Summary : Naegino Rin, cewe yang sikapnya pendiam tapi pintar dan manis serta pemalu di tempat lesnya, menyimpan perasaan cinta kepada Kagamine Len, teman lesnya. Kagamine Len, cowo yang easy-going, baik, serta ramah namun tidak terlalu pintar. Akankah perasaan cinta Rin terbalaskan?.
Perhatian~ sebenernya ini 2 chapter. Tapi berhubung Saia males apdet 2 kali. Saia gabung ajah. Jadi mungkin akan panjang. Sebelum mulai cerita, Saia bales ripiu dulu deh . . .
###
1. Miki Yuiki Vessalius
Ehehehe, iyah nih. Someonenya Kaitoh. Oke, nih apdet~.
2. khiikurohoshi
T-Typo masih ada? *shock*. Maafin Saia. T.T. Saia akan usahain lagi deh. Ehehehe, Sedikit bocoran deh~. Miku nanti jadi baik kok. Ni apdet~.
3. Karin Miyuki
Makasi atas pembentulannya. EYD Saia memang jelek *pundung dipojokan*. Someonenya itu . . . Baca ajah ndiri~ *plakk*. Gomen, kalo agak lama apdetnya~. Makasi udah mau fave~.
4. Yuu-Zai Baka
E-Eh? Makasi pembetulannya. Saia akan usahain lebih bagus~. Miku mulai keliatan belangnya? Gak juga. Cuma itam-putih (Ga nyambung). Okeh, Saia tungguin ya fict PMRnya~. Makasi udah ngeripiu~.
5. Hikashine Shii-Chii
Ehehe, ga pa pa kok. Someonenya itu . . . Siapa ya? *plakk*. Nanti juga pasti tau kok. ;). Makasi reviewnya. Nih apdet~.
6. Kuro 'Kumi' Mikan
E-Eh? Makasi pujiannya~ saia terharu deh. Makasi udah mau bersedia untuk membantu Saia. Saia akan berusaha buat ga ngecewain Kuro-chan~ *SKSD mode : on*. Someonenya ituh . . . Ga tau *plakk*. Ahaha, makasi ripiunya~.
###
Okeh, langsung ajah . . .
Go~
.
.
.
Disclaimer : Vocaloid © Yamaha dan Crypton
Warning : Typo selalu ada. Ga menarik. GaJe. Makin ngawur. EYD jelek. Berantakan. Berbelit-belit. Ending GaJe. Khusus bagian percakapan Mikuo dan Len'nya pakai 'Gue-Lo'. Maaf bagi Miku FC karena Saia buat Miku sebagai karakter antagonis Meski panjang tapi intinya cuma 1. Cerita maksa.
Can I? Chapter 8
.
Ga suka? Ga usah baca!
.
.
.
Rin PoV
H-Hah?
"J-Jangan bercanda Teto..." kataku setengah mules(?). A-aku belum siap.
"Aku ga bercanda kok." jawab Teto santai sambil mengunyah rotinya. "T-Tapi Teto . . . Aku belum siap. . ." kataku lagi.
"Rin, kau butuh 3 tahun lebih untuk siap." jawab Teto lagi. "Ugh. . ." gimana nih?
Sedangkan di tempat Mikuo dan Len.
Mikuo PoV
"Oi, Len. Lo suka sama siapa?" tanyaku pada Len. Sekarang sedang jam istirahat. Aku dan Len sedang berada di kantin.
"'Kan gue udah pernah bilang. Ga tau." jawabnya sambil menyeruput jus pisangnya.
"Lo suka sama Rin?" tanyaku langsung.
Dan . . . FRUUT.
Len menyemburkan jus pisangnya ke mukaku. "Ohok .. Ohok .."
"Lo ... Kenapa tiba-tiba nanya kayak gitu?" kata Len sambil mengelap mulutnya. Aku mengambil tissu dan membersihkan mukaku.
"Jawab aja ya atau ga." kataku lagi. Kulihat muka Len sedikit memerah. "G-Ga tau ah." jawabnya.
"Pikirkanlah baik-baik. Gue dengar dari SeeU, Rei juga menyukainya." jawabku 100% bohong.
"E-eh?" muka Len terlihat sedikit khawatir. Bah. "Gue mau ke WC." kataku sambil beranjak pergi. Kau tanya untuk apa? Tissu tidak mempan untuk menghilangkan bau pisang dari mukaku ini.
Len PoV
"Gue mau ke WC." kata Mikuo tiba-tiba dan pergi ke WC.
