Title: Good Guy
Chapter: 8 of ?
Author: HannaNick09
Main cast:
Tao as Hwang Zi Tao
~Kris as ?
~ Super Junior cameo
~? Seiring berjalannya waktu
Warning:YAOI, BL, BoyxBoy, TYPO(S), OOC, CERITA GAJE
Pairing: KrisxTao, HangengxHeehul, KyuhyunxSungmin, SehunxLuhan, YunhoxJaejoong, ?
Rated: T
Genre: Crime, Drama, dan silahkan anda tentukan sendiri
Disclaimer: This is couple, and this is fav. Author
Milik SM, dan milik Family
Summary: Tao dulu adalah murid yang paling nomor satu disekolahnya sebelum anak baru bernama Kris datang dan mengacaukan semuanya.
If you don't like please don't bash
Happy reading
.
.
.
Good Guy Chapter 8
/|\
/o|o\
.
.
.
Tao merentangkan tubuhnya dan menggucek matanya setelah suara deringan keras menganggu tidurnya, sungguh alarm baru yang Kris belikan sangat ampuh untuk membangunkannya. Membereskan tempat tidurnya dan berniat mandi, tubuhnya sungguh lemas dan butuh relax bukan berarti tadi malam mereka melakukan 'kutip kutip', hanya saja mereka hanya terlalu lama menghabiskan malam perayaan berdua, dengan sebuah kue, kain sutra putih dan sepasang cincin.
Setelah selesai mandi, Tao membuka lemari pakaian dan mengambil sebuah kaos tanpa lengan dan sebuah jeans biru pudar selutut. Tao sebenarnya berniat untuk langsung menuju dapur hanya saja sebuah memo menggantung dimeja rias kini lebih menarik perhatiannya.
'Hi Tao, jika kau membaca ini berarti aku sudah pergi ke Bandara atau mungkin sudah sampai ditujuan. Aku bangun sangat pagi sekali padahal aku ingin sekali sarapan buatanmu, setelah pulang nanti mungkin aku akan menagihnya darimu, My Sweet Heart. Hanya untuk berjaga jaga saat aku tidak ada, didompetmu aku meletakkan beberapa lembar uang disana jangan boros
Kris'
Tao menggelengkan kepalanya, menempelkan kembali memo itu dan beranjak menuju dapur untuk mengisi perutnya.
Di Dapur, Tao hanya memasak telur mata sapi ditemani segelas susu. Suasana sungguh hening yang ada hanya suara kunyahan dan suara tegukkan dari bibir Tao.
Tao merasa ada yang kurang, entahlah...mungkin tawa, lelucon pagi hari, dan Kris. Tao menggelengkan kepalanya berusaha mengenyahkan perasaan itu dari pikirannya mana mungkin dia rindu pada Kris, baru ditinggal selama beberapa jam saja rasanya seperti ditinggal selama beberapa bulan. Ck,
Memikirkan itu rasanya nafsu makan hilang, hanya mengaduk aduk makanan. Mengakhiri sarapannya dengan meneguk susu miliknya dan membereskan bekas memasaknya.
Good Guy
/|\
/o|o\
Bunyi bel rumah menyadarkan Tao dari acaranya menonton televisi, dengan agak cepat Tao segera membuka pintu hingga menyadarkan tamu yang menuggu didepan rumahnya,
"Hai Tao-ie" Sapa Luhan, tamu yang pagi pagi sudah datang
Tao menatap Luhan bingung tapi tetap menyuruhnya masuk, "Masuklah, Hyung" Luhan mengangguk lalu masuk menuju ruang tamu dan duduk manis diatas sofa dan langsung menyambar remote televisi diikuti dengan Tao telah duduk disampingnya.
"Ada acara apa Luhannie Hyung kemari?" Tanya Tao, Luhan yang serius menonton televisi menenggok kearah Tao, "Kemarin Kris menghubungiku, katanya hari ini dia akan pergi jadi aku diminta untuk menemanimu" Ujar Luhan
Tao mulai berfikir dalam hati, orang seperti Kris sungguh perencana yang baik. Sepertinya Kris pergi sudah memikirkan semuanya, bahkan memikirkannya juga
"Kau sudah punya pekerjaan, Tao-ie?" Tanya Luhan, Tao menggeleng
"Kris menyuruhku mencari pekerjaan setelah dia pulang, katanya dia takut aku pingsan dijalan" Ujar Tao,
Mendengar itu Luhan tersenyum lega, mungkin Tao sudah berbaikan dengan Kris, "Aku setuju denganya, lebih baik kau mencari pekerjaan setelah Kris pulang dari urusan luar negerinya. Ngomong ngomong untuk apa dia pergi keluar negeri?" Tanya Luhan
Tao menggeleng, "Aku kurang tahu, dia hanya mengatakan 'pekerjaan' itu saja" Ujar Tao
Luhan mengangguk, "Lalu kita disini seharian hanya untuk menonton televisi?" Tanya Luhan
Tao mengangkat bahunya, "Entahlah, aku tidak tahu. Kau sudah sarapan Luhannie Hyung?" Tanya Tao
"Belum, pagi pagi aku langsung menunggu bus dan langsung kemari" Ujar Luhan
Tao menatap Luhan dan melihat naik-turun seluruh bagian tubuh luhan, "Jangan bilang kalau kau belum mandi, Luhannie Hyung"
Luhan terkekeh, "Memang belum, aku numpang mandi dan pinjam bajumu Tao"
Good Guy
/|\
/o|o\
"Kau yakin?" Tao mengangguk
"Ta-tapi i-ini..." Tao jengah sendiri
"Memangnya tidak ada yang lain, yang agak tertutup" Ujar Luhan, Tao menggetuk wajahnya sambil berfikir
"Ada, didekat ruang makan" Ujar Tao, Luhan menggerucut kesal
"Kenapa tidak bilang dari tadi Tao-ie!" Ujar Luhan,
Tao memutar matanya, "Memangnya kenapa, lagi pula Luhannie hyung hanya perlu menutup pintu kamar lalu mandi. Tidak ada yang melihat kok" Ujar Tao
Kamar mandi yang berada di kamar Kris memiliki dinding yang trasparan. Sisi sisinya terbuat dari kaca, mungkin awalnya Kris tidak berfikir jika nantinya akan ada penghuni baru tanpa dia duga.
