A Super Junior Fanfiction
~Romantic Princess~
Pair : Kyumin, Haehyuk and Other Couple
Warning : Genderswitch, Typo, Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
.
.
Previous Chapter
"Nona Sungmin bukanlah cucu kandung dari keluarga Lee." Jawaban dari Mr. Shin membuat semua yang berada disana terdiam dan menoleh kearah Sungmin yang tidak kalah shock dengan mereka.
"bagaimana bisa?" Tanya Siwon.
Mr. Shin menoleh kearah Siwon lalu menggelengkan kepalanya. "saya tidak tau Tuan, dan Nona Sungmin, anda ditunggu Emp diruangannya." Ucapnya.
Sungmin langsung berlari meninggalkan ruangan itu menuju keruangan Kangin.
BRAK…
Sungmin membuka kasar pintu besar itu, berharap yang ditemukannya adalah wajah kakeknya yang sedang tersenyum jahil kearahnya karena berhasil melontarkan lelucon untuknya. Tapi sepertinya harapannya pupus sudah, yang ada hanya wajah dingin dan datar dari pengusaha Korea itu.
"duduklah," Perintahnya.
Sungmin menurut, dia duduk dihadapan Kangin dan langsung bertatapan dengan pria paruh baya itu. "katakan ini adalah lelucon? Ini hanya akal-akalanmu untuk mengerjaiku bukan?" Tuntutnya.
Kangin memandang Sungmin dengan pandangan serius. "untuk hal seperti ini mana bisa aku berbicara lelucon." Ucapnya.
"jadi…" Sungmin berujar lirih sambil menundukan kepalanya.
Kangin menghela nafas sambil memandang Sungmin yang sedang menundukan kepalanya. "saat itu kami langsung menjudge-mu sebagai cucuku karena wajahmu mirip sekali dengan menantuku. Tetapi, ada satu hal yang aku lupakan…" Ucapnya terputus.
"cucu kecil kami yang hilang itu, dia mempunyai sebuah cincin yang terukir tanggal lahirnya didalamnya. Dan kami tidak menemukan itu padamu," Tambahnya.
Sungmin hanya diam dan memandang kosong kearah lantai marmer mewah ruangan itu.
"maafkan kami, kau bukan cucu kandungku. Kau bisa kembali kepada kedua orangtuamu, bukan itu yang kau inginkan?" Sungmin mendongak mendengar ucapan Kangin. Dahulu, dia sangat ingin mendengar kakeknya(yang sekarang bukan lagi) berujar demikian. Tapi sekarang, ucapan itu seakan menyakiti hatinya.
"baiklah, aku permisi." Ucap Sungmin sambil berdiri.
Kangin hanya memandangi punggung Sungmin yang berjalan menjauh dari jangkauannya. "kau bisa tinggal disini hingga pendidikanmu selesai." Sungmin berhenti berjalan saat Kangin berujar demikian.
"itu sebagai penebus kesalahanku karena telah memisahkanmu dengan kedua orangtuamu." Tambahnya.
Sungmin tidak menjawab. Dia kembali meneruskan perjalanannya dan keluar dari ruangan Kangin menuju dimana para Tuan Muda tadi berada.
Kyuhyun langsung berdiri dan berjalan kearah Sungmin. "apa yang terjadi?" Tanyanya.
Sungmin tidak menjawab dan hanya menundukan wajahnya.
"Min," Saat Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin, saat itu juga yeoja itu menyentak tangan Kyuhyun dengan keras dan berlari menjauh dari sana.
Kyuhyun berniat mengejar Sungmin, tapi Siwon menahannya. "sudahlah, biarkan dia sendiri dulu." Ucapnya.
Kyuhyun hanya menghela nafas dan memperhatikan punggung Sungmin yang berlari menjauh darinya dengan pandangan khawatir.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
Kangin dan para Tuan Muda sudah siap di meja makan, mereka sepertinya menunggu Sungmin datang karena kursi yang biasa ditempatinya kini kosong.
Dari arah pintu masuk Mr. Shin datang dan semua orang yang berada disana menoleh. "Emp, Nona—maksud saya Sungmin menolak untuk sarapan." Ucapnya.
