Title : Vampire
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : M.
Pairing : KrisTao/TaoRis
Genre : Romance and Mystery..maybe?
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : sebuah penelitian seorang peneliti telah berhasil membangunkan vampire yang telah lama tertidur. IT'S KRISTAO/TAORIS! YAOI!
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
.
.
.
Author's note : Annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai. Maafkan Rai karena telat update.
Ini dikarenakan Rai sibuk ngobatin mata Rai, dan Rai belom boleh lama2 main didepan kompu, jdi mohon pengertiannya :D *bow
Oh iya, tanpa terasa fanfic ini udh chap 9, terima kasih sekali sdh mau repot review. Sekali lagi, jeongmal khamsahamnida :D *cipok**dibunuh*
Oke, jgn banyak bacot, silahkan baca :D
Rai ucapan terima kasih sebesar-besarnya buat yang udah nge-review, buat yang udah baca.
Jeongmal khamsahamnida.
*Kissu atu2**dibakar
Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^
tolong tetap beri saya review anda *bow*
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
.
.
.
.
.
Kris terlihat gelisah. Pasalnya, ada sesuatu yang mengganjalnya.
Apa itu?
Semalam, Kai mendapatkan telepati oleh Luhan, sang Black Aragon. Dia mengatakan kalau sang pemburu Vampire datang kesini untuk mencari dirinya. Ada sedikit keuntungan untuk Kris, karena kata Luhan, pembasmi Vampire itu adalah keturunan terakhir Lord Min.
Kris sedikit mengalami dilema. Sang pemburu Vampire, tentu tahu apa kelemahannya, tapi Kris juga tahu kelemahan terakhir dari keturunan Lord Min.
Yaitu cinta. Keturunan Lord Min sama seperti dirinya. Membutuhkan cinta yang sejati. Karenanya, sekali mendapatkan cinta, dia akan melindunginya untuk dirinya sendiri dan tidak akan pernah dia bagi untuk siapapun.
Masalahnya adalah, menurut Luhan, keturunan Lord Min yang terakhir pasti sudah mengatasi kelemahannya, dan itu semakin membuat sang Vampire pusing.
"Hey, jangan terlalu dipikirkan. Bukankah, kau Vampire tertinggi? Harusnya kau senang karena musuh yang kau cari selama ini mendekatimu. Aku akan membantumu." Ungkap Chanyeol. Chanyeol baru saja datang dan duduk disofa dekat Kris. Kris menatap ke atas dan menarik napas dalam.
"Menurutku kau harus tenang, aku juga akan membantumu. Bukankah, Lord Min tidak tahu kelemahan Death Ceronia sepertiku?" tanya Kai yang juga menghampiri keduanya. Kris berpikir kembali.
"Aku akan melakukan ritual keturunanku. Hanya itu yang sanggup aku lakukan." Ungkap Kris. Chanyeol melotot.
"Kau gila? Kau berusaha melucu? Kau tahu, kau bisa mati dan kembali tertidur untuk 10.000 tahun kedepan. Dan kau akan bangun lagi ketika dilakukan kembali ritual pembangunan. Kalau aku jadi kau, aku akan hadapi dengan bantuan teman." Ungkap Chanyeol. Kris mendesah berat.
"Kekuatan Lord Min sudah sangat besar, kau tahu? Sialnya aku tidak melatih sihir hitamku untuk melawannya. Dia datang terlalu cepat." Ucap Kris yang mengusap wajahnya. Kai mengusap tengkuknya.
"Aku tahu aku bukan Vampire seperti kalian, tapi..bukankah seharusnya sebagai Vampire dengan indra tajam, harusnya kalian bisa merasakan kehadiran Lord Min? aku merasa, kekuatan sihir hitam kalian ada sedikit gangguan setelah meminum darah 'target' kalian kemarin malam itu. kalau tidak salah, mereka teman Kyungsoo-hyung, bukan?" tanya Kai. Kris terkesiap dan Chanyeol terkesiap kembali.
Kris dan Chanyeol berpikir untuk lebih menajamkan pemikiran mereka.
Ada benarnya. Memang benar, jiwa mereka terasa hidup, dan begitu nyaman setelah menikmati darah keduanya, tetapi, gejolak sihir hitam milik mereka asing dengan kemurnian darah keduanya. Mungkin, sihir hitam itu baru pertama kali merasakan kemurnian hati milik manusia seperti Tao dan Baekkie.