"Memangnya kau tidak malu jika Kris tiba tiba masuk dan melirik kesini?" Ujar Luhan, Wajah Tao merona mendengar pernyataan Luhan
"Ti-tidak mungkin, aku selalu mengunci pintu kamar sebelum mandi" Ujar Tao berusaha menetralkan wajahnya yang berubah warna. Luhan mengangguk
"Kalau begitu kau keluar saja, biar aku kunci pintunya lalu mandi" Ujar Luhan, Tao memutar matanya kembali
"Tadi aku juga bilang begitu Luhannie Hyung" Ujar Tao sambil keluar dari kamar Kris, mungkin kamar mereka.
Good Guy
/|\
/o|o\
Luhan akhirnya keluar dari kamar Kris dengan wajah berseri seri, Tao yang bersandar didinding akhirnya mulai berdiri tegak setelah mendengar decitan dari arah kamar.
"Agak segar, Tao apa ini kemejamu?" Tanya Luhan, Tao menatap lekat lekat kemeja kebesaran yang dipakai Luhan dan menggeleng, "Mungkin itu punya Kris" Ujar Tao
Luhan mengangguk, teringat dengan hal yang dia temukan tak sengaja disaku kemeja dan menyerahkannya kepada Tao, "Apa ini?" Tanya Tao sambil menaikkan sebelah alisnya
"Entahlah, seperti Cek aku menemukannya disaku kemeja" Tao mengangguk, melihat dengan seksama kertas yang diberikan oleh Luhan, Luhan yang penasaran juga melihat isi kertas tersebut
"Tan Yi Fan, siapa itu Yi Fan?" Tanya Luhan,
"entahlah, mungkin teman Kris" Ujar Tao, Luhan berfikir sejenak dan teringat dengan marga yang sama dengan marga nama ini,
"Tan, marga yang sama dengan Tan Siwon dan Tan Zhoumi" Ujar Luhan
Tao mengerenyitkan dahi, "Siapa mereka?" Tanya Tao
"Tan Siwon itu pengusaha bisnis properti, restoran, pakaian dan taman hiburan. Kudengar keluarganya terpecah, Tan Siwon adalah Namja paling populer dimata Yeoja dan katanya dia punya dua orang Dongsaeng dan dua orang Hyung" Ujar Luhan, Tao mengangguk
"Kalau Tan Zhoumi...aku kurang tahu soal keluarganya tapi dia orang yang paling dicari oleh beberapa ilmuan dan juga yayasan rumah sakit, dia sangat hebat hanya saja tidak pernah mau tampil dimuka umum tapi yang kudengar dengar orangnya agak aneh" Ujar Luhan
"Maksudmu?" Tanya Tao dengan guratan didahinya
"Dia suka mengurung diri dikamar sambil berbicara sendiri, ada gosip yang mengatakan kalau Zhoumi anak dari keluarga Jung" Ujar Luhan
"Tao, apa tidak salah nominal yang tertera disini?" Tanya Luhan sambil menatap shock kertas yang dipegang Tao, Tao mengikuti arah mata Luhan hingga matanya membulat.
"Se-sepuluh juta Dollar, apa tidak salah memangnya dia itu siapa?" Tanya Tao, Luhan menggeleng "Entahlah, kufikir dia pengusaha semacam Tan Siwon"
"Simpan saja, mungkin nanti Kris mencari ini" Tao mengangguk, menyimpan kertas itu didalam sakunya untuk sementara waktu
Good Guy
/|\
/o|o\
Hari XXX, pukul 7.50
XXXchat. Com
Prince_Sea: Pagi!
BlackPanter: Yo Prince_Sea!
Jr. Prize: Hai semuanya,
SCT: Pagi yang indah
JokerOhJoker: Hai Prince_Sea
Dr. Jack: Ck, pagi pagi kau sudah menganggu
ChildJung: Hallo semuanya,
BlackPanter: Lama tidak melihatmu ChildJung, sedang apa saja kau selama ini?
Prince_Sea: Bagaimana kabarmu ChildJung?
JokerOhJoker: Bagaimana misimu?
Jr. Prize: Apa kau terluka?
SCT: Apa kau baik baik saja?
Dr. Jack: Kau pasti sudah disurga saat ini,
ChildJung: Saat ini aku sedang serius untuk bermain dengan keluargaku BlackPanter,
Aku baik baik saja Prince_Sea,
Misiku sudah selesai seminggu yang lalu di Hawai JokerOhJoker,
Aku baik baik saja Jr. Prize,
Tentu saja aku baik baik saja SCT,
Bercandamu tidak lucu Dr. Jack
SCT: Syukurlah, aku senang kau baik baik saja
Dr. Jack: Aku sedang tidak bercanda
Prince_Sea: Kudengar musuh bergerak menuju L.A, entahlah itu benar atau tidak
BlackPanter: Benarkah, lalu siapa dari kita yang akan bergerak kesana
JokerOhJoker: Saat ini aku berada di Brazil, maafkan aku aku tidak bisa kesana
Dr. Jack: W.O.F
Prince_Sea: Semoga beruntung Dr. Jack
BlackPanter: Semoga berhasil Dr. Jack
SCT: Aku berharap kau berhasil Dr. Jack
Jr. Prize: Semoga kau selamat dan berhasil Dr. Jack
ChildJung: Aku berdoa untuk keberhasilanmu Dr. Jack
JokerOhJoker: Aku mendukungmu Dr. Jack
Dr. Jack: aku butuh Lima Revolver, dua snipper, beberapa peluru bius, bom asap dan pisau lipat
JokerOhJoker: Akan aku kirimkan revolvernya
SCT: Aku punya banyak bom asap
BlackPanter: Peluru bius mana yang kau mau?
Prince_Sea: Aku akan siapkan pisau dan snippernya
ChildJung: Tiket akan datang, tunggu beberapa menit
Good Guy
/|\
/o|o\
Tao berjalan jalan disekitar rumah untuk menghilangkan rasa bosannya, sesekali meneguk air dari botol minum ditangan kanannya, pagi ini sungguh terik. Luhan sudah pulang beberapa menit yang lalu karena dipanggil oleh Appanya melalui ponsel. Matanya melirik kearah bangku taman yang kosong dan segera mendudukinya,
Tao kembali memikirkan nama tadi 'Tan Yi Fan', nama itu terus saja terngiang diatas kepala Tao hingga tidak sadar ada seorang Namja tengah duduk disampingnya dan menepuk bahunya lembut,
Tao kaget dengan sentuhan asing itu, dengan cepat dia mendongak kesampingnya yang terdapat seorang Namja tampan sedang tersenyum manis kearahnya, dengan kaku Tao membalas senyuman itu.
