uchiha : Weleh weleh, kok banyak yang minta GaaSaku yaa?? Bingung juga nih *manggut-manggut abis itu ditendang* hehehe thanks dah review yaaa…!!

Ok, karena sudah tidak ada lagi, ceritanya mulai yaa..!! ^O^



Disclaimer : Always Masashi Kishimoto…

Genre : Romance/Friendship

Pairing : SasuSaku

MY ENEMY OR MY LOVE ??



CHAPTER 8 : AKU HANYA INGIN BUKTI…

BRAAAAK...!!!

"Hah hah hah... Uhuk.." Juugo berusaha bangun dengan sempoyongan. Sekarang dia bisa sedikit melihat jelas dirinya yang sudah babak belur dan darah yang keluar dari mulut dan hidungnya. Juga beberapa luka lecet yang lainnya.

Juugo melihat sekelilingnya, teman-teman Taka yang lain kecuali Sasuke tentunya tergeletak tak beraturan. Karin pingsan dengan wajah yang cukup bonyok dan kacamatanya pecah di sampingnya. Suigetsu pingsan dengan bibir berdarah dan terlihat sangat kelelahan. Kabuto masih setengah sadar karena terdengar suara terengah samar-samar darinya, dia kesakitan sambil memegang perutnya dan kacamatanya sedikit retak. Kimimaro masih dalam posisi bertahan walau sama babak belurnya seperti Juugo. Memang, Kimimaro dan Juugo adalah kartu AS geng Taka.

Bagaimana dengan Hebi? Yup, sama hancurnya dengan Taka. Sakon dan Ukon pingsan dengan posisi saling menindih, darah samar-samar keluar dari bibir mereka. Zaku pingsan sambil menungging terkadang dia batuk-batuk kecil, entah sadar atau tidak. Tayuya masih bisa berdiri walau agak sempoyongan sambil memegang perutnya, walau sudah payah dia masih bisa memasang tatapan membunuh pada lawannya. Kidoumaru masih bisa berdiri tegap, walau rasanya kepala sudah pusing dan sakit dimana-mana. Yang sama dari mereka semua hanyalah sama-sama dalam keadaan babak belur.

"Cih, rupanya kau masih bisa bangun gendut sialan," gumam Tayuya dengan kesal pada Juugo yang sekarang jadi musuhnya setelah Karin roboh.

"Hmph, harusnya aku yang bertanya begitu, perempuan setan..!!" jawab Juugo dengan tenang yang dibalas tatapan death glare Tayuya.

Di pihak lain Kidoumaru dan Kimimaro...

"Haah, sudah lama aku tidak dapat lawan seimbang seperti ini. Aku jadi senang," gumam Kimimaro sambil tersenyum penuh arti.

"Huh, lihat posisimu sekarang..! Aku masih lebih unggul..!!" jawab Kidoumaru sambil berlari menyerang Kimimaro.

Di pesta Shikamaru...

"... Yak, sekian penutup dariku. Merepotkan sekali, tapi yaah terima kasih yang sudah mau datang," Shikamaru menutup acaranya dengan penutup yang terlalu cepat dan sesekali diiringi dengan suara menguap. Tapi karena sudah biasa, teman-teman tidak ada yang mempedulikannya.

"Dasar Shikamaru, tidak berubah ya. Tapi mungkin memang itu yang kusukai darinya?" batin Temari dalam hati sambil sesekali tertawa kecil dan menggeleng. Tapi lamunannya terhenti saat Gaara menepuk pundaknya.

"Onee-san,"

"Hah? Oh, Gaara ada apa?" tanya Temari sambil mendekatkan kursinya dengan Gaara.

"Aku.. ada urusan jadi mau pergi sebentar, Temari-neesan jangan kemana-mana ya," gumam Gaara, nada keraguan terdengar dari suaranya. Tapi sepertinya Temari tidak begitu mempedulikannya, secara pemimpin geng terkuat di Suna gitu deh... *De-chan ditampol Gaara T_T*

"Oh ya sudah, tapi jangan sampai nyasar yaa..!!" goda Temari sambil menyeringai jahil dan mengedipkan sebelah matanya pada Gaara.

"Huh, aku kan nggak buta arah kayak Temari-neesan," jawab Gaara kesal sambil berlalu.

Di bagian Sasuke dan Sakura...

