Session Talkshow
Bella : Yahooo, setelah satu tahun menelantarkan fic ini. Bella kembali lagi membawa kelanjutan cerita fic ini.
Akira : Silahkan melempari author dengan tomat busuk, kulit pisang atau kursi juga boleh pada author karena sudah membuat pecinta fic ini menunggu selama satu tahun.
Bella : Yaa Akira mah jahat, yang penting kan Bella sudah lanjut.
Niimi : Author melanjutkan fic ini karena ide fic author lagi buntu di fic yang lain.
Bella : Aaaghhh Mi-chan jangan bilang-bilang dong. Akhir-akhir ini Bella lagi bosen nulis fic genre fantasy karena entah kenapa imajinasi Bella menurun. Pokoknya kalian nggak boleh bilang ke siapa-siapa soal itu.
All (-Bella) : #sweatdrop
Ruka : Author, barusan author sendiri yang beberin lho.
Bella : APPPAAA! #jedokin kepala ke tembok
Sena : Author, jangan bunuh diri. Kalau author mati, nggak ada yang kasih makan kami T_T
Yura : Aku tidak peduli.
Bella : #balik normal, Yah setidaknya gara-gara itu Bella jadi melanjutkan fic ini. Jadi ambil sisi positifnya saja :)
Akira : Sebelumnya kita mau kasih peringatan, di chapter ini lebih ke Karin x Jin.
Niimi : Tapi tenang saja, ujung-ujungnya juga sama Kazune.
Ruka : Yah, kan author suka KazuRin.
All : Jadi silahkan menikmati chapter ini ^^
Title :First Love Lesson
Chapter 8 : Murid Baru
Disclaimer :Kamichama Karin Chu © Koge Donbo
~First Love Lesson~ © Bella-chan
Rated : T
Genre :Romance ; Friendship
Pairing : KazuRin
Warning : AU, OOC, typo, abal, gaje, alur kenceng, nggak nyambung, dll
Summary :Apa jadinya kalau Karin menjadi ahli percintaan di sekolahnya. Padahal sebenarnya pengalaman cintanya nol besar. Pacaran saja belum pernah bahkan merasakan jatuh cinta pun belum pernah. Tapi berkat Kazune, si cowok menyebalkan mengajarkan kepada karin apa itu jatuh cinta. Rasa deg degan, gugup, cemburu, galau, panas dingin. Semua itu akan dirasakan sendiri oleh Karin.
.
.
Please Enjoy Reading
.
.
~First Love Lesson~
Karin POV
"Ohayou minna!" sapaku begitu masuk ke ruang makan.
"Agh Karin-chan, apa kau sudah baikan?" tanya Kazusa seraya menatapku dengan raut wajah khawatir.
"Daijobou, aku sudah sehat kok," ucapku seraya duduk di meja makan.
"Nah kalau begitu, ayo kita sarapan. Aku sudah masakan roti panggang dengan selai coklat dan susu coklat hangat," ucap Himeka seraya tersenyum.
"Lho Kazune mana?" tanyaku heran. Aku baru sadar sedari tadi aku belum melihat pemuda berambut pirang itu.
"Kazune-nii berangkat sekolah duluan tadi, katanya ada keperluan," ucap Kazusa sekenanya.
"Souka," ucapku yang setelah itu langsung menggigit roti panggangku.
"Oh ya Kazusa-chan, katanya Kazune-kun, Jin-kun sudah kembali ya dari Amerika?" tanya Himeka penasaran,
Sontak saja Kazusa langsung tersedak begitu mendengar nama itu. Kazusa pun segera meraih susunya lalu meminumnya.
"Iya," jawab Kazusa singkat.
"Hihihihi Kazusa-chan tsundere nih~" goda Himeka.
Kazusa langsung memberi tatapan death glare ke arah Himeka.
"Ngomong-ngomong, Jin-kun sebenarnya siapa sih?" tanyaku penasaran.
"Lho Karin-chan, masak kau tidak kenal dengan Jin-kun, dia kan artis terkenal," ujar Himeka keheranan.
"Kalau soal itu, aku juga tahu!" seruku gemas. "Maksudku, sepertinya kalian seperti sudah mengenal dekat dengannya?" tanyaku seraya menatap ke arah Kazusa.
