Title: SS501 Story HyunMin Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 8 / ?

Rated: T.

Cast: Kim Hyun Joong & Park Jung Min

Genre: Romance, Drama.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.

Summary: Hyun Joong stress berat akibat Jung Min yang terus-terusan mengejar-ngejar dirinya. Sampai-sampai ia harus menikahi namja manis satu itu karena sebuah kejadian fatal yang telah mereka berdua perbuat. HyunMin SS501 Couple, Yaoi, BL, rated M.

Hyun Joong Pov…

Selama perjalanan menuju apartementku, aku tak henti-hentinya menatap wajah Jung Min yang ada di dalam dekapanku. Kalau di lihat-lihat ternyata Jung Min manis juga ya, apa lagi kalau dia sedang tersenyum pasti dia akan semakin manis saja. Semoga saja setelah semua ini ia akan kembali terus tersenyum padaku seperti biasanya bukan seperti beberapa hari ini, dia jarang sekali tersenyum. Dia hanya menampakkan kesedihannya saja dan itu semua karena kesalahanku. Aku sadar betul dengan semua kesahalahku selama ini, dan aku berharap aku masih punya kesempatan untuk merubah semua itu. Aku berharap Jung Min mau memaafkanku dan mau memulai dari awal lagi.

'Jung Min, maafkan aku. Aku berjanji setelah semua ini, aku akan selalu membuatmu kembali tersenyum dan menjagamu serta anak kita bersama-sama. Yah, walau pun saat ini aku belum bisa mencintaimu seperti kamu yang sudah sangat aku yakin cepat atau lambat aku pasti bisa kamu harus berusaha untuk membuat aku jatuh cinta dan tergila-gila padamu, Oke' kataku dalam hati sambil membelai rambut Jung Min dan semakin merapatkan tubuh Jung Min padaku.

"Aish… Aku lupa dengan nasib mobil Kyu yang ku tinggalkan begitu saja tadi" kataku sambil menepuk dahiku sendiri pelan. "Aku harus segera memberi tahukan nasib mobil Kyu pada pemiliknya nih sebelum aku di cincang habis sama Kyu" aku pun segera merogoh saku-saku baju serta celanaku mencari dimana keberadaan Handphone milikku. Tapi ternyata aku tak mendapatkan apa yang sedang ku cari.

"Aish… Aku lupa, tadi kan aku buru-buru pergi ke rumah sakitnya. Jadi handphone-ku tertinggal diapartement deh. Aduh… bagaimana ini" kataku sambil sedikit berpikir. Aku pun akhirnya tersenyum saat melihat handphone milik Jung Min yang berada diantara barang-banrang yang suster tadi berikan.

"Jung Min, aku pinjam handphone-mu dulu ya" kataku sambil membelai lembut wajah Jung Min. Setelah itu aku langsung meraih handphone milik Jung Min tadi dan mulai menghubungi nomor ponsel Kyu. Setelah beberapa saat menunggu panggilan tersambungkan, akhirnya telphone –ku pun segera diangkat oleh Kyu.

"JUNG MIN KAMU SEKARANG DIMANA PABOYA. APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN PADA CALON KEPONAKAN KITA? CEPAT KEMBALI KEMARI, DAN HARUS LENGKAP DENGAN KEHIDUPAN DI DALAM PERUTMU ITU.!" suara teriakan dari tiga namja disebrang sana pun terdengar begitu nyaring dan hampir saja membutaku budeg dadakan. Aish… mereka bertiga ini selalu saja heboh. Siapa lagi mereka bertiga kalau bukan tiga dongsaengku yang tak lain adalah Young Saeng, Kyu Jong dan si maknae Hyung Jun.

"Hey… Hey… Hey… Suara kalian bertiga itu memekakan telinga tahu. Jangan teriak-teriak, kasihan tetangga sebelah pasti keributan mendengar suara-suara berisik kalian itu" kataku dengan nada kesal dibuat-buat. Diseberang sana tak ada yang menjawab, suasana tenang sekali. "Hey… Kenapa tiba-tiba diam? Sahut aku dong, masak aku disuruh ngomong sendiri nggak jelas gini sih" kataku lagi.