"Hhhh, akhirnya pulang juga," keluh Sasuke sambil jalan dengan malas-malasan. Setidaknya, sampai Sakura menepuk keras punggungnya.

"Kenapa sih, kayaknya lu gak nikmatin banget..!? Pesta Shikamaru seru kok..!!" gumam Sakura dengan riang dan berkacak pinggang.

"Kalo ada cewek rese' mana bisa nikmatin?" jawab Sasuke santai yang dibalas jitakan keras di kepala dari Sakura.

"Enak aja, huh makin gak ngerti deh kenapa orang tuaku mau jodohin gue sama lu?" sekarang Sakura yang mengeluh di samping Sasuke.

"Iya ya, bakal jadi apa anakku nanti..?" jawab Sasuke santai sambil menerawang ke atas.

Langit sudah malam dan bintang bertebaran, indah sekali. Sasuke melirik Sakura di sebelahnya yang juga ikut melihat bintang dengannya. Walau baju yang Sakura pakai tidak ada unsur cewek sama sekali, tetap saja tidak bisa menutup kecantikan alami yang dimilikinya. Sasuke memukul kepalanya sendiri yang sudah serasa panas.

"Kenapa sih aku ini? Gak biasanya begini," batin Sasuke dalam hati. Dia menatap Sakura yang bingung melihatnya dan berkata...

"Hei Sakura, kau-"

"SAKURAAAA...!!"

Sasuke tidak jadi melanjutkan kata-katanya, dia cukup terkejut melihat siapa yang berteriak dari kejauhan. Siapa lagi kalau bukan Gaara, dia terlihat kecapekan saat menghampiri Sasuke dan Sakura yang bengong melihatnya.

"Ga.. Gaara-senpai? Ada apa?" tanya Sakura bingung dan tiba-tiba saja Gaara menggenggam tangannya erat.

"Bisa ikut aku sekarang?" tanya Gaara tiba-tiba, tanpa menunggu jawaban Sakura, Gaara langsung menariknya ke balik pohon terdekat. Sasuke yang penasaran mencoba mengintip.

"Senpai?" Sakura berusaha mencairkan suasana, karena dari tadi Gaara diam dan setiap mau ngomong, dia malah menggaruk kepalanya yang sepertinya tidak gatal.

"Ng Sakura, aku langsung to the point ya. Mau.. balikan lagi sama aku nggak?" tanya Gaara gugup, wajahnya mulai memerah dan Sakura juga sama.

"E.. Eh? Tapi bukannya dulu-"

"Aku tahu aku salah, tapi jujur aku masih menyayangimu sampai sekarang dan belum bisa menghapusnya. Bahkan saat mendengar kau jadi pemimpin geng terkuat di Oto..." Gaara tidak melanjutkan kata-katanya. Dia menelan ludah dan memejamkan matanya, lalu menatap lembut mata emerald Sakura.

"Aku takut kau terus-terusan menghadapi bahaya seperti ditantang pemimpin geng lain seperti dulu, bahkan aku saja hampir menantangmu. Aku ingin menjagamu seperti dulu..."

Sakura menunduk, dia masih ingat jelas saat Gaara dan dia resmi memutuskan hubungan mereka. Dan tentunya masih ingat janji yang dia ucapkan, yaitu tidak akan lagi menantang bahaya. Sebenarnya Sakura ingin Gaara percaya pada kekuatannya, hanya saja dia takut akan melukai perasaan tulus senpai yang ingin menjaganya setengah mati.

Di balik pohon, Sasuke terlihat cemas melihat reaksi pasangan itu. Degup jantungnya tidak karuan sekarang. Berkali-kali dia mengepalkan tangannya sampai merah, bahkan bisa mencabut rumput panjang sampai akarnya. Dan sekarang dia tambah cemas menunggu jawaban Sakura.

"Aku.."

"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, Sakura," tatap Gaara dengan lembut sambil tersenyum.

"Aku akan tinggal di rumah Shikamaru selama kurang lebih 3 hari, saat aku akan berangkat ke Suna aku akan menagih jawabannya lagi," Gaara kembali tersenyum, "Aku mengharapkan jawaban yang bisa membuatmu aman,"

Gaara memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan berbalik meninggalkan Sakura yang bingung harus berekspresi seperti apa. Gadis itu menundukkan wajahnya dan bersandar di pohon. Sasuke yang melihat Gaara sudah cukup jauh, keluar dari persembunyiannya dan mendekati Sakura.