"Kau benar, Baekkie begitu murni. Sehingga sihir hitamku yang terbiasa menerima darah dari orang berhati busuk sedikit kaget. Sihir hitamku memang menginginkan darah Baekkie, tapi dia kaget dengan kemurnian yang benar-benar murni ini." Ucap Chanyeol. Kris mengangguk setuju. Dirinya sama seperti Kris.
Kris berdiri.
"Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan mencari jalan sendiri untuk membuat sihir hitamku kuat. aku akan mengikuti saran Chanyeol. Ritual itu memang agak berbahaya. Tapi ada ritual lain dan aku akan lakukan malam ini juga." Ucap Kris.
Kris berjalan mengambil mantel hitam miliknya dan bersiap pergi.
Matanya memejam, dan kembali terbuka. Iris mata semerah darah menyeringai dimata Kris.
"Bersiaplah, Seoul." Bisik Kris. Chanyeol menyeringai tahu akan rencana Kris.
"Dan aku akan melakukan ritual yang sama sepertimu, Kris." Bisik Chanyeol yang matanya sudah berwarna merah darah. Seringai terlukis diwajah tampan miliknya. Berbeda dengan keduanya, mata Kai yang awalnya berwarna hitam kini berubah menjadi warna Violet terang. Aura mengerikan terasa sekali dimatanya.
"Kalian ingin bermain-main dikota sepertinya, aku tidak bisa tinggal diam." Ucap Kai yang sepertinya juga akan ikut meramaikan acara kedua Vampire ini.
.
.
.
.
Kris terlihat sedang duduk disebuah bar sendirian. Matanya menatap seklilingnya.
Aroma rokok, minuman keras, dentuman music yang memekakkan telinga dan mengundang tarian membuat suasana begitu ramai dan ribut.
Kaum hawa semakin ribut dengan kehadiran Kris disana. Tatapan lapar para yeoja yang menatap Kris tak pernah terlepas.
Kris duduk disalah satu meja bundar berbentuk U sendirian dan menatap yeoja-yeoja dilantai dansa yang menari-nari liar dengan busana minim dan keringat. Tempat ini tidak terlalu panas, namun aktifitas penuh semangat di lantai dansa terasa panas.
Kris bisa melihat, ada banyak sekali orang berhati busuk disini. beberapa ada yang memiliki hati yang masih baik, hanya saja, dia dihasut oleh teman mereka. Ada juga yang sedang menghilangkan penat akibat putus cinta, urusan keluarga, dan pekerjaan yang mereka kerjakan tiap hari.
Miris sekali, temanmu menghasutmu kelembah hitam seperti ini. Bukannya bermaksud baik, tetapi harusnya temanmu menuntunmu dan menemanimu ke jalan yang benar, bukan disini. itulah teman menurut Kris.
Seorang yeoja datang mendekati Kris dengan seringaian dibibirnya.
Dengan tubuh langsing, tinggi semampai, berambut coklat gelap dan panjang serta lurus, berkulit putih bersih dan cukup cantik. Pakaian minim yang dipakainya memperlihatkan potongan dadanya yang sintal.
"Hey tampan, sendirian?" tanya wanita itu. Dengan penuh percaya diri, dia duduk dan mendekati Kris. Yeoja itu terpesona menatap Kris. "Softlense yang cocok untuk wajah tampanmu." Ungkapnya. Kris menyeringai.
Yeoja ini memiliki hati yang cukup hitam. Cocok untuk ritualnya. Kkk~
"Mau temani aku malam ini?" tanya Kris dengan seringaian diwajahnya yang mempesona. Membuat yeoja itu menyeringai namun tak mengurangi kecantikannya.
"Tentu. Dimana kita akan bermain?" tanya wanita itu to the point. Kris berdiri.
"Ikutlah, kau akan tahu."
.
.
.
Chanyeol terlihat juga sedang membawa mobil dengan didalamnya seorang yeoja yang terlihat mabuk akibat meminum soju berlebihan.
Chanyeol juga akan membantu Kris. Mereka akan melakukan ritual yang hanya dilakukan oleh Vampire yang terdesak.
Meminta bantuan dengan Ratu Neraka.
Kalian hanya harus meminum darah manusia dengan hati yang hitam. Kalian hanya diberi satu hari itu saja untuk menemukan, dan meminum darahnya. Saat manusia terakhir yang diminum darahnya, ambil jantungnya dan berikan kepada ratu Neraka. Maka sang Ratu akan memberikan kekuatan yang berlipat-lipat ganda untuk Vampire.