Kangin menganggukan kepalanya. "yasudah, terserah anak itu mau makan atau tidak. Ayo makan sarapan kalian." Ucapnya tidak perduli.
Kyuhyun mengepalkan tangannya saat itu juga. Karena melihat sikap Kangin yang sepertinya tidak perduli lagi terhadap Sungmin.
Dret…
Suara decitan kaki bangku yang berbentur dengan lantai yang cukup keras tersebut membuat Kangin dan yang lainnya menoleh ke sumber suara. Kyuhyun pelakunya.
"kau mau kemana? Habiskan sarapanmu. Duduk kembali." Kangin tidak melihat kearah Kyuhyun, tapi semua bisa memastikan bahwa kalimat itu adalah sebuah perintah.
Bukannya menuruti perintah Kangin, Kyuhyun malah berjalan menjauh dari meja makan menuju pintu keluar.
"berhenti disitu Cho Kyuhyun! aku bilang kembali ketempatmu." Ucap Kangin lagi.
Kyuhyun berjalan dengan santai tanpa mengubris perintah Kangin dan berjalan keluar dari ruang makan itu. Siwon, Hankyung dan Donghae hanya diam dan memperhatikan siluet tubuh Kyuhyun yang sudah menghilang dari pandangan mereka.
Nekat. Itulah yang ada difikiran mereka bertiga tentang sikap Kyuhyun kali ini.
.
.
Kyuhyun menunggu Sungmin didepan pintu keluar mansion keluarga Lee tersebut. Sudut bibirnya tertarik sempurna saat melihat yeoja yang mengisi hatinya kini berjalan kearahnya, walaupun dengan kepala tertunduk.
Dia menangkap tangan Sungmin saat yeoja itu bejalan dihadapannya. "Min, gwaenchana?" Tanyanya khawatir. Jelas saja dia khawatir, karena wajah Sungmin sekarang terlihat pucat dan matanya yang memerah.
Sungmin melirik tangan kirinya yang di genggam oleh Kyuhyun sebentar. Sedetik kemudian dia langsung menghempaskan genggaman tangan itu dan membuatnya terlepas lalu berlari kearah mobil yang akan membawa ke kampus.
Kyuhyun sedikit kaget dengan apa yang baru saja Sungmin lakukan. Dia segera berlari dan masuk kedalam mobil yang sama dengan Sungmin. Dia duduk persis disamping Sungmin. "Min, ada apa?" Tanyanya.
Sungmin tidak menjawab, dia mengigit bibir bawahnya untuk menahan isakannya dan memilih melihat keluar jendela mobil tersebut.
"Min," Panggil Kyuhyun sambil menaruh tangannya diatas tangan Sungmin yang terpaut satu sama lain.
"biarkan aku sendiri Kyu, please." Pintanya dengan suara lirih. Bisa dilihat airmata mulai menggenang dipelupuk matanya dan siap jatuh kapan saja.
Kyuhyun melepaskan pegangan tangannya pada Sungmin saat Mr. Shin masuk kedalam mobil tersebut.
.
.
"pasti ada sesuatu dibalik ini semua," Ucap Siwon pada Kyuhanhae yang sedang duduk di pelataran kampus mereka saat jam istirahat.
"maksudmu?"
Siwon menoleh kearah Donghae. "apa kalian tidak berfikir ini terlalu cepat? Bagaimana bisa dulu kita mencari dan memantau Sungmin 17 tahun lamanya, dan kini? Cucu kandung itu muncul dalam satu hari? Bukankah itu mustahil." Jawabnya.
Donghae menganggukan kepalanya.
"bisa jadi—
Semua melirik kearah Siwon saat namja bermarga Choi itu menghentikan ucapannya. "bisa jadi?" Tanya Donghae.
"ini akal-akalan Emp untuk Kyuhyun dan Sungmin." Sambungnya.
Kyuhyun mendongak dan memandang Siwon. "mwo?"
Donghae mendelik kearah Siwon. "akal-akalan untuk alasan apa? mana mungkin hal seserius ini dijadikan bahan lelucon." Ucapnya.
Siwon menganggukan kepalanya. Sepertinya kali ini dia sependapat dengan namja ikan itu. "jadi bagaimana ini?" Tanyanya Siwon lagi pada ketiga namja yang ada dihadapannya itu.