Kenapa Mikuo tiba-tiba bertanya tentang perasaanku pada Rin? A-Aku tidak tau.
Aku tidak terlalu dekat dengan Rin. Tapi . . . Entah mengapa aku tidak suka kalau Rin jadian dengan Rei.
"Argh!" aku mengacak rambutku. T-Tapi, kalau aku bilang aku ehmsukaehm pada Rin. Apa dia juga suka padaku?
Aku memilih langsung masuk kelas saja.
Miku PoV
"Lo suka sama Rin?" kata-kata Mikuo pada Len masih terdengar dikepalaku.
Tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Len dan Mikuo di kantin.
Len juga . . . Sepertinya menyukai Rin. Mataku memanas lagi. Aku . . . Menangis lagi.
Segera aku berlari ke WC. Menangis sepuasnya disana. Meski ada beberapa murid yang melihatku. Tapi aku diam saja.
'Aku harus apa?' tanyaku dalam hati. Aku suka dengan Len. Tapi, Len sudah . . . Menyukai Rin.
'Rin, gadis itu lemah. Terlalu sering mengalah. Terlalu memikirkan orang lain.
Tapi . . . Itulah sisi baiknya. Aku . . . Akan menyerahkan Len padanya. Len juga . . . Pasti akan lebih baik dengan Rin.'
Segera aku mengeluarkan ponselku.
From : N3K0MUR4_M1KU
To : R1N-PR19C355-0F-0R4N93
Subject : . . .
'Aku serahkan Len padamu! Jangan kecewakan aku.'
Hanya kata-kata singkat itu yang ku kirimkan pada Rin. Setelah itu aku mencuci mukaku dan kembali kekelas.
Selama pelajaran, aku hanya bengong saja. Aku tidak bisa berkonsentrasi.
TENG~ TENG~
Tak terasa bel pulang sudah berbunyi. Aku segera mengambil tasku dan berjalan ke luar kelas.
Dan . . . Aku melihat Len dan Mikuo sedang membawa buku. Mereka . . . Mengambil ancang-ancang untuk berlari.
Aku hanya tersenyum kepada mereka dan berjalan pergi. Mereka hanya bengong ketika melihat kelakuanku itu.
Aku . . . Ingin menangis lagi. Aku segera berlari ke gerbang sekolah.
"Kyaa..." "Aw..." teriakku saat jatuh. Sepertinya aku menabrak seseorang. Dengan cepat aku menghapus air mataku.
"M-Maaf!" kataku sambil berdiri dan mengulurkan tanganku padanya.
Sepertinya bukan dari sekolah ini. Rambutnya berwarna merah magenta di kucir dua pendek. Lalu seragamnya . . . SMP Voca?
"Maaf! Aku tadi tidak melihatmu." kataku lagi. "E-Ehehe, tidak apa-apa, err . . . Hatsune-san?" jawabnya sambil sambil melihat namaku yang tertempel di bajuku.
Sepertinya dia agak ragu menyebut namaku. "E-Eh. Hatsune Miku. Panggil saja Miku." kataku berusaha santai. Apa . . . Dia mengenalku?
"E-Eh. K-Kasane Teto! Panggil saja Teto. Aku murid dari SMP Voca." katanya. Teto? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu . . .
Dimana ya? Emm . . . Aku mencoba berpikir keras.
Teto? Ah! "Teto . . . Pacarnya Mikuo ya?" tanyaku setengah berteriak. "E-Eh?" kulihat mukanya memerah.
"Ikut aku!" kataku sambil menariknya kedalam gedung sekolah. Seingatku Mikuo dan Len tadi membawa buku dan harus ke perpustakaan dulu.
"Mikuo!" teriakku memanggil Mikuo. Sementara Teto hanya diam disampingku.
"M-Miku? . . . Teto?" katanya. Dia berlari ke arahku. Menarik tangan Teto dari tanganku. Dan berlari ke arah Len lagi.
"Teto? Kau tidak apa-apa? Apa dia melakukan hal yang buruk padamu? Apa dia menyakitimu?" tanya Mikuo bertubi-tubi pada Teto.
Apakah aku terlalu buruk di mata Mikuo sampai dia meragukanku seperti itu? Aku hanya sweatdrop.
"M-Mikuo. A-aku tidak apa-apa kok. Malah Miku mengantarku untuk menemuimu." jawab Teto.
'T-Teto. Kau orang pertama yang membelaku.' kata batinku sambil menangis terharu.
"E-eh?" Mikuo langsung diam dan menatapku. Begitu juga dengan Len.
"Um . . . Kalau begitu sampai jumpa." kataku sambil berjalan pergi.