"Yo, Sakura," sapa Sasuke.

"Sasuke..." Sakura menjawab tanpa mengangkat wajahnya untuk melihat Sasuke. Pikirannya sudah melayang entah kemana.

"Kamu... Kira-kira apa jawabanmu?" tanya Sasuke yang agak ragu. Dia menapakkan tangannya ke pohon samping wajah Sakura. Gadis itu hanya menggeleng lalu berkata...

"Aku bingung..."

"Dasar, kau masih suka dia ya...??" tanya Sasuke lagi dengan kesal.

"Entahlah," jawab Sakura lagi dengan pelan.

"Kalau masih saling suka, kenapa putus?" tanya Sasuke lagi. Lama-lama Sakura merasa diinterogasi.

"Itu.. Keputusan kami bersama saat Gaara akan kembali ke Suna setelah mengajariku dan teman-teman yang lain," jawab Sakura, "Kami merasa hubungan jarak jauh tidak ada gunanya jadi ya gini deh... Makanya aku bingung kenapa Gaara minta balikan lagi?" sekarang Sakura mengangkat kepalanya dan menatap Sasuke.

"Wajar saja aku bingung, karena ada kau juga di hatiku, Sasuke," batin Sakura dalam hati.

"Kenapa menatapku begitu?" tanya Sasuke risih, Sakura hanya tertawa kecil.

"Nggak kok, nggak apa-apa," jawab Sakura dengan senyum lebar hingga deretan giginya kelihatan terpampang jelas di wajahnya. Sasuke menatap mata emerald gadis itu dalam-dalam lalu bertanya...

"Sakura,"

"Ng?"

"Kamu.. err, anu itu... ada rasa su.. suka gak ke aku walau hanya sedikit?" tanya Sasuke dengan wajah yang sepenuhnya sudah memerah.

"Ada, kok..!!" Sakura menjawabnya tanpa sadar sambil cengengesan, begitu sadar dan ingat pertanyaan Sasuke dia langsung meralat, "Eh, tadi tanya apa?" tanyanya sambil pura-pura menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Kamu ada rasa suka ke aku gak..?? Baka bener sih," wajah Sasuke makin memerah dan mendengus kesal, Sakura tertawa sumringah.

"Hehehe, mungkin," jawab Sakura sambil tertawa mengejek dan menjulurkan lidahnya, tapi rupanya Sasuke serius.

"Kalau gitu aku minta bukti..!!" kata Sasuke tiba-tiba dan wajahnya semakin dekat dengan wajah Sakura. Gadis itu hanya melongo bingung, dasar memang gak peka.

"Buk.. Bukti?" tanya Sakura meyakinkan.

"Bukti kalau kau ada rasa 'itu' ke aku..!!" jawab Sasuke agak gugup tapi cukup tegas untuk seorang laki-laki, bahkan semakin mendekati wajah Sakura.

"Tu.. Tunggu, bukti apaaa..??" Sakura menahan dada Sasuke yang semakin mendekat, entah kenapa tenaganya hilang.

Sasuke menggengam erat kulit batang pohon di belakang Sakura hingga terkelupas, wajahnya semakin dekat hingga bibir mereka berdekatan tinggal beberapa centi lagi. Dan Sasuke berhasil mengenainya, tidak ada perlawanan dari Sakura bahkan sempat terasa Sakura membalas ciumannya itu. Saat melepaskan ciumannya, Sasuke dan Sakura bisa saling melihat wajah di depan mereka memerah dan memanas.

"Cih, ternyata bisa juga aku melakukannya," gumam Sasuke dengan wajah memerah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berbalik. "Cewek baka, pulang yuk," ajak Sasuke ogah-ogahan sepertinya dia masih gengsi dan mungkin berusaha melupakannya?

"I.. Iya, dasar pantat ayam baka," jawab Sakura pelan sambil mengikuti Sasuke dari belakang. Sakura menatap punggung Sasuke yang berjalan tegap dan tersenyum...

"Senpai, mungkin aku sudah menyiapkan jawabannya..."

Kembali ke Kidoumaru VS Kimimaro...

Kimimaro berusaha sekuat tenaga untuk bertahan. Rasa kantuk dan lapar di malam hari mulai menyerang. Dia melirik ke arah Juugo dan Tayuya yang baru saja roboh bersama. Kini harapan terakhir Taka ada di tangan laki-laki ini.