Mereka bertiga serempak menggelengkan kepalanya. Masalah ini cukup membuat mereka menguras otak—bingung.
.
.
Sungmin berjalan dilorong kampus menuju parkiran dengan kepala tertunduk. Sungguh, kepalanya berdenyut memikirkan hal yang menimpanya sekarang. Bahkan dia tidak mengindahkan segerombolan yeoja yang berbisik tentangnya.
"Sungmin!" Panggilan tersebut membuat Sungmin mengangkat kepalanya dan menoleh. Dia menemukan Kibum berlari kearahnya dan berhenti tepat dihadapannya.
Sungmin memaksakan senyumnya. "wae? Kibummie?" Tanyanya.
Kibum mengatur nafasnya sebentar. "aku sangaaaat senang hari ini." Ucapnya sambil tersenyum.
"apa yang membuatmu begitu senang?"
Kibum memeluk Sungmin dan membuat Sungmin sedikit terkejut. "akhirnya, setelah sekian lama aku akan bertemu dengan keluarga kandungku Sungmin. Aku sangat menantikan hari ini." Ucapnya.
Sungmin terdiam mendengar ucapan Kibum. Dia sangat iri dengan Kibum, dia bisa bertemu dengan keluarga yang asli. Tapi dirinya? Malah kehilangan keluarga yang selama ini sudah dianggapnya sebagai keluarga.
Kibum melepaskan pelukan mereka dan memandang Sungmin dengan senyum yang masih bertengger diwajah cantiknya. "yasudah, aku pulang dulu ya. Aku akan bersiap karena keluargaku akan menjemputku setelah ini. Bye Sungmin," Ucapnya sambil berlalu.
Sungmin masuk kedalam mobilnya setelah mobil yang ditumpangi Kibum berjalan meninggalkan area sekolah tersebut.
.
.
Sungmin duduk diam sambil menatap kosong kearah kolam ikan koi yang berada didalam kamarnya. Fikirannya dipenuhi dengan segala masalah yang sedang dihadapkan padanya kini.
Dia bingung. Apakah dia harus bahagia karena dia bukan cucu kandung keluarga Lee dan keluar lalu bebas bertemu dengan kedua orangtuanya. Di satu sisi juga dia merasa kehilangan, kehilangan suasana heboh dan ramai yang terjadi selama dia tinggal di mansion besar ini.
Cklek…
Sungmin mendengar dengan jelas pintu kamarnya terbuka, tapi dia tetap memilih memandang kolam ikan yang berada dihadapannya itu.
Kyuhyun—sang pelaku pembukaan pintu(?) menghela nafas dan berjalan mendekati Sungmin setelah sebelumnya menaruh nampan berisi makanan dan segelas air putih diatas meja makan yang berada disana. "Min, jangan seperti ini." Pintanya sambil menaruh kedua tangannya di bahu Sungmin.
"biarkan aku sendiri," Ucapnya lirih.
"Min, kumohon jangan—
"aku bilang tinggalkan aku sendiri!" Pekik Sungmin sambil berdiri dan menatap Kyuhyun.
Kyuhyun terperangah setelah melihat wajah Sungmin yang sudah basah dengan airmata. Dia segera merengkuh tubuh Sungmin dengan erat walaupun awalnya yeoja itu sempat berontak.
"jangan memikirkan masalah ini sendiri Min, ada aku dan yang lainnya. Menangislah." Tangis Sungmin meledak saat itu juga, dia menangis tersedu-sedu di dada Kyuhyun dan membalas pelukan tersebut.
Sedangkan Kyuhyun hanya mengelus-ngelus punggung belakang Sungmin agar yeoja itu merasa tenang.
"aku bingung Kyu, hiks aku bingung dengan diriku hiks sendiri." Ucapnya disela isakan tangisnya. "bagaimana bisa keluarga Kim yang sudah kuanggap sebagai kedua orangtuaku dan yang merawatku sedari kecil ternyata bukan orangtua kandungku? Dan sekarang? Setelah memisahkan aku dengan keluarga Kim dan tinggal disini kalian bilang juga aku bukan cucu keluarga Lee? Jadi dimana sebenarnya kedua orangtuaku! Aku bingung Kyu, aku bingung!" Ucapnya sambil terisak kembali.