"T-Tunggu!" teriak Teto tiba-tiba. Aku menoleh kebelakang. "Terima kasih ya!" teriaknya lagi. Aku hanya tersenyum kemudian melangkah pergi.
Teto PoV
Sekarang aku sedang berada di depan gerbang SMP Utau. Aku sedang menunggu Mikuo. Aku . . . Ada janji dengan Mikuo.
B-Bukan kencan! Aku berjanji dengan Mikuo akan menemaninya ke toko olahraga (lagi?)
Aku sudah menunggu disini setengah jam. Aku memutuskan untuk masuk ke gedung sekolah.
"Kyaa ..." "Aw ..." aku terjatuh karena menabrak seseorang.
"M-Maaf!" katanya sambil berdiri dan mengulurkan tangannya padaku.
.
"Maaf! Aku tadi tidak melihatmu." katanya lagi. "E-Ehehe, tidak apa-apa, err . . . Hatsune-san?" jawabku sambil membaca nama yang tertera di bajunya.
H-Hatsune Miku? Dia'kan orang yang diceritakan oleh Rin.
"E-Eh. Hatsune Miku. Panggil saja Miku." katanya. "E-Eh. K-Kasane Teto! Panggil saja Teto. Aku murid dari SMP Voca." jawabku. Dia . . . Seperti habis menangis.
Dia menatapku sejenak kemudian seperti memikirkan sesuatu.
"Teto . . . Pacarnya Mikuo ya?" tanyanya setengah berteriak. "E-Eh?" d-darimana dia tau?
"Ikut aku!" katanya tiba-tiba sambil menyeretku kedalam gedung sekolah. Aku hanya diam saja.
"Mikuo!" teriaknya memanggil Mikuo. Sepertinya Mikuo dan Len baru saja keluar dari . . . Perpustakaan?
"M-Miku? . . . Teto?" Tiba-tiba berlari ke arahku. Menarik tanganku dari Miku. Dan menyeretku ke arah Len.
"Teto? Kau tidak apa-apa? Apa dia melakukan hal yang buruk padamu? Apa dia menyakitimu?" tanya Mikuo bertubi-tubi padaku.
E-Eh?
"M-Mikuo. A-aku tidak apa-apa kok. Malah Miku mengantarku untuk menemuimu." jawabku.
"E-eh?" Mikuo langsung diam dan menatap Miku. Begitu juga dengan Len.
"Um . . . Kalau begitu sampai jumpa." kata Miku sambil berjalan pergi.
"T-Tunggu!" teriakku tiba-tiba. Miku menoleh ke arahku.
"Terima kasih ya!" teriakku lagi. Miku hanya tersenyum kemudian pergi.
Aku teringat kata Rin tadi. Ketika istirahat kedua. Rin bilang Miku meng-emailnya dan Rin bilang bahwa Miku sudah menyerahkan Len padanya. Aku dan Rin sama-sama bingung.
"Nah, ayo!" kata Mikuo tiba-tiba. "E-Eh tunggu. Gue gimana?" tanya Len sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Lo pulang aja duluan. Ntar gue nyusul di tempat les." kata Mikuo lalu menarikku pergi. Sementara Len hanya cengo ditempat.
Lalu aku dan Mikuo pergi ke toko olah raga dan berjalan-jalan sampai sore. Kami merencanakan dimana tempat Len dan Rin akan jadian.
Lalu Mikuo mengantarku pulang.
~000~
Rin PoV
TUK
Aku menendang batu kerikil sambil berjalan menuju tempat les.
'Kau harus menyatakan perasaanmu pada Len!'
'Aku serahkan Len padamu! Jangan kecewakan aku.'
Kata-kata Teto dan e-mail dari Miku masih menghantuiku(?)
Aku harus memasang ekspresi apa kalau bertemu dengan Miku dan Len?
TING TONG
Aku menekan bel rumah Miss. SeeU datang dan membukakan pintu. Pasti Miss sedang sibuk.
"Hai Rin-nee!" SeeU menyapaku seperti biasa. Aku hanya tersenyum, malas membuka mulut.
Aku naik ke lantai 2. Baru ada Rei, SeeU, . . . Miku dan Len. Mikuo dan Kaito sepertinya belum datang.
"Hai Rin~!" sapa Miku. E-eh? "H-Hai." balasku. Bukannya kemarin dia marah padaku?
Aku duduk disamping Miku. Dan mengeluarkan buku PRku. Sementara Miku hanya diam sambil membaca sebuah buku.