"HYUN JOONG HYUNG" teriak ketiga dongsaengku itu lagi. Ck, sudah dibilang juga jangan teriak-teriak. Eh… malah makin kenceng aja itu suara.

"Aish… Sudah aku bilang juga jangan teriak-teriak. Eh… malah itu suara kenapa makin kencenag sih?" tanyaku sambil berdecak pelan.

"Hehehe… Mian Hyung, itu tadi spontanitas" kata Young Saeng mewakili dua dongsaengku yang lain.

"Aish… Terserahlah apa itu namanya" kataku cuek.

"Hyung… Hyung… Jung Min hyung bagaimana?" Tanya dongsaeng paling kecilku, Hyung Jun.

"Ia hyung… bagaimana dengan Jung Min, si paboya itu dimana?" kali ini suara Kyu Jong.

"Ne, Hyung. Apa bayinya masih ada?" Tanya Young Saeng yang ikut-ikutan juga. Aku yakin mereka sedang merebutkan handphone Kyu saat ini karena mereka ingin berbicara padaku. Dan suara mereka yang sedang berebut itu bisa ku dengar dengan cukup jelas. Dasar anak-anak kecil, kataku dalam hati.

"Kalau bertanya satu persatu dong, jangan main seru aja. Bingung nih mau jawab yang mana" kataku sedikit pusing mendengar pertanyaan-pertanyaan dari ketiga dongsaengku ini. "Jung Min baik-baik saja kok. Bayinya juga masih ada dan bayi kami juga sangat sehat" kataku dengan nada sangat bahagia. Tentu saja aku bahagia, kan aku berhasil meneguhkan hatiku lalu membawa Jung Min dalam keadaan utuh tanpa kurang satu pun.

"Syukurlah…" terdengar suara kelegaan dari ketiga dongsaengku diseberang sana. Aku tersenyum mendengar nada kelegaan mereka itu. karena aku juga cukup lega, sebab ternyata aku belum terlambat sedikit pun dalam memutuskan dan melakukan semua tindakan ku barusan itu.

"Hyung, aku ingin bicara dengan si pabo Park Jung Min itu, berikan handphone-nya pada dia" kata Young Saeng padaku.

"Mianhae, kalian belum bisa bicara dengan Jung Min dahulu" kataku sambil tersenyum.

"Kok gitu sih, memangnya kenapa dengan Jung Min hyung? Jangan bilang dia takut kita marahin jadi berlindung pada hyung" terka Hyung Jun yang tentu saja sangat salah.

"Nggak, bukan begitu kok. Jung Min masih dalam keadaan tak sadarkan diri akibat obat bius, karena itu lah kalian belum bisa berbicara dengan Jung Min" kataku menjelaskan, aku bisa mendengar ketiga dongsaengku tadi mengatakan kata 'oh' secara bersamaan dengan nada yang dipanjangkan. "Berikan handphone ini pada kyu, aku ingin bicara sama dia" kataku.

"Ne, hyung ini aku. Waeyo?" Tanya Kyu Jong dengan nada sedikit heran.

"Kyu, mianhae. Mobilmu aku tinggal begitu saja ditempat kecelakaan beruntun yang pasti kamu tahu dimana bukan. Aku tak bisa membawa mobilmu sampai ke rumah sakit jadi ku tinggal begitu saja deh" kataku pada dongsaeng keduaku ini.

"Ne, hyung aku tahu dimana itu. Gwenchana, biar nanti aku menyuruh seseorang untuk mengambilnya saja. Ngomong-ngomong hyung pulang mengunakan apa?" Tanya Kyu padaku.

"Aku pakai taxi, dan sebentar lagi akan segera sampai di apartement. Tunggu saja, ne" kataku.

"Ne, hyung kami tunggu kedatanganmu dengan membawa si paboya itu. Awas saja nanti dia, akan ku beri ia sedikit pelajaran" kata Kyu sambil sedikit bercanda padaku.

"Jangan begitulah, dia sedang hamil anakku lho. Jadi aku nggak akan mengizinkan kalian bertiga untuk memarahinya atau pun melakukan sesuatu pada dirinya. Dia sedang hamil jadi nggak boleh merasa tertekan bukan" kataku sedikit meminta pengertian pada ketiga dongsaengku itu.

"Ia deh hyung. Asiknya Jung Min di perhatikan oleh hyung yah" kata Young Saeng.