"ssh… Jangan fikirkan hal ini. Aku dan yang lainnya akan membantumu." Ucapnya.
Sungmin mendongak dan langsung bertatapan dengan wajah Kyuhyun. "makasih Kyu," Bisiknya.
Kyuhyun mengecup dahi, kedua mata, hidung,dan terakhir di bibir Sungmin secara berurutan. "aku akan selalu ada untukmu, mengerti?" Sungmin menganggukan kepalanya.
"yasudah, sekarang kau makan. Kau sudah tidak makan sejak kemarin malam kan?" Tanyanya.
Sungmin mengangguk dan mengikuti langkah Kyuhyun yang menuntunnya ke meja makan yang berada didalam kamarnya.
Kyuhyun mengambil alih peralatan makan Sungmin dan mengambil beberapa potong daging dan nasi lalu mengarahkannya kearah Sungmin. "ayo buka mulutmu, PrincessMin." Godanya.
Sungmin tersenyum kecil mendengar godaan Kyuhyun. Dia membuka mulutnya dan menerima suapan dari namjachingu-nya itu.
"enak." Gumam Sungmin.
Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang sudah kembali tersenyum. Bahkan dia merindukan sosok Sungmin yang begitu cerewet dahulu. "yasudah, ayo habiskan makanan ini. Aku akan menyuapi Princess untuk hari ini." Ucapnya.
Kyuhyun terus menyuapi Sungmin dan Sungmin pun menerimanya hingga makanan tersebut habis.
.
.
Sore ini mereka dikumpulkan diruang tamu besar yang berada dilantai bawah mansion Lee itu. Sungmin duduk diantara Siwon dan Kyuhyun. Sedangkan Donghae dan Hankyung duduk disamping sofa yang diduduki Kyuminwon.
"Nona Lee sudah tiba." Suara tersebut berasal dari kepala pengawal yang berdiri di depan pintu.
Mr. Shin segera berjalan ke pintu utama dan bersiap menyambut kedatangan Nona Lee 'yang asli'. Mata Sungmin meredup dan memilih menundukan kepalanya setelah mendengar ucapan yang dilontarkan kepala pengawal tersebut.
Kyuhyun yang melihat reaksi Sungmin segera menangkup tangan besarnya diatas tangan Sungmin. Berusaha memberikan semangat kepada yeojachingu -nya itu.
Yeoja yang di klaim sebagai nona Lee yang 'asli' itu keluar dari dalam mobil Limousin yang sudah disiapkan oleh Kangin untuk menjemputnya.
"selamat datang Nona Lee," Ucap Mr. Shin.
Yeoja itu tersenyum dan mengikuti langkah Mr. Shin untuk masuk kedalam mansion mewah tersebut.
Para maid yang berjejer rapih di depan pintu masuk utama langsung membungkukan badannya sambil berkata. "Selamat datang Nona Lee," Ucap mereka bersama-sama.
Sungmin dan yang lainnya melihat ke suatu titik dimana yeoja itu berada. Dan alangkah terkejutnya Sungmin saat melihat rupa yeoja itu. Wajah yang sangat dikenalinya itu.
"Kibum?" Gumam Sungmin.
Mereka bertiga (kecuali Donghae yang memang sudah melihat yeoja itu sebelumnya) menoleh kearah Sungmin.
"Min, kau mengenalnya?" Tanya Siwon.
Sungmin menganggukan kepalanya. "dia murid baru yang masuk kelasku beberapa hari yang lalu." Jawabnya.
Yeoja itu tersenyum kearah Sungmin sekilas dan lama memandangi wajah dingin Kyuhyun yang sedang memperhatikannya.
"Nona, anda sudah ditunggu Emp diruangannya." Kibum menoleh kearah Mr. Shin yang berdiri tepat disampingnya. "sebelah sini Nona," Tambah Mr. Shin sambil mempersilahkan Kibum untuk lewat.
"baiklah," Ucap sambil mengikuti langkah Mr. Shin yang berjalan terlebih dahulu keruangan kerja Kangin.
Donghae menoleh kearah Sungmin. "Min, dia itu teman barumu kan? Yang aku temui tempo hari?" Sungmin menganggukan kepalanya atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Donghae.