Beberapa lama kemudian Mikuo dan Kaito datang. Lalu Miss mulai membantu kami mengerjakan tugas dari sekolah kami.
Len PoV
"Oi Rei. Kau suka dengan Rin ya?" tanyaku setengah berbisik pada Rei.
Rei menatapku sejenak. "Kalau iya kenapa?" jawabnya.
Argh! Dia betulan menyukai Rin. Aku masih bingung dengan perasaanku pada Rin.
TING TONG
SeeU berlari ke bawah dan kembali dengan . . . Rin?
Aku menatapnya sejenak. "Hai Rin~!" sapa Miku. "H-Hai." balas Rin. Seperti terdengar ragu-ragu. Kemudian Rin duduk di samping Miku.
Aku hanya terus melihat Rin. Sepertinya dia tidak menyadarinya. Kurasakan mukaku memanas.
Apakah aku . . . Suka pada Rin?
Beberapa lama kemudian Mikuo dan Kaito datang.
"Jadi?" tanya Mikuo ditengah-tengah pekerjaannya -mengerjakan tugas yang diberikan Miss.
"K-Kurasa iya." jawabku ragu. "Bagus!" teriaknya sambil memukul pelan bahuku.
"What?" tanya Miss. "E-eh. N-Nothing." jawab Mikuo. Kulihat yang lain menatap Mikuo aneh kemudian melanjutkan pekerjaan mereka. Termasuk Rin.
"Nah, Minggu nanti aku dan Teto akan mengajak Rin ke taman bermain. Kau ikut juga. Lalu nyatakan perasaanmu padanya!" jelas Mikuo panjang dengan setengah berbisik.
Minggu? Sekarang hari Jumat. "E-Eh? Kenapa secepat itu?" protesku. "Yaah, kudengar sih Rei akan menyatakan perasaannya Minggu sore." jawabnya.
E-Eh? Benar juga sih. Rei 'kan juga suka dengan Rin. "I-Iya deh." jawabku pasrah.
"Baiklah. Aku dan kau akan menjemput Teto duluan. Lalu Rin. Setelah itu kita pergi sama-sama dan nyatakan perasaanmu padanya." kata Mikuo. Aku hanya mengangguk kemudian melanjutkan tugasku.
"Taman mana? Jam berapa?" tanyaku. "Taman xxx jam 9 pagi."
Apa . . . Rin juga suka padaku ya?
Miku PoV
'Hmm... Minggu ya? Taman xxx dan jam 9 pagi. Baiklah! Aku akan ikut.' aku dari tadi mendengar percakapan Mikuo dan Len dari tadi.
Hei, pendengaranku itu tajam(?). Jadi yah . . . Aku bisa mendengar percakapan Mikuo dan Len sedikit-sedikit.
Dari yang kudengar sih. Len akan menyatakan perasaannya pada Rin. Meskipun aku sedih. Tapi yang penting mereka bisa senang. Aku tidak boleh egois lagi.
Rin juga sepertinya tidak dengar karena sibuk dengan tugasnya. Baiklah. Aku akan membuntuti mereka. Tapi dengan tujuan yang baik.
Aku mengambil sebuah kertas kemudian menulis 'Good Luck ya!' di kertas itu kemudian melemparnya ke Len. Dan tanpa sepengetahuan Rin.
Kulihat Len dan Mikuo membuka kertas itu. Mereka sepertinya agak kaget membacanya. Aku hanya tersenyum kepada mereka.
'Arigatou, Miku.' balas Len. Semoga mereka bisa bahagia.
Aku melihat buku PRku. Masih banyak? Argh! Tapi . . . Entah mengapa semua terasa ringan sekarang.
Lalu . . . Aku merasa diperhatikan dari tadi deh. Aku melihat sekelilingku.
E-Eh? Rambut biru? Scarf biru? Anak itu . . . Kaito-nii?
L-Lho? Sejak kapan dia ada di sini?
Aku memukul kepalaku sendiri. Konyolnya aku! Aku sudah hampir 3 kali di sini. Tapi aku tidak menyadarinya juga.
Kaito-nii, dulu dia anak tetanggaku. Aku sering bermain bersamanya. Tapi karena pekerjaan orang tuaku. Aku terpaksa pindah rumah dan jarang bertemu dengannya lagi.
Dia hanya tersenyum padaku. Dia . . . Masih mengenalku?
Kaito PoV
Kau . . . Tau kalau orang yang kau sukai menyukai orang lain. Dan kau . . . Mendukungnya.
Aku kagum padamu. Aku tau kau itu baik. Dan itu . . . Membuatku semakin menyukaimu.
