Tittle: The Shifter

Disclaimer: Naruto dan High school DxD bukan punya saya

Genre: Adventure,Romance,Friendship

Pairing: Narutox?xOphisxRiasxAkeno

Rated: M (jaga-jaga)

Summary: Naruto,seorang anak hasil keturunan malaikat dan iblis harus ikut terseret pada konflik antara 3 fraksi yang terjadi di dunianya. Dengan peninggalan dari orang tuanya sebuah sacred gear istimewa yaitu Scale of Fate, mampukah ia membawa perdamaian ke dunianya itu?. Strong!Naru but not God like,Smart!naru

Warning: OOC,Adult Theme,Violence,typo,Etc.

A/N:Dan kali ini author akan menjawab beberapa pertanyaan Guest yang author sempat lihat.

Q: apa ada lawan yang bisa menandingi Naruto?

A: tentu ada

Q:yang mendirikan khaos brigade?

A:tentu Ophis, hanya Naruto merasa bahwa ada orang yang berniat mengkudeta Ophis dan mengubah tujuan organisasi tersebut.

Sekian jawaban Author untuk beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh Reader, mohon maaf bila ada pertanyaan yang tidak author jawab karena Author kurang teliti, sekian.

Chapter 8: Sensei!

" mari mulai pelajaran hidup untukmu, bocah" kata Naruto sambil menyeringai.

Semua orang yang berada di acara pernikahan tersebut tampak terkejut menyaksikan Naruto dengan keenam pasang sayapnya dan api birunya dari sebuah layar yang melayang diatas langit-langit tempat acara tersebut. 'siapa pria itu?!' batin mereka semua minus keempat maou dan Rias serta para bidaknya.

"S-Sirzechs, A-api itu bukankah api itu meupakan senjata maou satan lama?" Tanya Lord Phenex pada Sirzechs karena terkejut dengan api yang sangat jarang dilihatnya.

"benar sekali, dan jangan khawatir. Dia Cuma akan mengajari anakmu cara untuk menjadi lebih sopan" jawab Sirzechs sambil mencoba menenangkan Lord Phenex yang telah berkeringat dingin karena takut anaknya mati konyol. Jawaban Sirzechs membuat Lord Phenex merasa lega karena bagaimapun juga, Raiser tetaplah anaknya. Meskipun, dia arogan.

Rias yang penasaran dengan hubungan Naruto dengan kakaknya lalu menghampiri kakaknya untuk bertanya. "Oni-sama, bagaimana kau bisa kenal dengan Naruto?" Tanya Rias yang penasaran pada Sirzechs.

"hmm, bisa dibilang kami adalah sahabat lama" jawab Sirzechs dengan senyumnya.

"lalu, apakah Oni-sama tahu Naruto itu siapa?" Tanya Rias yang selama ini masih penasaran karena Naruto selalu mengalihkan topic ketika Rias menanyakan asal usulnya.

"Kau akan tahu setelah ini" jawab Sirzechs sambil melihat kearah layar pertandingan. "sekarang sebaiknya kaulihat bagaimana dia mendidik bocah Phenex itu" tambah Sirzechs yang dibalas anggukan Oleh Rias.

Kembali ke arena pertarungan Naruto vs Raiser.

Melihat api biru dikedua tangan Naruto, Raiser menajamkan pandangannya. 'sial, apa-apaan api biru itu?!' batin Raiser yang merasa bahwa dirinya dalam bahaya. Tetapi melihat sikap naruto yang santai dan tatapan Naruto yang dianggapnya membuat dirinya kesal membuat Raiser kehilabngan kesabaran dan menyerang Naruto. Raiser kemudian mengeluarkan sepasang sayap apinya dan mengeluarkan tinju dengan kobaran api di kepalan tangannya. "Terima ini, makhluk rendah."