Sedangkan Kazusa yang ditatap, hanya diam saja dan meneruskan kegiatan makannya. Seolah tidak merasa terganggu dengan tatapan dariku atau dia memang sedang berpura-pura tidak peduli.
"Sebenarnya Jin-kun itu sahabat kami sedari kecil, tidak heran juga kalau Karin-chan tidak mengetahuinya. Soalnya Jin-kun pindah ke Amerika tepat sebelum Karin pindah kemari." Akhirnya Himeka lah yang menjelaskan.
"Tapi, kok aku lihat Kazune-kun tidak menyukainya. Mereka lebih terlihat seperti bermusuhan daripada dibilang sahabat?" tanyaku bingung begitu mengingat peristiwa kemarin.
"Hahahaha mereka berdua dari dulu memang selalu begitu. Mereka selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik di antara mereka berdua. Benar-benar kekanakan kan," ujar Himeka.
"Hahahaha iya, tapi sepertinya Kazusa-chan juga tidak terlalu menyukainya," ucapku seraya menatap Kazusa yang masih asyik menggigit roti panggangnya sedari tadi.
"Benarkah, sebenarnya Kazusa itu menyu aauuww," ucap Himeka meringis kesakitan.
"Ada apa?" tanyaku sedikit panik.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja barusan aku merasakan kakiku seolah-olah diinjak oleh sesuatu," ucap Himeka seraya menatap Kazusa penuh arti. "Agh sepertinya itu karena efek kelelahan saja," ucapnya seraya menoleh ke arahku kembali sambil memasang senyum.
"Sudah jam segini, ayo kita berangkat!" seru Kazusa sambil berdiri lalu keluar ruangan meninggalkan Himeka dan aku yang masih belum menyelesaikan sarapannya.
"Dia kenapa?" tanyaku heran.
"Lagi PMS mungkin," ucap Himeka polos.
~First Love Lesson~
Teng… Teng… Teng…
"Minna-san, hari ini kelas kita kedatangan murid baru!" seru guru kami di depan.
Aku hanya menguap, tidak terlalu memperhatikan guru di depan. Lagipula toh aku tidak terlalu peduli dengan si anak baru ini.
"Silahkan masuk!" seru guru kami seraya menatap ke arah pintu kelas kami yang langsung diikuti oleh hampir seluruh murid di kelas kami. Dan kalian tahu apa? Kelasku langsung berisik dengan hiruk pikuk dan jeritan tidak jelas.
Aku langsung memusatkan perhatianku ke depan kelas untuk melihat siapa murid baru ini yang bisa membuat kelasku dalam sekejap berubah menjadi pasar. Dan mataku langsung membulat begitu mendapati sosok berambut hitam dan bermata onyx yang sudah menyelatkanku dari para Kazuners kemarin. Dan seketika aku mengerti kenapa hampir semua murid di kelasku berteriak histeris. Siapa yang menyangka kalau ada artis terkenal akan pindah ke kelasmu hari ini dan akan menjadi teman sekelasmu. Yah mungkin tidak semuanya akan norak seperti itu. Contohnya Kazune yang masih memasang wajah datar berbeda dengan saudari kembarnya yang langsung memasang wajah cemberut. Himeka hanya tersenyum senang mendengarnya sedangkan Micchi hanya terkekeh-kekeh tidak jelas. Karin sendiri hanya bisa sweatdrop melihat ekspresi mereka semua.
"Mungkin kalian sudah tahu siapa aku," ucap Jin seraya memamerkan senyumannya yang langsung membuat hampir semua siswi di kelasku memasang mata lophe lophe (?).
'Apa dia tipe cowok narsis,' batinku speechless.
"Perlu kalian tahu alasan kenapa aku pindah ke sekolah ini!" seru Jin tiba-tiba.
Seketika semua murid di kelasku berganti memasang wajah bingung termasuk juga diriku.
"Alasanku datang ke sini cuma satu," ucap Jin. "Yaitu untuk bersama gadis yang duduk di sana," sambungnya seraya menunjuk ke arahku. TUNGGU DULU DIA MEMANG MENUNJUKKU!
"Aaappppaaaa!" teriak seisi kelasku bersamaan denganku yang ikut menggebrak meja.