Akhirnya kau menyadari keberadaanku juga. Aku . . . Senang.
~Skip Skip Skip (Minggu)~
Normal PoV
Kediaman Naegino.
'Yang ini atau yang ini ya?' batin Rin. Dia sedang memilih baju untuk di pakai nanti -ke taman bermain.
'Aku sudah memutuskan untuk menyatakan perasaanku pada Len. Teto, Mikuo dan Miku juga sudah mendukungku. Apapun jawaban Len aku tidak boleh sedih. Yang penting aku jangan kecewakan mereka bertiga' batin Rin lagi.
Sekarang Rin sudah mengenakan baju kaos berwarna putih dan bermotif jeruk. Serta rok selutut berwarna hitam dan bergaris oren di ujungnya. Lalu sepatu kets berwarna oren hitam. Tidak lupa dengan pita putih yang selalu nyangkut di kepalanya.
'Yang ini bagus gak yah?' pikir Rin. DRRT. Ponsel Rin berbunyi pertanda e-mail masuk.
Rin melirik jam dindingnya. 'Setengah jam lagi.' pikirnya.
Kediaman Kasane.
"Nii-chan! Dimana lipglossku?" suara putri keluarga Kasane terdengar nyaring.
"Nih!" kata putra tunggal keluarga Kasane sambil melempar sebotol lipgloss kepada Teto -Putri keluarga Kasane.
'Huh, Nii-chan aneh-aneh saja. Nii-chan napain lipglossku ya?' batin Teto sambil masuk ke kamarnya lagi.
"Yap! Selesai!" gumam Teto sambil melihat pantulan dirinya yang manis di depan kaca. Dia memakai baju kaos putih polos dengan blazer hitam bergaris merah. Dan legging hitam bergaris merah yang menutupi seluruh kakinya di susul oleh celana pendek yang dipakainya selutut.
'Setengah jam lagi.' gumamnya.
Teto mengambil ponselnya dan mengirim e-mail ke Rin -sahabatnya.
Kediaman Nekomura.
"Ruko-san. Ada lihat rompi punyaku yang ber-merk xxx?" tanya putri tunggal keluarga Nekomura kepada kepala pelayannya -Ruko.
"M-Maaf Nona. Rompi Nona yang itu belum kering." jelas Ruko takut-takut. Karena biasanya dia akan dimarahi Nona kecilnya jika yang Nona kecilnya inginkan tidak terpenuhi.
"Oh begitu. Ya sudahlah. Aku pakai yang lain saja deh." jawab Nona kecilnya sambil berjalan ke kamarnya lagi.
Meninggalkan para pelayannya yang terbengong-bengong karena tidak di marahi oleh Miku.
"Yang ini aja deh." gumam Miku sambil mengambil sebuah rompi dari lemarinya yang sangat besar.
Miku sekarang mengenakan gaun selutut bermotif bunga kecil dengan rompi hitam. Serta sandal hak setinggi 2cm. Juga rambutnya yang di ikat twinstail.
Setelah itu dia turun ke bawah untuk sarapan. 'Yeay! Setengah jam lagi.' pikirnya.
Kediaman Hatsune.
"Ibu. Liat sepatu Mikuo gak?" tanya putra bungsu keluarga Hatsune -Mikuo. pada Ibunya.
"Enggak." malah Kakaknya yang nyaut. Sementara sang adik mondar-mandir dari lantai 2 sampai 1 untuk menemukan sepatunya itu.
'Ah! Ini dia.' batinnya sambil mengambil sepatunya itu. 'Lho? Kok cuma sebelah?' batinnya lagi sambil memandang sepatunya yang cuma sebelah itu.
Sementara Kakaknya -Nero. Hanya cekkikikan sambil menyembunyikan sebelah sepatu Adiknya itu di bawah sofa yang didudukinya.
"Hoi. Balikin ga sepatu gue? Kalo ga gue banting ni hp sekarang juga." ancam sang adik yang ternyata sudah berada dibelakang kakaknya sambil memegang hp kakaknya itu.
"E-Eh? I-Iya! Nih!" akhirnya kakak-adik itu melakukan barter. Antara sebelah sepatu dengan sebuah hp.
'Setengah jam lagi yah.' batin Mikuo sambil melirik jam dindingnya.
Kediaman Kagamine.
"Mama! Liat baju Len gak?"
"Neru! Liat hp gue gak?"
"Papa! Liat sepatu Len gak?"
Sang anak sulung keluarga Kagamine sudah ribut dari tadi pagi.