"apa yang mereka bicarakan hingga selama ini?" Tanya Donghae memecah kesunyian diantara mereka. Tak terasa satu jam berlalu dan Kibum tidak kunjung keluar dari ruang kerja Kangin.
Mereka semua yang berada diruang keluarga mendengar langkah kaki yang berjalan kearah mereka. Dan benar saja, itu Kibum dan Mr. Shin yang mengikutinya dari belakang.
"Nona, perkenalkan mereka adalah Tuan Muda Cho dan Choi lalu yang yeoja itu—
"Sungmin. Lee—ah maksudku bukan lagi Lee Sungmin bukan?" Potongnya.
Sungmin hanya diam, tidak membalas perkataan Kibum. Memang semua itu benar bukan?
Kibum tersenyum dan menjulurkan tangannya kedepan, namun dia kembali menarik kembali tangannya saat semua orang yang duduk disana tidak ada satupun yang berniat membalas perkenalannya.
"aku Lee Kibum, cucu dari Lee Youngwoon. Kau, Cho Kyuhyun?" Tanyanya sambil menunjuk kearah Kyuhyun. "dan si bungsu dari keluarga Cho, Donghae benar?" Donghae menganggukan kepalanya atas jawaban untuk pertanyaan Kibum barusan.
"kau Choi Hankyung," Ucapnya sambil menunjuk Hankyung. "dan kau Choi Siwon." Tebaknya benar.
Siwon tersenyum dan memperlihatkan dimple smilenya yang membuat Kibum sedikit terpesona dibuatnya.
Kyuhyun mengangkat lengan kirinya yang terlingkari dengan jam tangan mahal. "kurasa cukup acara basa-basinya. Kami ada pekerjaan lain yang penting untuk dikerjakan daripada duduk disini." Ucap nya sambil berdiri dan menarik lengan kanan Sungmin.
Donghae dan Hankyung juga ikutan berdiri dan mengikuti langkah Kyumin dibelakangnya. Tinggalah Siwon dan Kibum serta Mr. Shin yang berada diruangan itu.
"maafkan sikapnya, dia memang seperti itu. Nanti juga kau terbiasa Kibummie." Ucap Siwon sambil tersenyum kearah Kibum dan ikut membalikan badannya lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Siwon tak menyadari bahwa ucapan terakhirnya tersebut membuat Nona Lee yang baru itu bersemu merah.
"Nona, mari saya antarkan anda ke kamar anda untuk sementara." Ucap Mr. Shin sambil mempersilakan Kibum.
Kibum mengangguk dan mengikuti langkah Mr. Shin dari belakang.
0o0o0o0o0o0o0o0o0o0
Kyuhyun keluar dari kamarnya dan berjalan kearah pintu dihadapannya. Kamar Sungmin. Dia mengetuknya beberapa kali dan berhenti setelah mendengar derap langkah yang berasal dari dalam kamar tersebut.
Cklek…
"Kyu?" Gumam Sungmin bingung.
Kyuhyun tersenyum dan mendekatkan badannya kearah Sungmin lalu mencium dahi yeoja itu sekilas. "pagi,"
"pagi." Jawabnya sambil menundukan wajahnya yang terasa memanas.
Kyuhyun menarik lengan Sungmin setelah menutup pintu kamar yeojachingu -nya itu. Dia berjalan didepan Sungmin sambil tetap bergandengan tangan.
"Kyu, kau mau membawaku kemana?" Tanya Sungmin.
Kyuhyun berhenti dan menoleh kebelakang. "tentu saja keruang makan, memangnya kemana lagi?"
Sungmin menarik lengannya yang berada didalam genggaman Kyuhyun. "tidak usah Kyu, aku nanti akan sarapan disekolah saja." Ucapnya.
"kenapa?"
Sungmin menundukan kepalanya. "aku, bukan lagi bagian dari keluarga ini Kyu. Jadi, mana pantas aku sarapan bersama kalian disana." Suaranya semakin pelan diakhir kalimatnya.
Kyuhyun menghela nafas perlahan. Dia menaruh lengan kirinya dibahu Sungmin dan mengangkat wajah cantik itu untuk melihatnya. "bagaimanapun itu, kau adalah bagian dari kami. Jadi, jangan berbicara seperti itu lagi, arra?"