Naruto yang melihat hal tersebut hanya bisa diam sambil tersenyum. Pukulan Raiser ditangkap dengan mudah oleh Naruto dan api dikepalan tangan raiser seolah dihisap oleh api biru Naruto."Baiklah Tori-kun, sebagai seorang sensei yang baik, aku akan memberikanmu 3 pelajaran penting padamu. Yang pertama yaitu kesabaran" ceramah Naruto yang kemudian melepas tangan Raiser. "KAU JANGAN BERCANDA BANGSAT!" teriak Raiser yang tidak terima dengan sikap Naruto yang dianggap Raiser menjatuhkan harga dirinya. Kemudian Raiser memperbesar apinya dan menyerang Naruto secara membabi buta.

Naruto yang diserang oleh Raiser hanya menghindar dengan santai tanpa bergerak dari tempatnya. Kemudian Raiser mencoba menyapu kaki Naruto. Naruto yang melihat hal tersebut segera menendang kaki Raiser yang mencoba menendangnya sampai putus. "Pelajaran kedua , jangan pernah meremehkan musuhmu" kata Naruto dengan senyum psikopat diwajauhnya. Kemudian Naruto menendang Raiser yang tersungkur karena kehilangan keseimbangan ke pinggir arena sampai menabrak pembatas arena tersebut dengan salah satu kakinya yang tiba-tiba dilapisi api biru.

Raiser yang memiliki kemampuan khas klan Phenex yaitu Immortallity harus bersyukur pada kemampuan tersebut, karena jika tidak, ia pasti sudah mati sekarang. Raiser yang telah kalut kemudian memanggil kelima belas pionnya. "bunuh dia!" perintah Raiser yang telah kalut sambil memulihkan dirinya. Akan tetapi api naruto seolah membuat pemulihannya berjalan sangat lambat.

Naruto yang melihat hal tersebut hanya tersenyum menyaksikan dengan santai kelima belas wanita tersebut melesat menyerangnya. "Nah, ISSEI! Perhatikan jurus yang akan kuajarkan padamu ini!" teriak Naruto yang membuat Issei yang menyaksikan pertandingan tersebut menjadi penasaran dan senang. 'Jurus apa yang akan diajarkannya padaku' Pikir Issei penasaran. "jurus ini adalah jurus yang sangat cocok untuk orang sepertimu" tambah Naruto yang membuat Issei bertambah penasaran.

Naruto kemudian mengarahkan salah satu tangannya kearah para gadis yang dan menjentikkan jarinya kearah para gadis tersebut. "Dress breaker" seru Naruto dengan santai. Lalu muncullah lingkaran sihir berwarna hitam didada para gadis tersebut dan membuat pakaian mereka robek semua. "KYAAA!" teriak para pion Raiser, sambil mencoba menutupi tubuh mereka. Bagaimanapun tentu sangat malu jika dirimu telanjang sambil disaksikan oleh para bangsawan secara langsung. Issei yang menyaksikan hal tersebut kemudian berteriak kegirangan dan tiba-tiba bersujud sambil berteriak "ARIGATOU, SENSEI!". Kiba dan Koneko hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Issei. 'tak kusangka Naruto-senpai itu mesum' batin mereka berdua. Akeno yang melihat hal tersebut Cuma bisa tersenyum tipis. Sementara Rias mukanya memerah melihat perbuatan Naruto pada kelima belas gadis tadi. 'tak kusangka dia mesum juga' batin Rias sambil mengurut kepalanya. Sementara itu Sirzechs dalam hatinya kegirangan karena Melihat jurus 'Legendaris' Naruto yang sudah lama tak ia lihat., namun ia tak berani menunjukkan rasa senangnya karena Grayfia menatapnya dengan tajam dari kejauhan. Sementara ketiga maou lainnya hanya geleng-geleng kepala melihat tabiat buruk Naruto kambuh.