"Kakak sih! Mau kencan gak siap dari kemarin!" protes sang adik -Neru. Sementara sang kakak hanya diam dengan muka yang merah.
"Len sudah besar ya." tanggap sang ayah. "Kenalin dong sama Mama." giliran sang Ibu yang berbicara. Muka Len makin memerah.
"B-Berisik!" gertaknya pada keluarganya.
Len berlari kembali ke kamarnya dan berkaca lagi. 'Gini udah bagus gak yah?' batinnya ribut sendiri.
Dia sudah memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Rin. "Len! Sarapan udah siap!" teriak sang Ibu.
"Sebentar Ma!" sahut Len. Dia melirik jam dindingnya.
'Setengah jam lagi?' batinnya kaget. Segera dia berlari ke bawah dan sarapan dengan cepat.
Kediaman Shion.
"Hoi Akaito! Mana es krimku?" tanya Kaito kepada saudaranya -Akaito.
"Tadi kulihat Nigaito yang mengambilnya." kata Akaito sambil menunjuk Nigaito -saudara Kaito juga.
"Bukan aku. Kikaito yang mengambilnya." bantah Nigaito sambil menunjuk Kikaito -saudara Kaito yang lainnya.
"Mana es krimku?" tanya Kaito kepada Kikaito. "Di ambil sama Kaiko-chan." kata Kikaito sambil menunjuk anak bungsu keluarga Shion yang sedang makan es krim.
Kaito hanya sweatdrop. Percuma saja dia menanyakan pada semua saudaranya tapi akhirnya es krimnya juga sudah habis.
Dia memutuskan untuk mengambil es krim yang baru lagi. 'Setengah jam lagi.' batin Kaito.
Kaito memutuskan untuk mengikuti Miku juga -membuntuti Mikuo dan Len. Dia tau jadwalnya karena dia juga mendengar percakapan Mikuo dan Len yang duduk tidak jauh darinya.
Kembali lagi ke kediaman Hatsune dan Kagamine.
"Kita jemput Teto dulu. Baru Rin." perintah Mikuo pada Len. Sementara Len hanya mengangguk.
Mereka sekarang sedang berada di depan rumah Len. Tanpa mereka sadari. Miku sedang mengintip mereka.
Setelah itu mereka berdua -bertiga ditambah Miku yang membuntuti mereka. Ehm, berempat di tambah Kaito yang membuntuti mereka dari tempat lain. Pergi ke kediaman Kasane.
Teto PoV
'Mereka sudah didepan rumah.'
"Kaa-san, Tou-san, Nii-can. Aku pergi dulu ya!" teriakku pada orang rumah. "Hati-hati ya!" jawab Kaa-san dan Tou-san.
Aku berjalan keluar rumah. "Ohayou Mikuo, Len!" sapaku pada mereka.
"Ohayou Teto." balas Mikuo dan Len. "Sekarang . . . Jemput Rin!" kataku dengan semangat.
Kulihat Len sedikit panik. Mikuo sudah bilang padaku kalau Len juga menyukai Rin. Tapi aku tidak memberitau Rin.
Setelah itu kami bertiga pergi ke rumah Rin.
~000~
Rin PoV
"Rin!" suara Teto terdengar dari depan rumahku. Aku mengintip lewat jendela.
Ada Teto, Mikuo dan . . . Len? Ugh! Pasang ekspresi gimana yah kalau ketemu Len?
Aku segera turun kebawah dan keluar rumah. Tidak lupa mengunci pintu.
"Ohayou . . ." sapaku. "Ohayou." balas Teto dan Mikuo. "O..ha-y-you." balas Len. D-Dia demam ya?
"Nah! Sekarang ayo pergi!" kata Teto tiba-tiba. Dia dan Mikuo bergandengan tangan dan meninggalkan aku dan Len di belakang.
Gimana nih? Aku melirik ke arah Len. Dia hanya diam saja.
Len PoV
"Ohayou . . ." sapa Rin. "Ohayou." balas Teto dan Mikuo bersamaan.
"O..ha-y-you." aku mencoba membalas sapaannya. Tapi malah membuat suaraku seperti orang sakit. Argh!
"Nah! Sekarang ayo pergi!" kata Teto tiba-tiba.
Teto dan Mikuo berjalan didepan sambil bergandengan tangan. Meninggalkanku dan Rin yang berjalan di belakang.
A-Aku harus napain? 'Tenaglah Len. Kau ini laki-laki.' batinku mencoba menenangkan diriku.
Jujur, aku belum pernah merasakan cinta dan pacaran. Tapi kalau di 'tembak' sih udah sering.