"tapi Kyu—
CHU~
Ucapan Sungmin terhenti saat Kyuhyun mendaratkan bibirnya diatas bibir plump Sungmin. Dia memejamkan matanya saat Kyuhyun mulai menggerakan bibirnya dengan lembut.
Dari lorong sebelah kanan, Donghae dan Hankyung bersama Siwon baru saja keluar dari kamar mereka. Baru beberapa langkah saja mereka berjalan, mereka disuguhkan dengan pandangan 'telenovela' yang ada dihadapan mereka.
Sungmin dan Kyuhyun yang sedang berciuman.
Hankyung hanya berdecak sebal dan mengalihkan pandangannya kearah lain. Beda dengan si bungsu Cho yang otaknya terkadang jahil itu. Donghae mengeluarkan iPhone kesayangannya dan mulai mengabadikan moment langka tersebut.
Sedangkan Siwon hanya menggelengkan kepalanya. "EHEM." Sengaja dia berdehem dengan keras hingga membuat Kyumin melepaskan tautan bibir mereka dan mundur sedikit menjauh.
Kyuhyun menggaruk tengkuk belakangnya yang tidak gatal, sedangkan Sungmin hanya menundukan wajahnya untuk menyembunyikan mukanya yang sudah memerah karena malu.
"hei, cari tempat yang lebih baik jika ingin berciuman. Akan sangat bahaya jika dilihat oleh pelayan ataupun penjaga, terlebih Emp atau Mr. Shin." Ucap Siwon saat berdiri dihadapan Kyumin.
"posisi kalian sangat pas, foto yang ada diponselku pasti berharga jual tinggi." Ucap Donghae santai.
Wajah malu Kyuhyun langsung terganti dengan wajah tajam dan penuh aura neraka. "Ya! Kau mefotoku dan Sungmin hah?" Teriaknya dan berusaha menghampiri Donghae tapi gagal karena Siwon menahannya.
"ah hyung, pisss." Ucap Donghae sambil berlindung dibelakang tubuh Hankyung dan mengarahkan jari tengah dan telunjuknya kearah Kyuhyun.
"Tuan Muda dan Sungmin. Kalian semua ditunggu Emp dan Nona Kibum diruang makan." Ucap Mr. Shin dan langsung berlalu.
"Ya! Ikan! Cepat hapus foto itu atau aku akan menggoreng semua ikan nemo peliharaanmu." Ancam Kyuhyun.
"aish, kalian semua kekanak-kanakan sekali." Gerutu Hankyung sambil berjalan terlebih dahulu meninggalkan Kyumin dan Wonhae menuju ruang makan.
"dasar Mr.aneh." Gumam Wonhae hampir berbarengan.
.
.
Suasana ruangan makan itu cukup sunyi, hanya suara yang berasal dari biola yang dimainkan oleh beberapa yeoja dan suara alat makan yang bertubrukan dengan piring.
Kangin memposisikan garpu dan sendoknya dalam keadaan terbalik. Menandakan dia sudah selesai dengan sarapannya itu. "apa kau menyukai semua ini cucuku?" Tanyanya.
Kibum yang berada di ujung meja berniat membuka suaranya tapi, seseorang telah mendahuluinya.
"ya, aku—
Sungmin menghentikan ucapannya barusan. Dia menundukan wajahnya karena merasa semua orang memperhatikannya. Dia tau betul, ini salah. Ucapannya tadi adalah spontanitas yang dikeluarkannya.
"Mian," Ucapnya lagi.
"aku sangat suka makanan ini. Semuanya sangaaat enak." Ucap Kibum memecahkan kesunyian disana.
Kangin mengangguk dan tersenyum. "hari ini kau berangkat ke kampus bersama Kyuhyun." Ucapnya.
"mwo?" Kyuhyun mengarahkan pandangan kearah Kangin seolah bertanya kenapa-harus-denganku.
"wae? Kau adalah pewarisku dan Kibum adalah cucuku. Tidak salah bukan kalian saling mengenal sebelum nantinya aku akan menikahkan kalian?" Ucapan Kangin membuat Sungmin mendongak kearahnya.