Kembali kepada naruto yang telah berhasil "menundukkan" musuhnya dengan jurus saktinya itu. Naruto kemudian mengeluarkan semacam aura yang membuat para bidak Raiser pingsan. Raiser yang melihat hal tersebut kehilangan kontrol emosinya dan mengeluarkan energi api yang melapisi seluruhnya badannya dan bersiap menerjang kearah Naruto. Namun, secara tiba-tiba Naruto telah berada didepannya sambil memegang muka Raiser dengan telapak tangan kanannya. "Nee, Tori-kun. sekarang akan kuberikan pengajaran terakhirku, Hargailah perasaan orang lain." Kata Naruto disertai dengan Tangan kirinya yang meninju perut Raiser dan seketika ketika tinjuan tersebut mengenai raiser, Api biru Naruto menyembur dari tangan kiri Naruto kearah raiser dan mengikis lapisan api milik Raiser dan menyisahkan Raiser yang tubuhnya menderita luka bakar parah dan kemudian dia jatuh tersungkur dihadapan Naruto.

"hmm, Raiser. Aku sebenarnya tidak ingin membuatmu menjadi bonyok seperti ini, tapi kau juga merupakan salah satu potensi yang baik bagi fraksi iblis. Sebagai seorang King bagi pionmu, kau harusnya lebih menghargai mereka dan tidak menggunakan emosi dalam pertempuran. Dan juga, kau harus lebih menghargai perasaan orang lain serta tidak memaksakan keinginanmu." Ceramah Naruto. Raiser terdiam dan merasa kalau semua ucapan Naruto benar. "dan jangan terlalu bergantung dengan kekuatan Phenexmu itu! Kau harus belajar menggunakan keahlian lain" tambah Naruto.

"K-kenapa…..kenapa kau menceramahiku seolah kau peduli denganku" Tanya Raiser.

"Aku hanya tidak ingin juniorku menjadi salah jalan" jawab Naruto sambil tersenyum meninggalkan raiser yang terdiam. "lebih baik kau urus semua pionmu itu" perintah Naruto pada Raiser. "kurasa kau memiliki sangat banyak wanita yang peduli denganmu" tambah Naruto yang membuat Raiser tersenyum tulus. "Kau benar" jawab Raiser yang mencoba berdiri dengan agak susah payah.

Raiser kemudian menghampiri mereka dan membuat lingkaran sihir yang membuat baju mereka kembali utuh dan mengirim mereka keluar dari arena tersebut. Kemudian Raiser menghampiri Naruto dan berkata pada naruto. "suatu hari aku akan melampauimu" kata Raiser sambil tersenyum pada naruto. "kutunggu itu" jawab Naruto dengan senyum khasnya. Keduanya pun kembali ketempat pernikahan.

"ayah, lebih baik kita batalkan acara ini, aku rasa aku sudah punya cukup kebahagian selama ini" kata Raiser pada ayahnya. Lord Phenex hanya tersenyum tipis dan menuruti keinginan anaknya. Para tamu undanganpun yang hadir turut senang dengan semakin dewasanya pikiran Raiser. Merekapun memuji tindakkan Raiser yang mengakui kekalahannya untuk pertama kalinya. Raiser kemudian menghampiri Rias. "Rias, maafkan tindakanku. Memaksakan kehendakku" kata Raiser secara gentle mengakui kesalahannya. "Tak apa-apa, aku senang kau sadar juga akhirnya" kata Rias dengan senyum tipisnya. Kemudian Raiser meninggalkan acara pernikahan dengan langkah santai. Lord Phenex puas dengan perubahan sikap anaknya ini kemudian mengucapkan terima kasih pada Sirzechs dan Naruto, mereka berdua Cuma tersenyum. Kemudian Lord Phenex juga pergi meninggalkan tempat pernikahan tersebut dan juga tak lama kemudian para undangan juga meninggalkan tempat tersebut karena merasa tak ada yang perlu dilakukan disana lagi.

Rias kemudian menghambur kearah Naruto dengan tetap dengan pakaian pengantinnya untuk memeluk naruto. "baka, kau hampir saja terlambat" bisiknya pada naruto sambil memeluknya. Naruto yang menyangka Rias masih panik karena pernikahannya menenangkan Rias sambil mengelus pundak Rias. "tenang saja, semua sudah aman" balas naruto dengan lembut sambil tersenyum tipis. Kemudian Rias melepas pelukkan Naruto dan mengecup bibir Naruto dengan pelan. Naruto hanya bisa terdiam dan menerima saja. Tapi, Naruto merasakan tatapan membunuh dari Sirzechs yang dari tadi kemudian melepas ciuman Rias dan mencoba mengalihkan pembicaraan. "K-kenapa kau menciumku?" Tanya naruto dengan wajah panik disertai rona pada wajahnya. "itu hadiah untukmu" kata Rias sambil meningggalkan Naruto sambil menuju para dia tahu Naruto sedang diperhatikan kakaknya.