Keduanya sampai pada sebuah gang gelap dan sepi sekali. Jauh dari pemukiman warga. Chanyeol memberhentikan mobilnya dan menatap yeoja yang sudah tertidur pula situ. Chanyeol memandang remeh.
"Dasar manusia hati busuk. Dikehidupanmu, kau menyia-nyiakan mahkotamu hanya karena pacarmu, kau mencuri, kau menghina, kau menjatuhkan orang berhati baik dengan obat busuk, kau bahkan telah membunuh temanmu untuk kesenanganmu, dan berbagai kebusukkan lainnya. Kau akan bertemu dengan sang ratu," ungkap Chanyeol.
Chanyeol menarik tubuh yeoja itu dan menjilat lehernya sedikit, dan..
CRASH…!
Kedua taring Chanyeol masuk begitu dalam kedalam leher itu. sang perempuan mati seketika.
Chanyeol tidak meminum sampai habis. Cukup setengah saja. Dia masih harus meminum darah yang lain, karenanya kalau terlalu kenyang, dia tidak bisa lagi meminum darah. Dan itu malah akan menggagalkan ritualnya, bukan?
Chanyeol menjilat kembali hasil gigitannya dan perlahan hasil gigitannya menghilang. Chanyeol menyeringai, kemudian membuang tubuh yeoja itu di gang mengerikan itu dan melajukan mobilnya pergi dari tempat itu untuk mencari mangsa kembali.
.
.
.
.
.
Kris terlihat sedang menyeringai. Tubuh yeoja dibar tadi sudah terbujur kaku menghadap sang kematian.
Kris menghisap setengah darah yeoja itu, dan juga memasukkan bibit kematian diluka hasil taringnya.
Setelah menghilangkan bekas luka, agar polisi kebingungan untuk penyebab kematian yeoja ini, Kris pergi dari ruangan yang ternyata adalah salah satu kamar di bar itu.
"Satu yeoja sudah berhasil, 9 yeoja lagi untuk sang ratu." Ungkap Kris yang menyiapkan kekuatan hitamnya untuk malam ini. Kejutan besar-besaran dan kematian para yeoja dengan jumlah banyak dalam satu malam akan menjadi kejutan bagus untuk Seoul. Dan melompati gedung-gedung di malam itu. untuk kembali melancarkan aksinya.
Sebelum Kris pergi, Kris mengeluarkan bubuk neraka yang dimintanya sedikit dari Kai. Kris membisikkan kata agar semua orang yang melihatnya disini akan lupa dengan wajahnya malam ini, dan itu akan mempermudah dirinya melakukan tugas yang lainnya.
.
.
.
.
Tao terlihat sedang menonton Sehun yang sedang pemotretan. Karena Tao sendirian dirumah, meskupun ada orangtuanya, dia lebih baik menemani Sehun bekerja hingga larut daripada mendengarkan pertanyaan ibunya yang mencekokinya berbagai pernytanyaan tentang Kris.
Tao suka merona bila mendengar pertanyaan ibunya tentang Kris.
"Oke! Sehun, istirahat dulu. Setelah ini, kita akan melakukan pemotretan untuk majalah fashion. Luhan, ayo cepat." Ucap sang fotografer. Luhan yang ada disana langsung mengangguk.
"Ne~!" ucap Luhan semangat.
"Mohon kerja samanya. Aku janji sebelum jam malam kota, kalian sudah selesai." Ungkap sang fotografer. Luhan mengangguk semangat.
Sehun menghempaskan dirinya disofa single yang sudah disiapkan. Sang stylist langsung menata rambut Sehun untuk pemotretan yang lainnya.
"Hey hyung, kenapa merona? Kau sakit atau terpesona denganku?" tanya Sehun berusaha melucu. Tao mempoutkan bibirnya imut.
"Siapa yang terpesona denganmu. Aku hanya merasa kau keren saat difoto tadi." Ucap Tao mengelak. Membuat sang stylist sedikit menahan gemas melihat ekspresi lucu milik Tao.
"Hahaha, kau baru sadar kalau aku memang keren. Kenapa tidak jadi model juga, hyung?" tanya Sehun yang sekarang sedang dipoles dengan sedikit make up. Wajah Sehun sudah sempurna tanpa make up. Tao mempoutkan bibirnya.
"Aku tidak sekeren kau, dan tidak seimut Luhan-ge. Jadi…tidak pantas." Ungkap Tao. Sang Stylist tersenyum.