"Maaf mengagetkanmu, hanya saja aku takut roh halus masuk kedalam tubuhmu" Ujar Namja itu, Tao terkekeh
"Kalau itu terjadi, aku akan meminta bantuanmu" Ujar Tao, mendengar itu Namja yang disebelah Tao yang kini mulai terkekeh
"Aku hanya bercanda, tapi mendengar jawabanmu aku merasa bulu kudukku merinding" Ujar Namja itu,
"Mau membantuku?" Tanya Namja itu, "Membantu apa?" Tanya Tao sambil menatap Namja yang berada disebelahnya
Namja itu menunjukkan bungkusan coklat, bungkusan yang sedari tadi dia bawa. "Kita beri makan burung" Ujar Namja itu,
Tao mengangguk, "Baiklah"
Namja itu membuka bungkusan itu dan melemparkan asal potongan kecil jagung kering, Tao juga ikut meleparkan potongan jagung itu. Banyak burung yang beristirahat diatas dahan pohon turun ketanah hanya untuk mengisi perutnya dengan potongan jagung, hingga akhirnya mereka terbang naik kembali keatas dahan pohon setelah Tao dan Namja itu selesai menebarkan makanan burung tadi.
"Sudah habis ya?" Tanya Namja itu, Tao mengangguk
"Hei, siapa namamu?" Tanya Namja itu
"Namaku Hwang Zi Tao" Ujar Tao
"Kalau kau?" Tanya Tao kepada Namja disebelahnya
"Namaku Tan Hangeng, tapi lebih sering dipanggil Hankyung. Berapa umurmu Tao?" Tanya Hangeng
"Umurku baru delapan belas tahun, kalau kau Hangeng?" Tanya Tao sambil memandang Hangeng
"Umurku empat puluh dua" Ujar Hangeng,
Tao menatap Hangeng dengan pandangan tidak percaya, "Tidak mungkin Hangeng, kau pasti bercanda kan' Hangeng"
Hangeng menggeleng, "Umurku memang segitu, Tao" Tao memandangi seluruh tubuh Hangeng, menggosok matanya dan memicingkan mata, dan kembali menatap wajah Hangeng
"Berarti aku bertindak tidak sopan terhadap seorang Ahjussi" Ujar Tao menggerucut, Hangeng terkekeh dan mengacak rambut hitam Tao
"Kau kan' tidak tahu, sekarang kalau kita bertemu kau wajib memanggilku Hangeng Ahjussi" Ujar Hangeng,
Hangeng melirik jam tangannya dan berdiri, "Aku harus pergi Tao, jaga dirimu baik baik"
Tao mengangguk, "Sampai ketemu lagi Hangeng Ahjussi", Hangeng sudah menghilang dari pandanganya dan sebuah kata kembali terngiang diotaknya
'Tan'
'Tan Yi Fan'
'Tan Siwon'
'Tan Zhoumi'
'Tan Hangeng'
Tao terhenyak, paman tadi marganya juga Tan...
Good Guy
/|\
/o|o\
Hangeng baru saja dari Kantornya, berniat pulang untuk makan siang dirumahnya. Setelah bertengkar hebat dengan Heechul, Hangeng memutuskan untuk tinggal sementara disebuah rumah sewaan dekat kantornya.
Hal pertama yang dia sesali adalah Heechul, bagaimana bisa dia membentak Heechul yang saat itu. Entahlah, ini karena egonya hingga masalah makin menjadi rumit.
Semoga saja konflik mereka tidak sampai terdengar ketelinga ketiga anaknya, saat ini dia hanya memerlukan waktu untuk menyendiri dan merenungkan kesalahannya,
Sudah satu bulan dia menghabiskan waktu untuk menyendiri, menelantarkan Heechul dijurang ketidak pastian. Hangeng meruntuki kebodohannya, berjalan menyeret kakinya menuju tempat tinggalnya.
Hangeng menepi terlebih dahulu menuju Supermarket untuk membeli beberapa sosis dan susu lalu membayarnya. Hari ini rasanya melelahkan batinnya sampai sampai Hangeng memutuskan untuk langsung pergi markasnya yang dekat dari sini dan segera mengistirahatkan dirinya untuk beberapa menit.
Saku celananya bergetar, dengan cepat dia menatap layar ponselnya tertera sebuah nama Jaejoong, dengan cepat dia menjawab panggilan tersebut
"Halo Jae, ada apa?" Tanya Hangeng
"Hangeng, kau dimana?" Tanya Jaejoong, Hangeng dapat mendengar suara grasak grusuk dari balik ponselnya
"Aku dalam perjalanan menuju rumah, memangnya kenapa Jae?" Tanya Hangeng,
"Apa Yunho sedang bersamamu?" Tanya Jaejoong, Hangeng hanya tersenyum
"Jadi kau menelponku hanya untuk menanyai keberadaan Yunho?" Hangeng bisa mendengar suara anggukkan dari Jaejoong
"Hahh...Yunho tidak sedang bersamaku Jae coba kau tanya Henry mungkin dia sedang bersama Appanya" Ujar Hangeng,
"Baiklah, terima kasih Hangeng" Hangeng meletakkan kembali ponselnya kedalam saku celana dan bergegas kerumahnya
Good Guy
/|\
/o|o\
"Ada apa lagi?" Tanya Siwon pada sekertarisnya yang sedang duduk diatas mejanya, sedari tadi Sekertarisnya terus saja menatapnya hingga membuatnya bingung,
"Tidak ada apa apa Siwon Hyung, hanya saja tadi Umma menghubungiku bertanya apa Appa sedang bersamaku atau tidak" Ujar Sekertarisnya, Sekertaris Namjanya
Siwon hanya berdehem dan kembali fokus pada berkas kantor yang berada didepan matanya itu, melihat gerak gerik aneh itu Henry menatap Siwon tajam, "Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Siwon, heran saja kenapa setiap ada sesuatu, Hendry selalu menjadikannya orang nomor satu yang dicurigai
"Kau pasti menyembunyikan Appa!" Seru Henry, Siwon menatap kesal Henry
"aku tidak menyembunyikan Appa Yun, hanya saja..." Ucapan Siwon masih berkutak pada berkas berkas kantor menghindari bertatapan langsung dengan Henry,tapi itu malah membuat Henry percaya kalau Siwon menyembunyikan Appanya
"Hanya apa Siwon Hyung?" Siwon meneguk liurnya, tidak berani menatap Henry
"Tadi aku melihatnya masuk didalam lemari itu" Siwon menunjuk sebuah lemari kayu yang agak besar, Henry menenggok kearah lemari itu juga. Kakinya melangkah mendekati lemari itu dan langsung membukanya secara kilat hingga keluarlah seseorang dari lemari yang biasa Siwon gunakan untuk menyimpan beberapa alat kantornya.