"Naruto-kun, tampaknya setelah ini kau punya banyak topic pembicaraan denganku" kata Sirzechs pada Naruto yang dibalas anggukan oleh Naruto. 'mati aku!' batin Naruto.

Kemudian Naruto dihampiri oleh ketiga maou lainnya menghampiri Sirzechs dan Naruto. Rias dan para budaknya yang melihat hal tersebut khawatir jika para maou tersebut marah pada Naruto yang merusak acara sembarangan. Kemudian mata mereka melongo ketika melihat percakapan yang terjadi diantara kelima orang tersebut.

"Mooo, Sirzechs-chan jahat! Tidak bilang kalau Naru-tan dating kemari" rengek Serafall pada Sirzechs.

"gomen, ini kurencanakan sebagai kejutan bagi kalian" jawab Sirzechs sambil tersenyum.

" Hmm, tak kusangka kau bisa juga dating kesini, Naruto" Kata Ajuka pada naruto.

"yah, mau bilang bagaimana lagi. Aku sudah berjanji pada Sirzechs" jawab Naruto. "bagaimana jurus dress breakerku tadi, masih sehebat dulukah?" Tanya Naruto.

"yah, masih sangat hebat, masih sehebat ketika kau merobek baju Grayfia" tambah falbium yang dibalas tawa oleh Sirzechs, Ajuka, dan Naruto. Sementara Serafall hanya mengelus dada mengingat tingkah laku keempat orang itu jika sudah bersama, sementara itu Grayfia hanya bisa tertunduk malu mengingat masa lalunya.

"nah, naruto. Ada perlu apa sebenarnya kau kemari?" Tanya Ajuka dengan penasaran

"hmmm, sebenarnya selain hal ini aku juga ada keperluan dengan kalian berempat, tapi kupikir bukan sekarang waktunya" jelas naruto yang dibalas anggukan oleh keempatnya.

Kemudian Rias dan kelompoknya yang penasaran kemudian menemui naruto dan keempat maou tersebut dan bertanya pada Sirzechs.

"Oni-sama, siapa sebenarnya Naruto-kun?" Tanya Rias yang mencoba menagih janji pada Sirzechs.

"hmm, baiklah akan kuperkenalkan dia, namanya yang asli adalah Naruto Lucifer, dia keturunan asli maou terdahulu" jawab Sirzechs.

"A-apa?" seru Rias dkk yang terkejut mendengarnya."T-tapi bagimana kalian bisa akrab begitu dengan Naruto" Tanya Rias.

"Hmm, ceritanya lumayan panjang, tapi intinya kami semua adalah teman baik" jawab Falbium.

"Naruto, kenapa kau tidak bilang pada kami dari awal?" Tanya Akeno pada Naruto, ia tak menyangka kalau Naruto yang dia kenal merupakan sosok yang sangat istimewa disamping kekuatannya.

"Hmm, aku tidak bilang karena kupikir itu Cuma sebuah nama" jawab Naruto secara santai yang dibalas dengan Anggukan aneh dari Rias dkk.

Kemudian Rias memaksa kakaknya untuk menceritakan pertemuan keempat maou tersebut dengan Naruto. Kemudian Sirzechs menceritakan semuanya dan membuat Rias serta para bidakknya terkejut karena Naruto mampu mengimbangi keempat maou itu sekaligus. 'sejauh apakah kekuatan Naruto' batin mereka.

"hmmm, Issei?bagaimana tawaranku tadi?" Tanya naruto pada Issei yang ditawarinya untuk belajar darinya.