"Siapa bilang? Kau sungguh imut. Kau juga terlihat manly kalau didandani. Hanya saja, kau terlalu pemalu. Kau juga pemalu kalau berhadapan dengan kamera, padahal itu sungguh disayangkan, loh" Ungkap sang stylist. Sehun tersenyum sedang Tao merona sambil mengangguk.
"Khamsahamnida…" bisik Tao malu-malu membuat sang stylist harus kembali menahan gemas melihat tingkah imut Tao yang dinilainya kekanakkan, namun cocok dengan imagenya.
"Lihat, kau bahkan sudah dipuji dengan stylis disini. daripada kau menganggur sambil menunggu hasil pendaftaranmu si Universitas, kau bisa bekerja, bukan? Mungkin saja kau akan terkenal." Ucap Sehun. Tao semakin merona.
Setelah selesai, Sehun harus ke kamar ganti untuk berganti pakaian.
.
.
.
.
.
Baekhyun terlihat sedang berjalan dari mini market. Matanya menatap sekeliling kota di saat sekarang. Sekarang baru jam 8 malam. Semua orang terlihat berlalu lalang. Udara tidak terlalu dingin.
Baekhyun baru saja membeli persediaan cemilan dan juga obat anemia. Dia memang kaget karena kata dokter dia terkena anemia, bukan dirinya yang juga bingung, dokterpun dibuat bingung dengan anemia ringan miliknya.
Matanya menelusuri jalanan dan matanya menangkap seseorang yang familiar baginya.
Matanya memanas, hatinya sesak. Dia cemburu.
Disebrang jalan, dia menatap Chanyeol yang terlihat memasukkan seorang yeoja cantik kedalam mobilnya.
Chanyeol keluar dari bar malam yang cukup terkenal didaerah sana. Dan dia tadi menggandeng seorang yeoja cantik berambut hitam pendek dengan pakaian yang cukup sexy.
Baekhyun tidak suka.
"Hiks..kenapa aku menangis..hiks…Chanyeol bukan siapa-siapaku, tetapi kenapa aku menangis..aku..aku..hiks.." Baekhyun menangis, namun dia menatap jalan dan berjalan cepat menuju rumahnya segera untuk menumpahkan segala emosinya dirumah.
.
.
.
.
Chanyeol berjalan dengan penuh aura kekesalan. Yang menyelimuti dirinya Dia tadi merasakan ada aura Baekhyun, dan dia merasakan Baekhyun menangis.
Sungguh, Chanyeol merasa sangat panik, tapi dia harus melakukan ritualnya segera. Dia tahu, dia melukai perasaan Baekhyun.
Chanyeol sadar, dia menyukai sosok namja manis itu, namun dia sedikit ragu. Dan keraguannya terhapus karena kesadarannya ketika setitik airmata penuh kecemburuan yang dia rasakan tadi.
Dasar yeoja sialan, kalau saja bukan karena dia membutuhkan darahnya yang ke 6, dia akan berlari mendekati Baekhyun, memeluknya, membisikkan kata-kata penenang dan menciumnya dengan lembut.
Wanita ke-6 itu sudah terbujur kaku. Mayatnya berada didekat daerah pemakaman, biarlah disana. Dia tidak perduli.
Dia harus cepat selesaikan ritual ini, lalu esok dia akan mencari Baekhyun dan meminta maaf.
.
.
.
.
Tao terlihat sedang berjalan-jalan menuju mini market kecil dekat tempat kerja Sehun. Dia ingin membeli minuman untuk Sehun. Jam sudah menunjukkan angka jam 20:56 PM. 2 jam lagi jam malam Korea.
Saat itu, matanya menangkap sesosok tubuh namja yang mirip dengan sosok yang dia kenal, dan diam-diam dia sukai. Kris.
Tao merasakan dadanya sesak sekali, dia melihat Kris membawa seorang yeoja cantik memasuki gang sempit dan mengerikan didekat mini market yang sudah terlihat sepi itu.
Tapi, dia ingin tahu, akhirnya dengan tekad bulat, dia mendekati gang sempit itu dan gelap itu.
Disana, dia menatap Kris yang sedang melakukan hal yang dia tidak tahu, namun dia menempelkan bibirnya dileher wanita itu, sementara wanita itu terlihat pingsan.
"K..Kris-ge.." panggilnya.
Tubuh namja tinggi itu diam, dan melepaskan yeoja yang langsung ambruk ketanah. Tubuhnya perlahan berbalik.
Mata semerah darah itu menatap Tao.
"Tao..?"
.
.
.
TBC
.
.
XD
Oke, no bacotlah.
Just review!
No flame, no bash, no PLAGIAT and no SIDERS!