"tapi, bagaimana dengan Sungmin?" Tanya Kyuhyun.
Kangin menyeringai tipis saat mendengar pertanyaan Kyuhyun. "dia bisa naik bus atau taksi." Jawabnya enteng.
"Sungmin bisa pergi bersama denganku." Usul Siwon.
Kangin memandang Kyuhyun lalu tersenyum tipis. "nah, dia bisa bersama Siwon dank au tetap bersama dengan Kibum. Cepat kalian berangkat, aku tidak ingin kalian terlambat hari ini." Perintahnya.
Mereka semua bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruang makan itu dengan beriringan.
.
.
Sungmin bisa merasakan saat pertama kali dia menginjakan kakinya di kampus ini semua orang melihat kearahnya. Bahkan dia juga mendengar bisik-bisik dari sebagian siswa/i yang membicarakan tentang dirinya.
Sesampainya didalam kelas. Sungmin terdiam sebentar saat melihat meja dan bangku biasa tempatnya duduk kini sudah diduduki oleh Kibum. Dia tersenyum menyemangati dirinya sendiri dan berjalan kearah bangku kosong yang berada dibagian belakang barisan tersebut.
Kali ini dia begitu serius mendengarkan pelajaran yang diberikan oleh Mr. Andrew—guru mata pelajaran bahasa inggis. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Kangin untuk tetap bersekolah ditempat bertaraf internasional seperti ini.
Setelah beberapa jam berkutat dengan mata pelajaran yang melelahkan, akhirnya bel istirahat berbunyi dan membuat semua orang yang berada diruangan tersebut keluar dari dalam kelas hanya untuk mencari makan di cafetaria kampus.
Sungmin memilih merebahkan kepalanya diatas meja untuk membuatnya tertidur guna untuk menghilangkan rasa lapar yang dirasanya kini.
"ehem." Sungmin mengangkat kepalanya dan menyerengitkan dahinya saat melihat Hankyung yang berjalan kearahnya.
"ada apa Hankyung-ah?" Tanyanya.
Hankyung tetap dengan tanpa ekspresinya meletakan sekotak bento dan sebotol air mineral diatas meja Sungmin. "ini makanlah, tadi aku kelebihan membelinya aku jadi teringat padamu yang pasti sekarang kelaparan." Ucapnya.
Sungmin tersenyum melihat wajah Hankyung. Dia yakin, dibalik wajah dinginnya, ternyata Hankyung baik juga. "gomawo," Ucap Sungmin.
Hankyung tidak menjawab ucapan Sungmin dan berjalan keluar dari kelas tersebut.
"Sungmin." Panggilan tersebut membuat Sungmin yang hendak membuka tutup bento tersebut berhenti, didepan pintu sana ada Donghae yang berjalan kearahnya sambil membawa dua kantong plastic putih yang berukuran lumayan besar.
"kau sudah mendapatkan makan siang?" Tanya Donghae.
Sungmin menganggukan kepalanya. "ya, tadi Hankyung yang membawakannya." Jawabnya
"perhatian juga anak itu," Gumamnya. "ini untukmu," Tambahnya sambil menaruh kedua plastic tersebut diatas meja Sungmin.
"apa ini?"
Donghae mengeluarkan semua yang ada didalam plastic tersebut. ternyata ada sekotak bento, air mineral dan segala macam cemilan ringan. "ini makanlah, aku tau kau lapar. Ya sudah ya, aku ada urusan setelah ini. Bye-bye." Ucapnya sambil berlari keluar.
Sungmin tersenyum penuh rasa terima kasih kearah Donghae.
Kyuhyun baru saja akan masuk kedalam kelas Sungmin, tetapi baru saja dia akan melangkah dia melihat Sungmin yang sedang menyantap makannya dengan lahap. Dia tersenyum dan melirik kotak makan yang berada ditangannya. Sepertinya kali ini dia harus memakannya sendiri.
.
.
Donghae menjalankan mobil Lotus Elise S Hitam-nya kesebuah perumahan sederhana yang berada ditengah kota. Mobilnya berhenti didepan sebuah rumah sederhana berwarna putih gading tersebut.