"Tentu saja! Mohon bantuannya, sensei!" teriak Issei yang sudah sangat semangat. Kiba dan koneko hanya bisa geleng-geleng melihat semangat mesum Issei.

"Baiklah, aku juga akan melatih Kiba dan Koneko, kulihat potensi mereka sangat baik. Apakah boleh Rias?" Tanya Naruto. Riaspun memberikan Isyarat setuju.

"Baikklah, kalau begitu aku akan melatih kalian 3 hari lagi, persiapkan batin kalian" saran naruto yang membuat mereka menelan ludah.

"baiklah, aku harus pergi dulu sekarang. Dahhh!" saru Naruto sambil menghilang dengan lingkaran Sihirnya. Kelompok Riaspun kembali kedunia manusia minus dengan Rias yang masih tetap dineraka untuk berbincang dengan kakaknya. Para maou lainnya juga kembali ketempat tugas mereka.

Keesokan Harinya.

Naruto tidak masuk sekolah dan pergi menemui Sirzechs untuk meminta pembayarannya. Naruto tiba di kediaman Sirzechs dengan lingkaran sihirnya. Kemudian dia dipersilahkan masuk untuk menemui Sirzechs yang juga telah menunggunya.

"Oi, mana bayaranku?" Tanya Naruto.

"hmm, ini." Sirzechs menyerahkan selembar uang seribu yen pada Naruto.

"A-apa apaan ini?! Kenapa kau Cuma kasih seribu yen?" Tanya Naruto dengan Berteriak histeris.

"heh, setelah mengambil bibir perawan adikku, kaupikir aku sudi , membayarmu?" Tanya Sirzechs dengan nada membunuh, tampaknya sisconnya kumat setelah kejadian kemarin.

"B-baiklah" Naruto hanya bisa tertunduk lesu karena hal tersebut. Kemudian mereka berbincang srius tentang suatu hal..

"Kenapa kau berniat melatih Issei?" Tanya Sirzechs pada Naruto dengan nada penasaran.

"kau tahu, saudara jauhku yang memegang gelar "si putih" itu sudah mulai tidak sabaran dengan 'si merah' yang merupakan Rival abadinya." Kata Naruto.

"oh, dia toh. Lalu kenapa kau yang ribut" Tanya Sirzechs.

"oh, tentu saja. Aku sebagai sensei Issei tak ingin membiarkannya kalah begitu saja" jawab Naruto ngasal yang membuat Sirzechs mengangguk saja karena tahu tidak ada gunanya bertanya lebih.

"Lalu bagaimana dengan masalah dari dunia lain itu?" Tanya Sirzechs

"hmm, tampaknya mereka masih belum bertindak. Aku juga tidak dapat menyelidiki lebih jauh karena keterbatasan informasi." Kata naruto. "mungkin sebaiknya aku mencari zeus untuk bertanya soal ini. Mungkin dia tahu siapa itu Ker" tambah Naruto.

Kemudian Naruto dan Sirzechs berbincang tentang hal-hal tak penting. Sementara Itu di suatu tempat yang berkabut serta sebuah bulan yang selalu berwarna kuning dan berbentuk sabit. Tampak Ker sedang melamun sambil menatap bulan tersebut. "Heliol" bisik Ker secara pelan dan muncullah seorang pria berkerudung dengan sebuah pedang dipunggungnya sepanjang 1 meter lebih berlutu dihadapan Ker. "apa perintah anda, Ker-sama?" tanyanya. "bermainlah dengan Naruto" perintah Ker pada sosok itu. Sosok itu kemudian menanggalkan kerudungnya dan tampaklah sesosok pria dengan Rambut kuning serta mata Biru yang mirip Naruto menatap kosong semua yang ada didepannya. Kemudian sosok tersebut menghilang dietelan kabut. "Nikmatilah mainanmu kali ini, Naruto" kata Ker sambil melamun menatap Bulan diatass kepalanya.

TBC

Sekian Chapter 8 ini, semoga kalian menikmatinya. Terima kasih buat semua yang sudah Review. Review kalian sangat berarti bagi Author ^_^. Sekian dan terima kasih.