Aku langsung menundukkan kepalaku begitu melihat semua pasang mata menuju ke arahku. Tentu saja aku merasa sangat malu sekali. Aku mendengar semua temanku sedang berbisik. Pasti mereka sedang membicarakanku.
"Minna-san tenang dulu!" seru guru menenangkan keadaan kelasnya. "Nah kau boleh duduk di samping Kazusa," lanjutnya.
Jin hanya mengangguk mengiyakan, setelah itu langsung menuju ke bangkunya. Tampak Kazusa hanya merengut begitu melihat Jin yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Untuk Hanazono-san!" seru guruku tiba-tiba.
"Haik," sahutku lumayan keras.
"Karena dia belum punya buku, tolong antarkan dia ke perpustakaan untuk meminjam buku. Dan jangan lupa ajak dia berkeliling sekolah juga," ujar guruku dengan senyum manis.
Aku berterima kasih sekali dengan deklarasi guruku tersayang ini, karena gara-gara itu aku jadi bahan pelototan hampir semua siswi di kelasku. Lagipula kenapa bukan Kazusa saja, dia kan yang jadi teman sebangkunya. Tunggu dulu, kenapa aku bersikap seolah-olah aku berusaha menghindarinya. Jin kan bukan orang yang jahat, lagipula dia kan sudah menolongku kemarin.
Aku menepuk-nepuk kecil kedua pipiku. Sekarang bukan waktunya memikirkan itu, sekarang aku harus konsentrasi dengan pelajaran karena guru sudah mulai menerangkan di depan. Yah, meskipun otakku tidak bisa mencerna penjelasan beliau dengan baik.
~First Love Lesson~
Skip Time
Sesuai perintah dari guruku tadi. Saat jam istirahat, aku mengantarkan Jin ke perpustakaan dan berkeliling. Dan seperti yang aku duga sebelumnya, banyak siswi yang langsung histeris begitu mengetahui kalau idola terkenal ada di sekolah mereka. Dan aku berani bertaruhan, kalau tidak lama lagi akan terbentuk fans girl untuk Jin di sekolah ini. Aku tak habis pikir betapa noraknya perempuan di sekolah ini. Apa mereka harus histeris begitu melihat cowok tampan. Mereka bertingkah seolah-olah cowok tampan itu langka sekali di dunia ini.
"Gomen Karin-chan, kau jadi harus merelakan jam istirahatmu hanya untuk menemaniku saja," ucap Jin merasa bersalah.
"TIdak apa-apa, anggap saja ini sebagai balas budi karena kemarin kau sudah menolongku," ucapku santai.
"Yah dan juga aku minta maaf karena kemarin aku sudah menciummu seenaknya," ucap Jin sambil menggaruk tengkuknya. Dapat dilihat kalau kedua pipinya sedikit merona.
Melihat itu, aku jadi ikutan blushing. Cepat-cepat aku menundukkan kepalaku untuk menyembunyikannya.
"Karin-chan!"
Tiba-tiba saja aku mendengar ada seseorang yang memanggilku. Aku dan Jin menoleh untuk melihat siapa si pemanggil dan aku mendapati seorang gadis berambut hijau tosca berlari ke arahku.
"Miyon, ada apa?" tanyaku bingung.
"Kemarin Yuuki-kun menembakku!" seru Miyon senang.
"Benarkah?" sahutku tak percaya.
"Iya dan ini semua berkat saranmu. Terima kasih Karin-chan, kau memang ahli percintaan yang professional," ucap Miyon senang. "Oh ya, ini terimalah. Anggap saja seperti ucapan terima kasihku, terima kasih sudah membantuku selama ini," ucapnya seraya menyodorkan kotak yang berisi donat kepadaku.
"Agh terima kasih, aku turut berbahagia untukmu dan Sakurai-san," ucapku seraya menerima pemberian dari Miyon.
"Kalau begitu aku permisi dulu ya, Yuuki-kun sudah menungguku di kantin. Jaa!" Setelah itu, Miyon langsung ngeloyor pergi begitu saja.
"Hahahaha, sepertinya gadis itu tidak menyadari keberadaanku sama sekali," ucap Jin miris karena sedari tadi dikacangin.