Setelah bel pulang berbunyi, dia segera melesat ke tempat dimana wanita pujaannya itu tinggal. Ya, dia sekarang sudah berada didepan rumah Eunhyuk.
Donghae turun dari mobilnya, senyum merekah dibibirnya saat melihat Eunhyuk yang sedang duduk bermain dengan seekor anjing mungil yang berada dipangkuannya.
"Hyukie," Eunhyuk mendongak dan menoleh kesumber suara.
"Donghae?" Gumamnya.
Donghae berjalan kearahnya dan duduk tepat disamping kursi yang diduduki Eunhyuk. "hai, bagaimana kakimu?" Tanyanya.
Eunhyuk tersenyum kearah Donghae. "sudah baikan," Jawabnya. "mengapa kau ada disini?" Tanyanya.
Donghae tersenyum sembari mengelus kepala anjing berwarna coklat tersebut. "aku ini kan temanmu, apa salahnya teman berkunjung kerumah temannya?" Eunhyuk menganggukan kepalanya.
"hei, aku baru sadar kalau Choco tidak berontak saat orang lain mengelus kepalanya." Ucap Eunhyuk.
Donghae mendongak dan memandang Eunhyuk penuh tanda tanya. "maksudmu?"
Eunhyuk mengangkat anjing tersebut lebih tinggi. "dia namanya Choco, biasanya dia akan berontak kalau bukan aku yang mengelus kepalanya. Tapi, kenapa saat kau mengelus kepalanya dia diam saja?" Decaknya aneh.
Donghae tersenyum dan mengambil Choco dari Eunhyuk dan mengangkat anjing itu tepat berada didepan wajahnya. "hai Choco, aku Donghae. namja paling tampan se Korea." Eunhyuk menggeleng mendengar ucapan narsis Donghae.
Choco menjilati pipi Donghae yang membuat Eunhyuk terkekeh pelan. "sepertinya Choco menerima kehadiranmu didekatnya." Ucapnya. Seakan terlupakan sesuatu, Eunhyuk menepuk dahinya pelan. "astaga aku lupa. Hae, kau mau minum sesuatu?" Tanyanya.
"boleh, yang dingin sepertinya lebih enak." Jawabnya.
Eunhyuk mengangguk dan berdiri walaupun sedikit meringis saat kakinya tidak sengaja tertekan terlalu kuat.
"sepertinya kau menyukaiku ya? Baiklah, sepertinya kau memang setuju jika aku bersama dengan Eunhyuk dan menjadi majikan barumu." Ucap Donghae pada Choco setelah Eunhyuk masuk kedalam rumahnya.
Choco mengonggong kecil.
Donghae tersenyum mendengarnya. "kuanggap itu sebagai jawaban ya." Ucapnya.
.To Be Continue.
.
.
.
Gimana sama Chapter ini? membosankan? Atau gimana? Butuh kritik dan saran readers sekalian.
Maaf karena aku gak bisa balesin review kalian satu persatu, karena akunya udah ngantuk beraaat… tapi itu gak ngurangin rasa sayang aku sama kalian semua *readers muntah*. Makasih yang udah sempetin waktunya untuk baca dan review~
Sampai ketemu di Chapter depan ! *lambai tangan*
Big Thanks To : Cho Kwangrin | riana dewi | Syubidubidu | Matsuka99 | AIDASUNGJIN | Mrs Yeo | cho ndithkeyta | Muti | SparkSomnia | Cho jeonghwa | nahanakyu | SooHyun1997 | shippochan | hyukfa | QMingKyutes137 | choi young gun | kikihanni | Keys47 | Cho Kyuri Mappanyukki | Ryeee15 | Dminniekyunnie | purpleita | hwonwon | 2K RiBbon | Liaa kyuminelf | love haehyuk | Ping97EvilKyuFishyHae | farchanie01 | Han Sung Young | mila – sungminwon | choi wonsa | LEETEUKSEMOX | AranciaChru | Hyo Bin KyuminShipperShawol | Juliana elf kyumin | Fensy putri | LALARVAA | Cho Sun Kyu | Lee SunMi | Guest | Guest | Guest | NandhaKyuMinHaeHyuk | Isnaeni love sungmin | lilikyu | swetty puppy |
Read and Review, Again?
.Tania Lee.