"APPA!" Seseorang itu membuka matanya malas sambil menguap besar, merentangkan tubuhnya yang kaku dan menyapa seseorang yang berada dipenglihatannya
"Hai Wonnie Hai Henrie sedang apa kalian disini?" Henry memijat pelipisnya,
"Hai Appa Yun, sedang apa Appa disini?" Tanya Siwon, Yunho yang menguap lebar menatap Siwon
"Aku kabur dari rumah Wonnie, Jae sedang mengamuk karena aku tak sengaja memecahkan gelas gajah kesayangannya" Ujar Yunho
Siwon hanya tersenyum maklum, Umma Jae sangat menyukai gelas tersebut jadi menurutnya tidak heran. "Lalu Appa Yun nanti malam menumpang tidur dimana?" Tanya Siwon,
"Mungkin kerumah Mimi, Mochi jangan bilang apa Ummamu ya..." Yunho telah menghilang setelah keluar dari pintu ruangannya meninggalkan Henry dan Siwon,
Diam diam Siwon menutup matanya dan mengigit bibirnya seolah olah menutupi kesakitan, sudah sepuluh tahun Siwon tidak bertemu pemilik nama itu
"Siwon Hyung, Mimi itu selingkuhan Appa?" Siwon menggeleng dan menggalihkan pandanganya menuju langit
Good Guy
/|\
/o|o\
"Kyu apa kau akan bermain itu seharian penuh?" Tanya Hangeng pada Kyuhyun yang sudah beberapa jam berlalu bermain PSPnya, Kyuhyun terlalu serius bermain sampai sampai tidak mengindahkan pertanyaan Hangeng.
Hangeng mendekat kearah Kyuhyun dan mengambil PSPnya membuat Kyuhyun mendecih kearahnya, "Kembalikan Hyung! aku baru level sepuluh Hyung!" Hangeng memutar matanya bosan dengan alasan khas Kyuhyun
"Bagaimana Sungmin dirumah, Cho Kyuhyun" Kyuhyun tidak mengindahkan perkataan Hangeng, dia masih saja berusaha merebut PSPnya dari tangan Hangeng
"Kembalikan punyaku Hyung" Akhirnya Hangeng menggembalikan PSPnya ke tangan kyuhyun kembali disambut gembira oleh Kyuhyun sendiri
Hangeng menarik kursi yang berada di dekatnya dan duduk santai didekat Kyuhyun, "Kalau kau disini hanya bermain lebih baik kau membatu Sungmin dirumah, Kyu" Ujar Hangeng
"Ming sedang pergi berbelanja nanti kalau sudah pulang pasti dia akan menghubungiku, Hyung" Ujar Kyuhyun, diam diam Hangeng mendapat ide
"Memangnya kau tidak takut?" Kyuhyun mempause permainannya dan menatap Hangeng bingung
"Maksud Hyung? Tanya Kyuhyun, Hangeng mengacak rambut kyuhyun yang kini sudah menutupi daun telinga
"Coba kau pikir, saat ini pasti Sungmin sedang berbelanja dengan hanti senang tanpa tahu dibelakangnya ada seseorang yang terus mengikutinya lal-" Belum selesai Hangeng berbicara kyuhyun sudah berjalan keluar dengan membawa kunci mobil,
"-u menggembalikan belanjaan yang tertinggal"
Hangeng menggelengkan kepalanya, sudah biasa dengan Kyuhyun yang seperti ini. Beberapa hari ini pekerjaanya di SWAT terus saja berkurang, mungkin lebih baik saat ini menikmati liburannya sama seperti Kyuhyun dan rekan kerjanya.
Ponselnya kembali berdering, dengan cepat Hangeng menatap layar ponselnya dan tertera kembali nama Jaejoong. Hangeng menggerutkan dahinya dan menjawab panggilan tersebut,
"Hei, ada apa Jae?" Tanya Hangeng disambut gerutuan dari balik ponselnya
"Hangeng! bukankah kau akan kembali setelah makan siang lalu sekarang kau sedang dimana?" Hangeng menepuk dahinya melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya, sungguh dia sangat lupa jika dia seharusnya sudah kembali dari tadi.
"Baiklah aku akan segera kesana, kira kira apa ada proporsal lagi yang harus aku tanda tangani?" Tanya Hangeng
"Hanya empat lagi, cepat kemari atau aku akan membunuhmu" Ujar Jaejoong mengakhiri perbincangan tersebut, Hangeng langsung keluar dari markasnya dan pergi secepatya menuju kantor. Berusaha menghindari omelan panjang dari Jaejoong yang bahkan bisa membuatnya tidur,
Good Guy
/|\
/o|o\
Tao terbangun dari tidurnya, bunyi ponselnya begitu berisik hingga membangunkannya. Mengambil ponselnya yang berada diatas nakas dan langsung menyentuh tombol hijau tanpa mengetahui nama dibalik layar ponselnya,
"Halo" Ujar Tao, dari balik ponsel si penelpon hanya bisa menahan senyumnya
"Hai Tao, ini aku Kris bagaimana tidurmu? Nyenyak? Atau aku telah menganggu tidurmu?" Tao membuka matanya lebar, menjauhkan ponselnya dari telinga dan menatap layar ponselnya secara seksama
"Halo Tao! kau ada disana?" Tao tersadar dan kembali mendekatkan ponselnya ketelinga, "Ya, aku disini Kris. Ada apa?" Tanya Tao
"Tidak, hanya ingin menanyakan kabarmu saja. Apa kau baik baik saja disana?" Tanya Kris
Tao mengangguk, "Aku baik baik saja, kau sedang dimana?" Tanya Tao
"Aku sedang istirahat di Hotel, apa kau sudah minum susumu?" Tanya Kris
Tao mengangguk, "Sudah, tenang saja" Ujar Tao
Meraba saku celananya dan mengambil kertas yang tadi Luhan temukan dikemeja Kris, "Kris.." Panggil Tao
"Ya, ada apa Tao?" Tanya Kris
"Kau tahu Tan Yi Fan? Siapa dia?" Kris terdiam beberapa menit dan mulai tersadar
"Aku tidak tahu, memangnya ada apa Tao?" Tanya Kris,
Tao menggeleng, "Tadi aku menemukan Cek disaku kemejamu,"
"Simpan saja, siapa tahu kau nanti akan menemukan Tan Yi Fan" Tao mengangguk
"Apa yang kau lakukan disana?" Tanya Tao
"Bekerja," Tao memutar matanya, bosan dengan alasan tidak spesifik dari Kris
"aku juga tahu kau bekerja, tapi kau bekerja apa disana?" Tanya Tao lagi
"Entahlah, aku juga tidak mengerti yang penting ini menyenangkan" Ujar Kris, Tao berusaha menahan diri untuk tidak melempar Kris dengan nakas yang berada disampingnya
"Terserah apa katamu Kris," Ujar Tao, dari balik ponsel Tao bisa mendengar suara kekehan
"Jangan tertawa!" Seru Tao sambil mempoutkan bibirnya,
"Baiklah baiklah, jangan marah Tao" Ujar Kris, tidak tahukah kau jika Tao sedang cemberut karenanya
"sudah dulu ya Tao, nanti akan aku menelponmu lagi" Belum selesai Tao menjawab, Kris sudah mengakhiri panggilannya.