"Jelaslah, kan dia sedang mengandung anakku" kataku.

"Cie… Hyung sudah mulai cinta ya pada Jung Min hyung" kata Hyung Jun mengodaku. Tanpa ku sengaja sebuah senyuman tersunging dibibirku.

"Aniya, untuk sekarang belum. Tapi ku harap cepat atau lambat aku akan segera mencintai Jung Min seperti dia yang mencintaiku" kataku pada ketiga dongsaengku tadi.

"Ne, hyung berusahalah untuk mencintai Jung Min. Kami selalu mendukungmu dan Jung Min kok. Cepat balas rasa cintanya itu hyung sebelum dia pergi jauh membawa anakmu bersamanya hanya karena dia nggak merasa dicintai oleh hyung" kata Young Saeng yang mendapat iyaan serta dari Kyu Jong dan Hyung Jun.

"Ne, gomawo. Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk mulai mecintai Jung Min. Sudah dulu ne, kita sambung dirumah saja. Tak lama lagi aku sampai apartement kok" kataku pada ketiga dongsaengku.

"Ne, hyung kami menunggumu. Annyeong…" seru ketiga dongsaengku tadi serta.

"Ne, annyeong" setelah itu aku segera mematikan sambungan telephone tadi. Aku meletakkan handphone Jung Min ditempat semula. Setelah itu aku kembali memandangi wajah damai Jung Min lagi. dan tak terasa akhirnya taxi yang ku tumpangi pun sampai di depan apartementku. Aku segera membayar biaya taxi, jangan Tanya dari mana aku membayar biaya taxinya. Tentu saja mengunakan uang Jung Min, kan aku nggak bawa banyak barang saat keluar dari apartement tadi. Toh kalian tahu betul bukan, kalau aku tadi buru-buru keluar dari apartementku sendiri.

Setelah membayar biaya taxi, aku segera keluar dari dalam taxi sambil mengendong tubuh Jung Min ala bride style. Ternyata Jung Min cukup berat juga yah, kataku dalam hati sambil melangkahkan kakiku masuk ke dalam apartementku sendiri. Cukup sulit juga membawa tubuh Jung Min bersama barang-barang miliknya yang lain.

Sesampainya di depan pintu apartement, dengan sedikit susah aku menekan bel sebanyak dua kali. Setelah itu tak lama pintu apartementku pun terbuka. Tampaklah sesosok dongsaengku yang tak lain adalah Hyung Jun. Setelah di bukakan pintu, aku segera masuk ke dalam apartementku sendiri. Hyung Jun juga membantuku membawakan barang-banrang Jung Min tadi.

"Jung Min masih belum sadarkan diri hyung?" Tanya Young Saeng yang mendapat anggukan pelan dariku. "Kalau begitu bawa dia ke kamar hyung saja. Biar dia bisa beristirahat dengan nyaman sampai pengaruh obat biusnya hilang" saran Young Saeng padaku.

"Ne, aku bawa Jung Min ke dalam dulu ya" kataku yang langsung melesat pergi menuju kamarku sendiri. Setelah berada didalam kamar, ku dekati tempat tidurku dan dengan perlahan ku baringkan tubuh terlelap Jung Min diatasnya. Dia masih tetap mengunakan pakaian rumah sakit atau lebih tepatnya pakaian operasai yang belum sempat diganti. Tak apa lah yang penting dia sudah disini dan tertidur lelap ditempat yang seharusnya.

Setelah menyelimuti tubuh Jung Min dan membelai wajahnya sebentar aku pun segera melangkahkan kakiku menuju pintu keluar. Aku tak mau menganggu tidurnya dengan keberadaanku di dalam ruangan itu. setelah diluar kamar aku bisa melihat tatapan penuh tanda Tanya yang diberikan ketiga dongsaengku yang tak lain adalah Young Saeng, Kyu Jong dan juga Hyung Jun tentunya.

"Waeyo, kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku kan bukan penjahat yang patut dicurigai" kataku pada ketiga dongsaengku yang berdiri beberapa langkah di depanku saat ini dengan tatapan tajam yang mereka arahkan lurus padaku. Aku sedikit bergidik ngeri melihat tatapan tajam mereka itu.