~Di Taman Bermain~
Normal PoV
Sekarang. Ke-enam orang tadi. Len, Rin, Mikuo, Teto, Kaito dan Miku sudah berada di taman bermain. Meski Miku dan Kaito tidak bersama-sama dengan yang lainnya.
Di Tempat Len, Rin, Mikuo dan Teto
"Engg . . . Naik bianglala itu yuk!" kata Teto tiba-tiba sambil menunjuk bianglala besar.
"Ayo!" balas Mikuo. Teto dan Mikuo berjalan ke arah bianglala itu. Len dan Rin yang tidak mau ketinggalan segera mengikuti mereka.
"2 bianglala." kata Mikuo kepada petugas bianglala itu.
'E-eh? Lho? Kok 2?' batin Rin dan Len bersamaan.
"Aku dan Teto akan naik satu bianglala. Kalian akan naik bianglala yang lainnya." kata Mikuo sambil mengedipkan matanya pada Len.
"Yap." lanjut Teto sambil mengedipkan matanya pada Rin. Alhasil muka Len dan Rin memerah.
Setelah mereka naik
Di Bianglala Len dan Rin
...
Tidak ada satupun yang bicara? Baiklah.
Di Bianglala Mikuo dan Teto
"Mereka gimana yah?" tanya Teto pada Mikuo. "Hm . . Ga tau juga yah." kata Mikuo sambil memeluk Teto dari belakang. Membuat Teto tertawa geli.
"Semoga hari ini lancar." kata Teto.
Setelah turun dari bianglala
"Sudah belum?" bisik Mikuo pada Len. Len menggeleng. Pertanda belum.
"Udah belum?" tanya Teto setengah berbisik pada Rin. "B-Belum . . ." balas Rin. "Haah . . ." Teto mengehela nafasnya. Kemudian menarik Mikuo agak jauh dari Len dan Rin.
"Belum." kata Mikuo duluan. "Belum juga." kata Teto. "Baiklah . . . Rencana B." kata mereka bersamaan.
Teto berjalan ke arah Rin. Sedangkan Mikuo berjalan ke arah Len.
"Kali ini harus ya!" bisik Teto pada Rin. Membuat Rin bingung.
"Ajak dia ke tempat yang sepi kemudian nyatakan perasaan lo! Kali ini harus!" bisik Len. "E-Eh?"
"Engg, Mikuo! Temani aku beli minum yuk!" kata Teto tiba-tiba sambil mengedipkan matanya pada Rin (lagi). "Ayo!" balas Mikuo sambil mengedipkan matanya pada Len (lagi?).
Sementara Rin dan Len hanya diam dengan muka yang merah.
"E-em Rin. Mau keliling?" tanya Len memulai pembicaraan. "I-Iya." jawab Rin. Kemudian mereka berjalan. Tanpa mengetahui bahwa 4 orang sedang membuntuti mereka dari tempat yang berbeda-beda.
"Mau naik itu?" tanya Len sambil menunjuk roller coaster. "Ayo!" kata Rin.
Akhirnya mereka naik roller coaster itu dengan semangat turun dengan muka pucat.
"E-ehehehe. M-Mau keliling lagi?" tanya Len sambil memegang perutnya yang mual. "I-Iya." jawab Rin yang sama mualnya.
'Mereka terlalu mengulur-ngulur waktu' batin 4 orang yang membuntuti mereka.
~000~
'Sudah jam 12 siang. Tapi belum juga. Cape deh~.' batin keempat orang itu lagi.
Baik Rin maupun Len belum menyatakan perasaan mereka masing-masing. Malah mereka asik sendiri karena bermain.
Mereka juga tidak menghiraukan Teto dan Mikuo saking ke asikan sendiri.
"Yeay! Akhirnya menang!" teriak Rin girang. Dia dan Len sedang bermain tembak-tembakan. Karena Rin dari tadi kalah, tentu saja dia senang karena akhirnya menang.
"E-eh? C-Curang! Ga mungkin Rin bisa menang!" protes Len tidak terima karena kalah dari seorang perempuan.
"Tapi memang kenyataan tau!" bantah Rin sambil tersenyum penuh kemenangan. "T-Terserah deh!" kata Len cemberut. Malu juga kalah dari cewe.
Tiba-tiba mereka ingat tujuan awal masing-masing. Mengungkapkan perasaan mereka.
"E-e Rin. Jalan lagi yuk." ajak Len berusaha tenang. "Iya."
Setelah berjalan cukup lama. Mereka duduk di bangku taman.