Tao menghela nafas lalu bangun dari tempat tidurnya berniat untuk membuat makan malam untuk dirinya sendiri atau meminta Luhan untuk datang kemari menemaninya di malam yang sunyi ini,
Good Guy
/|\
/o|o\
Hari XXX, pukul 16.30
XXXchat. Com
JokerOhJoker: Hei, kalian tahu Tan Siwon?
Black_Panter: Aku tahu dia! Dia sangat terkenal seperti artis saja =_=
SCT: Tentu saja aku tahu dia
Dr. Jack: Dia orang paling menyebalkan
ChildJung: Dia itu bodoh, sangat bodoh
Jr. Prize: Dia orang yang sangat membosankan,
Prince_Sea: Aku tidak tahu dia, memangnya siapa orang bodoh itu?
JokerOhJoker: Oh...ayolah, masa ka tidak tahu Tan Siwon Prince_sea,
Dia itu orang yang paling dicari oleh seluruh Yeoja di negeri ini, mungkin juga dicari para Uke
Prince_Sea: Entahlah, aku kurang mengerti yang namanya gosip
Black_Panter: Memangnya ada apa dengan Tan Siwon?
JokerOhJoker: Kudengar dia anggota Luna,
ChildJung: Benarkah? Kau pasti bohong JokerOhJoker
SCT: Jangan mudah percaya dengan ucapan orang lain JokerOhJoker,
Lebih baik kau main dengan seumuranmu
Dr. Jack: Mengelikan,
Jr. Prize: Jangan mudah percaya pada gosip
JokerOhJoker: Terserah kalian, percaya atau tidak
Pokoknya aku sudah menyampaikan ini kepada kalian,
Jangan salahkan aku...
Prince_Sea: Dari mana kau dapat info itu JokerOhJoker?
JokerOhJoker: Tentu saja dari seorang informan
Prince_Sea: Siapa informan itu?
JokerOhJoker: Informan itu
Adalah
Aku,
Good Guy
/|\
/o|o\
"Kyu! Bantu aku potong ini" Kyuhyun hanya bisa mengangguk, sedari tadi Sungmin terus saja menyuruhnya ini-itu, padahal dia saat ini ingin sekali bermain dengan PC dan bermain game online. Sungmin melirik Kyuhyun yang terlihat lesu memotong bawang merah, Sungmin berusaha menahan kekehannya.
"Kyu!" Panggil Sungmin, Kyuhyun mendonggak kearah sungmin, "Ada apa Ming?" Tanya Kyuhyun
"Dia sudah pulang?" Tanya Sungmin, Kyuhyun menggeleng
"Sepertinya belum, dia sedang sibuk akhir akhir ini" Sungmin mengangguk
"Tidak biasanya kau ada dirumah Kyu, memangnya kau sedang tidak ada Job?" Tanya Sungmin,
"Jadwalku kosong" Kyuhyun yang sudah menyelesaikan pekerjaanya langsung meninggalkan Sungmin begitu saja. Sungmin yang menyadari itu kini memandang sengit Kyuhyun yang duduk sambil menaikkan kakinya diatas meja, "Apa?" Tanya Kyuhyun
"Selagi ada dirumah, kau harus membantuku menyelesaikan urusan dapur" Ujar Sungmin, disambut gerutuan dari Kyuhyun secara manis
"Tapi Ming, aku lelah...ada urusan yang harus aku segera selesaikan" Ujar Kyuhyun, mendengar itu Sungmin menatap Kyuhyun geram
"Sekali kali bantulah istrimu ini Kyu! aku juga ingin istirahat tidak hanya menggurusi dapur saja!" kyuhyun menelan ludahnya berat, tidak berani membantah jika Sungmin sudah seperti ini.