"Siapa bilang hyung itu bukan penjahat, hyung itu penjahat tahu" kata Young Saeng membuatku sedikit binggung, Hyung Jun dan Kyu Jong memnganggukan kepala mereka setuju dengan perkataan Young Saeng barusan.

"Aku penjahat? Memangnya kejahatan apa yang sudah aku perbuat" tanyaku dengan polosnya.

"MENGHAMILI ANAK ORANG LAIN HYUNG…" seru ketiga dongsaengku serta dan penuh semangat. kalau sudah dibilang begini aku tak bisa berkomentar apa-apa lagi deh. Toh apa yang mereka katakana itu memang benar adanya. Aku kan memang sudah merampas kesucian anak orang bahkan sampai membuat anak itu hamil. Dan lagi, aku baru saja akan membuat anak itu mengugurkan kandungannya karena dengan sangat teganya aku menolak untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah aku pebuat walau pun itu tanpa sadar tapi kan hasilnya benar-benar ada dan sangat nyata.

"Huft… Oke, kalian menang untuk yang satu itu. Tapi setidaknya aku sudah menyelamatkan dia dan bayinya bukan" kataku yang sedikit tak mau kalah dan juga dipojokan oleh ketiga dongsaengku ini.

"Ne, tapi itu juga atas dasar bujukan kami hyung. Kalau kami bertiga nggak datang kesini pasti anak hyung sudah tak ada sekarang ini" kata Kyu Jong yang ternyata tak mau kalah juga. Aish… aku paling malas bila harus beradu argumentasi seperti sekarang ini. Apa lagi itu dengan ketiga dongsaengku ini yang sangat terkenal dengan kengototannya. Bayangkan saja, tiga lawan satu. Dari jumlah saja sudah jelas bukan siapa yang akan menang dan siapa yang nantinya akan kalah telak.

"Ne, gomawo ya para dongsaengku yang sangat baik ini" kataku dengan nada yang sedikit ditekan antara ikhlas dan tak ikhlas mengatakan semua kata-kata barusan.

"Cheonmaneyo hyung…." Seru ketiga dongsaengku dengan nada yang sama dengan perkataanku barusan. Aku memandangi mereka dengan tatapan datar.

"Sudahlah hyung, kesini ikut aku. Banyak hal yang harus hyung jelaskan pada kami bertiga" kata Young Saeng yang langsung menarik tanganku tanpa permisi dan membawaku untuk duduk disalah satu sofo yang ada diruang tamu.

Setelah itu dimulailah sesi Tanya jawab diantara kami. Ketiga dongsaengku yang selalu ingin tahu ini tak henti-hentinya mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan mereka mulai dari yang mudah untuk ku jawab sampai yang sangat sulit untuk aku jawab. Dan pastinya semua pertanyaan-pertanyaan itu berhubungan dengan aku, Jung Min dan juga anak kita. Walau pun seberapa kesalnya aku karena terus ditanya ini dan itu, tapi tetap saja aku menjawab pertanyaan mereka itu walau pun dengan sangat susah.

Kami berempat mengobrol sampai sore hari dan sampai sore hari ini Jung Min pun belum sadar-sadarkan diri. Lama juga ternyata pengaruh obat biusnya itu. karena merasa sudah cukup lama berada di apartementku, Young Saeng, Hyung Jun dan Kyu Jong pun pamit lalu pergi meninggalkan apartementku.

Setelah mengantar mereka bertiga sampai pintu, aku kembali masuk ke dalam kamarku memastikan keadaan Jung Min. dia masih tetap tertidur lelap. Karena aku tak punya niat sedikit pun untuk menganggu tidur Jung Min itu, jadi ku putuskan untuk segera mandi. Aku mandi selama beberapa menit, dan setelah itu aku pun segeraberkutit di dalam dapur untuk membuatkan makanan ala kadarnya saja untukku dan Jung Min nanti setelah ia sadar. Pasti nanti ia akan merasa lapar bila sudah bangun bukan, jadilah aku berinisiatif seperti ini. aku memang tak terlalu mahir dalam memasak namun kalah hanya membuat makanan seadanya pasti aku bisalah. Dan semoga saja Jung Min tak akan menolak masakan buatanku ini.

^_^ TBC Again…. ^_^