"Eh Jin-kun, kau masih di sana?" tanyaku heran.
"Aku dari tadi masih di sini tahu!" seru Jin kesal.
"Hahahaha bercanda bercanda, oh ya bagaimana kalau kita makan donat ini. Kebetulan masih ada waktu sebelum bel masuk berbunyi," ajakku.
"Oke, tak masalah," balas Jin.
Akhirnya kami memutuskan untuk makan donat di halaman belakang sekolah. Alasan kami memilih tempat ini adalah untuk menghindari kerumunan massa yang mungkin saja nanti akan terbentuk jika kami makan di tempat yang mencolok. Lagipula bisa-bisa nanti acara makan kami berubah menjadi acara jumpa fans dan lebih parahnya nanti aku dijadikan bahan pelototan lagi oleh para siswi.
"Oh ya Jin-kun, aku mau tanya!" seruku tiba-tiba di tengah acara makan kami.
"Tanya apa?" tanya Jin seraya menoleh ke arahku.
"Apa hubungan Jin-kun dengan Kazune-kun dan yang lain?" tanyaku penasaran.
Tampak Jin sedang berpikir. "Apa ya, hmm seperti hubungan dimana kami tumbuh bersama sejak kecil," ucap Jin pada akhirnya.
"Heee ternyata kalian sangat dekat ya," komentarku.
"Sebenarnya tidak juga sih, terutama dengan Kazune. Kau sudah lihat sendiri kan kemarin," sahut Jin.
"Iya juga sih," ucapkumenyetujui perkataannya.
"Kalau begitu gantian aku yang bertanya," ucap Jin.
Aku menoleh ke arahnya seraya masih menggigit donatku sembari mengangguk kecil.
"Sejak tadi aku sudah penasaran dengan maksud perkataan gadis yang bernama Miyon tadi soal kau yang ahli percintaan professional. Itu maksudnya apa?" tanya Jin heran.
"Err gimana ya jelasinnya," ucapku sambil mengangguk rambutku yang sebenarnya tidak gatal. "Singkatnya aku selalu dimintai saran oleh teman-temanku mengenai percintaan mereka," jelasku.
"Ooohh begitu rupanya, jadi itu sebabnya kau dipanggil ahli percintaan," ucap Jin mangut-mangut.
Sontak saja aku tertawa mendengarnya.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Jin bingung.
"Hahahaha tidak apa-apa, hanya saja sebenarnya aku tidak pantas dipanggil seperti itu karena pengalaman cintaku sendiri saja nol," jelasku di sela tawaku.
"Heeee benarkah," ucap Jin tak percaya. "Lalu selama ini bagaimana kau memberi saran pada teman-temanmu kalau kau sendiri saja belum pernah mengalaminya?" tanya Jin heran.
"Yah aku cuma asal ngomong saja," ucapku seraya mengedikkan bahu.
Jin masih menatap tak percaya ke arahku lalu berkata, "Kau benar-benar gadis yang menarik ya."
Deg
Entah kenapa tiba-tiba saja wajahku memanas tanpa sebab yang jelas.
"Oh ya aku jadi punya ide bagus!" seru Jin tiba-tiba. "Bagaimana kalau aku ajari kau bagaimana perasaan cinta itu," ucapnya seraya tersenyum ke arahku.
Sekarang gantian aku yang menatap tak percaya ke arahnya.
~First Love Lesson~
Normal POV
Tanpa di sadari oleh Karin dan Jin. Ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasi mereka.
"Kazune, kau sedang melihat apa sih?" tanya Micchi heran seraya menghampiri Kazune yang sedari tadi berdiri di samping jendela.
Kazune tidak menjawab dan berlalu meninggalkan Micchi begitu saja. Micchi hanya menatap bingung ke arah Kazune yang sudah pergi keluar kelas. Lalu perhatian Micchi mengarah kedua sosok yang sedari tadi menjadi bahan pengamatan Kazune.
"Tidak heran kalau dia jadi bad mood," ucap Micchi sambil menghela napas.
.
.
To Be Contiuned
.
.
PleaseReview
Session Talkshow
Bella : Yeee Kazune cemburu X3
Niimi : Rupanya di fic ini tidak ada kami.