"Kudengar pekerjaanmu kecolongan?" Tanya Sungmin mengganti topik pembicaraan sambil menumis sayuran sebagai makan malam,
Kyuhyun mengangguk, "Beberapa file dilemari penyimpanan banyak yang hilang, anehnya file yang diambil semuanya hanya data korban" Ujar Kyuhyun
"aneh" Ujar Sungmin. Kyuhyun juga mengangguk, "CCTV pun tidak bisa diandalkan, ada kemungkinan yang mengambil file itu orang dalam" Ujar Kyuhyun
"Mungkin saja," Sungmin segera mematikan kompornya dan segera memindahkan tumisannya ke sebuah piring yang agak besar. Sungmin langsung meletakkan piring yang berisi tumisannya diatas meja makan, dan melirik kesal pada kaki Kyuhyun yang berada ditempat yang tidak wajar, "Apa?" Tanya Kyuhyun lagi merasa tidak bersalah
"Kakimu Kyu, turunkan kakimu atau kakimu aku potong" Akhrinya dengan enggan Kyuhyun menurunkan kakinya dari atas meja dengan wajah terus saja cemberut, "Apa pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Kyuhyun, ingin sekalinya dia pergi dari sini dan mencari PSPnya
Mendengar itu Sungmin kini yang cemberut, "Kenapa? Tidak mau membantuku? Okay...sana pergi main dan awas saja kalau kau mendekati dapur" Ujar Sungmin
Kyuhyun yang tidak menyadari jika ucapan Sungmin adalah ancaman mulai tersenyum merekah dan memeluk tubuh mungil Sungmin,
"Thanks Ming, tenang saja aku tidak akan mendekati dapur nanti aku akan beli makan diluar" Dan setelahnya Kyuhyun menghilang kedalam ruang pribadinya yang dipenuhi bunyi memekak telinga,
Sungmin yang ditinggal Kyuhyun hanya menghela nafas berat, "Dasar gamers" Ujar Sungmin
"Aku pulang" Pintu rumah keluarga Cho terbuka hingga terlihatlah Namja berkulit susu masuk kedalam rumah dan berjalan mendekati Ummanya yang berada didapur, perlahan sepasang tangan itu memeluk leher Sungmin dari belakang membuat Sungmin mendonggak kebelakang
"Selamat datang, dari mana saja?" Tanya Sungmin pada anaknya
"Aku baru saja membeli tiket pesawat ke L.A. keberangkatan nanti malam" Ujar Namja berkulit susu itu sambil melahap setoples kue yang berada diatas meja makan,
"Appa dimana?" Tanya Namja berkulit susu itu, Sungmin menunjuk pada sebuah kamar yang dipenuhi suara bising dari speaker dengan dagunya,
Namja yang diketahui adalah anak kedua dari Cho Kyuhyun dan Cho Sungmin itu hanya bisa memutar bola matanya bosan, "Bukankah hari ini Appa sibuk dengan perangnya?" Tanya Anaknya
"Katanya beberapa berkasnya hilang diambil oleh kelompok aneh bernama Luna" Ujar Sungmin
"Luna? Apa itu?" Tanya Anaknya, Sungmin hanya mengangkat bahunya, Namja berkulit susu itu menatap jam yang menggantung di dinding
"Tiga jam lagi aku akan berangkat, lebih baik aku mengemasi barang barangku" Sungmin mengangguk, "No naught, no drink, no sex...Cho Sehun" Sehun mengangguk, mengecup kedua pipi Sungmin dan melangkah menuju ruangan pribadi Appanya, ruang games.
Sehun segera mendekati Appanya yang sedang duduk nyaman sambil memandang layar besar dihadapannya. Iseng, Sehun menarik kursi yang diduduki Kyuhyun hingga membuat Kyuhyun tidak bisa menjangkau keyboardnya dan berakhir game over.
"YAAAHHH!" Seru Kyuhyun, membuat Sehun tertawa puas dalam hati. Kyuhyun dengan cepat menenggok kebelakang ingin membuat perhitungan dengan seseorang yang telah menganggu acara sakralnya. Menatap sengit anaknya yang tengah memasang wajah polos seolah olah game over yang muncul di monitor adalah hal biasa, terlalu biasa malahan bagi Sehun dan juga Sungmin.
"Sana pergi hust...hust...jangan ganggu aku!" Ujar Kyuhyun sambil mengibaskan tangannya dan kembali melanjutkan bagian sakralnya.
"Appa!" Ujar Sehun yang kesal tidak di perdulikan oleh kyuhyun,
"Hmm..." Kyuhyun masih saja serius pada layar didepannya, tidak memperdulikan Sehun yang gondok dicuekki oleh Appanya sendiri
"Hei Appa, aku ingin ke L.A." Ujung mata Kyuhyun melirik kearah Sehun yang kini memang wajah datar, setelah beberapa menit akhirnya Kyuhyun mem-pause gamenya lalu berdiri dan merangkul bahu Sehun
"Apa yang mau kau lakukan disana hmm...?" Sehun merinding saat Kyuhyun membisikan sesuatu kedalam lubang telinganya
"Jangan kau fikir aku bisa dibodohi olehmu," Kyuhyun menarik sebelah telapak tangan Sehun dan meletakkan sesuatu disana lalu menghilang dari balik pintu setelah melepaskan rangkulannya dari bahu Sehun,
Sehun melirik paspor yang berada diatas telapak tanganya lalu kemudian berdecih,
"Kau fikir aku bisa dimata matai olehmu, Cho Kyuhyun"
"Kau tidak ada apa apa-nya Cho Sehun/ Cho Kyuhyun" Ujar Kyuhyun dan Sehun bersamaan
Good Guy
/|\
/o|o\
Pagi ini sebuah bunyi pecahan kaca membuat seluruh penghuni berlari kencang menuju tempat kejadian. Henry, Jaejoong dan beberapa maid segera turun dari tangga langsung membelalakkan mata melihat semua kaca rumah yang berada di lantai utama pecah,
"Ada apa ini?" Tanya Henry pada salah satu maid yang berada disampingnya,
"Saya juga tidak tahu Tuan muda, tiba tiba saja semua kaca disini pecah" Ujar sang maid dengan wajah yang terlihat resah. Jaejoong yang penasaran tidak tinggal diam, dia berjalan melacak semua inci bagian lantai yang kini terdapat banyak pecahan kaca. Jaejoong terus saja mencari barang bukti hingga pandangannya kini beralih pada sebuah amplop berwarna merah muda yang terikat oleh sebuah batu. Jaejoong berfikir ada kemungkinan insiden ini di sengajakan oleh seseorang yang mereka sendiri tidak mengetahuinya,
Tanpa membuang waktu Jaejoong dengan segera mengambil amplop itu dan membukanya, para maid dan Henry yang juga penasaran dengan isi amplop itu kini berdiri dibelakang Jaejoong.
' Ayo kita kembali jadi keluarga. Selesaikan salah paham, selesaikan segala masalah, selesaikan hati yang terluka, selesaikan segalanya...ayo kita kembali ke Tan Mansion, kita hidup bersama lagi'
Tertanda...Luna, SCT
Jaejoong menghela nafas setelah membaca isi amplop tersebut, membalikkan tubuhnya menghadap Henry dan maid maid-nya, "siapkan barang barang kalian, kita pindah ke Tan mansion" Seru Jaejoong dan mulai berjalan menaikki tangga yang menuju kamarnya dan segera menge-pack barang barangnya
Henry menggerutkan dahinya, berjalan mengikuti langkah disamping Jaejoong, "Untuk apa kita pindah?" Tany Henry pada Jaejoong
"untuk menyelesaikan masalah dan untuk mengetahui siapa 'SCT' yang selalu ikut campur dengan keluarga kita" Ujar Jaejoong
"Siap siap, kita akan bertemu kedua Hyungmu!" Ujar Jaejoong lagi meninggalkan Henry yang memasang wajah bingung
"Bukankan Hyungku hanya Siwon?" Gumam Henry pada dirinya sendiri.