"Rin/Len." panggil Len dan Rin bersamaan. "E-Eh, ladies first." kata Len. "E-Eh. Len saja duluan." kata Rin.
Setelah berdiam cukup lama ...
"Akusukapadamu!" kata mereka bersamaan. E-Eh? Muka mereka berdua memerah.
"Rin ... Juga suka padaku?" tanya Len memberanikan diri. "E-eh, i-iya." jawab Rin sambil menunduk.
"Kalau gitu ... Pacaran ya?" tanya Len. "I-Iya." jawab Rin sambil tersenyum. "Yeay!" teriak Len kemudian memeluk Rin tiba-tiba. Lalu tertawa bersama lagi.
Miku PoV
"Kalau gitu ... Pacaran ya?" tanya Len. "I-Iya." jawab Rin sambil tersenyum.
Mereka ... sudah jadian. Aku hanya tersenyum. "Selamat . . ." gumamku pelan.
Aku menangis lagi. Segera aku berlari pergi.
"Aw!" ringisku saat menabrak seseorang. "K-Kaito-nii?" tanyaku. Ternyata tang kutabrak adalah Kaito-nii. Dia sedang apa disini?
"Miku?" panggilnya. "Kau . . . Menangis?" tanya Kaito. Aku segera menghapus air mataku.
"Mau bicara denganku?" tanyanya. Aku hanya mengangguk. Kemudian kami pergi ke tempat yang lumayan jauh dari Len dan Rin.
"Jadi . . . Kau menyukai Len tapi Len tidak menyukaimu dan kau merelakannya untuk Rin?" tanya Kaito-nii memulai.
Aku hanya mengangguk. "Tapi entah mengapa . . . Rasanya aku senang." jawabku sanbil tersenyum.
"O-Oh . . . Kalau Len tidak mencintaimu . . . Bolehkah aku mencintamu?" tanya Kaito-nii tiba-tiba.
E-Eh? "Kau tau Miku. Aku . . . Masih menyukaimu dari dulu." lanjut Kaito-nii.
"E-Ehehehe, kalau tidak mau juga tidak apa-apa kok." kata Kaito-nii lagi.
Eh? Kaito-nii . . . "Iya. Aku mau!" jawabku langsung. Aku . . . Ingin bisa melupakan Len.
"S-Serius?" tanya Kaito-nii menatapku kaget. Aku mengangguk mantap.
Normal PoV
Di tempat Len dan Rin.
"Wah wah . . . Siapa ya yang sudah jadian?" kata Teto keluar dari tempat persembunyiannya bersama Mikuo. Sementara Mikuo hanya tersenyum.
"E-Eh? Sejak kapan kalian disini?" tanya Len dengan muka merah. "Sejak . . . Tadi." kali ini Mikuo yang menjawab.
Sementara Rin hanya diam dengan muka yang memerah. "Selamat ya Rin!" kata Teto memeluk Rin. "T-Terima kasih."
Mikuo melirik jam tangannya. Baru jam 1 siang. "Yak! Berarti hari ini kita akan double date!" seru Mikuo tiba-tiba.
"Ehm . . . Boleh kami bergabung? Jadi . . . Triple date mungkin?" spontan Teto, Mikuo, Rin dan Len menoleh ke asal suara itu. Miku dan Kaito.
"Lho? Sejak kapan kalian di sini?" tanya Teto. "Sejak . . . Tadi. Mungkin?" jawab Miku ragu.
"Jadi, boleh atau tidak?" tanya Miku lagi. Len, Rin, Mikuo dan Teto saling menatap sebentar.
"Tentu saja boleh! Ayo!" jawab mereka bersamaan. Dan akhirnya mereka triple date. Mungkin?
~Omake~
Libur akhir semester. Hari ini. Tepat 1 bulan Len dan Rin jadian. Dan mereka . . . Double date lagi? Len dan Rin. Teto dan Mikuo.
"Baiklah. Sudah diputuskan." ucap Len sambil menatap Mikuo.
"Apa?" tanya Teto dan Rin bersamaan.
"Kelas 3 nanti. Kami . . . Akan pindah kesekolah kalian!" kata Len dan Mikuo bersamaan.
"Hah?"
~Owari~
Yeay! Akhirnya fic GaJe ini selseai~
sebenarnya ini 2 chap jadi 1. Yaah, berhubung sang Author malas update 2 kalo. Saia gabung ajah.
Gomen kalau endingnya gantung kea gini.
Makasi atas bantuan-bantuan, saran-saran dan pujian dari para reviews. Terima kasih juga karena sudah membimbing Saia ini.
Saia ucapin terima kasih banyak~.