Akira : Aku masih main di sini, tapi cuma jadi figuran yang numpang lewat.
Bella : Pusing Bella kalau karakternya banyak-banyak.
Ruka : Terus kenapa di fic lain karakternya banyak-banyak bahkan kami sampai di suruh main segala. Kami kan bukan chara KK.
Bella : Suka-suka aku dong, fic-fic saya sendiri.
Sena : Huweeee author, cuma aku doang yang belum pernah main di fic author.
Yura : Anak baru diam saja!
Sena : Huweee Yura jahat T_T
Bella : Sudah sudah, mendingan kita bacain balasan review ^^
All (Bella) : Mengganti topik pembicaraan#sweatdrop
Akira : Yang pertama untuk Haruka, daijobou Kazune pasti akan dibuat terbakar oleh api cemburu fufufufufufu#evillaugh
Niimi : Selanjutnya untuk Viviana KazuRin, makasih sudah dibilang seru. Jin sekolah kok, tuh di chapter ini dia jadi murid pindahan di sekolah Karin.
Ruka : Buat NailaaKS, author nggak lupa kok kalau pura-pura lupa sih iya. Dan diusahain sama author untuk dilanjut terus sampai tamat.
Yura : Berikutnya untuk Milka, Jin suka sama siapa aku tidak peduli. Dan soal EYD, aku tidak bisa berkomentar apapun karena ini semua memang salah author.
Bella : Huweee ampuni Bella kalau masih banyak typo :(
Sena : Oke balasan selanjutnya untuk kazurinkj, maaf kalau di chapter ini Kazune belum nyatain perasaannya. Pertama-tama kita buat Kazune panas dulu XD
Akira : Kembali ke aku, balasan untuk qwa-thaitomboyrp, gomenne kalau update-nya luuaaammmmaaa banget pakek nget nget. Hontouni gomenasai n(_ _)n
Ruka : Selanjutnya untuk Viona-chan, semoga Karin sama Kazune sesuai keinginanan Viona-chan ;)
Niimi : Berikutnya buat TsukiRin Matsushima29, wah maaf deh kalau beberapa tidak sesuai harapan Nitsuki-chan. Sip deh dilanjut kok ficnya.
Yura : Untuk yuiko, makasih sudah bersedia menunggu.
Sena : Terus buat Fujimoto Hanami, yah mulai chapter depan persaingan mereka untuk memperebutkan hati Karin akan dimulai permisa sekalian. Jadi ditunggu saja ya kelanjutannya ^^
Bella : Buat Hinamori Meirin, iya tidak apa-apa kok mey-chan. Maaf deh kalau kurang panjang, tahu sendiri kan Bella paling nggak bisa nulis yang panjang-panjang. Yosh semangat untuk mey-chan juga :D
Niimi : Berikutnya untuk Lyn kuromuno, wah ternyata banyak juga yang menyemangati Kazune di sini. Maaf ya nggak bisa cepet-cepet update-nya, tapi yang penting sudah dilanjut kan ^^
Akira : Untuk Lulu, yap akan ada cinta segitiga bahkan segiempat kalau perlu. Pokoknya ditunggu saja chapter selanjutnya.
Yura : Buat Yumi Azura, semoga Karin nggak bakal jatuh cinta sama Jin tutup botol (?)
Ruka : Berikutnya untuk Guest, lain kali kalau review dikasih nama ya kalau nggak inisial. Hiatus itu seperti tidak melanjutkan fic dalam jangka waktu yang cukup lama. Gomen kalau author satu ini suka timbul tenggelam dalam masa hiatusnya.
Sena : Terus untuk edogawa conan, sama-sama juga untuk review-nya. Iya, diusahain lanjut kok, mohon bersabar menunggu ya ^^
Bella : Balasan terakhir untuk taing123, Ichigo, dan yolan chan. Makasih sudah dibilang menarik, terus tunggu kelanjutannya ya :D
Akira : Akhirnya balasan review sudah dibaca semua.
Niimi : Saatnya menutup fic ini.
Ruka : Untuk fic author yang De Angela diusahakan akan update saat liburan nanti.
Sena : Jadi mohon bersabar menunggu.
Yura : Akhir kata-
All : Sampai bertemu di fic De Angela ^^