Good Guy
/|\
/o|o\
Kris yang baru saja selesai mandi dan berniat menghubungi Tao dikagetkan dengan pesan dengan nomor pribadi, Kris menaikkan sebelah alisnyauntuk beberapa waktu dan segera membuka pesan itu.
'Ayo kita kembali jadi keluarga. Selesaikan salah paham, selesaikan segala masalah, selesaikan hati yang terluka, selesaikan segalanya...ayo kita kembali ke Tan Mansion, hita hidup bersama lagi'
Tertanda...Luna, SCT
Kris mencoba berfikir, dari mana SCT tahu kalau dia keluarga Tan...sejujurnya semua yang mengenai data tentang dirinya sudah dipalsukan, Kris juga sudah lama tidak pernah bertemu dengan anggota keluarga yang lain baik itu Appa, Umma, Appa Yun, Umma Jae, Zhoumi, Siwon dan Henry. Kris sudah lama pindah Tan Mansion sejak berumur sepuluh tahun dan memilih tinggal di sebuah tempat yang kini sudah ditempatinya oleh dirinya dan Tao, dan alasan dia pergi dari Tan Mansion adalah...entahlah, rasanya memang ingin terbebas saja
Kris terhenyak kembali dia membaca pesan itu dengan teliti dan mulai berfikir, ada kemungkinan jika dia mendapat pesan ini makan seluruh keluarga Tan dan keluarga Jung ikut kedalamnya...Luna, siapa orang dibalik Luna...
Tao... ada juga kemungkinan Tao juga terkena imbasnya, dengan lincah Kris mencari nama Tao dari kontaknya dan segera menekan tombol hijau dari ponselnya,
Kris menggetuk nakas berusaha menetralkan rasa khawatir hingga beberapa menit akhirnya Tao mengangkat teleponnya,
"Halo Tao! Apa kau baik baik saja?" Tanya Kris, dari baik ponsel Kris bisa mendengar bunyi ketakutan dan itu membuat Kris makin resah
"Halo Tao! Tao! kau ada disana? Tao!" Seru Kris dengan nada khawatir, tetap saja Kris tidak mendengar seruan Tao dan itu membuat Kris makin frustasi
"Tao! jawab aku! Tao!" Tiba tiba saja panggilan terputus secara sepihak oleh Tao dan itu membuat Kris ada yang tidak beres, berulang kali Kris mencoba mengubungi nomor Tao dan berulang kali juga operator yang menjawab membuat Kris marah, "Brengsek..." Umpat Kris sambil menendang nakas yang berada didepannya
Kris kembali teringat dengan sebuah nama yang bisa membantunya, dengan cepat dia menekan tombol hijau dan mendekatkan ponselnya ketelinga, "Halo, ada apa Kris?" Suara itu menginterupsi Kris yang kini sedang terbawa amarah,
"Halo Kai, aku butuh bantuanmu..." Ujar Kris,
"Bantuan? Bantuan apa?" Tanya Kai
"Siapkan Helikopter menuju korea selatan, secepatnya" Seru Kris
"Ok, aku menunggumu didepan hotel dan Helikopter sudah siap pak," Ujar Kai dengan kekehan
"Baik, tunggu aku dibawah" Secepat kilat Kris memasukkan semua barangnya kedalam koper karena seseorang yang harus dia lindungi menanti.
Tidak peduli pekerjaannya menanti, yang terpenting baginya adalah Tao...hanya Tao ah tidak, bukan hanya Tao tapi juga Baby...
Good Guy
/|\
/o|o\
Hangeng menatap datar lukisan yang berada didepan matanya. Lukisan dengan cat berwarna merah berbau anyir yang kini menghiasi sebuah dinding besar, Hangeng segera duduk diatas sebuah sofa dan berusaha menetralkan rasa kesalnya dengan memijat pelipisnya dan membuang nafas berat. Kembali pemilik sepasang mata teduh itu menatap lukisan aneh didepannya,
'Ayo kita kembali jadi keluarga. Selesaikan salah paham, selesaikan segala masalah, selesaikan hati yang terluka, selesaikan segalanya...ayo kita kembali ke Tan Mansion, hita hidup bersama lagi'
Tertanda...Luna, SCT
"Entahlah, aku tidak yakin" Ujar Hangeng kembali membuang nafasnya berat
"Aku punya sebuah masalah yang saat ini belum aku ingin selesaikan dengan...Heechul" Ujar Hangeng ragu,
"Luna..." Gumam Hangeng yang kini telah berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya untuk segera memasukkan beberapa pakaiannya kedalam koper untuk segera pergi ke Tan mansion,
Bukan Heechul tujuannya kembali tapi ketiga anaknya dan seorang anak baptisnya yang jadi tujuan. Biarkan urusan Heechul dia pikirkan nanti, rasa rindunya pada ketiga anaknya yang sudah bertahun tahun tidak bisa dia temui lebih Hangeng prioritas.
Good Guy
/|\
/o|o\
Dilain tempat, Zhoumi masih bisa menikmati beberapa buah donat. Pagi ini baginya sama seperti pagi yang biasanya, tidak ada yang beda hanya saja didepan penglihatannya seekor bangkai ayam menghiasi meja makannya.
Tanpa ada perasaan jijik Zhoumi masih saja meneruskan makannya sambil memperhatikan para lalat mengerubungi bangkai ayam didepannya, tanpa ada niatan menyingkirkannya.
Duduk diatas kursi makan dengan mengangkat kedua kakinya hingga menyentuh bahu, pemandangan lalat yang bergerombol tidak menyurutkan Zhoumi untuk segera ketoilet untuk memuntahkan sarapan manisnya,
Keadaan masih hening sebelum Yunho terlihat dari daun pintu dengan mulut mengguap lebar dan masih merentangkan tanganya yang kaku.