Kidoumaru juga tak mau kalah, berkali-kali dia menahan matanya untuk tertutup karena diserang kantuk yang luar biasa. Saat dia merasa detik akan pingsan dan Kimimaro siap melayangkan pukulan ke wajahnya, dia melihat lawannya itu berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya.

"AAAAGH..!!" teriak Kimimaro lalu terjatuh di samping Kidoumaru yang menatapnya bingung. Laki-laki setengah kribo itu melihat seseorang memakai kaos hitam dan celana jeans sambil memegang tongkat kayu yang cukup panjang. Sepertinya tongkat itu habis dipakainya untuk memukul kepala Kimimaro hingga pingsan. Laki-laki berkulit putih pucat itu menghampiri Kidoumaru sambil tersenyum penuh arti.

"Sekarang kau menang, tuan..." laki-laki itu menatap Kidoumaru dengan tatapan 'siapa-nama-anda?'

"Kidoumaru, dan aku tidak butuh bantuan darimu, kau mengganggu saja..!! Gara-gara kau, kesenanganku berakhir," jawab Kidoumaru dengan congkak dan susah payah berdiri.

"Salam kenal Kidoumaru, namaku Sai," jawab laki-laki itu tapi tidak dihiraukan Kidoumaru.

"Aku ingin membantu kau dan teman-temanmu," sambung Sai lagi sambil mengikuti Kidoumaru, "Aku tahu dimana tempat tinggal Sakura Haruno," tambahnya lagi.

Kidoumaru berhenti berjalan dia berhenti untuk menatap tajam mata Sai. Sedangkan Sai hanya tersenyum untuk menanggapinya, Kidoumaru semakin curiga.

"Kenapa kau mau memberi tahu keberadaan Sakura? Sebenarnya siapa kau?"

"Yah jujur saja sih, sebenarnya aku teman Sakura tapi perasaanku padanya melebihi itu. Tapi sayangnya ada pengganggu, dan aku ingin menyingkirkannya, aku pikir kalian bisa membantuku," jelas Sai tenang seperti biasa.

"Huh, siapa yang mau membantumu? Kami cuma ingin membawa Sakura kembali ke Oto, itu saja dan tidak lebih..!" geram Kidoumaru.

"Justru dengan membawa Sakura kembali ke Oto, itu akan membantuku untuk memisahkannya dari seorang laki-laki pengganggu," jelas Sai lagi, kini nadanya mulai serius.

"Tapi kalau kami membawanya ke Oto, berarti kau yang tinggal di konoha juga akan berpisah dengannya kan? Dasar bodoh," dengus Kidoumaru dengan kesal dan kembali berbalik sampai akhirnya dia ditahan Sai.

"Kalau soal itu sih gampang. Aku cukup kaya, terus-terusan pindah sekolah bukan masalah buatku, bagaimana? Setelah aku memberi tahu tempat tinggal Sakura, kalian juga harus berusaha membuat Sakura pindah ke Oto, setuju?"

Sai menjulurkan tangannya ke depan wajah Kidoumaru menunggu jabatan darinya. Kidoumaru terdiam dan menunduk sesaat, lalu dia mengamati teman-teman di sekelilingnya yang sudah terkapar. Kidoumaru kembali menatap mata Sai dengan tajam begitu pula sebaliknya, akhirnya Kidoumaru menjulurkan tangannya dan menjabat tangan Sai.

"Setuju, sekarang beri tahu kami tempat tinggal Sakura..!!"

To Be Continued



Fuh, selesai juga. Sorry ya chapter ini updatenya lama kan mau ulangan mid semester jadi sibuk belajar, ini aja nyempet-nyempetin hehe... ^__^

Harusnya fic ini diupdate 2 hari yang lalu, tapi gara-gara Document Manager-nya error jadi gak bisa deh. Huwaaaa...!! Stress sayaaaa..!! Harus ke warnet lagi deh, keluar uang lagi hhh... -__-

Hohoho akhirnya bisa juga bikin adegan kissu Sasuke dan Sakura yah walau maaf deh agak aneh dan mereka juga masih gengsi. Tapi berarti utangku sama Shiho-senpai udah lunas nih hehehe *ditendang rame-rame*

Ok, ada pertanyaan lagi? Revieeeew pleeaassee...??