"Mi...kau ada di-" Belum selesai Yunho menyelesaikan ucapannya kini pemandangan tak sedap mata terpampan didepan penglihanya. Yunho segera melangkah mendekati meja makan dan dengan mata yang berkilat marah Yunho segera membuang bangkai ayam itu pergi dari hadapannya,
"Mi...ada apa denganmu?" Terlihat wajah yang sebelumnya marah kini mulai melembut, Yunho segera mencuci kedua tangannya sebelum mendekati Zhoumi.
Perasaan jijik kembali menyergap kedalam perasaan Yunho saat Zhoumi tidak memakan donatnya dan malah bermain main dengan darah dari bangkai ayam yang baru saja dibuangnya entah kemana. Darah ayam yang kini sudah berubah warna menjadi hitam dan berbau amis itu menetes sampai kelantai,
"Ayo kita kembali Mi, kau sudah sepuluh tahun hanya bertemu denganku saja. Memangnya selama ini kau tidak ingin bertemu dengan Heechul, Siwon, Yi Fan dan Hangeng...kau juga tidak pernah melihat Henry-ku" Zhoumi menenggok kearah Yunho yang telah meneteskan air matanya dan jatuh kelantai.
"Siapa yang melakukan ini?" Tanya Zhoumi, bukan hanya insiden ayam mati saja yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal itu mulai dari memecahkan semua kaca yang ada dan juga mencoret dinding putih dengan merah amis yang kini dikerubungi juga oleh lalat.
Yunho menyeka air matanya dan menarik tangan Zhoumi yang berlumuran darah bangkai ayam,"Entahlah, biar aku periksa CCTV sebelum itu cuci tanganmu dulu"
Zhoumi seperti boneka. Terlihat hidup tapi sebenarnya mati. Tidak bergerak tanpa perintah, mengikuti orang yang dia percayai.
Setelah mencuci bersih tangan Zhoumi, Yunho segera mengeringkannya dengan handuk yang menggantung "kita akan kembali, jadi persiapkan dirimu" dan setelahnya Zhoumi di tinggal Yunho sendirian di dalam kamar mandi,
Tidak melakukan apa apa, hanya berdiri dengan tatapan kosong... teringat dengan sesuatu yang dia temukan didalam perut ayam tadi, Zhoumi mengeluarkan selembar kertas didalam sakunya
'Ayo kita kembali jadi keluarga. Selesaikan salah paham, selesaikan segala masalah, selesaikan hati yang terluka, selesaikan segalanya...ayo kita kembali ke Tan Mansion, hita hidup bersama lagi'
Tertanda...Luna, SCT
Yunho kembali terlihat dari arah pintu dengan membawa satu steel pakaian, "Cepat mandi dan kita kembali bertemu keluargamu" Zhoumi tidak tahu harus mengangguk atau menggeleng, walaupun begitu dia tetap menerima pakaian yang dibawa Yunho dan mulai menyalakan shower, Yunho segera meninggalkan Zhoumi sendirian
"Mi...kau mau pakai topi koalamu tidak?"
"Hendry...,"
AND
OR
TBC
I DON'T KNOW
Update! Broh, sorry bagi loe semua yang mau baca atau numpang baca atau lewat baca atau yang nunggu cerita gueeee~~~!
Keterlambatan gue update dikarenakan perpisahan gue di jogjakarta, dimana gue gak bisa sama sekali bawa laptop. Gue terlalu serius dengan liburan gue, sampai sampai melupakan hobi gue.
Untuk cuap cuap gue saat ini gue bakal menceritakan perpisahan gue yang gak banget, mulai dari dibus yang nonton film yang ada adegan diatas umur, kelas sebelah yang kesurupan pas jam tengah malam...katanya tuh ada bunyi kokok ayam yang aneh, malioboro yang gak ada sepi sepinya, dan acara saweran di sekolah lain pas gue sarapan jam 5 pagi gila... itulah liburan gue yang gak banget deh...
Ok, bagi gue yang paling aneh adalah kesurupan. Mungkin bagi loe yang tukang tidur seperti gue gak pernah ngerasain atau punya feeling seperti itu yang ada dari jam delapan malem sampai jam lima pagi gue ngeluh masih ngantuk sementara temen temen gue yang lain pada ketakutan gak bisa tidur,
Di cerita ini ada Henry dan Hendry. Mereka orangnya beda, kalau Hendry itu masa lalu Zhoumi tapi kalau Henry itu anak dari Yunho sama Jaejoong.
Di sini ada XXXchat. Com, itu adalah situs bagi anggota Luna. Luna itu organisasi yang cara mereka bertemu dengan menggunakan situs tersebut,
Bagi kalian yang kurang ngerti apa cerita gue, monggo PM gue
Ok, sekian cuap cuap gue~~~ oh, iya info-in gue kalau komik Black Butler udah keluar
Good Guy
/|\
/o|o\
"Aku yakin Luna ada disekitar kita"
"Kenapa kau yakin sekali Kyu?"
"Entahlah, mungkin feeling Ming"
"dasar bodoh"
.
.
BlackPanter: Aku adalah anggota Luna kedua,
Prince_Sea: Siapa yang merekrutmu?
BlackPanter: Salah satu keluarga Tan,
Aku direkrut melalui email
Prince_Sea: Aku juga
.
.
"kau siapa?"
"Kau sendiri siapa, bocah albino?"
"Henry, perkenalkan ini Hyungku namanya Zhoumi"
"Hyung?"
.
.
"Kenapa kau tidak jujur jika namamu Tan Yi Fan?"
"Namaku Kris, hanya Kris"
"Lalu siapa ini?"
"I-itu aku..."
"Lalu kenapa tidak jujur padaku?"
"Aku hanya tidak mau kau mengetahui sejarah keluarga Tan yang mulai haus darah"
"A-apa?"
.
.
"Mi...ayo naik ke tepi, kau sudah dua jam berendam didalam air...bibirmu itu sudah membiru"
"Appa, biarkan saja si keras kepala itu"
"Tapi nanti Mimi-"
"Biarkan saja dia, kalau jatuh sakit dia juga yang merasakan"
#Thanks#
To: Hibiki Kurenai, ZoeKyu, KyuKi Yanagishita, Ajib4ff, NursanitaIS, Kang Hyun Yoo, PutchanC, Vickykezia23, Ryu, Peach Panda, AngElf0118, Ayulopetyas11, Dian deer, Azura Lynn Gee, ChrisAidenicKey
#Thanks All#
